Anda di halaman 1dari 12

PROPHETIC

INTELLIGENCE
Buletin Pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien

Edisi 2 Ahad 02 November 2014 M/ 09 Muharam 1436 H

EKSISTENSI AZALI MANUSIA

MEJA REDAKSI

Mengenal Asal-usul dan Potensi Dasar Manusia


KH. Hamdani Bakran Adz-Dzakiey

)
Asal-usul Bapak
Manusia
Dan (ingatlah), ketika
Tuhanmu berirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku akan
menciptakan seorang
manusia dari tanah liat
kering (yang berasal)
dari lumpur hitam yang
diberi bentuk. Maka
apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruhKu, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis. Ia
enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu. (Q.S. Al-Hijr
15:28-31).
abi Adam as. adalah bapak jasad manusia. Allah
Taala menjadikannya dari
campuran air dan tanah liat yang
kering dari lumpur hitam yang

telah dibentuk dengan


sempurna. Kemudian
Allah Taala meniupkan ruh-Nya ke dalam
postur Adam.
Para malaikat tawaduk , sujud dan
memberikan penghormatan kepada Nabi
Adam as. atas titah
Allah SWT., kecuali
Iblis, ia enggan dan
tidak bersedia untuk
sujud bersama-sama
para malaikat-Nya. Sebab Iblis merasa kesal,
mengapa Allah Taala memilih Nabi
Adam as. sebagai wakil-Nya untuk
mengurus aktivitas kehidupan di
bumi dan bukan dirinya.

Pengasuh :
KH. Hamdani Bakran
Adz-Dzakiey
Pimpinan Redaksi :
Harun Nur Rosyid
Bendahara:
Syahrul Munir
Fotograi :
A. Sulaiman Fachri A.
Ilustrasi:
Nur Habib Rizqillah
Redaktur :
Fadhil Huda
Asmul Fauzi
Alamat :
Pondok Pesantren
Raudhatul Muttaqien
Jl. Cangkringan KM. 04
Babadan Purwomartani
Kalasan Sleman Yogyakarta
Telp. (0274) 7111514

Setelah Allah Taala meniupkan ruh-Nya ke dalam jasad Nabi


Adam as., maka lenyaplah unsurunsur keairan dan ketanahan yang
berbau tidak sedap dan kotor.
Jadilah ia sebagai wadah yang menampakkan eksistensi Diri-Nya. Tubuh Nabi Adam as. menjadi suci

Prophetic Intelligence Edisi 2 Ahad 02 November 2014 M/ 09 Muharam 1436 H

dan menyatu dengan totalitas


hidup dan kehidupan Tuhannya.
Asal-usul Anak Cucu Nabi
Adam as.
Yang membuat segala sesuatu
yang Dia ciptakan sebaikbaiknya dan Yang memulai
penciptaan manusia dari
tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati
air yang hina. Kemudian Dia
menyempurnakan dan
meniupkan ke dalamnya ruhNya dan Dia menjadikan
bagi kamu pendengaran,
penglihatan dan hati, (tetapi)
kamu sedikit sekali bersyukur
(Q.S. As-Sajdah 32:7-9)
Begitu pula dengan anak cucu
Nabi Adam as. yang Allah Taala
ciptakan berasal dari air mani
yang hina. Kemudian Allah Taala
menyempurnakan kejadiannya
dan meniupkan ruh-Nya ke dalam janin yang berada dalam
kandungan seorang perempuan. Dengan masuknya ruh Allah
itu, maka hakikat tubuh janin
yang berasal dari air mani yang
hina itu pun menjadi suci dan lenyaplah kehinaannya dan menjadi kemuliaan. Sebagaimana

Nabi SAW. bersabda: Setiap bayi


yang dilahirkan itu suci, akan
tetapi bapak dan ibunyalah yang
menjadikannya Yahudi, Nasrani dan Majusi. (HR. Bukhari dari
Abu Hurairah ra.).
Hakikinya, asal-usul makhluk
Allah Taala yang bernama manusia adalah berasal dari kesucian Ruh Tuhannya yang bersifat
nuriyyah (bercahaya), ahadiyyah
(keesaan), lathiiyyah (kelembutan), qudsiyyah (kesucian), dan
gaybiyyah (tidak tampak).
Potensi Fitri Manusia
Dan Dia mengajarkan kepada
Adam nama-nama (bendabenda) seluruhnya, kemudian
mengemukakannya kepada
para Malaikat lalu berirman:
Sebutkanlah kepada-Ku
nama benda-benda itu jika
kamu memang benar
orang-orang yang benar!
(Q.S. Al-Baqarah 2:31)
Ayat ini menerangkan kepada kita bahwa bapak moyang
kita adalah guru bagi para malaikat. Setelah Allah Taala meniupkan ruh-Nya ke dalam perwujudannya, ia langsung hidup

