Anda di halaman 1dari 21

Foreseeable user-kelompok atau kelas

pemakai laporan keuangan yang tidak


terbatas di mana auditor harus mampu
menduga sipa yang mungkin menjadi
pemakai laporan keuangan.
Foreseen user-anggota kelompok pemakai
laporan keuangan yang terbatas di mana
auditor menyadari bahwa mereka aka
mengandalkan laporan keuangan.
Tidak
ada
tugas
yang
harus
dilaksanakan (luck of duty to perform)pembelaan hukum auditor di mana auditor
mengklaim bahwa tidak ada kontrak
dengan klien; karena itu, tidak ada tugas
untuk
melaksanakan
jasa
yang
dipermasalahkan.
Kewajiban hukum (legal liability)kewajiban profesional menurut UU untuk
memberikan tingkat kemahiran yang layak
dalam melaksanakan pekerjaan bagi pihak
yang dilayani.
Pelaksanaan kerja tanpa kelalaian
(non-neglient performance)- pembelaan
hukum auditor di mana auditor mengklaim
bahwa audit telah dilaksanakn dengan
standar auditing.
Private Securities Litigation Reform Act
Tahun
1995-UU
federal
yang
diperlakukan pada tahun 1995 yang secara
signifikan mengurangi kerugian potensial
dalam
proses
pengadilan
yang
berhubungan dengan sekuritas.

PERTANYAAN

Konsep orang yang bijak (pruden


person consept)-konsep hukum bahwa
seseorang mempunyai kewajiban untuk
menggunakan kemahiran dan ketelitian
yang layak dalam pelaksanaan kewajiban
kepada pihak lain.
Securities Act Tahun 1933-Undangundang federal yang mengatur perusahaan
yang terdaftar dan menjual sahamnya
kepada masyarakat; menurut undangundang itu, pihak ketiga yang merupakan
pembeli pertama sekuritas mungkin
memperoleh ganti rugi dari auditor jika
laporan keuangan menyesatkan, kecuali
auditor dapat membuktikan bahwa audit
sudah memadai atau bahwa kerugian pihak
ketiga disebabkan oleh faktor-faktor selain
laporan keungan yang menyesatkan.
Securities Exchange Act Tahun 1934Undang-undang federal yang mengatur
perusahaan
yang
memperdagangkan
sahamnya di bursa saham nasional dan
over-the-counter; para auditor terlibat
karena persyaratan pelaporan tahunan
keunagan yang telah diaudit.
Doktrin
Ultramares-pendekaytan
common law untuk kewajiban pihak
ketiga, yang ditetapkan pada tahun 1931
dalam kasus Ultramares Corporation vs
Touche, di man kelalaian biasa tidak cukup
menimbulakan kewajiban terhadap pihak
ketiga karena tidak adanya privity of
contract antara pihak ketiga dengan
auditor, kecuali pihak ketiga merupakan
penerima manfaat utama (primary
beneficiary).

TINJAUAN

5-1 (Tujuan 5-1) Sebutkan beberapa faktor yang mempengaruh timbulnya tuntutan hukum
terhadap akuntan publik dalam tahun-tahun terakhir ini.
5-2 (Tujuan 5-1) Tuntutan hukum terhadap kantor akuntan publik telah meningkat secara
dramatis selama dekade yang lalu. Apa pendapat Anda mengenai pengaruh positif dan
negatif dari peningkatan proses pengadilan terhadap akuntan publik dan masyarakat secara
keseluruhan.

5-3 (Tujuan 5-2) Jelaskan perbedaan antara kegagalan bisnis dan risiko audit. Mengapa
kegagalan bisnis penting bagi auditor?
5-4 (Tujuan 5-3) Bagaimana konsep orang yang bijak mempengaruhi kewajiban auditor?
5-5 (Tujuan 5-3) Jelaskan perbedaan antara kecurangan dan kecurangan konstruktif.
5-6 (Tujuan 5-1, 5-8) Bahaslah mengapa banyak kantor akuntan publik ingin menyelesaikan
tuntutan hukum, di luar pengadilan. Apa pengaruhnya terhadap profesi?
5-7 (Tujuan 5-4) Jenis yang umum dari tuntutan hukum terhadap akuntan publik adalah
kegagalan akuntan untuk mendeteksi kecurangan. Apa tanggung jawab auditor dalam
penemuan semacam itu? Dukunglah jawaban Anda menurut hukum.
5-8 (Tujuan 5-3, 5-4) Apa yang dimaksud dengan kelalaian kontribusi? Dalam kondisi apa
hal ini dapat menjadi pembelaan yang berhasil?
5-9 (Tujuan 5-4) Jelaskan bagaimana surat penugasan da[pat mempengaruhi kewajiban
auditor terhadap klien menurut common law.
5-10 (Tujuan 5-4, 5-5) Bandingkan dan bedakan tanggung jawab hukum auditor tradisional
kepada klien dan pemakai pihak ketiga menurut common law. Bagaiman hukum tersebut
berubah dalam tahun-tahun terakhir?
5-11 (Tujuan 5-5) Apakah kewajiban hukum auditor akan terpengaruh jika pihak ketiga
ternyata tidak dikenal? Jelaskan.
5-12 (Tujuan 5-6) Bedakanlah kewajiban hukum auditor menurut Securities Act tahun 1933
dengan Securities Act tahun 1934.
5-13 (Tujuan 5-4, 5-5, 5-6, 5-7) Jelaskan perbedaan antara kewajiban potensial auditor
terhadap klien, kewajiban terhadap pihak ketiga menurut common law, kewajiban sipil
menurut undang-undang sekuritas, dan kewajiban kriminal. Jelaskan satu situasi untuk setiap
jenis kewajiban tersebut dimana auditor dapat dinyatakan bertanggung jawab secara hukum.
5-14 (Tujuan 5-6) Sanksi-sanksi apa yang dapt dikenakan SEC terhadap kantor akuntan
publik?
5-15 (Tujuan 5-8) Dengan cara apa profesi dapat secara positif merespon dan meringankan
kewajiban dalam audit?

PERTANYAAN

PILIHAN

BERGANDA

DARI

UJIAN

CPA

5-16 (Tujuan 5-4, 5-5) Pertanyaan berikut menyangkut kewjiban hukum kantor akuntan
publik menurut common law. Pilihlah jawaban yang paling tepat.
a; Sharp, akuntan publik (CPA), ditugaskan oleh Peters & Sons, suatu persekutuan,

untuk memberikan pendapat atas laporan keuangan yang akan diserahkan kepada
beberapa calon partner sebagai bagian dari rencana ekspansi perusahaan. Fee yang
diajukan oleh Sharp ditetapkan atas dasar per-diem. Setelah bekerja intensif selama
suatu periode, Sharp menyelesaikan kira-kira setengah dari pekerjaan lapangan yang
diperlukan. Kemudian, karena adanya permintaan tak terduga dari klien lain, Sharp

terpaksa meninggalkan pekerjaan itu. Rencana ekpansi perusahaan menjadi gagal


karena para calon partner tidak berminat lagi akibat lambatnya penyerahan laporan
audit tersebut. Sharp kemudian menawarkan untuk menyelesaikan tugasnya.
Tawaran ini ditolak. Peters & Sons menderita keruguian sebesar $400.000. Dalam
situasi ini, apa kemungkinan keputusan pengadilan yang akan dijatuhkan atas kasus
Sharp dan Peters & Sons?
1; Sharp akan mendapat kompensasi sesuai dengan pekerjaan yang dilakukannya.
2; Peters & Sons akan mendapatkan ganti rugi atas pelanggaran kontrak.
3; Peters & Sons akan mendapatkan ganti rugi sebagai sanksi dan juga ganti rugi
karena pelanggaran kontrak.
4; Baik Sharp maupun Peters & Sons tidak akn mendapatkan apa-apa.
b; Dalam tindakan terhadap akuntan menurut common law, tidak adanya privitas
merupakan pembelaan yang praktis jika si penggugat
1; Adalah keditor klien yang menuntut akuntan karena lalai/ceroboh.
2; Dapat membuktikan adanya kelalaian besar yang mengabaikan kebenaran.
3; Adalah klien akuntan.
4; Mendasarkan tindakannya atas kecurangan
c; Jika sebuah kantor akuntan publik digugat oleh pihak ketiga karena kecurangan
menurut common law yang didasarkan pada laporan keungan yang secara material
tidak benar, man ndariberikut ini yang dapat digunakan sebagai pembelaan terbalik
bagi akuntan?
1; Tidak ada privitas.
2; Pelaksanaan kerja tanpa kelalaian.
3; Menolak memberikan pendapat yang dituangkan dalam surat penugasan.
4; Kelalaian kontribusi di pihak klien.
d; Kasus 1136 Tenants penting terutama karena penekanannya pada kewajiban
hukumakuntan publik jika dikaitkan dengan:
1; Penugasan oleh SEC.
2; Laporan keuangan yang belum diaudit.
3; Audit yang menghasilkan penolakan memberikan pendapat.
4; Surat-surat kepada penjamin emisi (underwriter).
5-17 (Tujuan 5-6) Pertanyaan-pertanyaan berikut yang berhubungan dengan kewajiban
hukum menurut Securities Act tahun 1933 dan 1934. Pilihlah jawaban yang paling tepat.
a; Major, Major, & Sharp, akuntan publik, adalah auditor MacLain Technologies.

