Anda di halaman 1dari 25

SKENARIO 1

(DOKTER GIGI KELUARGA)


Desa Maju Terus adalah desa di bagian pesisir yang sebagian besar
penduduknya bekerja di sektor swasta. Untuk mengatasi masalah kesehatan gigi
mereka sering terbentur biaya. Mereka berobat apabila kondisinya sudah parah
sehingga biaya perawatan yang dibutuhkan semakin mahal. Solusi untuk
mengatasi ini adalah dengan mengadakan program dokter gigi keluarga. Program
dokter gigi keluarga menekankan pada pelayanan promotif dan preventif dan tetap
memberikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif bila diperlukan.
STEP 1 (Identifikasi Kata-kata Sulit)
1. Dokter Gigi Keluarga
Dokter gigi yang memiliki keluarga binaan untuk upaya pelayanan
kesehatan

dengan

sistem

holistik,paripurna,dan

proaktif

dalam

memecahkan permasalah kesehatan yang dihadapi keluarga tersebut.


Paripurna yaitu mencakup preventif, kuratif, rehabilitatif dan promotif.
Proaktif menyangkut pelayanan kesehatan gigi dan mulut dasar. Suatu tim
yang terdiri dari dokter gigi dan perawat gigi yang terdiri dari dokter gigi
dan perawat gigi yang bertujuan meningkatkan kesehatan gigi dan mulut.
2. Program Dokter Gigi Keluarga
Suatu upaya pelayanan kesehatan gigi dan mulut berpusat pada suatu
individu dalam suatu keluarga binaan. pelaksanaanya secara paripurna
yang tetap memperhatikan resiko dan rujukan demi tercapainya kesehatan
gigi dan mulut yang optimal
STEP 2 (Perumusan Masalah)
1. Apa ciri khas dokter gigi keluarga?
2. Apa tujuan pelayanan dokter gigi keluarga?
3. Bagaimana prinsip pelayanan dokter gigi keluarga?

1|Page

4. Apa peran, fungsi, dan manfaat dari dokter gigi keluarga?


5. Bagaimana sasaran dari dokter gigi keluarga?
6. Bagaimana ruang lingkup dari dokter gigi keluarga? (menyangkut
pelayanan dan program)
7. Bagaimana tata cara perizinan menjadi dokter gigi keluarga?
8. Bagaimana sumber biaya dari program dokter gigi keluarga?
STEP 3 (Jawaban Rumusan Masalah)
1. Ciri khas dokter gigi keluarga

Orientasi pada pencegahan penyakit gigi dan mulut

Pendekatan menyeluruh dan berkelanjutan

Dokter gigi memiliki pengetahuan tentang hubungan psikologis dan


kondisional (mengenai keadaan pasien )

Berorientasi pada komunitas melalui kesehatan ( proaktif mendatangi


keluarga sesuai indikasi kesehatan gigi dan mulut)

Rencana perawatan dan asuhan sesuai dengan lingkup dokter gigi keluarga

Semua anggota keluarga binaan mendapatkan pelayanan (keluarga sehat


ataupun keluarga sakit)

Dokter gigi memiliki kemampuan merujuk yang handal dan mengetahui


tempat merujuk di daerah tersebut

Mengetahui epidemologi penyakit daerah tersebut, serta mampu


memberikan pelayanan pada kondisi kegawatdaruratan dan mengetahui
rumah sakit terdekat apabila kegawatdaruratan tidak bisa ditangani

2. Tujuan pelayanan dokter gigi keluarga

Menciptakan kemandirian keluarga dalam menjaga kesehatan gigi


dan mulut

Terpenuhinya kebutuhan keluarga dalam memperoleh pelayanan


kesehatan gigi dan mulut secara optimal

Tertatanya manajemen pelayanan dari dokter gigi keluarga

2|Page

Mengusahakan pelayanan yang bermutu dan terjangkau


Meningkatkan profesionalisme dokter gigi
Mampu membangun paradigma sehat pada keluarga binaan
3. Prinsip Pelayanan

Dokter gigi sebagai first contac dan personal care (mengetahui


kondisi dan situasi sosial , ekonomi dan budaya dari keluarga
binaan)

Berprinsip menciptakan dan menanamkan paradigma sehat pada


keluarga binaan.