Setelah Allah Taala


meniupkan ruh-Nya
ke dalam perwujudannya, ia langsung
hidup dan memiliki
ilmu dan pengetahuan ketuhanan.
dan memiliki ilmu dan pengetahuan ketuhanan. Dengan ilmu
dan pengetahuan itu ia dapat
menyebutkan dan menjelaskan
tentang nama dan karakteristik
segala sesuatu yang terdapat di
bumi ini kepada para malaikat
yang meragukan akan kredibilitasnya sebagai wakil Allah di
permukaan Bumi ini. Dalam irman-Nya yang lain:
Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia
telah menciptakan manusia dari
segumpal darah. Bacalah, dan
Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia)
dengan perantaran kalam, Dia
mengajar kepada manusia apa
saja yang belum diketahuinya.
(Q.S. Al-Alaq 96:1-5)
Ayat ini menerangkan kepada kita bahwa pada hakikinya,
Allah SWT. sudah mengajarkan
kepada jiwa yang telah menerima limpahan ruh-Nya di alam
azali, apa saja yang belum atau
tidak di ketahui. Dia sudah mengajarkan kepada manusia (insan)
melalui pena. Yaitu melalui tulisan yang terhampar hidup
dalam kehidupan yang ada di
bumi dan di langit (kawniyat),
dan tulisan yang termuat dalam
Al-Quran (qawliyat).

Prophetic Intelligence Edisi 2 Ahad 02 November 2014 M/ 09 Muharam 1436 H

Hakikinya, setiap jiwa yang


telah menerima limpahan ruh
Allah SWT., maka ia telah tersucikan dari unsur kemakhlukan
dan telah menerima ilmu dan
pemahaman tentang berbagai
hal. Mengapa demikian? Sebab
Allah SWT. akan menjadikan manusia sebagai pengganti DiriNya yang bersifat rububiyyah,
yakni mengurus atau memenej
hidup dalam kehidupan di permukaan bumi ini. Bagaimana
mungkin seorang manusia mampu mengurus alam ini jika tidak
memiliki potensi-Nya?
Dalam makna batin, Allah
SWT. telah menjadikan manusia
dalam bentuk rupa-Nya atau perwujudan-Nya. Hal ini disebabkan karena manusia sebagai
hamba-Nya merupakan wadah
atau tempat Dia menampakkan
dan memperkenalkan eksistensi
potensi-Nya kepada makhlukNya.
Karakteristik Fitri Manusia
Maka hadapkanlah wajahmu
dengan lurus kepada agama
Allah. (Tetaplah atas) itrah
Allah yang telah menciptakan
manusia menurut itrah itu.
Tidak ada perubahan pada
itrah Allah. (Itulah) agama
yang lurus, tetapi kebanyakan
manusia tidak mengetahui.
(Q.S. Ar-Rum 30:30)

Sejahat apapun
seseorang pada
lahirnya, akan tetapi
jauh di dalam lubuk
hatinya hidup
kebenaran sejati.

Ayat ini menjelaskan kepada


kita bahwa karakteristik dasar
manusia adalah cenderung tunduk dan patuh kepada PenciptaNya. Sebab Allah SWT. menjadikan diri manusia ini di atas itrah
atau kesucian-Nya. Dan kesucian itu tidak akan pernah berubah sedikit pun. Itulah karakteristik ketauhidan yang selalu
eksis dan bergema di dalam hati
setiap manusia.
Sejahat apapun seseorang
pada lahirnya, akan tetapi jauh
di dalam lubuk hatinya hidup
kebenaran sejati. Ia selalu mengajak diri ini kembali kepada Rabbnya, kembali kepada ketaatan
dan kebenaran. Itulah nurani
yang bagaikan ad-din al-qayyim, agama atau kecenderungan
yang lurus. Lurus dan konsisiten
untuk kembali kepada Rabbnya.

kan, menghidupkan bahkan yang


akan mematikan dirimu.
Ironisnya, sangat sedikit manusia yang mengetahui tentang
karakteristik dasar ini. Mengapa
demikian? Sebab hati dan pikiran orang-orang kebanyakan saat
ini telah terjebak ke dalam aktivitas dan paradigma hidup yang
bersifat materialisme, rasionalisme dan sekularisme. Mereka
sudah menganggap bahwa materi, akal dan kehidupan bebas
adalah tujuan hidup sesungguhnya.

Ketika diri ini sedang tertimpa bencana atau musibah dan


tidak ada seorang pun yang dapat memberikan pertolongan
kepadanya, maka apa yang akan
dilakukan diri ini? Pasti dalam hatinya bersuara: Tidak ada yang
dapat menolongmu kecuali Allah
SWT. Zat yang telah mencipta-

Prophetic Intelligence Edisi 2 Ahad 02 November 2014 M/ 09 Muharam 1436 H

Ayat ini telah menjelaskan


kepada kita bahwa sejatinya manusia adalah makhluk Allah SWT.
yang telah diberi kedudukan
dan martabat yang mulia, diberi
fasilitas hidup yang baik, sehat
dan alamiah. Bahkan kedudukan
dan martabat manusia di atas
kebanyakan ciptaan-Nya, seperti malaikat, jin, hewan, tumbuhan, benda-benda dan lainnya.

