Anda di halaman 1dari 11

Competitive Analysis

Competitive analysis dalam pemasaran dan manajemen strategis adalah penilaian


terhadap kekuatan, kelemahan, dan potensi pesaing saat ini. Analisis ini memiliki
sebuah konteks strategis ofensif dan defensif untuk mengidentifikasi peluang dan
kerugian dalam pemasaran produk. Perusahaan dapat menyatukan profil semua
sumber yang relevan dari analisis pesaing menjadi satu kerangka kerja untuk
memberi kelebihan pada foot sanitizer dengan rumusan strategi, implementasi,
monitoring dan penyesuaian yang efisien dan efektif.
Analisis persaingan merupakan komponen penting dari strategi perusahaan.
Diketahui bahwa sebagian besar perusahaan tidak melakukan analisis yang cukup
sistematis. Sehingga banyak perusahaan yang beroperasi dengan kesan formal dan
sesuai dugaan. Akibatnya banyak perusahaan beresiko mengalami kesulitan dalam
berkompetisi karena kurangnya analisis yang baik dari para pesaingnya. Dari
competitive analysis, perusahaan dapat mengetahui celah dari produk kompetitor,
dan dari celah tersebut perusahaan kami dapat mengisi dan memperbaiki celah
tersebut.
Dalam pemasaran foot sanitizer, hal yang diutamakan adalah kualitas dan harga
dari produk. Pasar mengiginkan produk kesehatan yang kualitasnya terjamin agar
tidak terjadi banyak keluhan dan protes dari konsumen. Pasar juga akan memilih
produk foot sanitizer dengan harga yang lebih murah dalam membandingkan
dengan produk-produk lain. Dengan hal-hal tersebut, perusahaan dapat membuka
celah untuk menarik target pasar agar membeli produk perusahaan ini. Target dari
pemasaran produk FootKlin adalah pria dan wanita untuk semua umur, terutama
orang yang memiliki aktivitas padat sehingga membuat kakinya lembap dan bau.
Sehingga pasar yang ditargetkan juga cakupannya sangat luas untuk produk foot
sanitizer ini.
Kompetitor dalam produk foot sanitizer ini adalah Betadine. Kompetitor ini
merupakan perusahaan yang menyediakan produk-produk kesehatan dengan harga
yang cukup bersaing. Produk ini hampir menguasai pasar total dalam pemasaran
produk-produk kesehatan dengan persentase sebesar 87%.
Produk foot sanitizer yang dipasarkan oleh Betadine memiliki cara yang kurang
efektif karena penggunaan produknya harus menggunakan air bersih yang mengalir
atau dengan cara kaki direndam pada cairan betadine yang dicampr dengan air.
Cara ini tidaklah efektif karena menyita waktu yang cukup lama dan repot dalam
penggunaan produknya. Hal tersebut berbeda dengan produk FootKlin. Footklin
menawarkan cara yang efektif dan efisien karena hanya dengan menuangkan
cairan ke kaki lalu mengusapnya dengan tangan.
Berikut beberapa langkah strategi pendekatan ke pasar untuk ide produk yang kami
buat :
1. Pemasaran Online dan Offline
Kombinasi pemasaran offline dan online adalah cara efektif dalam promosi
sebuah produk. Dengan pemasaran online, diperoleh kemudahan dan
kecepatan dalam menyampaikan informasi produk kepada masyarakat serta
memperluas cakupan target pasar. Sedangkan pemasaran offline bertujuan

memberikan informasi bagi masyarakat yang tidak memiliki fasilitas online.


Berikut adalah beberapa media online yang dapat digunakan untuk
memasarkan ide produk foot sanitizer ini :
Facebook
Twitter
Website mandiri
bursa jual beli, contohnya : detikforum, kaskus,dll.
Sedangkan di bawah ini adalah contoh media offline yang dapat digunakan
dalam strategi pendekatan ke pasar :

Menjual hasil produksi foot sanitizer di beberapa rumah sakit, apotek,


laboratorium kesehatan, supermarket, .
Menawarkan produk ini kepada distributor obat dan alat-alat kesehatan
dan dokter.
Membuka peluang jika terdapat mitra yang ingin bekerjasama, baik dari
dalam maupun luar daerah, untuk membantu pemasaran produk. Metode
ini menekankan pada kualitas sumber daya manusia yang akan
memasarkan produk foot sanitizer ini ini.

