Anda di halaman 1dari 5

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Rancangan Penelitian


Karya tulis ilmiah ini menggunakan jenis dan rancangan penelitian
studi kasus. Menurut Notoatmodjo (2002) studi kasus adalah penelitian yang
dilakukan dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang
terdiri dari unit tunggal, kelompok, komunitas, atau institusi. Pada karya tulis
ini dilakukan dengan cara meneliti permasalahan yang terdiri dari unit
tunggal.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Menurut Notoatmodjo (2002) lokasi merupakan tempat dimana
pengambilan kasus dilaksanakan. Lokasi pengambilan kasus ini adalah di
ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Sukoharjo.
Menurut Notoatmodjo (2002) waktu adalah rentang waktu yang
digunakan penulis untuk mencari kasus yang dilakukan. Waktu peneltian
dilaksanakan selama bulan Februari sampai Mei 2014. Waktu pelaksanaan
pengambilan kasus ini dilakukan pada tanggal 26 Maret 2014.
C. Subyek Penelitian
Menurut Budiarto (2003) subyek merupakan hal atau orang yang
akan dikenai kegiatan pengambilaan kasus . Subyek studi kasus ini adalah Ny.
S dengan asma bronchial.

37

D. Teknik Pengumpulan Data


Dalam pengumpulan data atau informasi yang digunakan penulis ada dua,
yaitu sebagai berikut :
1. Data Primer
Menurut Hasan (2002) data primer adalah data yang diperoleh atau
dikumpulkan langsung di lapangan oleh orang yang melakukan penelitian
atau yang bersangkutan yang memerlukannya. Data primer dapat diperoleh
dari :
a. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik digunakan untuk memperoleh data obyektif dari
riwayat pasien. Menurut Nursalam (2001) ada 4 teknik dalam
pemeriksaan fisik, yaitu :
1) Inspeksi
Adalah suatu proses observasi yang dilaksanakan secara
sistematik. Observasi dilaksanakaan dengan menggunakan indra
penglihatan, pendengaran, dan penciuman sebagai suatu alat untuk
mengumpulkan data, yang dimulai pada saat berinteraksi dengan
pasien dan dilanjutkan dengan pemeriksaan lebih lanjut. Fokus
inspeksi pada setiap bagian tubuh meliputi: ukuran tubuh, warna,
bentuk, posisi dan simetris. Inspeksi dilakukan secara berurutan
mulai dari kepala sampai kaki. Dalam kasus ini dilakukan inspeksi
pada kepala untuk melihat bentuk kepala, kebersihan kulit kepala,
warna rambut dan distribusi, ada tidaknya luka atau benjolan, pada
mata untuk melihat konjungtiva anemis atau tidak, sklera berwarna
bening atau tidak, fungsi pupil baik atau tidak, pada thorak untuk

melihat ada tidaknya retraksi dada dan kuat angkatnya ictus cordis,
pada abdomen untuk melihat ada tidaknya distensi abdomen dan
pada ektremitas untuk mengetahui ada tidaknya edema, sianosis.
2) Palpasi
Adalah suatu teknik yang menggunakan indera peraba.
Tangan dan jarijari adalah suatu instrumen yang sensitif dan
digunakan untuk mengumpulkan data tentang : temperatur, vibrasi
dan ukuran. Dalam kasus ini palpasi dilakukan pada thorak untuk
mengetahui pengembangan dada simetris atau tidak dan pada pada
abdomen untuk mengetahui nyeri tekan atau tidak, ekstremitas
untuk mengetahui ada tidaknya edema.
3) Perkusi
Adalah suatu pemeriksaan dengan jalan mengetuk untuk
membandingkan kirikanan pada setiap daerah permukaan tubuh
dengan tujuan menghasilkan suara. Perkusi bertujuan untuk
mengidentifikasi lokasi, ukuran, bentuk dan konsistensi jaringan.
Dalam kasus ini perkusi dilakukan pada thorak untuk mengetahui
suara jantung dan paru serta pada abdomen untuk mengetahui
suara rongga abdomen.

4) Auskultasi
Adalah pemeriksaan dengan jalan mendengarkan suara
yang dihasilkan oleh tubuh dengan menggunakan stetoskop. Dalam

kasus ini auskultasi dilakukan untuk memeriksa bunyi jantung dan


bunyi paru serta bising usus.
b. Wawancara
Menurut Notoatmodjo (2002) wawancara adalah suatu metode
yang digunakan untuk mengumpulkan data, dimana penulis mendapat
keterangan dari seorang sasaran (responden) atau bercakap cakap
berhadapan muka dengan orang tersebut atau face to face. Dalam studi
kasus ini wawancara atau tanya jawab dilakukan dengan keluarga
pasien yang terkait dengan biodata pasien, riwayat penyakit dahulu,
riwayat pengobatan pada pasien.
c. Observasi
Menurut Notoatmodjo (2002) observasi adalah suatu perbuatan
jiwa secara aktif dan penuh perhatian untuk menyadari adanya
rangsangan. Dalam studi kasus ini observasi dilakukan untuk
pengumpulan data dan mengetahui data perkembangan keadaan pasien
setiap jamnya, yang dicatat dalam lembar status pasien. Untuk
melakukan observasi menggunakan alat diantaranya : stetoskop,
tensimeter, termometer, jam tangan.
2. Data Sekunder
Menurut Riwidikdo ( 2007) data sekunder adalah data yang didapat
tidak secara langsung dari objek penelitian. Data sekunder dapat diperoleh
dari :
a. Studi Dokumentasi
Menurut Notoatmodjo (2002) dokumentasi yaitu semua bentuk
sumber informasi yang berhubungan dengan dokumen. Dalam kasus

ini studi dokumentasi didapatkan dari catatan medis dan hasil


pemeriksaan laboratorium klien.
E. Analisis Data
Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif. Menurut Croxton dan
Cowden (1996) analisis data dengan cara deskriptif lebih menekankan pada
teknik mengumpulkan, mengolah, menyederhanakan, menyajikan dan
menganalisis data kuantitatif secara deskriptif untuk memberikan deskripsi
terhadap suatu peristiwa.
Pada kasus ini penulis akan memaparkan tentang asma bronchial pada
Ny. S di ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Sukoharjo mulai dari
pengkajian sampai evaluasi keperawatan, kemudian penulis juga akan
membahas kesenjangan antara yang ada pada teori dan kasus nyata.