Maqam dan Martabat Fitri


Manusia
Dan sesungguhnya telah Kami
muliakan anak-anak Adam,
Kami angkut mereka di daratan
dan di lautan, Kami beri mereka
rezeki dari yang baik-baik dan
Kami lebihkan mereka dengan
kelebihan yang sempurna atas
kebanyakan makhluk yang
telah Kami ciptakan.
(Q.S. Al-Isra`, 17:70)

Kehancuran yang terjadi dalam hidup dan kehidupan ini


baik di permukaan bumi kecil
(diri manusia) ataupun bumi besar (alam semesta), disebabkan
oleh karena manusia tidak mampu mengeksplorasi, mengembangkan dan memberdayakan
anugerah yang telah diberikan
oleh Rabbnya. Ketidakmampuan
itu disebabkan oleh adanya konspirasi musuh besarnya yaitu
iblis dan setan yang akan selalu
menghadang dan menghancurkan jalan-jalan kebenaran yang
terhampar di hadapan perjalanan hidupnya.
Tiga ratus enam puluh penjuru kehidupan manusia telah
mereka kuasai. Sejak awal pembuahan dari sperma, dalam kan-

Manusia adalah
makhluk Allah SWT.
yang telah diberi
kedudukan dan
martabat yang mulia,
diberi fasilitas hidup
yang baik, sehat dan
alamiah.

dungan ibunya, pasca kelahiran


hingga menjelang ajalnya, mereka sudah memiliki rencana besar, yakni menyesatkan perjalanan pulangnya untuk kembali
kepada Penciptanya.
Jin dan manusia telah menjadi media Iblis dan setan menampakkan dan memperkenalkan eksistensinya. Mereka akan
melaksanakan rencana besarnya, yakni mentransformasi asalusul, potensi, karakteristik, kedudukan dan martabat manusia
dari martabat ketuhanan (Nur)
kepada eksistensi mereka (zulumat).
Allah Pelindung orang-orang
yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan
kepada cahaya. Dan orangorang yang kair, pelindungpelindungnya ialah tagut,
yang mengeluarkan mereka
dari cahaya kepada kegelapan. Mereka itu adalah
penghuni neraka, mereka
kekal di dalamnya.
(Al-Baqarah 2:257)
(Bersambung).

Prophetic Intelligence Edisi 2 Ahad 02 November 2014 M/ 09 Muharam 1436 H

)
)

INSPIRASI DAN MOTIVASI

NABI MUHAMMAD SAW.


SANG SAMUDERA CAHAYA
Hikayat Kehidupan dan Mukjizat Rasulullah SAW. (1)
Oleh: Fadhil Huda

Ya Allah, berselawatlah
untuk Muhammad,
hingga tiada lagi
tersisa selawat-Mu.

Ya Allah, Kasihilah
Muhammad hingga
tiada lagi tersisa
kasih sayang-Mu.

Ya Allah, berkatilah
Muhammad hingga
tiada lagi tersisa
satu pun dari
berkat-Mu .
A-alawt Al-Kubr
Asy-Syaykh Abd al-Qdir al-Jayln

Sungguh telah datang


kepadamu seorang Rasul
dari kaummu sendiri,
berat terasa olehnya
penderitaanmu, sangat
menginginkan (keimanan
dan keselamatan) bagimu,
amat belas kasihan lagi
penyayang terhadap
orang-orang mukmin.
(Q.S. At-Tawbah 128)
bnu Saad meriwayatkan
bahwa ibunda Rasulullah
SAW. pernah menceritakan, Ketika aku melahirkannya, dari faraj-ku (kemaluanku)
keluarlah cahaya yang karenanya istana-istana di negeri Syam
tersinari. Ia lahir dengan tangan
menyangga badannya, kemudian mengambil segenggam tanah
lalu mengangkat ke arah langit.
abrn menuturkan pula hadits
serupa dan mengatakan, beliau
SAW. lahir dalam keadaan tangan
menggenggam, sedangkan ibu
jarinya menunjuk lurus seperti
orang yang sedang bertasbih.

Prophetic Intelligence Edisi 2 Ahad 02 November 2014 M/ 09 Muharam 1436 H

Sumber lainnya menyebutkan, telah terjadi irht (tandatanda awal yang menunjukkan
akan diutusnya nabi) ketika kelahiran beliau SAW., di antaranya adalah jatuhnya empat belas
beranda istana kekaisaran Persia,
padamnya api yang biasa disembah oleh kaum Majusi dan robohnya gereja-gereja di sekitar
danau Sawa setelah airnya menyusut. Riwayat tersebut dilansir
oleh a-abar, al-Bayhaq dan
yang lainnya.

Siti Aminah (Ibu Rasulullah


SAW.) menuturkan kesaksiannya
seperti berikut: Lewat enam bulan sejak kehamilanku, aku melihat dalam mimpi seorang berkata kepadaku: Hai Aminah,
engkau sedang mengandung manusia termulia di jagad raya. Bila
ia lahir namailah dia Muhammad, tetapi sekarang janganlah
engkau beritahukan kepada siapa pun.

