Anda di halaman 1dari 20

Purwandaru Widyasunu Lab.

Ilmu-Ilmu Tanah dan SDL


Disajikan pada:
Quick Class Green Agriculture Garden
Unit Klinik Tani
Faperta Unsoed
2014

Budidaya Tanaman Model Vertikal / VERTIKULTUR


PENGERTIAN:
Cara bertanam yang dilakukan dengan menempatkan media tanam dalam
wadah-wadah yang disusun secara vertical, atau dapat dikatakan bahwa
vertikultur merupakan upaya pemanfaatan ruang ke arah vertical.
sistem vertikultur dapat dijadikan alternative bagi masyarakat yang
tinggal di kota, sub-urban, maupun desa, yang memiliki lahan sempit
atau bahkan tidak ada lahan yang tersisa untuk budidaya tanaman.
Jenis-jenis tanaman yang dibudidayakan biasanya adalah tanaman yang
memiliki nilai ekonomi tinggi, berumur pendek atau tanaman semusim
khususnya sayuran (seperti seledri, caisim, pack-choy, baby kalian, dan
selada), dan memiliki system perakaran yang tidak terlalu luas.

Material dalam bahan presentasi ini saya


ambilkan dari internet.

Pengertian Teknik Vertikultur:


Vertikultur diambil dari istilah verticulture dalam bahasa lnggris (vertical
dan culture) artinya sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara
vertikal atau bertingkat.

Cara bercocok tanam secara vertikultur ini sebenarnya sama saja dengan
bercocok tanam di kebun atau di sawah. Perbedaannya terletak pada
lahan yang digunakan.
Misalnya, lahan 1 meter mungkin hanya bisa untuk menanam 5 batang
tanaman. Dengan sistem vertikal bisa untuk 20 batang tanaman.
Banyak sedikitnya tanaman yang akan kita budidayakan bergantung pada
model wadah yang kita gunakan.
Bentuk-bentuk Teknik Vertikultur:
Vertikultur dapat dikerjakan dengan memanfaatkan

bahan-bahan

dan peralatan yang ada di sekitar kita. Pemilihan wadah

media sebaiknya dipilih dari bahan yang cukup kokoh dan mampu berdiri
tegak.

Prosedur Membuat Kebun Vertikal


TAHAP PERSIAPAN
Sebelum membangun kebun vertikal, sebaiknya kita persiapkan segala
sesuatunya yang berkenaan dengan kebun dimaksud.Barang-barang atau
bahan-bahan yang kita persiapkan adalah:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Paralon (boleh menggunakan bambu).


Gergaji.
Bor dengan mata 3 - 5 cm.
Meteran untuk membuat titik-titik yang akan dilubangi.
Spidol untuk menandai lubang yang akan dibuat.
Ember atau pot bunga dengan lubang dibawahnya untuk dudukan
paralon.
7. Semen 2 kg untuk 4 paralon.
8. Pasir adukan.
9. Sendok pengaduk semen.
Dengan alat-alat dan bahan di atas kita siap masuk ke tahap selanjutnya.

Pada tahap ini paralon ukuran panjang 4 m boleh kita


potong menjadi 2 (masing-masing dengan ukuran
tinggi 2 m), atau menjadi 3, atau 4 (masing-masing
dengan ukuran tinggi 1 m).
Misalnya memilih memotongnya menjadi 4, sehingga
mendapatkan paralon ukuran 1 meter tingginya.
Lalu paralon kita ukur untuk menetapkan posisi
lubang dengan tujuan agar susunan lubangnya rapi.
Jarak lubang di dua sisi yang berlawanan kita atur
berjarak 10 cm, sementara di sisi sampingnya kita
lubangi di antaranya (selang seling).

Setelah itu kita


gunakan bor dengan
mata berukuran
antara 3 cm atau 4
cm (sesuai ukuran
lubang yang kita
inginkan) untuk
melubangi paralon
seperti terlihat pada
gambar:

Bentuk paralon
yang sudah
dilubangi bisa
dilihat pada
gambar:

Lalu paralon kita cor ke


dalam ember plastik khusus
untuk tanaman, karena
sudah ada lubang di bagian
bawahnya.
Tujuan paralon dicor ke
ember plastik (bukan
ditanam ke tanah) adalah
untuk memudahkan diputar
atau dipindahkan lokasinya.
Terutama disebabkan
karena kebanyakan lahan
yang tersedia di rumahrumah perkotaan sudah
diplester dengan semen dan
bahkan telah dikeramik.

Setelah itu kita mengisikan tanah


ke dalam paralon. Sebaiknya
paralon dibungkus dulu dengan
kertas koran agar tidak banyak
tanah yang terbuang melalui
lubang yang ada.
Tanah tersebut kita padatkan dan
didiamkan beberapa hari.
Di bagian tengah boleh kita beri
pipa paralon kecil yang telah
dilubangi dengan paku kecil yang
tujuannya untuk mendistribusikan
air secara merata ke tanah dalam
paralon nantinya.

