Anda di halaman 1dari 6

NAMA : A.A Bagus Oka Khrisna Surya.

NRP

: 3114203011

A. Dasar teori
Analisa laporan keuangan adalah proses penelitian laporan keuangan beserta unsur
unsurnya yang bertujuan untuk mengevaluasi dan memprediksi kondisi keuangan perusahaan
atau badan usaha dan juga mengevaluasi hasil hasil yang telah dicapai pada masa lalu.
Analisis laporan keuangan dilakukan pada dasarnya untuk mengetahui apakah keadaan
keuangan perusahaan memuaskan atau tidak memuaskan.
Dalam menganalisis posisi keuangan dan tingkat pertumbuhan perusahaan , faktor yang
paling diperhatikan adalah :
1. Likuiditas
Menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya
yang harus segera dipenuhi atau kemampuan perusahaan untuk memnuhi kewajiban saat
ditagih.
2. Profitabilitas
Menunjukan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama satu periode
tertentu.
3. Stabilitas
Menunjukan kemampuan perusahaan untuk melakukan usahanya dengan stabil yang
diukur dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk membayar beban
bungan atas hutangnya dan akhirnya membayar kembali hutang hutang tersebut tepat
pada waktunya.
B. Gambaran Umum Perusahaan
Total Bangun Persada Tbk (TOTL) didirikan dengan nama PT Tjahja Rimba Kentjana
tanggal 4 September 1970 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1970.
Kantor pusat TOTL berlokasi di Jl. Letjen S. Parman Kav. 106, Tomang, Jakarta Barat.
Pemegang saham mayoritas TOTL adalah PT Total Inti Persada, dengan persentase
kepemilikan sebesar 56,50%.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan TOTL adalah dalam bidang
konstruksi dan kegiatan lain yang berkaitan dengan bidang usaha konstruksi. Saat ini, TOTL
melaksanakan bisnis jasa konstruksi dengan berfokus pada Layanan Kontraktor Utama (Main
Contractor) dan Layanan Rancang dan Bangun (Design and Build).
Pada tanggal 18 Mei 2006, TOTAL memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK
untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atas 300.000.000 lembar saham dengan
nilai nominal Rp100,- per saham dan harga penawaran Rp345,- per saham. Sejak tanggal 25
Juli 2006, TOTAL mencatatkan saham hasil penawaran tersebut pada Bursa Efek
Indonesia.Presiden Direktur PT.Total Bangun Persada Tbk saat ini adalah Bpk Janti
Komadjaja, MSc.
C. Analisis Fundamental Laporan Keuangan
Analisa laporan keuangan ini, berdasarkan data laporan keuangan konsolidasi dari PT Total
Bangun Persada Tbk yang diperoleh di surat kabar Bisnis Indonesia yang diterbitkan
tertanggal Senin, 24 maret 2014, analisa akan dilakukan pada laporan keuangan tertangal 31
Desember 2013.
Analisa dilakukan dengan Pendekatan Lintas Seksi (Cross Sectional Approach). Yaitu cara
mengevaluasi dengan jalan membandingkan rasio-rasio antara perusahaan yang satu dengan

perusahaan lainnya yang sejenis pada saat bersamaan. Dengan cara ini dapat diketahui apakah
perusahaan yang bersangkutan berada di atas, berada pada rata-rata, atau berada dibawah ratarata industri sejenis.

1. Rasio Likuiditas

CURRENT RATIO ( CR )
2
1.5
1
0.5

0
PT Wijaya Karya PT.Waskita Karya PT. Adhi Karya Tbk
Tbk
Tbk

PT PP Tbk

PT Total Bangun
Persada Tbk

Rasio ini mengiterprestasikan setiap 1 rupiah hutang diajamin oleh sejumlah rupiah aset
lancar. Semakin kecil rasio lancarnya mengindikasikan resiko likuiditas yang tinggi, yang
juga artinya ada indikasi bahwa perusahaan tidak dapat membayar kewajibannya yang
jatuh tempo secara tunai, yang berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan di
kemudian hari.

QUICK RATIO ( QR )
2
1.5
1
0.5
0
PT Wijaya Karya PT.Waskita Karya
Tbk
Tbk

PT. Adhi Karya


Tbk

PT PP Tbk

PT Total Bangun
Persada Tbk

Rasio ini mengiterprestasikan setiap 1 rupiah hutang dijamin oleh sejumlah rupiah aset
lancar diluar persediaan. Rasio yang terlalu tinggi menunjukan indikasi kelebihan aset
lancar, sedangkan rasio yang terlalu rendah menunjukan resiko likuiditas yang tinggi.

CASH RATIO
0.6
0.5
0.4
0.3
0.2
0.1
0
PT Wijaya Karya PT.Waskita Karya
Tbk
Tbk

PT. Adhi Karya


Tbk

PT PP Tbk

PT Total Bangun
Persada Tbk

Rasio ini memprediksi kemampuan perusahaan dalam jangka pendek untuk memenuhi
kewajibannya yang jatuh tempo dalam periode berjalan yang dinyatakan dalam jumlah
tertentu.
2. Rasio Solvabilitas

DEBT RATIO ( DR )
1
0.8
0.6
0.4
0.2
0
PT Wijaya Karya
Tbk

PT.Waskita
Karya Tbk

PT. Adhi Karya


Tbk

PT PP Tbk

PT Total Bangun
Persada Tbk

Rasio ini menginterprestasikan sejumlah rupiah hutang dijamin oleh 1 rupiah aset
perusahaan. Rasio ini menghitung seberapa jauh dana yang dikeluarkan oleh kreditur.
Rasio yang tinggi berarti perusahaan menggunakan finasial leverage yang tinggi.
Penggunaan finacial leverage yang tinggi akan meningkatkan rentabilitas modal saham
dengan cepat, yang artinya semakin cepat suatu aset untuk menghasilkan laba.