Pelayanan berkelanjutan, tidak hanya berpusat pada pelayanan


promotif dan preventif

Mengetahui latarbelakang pasien

Memiliki kolaborasi dan koordinasi dengan staf dan perawat

Prinsip

pelayanan

yang

mengutamakan

pencegahan

untuk

mencegah pasien berobat saat parah

Dalam pelayanan menyesuaikan finansial dari keluarga masingmasing

Pelayanan secara menyeluruh (rekam medik keluarga)

Menjaga kerahasiaan pasien atau keluarga binaan

3. Peran dokter gigi keluarga

sebagai pemberi pelayanan kesehatan gigi dan mulut

koordinator pelayanan kesehatan gigi dan mulut

bekerja secara harmonis pada keluarga binaan

memberikan rujukan pada unit yang berfasilitas lebih

A. Fungsi dokter gigi keluarga


o Sebagai pelindung resiko masalah kesehatan gigi dan mulut
o Penghemat biaya kesehatan
o Sumber informasi dan edukasi
o Sebagai first contact yang melayani kesehatan gigi dan mulut

3|Page

o Meningkatkan kualitas kesehatan keluarga binaan


o Sebagai advokasi keluarga binaan
B. Manfaat dokter gigi keluarga
o Terpenuhinya pelayanan kesehatan gigi dan mulut
o Memudahkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut
o Terkendalinya biaya pelayanan kesehatan
o Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut

C . Sasaran
o Masyarakat umum sampai keluarga
o Dinak Kesehatan dan profesi terkait

D. Ruang Lingkup
Pelayanan darurat :
o Basic Live Support
o Untuk mengurangi rasa sakit, infeksi dsb
o Disposisi sendi rahang
-

Pelayanan Preventif :
o Pengetahuan Kesehatan gigi dan mulut
o Menghilangkan kebiasaan buruk
o Penanganan dini

Pelayanan dasar

o Tumpat
o Ekstraksi
o Endo
-

Medik Khusus :
o Konservasi
o Periodonsi
o Pedodonsi
o Bedah Mulut
o Ortodonsi

4|Page

o Prostodonsi
o Oral Medicine
-

Pengembangan

: Berdasarkan permasalahan kesehatan gigi dan

mulut dan disesuaikan dengan kemampuan dokter gigi keluarga


7. Tata cara perizinan dokter gigi keluarga
Memiliki SIP dan sertifikat dokter gigi keluarga serta telah memperoleh
pendidikan yang dinyatakan lulus dari PKGK
Memiliki STR diakui secara 5okum registrasi ulang 5 tahun sekali yang didapat
dari konsil kedokteran Indonesia
9. Pembiayaan
JPKM (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat)
WHO menyarankan 5% dari PBD dianggarkan untuk pembiayaan kesehatan. Di
Indonesia dari 5% ,30% nya diperoleh dari pemerintah dan 70% diperoleh dari
swasta

5|Page

STEP 4 (MAPPING)

Perizinan menjadi Dokter Gigi Keluarga

Tujuan

Prinsip

Peran,
Fungsi,
manfaat

Dokter Gigi Keluarga

Standar Kompetensi Dokter


Gigi Keluarga

Program Dokter Gigi Keluarga

Sumber Dana

Ruang
Lingkup

Kedudukan

Sasaran

Terciptanya Kesehatan Gigi dan Mulut


Masyarakat yang Optimal

6|Page

STEP 5 (Learning Object)


1. Mahasiswa mampu memahami perizinan menjadi dokter gigi keluarga
2. Mahasiswa mampu memahami standar kompetensi menjadi dokter gigi
keluarga
3. Mahasiswa mampu memahami sumber dana dari program dokter gigi keluarga
4. Mahasiswa mampu memahami program dokter gigi keluarga
a. Tujuan
b. Prinsip
c. Peran, fungsi dan manfaat
d. ruang lingkup
e. kedudukan program dokter gigi keluarga
f. sasaran dari program dokter gigi keluarga
PR
1. Bagaimana kondisi umum kesehatan gigi dan mulut masyarakat daerah pesisir?

7|Page

STEP 7 (Pembahasan dari LO dan PR)


JAWABAN PR
1.

Masyarakat Pesisir Pantai

Sumber Air

Usia

Kandungan Sumber Air

Pekerjaan

Perilaku

Pendidikan

Penyakit
Periodontal

Personal
Hygene

Perawatan Masalah
Kesehatan Gigi

Penyakit
Periodontal

Karena air di daerah pesisir cenderung asin dan sebagian besar wilayah
pesisir masih kurang terjangkau oleh aliran air dari PDAM, maka masyarakat
daerah pesisir banyak mengkonsumsi air sumur gali pada kehidupan sehariharinya. Karakteristik dari sumur gali adalah memiliki kandungan mineral yang
semakin tinggi apabila dilakukan penggalian makin dalam. Kandung kalsium dan
phosphat pada air sumur gali cukup tinggi, sehingga hal ini mempercepat
pembentukan kalkulus bagi yang mengkonsumsinya. Tidak hanya itu, makanan
yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat pesisir adalah ikan laut yang banyak
mengandung kalsium dan phosphor. Jika kebersihan mulut kurang terjaga, maka
terbentuklah plak. Plak ini akan dengan cepat berubah menjadi kalkulus apabila
masyarakat tersebut banyak mengkonsumsi makanan dan minum yang
mengandung kalsium dan fosfor yang cukup tinggi. Kelenjar ludah akan