Lalu aduk 1 sendok makan Pupuk


Padat ke dalam air sesuai
kebutuhan.
Sebuah paralon ukuran 2 meter
membutuhkan 1 liter air berisi
larutan Pupuk Padat.
Jadi apabila Anda memiliki 10
paralon, campurkan 2 sendok
Pupuk Padat ke dalam 10 liter air.
Selanjutkan siramkan air bercampur Pupuk Padat tersebut ke tanah dalam
paralon, melalui saluran pipa kecil di bagian tengah. Lalu tanah didiamkan
selama 1 minggu. Tujuan menyiram tanah dengan larutan Pupuk padat ini
adalah untuk memperbaiki struktur tanah (menyuburkan tanah) dalam
paralon, dan mendiamkan tanah selama 1 minggu untuk membiarkan tanah
dalam paralon menjadi padat. Pada periode ini biasanya tanah dalam paralon
akan turun ke bawah karena memadatkan dirinya sendiri. Kita tambahkan
tanah baru ke dalam paralon bagian atas.

TAHAP MENANAM BENIH DAN PEMELIHARAAN TANAMAN


Pada tahap ini, siapkan benih dan air yang dicampur dengan pupuk cair dan
/ atau hormon.
Prosedurnya adalah sebagai berikut:
Siapkan atau beli benih cabai atau sayuran di penjual bibit seperti Trubus. Anda bisa
membuat bibit sendiri, misalnya dengan membeli cabai yang sudah matang penuh,
dan bijinya dijemur atau dikeringkan.
Ambil 1 cc Pupuk Cair atau Hormon (1/10 isi tutup botol), dan campur dengan 100
ml air (bisa menggunakan gelas Aqua).
Rendam benih yang ada ke dalam campuran Pupuk Cair dengan air tadi selama 1
jam. Benih yang mengapung tidak dipakai alias dibuang karena tidak baik.
Ambil benih yang tenggelam. Lihat gambar.
Tanam 2 butir benih ke dalam lubang yang telah dibuat di paralon. Benih yang
pertumbuhannya lebih kerdil dicabut, agar benih yang lebih besar bertumbuh
dengan baik. Lihat gambar bagaimana benih ditanam ke lubang di paralon.

Contoh untuk tanaman cabai:


Dalam jangka waktu 5 hari biasanya tanaman sudah mengeluarkan daun
pertama.
Pada saat ini, lakukan prosedur sebagai berikut:
Saat tanaman mengeluarkan daun lebih dari 2 lembar dan cukup kuat,
semprot daunnya dengan campuran 8 cc Pupuk Cair + 2 cc Pupuk Hormon
dengan 1 liter air.
Gunakan alat penyemprot tanaman.
Lakukan penyemprotan dengan campuran Pupuk Cair dan Pupuk Hormon
dengan air ini setiap 5 hari sekali sampai tanaman mengeluarkan bunga.
Waktu penyemprotan terbaik adalah pagi hari antara jam 6 s/d 9 pagi atau
sore hari antara jam 4 sampai dengan 6 sore.

Lakukan penyemprotan campuran Pupuk Cair dan Hormon ini secara


berkala (5 hari sekali) sampai tanaman mengeluarkan buah, seperti cabai,
tomat, terong dan lain-lain.
Frekuensi penyemprotan bisa saja dipersering menjadi 2 atau 3 kali sehari.

Berikut adalah gambar dari tanaman cabai usia 5 hari mengeluarkan 2


lembar daun, tanaman cabai usia 2 minggu, 1 bulan, dan 2 bulan saat
tanaman cabai mengeluarkan buah, maupun saat tanaman cabai mulai
matang dan berwarna merah.

TAHAP PANEN
Dalam contoh yang ada, yaitu kita
menanam bibit cabai atau cabe merah,
maka dalam jangka waktu kurang dari 3
bulan, cabai sudah banyak yang
berwarna merah dan siap dipanen.
Cabai merah yang tidak menggunakan
pupuk organik, biasanya hanya
menghasilkan 1,5 - 2 kg saja per
batang, sementara tanaman cabai merah
yang menggunakan pupuk organik bisa
mencapai 4 - 5 kg per batang.
Apabila pada 1 paralon ukuran tinggi 2
meter diperoleh 25 buah lubang alias 25
batang cabai merah, maka minimal akan
diperoleh 100 kg cabai merah per
paralon.

MARILAH KITA MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT dengan:


1. Kasih sayang.
2. Memanfaatkan material bekas / sisaan, lokalita, hindari ajaran
membeli input terlalu banyak.
3. Lahan perdesaan adalah masa depan ekonomi masyarakat desa.
4. Masyarakat tani adalah profesi PETANI MASA DEPAN BANGSA.
5. Kita lestarikan keanekaragaman hayati.