Anda di halaman 1dari 38

Kompetensi

Sebagai Salah Satu Dimensi Kinerja


Sumber: Soemarman & Rachmasari, 2004, Panduan
Pengembangan Kompetensi dalam Pekerjaan,
Universitas Surabaya

Tentang Kompetensi (1)

Spencer & Spencer dalam buku Competence at


Work (1990) menyatakan bahwa: A competence is
an underlying characteristics of an individual that is
causally related to criterion referenced effective
and/or superior performance in a job or situation.
Dari definisi di atas, kompetensi dapat dimaknai
sebagai berbagai karakteristik yang melekat
dalam diri seseorang dan mempengaruhi
efektivitas kinerja orang tersebut dalam suatu
pekerjaan atau situasi.

Tentang Kompetensi (2)

Yang dimaksud dengan karakteristik


adalah apa yang nampak (dapat
diamati) dari cara seseorang bertindak
dan berpikir dalam berbagai waktu dan
sitauasi, sehingga karakteristik
tersebut diyakini sebagai ciri khas
kinerja yang unggul (superior) dan
efektif.

Tentang Kompetensi (3)

Terbentuknya kompetensi dipengaruhi faktor-faktor


sebagai berikut:

Motif (Motives): segala hal yang dipikirkan atau


diinginkan sehingga mendorong seseorang untuk
melakukan tindakan tertentu
Sifat (Traits): ciri khas fisik dan tanggapan yang
konsisten terhadap berbagai situasi atau informasi
Konsep diri (Self-concept): sikap, nilai, atau gambaran
diri yang lazim dimiliki seseorang
Pengetahuan (Knowledge): informasi yang dimiliki
seseorang di bidang tertentu
Keterampilan (Skill): kemampuan seseorang dalam
melakukan tugas-tugas fisik atau mental tertentu

Jenis-Jenis Kompetensi (1)

Organizational commitment and awareness


(Komitmen dan kesadaran organisasi)
Self-confidence (Percaya diri)
Developing others (Mengembangkan orang lain)
Team leadership (Kepemimpinan tim)
Listening, understanding, and responding
(Kemampuan mendengar, memahami, dan
menanggapi)
Sharing of expertise (Kesediaan berbagi
keahlian/kecakapan)
Impact and influence (Dampak dan pengaruh)
Self-control (Pengendalian diri)

Jenis-Jenis Kompetensi (2)

Personal motivation (Motivasi pribadi)


Planning and initiatives (Perencanaan dan
inisiatif)
Critical thinking (Kemampuan berpikir kritis)
Information seeking (Pencarian informasi)
Concern for order and quality (Kepedulian akan
tatanan dan kualitas)
Client-service orientation (Orientasi layanan
klien)
Flexibility (Keluwesan)
Teamwork and cooperation (Kerja sama tim)

Kesadaran dan Komitmen


Organisasi (1)

Definisi singkat: Kemampuan dan kesediaan


untuk memahami, belajar, dan menggunakan
berbagai jalinan/hubungan kewenangan di
lingkungan organisasi/lembaga maupun di tempat
lain yang terwujud dalam perilaku yang
menyelaraskan diri dengan kebutuhan, prioritas,
dan tujuan organisasi.
Inti kompetensi: Seberapa peka seseorang
terhadap kenyataan-kenyataan politik dan struktur
organisasi/lembaga? Kemudian memilih untuk
menyesuaikan perilaku kerjanya terhadap otoritas,
standar, kebutuhan, dan tujuan
organisasi/lembaga?

Kesadaran dan Komitmen


Organisasi (2)

Level kompetensi:

Level 1: Memahami struktur-struktur formal dan


informal organisasi/lembaga
Level 2: Memahami iklim kerja dan budaya
organisasi
Level 3: Memahami politik organisasi dan
mendukung organisasi/lembaga
Level 4: Memahami persoalan
organisasi/lembaga yang mendasar dan bersifat
jangka panjang serta rela berkorban demi
organisasi/lembaga

Percaya Diri (1)

Definisi singkat: Kemampuan seseorang


untuk mengemukakan pikiran secara efektif,
membuat keputusan bermutu,
menyelesaikan tugas, dan memecahkan
masalah dalam situasi yang menantang
Inti kompetensi: Seberapa besar
seseorang bekerja dengan penuh percaya
diri atau menunjukkan dorongan yang
meyakinkan dalam menghadapi berbagai
situasi (berani menanggung tugas-tugas
yang mengandung resiko atau konflik)?