8|Page

memproduksi liur yang semakin kental, sehingga semakin cepatlah pembentukan


dari kalkulus.
Pekerjaan masyarakat pesisir yang sebagian besar adalah sebagai nelayan
juga sangat berpengaruh terhadap kebersihan gigi dan mulut. Sebagai nelayan,
kepedulian akan kesehatan gigi dan mulutnya sangat rendah, karena mereka
berpenghasilan kecil dan tidak menjaga kebersihan karena pola kerja yang
berangkat malam dan pulang pagi hari. Selain itu, sebagian besar nelayan
merokok untuk menghilangkan rasa bosan dan dingin pada malam hari saat
melaut, sehingga kebersihan gigi dan multnya kurang terjaga.
Tingkat pendidikan yang rendah, kurangnya pengetahuan tentang
kesehatan gigi dan mulut serta jauhnya layanan kesehatan dari daerah pesisir juga
semakin memperburuk dari kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat daerah
pesisir.

LO. 1 Perizinan Praktik Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga


Perizinan pelayanan praktik dokter gigi keluarga merupakan syarat utama yang
harus dimiliki oleh seorang dokter gigi keluarga. Perizinan pelayanan praktik ini
bertujuan unutk menjamin terselenggaranya pelayanan dokter gigi keluarga yang
bermutu, aman, dan nyaman bagi pihak masyarakat. Berikut ini adalah syarat
syarat yang harus di miliki oleh penyelenggara dalam memenuhi persyaratan
perizinan praktek.
1. Penyelenggara
Perizinan praktik dokter gigi keluarga dapat diberikan kepada pihak yang
menyelenggarakan pelayanan dalam bentuk :
a. Perorangan/ Praktek solo
Praktek dokter gigi keluarga yang diselenggarakan oleh 1 orang dokter
gigi keluarga
b. Praktek berkelompok

9|Page

Praktek dokter gigi keluarga yang diselenggarakan oleh beberapa


dokter/ dokter gigi keluarga
Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pemohon izin praktik dokter gigi
keluarga adalah memenuhi standar praktik meliputi :
a. Tenaga pelaksana ( medis, paramedic dan non medis yang memenuhi
kualifikasi tertentu sesuai standar profesi dan pelayanan dokter gigi
keluarga
b. Sarana dan prasarana yang memadai sehingga memungkinkan
pelayanan dokter gigi keluarga dan semua aspek pelayanannya mampu
dilaksanakan
c. Manajemen praktik yang mendukung terlaksananya pelayanan dokter
gigi keluarga yang sesuai standar pelayanan.
2. Kewenangan pemberi izin
Pemberian izin dilakukan oleh instansi yang berwenang . yaitu
menurut UU No. 32. Tahun 2004 tentang otonomi daerah, UU no 29 tahun
2005, perkonsil no. 1 tahun 2005 serta Permenkes 1419/2005, maka
pemberian izin bagi dokter dan dokter gigi termasuk dokter gigi keluarga
ini adalah pemerintah kewenangan Kabupaten/Kota.
Dinas kesehatan kabupaten/kota bertanggung jawab terhadap
terselenggaranya pelayanan kedokteran gigi keluarga dengan peran :
1. Menerima, memproses, memberikan dan menerbitkan izin baru
praktik dokter gigi keluarga
2.

Menerima,

memproses,

memberikan

dan

menerbitkan

Perpanjangan izin praktik dokter gigi keluarga


3. Bersama dinas kesehatan propinsi, Organisasi profesi dan lintas
sector melakukan pembinaan, pengawasan dan pengendalian
pelaksanaan praktek dokter gigi keluarga
4. Menolak pemberian izin baru atau perpanjangan izin praktik
dokter gigi keluarga

10 | P a g e

5. Mencabut izin praktik dokter gigi keluarga yang tidak


memenuhi krtrntuan dan standar yang berlaku.
Tata Cara Perizinan
a. Perizinan Praktik Dokter Gigi Keluarga Dilaksanakan Melalui :
1. Sertifikasi
Sertifikasi merupakan pengakuan akan kompetensi yang dimiliki
seseorang. Sertifikasi ini diberikan oleh lembaga yang menyelenggarakan
pendidikan dokter gigi, dalam hal ini adalah FKG, Kolegium Kedokteran
Gigi Indonesia (KKGI), PDGI, dan Depkes.

