Anda di halaman 1dari 2

SEJARAH ISLAM DI SPANYOL

Islam menguasai Spanyol sejak masa Bani Umayyah, yaitu pada masa pemerintahan Khalifah al
Walid ibn Abd. Malik. Tiga pahlawan Islam terkenal yang sangat berjasa dalam membuka penguasaan
Spanyol tersebut adalah : Tharif ibn Malik, Tariq bin Ziyaddan Musa ibn Nushair. Pada masa permulaan
Bani Abbas berkuasa setelah mengalahkan Bani Umayyah, penguasa Spanyol tunduk kepada kekhalifahan
Bani Abbas sampai datangnya Abdurrahman al Dakhil. Abdurrahman al Dakhil, seorang pangeran muda
pelarian politik Dinasti Bani Umayyah, dapat membangun kembali Dinasti Bani Umayyah di Spanyol,
selama lebih dari 300 tahun, yaitu dari tahun 756 1031 M.
Kenyataan sejarah telah menunjukkan, bahwa selama Islam berkuasa di Spanyol, telah terjadi
perkembangan dan kemajuan peradaban dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, sejalan dengan
perkembangan dan kemajuan peradaban di belahan bumi bagian timur di bawah kekuasaan Bani Abbas yang
berpusat di Bagdad. Spanyol pada masa kejayaan Islam, menjadi pusat ilmu pengetahuan bagi dunia Eropa.
Perkembangan dan kemajuan peradaban yang muncul dari dunia Islam di Spanyol, sangat besar pengaruhnya
terhadap kebangkitan dan kemajuan peradaban manusia pada umumnya, dan khususnya bagi kebangkitan
dan kemajuan bangsa- bangsa di benua Eropa. Pemikiran rasional yang muncul dari dunia Islam di Spanyol
(antara lain pengaruh Averroisme)telah berpengaruh besar kepada perkembangan dan kemajuan berfikir di
Eropa, yang waktu itu masih diliputi oleh pemikiran dogmatis dari gereja.
Setelah Bani Umayyah di Spanyol jatuh pada tahun 1031, Islam di Spanyol diperintah oleh kerajaankerajaan kecil, penguasa daerah- daerah tertentu (Muluk al Thawaif) yang terpecah belah dan selalu
bermusuhan. Mereka tidak mempunyai kekuasaan yang berarti, baik secara territorial maupun secara politis,
sampai akhirnya mereka berhasil diadudomba dan dihancurkan oleh kerjaan Kristen secara total pada tahun
1609. Setelah itu habislah riwayat Islam di Spanyol. Jadi secara keseluruhan Islam di Spanyol telah
memainkan perannya selama lebih dari 700 tahun, yaitu sejak awal penaklukannya pada tahun 711 H sampai
kehancurannya pada tahun 1609 M.
kemunduran dan kehancuran Islam di Spanyol disebabkan oleh banyak faktor, yaitu: Terjadi
persaingan dalam lingkungan keluarga istana dalam memperebutkan kursi kerajaan. Konflik internal juga
terjadi dalam intern umat Islam yang terdiri dari kelompok Barbar, Sicilia dan Arab. Mereka satu sama lain
saling berebut pengaruh, hal ini terutama nampak pada masa Muluk al Thawaif setelah berakhirnya
kekuasaan Bani Umayyah.
Bani Umayyah memperlakukan Islam non Arab sebagai penduduk kelas dua, yang menyebutnya
dengan istilah ibad atau muwalladun (suatu ungkapan yang dinilai merendahkan]. Karena fanatisme yang
berlebihan ini, maka tidak terjadi pembauran sosial politik dan budaya antara kelas penguasa (Arab) yang
merasa sebagai tuan dengan kelas pribumi yang dianggap lebih rendah derajatnya.
Para penguasa muslim lebih banyak memusatkan perhatian mereka kepada masalah politik. Mereka
tidak melaksanakan dawah dalam arti penanaman Islam secara ideologis, perekonomian Islam Spanyol pada
awal kejayannya menunjukkan kemajuan pesat tetapi mengalami kemunduran karena hanya mengandalkan
pada pajak/upeti.
Kerajaan Kristen di Spanyol sebagian besar telah menyatakan tunduk pada penguasa Islam, dan
sebagian kecil menyingkir ke bagian utara. Pada saat kemunduran Islam di penghujung kekuasaan Bani
Umayyah yang diteruskan dengan masa Muluk al Thawaif,mereka mulai bangkit dan bersatu melaksanakan
penghancuran Islam. Sampai pada satu saat secara terang-terangan, mereka mengusir umat Islam dari bumi
Spanyol secara paksa. Jadi setelah Islam berkuasa di Spanyol selama lebih dari 700 tahun, akhirnya sampai
pada suatu kenyataan, mereka dipaksa oleh Kristen harus memilih, tinggal di Spanyol dengan memeluk
agama Kristen, atau tetap beragama Islam tetapi harus meninggalkan Spanyol.

