Anda di halaman 1dari 14

PROGRAM WAJIB PUSKESMAS

UPAYA KESEHATAN IBU DAN ANAK

Disusun oleh
Fitria Ahdiyanti

030.09.094

Ricco Aditya P

030.09.201

Ricky Suritno

030.09.204

UPAYA KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)


BAB I
PENDAHULUAN
Program Pelayanan Kesehatan Ibu Anak (bayi) dan Pelayanan Medik
KB merupakan bagian integral dari seluruh program upaya kesehatan yang ada
di masyarakat dalam rangka menciptakan keluarga sehat dan mandiri Indonesia
Sehat 2015. Upaya kesehatan Ibu dan Anak adalah upaya di bidang kesehatan
yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu
menyusui, bayi dan anak balita serta anak prasekolah.Pemberdayaan Masyarakat
bidang KIA merupakan upaya memfasilitasi masyarakat untuk membangun
sistem kesiagaan masyarakat dalam upaya mengatasi situasi gawat darurat dari
aspek non klinis terkait kehamilan dan persalinan. Kesehatan ibu dan
anak merupakan salah satu perhatian dari World Health
Organisation (WHO) karena angka kematian ibu dan anak
merupakan bahagian dari negara Asean yang mempunyai
angka kematian Ibu dan Anak yang masih tinggi dibandingkan
dengan negara lain.
Menurut SDKI angka kematian ibu (AKI) di Indonesia 307
per 100.000 kelahiran hidup yaitu 3-6 kali lebih tinggi dari negara
ASEAN lainnya. AKI di Indonesia bahkan lebih jelek dari negara
Vietnam yaitu 95 per 100.000 kelahiran hidup. AKI di Indonesia
sekitar

18.000

setiap

tahun

yang

berhubungan

dengan

kehamilan dan persalinan, hal ini berarti setiap setengah jam


seorang

perempuan

meninggal

yang

berhubungan

dengan

kehamilan dan persalinan, hal ini berarti setiap setengah jam


seorang

perempuan

meninggal

yang

berhubungan

dengan

kehamilan, persalinan dan nifas. Kematian ibu tersebut erat


kaitannya

dengan

karakteristik

ibu

yang

meliputi

umur,
1

pendidikan, paritas dan perilaku yang berpengaruh terhadap


kondisi kesehatan ibu selama hamil yang dapat mempengaruhi
proses

persalinan

normal

atau

patologis.

Resiko

terjadi

komplikasi pada persalinan terjadi 12% pada usia kurang dari 20


tahun dan 26% pada usia 40 tahun. Sementara kematian ibu
karena komplikasi persalinan akibat perdarahan sebelum dan
sesudah persalinan meningkat dengan bertambahnya paritas.
WHO mengembangkan konsep melalui empat pilar safe
motherhood

yaitu

keluarga

berencana,

asuhan

antenatal,

persalinan bersih dan aman serta pelayanan obstetri dasar.


Tujuan upaya ini adalah untuk menurunkan angka kesakitan dan
kematian ibu hamil, bersalin dan nifas, disamping menurunkan
angka kesakitan dan kematian bayi baru lahir. Untuk mencapai
tujuan tersebut Depkes RI melakukan upaya safe motherhood yaitu
berupaya menyelamatkan wanita agar setiap wanita yang hamil
dan bersalin dapat dilalui dengan sehat dan aman serta
menghasilkan bayi yang sehat dan aman. Di Indonesia kejadian
persalinan patologis dengan tindakan seksio sesaria meningkat
terus, baik di rumah sakit pendidikan, maupun rumah sakit
swasta. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Gulardi dan
Basamalah terhadap 64 rumah sakit di Jakarta tercatat 17.665
kelahiran hidup, sekitar 35,7-55,3 % melahirkan dengan seksio
sesaria. Di Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo Jakarta
pada tahun 1999-2000 dari 404 persalinan per bulan 30 % seksio
sesaria. Sementara di Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan tahun
2005-2006 tercatat dari 712 persalinan, 45,4 % diantaranya
adalah persalinan patologis bedah sesaria dan vakum.
Ruang lingkup pelaksanaan kegiatan program kesehatan ibu anak
(bayi) dan Pelayanan Medik KB meliputi beberapa fase antara lain : Masa janin
dalam kandungan, masa menyusui dan masa balita. Dari ruang lingkup ini dapat