Dalam kaitannya dengan penawaran umum saham MacLain seniali $10juta, Major
mengeluarkan pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan. Tidak lama
setelah penawaran itu diadakan, terungkap adanya salah saji tertentu. Major digugat
oleh para pembeli saham yang ditawarkan setelah laporan pendaftaran, yang
tercakup dalam laporan keuangan yang diaudit oleh Major. Major akan bisa
menghindari kewajiban hukum ini jika:
1; Salah saji itu terutama disebabkan oleh MacLain.
2; Dapat diperlhatkan bahwa sedikitnya beberapa investor tidak benar-benar
membaca laporan keuangan yang diaudit.
3; Major dapat membuktikan keseksamaan dalam mengaudit laporan keuangan
MacLain.
4; MacLain telah menyatakan bertanggung jawab atas setiap kewajiaban itu dalam
kaitannya dengan penawaran umum tersebut.
b; Menurut Securities Act tahun 1933, man dari berikut ini yang harus dibuktikan oleh
pembeli sekuritas?

1;
2;
3;
4;

Mengandalkan pada
Laporan Keuangan

Kecuranagan oleh
Akuntan Publik

Ya
Ya
Tidak
Tidak

Ya
Tidak
Ya
Tidak

c; Donals & Company, akuntan publik, mengaudit laporan keuangan yang tercakup

dalm laporan tahunan yang diserahkan oleh Markum Securities Inc. kepada SEC.
Audit ternyata kurang memadai dalam beberapa hal. Markum Securities sekarang
insolven dan tidak mampu memenuhi kliam pelanggannya. Para pelanggan telah
mengajukan tuntutan hukum terhadap Donalds berdasarkan Section 10b dan
Peraturan 10b-5 dari Securities Exchange Act thaun 1934. Mana dari berikut ini
yang dapat digunakan oleh Donalds sebagai pembuktian terbalik?
1; Donalds dengan tidak sengaja meyakinkan laporan keuangan yang salah.
2; Section 10-b tidak berlaku bagi Donalds.
3; Donalds tidak punya privity of contract dengan kreditor.
4; Surat penugasan secara khusus menolak setiap kewajiban dari pihak manapun
yang timbul akibat perilaku Markum yang ceroboh.
PERTANYAAN

DAN

SOAL-SOAL

DISKUSI

5-18 (Tujuan 5-4, 5-5) Lurent Yost & Co., kantor akuntan publik yang berukuran menengah,
telah ditugaskan untuk mengaudit Stuart Supply Company. Beberapa staf terlibat dalam audit
itu, yang semuanya pernah mengikuti program tentang pelatihan metode auditing yang
efektif. Selam proses audit Yost menghabiskan sebagian besar waktunya di lapangan untuk
merencanakan audit, mengawasi staf, dan mereview pekerjaannya.
Bagian penting dari audit meliputi verifikasi perhitunhan fisik, biaya, dan ikhtisar
persediaan. Persediaan sangat signifikan bagi laporan keuangan, dan Yost tahu bahwa
persediaan itu telah dijadikan agunan atas pinjaman berjumlah besar pada First City National
Bank. Dalam mereview prosedur perhitungan persediaan Stuart Supply, Yost memberi tahu
presiden direktur bahwa metode perhitungan persediaan pada lokasi yang berbeda dan pada
hari yang berbeda sangat tidak dianjurkan. Presiden direktur lalu menyatakan bahwa tidak
praktis enghitung semua persediaan pada hari yang sama karena masalah kurangnya
karyawan dann preferensi pelanggan. Setelah melakukan diskusi lebih lanjut, Yost setuju
dengan mengijinkan prktik itu jika presiden direktur bersedia menandatangani pernyataan
bahwa tidak ada metode lain yang praktis. Kantor akuntan publik tersebut akan menugaskan
paling tidak satu orang pada setiap lokasi untuk mengaudit prosedur perhitungan persediaan
dan perhitungan aktual. Ada lebih dari 40 lokasi.
Delapan belas bulan kemudian, Yost menemukan bahwa kejadian yang terburuk telah
terjadi. Manajemen di bawah tingkatan presiden direktur telah berkomplot untuk melebih
sajikan persediaan, sebagai cara untuk menutupi persediaan akibat salah pengelolaan. Salah
saji itu dilakukan dengan cara memindahkan persediaan secara fisik pada malam harike
lokasi lain setelah dihitung pada suatu lokasi. Catatan akuntansi tidak mampu
mengungkapkan pemindahan ilegal tersebut.
Stuart Supply Company serta First City National Bank keduanya menggugat Laurent
Yost & Co.

Jawablah pertanyaan berikut dan nyatakan alasan dari setiap kesimpulan yang dibuat :
a; Pembelaan apa yang perlu digunakan oleh Laurent Yost & Co dalam menghadapi

tuntutan Stuart?
b; Pembelaan apa yang perlu digunakan oleh Laurent Yost & Co dalam menghadapi

tuntutan First City National Bank?


c; Apakah Yost dapat memenangkan nperkara ini dengan pembelaannya?
d; Apakah masalah atau hasil putusan akan lain jika tuntutan diajukan menurut Securities

Exchange Act tahun 1934?


5-19 (Tujuan 5-5) Kantor akuntan publik, Bigelow, Barton, & Brown telah berkembang
pesat. Konsekuensinya, kantor akuntan ini mempekerjakan beberapa akuntan junior,
termasuk orang bernama Small. Partner kantor tersebut tidak puas dengan hasil pekerjaan
Small dan memperingatkannya bahwa kantor akan memecatnya kecuali ia meningkatkan
mutu pekerjaan.
Ketika itu, Small sedang bertugas dalam audit atas beberapa klien. Agar tidak dipecat,
ia memutuskan akn mengurangi atu mengabaikan beberpa audit standar yang tercantum
dalam program audit yang dibuat oleh partner. Salah satu klien, Newell Co., mengalami
masalah keuangan yang serius dan telah menyesuaikan beberapa akun yang sedang diadit
oleh Smallsehingga terlihat baik secar keuangan. Small membuat dokumentasi audit fiktif di
rumahnya pada malam hari untuk menunjukkanseolah-olah dia telah mengikuti prosedur
audit yang dibebankan padanya, meskipun dalam kenyattannya dia tidak memeriksa ayat
jurnal penyesuaian. Kantor akuntan itu memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian
terhadap laporan keuangan Newell, yang sebenarnya mengandung banyak salah saji.
Beberapa kreditor yang mengandalkan laporan keuangan yang telah diaudit itu, kemudian
memberikan sejumlah besar kredit kepada newell Co.
Apakah kantor akuntan publik itu akan beranggung jawab terhadap kreditor yang telah
memberikan kredit karena mengandalkan laporan keuangan yang keliru jka Newell Co. gagal
melunasi pinjamannya? Jelaskan.*
5-20 (Tujuan 5-3, 5-5) Watts & Williams, kantor akuntan publik, mengaudit akun-akun
Sampson Skins, Inc., sebuah korporasi yang mengimpor dan memperdagangkan kulit
binatang. Setelah audit selesai, auditor menyerahkan 20 salinan laporan keuangan yang telah
diaudit kepada Sampson Skins. Kantor akuntan itu mengetahui bahwa Sampson & Skins
memerlukan sejumlah salinan laporan auditor untuk diberikan kepada bank atau pemberi
pinjaman potensial lainnya.
Neraca ternyata mengandung salah saji sekitar $800.000. Perusahaan tersebut terlihat
memiliki kekayaan bersih sebesar $600.000, pada sebenarnya insolven. Manajemen Sampson
Skins telah memalsukan pembukuan untuk menghindari kebangkrutan. Aktiva telah
mengalami lebih saji sebesar $500.000 untuk piutang usaha fiktif dan yang tidak ada serta
$300.000 untuk persediaan kulit yang sebenarnya tidak ada. Audit gagal mendeteksi
pemalsuan tersebut. Martinson, yang mengandalkan laporan keuangan yang sudah diaudit itu,
memberikan pinjaman sebesar $200.000 kepada Simpson Skins. Dia kemudian berusaha
memperoleh ganti rugi dari Watts & Williams.
Sebutkan apakah pernyataan-pernyataan di bawah ini benar atau salah dan berikan alasan
Anda:
a; Jika Martinson menuntut dan membuktikan adanya kelalaian di pihak Watts &
Williams, dia akan berhasil mendapatkan ganti rugi.