Ketika itu Siti Aminah sedang sendirian di rumah dan ia


mendengar suara gemuruh. Kemudian ia melihat sayap burung
berwarna putih mengusap-usap
hatinya sehingga ia tidak merasa
takut. Dia menoleh, tiba-tiba ada
minuman berwarna putih jernih
di dekatnya, lalu ia minum.
Dilihatnya juga cahaya terang
benderang menjulang tinggi di
atasnya. Dalam cahaya itu tampak sejumlah wanita bertubuh
tinggi. Wanita-wanita itu memperkenalkan nama-namanya kepada Aminah : Kami ini adalah
isteri Firaun, Maryam binti Imran dan yang lain-lain itu adalah
bidadari-bidadari. Mendengar
hal itu Aminah terperanjat.
Tak lama kemudian ia mendengar suara gemuruh lagi, lebih
dahsyat dari yang ia dengar pertama. Tiba-tiba Aminah melihat
busana sutra putih terbentang
di antara langit dan bumi. Ia
mendengar suara berkata: Pakailah itu, jangan dilihat orang
lain. Ketika ia mendongak ke
atas, dilihatnya sejumlah pria sedang berdiri di angkasa, masingmasing membawa kendi-kendi
perak.
Aminah juga melihat burung
yang begitu banyaknya berdatangan hingga nyaris memenuhi
kamarnya. Paruh burung itu laksana zamrud, dan sayapnya bagaikan yakut. Kemudian Allah
menajamkan penglihatan Aminah sehingga ia melihat tiga bendera terpancang tinggi. Bendera
pertama terpancang di bagian
timur, bendera kedua terpancang di bagian barat, dan bendera ketiga terpancang di atas
Kabah.

Ya Allah, limpahkanlah
sentuhan selawat-selawatMu dan kedamaian salamMu, kepada sang wujud
awal yang keluar dari awan
rabbani, dan penurunan
(ilahiah) terakhir yang keluar dalam bentuk insani.

Titik huruf ba` pada kalimat basmalah yang menghimpun segala yang akan,
sedang dan telah tercipta,
dan titik perintah yang
menggerakkan perputaran
seluruh alam semesta.
Selawat Asy-Syaykh Al-Akbar
Muyiddn Ibn Arab

Al-i bin Ab Bakr bin


Aidz dalam kitab Maulid yang ditulisnya, berdasarkan berita yang
diperoleh dari Ibnu Abbs ra. dan
yang kemudian dikutip oleh AzZarkasy di dalam Syar Al-Burdatul Mdi, menuturkan bahwa pada saat Muhammad SAW.
lahir, malaikat Riwn membisiki telinga beliau : Hai Muhammad, semua ilmu dan pengetahuan (tentang hal-hal ghaib) yang
ada pada para nabi dan rasul sebelum engkau, Allah akan memberikannya kepadamu, bahkan
engkau akan mempunyai ilmu
dan pengetahuan lebih banyak
daripada semua yang mereka
miliki dan engkau akan menjadi
Nabi yang paling tabah dan berani.

Imam Muslim meriwayatkan


dari Anas bahwasanya Rasulullah SAW. didatangi malaikat
Jibril as. saat beliau tengah bermain bersama teman-teman sebayanya. Jibril menangkap dan
merebahkan beliau di atas tanah
lalu membelah jantungnya, kemudian mengeluarkannya, dari
jantung ini dikeluarkan segumpal darah. Jibril berkata, Ini adalah bagian setan yang ada pada
dirimu!
Kemudian ia mencuci jantung tersebut dengan air zamzam di dalam baskom yang terbuat dari emas, lalu memperbaikinya dan menaruhnya di tempat semula. Teman-teman sebayanya tersebut berlarian mencari
ibu susuannya seraya berkata,
Muhammad telah dibunuh!
Mereka akhirnya beramai-ramai
menghampirinya dan menemukannya dengan rona muka yang
sudah berubah. Anas (periwayat
hadits) berkata: Sungguh aku
telah melihat bekas jahitan itu di
dada beliau SAW.

Duhai junjungan kami,


wahai Rasulullah, engkaulah tujuan dari seluruh
penciptaan, engkaulah
tuan dari segala
yang dilahirkan dan
yang melahirkan.
Selawat Asy-Syaykh
Ab al-Mawhib Asy-Syil

Saat Nabi Muhammad SAW.


berusia 5 tahun, beliau diajak
oleh Halimah pergi naik unta,
hendak ia serahkan kembali kepada ibundanya, Aminah. Sampai di depan pintu masuk kota
Makkah, tempat itu dikerumuni