Percaya Diri (2)

Level kompetensi:

Level 1: Secara umum berpenampilan percaya


diri
Level 2: Mampu bertindak mandiri secara
teratur dan menyatakan kepercayaan diri akan
kemampuan yang dimiliki
Level 3: Memilih tantangan-tantangan
Level 4: Memilih situasi yang amat menantang

Mengembangkan Orang Lain


(1)

Definisi singkat: Keinginan untuk


mendukung pertumbuhan orang lain dalam
jangka panjang, namun bukan dalam peran
sebagai pelatih formal atau fasilitator.
Inti kompetensi: Seberapa jauh seseorang
membantu pertumbuhan orang lain/mitra
kerja secara profesional dalam jangka
panjang?

Mengembangkan Orang Lain


(2)

Level kompetensi:

Level 1: Memberi petunjuk bagaimana cara


mengerjakan
Level 2: Memberi alasan dan dukungan pada saat
memberi instruksi atau demo kerja
Level 3: Mengawasi perkembangan orang lain/mitra kerja
dalam jangka waktu singkat, (terkadang sebagai mentor
dan melalui umpan balik untuk memotivasi
Level 4: Mengikuti perkembangan kemajuan orang
lain/mitra kerja dan memberikan pelatihan dalam jangka
waktu lebih panjang
Level 5: Mendesain strategi pelatihan ekstensif,
pemberian delegasi untuk mendorong pengembangan,
serta penghargaan terhadap pengembangan yang telah
dicapai

Kepemimpinan Tim dan


Mengarahkan Orang Lain (1)

Definisi singkat: Kesediaan memimpin suatu


kelompok disertai kemampuan untuk membuat
orang lain patuh pada instruksi dengan
menggunakan otoritas jabatan secara benar dan
efektif serta untuk kepentingan organisasi dalam
jangka panjang
Inti kompetensi:

Seberapa jauh seseorang mampu membimbing


sekelompok orang sehingga dapat bekerja secara efektif
dan harmonis?
Apakah seseorang memiliki standar perilaku kerja yang
tegas dan mampu membuat orang lain mengikuti standar
tersebut?

Kepemimpinan Tim dan


Mengarahkan Orang Lain (2)

Level kompetensi:

Level 1: Menyatakan ekspektasi dan memberikan arahan


kepada orang lain/mitra kerja
Level 2: Sharing informasi, penjelasan, dan batasan kerja
Level 3: Berupaya menjaga kekuatan, motivasi, dan
kinerja tim
Level 4: Menjaga kelangsungan tim dalam
organisasi/lembaga dan dalam komunitas lain yang lebih
luas
Level 5: Membuat komiten jangka panjang dan membuat
kelompok tim bertanggung jawab atas kinerjanya

Mendengarkan, Memahami,
dan Menanggapi (1)

Definisi singkat: Kemampuan berinteraksi


dengan orang lain secara langsung,
terbuka, saling memercayai, dan penuh
respek sehingga mampu memahami pikiran,
perasaan, maupun permasalahan orang lain
Inti kompetensi: Seberapa jauh seseorang
menaruh perhatian terhadap apa yang
sedang dirasakan dan dipikirkan orang lain
namun tidak terucapkan?

Mendengarkan, Memahami,
dan Menanggapi (2)

Level kompetensi:

Level 1: Mendengarkan orang lain


Level 2: Menunjukkan empati
Level 3: Memahami petunjuk/isyarat
non-verbal (tidak diucapkan)
Level 4: Bertindak sebagai
penasehat/pendamping yang dapat
dipercaya bagi orang lain/mitra kerja

Berbagi
Pengetahuan/Keahlian (1)

Definisi singkat: Motivasi untuk


memperluas dan memanfaatkan
pengetahuan yang dimiliki yang ditunjukkan
dengan kesediaan berbagi pengetahuan
dengan orang lain/mitra kerja
Inti kompetensi: Seberapa jauh seseorang
berbagi pengetahuan/keahlian dengan
orang lain/mitra kerja?

Berbagi
Pengetahuan/Keahlian (2)

Level kompetensi:

Level 1: Menjawab pertanyaan rekan kerja dan


klien
Level 2: Secara sukarela berbagi pengetahuan
yang dimiliki secara lebih luas dan mendalam
Level 3: Bersedia memberikan bantuan ahli
secara sukarela
Level 4: Menyebarluaskan ilmu dan keahlian
teknis baru
Level 5: Secara teratur menyebarluaskan ilmu
dan keahliannya di luar lingkungan organisasi
dan lembaga

Dampak dan Pengaruh (1)

Definisi singkat: Dorongan untuk


meyakinkan dan mempengaruhi orang
lain/mitra kerja agar bersedia
mengikuti apa yang dikatakannya.
Inti kompetensi: Seberapa jauh
seseorang menggunakan taktik
persuasif?