b; Jika Martinson menuntut dan

membuktikan adanya kecurangan konstruktif (yaitu,


kelalaian besar di pihak Watts & Williams), dia akan berhasi mendapatkan ganti rugi.
c; Martinson tidak mempunyai kontrak dengan Watts & Williams.
d; Kecuali dapat dibuktikan adanya kecurangan aktual dim pihak Watts & Williams,
Martinson tidak akn mendapatkan ganti rugi.
e; Martinson adalah penerima manfaat pihak ketiga dari kontrak yang dibuat antara Watts
& Williams dengan Sampson Skins. *
5-21 (Tujuan 5-4, 5-5, 5-7) Donal Sharpe baru bergabung dengan kantor akuntan publik
Spark, Watts, & wilcox. Dengan cepat ia membangun reputasi ketekunan dan dedikasi yang
tinggi dalam mengikuti prosedur auditing yang telah digariskan. Dalam auditnya yang ketiga
bagi kantor akuntan publik itu, Sharpe memberikan dokumen tentang 200 pembayaran untuk
menguji prosedur pembelian, penerimaan, utang voucher, dan pengeluaran kas. Dalam
prosesnya, dia menemukan 12 pembayaran untuk pembelian bahan tanpa laporan penerimaan
dalam dokumentasi itu. Dia mencatat pengecualian tersebut dalam kertas kerjanya dan
memberitahukannya kepada akuntan yang bertanggung jawab. Berdasarkan pengalaman
sebelumnya dengan klien itu, akuntan penaggung jawab mengabaikan komentar Sharpe dan
tidak mengambil tindakan apapun terhadap pengecualian tersebut.
Selanjutnya, diketahui bahwa salah satu agen pembelian klien dan karyawan bagian
akuntansi terlibat dalam skema penipuan dengan menyelewengkan penerimaan bahan ke
gudang umum, sedangkan fakturnyadikirimkan kepada kliennya. Ketika klien menemukan
kecurangan itu, para konspirator telah meraup sebesar $70.000; dimana $50.000 diantaranya
dapat diselamatkan setelah audit selesai.
Bahaslah implikasi dan kewajiban hukum bagi Sparka, Watts, & Wilcox sebagai akibat dari
fakta yang diuraikan di atas*
5-22 (Tujuan 5-3, 5-4, 5-5) Dalam mengonfirmasi piutang usaha pada tanggal 31 Desember
2007, auditor menemukan 15 perbedaan antara catatan pelanggan dengan jumlah yang
tercatat dala file induk piutang usaha. Satu salinan dari semua konfirmasi yang mengandung
perbedaan diserahkan kepada protokoler perushaaan untuk diselidiki penyebabnya. Pada
gilirannya kontroler meminta kepada pemegang buku untuk melaksanakan analisis.
Pemegang buku menganalisis setiap perbedaan , menentukan penyebabnya, dan menyiapkan
sreadsheet yang terinci untuk menjelaskan setiap perbedaan itu. Kebanyakan perbedaan
dalam laporan pemegang buku menunjukkan bahwa pengecualian itu disebabkan karena
perbedaan waktu dalam catatan klien dan pelanggan. Auditor mereview spreadsheet dan
menyimpulakn bahwa tidak ada perbedaan yang material dalam piutang usaha.
Dua tahun setelah audit tersebut, ditetapkan bahwa pemegang buku telah mencuri
jutaan dollar selama tiga tahun yang lalu dengan mengambil kas dan melebih sajikan piutang
usaha. Dalam tuntutan hukum oleh klien terhadap akuntan publik, suatu pemeriksaan
terhadap kertas kerja auditor menyangkut piutang usaha per 31 Desember 2007, yang diminta
oleh pengadilan, menunjukkna bahwa salah satu penjelasan dalam analisis pemegang buku
mengenai perbedaan tersebut ternyata fiktif. Analisis ini menyatakan bahwa perbedaan itu
disebabkan oleh pengurangan penjualan yang diberikan kepada pelanggan karena ada barang
dagang yang cacat satu hari sebelum akhir tahun. Perbedaan itu sebenarnya disebabkan oleh
pencurian yang dilakukan oleh pemegang buku.
a; Apa saja masalah hukum yang terjadi dalam situasi ini? Apa yang harus digunakan
auditor sebagai pembelaan apabila ia digugat?
b; Apa kekurangan pihak akuntan publikdalm mengaudit piutang usaha?

5-23 (Tujuan 5-4, 5-5, 5-7) Smith, akuntan publik adalah auditor Juniper Manufacturing Co.,
sebuah perusahaan swasta yang memiliki tahun fiskal 30 Juni. Juniper mengajukan
permohonan kredit bank yang cukup besar, yang emungkinkan disetujuinya tergantung pada
laporan keuangan yang telah diaudit yang menunjukkan rasio lancar paling tidak 2 : 1. Pada
tanggal 25 September, sebelum laporan audit diserahkan, Smith menerima surat kaleng
dengan kop surat Jupiter yang menyatakan bahwa suatu lease 5 tahun oleh Jupiter, sebagai
lessee, atas sebuah bangunan pabrik disajikan dalam laporan keuangan sebagai lease operasi,
yang sesungguhnya merupakan lease modal. Surat itu mengatakan bahwa terjadi perjanjian
rahasia tertulis dengan lessor yang memodifikasi lease tersebut sehingga tercipta lease modal.
Smith menanyakan hal itu kepada presiden direktur Juniper, yang mengakui bahw
perjanjian rahasia itu memang beda, tetapi ia perlu memperlakukan lease tersebut sebagai
lease operasi guna memenuhi persyaratan rasio lancar atas pinjaman yang belum disetujui
dan tidak seorang punyang tahu perjanjian rahasia dengan lessor itu. Presiden direktur
mengatakan bahwa jika Smith tidak menyerahkan laporannya pada tanggal 30 September,
Juniper akan menuntut Smith atas kerugian yang dideritanya akibat kegagalan pemeberian
kredit itu. Berdasarkan tekanan ini dan karena file audit yang berisi salinan perjanjian lease 5
tahun yang mendukungperlakuan lease operasi, Smith menyerahkan laporannya dengan
pendapat wajar tanpa perkecualian pada tanggal 29 September.
Sekalipun kredit itu telah diterima, Juniper tetap bangkrut dalam waktu dua tahun.
Bank menuntut Smith agar menutup kerugian atas pinjaman yang diberikan dan lessor
menuntut Smith agar membayar usaha yang belum tertagih.
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut, dan kemukakan alasan yang mendukung jawaban
Anda :
a; Apakah Smith bertanggung jawab kepada bank?
b; Apakah Smith bertanggung jawab kepada lessor?
c; Apakah ada kemungkinan tindakan kriminal terhadap Smith?
5-24 (Tujuan 5-4) Ward & East, akuntan publuk adalah auditor Southern Development, Inc.,
sebuah perusahaan real estat yang memiliki beberapa pusat perbelanjaan. Southern
memberikan kebebasan kepada manajemen setiap pusat perbelanjaan untuk menegosiasikan
lease lokasi setiap pusat perbelanjaan; perusahaan berpendapat bahwa kebijakan seperti itu
akan menghasilkan lease yang lebih murah karena orang setempat yang melakukan negosiasi.
Dua orang manajer pusat perbelanjaan tewas dalm suatu kecelakaan pesawat terbang
sekembalinya dari rapat di kantor pusat perusahaan di Phoenix. Dalam kasus ini manajer baru
yang ditunjuk untuk mengisi tempat mereka yang telah tewas mengetahui adanya uang
pelicin dalam operasi; para manajer itu ternyata telah menegosiasikan sewa yang lebih
rendah dari yang biasanya sebagai pengganti uang pelicin itu.
Southern menugaskan kantor akuntan publik yang baru, yaitu Jasper & Co., untul
menyelidiki sampai dimana kecurangan yang terjadi di kedua lokasi itu dan kemungkinan
terjadinya kecurangan serupa di pusat perbelanjaan lain. Jasper & Co. menyelesaikan
penyelidikannya dan menemukan bahwa empat pusat lokasi perbelanjaan terlibat secara
independen satu sama lain dan total kerugian selama 5 tahun lebih dari $1juta. Southern lalu
menuntut Ward & east ganti rugi sebesar $1juta ditambah bunga karena kelalaiannya.
Pembelajaran apa yang akan digunakan oleh Ward & East? Apa yang akan meeka buktikan?