diketahui bahwa Program Kesehatan Ibu Anak (bayi) dan Pelayanan Medik KB
untuk mendukung meningkatnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
Keluarga berencana adalah usaha untuk menjarangkan

atau

merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi. Untuk


dapat mencapai hal tersebut maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif untuk
mencegah

ataupun

menunda

kehamilan.

Cara-cara

tersebut

termasuk

kontrasepsi atau pencegahan kehamilan dan perencanaan keluarga.

BAB II
PENGERTIAN

Upaya kesehatan ibu dan anak adalah upaya dibidang kesehatan yang
melakukan pelayanan dalam upaya memelihara kesehatan ibu hamil secara teratur
dan terus menerus selama kehamilan, persalinan, maupun nifas, menyusui serta
pemeliharaan anak dari mulai lahir sampai masa pra sekolah.
Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA merupakan upaya memfasilitasi
masyarakat untuk membangun sistem kesiagaan masyarakat dalam upaya
mengatasi situasi gawat darurat dari aspek non klinis terkait kehamilan dan
persalinan.
Dalam pengertian ini tercakup pula pendidikan kesehatan kepada
masyarakat, pemuka masyarakat serta menambah keterampilan para dukun bayi
serta pembinaan kesehatan akan di taman kanak-kanak.

BAB III
TUJUAN

Tujuan Umum
Tercapainya kemampuan hidup sehat melalui peningkatan derajat
kesehatan yang optimal bagi ibu dan keluarganya untuk atau mempercepat
pencapaian target Pembangunan Kesehatan Indonesia yaitu Indonesia Sehat 2015,
serta meningkatnya derajat kesehatan anak untuk menjamin proses tumbuh
kembang optimal yang merupakan landasan bagi peningkatan kualitas manusia
seutuhnya.

Tujuan Khusus
a. Meningkatnya kemampuan ibu (pengetahuan, sikap dan perilaku) dalam
mengatasi kesehatan diri dan keluarganya dengan menggunakan teknologi
tepat guna dalam upaya pembinaan kesehatan keluarga, Desa Wisma,
penyelenggaraan Posyandu dan sebagainya.

b. Meningkatnya upaya pembinaan kesehatan balita dan anak prasekolah secara


mandiri di dalam lingkungan keluarga, Desa Wisma, Posyandu dan Karang
Balita, serta di sekolah TK.
c. Meningkatnya jangkauan pelayanan kesehatan bayi, anak balita, ibu hamil, ibu
bersalin, ibu nifas dan ibu menyusui.
d. Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu bersalin, ibu
nifas, ibu menyusui, bayi dan anak balita.
e. Meningkatnya kemampuan dan peran serta masyarakat, keluarga dan seluruh
anggotanya untuk mengatasi masalah kesehatan ibu, balita, anak prasekolah,
terutama melalui peningkatan peran ibu dalam keluarganya.

BAB IV
KEGIATAN DAN SASARAN

KEGIATAN DAN SASARAN DI PUSKESMAS KECAMATAN TEBET


A. Kegiatan
I.
Pelayanan Kesehatan Ibu
I.1. ANC (Ante Natal Care) atau Asuhan Keperawatan Kehamilan
a) Untuk menghindari risiko komplikasi pada kehamilan dan persalinan,
menganjurkan setiap ibu hamil untuk melakukan kunjungan antenatal
komprehensif yang berkualitas minimal 4 kali, termasuk minimal 1 kali
kunjungan diantar suami/pasangan atau anggota keluarga, sebagai berikut:
Trimester
I
II
III

