Anda di halaman 1dari 31

FREQUENCY RESPONSE

(Respon Frequensi)

Pendahuluan
Pada perkuliahan sebelumnya, telah dibahas analisa
rangkaian sinusoidal, yaitu mempelajari bagaimana
menentukan tegangan dan arus dalam suatu rangkaian
dengan sumber frekuensi konstan.
Bila amplitudo sumber sinusoidal dijaga konstan dan
diubah frekuensinya, maka akan diperoleh respon
frekuensi rangkaian.

Respon frekuensi sebuah rangkaian adalah perubahan sifat


rangkaian dengan berubahnya frekuensi sinyal.

aplikasi:
- Komunikasi
- Kontrol
- Filter

Pokok bahasan:
Respon frekuensi dari sebuah rangkaian sederhana dengan
menggunakan transfer function-nya.
Kemudian membuat Bode Plot, yaitu cara standard untuk
menampilkan respon frekuensi.

Transfer Function (Fungsi alih)


Fungsi alih adalah tool analisis yang berguna untuk menentukan
respon frekuensi sebuah rangkaian, simbol H() .
Respon frekuensi sebuah rangkaian adalah kurva fungsi alih H()
versus , dengan bervariasi dari = 0 hingga = .
Fungsi alih H() adalah rasio frekuensi tak bebas fungsi phasor
output Y() terhadap phasor input X ().
Phasor output dan input dapat berupa sumber tegangan atau arus.

Transfer Function (Fungsi alih)


Secara umum, jaringan linear dapat direpresentasikan dengan blok
diagram sebagai berikut:

maka

Y
H
X

Transfer Function (Fungsi alih)


Karena input dan ouput dapat berupa tegangan atau arus pada tiap
tempat dalam rangkaian, maka terdapat empat fungsi alih yang
memungkinkan:

Transfer Function (Fungsi alih)


H() adalah besaran kompleks, maka memiliki besar H() dan
phasa , maka H() = H() .
Untuk memperoleh fungsi alih, langkah pertama, kita harus
memperoleh rangkaian ekivalen dengan domain frekuensi, dengan
mengganti resistor, induktor dan kapasitor dengan impedansinya,
yaitu R, jL dan 1/jC.

Transfer Function (Fungsi alih)


Fungsi alih H() dapat juga diekspresikan dalam bentuk fungsi
polinomial numerator N() dan polinomial denominator D(),
sebagai berikut:

Akar-akar dari N()=0 disebut dengan zeros, dan ditulis dengan j


= z1, z2,
Akar-akar dari D()=0 disebut dengan poles, dan ditulis dengan j
= p1, p2,
Untuk kemudahan, j diganti sementara dengan s bila bekerja
dengan H() dan menggantikan s dengan j pada akhirnya.

Contoh 1
Pada rangkaian RC di bawah, tentukanlah fungsi alih Vo/Vs ,dan
respon frekuensinya. Diketahui vs = Vm cos t.
Rangkaian dalam domain
frekuensi

Contoh 1
Besar H dan phasa adalah:

Dimana: 0 = 1/RC.
Untuk menggambar H dan pada 0 < < , di cari nilai-nilainya
pada beberapa titik kritis dan gambarkan.

Respon frekuensi rangkaian RC

Respon amplitudo

Respon phasa

latihan
Pada rangkaian RL di bawah, tentukanlah fungsi alih Vo/Vs ,dan
respon frekuensinya. Diketahui vs = Vm cos t.

jawab
H()=

latihan
Pada rangkaian RC di bawah, tentukanlah fungsi alih
Vo/Vs ,dan respon frekuensinya. Diketahui vs = Vm cos
t.

Contoh 2
Pada rangkaian di bawah, hitunglah gain Io()/Ii() dan
zeros dan poles.

Pembagi arus:

maka:

Contoh 2
Zeros:
Poles:

(pole ganda)

Latihan
Tentukanlah fungsi alih V0()/Ii() pada rangkaian di
bawah. Tentukan juga poles dan zeros.

Tugas 1
Tentukanlah fungsi alih V0()/Vi() pada rangkaian di
bawah.

Vo
R

Vi R jL 2 RLC

Vo
jRC 2 LC

Vi 1 jRC 2 LC

Tugas 2
Tentukanlah fungsi alih V0()/Vi() pada rangkaian di
bawah.

Decible Scale
(skala desibel)

Pendahuluan
Sebelum kita mulai membuat Bode plot,
terdapat dua hal penting yang harus
dikuasai:
1. Logaritma
2. decibels

Logaritma
Definisi:
Logaritma u dari bilangan positif x > 0 dengan base b > 0, b 1,
adalah pangkat dari suatu hasil bilangan berpangkat yang memiliki
nilai x, dengan base nya b. Dengan persamaan ditulis:

u log b x

maka hubungannya dapat ditulis sebagai berikut:

bu x

log b x u

Persamaan tetap:

Properti Logaritma

decibel
Dalam sistem komunikasi, gain diukur dalam bels. Bel
digunakan untuk mengukur rasio dari dua level daya,
atau gain daya G, yaitu:

decibel (dB) adalah unit ke 1/10 dari bel, dengan


persamaan:
Pers (1)

decibel
Bila P1 = P2, maka tidak ada perubahan daya dan gain
sama dengan nol.
Bila P2 = 2P1, maka gain adalah:

Bila P2 = 0,5 P1, maka gain adalah:

decibel
Alternatif lain: gain dapat diekspresikan dalam fungsi
rasio tegangan atau arus.

decibel
Untuk kasus bila R2 = R1, (kondisi yang sering
diasumsikan bila membandingkan dua level tegangan)
maka persamaan akan menjadi:
Pers (2)

Selanjutnya, bila P1 = I12 R1 dan P2 = I12 R2, untuk R1 =


R2, maka:
Pers (3)

Catatan:
1. - Untuk 10 log digunakan pada daya.
- Untuk 20 log digunakan pada tegangan atau arus.
karena hubungan kuadrat antaranya: P=V2/R = I2 R
2. Nilai dB adalah pengukuran logaritma dari rasio satu variabel
dengan variabel yang jenisnya sama.

Latihan
Hitunglah |H()|bila HdB tegangan sama dengan:
a. 0,05 dB
b. -6,2 dB
c. 104,7 dB