SEJARAH ISLAM DI SPANYOL


Sejak pertama kali menginjakkan kaki di tanah Spanyol hingga jatuhnya kerajaan Islam terakhir di
sana, Islam memainkan peranan yang sangat besar. Masa itu berlangsung lebih dari tujuh setengah abad
sejarah panjang yang dilalui umat Islam di Spanyol, itu dapat dibagi menjadi enam periode, yaitu:
Periode Pertama (711-755 M). Pada periode ini Spanyol berada di bawah pemerintahan para wali
yang diangkat oleh Khalifah Bani Umayah yang berpusat di Damaskus. Pada periode ini stabilitas politik
negeri Spanyol belum tercapai secara sempurna, gangguan-gangguan masih terjadi, baik datang dari dalam
maupun dari luar. Gangguan dari dalam antara lain berupa perselisihan di antara elite penguasa, terutama
akibat perbedaan etnis dan golongan. Periode ini berakhir dengan datangnya Abdurrahman al-Dakhil ke
Spanyol pada tahun 138 H/755 M.
Periode Kedua (755-912 M). Pada periode ini, Spanyol berada di bawah pemerintahan seorang yang
bergelar amir (panglima atau gubernur) tetapi tidak tunduk kepada pusat pemerintahan Islam, yang ketika itu
dipegang oleh khalifah Abbasiyah di Baghdad. Amir pertama adalah Abdurrahman I yang memasuki
Spanyol tahun 138 H/755 M dan diberi gelar Al-Dakhil (Yang Masuk ke Spanyol).Pada periode ini, umat
Islam Spanyol mulai memperoleh kemajuan-kemajuan, baik dalam bidang politik maupun dalam bidang
peradaban.
Periode Ketiga (912-1013 M). Periode ini berlangsung mulai dari pemerintahan Abdurrahman III
yang bergelar An-Nasir sampai munculnya "raja- raja kelompok" yang dikenal dengan sebutan Muluk alThawaij. Pada periode ini umat Islam Spanyol mencapai puncak kemajuan dan kejayaan menyaingi kejayaan
daulat Abbasiyah Baghdad. Awal dari kehancuran khilafah Bani Umayyah di Spanyol adalah ketika Hisyam
naik tahta dalam usia sebelas tahun. Oleh karena itu kekuasaan aktual berada di tangan para pejabat.
Periode Keempat (1013-1086 M). Pada periode ini, Spanyol terpecah menjadi lebih dari tiga puluh
negera kecil di bawah pemerintahan raja-raja golongan atau Al-Mulukuth Thawaif, yang berpusat di suatu
kota seperti Seville, Cordova, Toledo, dan sebagainya. Ironisnya, kalau terjadi perang saudara, ada diantara
pihak-pihak yang bertikai itu yang meminta bantuan kepada raja-raja Kristen. Melihat kelemahan dan
kekacauan yang menimpa keadaan politik Islam itu, untuk pertama kalinya orang-orang Kristen pada periode
ini mulai mengambil inisiatif penyerangan.
Periode Kelima (1086-1248 M). Pada periode ini Spanyol Islam meskipun masih terpecah dalam
beberapa negara, tetapi terdapat satu kekuatan yang dominan, yaitu kekuasaan dinasti Murabithun (086-1143
M) dan dinasti Muwahhidun (1146-1235 M). Dinasti Murabithun pada mulanya adalah sebuah gerakan
agama yang didirikan oleh Yusuf ibn Tasyfin di Afrika Utara. Pada tahun 1062 M ia berhasil mendirikan
sebuah kerajaan yang berpusat di Marakesy dan mampu mengalahkan pasukan Castilia. Pada tahun 1143 M,
kekuasaan dinasti ini berakhir dan digantikan oleh dinasti Muwahhidun. Pada masa dinasti Murabithun,
Saragossa jatuh ke tangan Kristen, tepatnya tahun 1118 M di bawah pimpinan Abd al-Mun'im. Antara tahun
1114 dan 1154 M, kota-kota muslim penting, Cordova, Almeria, dan Granada, jatuh ke bawah
kekuasaannya. Dinasti ini mengalami banyak kemajuan. Kekuatan-kekuatan Kristen dapat dipukul mundur.
Akan tetapi tidak lama setelah itu, Muwahhidun mengalami keambrukan. Pada tahun 1212 M, tentara
Kristen memperoleh kemenangan besar di Las Navas de Tolesa.
Periode Keenam (1248-1492 M). Pada periode ini, Islam hanya berkuasa di daerah Granada, di
bawah dinasti Bani Ahmar (1232-1492). Peradaban kembali mengalami kemajuan. Akan tetapi, secara
politik, dinasti ini hanya berkuasa di wilayah yang kecil. Kekuasaan Islam yang merupakan pertahanan
terakhir di Spanyol ini berakhir karena perselisihan orang-orang istana dalam memperebutkan kekuasaan.
Umat Islam setelah itu dihadapkan kepada dua pilihan, masuk Kristen atau pergi meninggal Spanyol. Pada
tahun 1609 M, boleh dikatakan tidak ada lagi umat Islam di daerah ini.