Jumlah Kunjungan

Waktu Kunjungan yang

Minimal

Dianjurkan
Sebelum minggu ke-16
Antara minggu ke 24-

1x
1x
2x

28
Antara minggu 30-32
Antara minggu 36-38

b) Menganjurkan ibu untuk memeriksakan diri ke dokter setidaknya 1 kali


untuk deteksi kelainan medis secara umum.
c) Untuk memantau kehamilan ibu, gunakan buku KIA. Buku diisi setiap
kali ibu melakukan kunjungan antenatal, lalu berikan kepada ibu untuk
disimpan dan dibawa kembali pada kunjungan berikutnya.
d) Berikan informasi mengenai perencanaan persalinan dan pencegahan
komplikasi (P4K) kepada ibu.
e) Anjurkan ibu mengikuti Kelas Ibu
f) Pada kunjungan pertama, melengkapi riwayat medis ibu.
g) Pada kunjungan berikutnya, selain memperhatikan catatan pada kunjungan
sebelumnya, menanyakan keluhan yang dialami ibu selama kehamilan
berlangsung
h) Kunjungan pertama harus memenuhi persyaratan 7 T ( Timbang berat
badan, ukur tekanan darah, ukur tinggi fundus uteri, pemberian imunisasi
( Tetanus Toksoid ) TT lengkap, pemberian tablet besi minimal 90 tablet
selama kehamilan, tes terhadap penyakit menular seksual, Temu wicara
dalam rangka persiapan rujukan) atau memenuhi pemeriksaan kadar Hb.
I.2. Asuhan Ibu Selama Nifas
Masa nifas (puerperium) dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika
alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil, berlangsung kira-

kira 6 minggu.
Menganjurkan ibu untuk melakukan kontrol/kunjungan masa nifas

setidaknya 4 kali yaitu:


- 6-8 jam setelah persalinan (sebelum pulang)
- 6 hari setelah persalinan
- 2 minggu setelah persalinan
- 6 minggu setelah persalinan
Periksa tekanan darah, perdarahan pervaginam, kondisi perineum, tanda

infeksi, kontraksi uterus, tinggi fundus, dan temperatur secara rutin


Nilai fungsi berkemih, fungsi cerna, penyembuhan luka, sakit kepala, rasa

lelah, dan nyeri punggung.


Tanyakan ibu mengenai suasana emosinya, bagaimana dukungan yang
didapatkannya dari keluarga, pasangan, dan masyarakat untuk perawatan

bayinya
Tatalaksana atau rujuk ibu bila ditemukan masalah
Lengkapi vaksinasi tetanus toksoid bila diperlukan

Minta ibu segera menghubungi tenaga kesehatan bila ibu menemukan


salah satu tanda berikut:
Perdarahan berlebihan
Sekret vagina berbau
Demam
Nyeri perut berat
Kelelahan atau sesak
Bengkak di tangan, wajah, tungkai, atau sakit kepala atau pandangan
kabur
Nyeri payudara, pembengkakan payudara, luka atau perdarahan putting

II.

Pelayanan Kesehatan Neonatal


a) Perawatan bayi baru lahir
Penanganan bayi segera setelah lahir
- Usahakan bernafas spontan
- Menjaga bayi tetap hangat
- Mulai Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dengan memberi cukup
waktu untuk melakukan kontak kulit ibu-bayi (di dada ibu
-

minimal 1 jam).
Setelah kontak kulit ibu-bayi dan IMD selesai:
Timbang
dan
ukur bayi.
Beri bayi salep atau tetes mata antibiotika
profilaksis (tetrasiklin
1% atau antibiotika lain).
Suntikkan
vitamin K1 1
mg (0,5mL

untuk

sediaan 2 mg/mL) IM di paha kiri anterolateral bayi.


Pastikan
suhu tubuh bayi normal (36,5-37,5oC).
Berikan
gelang pengenal
pada bayi yang
berisi informasi

nama ayah, ibu, waktu lahir, jenis

kelamin, dan tanda lahir jika ada.

Lakukan

pemeriksaan untuk melihat

adanya

cacat bawaan (bibir sumbing/langitan sumbing,


atresia ani, defek dinding perut) dan tanda-tanda bahaya
pada bayi.