2. Distribusi Brosur
Mendistribusikan brosur pada beberapa daerah tertentu merupakan hal yang
relatif mudah dan irit anggaran serta cukup efektif untuk dilakukan. Teknik ini
dapat dimanfaatkan untuk mengukur ketertarikan komunitas tertentu
terhadap usaha kami. Misalnya dengan menghitung kenaikan jumlah
penjualan setelah menyebarkan brosur pada lingkungan tertentu. Dengan
cara ini, promosi dan penjualan dapat dilakukan fokus pada area tertentu
dengan target pasar yang sesuai.
3. Promosi Spesial
Promosi spesial ini dilakukan pada tiga atau 6 bulan pertama produk ini
diluncurkan ke masyarakat. Promosi dilakukan dengan cara memberikan
diskon atau potongan harga selama masa promo bagi konsumen yang
memenuhi syarat tertentu. Diskon ini akan menarik perhatian pelanggan
serta meningkatkan minat beli.
4. Sponsor Kegiatan Lokal
Mempublikasikan usaha/ide produk di mata masyarakat dengan cara
mensponsori kegiatan lokal, terutama acara kesehatan karena produk yang
ditawarkan berhubungan dengan peralatan kesehatan. Kesempatan ini
digunakan untuk mendapatkan perhatian dari komunitas kegiatan tersebut.
Mereka dapat menambahkan link web usaha kami pada situs web mereka,
menambah nama perusahaan kami untuk iklan mereka dan akan
menunjukkan keterlibatan kami dalam masyarakat. Namun strategi ini baru
dapat dilakukan setelah usaha kami mendapatkan keuntungan serta
memiliki anggaran pemasaran yang cukup karena mensponsori ini
membutuhkan dana yang cukup besar.

Dengan menggunakan strategi tersebut, diharapkan penjualan dapat mencapai


120000 botol dan 200000 sachet produk untuk setiap tahun dengan 300 hari kerja.
Produk

Betadine

FootKlin

Asal

Jakarta

Bandung

Pasar

Indonesia

Kota-kota besar
di pulau Jawa
dan sekitarnya

Market share

87%

1%

Harga

Rp 15.000

Rp 5.000

MARKET ANALYSIS SUMMARY


MARKETING PLAN

Corporate Strategy
Tujuan : Pertumbuhan
Ukuran Performansi : ROI/RONA/ROE
Bisnis foot sanitizer ini bukan bisnis yang baru. Namun, adanya inovasi yang
ditambahkan membuat produk ini menjadi barang baru yang memberikan nilai
tambah. Pasar yang dituju juga bukan pasar yang baru, namun masyarakat dengan
tingkat aktivitas yang padat.
Posisi perusahaan dalam bisnis ini merupakan pendatang baru, namun produk dari
perusahaan ini lebih inovatif dengan pesaing yang sedikit serta produk dalam pasar
juga jarang ditemui. Sehingga strategi yang diterapkan perusahaan adalah promosi
offline dan online.

Business Strategy
Tujuan : Kompetitif
Ukuran performansi : Market Share
Menurut Porters Business Strategy, terdapat 3 bisnis strategi yang digunakan pada
kegiatan bisnis, yaitu:
1. Cost Leadership
2. Differentiation
3. Focus
Dari ketiga strategi bisnis tersebut, maka Kami memutuskan untuk melakukan
strategi bisnis cost leadership. Strategi in secara keseluruhan merupakan strategi
yang membuat unit bisnis bekerja keras mencapai biaya produksi dan distribusi
terendah, sehingga harganya dapat lebih rendah daripada pesaing dan mendapat
pangsa pasar yang besar.

Deskripsi Sektor Industri


Produk foot sanitizer ini dibuat dengan tujuan untuk membuat bersih dan harum
kaki para pengguna. Oleh karena itu produk ini diberi nama FootKlin. Konsumen
yang akan menggunakan produk ini adalah orang yang memiliki aktivitas padat
sehingga mereka jarang mengurus kebersihan dari kaki mereka sendiri. Hal tersebut
membuat kaki mereka tidak bersih dan tidak wangi. Konsep foot sanitizer ini juga
sangat simpel dan efisien karena hanya dengan menuangkan isi dari botol atau
sachet ke kaki dan tidak perlu menggunakan alat lainnya. Model botol plastik kecil
dengan berat bersih 50 mL atau sachet 5 mL membuat produk ini mudah dibawa ke
mana-mana dan bisa digunakan kapan saja. Konsumen disarankan menggunakan
Footklin minimal satu kali untuk waktu satu hari. Tentu konsep ini akan diminati
oleh para konsumen.

Analisis Potensi Pasar dan Kompetitor

Substitute

Saat ini hanya ada sedikit produk foot sanitizer ini di pasar. Oleh karena itu, produk
FootKlin dapat masuk dan mengambil kesempatan di situ. Namun, berdasarkan
penelitian, pasar akan cenderung memilih produk yang lebih umum dan terpercaya.
Karena produk ini belum terlalu populer di masyarakat.
Supplier
Supplier yang akan berhubungan dengan pembuatan produk ini adalah supplier
bahan kimia dan plastik. Sampai saat ini, supplier tersebut dapat dengan mudah
ditemukan di Indonesia. Untuk supplier bahan kimia, perusahaan harus terlebih
dahulu mendapat sertifikasi aman untuk penggunaan zat-zat kimia.
Buyer
Pembeli atau konsumen dari produk ini adalah semua orang yang memiliki aktivitas
yang padat sehingga mereka jarang mengurus kebersihan dari kaki mereka sendiri.
Hal tersebut membuat kaki mereka tidak bersih dan tidak wangi. Produk yang
mudah dibawa ke mana-mana dan efisien membuat produk ini mudah digunakan
kapan saja terutama pada saat kita beraktivitas.
Competitor
Kompetitor yang sudah lama bermain di bisnis ini adalah Betadine. Keunggulan
produk dari perusahaan ini adalah produk ini sudah bertahan lama dan dapat
digunakan tidak hanya untuk kaki, namun seluruh bagian tubuh.
Betadine Skin