2. Registrasi
Registrasi adalah pencatatan resmi terhadap dokter gigi yang telah
memiliki sertifikat kompetensi dan telah mempunyai kualifikasi tertentu
lainnya serta diakui secara hukum untuk melakukan tindakan profesinya.
STR ini berlaku 5 tahun dan dapat diregistrasi ulang tiap 5 tahun dengan
tetap memenuhi persyaratan- persayaratan.
Yang dimaksud dengan sertifikasi kompetensi adalah surat tanda
pengakuan terhadap kemampuan dokter gigi untuk menjalankan praktik
kedokteran di seluruh Indonesia setelah kompetensi.
Untuk memperoleh STR Dokter Gigi Keluarga oleh Konsil
Kedokteran Indonesia maka seorang dokter gigi keluarga harus :
a. Memiliki ijazah dokter gigi dan sertifikat pelatihan dokter gigi keluarga
b. Mempunyai surat pernyataan telah mengucapkan sumpah/ janji dokter
gigi
c. Memiliki surat keterangan sehat fisik dan mental dari dokter yang
memiliki SIP
d. Memiliki sertifikat kompetensi dokter gigi keluarga
e. Membuat pernyataan akan mematuhi dan melaksanakan ketentuan etika
profesi

11 | P a g e

3. Lisensi/ SIP
Lisensi atau SIP adalah bukti tertulis yang diberikan pemerintah
kepada dokter gigi yang telah diregistrasi setelah memenuhi persyaratan
yang berlaku.
b. Tata Cara Pengajuan Permohonan Izin
1) Praktek perorangan
a. Pemohon

mengajukan

permohonan

kepada

Kepala

Dinas

Kesehatan Kabupaten/Kota setempat dengan melampirkan :

Foto copy kartu tanda penduduk

Foto copy SK PNS/POLRI/Pensiunan/TNI/BUMN

Denah ruangan dan denah lokasi tempat praktek

b. Foto copy STR Dokter Gigi yang di terbitkan oleh konsil


kedokteran Indonrangka masa bakti atau surat bukti yang masih
berlaku yang dilegalisir oleh penjabat yang berwenang
c. Surat pernyataan mempunyai tempat praktik
d. Surat rekomendasi dari PDGI
e. Foto copy surat keputusan penempatan dalam rangka masa bakti
atau surat bukti telah selesai menjalankan masa bakti atau surat
keterangan menunda masa bakti yang di legalisir oleh penjabat
yang berwenang
f. Pas photo berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 2 (dua) lembar dan 3 x
4 sebanyak 1 (satu) lembar
2) Praktek berkelompok
a. Surat permohonan izin penyelenggaraan praktik berkelompok
kedokteran gigi keluarga
b. Foto copy akte notaris pendirian yayasan/badan hokum
c. Studi kelayakan yang memuat antara lain jenis pelayanan yang
dierikan dengan denah bangunan dan denah lokasi/ lingkungan

12 | P a g e

d. Foto copy tanda bukti penggunaan bangunan bangunan


minimal 5 tahun
e. Foto copy surat izin gangguan (H0)/ Surat izin tempat usaha
(SITU)
f. Surat pernyataan dari pemohon untuk mentaati peraturan yang
berlaku dengan materai
g. Struktur organisasi
h. Daftar ketenangan beserta fotocopy ijazah
i. Data kepegawaian penanggung jawab praktek berkelompok.
Surat pengangkatan sebagai penanggung jawab klinik
Surat pernyataan tidak keberatan / kesanggupan sebagai
penanggung jawab, dengan materai
Surat pernyataan tidak keberatan dari atasan langsung tempat
bekerja
Foto copy SIP dan surat persetujuan tempat praktik (SPTP)
yang masih berlaku
Pas foto terbaru 4 x 6 2 lembar
j. Data kepegawaian dokter / dokter gigi keluarga:
Foto copy surat ijin pratek dan
Surat persetujuan tempat praktik yang masih berlaku
k. Data kepegawaian paramedis / umum
Foto copy ijazah terakhir
Surat izin kerja (SIK) dan surat Izin perawat gigi (SIPG) bagi
perawat gigi
l. Daftar tariff pelayanan medis
m. Surat perjanjian rujukan dengan rumah sakit terdekat
n. Daftar alat alat kedokteran / kedokteran gigi sesuai dengan
pelayanan yang di laksanakan
o. Daftar obat obatan yang digunakan
p. Wajib mengikuti standart perizinan kedokteran gigi keluarga
q. Wajib mengikuti standar pelayan kedokteran gigi keluarga