5-25 (Tujuan 5-6) Menurut Section 11 dari Securities At tahun 1933 dan Section 10(b),
peraturan 10b-5, dari Securities Exchange Act tahun 1934, akuntan publik dapat dituntut oleh
pembeli sekuritas terdaftar. Hal-hal berikut ini berkaitan dengan apa yang harus dibuktikan
oleh penggugat yang membeli sekuritas dalam tuntutan kewajiban perdata terhadap akuntan
publik.
Penggugat yang membeli sekuritas harus menuduh atau membuktikan :
1; Salah saji yang material telah termasuk dalam dokumen yang diarsip.
2; Terjadi kerugian moneter.
3; Tidak adanya keseksamaan di pihak akuntan publik
4; Privitas dengan akuntan publik.
5; Pengandalan pada laporan keuangan.
6; Akuntan publik mempunyai pengetahuan dan maksud untuk menipu.
Untuk masing-masing di butir 1 sampai 6 di atas, tunjukkan apakah pernyataan itu harus
dibuktikan menurut
a; Section 11 dari Securities Act tahun 1933
b; Section 10(b) dari Securities Exchange Act tahun 1934 saja.
c; Baik Section 11 dari Securities Act tahun 1933 maupun Section 10(b) dari Securities
Exchange Act tahun 1934.
d; Bukan Section 11 dari Securities Act tahun 1933 maupun Section 10(b) dari
Securities Exchange Act tahun 1934.
5-26 (Tujuan5-6) Gordon & Groton, akuntan publik, adalah auditor Bank & Company,
sebuah perusahaan pialang dan anggota bursa saham nasional. Gordon & Groton mengaudit
dan melaporkan laporan keuangan Bank & Company, yang didaftarkan pada Securities &
Exchange Commision.
Beberapa pelanggan Bank & Company telah dikelabui oleh skema penipuan yang telah
dilakukan oleh presiden direktur Bank, yang memiliki 90% saham berhak suara perusahaan
itu. Kenyataan ini meninjukkan bahwa Gordon & Groton telah lalai tetapi bukan ceroboh atau
melakukan kelalaian besar dalam proses audit, dan tidak berpartisipasi dalam skema penipuan
atau mengetahui adanya usaha itu.
Para pelanggan menggugat Gordon & Groton menurut ketentuan anti kecurangan dari
Section 10b dan peraturan 10b-5 dari Securities Exchange Act tahun 1934, karena membantu
dan mendorong skema penipuan oleh presiden direktur itu. Tuntutan pelanggan atas
kecurangan tersebut didasarkan secara eksklusif pada ketidakmampuan auditor untuk
melakukan audit yang tepat, sehingga gagal mengungkapkan skema penipuan itu.
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut, dengan menyebutkan alasan atas setiap jawaban
Anda :
a; Apakah kemungkinan dari hasil tuntutan hukum ini?
b; Teori kewajiban lain apa yang dapat digunakan oleh para pelanggan?
5-27 (Tujuan 5-5) Sarah Robertson, akuntan publik, telah menjadi auditor Majestic Co.
selama beberapa tahun. Ketika dia dan stafnya menyiapkan audit untuk tahun yang berakhir 3
Desember 2006, Harb Majestic memberi tahu bahwa ia membutuhkan pinjaman yang besar
dari bank untuk berjaga-jaga sampai penjualan meningkat seperti yang diharapkan pada
akhir tahun 2007.

Dalam melaksanakan audit, Robertson menemukan bahwa keadaan keuangan di


Majestic lebih buruk daripada yang diungkapkan oleh Majestic dan bahwa perusahaan itu
secara teknis telah bangkrut. Dia membicarakan masalah ini dengan Majestic, yang
mengemukakan bahwa pinjaman bank akan menjadi jalan keluar-dia pasti memperolehnya
selama laporan keuangan perusahaan tidak tampak terlalu buruk.
Robertseon menyatakan bahwa ia yakin laporan keuangan tersebut mencantumkan
suatu catatan tentang kelangsungan hidup atau going concern. Majestic berkata bahwa
catatan seperti itu tidak perlu karena pinjaman bank pasti diperoleh dan catatan seperti itu
akan mengakibatakan manajemen bank berubah pikiran.
Akhirnya Robertson setuju dan laporan keuangan yang telah diaudit diterbitkan tanpa
catatan. Perusahaan mendapatkan pinjaman tetapi tidak dapat memperbaiki keadaan seperti
yang dikehendaki Majestic dan perusahaan itu akhirnya bangkrut pada bulan Agustus 2007.
Bank menurut Sarah Robertson telah melakukan penipuan
Tunjukkan apakah menurut Anda bank tersebut akan berhasil atau tidak. Dukunglah jawaban
Anda.
KASUS
5-28 (Tujuan 5-5, 5-6) Bagian I. Whitlow & Company adalah sebuah perusahaan pialang
yang terdaftar menurut Securities Exchange Act tahun 1934. Undang-undang ini mewajibkan
perusahaan pialang seperti itu untuk menyerahkan laporan keuangan yang telah diaudit
kepada SEC setiap tahun. Mitchell & Moss, akuntan publik Whitlow, melakukan audit
tahunan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2007, dan memberikan pendapat wajar
tanpa pengecualian, yang diserahkan kepada SEC bersama dengan laporan keuangan
Whitlow. Selama tahun 2007, Charles, presiden direktur Whitlow & Company, melakukan
penggelapan yang sangat besar yang akhirnya menyebabkan perusahaan bangkrut. Akibatnya,
pelanggan dan pemegang saham Whitlow & Company menderita kerugian yang substansial,
termasuk Thaxton, yang baru-baru ini membeli sejumlah saham Whitlow & Company setelah
membaca laporan audit tahun 2007 perusahaan itu. Audit yang dilakukan Mitchell & Moss
ternyata kurang memadai; jika Mitchell & Moss mengikuti standar auditing, penggelapan itu
akan segera dapat terungkap. Akan tetapi, Mitchell & Moss tidak mengetahui adanya usaha
penggelapan itu, dan pelaksanaan kerja mereka tidak dapat dikategorikan sebagai ceroboh.
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut, dan berikan alasan atas setiap jawaban Anda.
a; Apa kewajiban hukum, jika ada, yang harus ditanggung oleh Mitchell & Moss
terhadap Thaxton menurut Securities Exchange Act tahun 1934?
b; Teori kewajiban hukum apa, jika ada, yang tersedia bagi para pelanggan dan
pemegang saham Whitlow & Company menurut common law?
Bagian 2. Jackson adalah seorang investor yang terkenal. Dia bergabung dalam suatu
kelompok investor kecil yang ikut berpartisipasi dalam penawaran modal sebesar $1 juta
berupa saham biasa Clarion Corporation. Sejumlah pertemuan telah diadakan antara
manajemen dan kelompok investor tersebut. Informasi keuangan dan lainnya yang rinci juga
telah diberikan. Menjelang pelaksanaan penawaran, rencana tersebut dibatalkan ketika salah
satu investor utama menarik diri. Clarion kemudian memutuskan untuk menawarkan saham
biasa Clarion senilai $2,5 juta kepada umum sesuai dengan syarat pendaftaran menurut
Securities Act tahun 1933. Jackson memesan saham biasa Clarion yang ditawarkan kepada
umum itu sebesar $300.000. Sembilan bulan kemudian, laba Clarion menurun tajam dan

akibatnya, harga saham turun 20% di bawah harga penawaran. Selain itu, Dow Jones
Industrial Average juga turun 10% sejak diadakannya penawaran itu.
Jackson menjual saham-sahamnya dengan menderita kerugian sebesar $60.000 dan
berusaha menuntut semua pihak yang terlibat dalam penawaran umum itu, termasuk kantor
akuntan public Allen, Dunn, and Rose. Walaupun audit telah dilaksanakan sesuai dengan
standar auditing, ternyata ada beberapa salah saji yang relatif kecil. Laporan keuangan
Clarion Corporation, yang merupakan bagian dari laporan pendaftaran, memuat fakta-fakta
kecil yang menyesatkan. Clarion dan Allen, Dunn, and Rose menganggap tuntutan Jackson
tidak akan membuahkan hasil.
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut, dan berikan alasan atas setiap jawaban Anda:
a; Jika Jackson menggugat menurut Securuties Act tahun 1933, apa yang menjadi dasar
tuntutannya?
b; Apa pembelaan yang mungkin digunakan Allen, Dunn, and Rose dengan adanya
fakta-fakta tersebut?
SOAL INTERNET 5-1: PEMBERLAKUAN SEC
Kunjungi situs CW. Divisi Pemberlakuan SEC menerbitkan Litigation Releases, yang
menguraikan tuntutan-tuntutan perdata dan criminal SEC pada pengadilan federal. Soal ini
mengharuskan para mahasiswa menggunakan Internet untuk melihat dan menjawab
pertanyaan yang berkaitan dengan litigation release tersebut.

