Anda di halaman 1dari 24

Indah Kusumaningrum S

20070310051

PENDAHULUAN
Hemoroid --> insidensi 4,4% jumlah
penduduk.
Laki-laki dan perempuan sama
peluangnya.
Insidensi meningkat sebanding usia,
50% diatas 50 tahun.
Terapi bedah : konvensional, laser,
stapler.

TINJAUAN PUSTAKA
Hemoroid --> pelebaran vena vena di
pleksus hemoroidalis. Patologi -->
ruptur, trombosis, radang, ulserasi, dan
nekrosis.
Anatomi & Fisiologi refrat jadi\BAB
II.docx

Klasifikasi : Interna & Eksterna


Interna :
I : benjolan kecil didalam kanalis anal pada
saat vena vena mengalami distensi
ketika defekasi.
II : Benjolan-> mengejan-->keluar, selesai
defekasi--> masuk lagi.
III : Benjolan-->tidak masuk spontan->masuk dengan tangan.
IV : berlangsung lama dan luas-->tidak
bisa dimasukkan lagi.

Eksterna :
Akut : pembengkakan kebiruan -->
hematom-->nyeri-->reseptor nyeri pada
kulit.
Kronik : skin tag-->satu atau lebih
lipatan kulit anus--> jaringan
penyambung dan sedikit pembuluh
darah.

Etiologi :
1. Obstruksi v.hemoroidalis superior, ex :
sirosis hepatis, trombosis vena porta.
2. non obstruksi : herediter, anatomis,
pekerjaan, peningkatan tekanan intra
abdomen.
3. Ibu hamil : tumor intraabdomen, kelembapan
vena karena hormonal, mengejan partus.

Manifestasi klinis :
1. Perdarahan saat defekasi.
2. Prolaps massa pada defekasi.
3. Lendir.
4. Iritasi kulit perianal.
5. Gejala anemia sekunder.

Diagnosis
Inspeksi : derajat I-->normal
derajat II-->pembengkakan
anterior kanan
derajat III&IV-->massa menonjol
dilubang anus.
Palpasi : awal-->tak teraba
prolaps-->teraba
primary sites of morgan : jam 3,7,11.
Anoskopi : untuk hemoroid yang tidak
menonjol.
Proktosigmoidoskopi : membedakan dengan
radang dan keganasan.

Komplikasi dan Diagnosis Banding


* Komplikasi :
Perdarahan, trombosis,
strangulasi.
* Diagnosis banding :
karsinoma kolorektum, penyakit divertikel,
polip, colitis ulserosa.

Terapi
Non Operatif :
1. Diet : makanan berserat tinggi.
2. Skleroterapi : 5% fenol dalam minyak nabati->injeksi jaringan dibawah hemoroid.
3. Ligasi karet gelang (baron).
4.Krioterapi (bedah beku).
5. Transproctoscopie Doppler Ultrasound
Haemorroidal Artery Ligation (TDUHAL).
6. Infra Red Coagulation (IRC) / Koagulasi Infra
Merah
7. Generator Galvanis :arus listrik searah dengan
baterai.
8. Bipolar diatermi.

Operatif
Bedah Konvensional
1. Miligan Morgan : massa hemoroid->hemostat-->retraksi dari rektum->jahitan proksimal plexus hemoroidalis->hemostat 2-->distal hemoroid-->incisi
elips mukosa-->eksisi hemoroid->hemostatis-->tutup mukosa dan kulit
anus.

2. Ferguson :
Modifikasi miligan morgan-->incisi tertutup
total-->benjolan ditampakkan dengan
anoskop-->eksisi dan ligasi pada posisi
anatomisnya.

3. Whitehead :
mengupas seluruh hemoroid dengan
membebaskan mukosa dari submukosa
dan mengadakan reseksi sirkuler
terhadap mukosa daerah itu. Lalu
mengusahakan kontinuitas mukosa
kembali.

4. Langenbeck
hemoroid internus-->jepit radier klem->jahitan jelujur di bawah klem dg 2.0->eksisi jaringan diatas klem-->lepas dan
jepitan jelujur dibawah klem diikat.
Tehnik ini lebih sering digunakan karena
caranya mudah dan tidak mengandung
resiko pembentukan jaringan parut
sekunder yang dapat menimbulkan
stenosis.

Stapler:
jaringan hemoroid prolaps didorong ke
atas dengan dilator-->jahitkan ke tunika
mukosa dinding anus--> stapler
dimasukkan ke dalam dilator-->stapler->gelang titanium-->selipkan dalam
jahitan dan ditanamkan di bagian atas
saluran anus untuk mengokohkan posisi
jaringan hemoroid tersebut.

jaringan hemoroid berlebih masuk ke dalam


stapler-->putar sekrup yang terdapat pada
ujung alat-->memotong jaringan yang
berlebih secara otomatis--> suplai darah ke
jaringan tersebut terhenti sehingga jaringan
hemoroid mengempis dengan sendirinya.

Pembahasan
Stapled vs Excision
Hemorrhoidectomy Long
term Results of a
Prospective Randomized
Trial

Sample:
44 pasien dengan hemoroid derajat 2
dan 3 secara acak dilakukan pengobtan
menggunakan kedua tehnik tersebut.
Semua pasien diukur perkembangannya
selama 1 sampai 3 minggu dan 12 bulan
setelah operasi.

Perbandingan :
1.lamanya waktu operasi
2. nyeri post operasi ( diukur menggunakan
visual analog scale)
3. lamanya hari dirawat di Rumah Sakit
4. gambaran histologi
5. mobiditas
6. kebiasaan buang air besar
7. waktu sembuh ( dilihat dari kecepatan
kembali bekerja)
8. kekambuhan penyakit selama 1 tahun.

Hasil:
1. waktu operasi turun (30vs43.45)
2. mengurangi nyeri post-op pada hari ke4 pertama
3. lebih cepat aktivitas (6,7vs20,7)
4. komplikasi (15&vs20%)
5. angka kekambuhan, dan lamanya
dirawat sama

Long-term
outcomes
of
stapled
hemorrhoidopexy
vs
conventional
hemorrhoidectomy: a meta-analysis of
randomized controlled trials
review artikel yang berjudulStapled
versus
conventional
surgery
for
hemorrhoids

pasien
dengan
SH
cenderung
mengalami
kekambuhan
penyakit
hemoroid dibandingkan dengan CH.
Terdapat 37 pasien yang mengalami
kekambuhan dari 479 pasien setelah
dilakukan SH, sedangkan dari 476
pasien dengan tehnik operasi CH
didapatkan 9 pasien yang mengalami
kekambuhan.