Dampak dan Pengaruh (2)

Level kompetensi:

Level 1: Menggunakan teknik persuasi dasar (satu


tindakan untuk mempengaruhi orang lain)
Level 2: Menggunakan teknik persuasi bertarget (banyak
tindakan untuk mempengaruhi orang lain)
Level 3: Menambahkan win-win solution pada teknik
persuasi bertarget
Level 4: Mempengaruhi atau membujuk melalui pihak
ketiga (menggunakan pengaruh tidak langsung)
Level 5: Mempengaruhi dan membujuk melalui manuver
politik yang kompleks (menggunakan strategi
mempengaruhi yang kompleks)

Pengendalian Diri (1)

Definisi singkat: Kemampuan mengatur


emosi sehingga dapat terhindar dari reaksi
negatif saat diprovokasi, saat menghadapi
permusuhan, maupun saat bekerja dalam
keadaan penuh tekanan (stres)
Inti kompetensi: Seberapa jauh seseorang
dapat mengendalikan emosi atau
menyalurkan emosinya secara tepat?

Pengendalian Diri (2)

Level kompetensi:

Level 1: Merespons dengan tenang


terhadap situasi menekan yang muncul
secara mendadak
Level 2: Mampu mengendalikan stres
berkepanjangan dengan sukses
Level 3: Mampu merespons secara
konstruktif dan menenangkan orang
lain/mitra kerja

Motivasi Pribadi dan Orientasi


Berprestasi (1)

Definisi singkat: Dorongan untuk


memperbaiki kinerja dengan cara
mengukur diri sendiri terhadap standar
yang unggul
Inti kompetensi: Seberapa jauh
seseorang memenuhi dan melampaui
target serta berani mengambil resiko
atas prestasi yang hendak dicapai?

Motivasi Pribadi dan Orientasi


Berprestasi (2)

Level kompetensi:

Level 1: Memenuhi target dasar (dorongan


untuk bekerja dengan baik)
Level 2: Melakukan perbaikan terhadap kinerja
masa lampau
Level 3: Membuat standar ukuran diri yang
unggul
Level 4: Membuat keputusan administrasi
berdasarkan resiko yang telah dipertimbangkan
(melakukan cost-benefit analysis)
Level 5: Membuat keputusan strategi
administrasi dan menindaklanjutinya

Perencanaan dan Inisiatif (1)

Definisi singkat: Kemampuan membuat


rencana dan berinisiatif untuk
mengidentifikasi permasalah, rintangan,
atau kesempatan dalam kaitannya dengan
pekerjaan saat ini maupun di masa
mendatang
Inti kompetensi: Seberapa jauh seseorang
tidak hanya berfikir ke depan namun juga
bertindak untuk kebutuhan dan kesempatan
mendatang?

Perencanaan dan Inisiatif (2)

Level kompetensi:

Level 1: Menyelesaikan kewajiban atau permasalahan


saat ini
Level 2: Menunjukkan ketekunan dalam bekerja (tegas
dan tegar dalam menghadapi krisis dalam pekerjaan)
Level 3: Membuat rencana kegiatan jangka pendek (1-3
bulan ke depan)
Level 4: Membuat rencana jangka menengah (4-12 bulan
ke depan)
Level 5: Membuat rencana jangka panjang (lebih dari satu
tahun ke depan)
Level 6: Mendesain rencana secara luas dan kompleks

Berpikir Kritis dan Konseptual


(1)

Definisi singkat:

Berpikir kritis adalah kemampuan untuk membagi


permasalahan menjadi bagian-bagian kecil dalam rangka
mengidentifikasi akar permasalahan beserta hubungan sebabakibatnya guna membantu pemecahan masalah tersebut
Berpikir konseptual adalah kemampuan untuk
mengidentifikasikan pola atau hubungan antar situasi yang
terbukti saling berkaitan, kemudian mengidentifikasi
permasalahan dasar/kunci dalam situasi yang kompleks

Inti kompetensi: Seberapa jauh seseorang memahami


hubungan sebab-akibat, mengumpulkan lalu
mengelompokkan permasalahan, dan menemukan cara baru
dalam memandang suatu permasalahan? Apakah seseorang
mencocokkan pola?

Berpikir Kritis dan Konseptual


(2)

Level 1: Membuat hubungan dasar


permasalahan (memecah permasalahan
menjadi bagian-bagian kecil)
Level 2: Membuat hubungan ganda/melihat
pola permasalahan
Level 3: Membuat perencanaan dan analisa
kompleks (mengklarifikasi data atau situasi
kompleks)
Level 4: Kadangkala membuat konsep untuk
menyelesaikan permasalahan

Pencarian Informasi (1)

Definisi singkat: Dorongan untuk


mengetahui lebih banyak mengenai
sesuatu, orang, atau permasalahan
melebihi apa yang dibutuhkan dalam
pekerjaannya
Inti kompetensi: Seberapa jauh seseorang
mencari informasi lebih dari yang telah ada
agar tetap menjadi yang paling tahu dalam
hal informasi?