Analisis STP
Targeting

Ditargetkan penjualan produk foot sanitizer FootKlin ini adalah seluruh lapisan
masyarakat terutama di daerah perkotaan. Target pasarnya adalah wanita dan pria
dengan aktivitas yang padat sehingga mereka jarang mengurus kebersihan dari
kaki mereka sendiri. Hal tersebut membuat kaki mereka tidak bersih dan tidak
wangi
Positioning
FootKlin step confidence with healthy foot.
Maksud dari kata-kata itu adalah, FootKlin dapat membuat seseorang tampil lebih
percaya diri karena produk ini dapat menghilangkan bau tak sedap dari kaki. Produk
ini juga dapat membuat bersih kaki seseorang sehingga kaki tersebut akan menjadi
lebih sehat.

Program Marketing Mix


Product
Produk utama yang diproduksi adalah dalam bentuk botol 50 mL dan sachet 5 mL.
Tidak memungkinkan bentuk atau tampilan luar dari kemasan diganti agar menjadi
lebih menarik dan terkesan baru. Hal tersebut dilakukan jika banyak request dari
konsumen, menjelang waktu tertentu, atau hasil penjualan yang turun.
Pricing
Harga yang Kami tawarkan pada konsumen jelas lebih murah dibandingkan dengan
brand dari competitor. Hal ini dikarenakan bahan yang digunakan competitor lebih
teruji dan produk tersebut dapat digunakan pada hampir semua lapisan kulit pada
tubuh.
Promotion
Kegiatan promo yang akan dilakukan adalah dengan memberikan hadiah langsung
untuk pembeli produk ini. Hadiah langsung dapat berupa botol minum atau paying
cantik yang langsung dapat disatukan dengan foot sanitizer ini.
Promosi yang dilakukan juga dapat dilakukan dengan melakukan iklan di televise
atau radio dan mengikuti acara pameran produk-produk kesehatan. Dengan
mempunyai jaringan ke sekolah atau kampus akan membuat foot sanitizer ini lebih
diminati oleh pelajar.
Distribution
Produk ini akan dijual di toko-toko obat seperti apotek, rumah sakit, dan bahkan di
supermarket yang akan menjual berbagai macam barang lainnya. Dengan menjual
di toko tersebut, diharapkan image bersih dari produk ini akan melekat dan image
harum yang akan memberikan nilai lebih ketika dibandingkan dengan produk dari
competitor.

Analisis dan Proyeksi Pasar Efektif

Perkiraan Market Share


Pada publikasi ini, akan disajikan data kependudukan di Indonesia.

Berdasarkan diagram tersebut, dapat diketahui bahwa Pulau Jawa adalah daerah
yang paling banyak ditinggali oleh penduduk Indonesia. Sebanyak 56,80% tinggal
di Pulau Jawa. Dari data ini, maka kami memilih untuk memasarkan di Pulau Jawa.
Dengan anggapan 10% masyarakat memiliki aktivitas padat sehingga kebersihan
tubuh terabaikan. Maka jumlah calon konsumen yang akan menggunakan tas ini
adalah sekitar 11.360.000 orang.

Market efektif selama periode perencanaan

Dengan anggapan bahwa ini adalah produk baru, maka market share yang dapat
dikuasai oleh produk SPORTUAL adalah 5%. Maka pasar efektif yang diperlukan
untuk memenuhi ramalan demand tersebut adalah 568.000 orang.

http://www.datastatistik-indonesia.com/portal/index.php?
option=com_tabel&kat=1&idtabel=111&Itemid=165

FINANCIAL PLAN
Faktor biaya yang harus diperhitungkan di awal adalah biaya produksi dari setiap
bahan baku yang digunakan. Berikut ini adalah rincian bahan baku yang digunakan
untuk setiap produk dan setiap kebutuhan tersebut dihitung dengan biaya bahan
pada saat dibuatnya proposal ini. Dan akan menghasilkan biaya sebagai berikut.

Selain biaya bahan baku langsung, dibutuhkan biaya tenaga kerja langsung dan
tidak langsung yang dibutuhkan dalam menjalankan funsgsi produksi dan
supporting system-nya. Karena per tahun 1200000 botol dan 600000 sachet
produk.

Dari hasil perhitungan total HPP, produk FootKlin jenis botol akan dijual seharga
Rp 6000,- dan jenis sachet dijual seharga Rp 1000,-.
Untuk memulai usaha pada tahun pertama dibutuhkan modal sebesar Rp
10.123.133.000,- dengan sumber pembiayaan 50% berasal dari modal sendiri dan
50% dari investor.