13 | P a g e

r. Setiap tindakan kedokteran gigi keluarga harus mendapat


persetujuan pasien
s. Persetujuan diberikan setelah pasien meandapat penjelasan
lengkap (diagnosis,tindakan medis,tujuan tindakan, risiko,
alternative lain, prognosis)
t. Wajib membuat rekam medis (dibubuhi nama, waktu,
tindakan)
u. Wajib menyipan rahasia kedokteran gigi keluarga
v. Wajib menyelenggarakan kendali mutu dan biaya
w. Wajib memberi laporan ke puskesmas
LO 2. Kompetensi Dokter Gigi Keluarga
Berdasarkan ruang lingkup kerja dokter gigi keluarga, dapat diambil kopetensi
spesifik yang harus dimiliki oleh seorang dokter gigi keluarga.
1. Pada fase janin, yang meliputi proses tumbuh kembang. Kompetensi yang
diperlukan adalah analisis gizi dan diet, konseling
2. Pada fase ibu hamil, yang meliputi keberadaan abnormalitas hormonal,
penyakit gigi dan mulut, kebersihan rongga mulut, perilaku dan motivasi
calon ibu. Kompetensi yang harus dimiliki adalah modifikasi perilaku dan
kebiasaan, identifikasi faktor resiko.
3. Pada fase anak-anak, yang meliputi masalah klinis pedodonsia, kebiasaan
buruk anak,awal masalah maloklusi. Kompetensi yang diperlukan adalah
penatalaksanaan pasien anak, perubahan perilaku, Orthodontic diagnosis
dini dan perawatan yang segera.
4. Pada fase bapak, meliputi penyakit sistemik, penyakit gigi dan mulut,
merokok, stress, pembiayaan kesehatan keluarga, pengambilan keputusan
keluarga. Kompetensi yang diperlukan Intervensi klinik pasien dewasa,
kontrol terhadap perokok, manajemen stress, manajemen faktor resiko,
pengaturan dana kesehatan keluarga.

14 | P a g e

5. Hubungan doker dengan pasien, meliputi rasa takut, cemas, ketidak


puasan, ketidak percayaan. Kompetensi yang diperlukan, manajemen
ketakutan dan kecemasan, komunikasi dan edukasi, penataan klinik yang
nyaman,, perawatansesuai S.O.P serta diagnosis dan perawatan klinik.
6. Manajemen, meliputi manajemen data kepenyakitan, pembiayaan, data
SDM, data fasilitas dan logistik, pengolahan limbah. Kompetensi yang
perlu dimiliki adalah manajemen data epidemiologis klinis, manajemen
sumber daya manusia, manajemen logistik, manajemen limbah.
Penjelasan diatas memerlihatkan adanya kompetensi yang tumpang tindih
dengan kompetensi dokter gigi umum, namun tetap dapat dibedakan pada
tingkat pendalamannya berupa materi khusus misalnya pada analisis diet, dan
konseling, analisis, dan manajemen faktor resiko, yang berbasis tidak hanya
pada individu tetapi juga keluarga, analisis efektif-biaya, perencanaan,
pembiayaan kesehatan keluaga, perubahan perilaku keluarga, manajemen data,
dan pengendalian mutu.

LO 3. Sistem Pembiayaan
Bentuk pokok pembiayaan UKP (Upaya Kesehatan Perorangan) sebagaimana
tercantum dalam System Kesehatan Nasional ( SKN) adalah sebagai berikut :
1. Dana untuk UKP dari Individu dalam kestuan keluarga melalui JPK
(Jaminan Pemeliharaan Kesehatan) Wajib dan JPK Sukarela
2. Dana untuk UKP masyarakat rentan dan keluarga miskin dari pemerintah
melalui JPK wajib.
3. Dana dari masyarakat (dana sehat dan dana social keagamaan)
digunakanan untuk UKP dan UKM.
Jaminan kesehatan berfungsi untuk meningkatkan kemandirian masyarakat
dalam dan membiayai pemeliharaan kesehatan. Maka dari itu JPK pada

15 | P a g e

masyarakat miskin adalah JPK wajib, sehingga masyarakat miskin dapat


menyisihkan keuangan untuk pembiayaan kesehatan melalui JPK.
LO 4. Program Dokter Gigi Keluarga
a. Tujuan Program Dokter Gigi Keluarga

1. Memandirikan keluarga binaan untuk menjaga dan memelihara kesehatan


gigi dan mulut.
2. Terpenuhinya kebutuhan keluarga untuk memperoleh pelayanan kesehatan
gigi yang optimal,bermutu, terstruktur dan berkesinambungan.
3. Tertatanya pembiayaan dalam pelayanan kedokteran gigi keluarga.
4. Tertatanya administrasi dan manajemen pelayanan kedokteran gigi
keluarga.
5. Terbinanya

profesionalisme

dokter

gigi

keluarga

secara

berkesinambungan.

b. Prinsip Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga


Pelayanan kedokteran gigi keluarga sebagai upaya kesehatan perorangan
(UKP) strata pertama merupakan pelayanan paripurna dalam bidang
kesehatan gigi dan mulut yang bertujuan untuk meningkatkan status
kesehatan gigi dan mulut yang setinggi-setingginya dari penggunaan jasa
dalam konteks keluarga. Untuk itu dokter gigi keluarga selaku pemberi
layanan di tuntut memenuhi beberapa pelayanan dituntut untuk memenuhi
beberapa prinsip pelayanan kedokteran gigi keluarga yang merupakan
landasan berfikir dan bertindak yang professional. Prinsip pelayanan yang
di makasud adalah:

1. Dokter Gigi Kontak Pertama (First Contact)


Dokter gigi pemberi layanan kesehatan yang pertama kali ditemui pasien
dalam menyelesaikan masalah gigi dan mulut.