Prophetic Intelligence Edisi 2 Ahad 02 November 2014 M/ 09 Muharam 1436 H

orang banyak. Nabi Muhammad


diturunkan dari unta dan ditinggal sebentar untuk keperluan buang hajat.
Setelah Halimah kembali ke
tempat tadi, Muhammad SAW.
tak ada lagi di tempatnya. Halimah gelisah dan bertanya kepada orang-orang yang ada di situ,
tetapi mereka tidak tahu keberadaan Muhammad SAW. Segeralah Halimah melapor kepada
datuk Nabi Muhammad SAW.,
Abdul Muthalib.
Kemudian Abdul Muthalib
keluar dengan pedang terhunus
dan mencari keberadaan cucunya bersama orang-orang Quraisy. Tetapi semua itu sia-sia
dan mereka tidak menemukan
tanda-tanda keberadaan Muhammad SAW. Ketika Abdul
Muthalib hampir putus harapan,
ia berdoa agar cucunya segera
kembali. Tiba-tiba dari angkasa
ada suara memanggil-manggil:
Hai orang-orang Quraisy, kalian
tak usah ribut, Tuhannya Muhammad tidak akan menghilangkannya! Abdul Muthalib
menyahut: Hai, siapakah yang
hendak mengembalikannya kepada kami, di manakah ia? Suara itu menjawab : Dia di Wd
Tihmah (Lembah Makkah), dekat pohon Barakah (SyajratulYumn).
Berangkatlah Abdul Muthalib ke tempat yang disebut oleh
suara itu. Ternyata benar Muhammad SAW. berada di bawah
pohon sedang menarik-narik
dahannya dan bermain-main dengan daunnya. Beliau segera dibawa pulang dan kemudian diserahkan kepada Halimah AsSadiyyah. Halimah pun sangat
gembira putera asuhannya telah
kembali.

Saat Nabi Muhammad SAW.


berusia 9 tahun, beliau diajak pamannya Ab lib berdagang ke
negeri Syam. Ketika rombongan dagang berhenti di Bashra (bagian dari wilayah Syam). Mereka bertemu dengan seorang rahib (pendeta) bernama Buhaira.
Ketika ia memegang tangan Rasulullah SAW., Buhaira berkata,
Inilah penghulu alam semesta,
inilah utusan Rabb alam semesta, dia diutus oleh Allah sebagai
rahmat bagi alam semesta ini.
Ab lib dan pemuka kaum
Quraisy bertanya kepadanya,
Bagaimana Anda tahu hal itu?
Dia menjawab, Sesungguhnya
ketika kalian muncul dan naik
dari bebukitan, tiada satu pun
dari bebatuan ataupun pepohonan melainkan bersujud terhadapnya, dan keduanya tidak
akan bersujud kecuali terhadap
seorang Nabi, dan sesungguhnya
aku dapat mengetahuinya melalui tanda kenabian yang terletak pada bagian bawah tulang
rawan pundaknya yang bentuknya seperti apel. Sesungguhnya
kami mengetahui hal tersebut
dari kitab suci kami. Ia berkata:
Bawalah anak saudaramu ini
pulang ke negerinya dan jagalah
dirinya dari ancaman-ancaman
kaum Yahudi. Karena sesungguhnya akan terjadi sesuatu yang
besar pada anak saudaramu ini.
Lalu Ab lib membawa Muhammad pulang ke Makkah dalam keadaan selamat.

malu, sangat jujur, sangat amanah, serta terhindar dari perbuatan keji dan jahat. Sehingga
beliau mendapatkan gelar alAmn (orang yang terpercaya).
Sekalipun usianya saat itu
baru dua belas tahun, tapi dia
sudah mempunyai persiapan kebesaran jiwa, kecerdasan dan ketajaman otak, sudah mempunyai
tinjauan yang begitu dalam dan
ingatan yang cukup kuat serta
segala sifat-sifat semacam itu
yang diberikan alam kepadanya
sebagai suatu persiapan akan
menerima risalah maha besar
yang sedang menantinya.

Dan engkau adalah permata yang tak ternilai yang


menjadi pusat perputaran
seluruh unsur yang ada.
Engkaulah cahaya yang
benderang sinarnya
menyinari tujuh lapis
bumi dan langit.
Selawat Asy-Syaykh
Ab al-Mawhib Asy-Syil

Rasulullah SAW. tumbuh dan


berkembang dalam lindungan
Allah SWT., jauh dari kotorankotoran dan budaya-budaya jahiliyah. Maka jadilah beliau seorang manusia yang mulia harga
dirinya di antara kaumnya, paling baik akhlaknya, sangat pe-

Prophetic Intelligence Edisi 2 Ahad 02 November 2014 M/ 09 Muharam 1436 H

Seri Terjemahan Kitab Al-Futuhat Al-Makkiyyah


Karya Syaikh Muhyiddin Muhammad bin Ali Ibn Arabi

TENTANG RAHASIA-RAHASIA
TAHARAH (2)

Lihatlah dengan seksama! Niscaya akan


kau lihat rahasia taharah dengan jelasnya.

Betapa banyak mereka yang bersuci,


namun tiada bersifat dengan kesucian.

Hal yang mudah bagi mereka yang


memiliki keterjagaan dan kecerdasan.

Jika mereka menjauh dari lautan


ladunn dan berpantang terhadapnya.

Biarpun mereka menyelam dalam


lautan air asin seumur hidup mereka,
namun belum mereka berfana dalam lautan
hakikat, tiada mungkin mereka menjadi suci.

