Anda di halaman 1dari 13

KEWAJIBAN ORANG SAKIT

KELOMPOK 13
ADITIA EKA TAMA
ASTRI HERLIANI ISKANDAR
FIKRI KHAERUL RIZAL

Sub Pokok Bahasan


Kewajiban orang sakit menurut
ajaran Islam

Sakit
Sakit merupakan ujian yang datang dari Allah SWT bagi semua hambaNya yang beriman.
Secara global penyakit itu menyerang dua hal yaitu jasmani dan rohani.
Dan masing-masing penyakit ini membutuhkan penanganan
(pengobatan) yang berbeda.
Firman Allah SWT Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu
pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang
berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang
beriman (Qs. Yunus 57).

Wajib Berobat Kepada Ahlinya


Bila kita dalam keadaan sakit, maka kita harus berobat kepada ahlinya, karena
setiap penyakit itu ada obatnya. Perlu diketahui bahwa kewajiban kita adalah
berobat, sedangkan kesembuhan datangnya dari Allah SWT, yang termasuk dalam
kategori ahli pengobatan yaitu dokter atau orang yang memiliki keahlian dalam hal
ramuan, refleksi, akupunktur, dan sebagainya serta para medik.

Rasulullah besabda, Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya.


Maka berobatlah kalian, dan jangan berobat dengan sesuatu yang haram.
(HR Ad-Daulabi)

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda Tidaklah Allah
menurunkan penyakit kecuali Allah telah menurun juga obat bagi penyakit itu.
(HR. Ibnu Majah dan Al Hakim)

Rasulullah bersabda, Tidaklah Allah menurunkan satu penyakit pun melainkan


Allah turunkan pula obat baginya. Telah mengetahui orang-orang yang tahu, dan
orang yang tidak tahu tidak akan mengetahuinya. (HR Bukhari dan Muslim)

"Maka bertanyalah kamu kepada orang yang ahli jika kamu tidak mengetahuinya
QS. An-Nahl : 43

Hadis Nabi SAW diriwayatkan dari Sahabat Abu Hurairah, Artinya: Abu Hurairah
berkata: Nabi SAW bersabda: Apabila sesuatu urusan diserahkan kepada orang
yang bukan ahlinya maka tunggulah saat kehancurannya. (HR. Bukhari)

Adapun berobat kepada tukang sihir atau dukun atau dengan cara-cara
perdukunan yang mengandung unsur syirik, hukumnya adalah haram.

Mengindahkan Nasehat dan Petunjuk


Dokter/Para Medis
Orang sakit wajib hukumnya menuruti dan mengindahkan nasehat dan
petunjuk dokter atau para medis agar penyakitnya menjadi cepat sembuh.

Segala penyakit yang diderita seseorang tetap ada harapan untuk sembuh
dengan izin Allah SWT tentunya, kecuali penyakit karena gejala umur yang
disebut syaikhukhah tulis Ali Akbar dalam bukunya.

Berbaik Sangka kepada Allah dan


Berpengharapan Sembuh
Berdasarkan hadits dari Jabir:


Aku pernah mendengar Rasulullah SAW. bersabda sebelum


wafatnya:Janganlah salah seorang dari kamu semua mati, kecuali
berbaik sangka (Husnudzan) kepada Allah. (HR. Muslim )
Rasulullah SAW bersabda : Janganlah salah seorang kalian mati kecuali
dalam keadaan ia berbaik sangka kepada Allah Taaala.(HR Imam
Muslim, Imam Al-Baihaqi dan Imam Ahmad)

Berbaik sangkalah kepada Allah SWT atas penyakit yang kita derita karena
penyakit itu datang dengan izin Allah SWT dan kita sakit karena takdir Allah.

Firman Allah SWT : Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah
khazanahnya dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang
tertentu. (Qs. Al Hijr : 21).

Orang yang sedang sakit memiliki perasaan antara rasa takut dan harap, yaitu
takut akan siksa Allah Azza wa Jalla atas dosa-dosanya dan berharap akan rahmat
Allah Azza wa Jalla kepadanya.

berharaplah kesembuhan kepada Allah, agar Allah menyembuhkan orang yang


sakit dari kaum muslimin, menghilangkan kesedihan, kegelisahan dan kesusahkan
mereka.

Bertaubat, Sabar, dan Banyak Berzikir


Mengingat Allah SWT
Wajib baginya bertaubat dan menahan diri dari maksiat walaupun para dokter
mengatakan umurmu akan pendek, padahal umur itu berada ditangan Allah dan
terkadang perkiraan mereka salah dan pasien hidup lebih lama.

firman Allah, bertaubatlah kepada Allah secara total wahai kaum mukmin
semoaga kalian beruntung (QS. toha: 84).

Sabda Rasulullah SAW Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba


sebelum nafasnya berada di kerongkongan.

Setiap orang yang diuji oleh Allah dengan penyakit sebagai orang yang beriman
wajiblah ia bersabar atas ujian yang Allah berikan padanya.

Sabda Rasulullah SAW : Dari Shuhaib ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,
Sungguh menajubkan perihal seorang mukmin. Sesungguhnya semuanya baik
baginya, dan tidak akan ada bagi seorang pun kecuali seorang mukmin. Jika ia
mendapat kesenangan lalu ia bersukur, maka itu baik baginya. Dan kalau ia
ditimpa oleh kesusahan lalu ia bersabar, maka itu baik baginya (HR. Muslim).

Dari Anas bin Malik ra, ia berkata, Aku mendengar Nabi SAW ia bersabda,
Sesungguhnya Allah SWT berfirman : Apabila seorang hamba mendapat cobaan
dari-Ku mengenai dua kesayangannya, lalu ia sabar, nanti akan Ku ganti dengan
surga (HR. Al-Bukhari).

Banyak berdzikir, berdoa dan berharap kesembuhan kepada Allah, agar Allah
menyembuhkan orang yang sakit dari kaum muslimin, menghilangkan kesedihan,
kegelisahan dan kesusahkan mereka.

Allah Taala berfirman :


(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram
dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati
menjadi tenteram. (Ar-Rad: 28)
Dari Aisyah ra bahwasanya Nabi SAW menjenguk sebagian keluarganya yang sakit
lalu beliau mengusap dengan tangan kanannya sambil membaca :

Ya Allah, Rabb seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah,


Engkau adalah Dzat yang Maha Menyembuhkan. (Maka) tidak ada obat (yang
menyembuhkan) kecuali obatmu, kesembuhan yang tidak meninggalkan
penyakit.

Kesimpulan
Orang sakit memiliki kewajiban yaitu kewajiban dalam berobat kepada ahlinya, wajib
mematuhi nasihat dan petunjuk dokter atau para medis, wajib sabar dan jangan gelisah, ingat
kepada Allah SWT, bertobat, tetap berpengharapan sembuh, berwasiat (jika sakit keras), dan
berbaik sangka kepada Allah SWT. Segala penyakit yang diderita seseorang tetap ada
harapan untuk sembuh dengan izin Allah SWT.

TERIMAKASIH