16 | P a g e

2. Layanan Bersifat Pribadi (Personal Care)


Dokter

gigi

memberikan

pelayanan

kepada

perorangan

dengan

memperhatikan bahwa setiap orang merupakan bagian dari keluarganya.


Dengan demikian keputusan medis tidak hanya dari aspek medis tetapi
juga dengan mempertimbangkan aspek social, budaya,dan ekonomi si
pasien beserta keluarganya.
3. Pelayanan Komprehensif
Dokter gigi keluarga harus member pelayanan secara menyeluruh dengan
pendekatan promotif, preventif dan rehabilitative, meskipun lebih
menekankan pada pelayanan kesehatan dengan pendekatan promotif dan
preventif.
4. Paradigma Sehat
Dokter gigi keluarga mampu mendorong masyarakat bersikap mandiri
dalam menjaga kesehatan mereka sendiri.
5. Pelayanan Berkesinambungan ( Continous care )
Pelayan dokter gigi keluarga berpusat pada pasien. Prinsip ini melandasi
hubungan jangka panjang antara dokter gigi dan pasien dengan pelayanan
kesehatan gigi dan mulut yang berkesinambungan dalam beberapa tahap
kehidupan pasien
6. Koordinasi dan Kolaborasi
Dokter gigi keluarga berperan sebagai coordinator dalam mengatasi
pasiennya. Selain itu, dokter gigi keluarga berperan sebagai kolaborator
apabila terdapat pasien yang membutuhkan pelayanan kesgilut diluar
kompetensinya.
7. Family and community oriented
Pelayanan dokter gigi keluarga memperhatikan latar belakang keluarga
dan komunitas dimana pasien tinggal atau bekerja.

c. Peran, Fungsi, dan Manfaat Dokter Gigi Keluarga

Peran Dokter Gigi Keluarga

17 | P a g e

1. Care Provider, yaitu pemberi pelayanan kesehatan gigi dan mulut.


2. Decision Maker, yang merupakan sebagai mitra yang beretika bagi
pasiennya dalam mengambil keputusan medis dengan memilih dan
menggunakan teknologi kedokteran gigi secara rasional berdasarkan
evidence based dentistry.
3. Communicator, sebagai ujung tombak dalam sistem pelayanan
kesehatan nasional dan berhadapan langsung dengan masyarakat yang
membutuhkan pelayanan kesehatan tingkat pertama.
4. Community Leader, adalah sebagai penggalang serta masyarakat.
5. Manager, merupakan koordinator pengatur dalam pemeliharaan
kesehatan gigi dan mulut pasien dan keluarganya dengan bekerjasama
dengan setiap individu dan institusi.
6. Berperan tidak hanya sebagai subjek yang mengeliminasi penyakit dan
kecacatan, tetapi juga sebagai subjek menuju kesehatan gigi dan mulut
yang optimal sehingga mutu pelayanan akan lebih terjamin,
7. Menganalisa kebutuhan pelayanan kesehatan gigi dan mulut keluarga
melalui proses identifikasi masalah kesehatan yang paling sering terjadi
pada suatu keluarga.

Fungsi Dokter Gigi Keluarga

1. Memberikan kemudahan mengakses pelayanan kesehatan. Karena


dengan adanya dokter gigi keluarga, layanan kedokteran gigi dapat
secara langsung diberikan secara lengkap dan paripurna.
2. Membantu mengendalikan biaya kesehatan dengan cara memberikan
pengetahuan tentang macam-macam perawatan, biaya, dampak, dan
keuntungan dari suatu perawatan, serta dengan cara memberikan
pengetahuan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai upaya
preventif sehingga dimasa depan tidak akan membutuhkan banyak
biaya untuk perawatan kesehatan gigi dan mulut.

18 | P a g e

Manfaat Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga

1. Terpenuhinya berbagai kebutuhan dan tuntutan layanan kesehatan gigi.


Pada pelayanan ini tersedia semua jenis pelayanan ini tersedia semua
jenis pelayanan berbagai kebuthan dan tuntutan jesehatan pasien serta
segenap angota keluarganya. Dimana setiap anggota keluarga memiliki
kebutuhan dan tuntutan kesehatan yang berbeda.
2. Memudahkan pelayanan kesehatan.pada pelayanan ini tersedia semua
jenis pelayanan kedokteran gigi yang menyebabkan pemanfaatan
pelayanan akan lebih mudh dilakukan
3. Biaya kesehatan lebih terkendali. Diselenggarakan

secara terpadu,

menyebabkan kemungkinan terjadinya tumpang tindih pelayanan


kedokteran gigi sangat berkurang
4. Mutu pelayanan akan lebih meningkat. Perhatian utama pelayanan ii
adalah pada klien sebagai manusia seutuhnya, serta pendekatan
bersifat holistic, sehingga mampu menyelesaikan berbagai masalah
kesehatan yang ditemukan dengan demikian penerima dan pemberi
pelayanan akan merasa lebih puas.
5. Bagi penyelengara pelayanan , kedokteran gigi keluarga merupakan
aternatif lahan praktek danpenghasialan. Ada kepastian biaya
pelayanan kesehatan gigi sehingga dokter gigi keluarga dapat
merencanakan pelayanan kesehatan pesertanya.