Bila menemukan tanda bahaya, hubungi dokter spesialis


anak. Bila dokter spesialis anak tidak ada, segera
persiapkan rujukan

Satu jam setelah pemberian vitamin K1, berikan suntikan

imunisasi hepatitis B di paha kanan anterolateral bayi


Perawatan lanjutan pada bayi baru lahir
- Dilakukan rawat gabung (rooming in) yaitu ibu dan bayi berada

dalam satu ruangan


b) Perawatan neonatal dini (1-7 hari)
Timbang, pantau keadaan umum, mekonium keluar dalam 24 jam
pertama
c) Pelayanan neonatal lanjut (8-28 hari)
Timbang, imunisasi, pantau keadaan umum
Bila terjadi penyulit segera dirujuk
Kunjungan rumah bagi yang memerlukan
III.

Pelayanan Kesehatan Dasar Balita dan Anak Pra Sekolah


a) Pelayanan kesehatan dasar
Pemeriksaan berkala fisik dan tumbuh kembang
- Umur 1 bulan 11 bulan: 4 kali
- Umur 1 tahun 2 tahun : 3 kali
- Umur 2 tahun 6 tahun : 2 kali
Imunisasi dasar
- BCG, DPT (3 kali), Polio (4 kali), Campak dan Hepatitis

b)

c)

d)
e)

(sesuai jadwal rekomendasi IDAI)


Konsultasi dokter ahli
Rujukan kasus
Pemantauan gizi balita
Timbang badan dan pantau dengan KMS
Pemberian vitamin A setiap 6 bulan (Februari dan Agustus)
Pemberian supleman Fe
Deteksi dan stimulasi tumbuh kembang
Dipantau sesuai kelompok umur
- 1 3 bulan
- 3 6 bulan
- 6 9 bulan
- 9 12 bulan
- 1 2 tahun
- 2 3 tahun
- 3 4 tahun
- 4 5 tahun
Konsultasi dokter ahli
Rujukan khusus ulang
Pengobatan ringan infeksi, diare, dan gangguan makan
Membuat pencatatan dan pelaporan
8

IV.

Pelayanan Keluarga Berencana


Prinsip pelayanan kontrasepsi saat ini adalah memberikan kemandirian
pada ibu dan pasangan untuk memilih metode yang diinginkan. Pemberi
pelayanan berperan sebagai konselor dan fasilitator,.
Memberikan informasi yang obyektif dan lengkap tentang berbagai

metode kontrasepsi: efektivitas, cara kerja, efek samping, dan komplikasi


yang dapat terjadi serta upaya-upaya untuk menghilangkan atau
mengurangi berbagai efek yang merugikan tersebut (termasuk sistem
rujukan).

Tabel Pemilihan Kontrasepsi Berdasarkan Tujuan Pemakainya


Urutan Fase

1
2
3
4
5
6

Menunda Fase menjarangkan Fase tidak hamil

Kehamilan

kehamilan

lagi (anak 2)

Pil
AKDR
Kondom
Implan
Suntikan

(anak2)
AKDR
Suntikan
Minipil
Pil
Implan
Kondom

Steril
AKDR
Implan
Suntikan
Kondom
Pil

B. Sasaran
I.
Pelayanan Kesehatan Ibu
a) Langsung
: Ibu hamil, bersalin dan nifas
b) Tidak langsung : Masyarakat ( Tokoh, Kader, Petugas) dan keluarga ibu
II.

hamil
Pelayanan Kesehatan Anak
Bayi, balita dan anak sekolah.

BAB V
PELAKSANAAN KEGIATAN
PELAKSANAAN KEGIATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN TEBET

No
1.

Jenis
Kegiatan
Pemeriksaan
ANC

Sasaran
Ibu hamil

Tempat
- Poli KIA

Senin- Jumat

- Posyandu

Sesuai Jadwal
Lokasi Posyandu
Kelurahan
Kunjungan Rumah
(Tentatif)
24 Jam

- Rumah ibu
4.

Pelayanan
ibu bersalin

Ibu hamil

Waktu

- PuskesmasRuang bersalin
(VK)

Pelaksana
- Dokter
- Bidan
- Perawat

- Dokter
- Bidan
- Perawat
10

5.