MAKSUD (QAD) DAN NIAT (NIYYAH) DALAM


TAHARAH

aksud (qad), yang juga disebut dengan


niat (niyyah), adalah syarat keabsahan
untuk apa yang kita pelajari kali ini
(taharah), dengan masih terdapat ikhtilaf tentangnya. Allah SWT. berirman: Bertayamumlah1 dengan menggunakan ad (tanah) yang baik. (Q.S.
5:6, 4:43), yang juga berarti carilah (lakukan qad)
debu yang tidak terkandung di dalamnya sesuatu
yang menghalangi pemakaiannya untuk ibadah ini
(taharah) dari sesuatu yang najis.
Namun Allah tidak berkata demikian untuk
taharah yang memakai air. Sesungguhnya yang
Allah maksud dengan air adalah air mutlak, bukan air yang tercampur sesuatu. Karena, menurut
orang Arab, air yang tercampur sesuatu akan terpaut pada apa yang mencampurinya. Jika kamu
berkata kepada seorang Arab: Berikan aku air!,
maka dia akan memberikan kepadamu air yang
8

tidak tercampur dengan apapun (air mutlak). Tidaklah seorang Arab memahaminya selain seperti
itu. Dan tidak akan diutus seorang rasul dan tidak
akan diturunkan sebuah kitab kecuali dengan bahasa kaumnya. Rasulullah SAW. bersabda: Sesungguhnya Al-Quran itu diturunkan menggunakan bahasaku, yaitu dengan bahasa Arab yang
jelas. Allah Tala berirman: Sesungguhnya kami
menjadikan Al-Quran dalam bahasa Arab agar kalian menggunakan akal (Q.S. 43:3).
Oleh karena itu, Al-Quran tidak berbicara tentang qad untuk air, karena air adalah rahasia kehidupan. Air dapat memberikan kehidupan melalui zatnya, baik disertai dengan qad maupun
tidak. Sedangkan debu masih menjadi ikhtilaf,
karena jika orang yang bertayamum belum berqad untuk tanah yang baik, maka tanah itu tidak
akan bisa digunakan. Karena tanah adalah benda
yang padat dan tidak mengalir, dan ruhnya adalah
qad, lantaran qad merupakan makna ruhani.

Prophetic Intelligence Edisi 2 Ahad 02 November 2014 M/ 09 Muharam 1436 H

Maka orang yang bertayamum memerlukan qad


kami jalani dan yang kami bertahkik dengannya.
khusus untuk debu dan tanah, meskipun hal ini
Maka pahamilah!
juga masih menjadi perselisihan. Sedangkan orang
Al-Quran tidak mengatakan untuk air: carilah
yang berwudu tidak memerlukan qad khusus un(tayammam) air!, sehingga (seakan-akan) air metuk air yang hal ini juga masih menjadi perselimerlukan ruh yang terdapat pada niat. Karena air
sihan. Allah berirman (dalam ayat tentang wudu
itu sendiri adalah ruh, dan ia memberikan kehiQ.S. Al-Maidah 5:6): basuhlah!, dan tidak berdupan melalui zatnya. Allah SWT. berirman: Dan
kata carilah (tayammam) air yang bersih (yang
dari air kami menjadikan segala sesuatu menjadi
menyiratkan perlunya qad untuk itu).
hidup. (Q.S. Al-Anbiy` 21:30). Dan segala seJika ada yang berkata bahwa (ada hadits yang
suatu adalah hidup, karena sesungguhnya segala
mengatakan): Sesungguhnya semua amal (tindaksesuatu selalu bertasbih memuji Allah, dan tidakan) harus didahului dengan niat, sedanglah bertasbih kecuali sesuatu yang hidup, dan
kan niat adalah qad, dan wudu adalah
air adalah sumber kehidupan bagi segala
sebuah tindakan, maka kami akan
sesuatu. Karena inilah terjadi ikhtilaf
berkata: Kami sepakat dengan
di antara para ulama syariat tenpendapat anda, dan kami juga
tang niat dalam wudu, apaberpendapat demikian. Tetapi
kah niat tersebut menjadi syaniat pada hadits di atas terrat sahnya wudu atau tidak. Dan
kait dengan tindakan, bukan
rahasianya telah kami jelaskan.
dengan air, dan air bukanlah
tindakan. Maka qad yang diPEMBAGIAN AIR DAN PEMtekankan di atas adalah untuk
BAGIAN ILMU
tanah (ad).
Menurut hadits di atas, wuKetahuilah bahwa air (mutdu memang memerlukan niat
lak) ada dua macam. Ada air
Dan ini adalah taharah para arif.
dari segi ia adalah tindakan,
yang terhaluskan dan tersaring
Jika engkau termasuk dalam
namun bukan dari segi bahwa
hingga termurnikan dan beia adalah sebuah tindakan yang
golongan mereka,
ning, yaitu air hujan. Air ini sedilakukan dengan air. Maka air
maka akan kau dapatkan
sungguhnya adalah air yang
di sini hanya mengikuti tindakkedekatan orang-orang pilihan.
berubah dari uap padat yang
an, dan yang menjadi sasaran
melalui penurunannya terhautama niat adalah tindakan
puslah semua kepadatan yang
(wudu). (Pada tayamum) di atas,
terkait dengannya. Seperti itulah
qad ditujukan untuk tanah yang
kiranya ilmu syariat yang ladun.2 Ilmu
baik, sedangkan bagi tindakannya adalah
ini bisa diperoleh melalui riyah, mujhadah,
hal selanjutnya yang memerlukan niat yang
dan takhl (keikhlasan). Maka sucikanlah zat dilain ketika tindakan tersebut hendak dilaksanakan.
rimu dengannya untuk ber-munjah kepada TuSeperti halnya wudu dan mandi besar dengan
hanmu.
air, dan seluruh tindakan syariat lainnya memAir yang lain adalah air yang tidak memiliki kebutuhkan kepada keikhlasan sesuai yang diperinhalusan
seperti air yang pertama, yaitu air sumber
tahkan. Keikhlasan adalah niat, meskipun hal itu
dan air sungai. Air ini keluar dari bebatuan dan
juga masih diperselisihkan. Allah SWT. berirman:
tercampur dengan apa yang ada pada tanah atau
Dan mereka tidaklah diperintahkan kecuali untuk
menghamba kepada Allah dengan mengikhlaskan
bongkahan batu tempatnya terpancar dan mengaseluruh kecenderungan kepada-Nya. (Q.S. 98:5).
lir. Rasanya pun bermacam-macam, sebagian teAyat ini sungguh menuntut perenungan. Namun
rasa tawar dan segar (abun furt), sebagian lain(sayangnya) masalah ini tidak pernah ditahkik
nya asin lagi getir (milun ujj), dan sebagian lain
oleh para ahli iqih dengan metode (arqah) yang
terasa pahit dan maung. (Sebaliknya), air hujan

