Anda di halaman 1dari 7

PT.

PLN ( PERSERO ) P3B JB


REGION JAWA TIMUR & BALI
UNIT PELAYANAN TRANSMISI JEMBER

BURAM BK 2l_UPTJEMBER

Hal. 1

I. PENDAHULUAN
I.1

Latar Belakang
Banyaknya gangguan pada sistem 150 kV di wilayah kerja UPT JEMBER,

khususnya di sekitar Gardu Induk Situbondo, dapat menimbulkan kerusakan pada


peralatan, pemadaman listrik di konsumen, dan terhentinya sistem penyaluran
energi listrik ke unit lain khususnya ke Pulau Bali, akan memperburuk pandangan
masyarakat terhadap citra PLN.
I.2

Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan dari inovasi ini adalah :

Memberikan perlindungan terhadap SUTT 150 kV di sekitar GI Situbondo


agar terhindar dari timpaan kawat layang-layang.

Menekan jumlah gangguan penghantar 150 kV.

Mencegah kerusakan peralatan yang diakibatkan oleh menimpanya kawat


layang-layang di SUTT 150 kV.

Meningkatkan kinerja penghantar.

Menjaga kontinuitas penyaluran energi listrik ke konsumen.

I.3

Ruang Lingkup
Pencegahan permainan layang-layang yang menggunakan benang dari

kawat/logam atau bahan konduktor disekitar instalasi listrik/SUTT 150 KV di


wilayah Kabupaten Situbondo.
I. 4

Metode Penelitian.

Penelitian dilakukan menggunakan beberapa metode antara lain :

Evaluasi hasil record gangguan SUTT 150 kV di GI Situbondo 2001 s.d.


2006.

Evaluasi arah angin pada musim layang - layang.

Evaluasi jenis tali layang-layang penyebab gangguan.

Evaluasi kerusakan peralatan akibat gangguan.

BURAM BK 2l_UPTJEMBER

Hal. 2

II. PEMBAHASAN
II.1

Dasar pemikiran.
Berdasarkan data gangguan pada penghantar 150 kV yang melintas di

wilayah Kabupaten Situbondo atau GI Situbondo cukup tinggi, bahkan pada


tanggal 4 Maret 2007 terjadi Black Out di system Paiton Island, satu minggu
kemudian 11 Maret 2007 terjadi Black Out kembali di GI Situbondo.
Pada pertengahan bulan Maret dan minggu ke empat bulan Maret tahun 2007,
kami team Rencana & Evaluasi dan Team Pemeliharaan UPT Jember mengadakan
pertemuan untuk berdiskusi membahas pemasalahan diatas, yaitu mencari
metoda yang tepat .
Akhir pada pertemuan, kami sepakat membentuk suatu system pencegahan
gangguan instalasi listrik yang diakibatkan oleh jatuhnya benang layang-layang
dari jenis konduktor, terutama pada SUTT 150 KV yang melintas di wilayah Kab.
Situbondo, dan team tersebut diberi nama,

BURAM BK L2
BURU RAMPAS/SITA LAYANG-LAYANG DENGAN BENANG
DARI KAWAT/KONDUKTOR
Jauh sebelum pembentukan Team BURAM BK L2 ini sebenarnya sudah
banyak usaha usaha yang dilakukan untuk menekan jumlah gangguan yang
diakibatkan oleh kawat layang-layang antara lain,

1.

Bekerja sama dengan aparat hukum ( Polsek).

2.

Mengadakan penyuluhan rutin ke masyarakat setiap semester.

3.

Bekerja sama dengan media massa, Radio, Infokom.

4.

Himbauan dari Pem Kab Situbondo kepada masyarakat agar tidak


bermain layang-lang dengan benang dari bahan penghantar listrik.

Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil yang signifikan, gangguan


penghantar 150 kV ini tidak hanya mengakibatkan terhentinya penyaluran energi
listrik, bahkan menimbulkan kerusakan peralatan listrik.
BURAM BK 2l_UPTJEMBER

Hal. 3

Kerusakan peralatan listrik yang pernah terjadi di Gardu Induk Situbondo


Tanggal 21 Oktober 1999 Trafo Unindo 150/20 15 MVA rusak.
Tanggal 26 Januari 2003 Trafo Hyundai 150/20 30 MVA rusak.
Tanggal 18 Mei 2003 LA untuk Trafo 1 rusak.

Tanggal 10 Juni 2003 GSW di T142-T143 Pawoan penghantar Paiton 1.


Tanggal 04 Maret 2007 Busbar rusak (konduktor 3x500 mm2 35 mtr)
II.2 Pembagian Kelompok.
Team BURAM BK L2 dibagi menjadi tiga kelompok, mengingat terdapat tiga
daerah konsentrasi permainan layang-layang yaitu Desa Sumberkolak sampai
Desa Pawoan, Desa Kotakan (barat GI Situbondo) dan Desa Panji Kidul (timur GI
Situbondo). Untuk memudahkan koordinasi, masing-masing kelompok diberi kode
sesuai daerah operasinya, ketiga kelompok ini sewaktu-waktu dapat bergabung
jika diperlukan.
Kelompok 1 BURAM BK L2 SK ( Sumberkolak).
Kelompok 2 BURAM BK L2 KT ( Kotakan) .
Kelompok 3 BURAM BK L2 PK ( Panji Kidul).

II.3 CARA KERJA.


Masing-masing kelompok akan selalu mengawasi daerah kerjanya utamanya
pada hari-hari dimana banyak terdapat permainan layang-layang, jika kedapatan
ada layang yang menggunakan benang dari bahan kawat/logam/konduktor maka
kelompok BURAM ini akan mendatangi, kemudian memberi penjelasan tentang
bahayanya jika mengenai instalasi listrik, meminta menurunkan dan menyitanya.
Karena berhadapan dengan masyarakat tentu team akan menggunakan caracara yang santun, atau cara yang cocok dengan budaya masyarakat.

BURAM BK 2l_UPTJEMBER

Hal. 4

Team ini dibagi menjadi 3 kelompok, tiap kelompok akan beroperasi di tempat
yang biasa digunakan bermain layang-layang terutama di sekitar SUTT 150 KV,
dan di sekitar Gardu Induk Situbondo ini terdapat tiga titik rawan layang-layang
dengan benang dari bahan Konduktor.
Tugas masing-masing kelompok memonitor jenis benang/tali layang-layang yang
sedang dimainkan, jika menggunakan tali/benang dari bahan konduktor maka,
team ini akan meminta kepada pemain, supaya layang-layang diturunkan
kemudian diberi pengertian, bahayanya terhadap instalasi listrik , kemudian team
BURAM BK L2 ini menyita benang yang dari bahan konduktor.
Konsekuensi semua upaya tentu memerlukan dana, ada pepatah lama
mengatakan,
DJER BASUKI MOWO BEO

Team

BURAM BK L2
MASYARAKAT

TEAM BURAM BK L2 DARI MASYARAKAT


Rincian
Rincian Jumlah
Rincian
Anggt
Agg
hari(1bln) Angg/bln
Anggt
20.00
7.800.00
13
30
Masy
0
0
250.00
750.00
Aparat
3
0
0
60.00
5.00
Kaos
16
0,08
0
0
50.00
4.16
Sepatu 16
0,08
0
7

Angg/Bulan

Rp8.559.167

BURAM BK 2l_UPTJEMBER

Hal. 5

Gb1. Petugas memberikan penjelasan kepada pemain layang-layang.

Gb2. Layang-layang dengan benang dari bahan konduktor, hasil sitaan.

BURAM BK 2l_UPTJEMBER

Hal. 6

BURAM BK 2l_UPTJEMBER

Hal. 7