Pelayanan
ibu nifas

Ibu nifas

6.

Perawatan
bayi baru
lahir

Neonatus

7.

Perawatan
neonatal dini
(1-7 hari)

Neonatus

9.

11.

13.

Perawatan
neonatal
lanjut (8-28
hari)

Pelayanan
kesehatan
dasar anak

Pemantauan
gizi balita

Neonatus

- 1-11
bln
- 1-2 thn
- 2-6 thn

Balita

- Rumah
Bersalin-bagian
nifas
- Poli KB
- Ruang Bersalin
- Ruang Rawat
Inap Rumah
Bersalin

Pada minggu
pertama dan kedua
masa nifas jam
kerja Senin-Jumat
24 Jam

- Bidan
- Perawat

- Poli Imunisasi
- Poli MTBS
(Manajemen
Tatalaksana
Bayi Sakit)
- Posyandu

Senin-Jumat

- Dokter
- Bidan
- Perawat

- Poli Imunisasi
- Poli MTBS
(Manajemen
Tatalaksana
Bayi Sakit)
- Posyandu
- Poli MTBS
(Manajemen
Tatalaksana
Bayi
Sakit)
- Poli Imunisasi
- Posyandu
- Taman Kanakkanak
- Kelompok bina
keluarga balita
- Tempat
penitipan anak
- Posyandu
- Poli Gizi
- Rawat Inap
PuskesmasTerapi
Feeding
Center

Sesuai Jadwal
Lokasi Posyandu
Kelurahan
Senin-Jumat

Sesuai Jadwal
Lokasi Posyandu
Kelurahan
Senin-Jumat

- Dokter
- Bidan
- Perawat

- Dokter
- Bidan
- Perawat

- Dokter
- Bidan
- Perawat

Sesuai Jadwal
Puskesmas
(tentatif)

Sesuai Jadwal
Lokasi Posyandu
Kelurahan
Senin-Jumat

Dokter
Ahli Gizi
Perawat
Bidan
Kader

24 Jam

11

16.

Deteksi dan
stimulasi
tumbuh
kembang

1-3 bln
3-6 bln
6-9 bln
9-12
bln
1-2 thn
2-3 thn
3-4 thn
4-5 thn

- Poli Spesialis
Anak
- Posyandu
- Taman Kanakkanak
- Kelompok bina
keluarga balita
- Tempat
penitipan anak

Sesuai dengan jam


kerja puskesmas
(Poli Spesialis
Anak setiap SelasaKamis)

- Dokter
Spesialis Anak
- Bidan
- Kader

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN
Upaya wajib KIA dapat memberikan masyarakat kesempatan untuk
memahami kondisi mereka dan melakukan aksi dalam mengatasi masalah mereka
ini disebut dengan pendekatan belajar dan melakukan aksi bersama secara
partisipatif (Participatory Learning and Action -PLA). Pendekatan ini tidak hanya
memfasilitasi masyarakat untuk menggali dan mengelola berbagai komponen,
kekuatan-kekuatan dan perbedaan-perbedaan, sehingga setiap orang memiliki
pandangan yang sama tentang penyelesaian masalah mereka, tetapi pendekatan ini
juga merupakan proses mengorganisir masyarakat sehingga mereka mampu untuk
berpikir dan menganalisa dan melakukan aksi untuk menyelesaikan masalah
mereka. Ini adalah proses pemberdayaan masyarakat sehingga mereka mampu
12

melakukan aksi untuk meningkatkan kondisi mereka. Jadi, ini merupakan proses
dimana masyarakat merubah diri mereka secara individual dan secara kolektif dan
mereka menggunakan kekuatan yang mereka miliki dari energi dan kekuatan
mereka.
SARAN
Puskesmas harus lebih mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada
masyarakat dalam upaya peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat
menghadapi masalah-masalah kesehatan, memandirikan masyarakat dalam
mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, puskesmas harus
menjadikan program-program KIA sebagai budaya masyarakat agar angka
kematian ibu dan anak dapat menurun.

13