d. Ruang Lingkup Pelayanan Dokter Gigi Keluarga


Pelayanan kedokteran gigi keluarga dilaksanakan dengan pola
pelayanan berlapis melalui sistem rujukan berjenjang (level of care)
dengan pendekatan primary health care. Tujuan dari pelayanan ini adalah
untuk memberikan pelayanan yang menyeluruh dengan tingkat-tingkat
pelayanan yang dikaitkan dengan sumber daya yang ada di masyarakat.
Upaya ini dimaksudkan untuk menjaga fungsi gigi dan mulut
sebagai bagian dari sistem cerna yang sangat penting untuk kesehatan
seseorang, sebagai bagian dari sistem bicara, dan sebagai bagian dari

19 | P a g e

pembentukan estetika wajah. Di samping itu, menjaga kondisi gigi dan


mulut agar tidak menjadi sumber penyakit bagi organ lainnya, dan untuk
deteksi dini penyakit sistemik yang bermanifestasi di rongga mulut
Ruang lingkup kerja dokter gigi keluarga meliputi beberapa pelayanan
yaitu :

a. Pelayanan darurat / basic emergency care


Yaitu pelayanan darurat dasar yang harus dapat melayani siapa saja
dan dimana saja. Pelayanan yang diberikan yaitu :
1.

Pertolongan pertama pada keadaan darurat dan gawat darurat untuk


selanjutnya dilakukan rujukan bila perlu.

2.

Mengurangi rasa sakit atau mengeliminasi infeksi / pertolongan pertama


pada gigi dan mulut karena penyakit / cedera

3.

Reposisi dislokasi rahang

4.

Replantasi gigi

5.

Penyesuaian oklusi

b.

Pelayanan pencegahan / preventive care


Preventive care adalah pelayanan yang bersifat pencegahan.
Pelayanan ini terdiri dari pelayanan pencegahan yang ditujukan kepada
komunitas, pelayanan pencegahan yang ditujukan kepada kelompok, dan
pelayanan pencegahan yang ditujukan kepada individu.

Pelayanan pencegahan yang ditujukan kepada komunitas meliputi:


1.

Fluoridasi air minum.

2.

Pemasaran pasta gigi yang berfluor.

3.

Kampanyekesehatan gigi melalui media massa untuk memperbaiki


kesadaran, pengetahuan, sikap dan prilaku masyarakat.
Pelayanan pencegahan yang ditujukan kepada kelompok
meliputi:

20 | P a g e

1.

Promosi kesehatan gigi dan mulut melalui program pendidikan kepada


kelompok tertentu.

2.

Program pemberian tablet fluor.

3.

Program kumur-kumur dengan fluor dan gerakan sikat gigi massal.

4.

Pemberian fluor secara topikal.

5.

Fissure sealant.

6.

Pembersihan karang gigi (scalling).


Pelayanan pencegahan yang ditujukan kepada individu

meliputi:
1.

Pemeriksaan gigi dan mulut pada pasien perorangan, termasuk temuantemuan penyakit gigi dan mulut serta rujukan bila diperlukan.

2.

Memberi nasehat dan petunjuk kepada perorangan mengenai kebersihan


mulut, konsumsi fluor, diet, perilaku yang membahayakan kesehatan
dan pemeriksaan diri sendiri.

3.

Aplikasi fluor secara topikal.

4.

fissure sealant.

5.

Pembersihan karang gigi (scalling).

6.

Deteksi dini penyakit gigi; dan

7.

Penumpatan ART (Atraumatic Restorative Treatment).

b. Pelayanan medik gigi dasar / simple care


Simple Care merupakan suatu pelayanan profesional sederhana
atau pelayanan medik gigi dasar umum yang meliputi:
1.

Pembersihan karang gigi

2.

Ekstraksi tanpa komplikasi (gigi sulung persistensi/gigi tetap karena


penyakit/keperluan ortodonti)

3.

Tumpatan gigi (glass ionomer/komposit/kombinasi)

4.

Tindakan interseptik ortodontik

5.

Perawatan pulpa (pulpcapping/pulpotomi/perawatan saluran akar gigi


anterior) Penanganan dry socket.

6.

Mengobati ulkus recurent.


21 | P a g e

7.

Pengelolaan halitosis

8.