BAGIAN 2. BAB 6-13


PROSES AUDIT

Bagian 2 menyajikan proses audit dengan cara yang akan memungkinkan Anda
untuk menerapkan konsep-konsep yang dikembangkan dalam bab-bab tersebut pada
setiap bidang audit. Karena konsep-konsep perencanaan yang dicakup dalm bab-bab
tersebut akan digunakan secara ekstensif di sisa buku ini, maka penting bagi Anda
untuk menguasai materi ini dan memahami secara penuh pentingnya audit.
Bab 6 dan 7 membahas tanggung jawab auditor dan manajemen, tujuan
audit, serta konsep umum pengumpulan bukti.
Bab 8-12 mempelajari berbagai aspek perencanaan audit secara mendalam
termasuk penilaian resiko dan tanggung jawab auditor untuk mendeteksi
kecurangan.
Bab 13 mengikhtisarkan dan mengintregasikan perencanaan audit serta bukti
audit.
Di sisa buku ini banyak dari konsep-konsep tesebut diilustrasiakn dengan contohcontoh Hillsburg Hardware Company. Laporan keuangan dan informasi lain dari
laporan tahunan perusahaan tersebut termuat pada bahan yang disiapkan dalam buku
ini.

TANGGUNG JAWAB DAN TUJUAN AUDIT


DI MANA PARA UDITOR ITU
Barry Minkow benar-benar seorang anank ajaib. Ia mulai mendirikan ZZZZ Best Company,
sebuah perusahaan pembersih karpet high-fliying yang berspesialisasi dalam menangani
kontrak restorasi asuransi, pada usia 16 tahun. Pada tahun 1982, ketika Minkow memulai
bisnis ini, perusahaan tersebut dikelola dari garasi rumahnya, tetapi hanya dalam waktu lima
tahun, ia berhasil membawa perusahaannya menjadi perusahaan publik dengan penjualan
sebesar $50juta dan pendapatan lebih dari $5juta. Harga pasar saham Minkow dalam ZZZZ
Best melampui $100juta.
Dengan berlalunya waktu, ternyata kejeniusan Minkow bukanlah dalam bidang bisnis, tetapi
dalm tipu muslihat. ZZZZ Best ternyata bukan perusahaan ysng beroperasi secara kokoh,
tetapi hanya sebuah ilusi. Tidak ada pekerjaan restorasi besar dan tidak ada pendapatan serta
laba riil. Semuanya hanya tercatat atas kertas dan didukung oleh jaringan metode tipu
muslihat yang efektif dalm menipu para pemegang saham, SEC, serta para profesionla yang
memilliki reputasi tingg melayani perusahaan itu, termasuk para auditor. Banyak orang
termasuk anggota konggres, bertanya, Bagaimana ini dapat terjadi? Dimana para auditor
itu?
Ketika ZZZZ Best mulai tumbuh untuk pertama kalinya. Minkow mengalami masalah yang
umum dihadapi, yaitu kebutuhan angka kredit. Ia menyusun rencana dengan seorang penilai
asuransi untuk memvalidasi pekerjaan-pekerjaan yang fiktif atau yang tidak ada dengan para
kreditor potensial. Minkow akhirnya dapat memperoeleh sejumlah besar uang kas atau kredit
tanpa melakukan pekerjaan riil. Kecurangan itu semakin menjadi-jadi ketika ZZZZ Best
mulai memerlukan proses audit. Untuk engelabui para auditor, si penilai asuransi yang
merupakan teman konspirasinya tetap sibuk menjalankan perusahaan yang menghasilkan
sejumlah kontrak palsu bagi ZZZZ Best.ketika para auditor mencoba memeriksa kontrak
tersebut, pihak penilai mengkonfirmasikannya. Bahkan Minkow bertindak lebih jauh dengan
membawa auditor tersebut ke berbagai lokasi pekerjaan yang riil, yang sebenarnya bukan
miliknya. Ia bahkan menyewa bangunan setengah jadi serta mempekerjakan beberapa
subkontraktor untuk melaksanakan pekerjaan di lokasi tesebut, yang semuanya dilakukan
hanya untuk mengelabui para auditor.
Batapun luar biasanya cerita ZZZZ Best ini, ketika para pengamat ahli komentar tentang
masalah ini, sebagian besar dari mereka akn menjawab: Itu bukan yang pertama kalinya
dilakukan, dan bukan pula yang terakhir. Dan bukan juga yang terakhir kalinya masyarakat
akn bertanya, Di mana para auditor itu?

TUJUAN PELAKSANAAN AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN


SAS I (AU 110) menyatakan :
Tujuan dari audit biasa atas laporan keuangan oleh auditor independen adalah untuk
menyatakan pendapat tentang kewajaran, dalam semua hal yang material, posisi keuangan,
hasil operasi, serta arus kas sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum
(GAAP).
Focus utama kita tertuju pada butir dari SAS I yang menekankan penerbitan pendapat
tentang laporan keuangan. Untuk perusahaan publik, auditor juga menerbitkan suatu laporan
tentang pengendalian internal atas pelaporan keuangan sebagaimana yang disyaratkan oleh
Section 404 dari Sarbanes-Oxley Act. Auditor mengumpulkan bakti untuk membuat
kesimpulan tentang apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar dan untuk
menentukan keefektifan pengendalian internal, sesudah itu baru menerbitkan laporan audit
yang tepat.
Jika auditor yakin bahwa laporan-laporan itu tidak disajikan secara wajar atau tidak
dapat mencapai kesimpulan karena bukti yang tidak mencukupi, auditor mempunyai
tanggung jawab untuk memberi tahu pemakai melalui laporan auditor. Setelah penerbitan
laporan, jika fakta-fakta yang ada menunjukkan bahwa laporan tersebut tidak disajikan secara
wajar, auditor mungkin harus memberi tahu ke pengadilan atau lembaga pengatur bahwa ia
telah melaksanakan audit dengan cara yang tepat dan menarik kesimpulan yang layak.
Gambar 6-1 Langkah untuk Mengembangkan Tujuan Audit
Memahami tujuan
dan tanggung jawab
audit
Membagi laporan
keuangan menjadi
berbagai siklus
Mengetahui asersi
manajemen tentang laporan
keuangan
Mengetahui tujuan audit umum
untuk kelas transaksi, akun dan
pengungkapan
Mengetahui tujuan audit khusus
untuk kelas traksaksi, akun dan
pengungkapan

TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN


Tanggung jawab untuk mengadopsi kebijakan akuntansi yang baik, menyelenggarakan
pengendalian internal yang memadai dan menyajikan laporan keuangan yang wajar berada di
pundak manajemen, bukan di pundak auditor. Karena menjalankan bisnis sehari-hari,

manajemen perusahaan mempunyai pengetahuan yang lebih mendalam tentang transaksi


perusahaan serta aktiva, kewajiban, dan ekuitas terkait ketimbang auditor. Sebaliknya,
pengetahuan auditor akan masalah ini serta pengendalian internal hanya terbatas pada
pengetahuan yang diperolehnya selama audit.
Laporan tahunan dari banyak perusahaan publik memuat pernyataan tentang tanggung
jawab manajemen dan hubungannya dengan kantor akuntan public. Gambar 6-2 menyajikan
laporan manajemen Boeing Company sebagai bagian dari laporan tahunannya. Bacalah
laporan ini secara cermat untuk menentukan apa yang dinyatakan oleh manajemen tentang
tanggung jawabnya.
Tanggung jawab manajemen atas kewajaran penyajian (asersi) laporan keuangan
berkaitan dengan privilege untuk menentukan penyajian dan pengungkapan apa yang
dianggap perlu. Jika manajemen bersikeras dengan pengungkapan laporan keuangan yang
menurut auditor tidak dapat diterima, auditor dapat memilih untuk menerbitkan pendapat
tidak wajar atau pendapat wajar dengan pengecualian atau mengundurkan diri dari penugasan
tersebut.
Sarbanes-Oxley Act memperberat tanggung jawab manajemen terhadap laporan
keuangan dengan mengharuskan CEO dan CFO perusahaan public untuk meyakinkan laporan
keuangan kuartalan dan tahunan yang akan diserahkan kepada SEC. Dalam menandatangani
laporan-laporan tersebut, manajemen menyatakan bahwa laporan keuangan tersebut telah
sepenuhnya sesuai dengan persyaratan Securities Exchange Act tahun 1934 dan informasi
yang terkandung dalam laporan keuangan itu menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
material, kondisi keuangan dan hasil operasinya. Sarbanes-Oxley Act menetapkan sanksi atas
tindakan kriminal, termasuk denda keuangan yang besar atau hukuman penjara sampai 20
tahun, terhadap setiap orang yang diketahui memalsukan laporan-laporan tersebut.
TANGGUNG JAWAB AUDITOR
Auditor bertanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan audit guna
memperoleh kepastian yang layak tentang apakah laporan keuangan telah bebas dari salah
saji yang material apakah itu disebabkan oleh kekeliruan ataupun kecurangan. Karena sifat
bukti audit dan karakteristik kecurangan auditor dapat memperoleh kepastian yang layak,
tetapi tidak absolute, bahwa salah saji yang material dapat dideteksi. Auditor tidak
bertanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan audit guna memperoleh kepastian
yang layak bahwa salah saji, apakah yang disebabkan oleh kekeliruan ataupun kecurangan
yang tidak material bagi laporan keuangan dapat dideteksi.
Paragraph dalam AU 110 ini membahas tanggung jawab auditor untuk mendeteksi
salah saji yang material pada laporan keuangan. Bila auditor juga melaporkan tentang
keefektifan pengendalian internal atas pelaporan keuangan, auditor juga bertanggung jawab
untuk mengidentifikasi kelemahan yang material dalam pengendalian internal atas pelaporan
keuangan. Tanggung jawab auditor untuk melakukan audit atas pengendalian internal dibahas
dalam Bab 10.
Paragraph ini dan pembahasan yang terkait dengan standar-standar tentang tanggung
jawab auditor untuk mendeteksi salah saji yang material mencakup beberapa istilah dan frasa
yang penting.
Salah saji yang Material versus Tidak Material. Salah saji umumnya dianggap material
jika gabungan dari kekeliruan dan kecurangan yang belum dikoreksi dalam laporan keuangan
kemungkinan akan mengubah atau mempengaruhi keputusan orang yang menggunakan
laporan keuangan tersebut. Walaupun sulit mengukur materialitas, auditor bertanggung jawab