Prophetic Intelligence Edisi 2 Ahad 02 November 2014 M/ 09 Muharam 1436 H

memiliki kondisi yang sama, yaitu air yang enak,


bening, murni dan lezat diminum.
(Air jenis kedua ini bagaikan) ilmu-ilmu yang
berasaskan pada pikiran sehat dan akal. Sesungguhnya ilmu akal yang diambil dari pikiran akan
tercemari dengan perubahan, karena ilmu-ilmu
ini sesuai dengan kondisi bawaan (mizj) si pemikir yang memakai akal. Karena pikiran tidaklah melihat kecuali pada data-data inderawi yang
ada dalam imajinasi. Dengan cara seperti inilah
ilmu tersebut mengambil bukti-buktinya, sehingga
pendapat mereka bisa berbeda-beda untuk satu
persoalan yang sama. Atau bahkan satu orang bisa
mengambil kesimpulan yang berbeda-beda untuk
satu hal yang sama di saat yang berbeda. Hal itu
terjadi karena beragamnya mizj, sifat dan perasaan yang ada dalam bentuk penciptaan mereka.
Akibatnya, pendapat-pendapat mereka senantiasa
berbeda-beda dalam satu persoalan yang sama,
dan dalam prinsip-prinsip yang darinya bercabang
pendapat-pendapat mereka.
Akan tetapi, ilmu ladun Ilahi yang berdasarkan syariat hanya memiliki satu rasa yang sama.
Meskipun indra perasanya berbeda-beda, namun
tidak ada perbedaan dalam kebaikan rasa airnya.
(Yang ada adalah) baik dan lebih baik. Dan ilmu ini
adalah murni (khli) dan tidak tercampuri dengan
kekeruhan, karena ilmu ini telah termurnikan dari
sifat-sifat mizj tabiati dan bekasan-bekasan sumbernya. Maka para nabi, auliya dan orang-orang
yang mengabarkan tentang Allah, pasti memiliki
perkataan yang sama mengenai Allah. Mereka tidak menambah-nambahi, tidak mengurangi maupun berselisih, dan mereka saling membenarkan
satu sama lain. Sebagaimana air hujan yang tidak
tercampur dengan apapun ketika diturunkan.
Maka Jadikanlah sandaran dan kesucian hatimu
seperti ilmu ini, yaitu ilmu dengan syariat yang
diumpamakan dengan air hujan. Jika kamu tidak
melakukannya, maka engkau belum memurnikan
jiwamu. Akibatnya, dirimu dan kesucianmu akan
sesuai dengan keadaan tanah atau bongkahan batu
tempat bersumbernya air (ilmu) tersebut.
Apabila kamu masih bisa membedakan manis
dan asinnya air itu, maka ketahuilah bahwa indra
perasamu masih baik adanya. Ini adalah persoalan
yang aku belum menemukan seorang pun yang
memperingatkan tentangnya. Ketika seseorang me10