Pelayanan rujukan.

d. Pelayanan medik gigi khusus / moderate care


Yaitu suatu pelayanan profesional di bidang kedokteran gigi yang
advance atau pelayanan medik gigi dasar khusus seperti tingkat spesialistik
kedokteran gigi. Pelayanan dokter gigi keluarga meliputi bidang:
1.

Konservasi gigi

2.

Pedodonsia

3.

Periodonsia

4.

Bedah mulut

5.

Orthodonsia

6.

Prostodonsia

7.

Oral medicine

e. Sasaran Dokter Gigi Keluarga


Tahun 2010
1. Jumlah keluarga yang dibina dokter gigi keluarga (tim) mencapai 28% dari
penduduk dengan ketentuan bahwa :
a. 80% anggota keluarga binaan mampu mandiri menjaga dan memelihara
kesehatan gigi dan mulut
b. 80% anggota keluarga binaan dengan keluhan sakit/kelainan gigi,
memperoleh pelayanan yang optimal termasuk rehabilitasi
c. 80%

anak

usia

di

bawah

12

tahun

memperoleh

tindakan

pencegahan/perlindungan/diagnosis dini dan terapi yang tepat


2. 80% dokter gigi dan perawat gigi telah memperoleh pelatihan/pendidikan
dokter gigi keluarga, sehingga system administrasi dan manajemen
pelayanan dokter gigi keluarga memenuhi standar

22 | P a g e

KESIMPULAN

Dokter gigi keluarga adalah dokter gigi yang memberikan pelayanan


kesehatan gig dan mulut secara paripurna kepada suatu keluarga yang
menjadi tanggung jawabnya (keluarga binaan).

Kewenangan pemberian izin bagi dokter gigi keluarga menjadi tanggung


jawab dinas kesehatan kabupaten/kota.

Perizinan praktik dokter gigi keluarga dapat diberikan kepada pihak yang
menyelenggarakan pelayanan dalam bentuk perorangan/praktik solo dan
praktik berkelompok.

Perizinan praktik dokter gigi keluarga dilaksanakan melalui sertifikasi,


registrasi, serta lisensi/SIP.

Kompetensi spesifik yang harus dimiliki oleh seorang dokter gigi keluarga
meliputi pada fase janin, fase ibu hamil, fase anak-anak, fase bapak,
hubungan dokter dengan pasien, dan manajemen.

Pembiayaan/sumber dana dokter gigi keluarga berasal dari Jaminan


Pemeliharaan Kesehatan (JPK) sukarela.

Tujuan program dokter gigi keluarga adalah menciptakan keluarga yang


mandiri dan sadar akan kesehatan gigi dan mulutnya, terpenuhinya
kebutuhan kesehatan gigi dan mulut keluarga, tertatanya pembiayaan
pelayanan dan tertatanya administrasi dan manajemen pelayanan.

Prinsip pelayanan dokter gigi keluarga yaitu dokter gigi sebagai kontak
pertama, bersifat pribadi, melakukan pelayanan komprehensif, membentuk
paradigma sehat, melakukan pelayanan berkesinambungan, koordinasi dan
kolaborasi, serta Family and community oriented.

Peran utama dokter gigi keluarga adalah sebagai care provider, decision
maker, communicator, community leader, dan manager.

Fungsi dokter gigi keluarga adalah memberikan kemudahan mengakses


pelayanan kesehatan dan membantu mengendalikan biaya kesehatan.

23 | P a g e

Manfaat program dokter gigi keluarga adalah terpenuhinya kebutuhan


pelayanan kesehatan, mudah dalam pemanfaatan layanan, biaya kesehatan
terkendali, dan mutu pelayanan lebih meningkat.

Ruang lingkup pelayanan dokter gigi keluarga meliputi pelayanan darurat,


pelayanan pencegahan, pelayanan medik gigi dasar, dan pelayanan medik
gigi khusus.

Pelayanan dokter gigi keluarga secara operasional berada di bawah


pembinaan dinas kesehatan kabupaten/kota serta sebagai mitra puskesmas.

Jumlah keluarga yang dibina dokter gigi keluarga (tim) mencapai 28% dari
penduduk.

24 | P a g e

DAFTAR PUSTAKA
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1415 Tentang
Kebijakan Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga Tahun 2005.
Keputusan

Menteri

Kesehatan

Republik

Indonesia

Nomor

039/MENKES/SK/I/2007 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kedokteran Gigi


Keluarga.
S. Wanda, dkk. 2014. Gambaran Kalkulus Pada Masyarakat Pesisir Yang
Mengkonsumsi Air Sumur Gali di Desa Gangga II.
Y Yusuf, Nisma F, Rusdi. 2011. Analisis Kandungan Air Sumur Warga
RT 12, 17, dan 18, RW 9 Kel. Kelapa Dua Watan, Kec. Ciracas, Jakarta Timur.

25 | P a g e