Pencarian Informasi (2)

Level kompetensi:

Level 1: Berupaya untuk mendapatkan jawaban


mendasar dari orang yang ada pada saat mengajukan
pertanyaan
Level 2: Mencari sumber orang lain untuk mendapatkan
jawaban mendasar (investigasi personal)
Level 3: Berupaya menemukan jawaban mengapa
sebagai tindak lanjut dari jawaban mendasar (menggali
lebih lanjut)
Level 4: Mengontak sumber lain yang memahami
jawaban mengapa lebih mendalam
Level 5: Melengkapi proses pencarian informasi dengan
penelitian sistematis
Level 6: Membuat prosedur atau sistem untuk
mengumpulkan informasi secara cepat

Integritas dan Kepedulian


terhadap Tatanan dan Kualitas (1)

Definisi singkat:

Kepedulian terhadap tatanan dan kualitas adalah


dorongan untuk menyelesaikan pekerjaan secara logis
(masuk akal), jelas, dan dengan baik
Integritas merupakan tindakan yang konsisten dengan
apa yang diucapkan atau dengan kata lain menjalankan
apa yang dikatakan

Inti kompetensi: Seberapa jauh seseorang


memperhatikan dan mengatur tatanan dan kualitas
secara detil? Apakah seseorang bertindak sesuai
dengan nilai-nilai organisasi/lembaga meskipun
sulit?

Integritas dan Kepedulian


terhadap Tatanan dan Kualitas (2)

Level kompetensi:

Level 1: Melakukan pengecekan terhadap


pekerjaan yang dilakukan dan menaruh
perhatian pada keseluruhan kualitas pekerjaan
di unitnya
Level 2: Memantau kualitas umum pekerjaan
dan merekomendasi adanya perbaikan selaku
tanggung jawabnya
Level 3: Memantau sistem, proyek, atau
informasi
Level 4: Mendesain sistem sendiri

Orientasi Layanan Klien (1)

Definisi singkat: Dorongan


menemukan kebutuhan-kebutuhan
klien kemudian mencari cara terbaik
untuk memenuhi kebutuhan mereka
Inti kompetensi: Seberapa jauh
seseorang bertindak untuk
kepentingan klien yang dilayani?

Orientasi Layanan Klien (2)

Level kompetensi:

Level 1: Memberikan layanan follow-up atas


kebutuhan dasar dan memberi layanan ekstra
melebihi apa yang diminta/dibutuhkan
Level 2: Memberikan follow-up berkelanjutan
yang mencakup keterlibatan tanggung jawab
Level 3: Mengetahui adanya kebutuhan yang
tak tersampaikan karena tidak dikemukakan
oleh pelanggan
Level 4: Menjalin hubungan jangka panjang dan
menggunakan perspektif jangka panjang
dengan klien

Keluwesan (1)

Definisi singkat: Kemampuan untuk


memahami dan menghargai perbedaan
serta menyesuaikan diri terhadap
perubahan sehingga ia bisa bekerja secara
efektif dalam berbagai situasi dan keadaan,
dan dengan berbagai individu maupun
kelompok
Inti kompetensi: Seberapa jauh seseorang
mampu berubah disaat kondisi menuntutnya
demikian?

Keluwesan (2)

Level kompetensi:

Level 1: Menerima adanya kebutuhan


untuk secara luwes menyesuaikan diri
Level 2: Menerapkan prosedur secara
luwes bila situasi memungkinkan
Level 3: Melakukan penyesuaian
rencana (taktik dan strategi)
Level 4: Mengenalkan perubahan
organisasi/lembaga secara luas

Kerjasama Tim (1)

Definisi singkat: Dorongan kuat untuk


menjalin kerjasama secara akrab dalam
suasana kolegial atau bekerjasama dengan
sesama mitra kerja dalam mencapai tujuan
organisasi tanpa memperlakukan mitra kerja
sebagai pesaing
Inti kompetensi: Seberapa jauh seseorang
berupaya meningkatkan timnya? Apakah
seseorang berupaya membangun hubungan
personal?

Kerjasama Tim (2)

Level kompetensi:

Level 1: Berbagi informasi dan bekerjasama


Level 2: Membangun semangat tim dengan
membicarakan hal-hal positif mengenai anggota
yang lain
Level 3: Memperkuat semangat tim dengan
meminta setiap anggota berpartisipasi dan
melakukan kontak
Level 4: Mengelola konflik secara efektif