makan gula dia akan merasakan manisnya gula itu


sebagaimana adanya (dengan lidah yang bersih),
namun (jika lidahnya terkena) getah pohon yang
pahit, maka dia akan salah (merasakan manisnya
gula).3 Hal ini tidak perlu untuk dipertanyakan lagi
oleh akal. Kami telah memperingatkanmu, dan jika
kamu telah menyadarinya, maka renungkanlah!
Kemudian wahai sahabatku, perbaikilah penerapan ilmu-ilmu syariat dalam dirimu, juga ilmuilmu para wali dan orang-orang berakal yang mereka mengambilnya dari Allah, dengan berbagai
riyah, khalwt, mujhadah, dan pengekangan
diri dari pengaruh-pengaruh isik dan bersitanbersitan (khawir)4 nafsu-nafsu. Jika kau tidak lagi
mampu membedakan rasa air-air ini, ketahuilah
bahwa mizj-mu dalam keadaan yang buruk. Kamu
telah dikuasai oleh sebuah unsur dari unsur-unsur
dirimu. Tidak ada yang bisa kami lakukan kepadamu, kecuali jika Allah SWT. sudi memperbaiki
dirimu dengan rahmat-Nya. Apabila kamu telah
memakai air dari ilmu-ilmu ini dalam taharahmu
yaitu ilmu syariat seperti yang telah kutunjukkan
kepadamu, niscaya kamu bisa menyucikan sifatsifatmu dan ruhaniahmu dengannya seperti halnya kamu menyucikan anggota-anggota tubuhmu
dengan air dan membersihkannya.
Catatan kaki
1. Tayamum berasal dari kata yammama yang berarti menyengaja, menuju kepada, atau berkehendak untuk. Ibn
Manr dalam Lisn al-Arab berkata, tayamum berarti
wa-kha-ya (bercita-cita, berniat atau menetapkan sesuatu
sebagai tujuan).
2. Ibn Manr berkata, Al-Lay mengatakan bahwa ladun
berarti min indi (dari sisi). Jenis ilmu yang disandarkan kepada ayat Allah tentang Nabi Khir : Lalu mereka
bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba
Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi
Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari
sisi Kami (ladunn) (Q.S. 18:65). Yaitu ilmu tentang makna dan rahasia Al-Quran yang didapatkan langsung dari
Allah tanpa memakai pengamatan pikiran dan penilaian
rasional. Ban. Sui Path Of Knowledge hal. 235.
3. Keraguan tentang merasakan (awq) di kalangan ahli
awq adalah seperti orang yang lidahnya diliputi oleh
empedu dan merasakan madu sebagai pahit. Akan tetapi,
madu tidaklah pahit. Yang membuat lidahnya merasakan
pahit adalah air empedu.
4. Segala yang terlintas dalam hati, baik yang berasal dari
bisikan rabbn (Allah), malak (malaikat), nafs (diri sendiri) atau syayn (syaitan). Rasil Ibn Arab hal. 414.

Prophetic Intelligence Edisi 2 Ahad 02 November 2014 M/ 09 Muharam 1436 H

Gambar Hikmah

Khalid bin Walid

Ilustrasi oleh: Nur Habib Rizqillah

Menghalau Racun dengan Doanya


Pada masa khalifah
Abu Bakar,
Khalid bin Walid
pergi ke suatu
kampung.

Selamat datang
wahai Khalid!

Dia memberi Khalid segelas air yang mengandung


racun ganas. Meski tahu, Khalid tetap menerimanya.

Berikanlah air
itu Abdul Masih!

Penduduk kampung
itu menyuruh
Abdul Masih
menyambutnya
dengan membawa
minuman yang
mengandung
racun ganas.

Abdul Masih menyambut Khalid.

Sebelum meminumnya, Khalid membaca doa.

Hai kaumku, ia telah


meminum racun ganas
itu, tetapi ia tidak
apa-apa.

Dengan menyebut nama Allah,


Tuhan langit dan bumi.
Dengan menyebut nama Allah
yang tidak akan mencelakakan
hamba-Nya, karena nama-Nya
mengandung obat.

Kemudian Khalid
meneguk minuman
beracun itu.

Atas izin Allah, air


beracun tersebut
tidak dapat
mencelakai Khalid.
Maka Abdul Masih
kembali ke kaumnya
dan menceritakan
kejadian tersebut.

Setelah mendengar cerita itu, akhirnya kaum


itu berdamai dengan orang-orang Muslim.

LAPORAN INFAQ PENGAJIAN AHAD PAGI

PONDOK PESANTREN RAUDHATUL MUTTAQIEN


Jl. Cangkringan Km.04 Babadan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta

No.

Tanggal

Keterangan

1.
2.
3.
4.
5.

13 Oktober 2014
19 Oktober 2014
20 Oktober 2014
26 Oktober 2014
29 Oktober 2014

Saldo awal
Infak pengajian Ahad pagi
Tambahan rekening listrik
Infak pengajian Ahad pagi
Biaya cetak buletin dan ATK

Saldo Kas

Penerimaan

Pengeluaran

Saldo

Rp. 300.000,Rp. 350.000,-

Rp. 96.000,Rp. 311.000,Rp. 11.000,Rp. 404.000,Rp. 54.000,-

Rp. 650.000,-

Rp. 54.000,-

Rp. 96.000,Rp. 215.000,Rp. 393.000,Rp. 706.000,-

Prophetic Intelligence Edisi 2 Ahad 02 November 2014 M/ 09 Muharam 1436 H

11

Raudhatul
Muttaqien

10

11

12

Pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien: 1. Suasana Pondok Pesantren. 2. Pengasuh Ponpes KH. Hamdani Bakran
Adz-Dzakiey. 3. Pengajian rutin Ahad pagi. 4. Kerajinan Batik Tulis. 5. Program Pendidikan D3 Bersubsidi Latief Foundation. 6. Masjid Pondok Pesantren. 7. Budidaya ikan lele. 8. Madrasah Diniyah Takmiliyah. 9. Suasana Pondok Pesantren.
10. Air Mineral Amanah Air Alkali TDS rendah. 11. Fazan Studio Recording & Rehearsal. 12. Fazan Music & Magic School.