untuk memperoleh kepastian yang layak bahwa ambang batas materialitas ini telah dipenuhi.
Namun diperlukan biaya yang sangat besar (dan mungkin mustahil) bagi auditor untuk
memikul tanggung jawab menemukan semua kekeliruan dan kecurangan yang tidak material.
Kepastian yang layak. Kepastian atau assurance merupakan ukuran tingkat kepastian yang
diperoleh auditor pada saat menyelesaikan audit. Standar auditing (SAS 104) menyatakan
bahwa kepastian yang layak adalah tingkat kepastian yang tinggi, tetapi tidak absolute, bahwa
laporan keuangan telah bebas dari salah saji yang material. Konsep kepastian yang layak,
bukan yang absolut, mengindikasikan bahwa auditor bukanlah pemberi garansi atau penjamin
atas kebenaran laporan keuangan. Jadi, audit yang dilaksanakan sesuai dengan standar
auditing dapat saja gagal mendeteksi salah saji yang material.
Auditor bertanggung jawab atas kepastian yang layak, tetapi tidak absolute, karena
beberapa alasan :
1; Sebagian besar bukti audit diperoleh dari pengujian sampel populasi seperti piutang usaha
atau persediaan. Namun penggunaan sampling juga mengandung sejumlah risiko tidak
terungkapnya salah saji yang material. Selain itu, bidang yang diuji; jenis, luas, dan waktu
pengujian; serta evaluasi atas hasil pengujian juga membutuhkan pertimbangan auditor
yang penting. Bahkan dengan itikad baik dan integritas, para auditor dapat membuat
kesalahan dan kekeliruan dalam memberikan pertimbangannya.
2; Penyajian akuntansi mengandung estimasi yang kompleks, yang melibatkan sejumlah
ketidakpastian serta dapat dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa di masa depan. Akibatnya,
auditor harus mengandalkan pada bukti audit yang persuasive, tetapi tidak meyakinkan.
3; Laporan keuangan yang disusun dengan penuh kecurangan sering kali sangat sulit,
bahkan tidak mungkin, untuk dideteksi oleh auditor, terutama bila ada kolusi di kalangan
manajemen perusahaan.
Jika auditor bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua asersi dalam laporan
keuangan telah benar, maka persyaratan bukti audit dan biaya pelaksanaan fungsi audit ini
akan meningkat hingga pelaksanaan audit secara ekonomis tidak praktis lagi. Bahkan setelah
itu, para auditor pun masih tidak dapat mengungkapkan semua salah saji yang material dalam
setiap audit. Pembelaan terbaik yang dapat dilakukan auditor apabila salah saji yang material
tidak terungkap adalah melaksanakan audit sesuai dengan standar auditing.
Kekeliruan versus kecurangan SAS 99 (AU 316) membedakan antara dua jenis salah saji :
kekeliruan (error) dan kecurangan (fraud). Kedua jenis salah saji ini dapat material maupun
tidak material. Suatu kekeliruan (error) adalah salah saji dalam laporan keuangan yang tidak
disengaja, sementara kecurangan (fraud) adalah salah saji yang disengaja. Dua contoh
kekeliruan antara lain kesalahan perhitungan harga dikalikan dengan kuantitas pada faktur
penjualan dan salah melihat bahan baku yang lama dalam menentukan nilai persediaan
dengan yang terendah antara harga perolehan atau harga pasar.
Untuk kecurangan, dapat dibedakan antara misapropriasi aktiva (misappropriation of
assets) yang seringkali disebut sebagai penyalahgunaan atau kecurangan karyawan serta
pelaporan keuangan yang curang (fraudulent financial reporting) yang sering kali disebut
sebagai kecurangan manajemen. Suatu contoh misapropriasi aktiva adalah pengambilan kas
oleh klerk pada saat penjualan yang curang dan tidak memasukkannya kedalam register kas.
Contoh pelaporan keuangan yang curang adalah dengan sengaja melebihsajikan penjualan
menjelang tanggal neraca untuk meningkatkan laba yang dilaporkan.
Skeptisme professional SAS 1 (AU 230) mensyaratkan bahwa audit dirancang sedemikian
rupa agar dapat memberikan kepastian yang layak untuk mendeteksi baik kekeliruan maupun

kecurangan yang material dalam laporan keuangan. Untuk mencapainya, audit harus
direncanakan dan dilaksanakan dengan sikap skeptisme professional atas semua aspek
keuangan. Skeptisme professional adalah sikap yang penuh dengan keingintahuan serta
penilaian kritis atas bukti audit. Auditor tidak mengasumsikan bahwa manajemen bersikap
tidak jujur, tetapi kemungkinan mereka bersikap tidak jujur harus tetap dipertimbangkan.
Pada saat yang sama, auditor juga tidak boleh mengasumsikan bahwa manajemen tidak
diragukan lagi kejujurannya.
Para auditor menghabiskan sebagian besar waktunya untuk merencanakan dan
melaksanakan audit guna mendeteki kesalahan yang dilakukan secara tidak sengaja oleh
manajemen maupun para karyawan. Auditor menemukan berbagai kesalahan atau kekeliruan
yang berasal dari hal hal seperti kesalahan kalkulasi, penghilangan, kesalahpahaman dan
misaplikasi standar akuntansi serta pengikhtisaran dan deskripsi yang tidak benar. Dibagian
selanjutnya dari buku ini, kita akan membahas bagaimana auditor merencanakan dan
melaksanakan audit untuk mendeteksi kekeliruan maupun kecurangan.
Standar auditing tidak membedakan antara tanggung jawab auditor untuk mencari
kekeliruan dan kecurangan. Dalam kedua kasus, auditor harus memperoleh kepastian yang
layak tentang apakah laporan keuangan telah bebas dari salah saji yang material. Standar itu
juga mengakui bahwa kecurangan sering kali lebih sulit dideteksi karena manajemen atau
karyawan yang melakukan kecurangan akan berusaha menyembunyikan kecurangan itu.
Namun, kesulitan mendeteksi kecurangan ini tidak mengubah tanggung jawab auditor untuk
merencanakan dan melaksanakan audit secara layak guna mendeteksi salah saji yang
material, baik disebabkan oleh kekeliruan ataupun kecurangan.
Kecurangan yang berasal dari pelaporan keuangan yang curang versus misapropriasi
aktiva. Pelaporan keuangan yang curang dan misapropriasi aktiva berpotensi merugikan para
pemakai laporan keuanganu, tetapi ada perbedaan penting diantara keduanya. Pelaporan
keuangan yang curang akan merugikan para pemakai karena menyediakan informasi laporan
keuangan yang tidak benar untuk membuat keputusan. Apabila aktiva disalahgunakan atau
dimisapropriasi para pemegang saham, kreditor serta pihak lainnya akan dirugikan karena
aktiva tersebut tidak lagi menjadi miliki pemiliknya yang sah.
Secara umum, pelaporan keuangan yang curang dilakukan oleh pihak manajemen yang
terkadang tanpa sepengetahuan para karyawan. Manajemen adalah pihak yang membuat
keputusan akuntansi dan pelaporan tanpa melibatkan para karyawan. Contohnya adalah
keputusan untuk menghapus catatan kaki yang penting tentang kasus litigasi yang ditunda.
Biasanya, tetapi tidak selalu terjadi, pencurian aktiva dilakukan oleh para karyawan,
bukan oleh manajemen dan nilainya sering kali tidak material. Namun, ada contoh contoh
kasus popular menyangkut misapropri aktiva yang bernilai sangat material yang dilakukan
oleh para karyawan dan manajemen.
Ada perbedaan penting antara pencurian aktiva dan salah saji yang diakibatkan oleh
pencurian aktiva ini. Perhatikan ketiga situasi berikut :
1; Aktiva dicuri dan pencurian tersebut ditutupi dengan menyajikan secara salah aktiva
tersebut. Sebagai contoh, kas yang ditagih dari pelanggan dicuri sebelum dicatat
sebagai penerimaan kas, dan piutang usaha atas nama pelanggan tersebut tidak
dikreditkan. Salah saji tersebut tidak terungkapkan.
2; Aktiva dicuri dan pencurian tersebut ditutupi dengan menyajikan pendapatan terlalu
rendah atau melebih sajikan beban. Sebagai contoh, uang kas yang diperoleh dari
penjualan tunai dicuri dan transaksi tersebut tidak penah dicatat. Atau, pengeluaran
yang tidak diotorisasi kepada seorang karyawan dicatat sebagai beban rupa rupa.
Salah saji tersebut tidak terungkapkan.