DEBT TO EQUITY RATIO ( DER )


6
4
2
0
PT Wijaya Karya PT.Waskita Karya PT. Adhi Karya
Tbk
Tbk
Tbk

PT PP Tbk

PT Total Bangun
Persada Tbk

Rasio ini mengiterprestsikan seberapa besar hutang perusahaan jika dibandingkan ekuitas
yang dimiliki oleh perusahaan atau para pemegang saham. Semakin tinggi angka DER
maka diasumsikan perusahaan memiliki resiko yang semakin tinggi terhadap likuiditas
perusahaannya. Jika jumlah hutang melebihi jumlah ekuitas yang dimiliki maka resiko
likuiditas juga semakin tinggi.

3. Rasio Aktivitas

INVENTORY TURNOVER RATIO ( ITO )


40
30
20
10
0
PT Wijaya Karya PT.Waskita Karya PT. Adhi Karya
Tbk
Tbk
Tbk

PT PP Tbk

PT Total Bangun
Persada Tbk

Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam persediaan,
yang berputar pada suatu periode tertentu, atau likuiditas dari persediaan.

FIXED ASSETS TURNOVER RATIO ( FATO )


100
80
60
40
20
0
PT Wijaya Karya PT.Waskita Karya PT. Adhi Karya
Tbk
Tbk
Tbk

PT PP Tbk

PT Total Bangun
Persada Tbk

Rasio ini digunakan untuk mengukur apakah aset tetap dapat dimanfaatkan secara efisien
atau tidak, semakin tinggi nilainya semakin baik, artinya perusahaan dapat menggunakan
asetnya secara efisien.

TOTAL ASSETS TURNOVER RATIO ( TATO )


1.2
1.1
1
0.9
0.8
PT Wijaya Karya PT.Waskita Karya PT. Adhi Karya
Tbk
Tbk
Tbk

PT PP Tbk

PT Total Bangun
Persada Tbk

Rasio ini mengukur tingkat efisisensi perusahaan dalam penggunaan asetnya sehingga
membatasi pembelian aset baru yang dapat mengurangi modal.

4. Rasio Profitabilitas

NET PROFIT MARGIN RATIO


0.1
0.08
0.06
0.04
0.02
0
PT Wijaya Karya PT.Waskita Karya PT. Adhi Karya
Tbk
Tbk
Tbk

PT PP Tbk

PT Total Bangun
Persada Tbk

Rasio ini menghitung sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih
pada tingkat penjualan tertentu. Profit margin yang tinggi menandakan kemampuan
perusahaan menghasilkan laba yang tinggi pada tingkat penjualan tertentu, sedangkan
rasio profit margin rendah bisa menunjukan keidakefisienan manajemen penjualan.

RETURN ON TOTAL ASSETS RATIO ( ROA )


0.12
0.1
0.08
0.06
0.04
0.02
0
PT Wijaya Karya PT.Waskita Karya PT. Adhi Karya
Tbk
Tbk
Tbk

PT PP Tbk

PT Total Bangun
Persada Tbk

Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan


tingkat aset tertentu. Rasio yang tinggi menunjukan efisiensi manajemen aset, yang
berarti manajemen berjalan dengan efisien.

RETURN ON EQUITY RATIO ( ROE )


2
1.5
1
0.5
0
PT Wijaya Karya PT.Waskita Karya PT. Adhi Karya
Tbk
Tbk
Tbk

PT PP Tbk

PT Total Bangun
Persada Tbk

Rasio ini mengukur berapa banyak keuntungan yang dihasilkan oleh Perusahaan
dibandingkan dengan modal yang disetor oleh Pemegang Saham, semakin tinggi nilai
ROE semakin baik.
D. Kesimpulan Analisi Fundamental dan Analisi Kebangkrutan
1. Aspek Return
Dilihat dari segi aspek return, PT. Total Bangun Persada Tbk memiliki rasio profitabilitas
yang terbaik dibandingkan 4 perusahaan sejenis lainnya, hal ini dapat dilihat pada net
profit margin memiliki nilai rasio yang terbesar.
Ini dapat mengindikasikan manajeman penjualan dan manajemen aset yang efisien.
2. Aspek Resiko
Untuk resiko jangka pendek , dalam analisis likuiditas di tahun 2013 diperoleh current
rasio sebesar 1,579676559 dan quick ratio sebesar 1,428583678. Ini menunjukan bahwa
PT. Total Bangun Persada Tbk memiliki jaminan hutang yang terbesar terhadap para
kreditor, dibandingkan 4 perusahaan sejenis lainnya.
Untuk resiko jangka panjang pada tahun 2013, dalam rasio solvabilitas, PT. Total Bangun
Persada Tbk memiliki rasio hutang atau debt ratio sebesar 0,632148942 atau 63,2148942
% menggunakan dana dari kreditur. Maka dapat disimpulkan penggunann finacial
leverage PT. Total Bangun Persada Tbk cukup besar, yang berarti perusahaan kurang
mandiri dengan modal sendiri jika dibandingkan dengan PT PP Tbk , tetapi lebih mandiri
dibandingkan PT. Adhi Karya Tbk, PT. Waskita Karya Tbk dan PT. Wijaya Karya Tbk.