3; Aktiva dicuri, tetapi misapropriasi tersebut berhasil diungkapkan. Laporan laba rugi

dan catatan kaki yang terkait mengungkapkan dengan jelas misapropriasi ini.
Dalam ketiga situasi tersebut, memang ada misapropriasi aktiva, tetapi salah saji
dalam laporan keuangan hanya terjadi pada situasi 1 dan 2. Dalam situasi 1, neraca
mengandunug salah saji, sedangkan dalam situasi 2 pendapatan atau bebannya salah saji.
Tindakan illegal (tindakan yang melawan hokum) didefinisikan dalam SAS 54 (AU 317)
sebagai pelanggaran terhadap hokum atau peraturan pemerintah selain kecurangan. Dua
contoh tindakan illegal adalah suatu pelanggaran terhadap undang undang perpajakan
federal dan pelanggaran terhadap undang undang perlindungan lingkungan federal.
Tindakan Ilegal yang Berdampak Langsung. Pelanggaran atas UU dan peraturan tertentu
memiliki dampak keuangan yang langsung terhadap saldu akun tertentu dalam laporan
keuangan. Sebagai contoh pelanggaran terhadap undang undang perpajakan federal secara
langsung akan mempengaruhi beban pajak penghasilan dan utang pajak penghasilan.
Menurut SAS 54, tanggung jawab auditor atas tindakan illegal yang berdampak langsung ini
sama dengan tanggung jawab auditor atas kekeliruan dan kecurangan. Karena itu, dalam
melakukan setiap audit, umumnya auditor akan mengevaluasi apakah terdapat bukti bukti
yang mengindikasikan pelanggaran yang material atas undang undang perpajakan federal
atau Negara bagian. Untuk melakukan evaluasi ini auditor dapat membahasnya dengan
personil klien dan memeriksa laporan yang diterbitan oleh IRS (Dirjen Pajak) setelah selesai
memeriksa SPT Pajak Klien.
Tindakan Ilegal yang Berdampak Tidak Langsung. Sebagian besar tindakan illegal hanya
mempengaruhi laporan keuangan secara tidak langsung. Sebagai contoh, jika perusahaan
melanggar undang undang perlindungan lingkungan, laporan keuangan hanya akan
dipengaruhi jika harus membayar denda atau terkena sanksi. Dend atau saknsi material yang
potensial secara tidak langsung akan mempengaruhi laporan keuangan Karen menimbulkan
kebutuhan untuk mengungkapkan kewajiban kontinjen atas jumlah yang akhirnya mungkin
harus dibayar. Ini disebut tindakan illegal berdampak tidak langsung. Contoh lainnya dari
tindakan illegal yang mungkin hanya memiliki dampak tidak langsung adalah pelanggaran
atas peraturan perdagangan sekuritas oleh orang dalam, undang undang hak sipil dan
ketentuan tentang keselamatan karyawan. Standar auditing menyatakan bahwa auditor tidak
memberikan kepastian bahwa tindakan illegal yang berdampak tidak langsung akan
terdeteksi. Kurangnya auditor yang memiliki keahlian khusus dibidang hokum dan adanya
hubungan tidak langsung antara tindakan illegal dan laporan keuangan sering kali menjadi
tidak praktis bagi auditor untuk memikul tanggung jawab menemukan tindakan illegal
tersebut.
Auditor mempunyai tiga tingkat tanggung jawab untuk menemukan dan melaporkan
tindakan illegal.
Pengumpulan bukti jika tidak ada alasan untuk percaya bahwa ada tindakan illegal
yang berdampak tidak langsung. Banyak prosedur audit yang biasanya ditempuh pada
audit untuk mencari kekeliruan dan kecurangan dapat juga digunakan untuk mengungkapkan
tindakan illegal. Contohnya mencakup penelaahan atas notulen rapat dewan direksi dan
Tanya jawab dengan pengacara klien tentang litigasi atas proses pengadilan. Auditor juga
harus mewawancarai manajemen tentang kebijakan yang mereka tetapkan untuk mncegah
tindakan illegal dan apakah manajemen mengetahui bahwa ada undang undang atau

peraturan yang telah dilanggar oleh perusahaan. Selain prosedur ini, auditor tidak perlu
mencari tindakan illegal yang berdampak tidak langsung kecuali ada alasan untuk
mempercayai bahwa tindakan illegal tersebut terjadi.
Pengumpulan bukti dan tindakan lainnya apabila ada alasan untuk mempercayai
bahwa tindakan ilegal yang berdampak langsung atau tidak langsung telah terjadi.
Auditor dapat menemukan indkasin tindakan ilegal yang mungkin dengan berbagai cara.
Sebagai contoh, notulen rapat dapat mengindikasika bahwa sedang berlangsung proses
investigasi oleh sebuah lembaga pemerintah, atau auditor ungkun telah mengidentifikasi
sejumlah pembayaran yang bernilai besar dan tidak biasanya terjadi kepada konsultan atau
pejabat pemerintah.
Apabila auditor yakin bahwa sebuah tindakan ilegal mungkin telah terjadi, beberapa
tindakan akan diperlukann untuk menentukan apakah tindakan ilegal yang dicurigai benarbenar terjadi :
1; Pertama, auditor harus meminta keterangan kepada manajemen yang berada satu
tingkat di atasnya yang mungkin yang terlibat dalam tindakan ilegal yang potensial.
2; Auditor harus berkonsultasi dengan penasihat hukum kllien atau spesialis lainnya
yang mempunyai pengetahuan tentang tindakan ilegal yang potensial ini.
3; Auditor harus mempertimbangkan pengumpulan bukti audit tambahan untuk
menentukan apakah tindakan ilegal memang benar-benar terjadi.
Tindakan apabila auditor mengetahui suatu tindakan ilegal. Tindakan pertama yang
harus dilakukan apabila suatu tindakan ilegal telah diindentifikasi adalah mempertimbangkan
pengaruhnya terhadap laporan keuangan, termasuk kecukupan pengungkapan. Pengaruh
tersebut mungkin rumit dan sulit untuk diselesaikan. Sebagai contoh, pelanggaran terhadap
undang-undang hak sipil dapat menimbulkan denda yang sangat besar, tetapi hal itu juga
akan mengakibatkan hilangnya pelanggan dan karyawan kunci, yang dapat mempengaruhi
secara material pendapatan dan beban di masa depan. Jika auditor menyimpulkan bahwa
pengungkapan relatif terhadap tindkan ilegal tidk memadai, auditor harus memodifikasi
laporan audit sesuai dengan hal itu.
Auditor juga harus mempertimbangkan pengaruh dari tindakan ilegal seperti itu
terhadap hubungan kantor akuntan publik dengan manajemen, jika manjemen mengetahui
tindakan ilegal tersebut dn tidak menginformasikan terhadap auditor, maka perlu ditanyakan
apakah manajemen dapat dipercaya dalam diskusi-diskusi lainnya.
Auditor harus berkomunikasi dengan komite audit atau pihak lainnya yang mempunyai
wewenang yang sama untuk memastikan bahwa mereka mengetahui tindakan ilegal ini.
Komunikasi ini dapat secara lisa, sifat komunikasi dan diskusi tersebut harus
didokumentasikan dalam file audit, jika klien menolak untuk menerima laporan auditor yang
telah dimodifikasi atau gagal melakukan tindakan perbaikan yang tepat berkenaan dengan
tindakan ilegal tersebut, auditor mungkin perlu menarik diri dari penugasan. Jika klien audit
merupakan perusahaan publik, maka auditor juga harus melaporkan hal ini secara langsung
kepada SEC. Keputusan semacam itu rumit dan uumnya melibatkan konsultasi antara auditor
dengan penasihat hukumnya.
SIKLUS LAPORAN KEUANGAN
Audit dilalksanakan dengan membagi laporan keangan menjdi segmen-segmen atau
komponen yang lebih kecil. Pembagian ini membuat audit lebih mudah dikelola dan

membantu pembebanan tugas kepada setiap anggota tim audit. Sebagi contoh, sebagian
auditor memperlakukan aktiva tetap dan wesel bayar sebagai segmen yang berbeda. Setiap
segmen diaudit secara terpisah tapi bukan atas dasar yang benar-benar independen. (Sebagai
contoh, audit atas aktiva tetap dapat mengungkapkan adanya wesel bayar yang belum
tercatat.) Setelah audit atas setiap segmen inin selesai, termasuk keterkaitannya dengan
segmen lain, hasilnya lalu digabungkan.kemudian kesimpulan tentang laporan keuangan
tersebut secara keseluruhan dapat diperoleh.
Ada berbagai cara dalam mensegmentasi audit. Salah satu pendekatannya yaitu
memperlakukan setiap saldo akun dalam laporan keuangan sebagai segmen yang terpisah.
Segmentasi dengan cara seperti itu biasanya tidak efisien. Hal tersebut dapat mengakibatkan
audit yang independen terhadap aku yang saling terkait erat seperti persediaan dan harga
pokok penjualan.
Pendekatan Siklus untuk Mensegmentasi Audit
Cara yang umum untuk membagi udit adalah dengan tetap mempertahankan hubungan
yang erat antar jenis (atau kelas) transaksi dan saldo akun dalam segmen yang sama. Cara ini
disebut pendekatan siklus (cycle approach). Sebagai contoh, penjualan, retur penjualan,
penerimaan kas, dan penyisihan piutang tak tertagih adalah empat kelas transaksi yang
menyebabkan piutang usaha meningkat atau menurun. Karena itu, semua pos tersebut
merupakan bagian dari siklus penjualan dan penagihan. Demikian juga transaksi penggajian
dan gaji akrual merupakan bagian dari siklus penggajian dan personalia.
Logika dari pengguanaan siklus ini adalh bahwa hal itu terkait dengan cara transaksi
dicatat dalam jurnal dan diikhtisarkan dalam buku besar serta laporan keuangan. Gambar 6-3
menyajikan arus tersebut. Jika dianggap praktis, pendekatan siklus menggabungkan transaksi
yang dicatat dalam jurnal yang berbeda dengan saldo pada bukun besar yang dihasilkan dari
transaksi-transaksi tersebut.
Siklus yang disajikan dalam buku ini disajikan di bawah ini dan kemudian dijelaskan
secara rinci. Perhatikan bahwa setiap siklus tersebut begitu pentingnya sehingga satu atau
lebih bab nanti akan membahas audit atas setiap siklus itu :
Siklus penjualan dan penagihan
Siklus akuisisi dan pembayaran
Siklus penggajian dan personalia
Siklus persediaan dan pergudangan
Siklus akuisisi modal dan pembayaran kembali
Gambar 6-3. Arus Transaksi dari Jurnal ke laporan Keuangan
TRANSAKSI

JURNAL

Penjualan

Jurnal Penjualan

Penerimaan Kas

Jurnal Penerimaan
Kas

Akuisisi Barang &


Jasa

Jurnal Akuisisi

Pengeluaran Kas

Jurnal Pengeluaran
Kas

Jasa & Pembayaran


Gaji

Jurnal Penggajian

Alokasi dari
Penyesuaian

Jurnal Umum

BUKU BESAR, NERACA SALDO


DAN LAPORAN KEUANGAN

Buku Besar &


Buku Pembantu

Neraca (Saldo
Buku Besar)

Laporan Keuangan

Gambar 6-4 mengilustrasikan siklus-siklus itu pada audit dengan menggunakan neraca
saldo Hillsburg Hardware Company per tanggal 31 Desember 2007. (Laporan keuangan yang
disiapkan dari neraca saldo ini termasuk dalam sisipan di buku ini). Neraca saldo yang
digunakan untul enyiapkan laporan keuangan dan merupakan fokus utama dari setiap audit.
Biasanya, saldo akun tahun sebelumnya dimasukkan untuk tujuan komparatif, tetapi tidak
dimasukkan dalam gambar 6-4 agar dapat berfokus dalam siklus transaksi. Huruf yang
mewakili suatu siklus diperlihatkan bagi setiap akun pada setiap kolom paling kiri di samping
nama akun tersebut. Amatilah bahwa setiap akun sedikitnya memiliki satu siklus yang
berkaitan dengannya, dan hanya kas serta persediaan yang merupakan bagian dari dua atau
lebih siklus.
Akun-akun untuk Hillsburg Hardware Co. diikhtisarkan dalam tabel 6-1 menurut
siklus, dan mencakup jurnal dan laporan keuangan terkait diman akun-akun tersebut
dicantumkan. Observasi berikut ini memperluas informasi yang terdapat dalam tabel 6-1 :
Semua jurnal dan akun buku besar Hillsburg Hardware Co. akan dicantumkan
sedikitnya satu kali. Untuk perusahaan yang berbeda, jumlah dan judul jurnal serta
akun buku besar akan berbeda-beda, tetapi semuanya akan disertakan.
Beberapa jurnal dn akun buku besar akan dimasukkan dalam lebih dari satu siklus.
Apabila hal itu terjadi, ini berarti bahwa jurnal digunakan untuk mencatatat transaksi
dari lebih dari satu siklus dan mengindikasikan keterkaitan diantara siklus-siklus
tersebut. Akun buku besar paling penting yang dimasukkan dalam dan
mempengaruhi beberapa siklus adalah kas umum (kas pada bank). Kas umum
menghubungkan sebagian besar siklus.
Siklus penjualan dan penagihan adalah siklus pertama yang dicantumkan dan
merupakan fokus utama pada sebagian besar audit. Penagihan piutang usaha dalam
jurnal penerimaan kas adalah arus masuk operasi utama dalam kas bank.
Siklus akuisisi modal dan pembayaran kembali berkaitan erat dengan siklus akuisisi
dan pembayaran. Transaksi dalam siklus akuisisi dan pembayaran mecakup
pembelian persediaan, perlengkapan, dan barang serta jasa-jasa lain yang berkaitan
dengan operasi. Transaksi dalam siklus akuisisi modal dan pembayaran kembali
brkaitan dengan pembiayaan bisnis, seperti penerbitan saham atau surat hutang,
pembayaran dividen, dan pelunasan utang.
Meskipun jurnal yang sama digunakan untuk mencatat transaksi dalam siklus
akuisisi dan pembayaran serta akuisisi modal dan pembayaran kembali, akn
bermanfaat jika transaksi siklus akuisisi modal dan pembayaran kembali dipisahkan
ke dalam siklus transaksi yang terpisah. Pertama, siklus akuisisi modal dan
pembayaran kembali berkaitan dengan pembiayaan bisnis, bukan operasi. Kedua,
sebagian besar akun siklus akuisisi modal dan pembayaran kembali melibatkan
segelintir transaksi, tetapi masing-masing transaksi tersebut sering kali sangat
material dan karenanya, harus diaudit secara ekstensif. Dengan mempertimbangkan
kedua alasan tersebut, lebih nyaman jika kedua siklus tersebut dipisahkan.
Siklus persediaan dan pergudangan berkaitan erat dengan semua siklus lainnya,
khususnya bagi perusahaan manufaktur. Biaya persediaan mencakup bahan baku
(siklus akuisisi dan pembayaran), tenaga kerja langsung (siklus penggajian dan
personalia), dan overhead manufaktur (siklus akuisisi dan pembayaran serta

penggajian dan personalia). Penjualan barang jadi melibatkan siklus penjualan dan
penagihan. Karena persediaan bersifat material bagi kebanyakan perusahaan
manufaktur, maka meminjam sejumlah uang dengan menggunakan persediaan
sebagai jaminannya sudah menjadi lazim. Dalam kasus tersebut, siklus akuisisi
modal dan pembayaran kembali juga berkaitan dengan siklus persediaan dan
pergudangan. Persediaan diposisikan sebagai siklus yang terpisah karena berkaitan
dengan siklus lainnya dan karena, bagi sebagian besar perusahaan manufaktur serta
perusahaan eceran, persediaan biasanya sangat meterial dan sering kali rumit untuk
diaudit.
Hubungan antara Berbagai Siklus
Gambar 6-5 mengilustrasikan hubungn antara lima siklus di atas dan kas umum. Perhatikan
bahwa siklus-siklus itu tidak memiliki titik awal atau titik akhir kecuali pada disposisi awal
dan akhir perusahaan. Sebuah perusahaan dimulai dengan memperoleh modal, yang
umumnya berbentuk kas. Dalam perusahaan manufaktur, kas digunakan untuk membeli
bahan baku, aktiva tetap, dan barang serta jasa yang berkaitan guna membuat persediaan
(siklus akuisisi dan pembayaran). Dengan alasan yang sama, kas juga digunakan untuk
memperoleh tenaga kerja (siklus penggajian dan personalia). Akuisisi dan pembayaran serta
pembayaran upah dan personalia memiliki sifat yang sma, tetapi fungsi-fungsinya cukup
berbeda untuk