Anda di halaman 1dari 12

SKENARIO 1 DEHIDRASI

LI.1 Memahami dan Menjelaskan Larutan dan Cairan


LO.1.1 Menjelaskan pengertian Larutan dan Cairan
LO.1.2 Menjelaskan Klasifikasi Larutan dan Cairan
LI.2 Memahami dan Menjelaskan Keseimbangan Cairan dan elektrolit Tubuh dan
gangguannya
LO..2.1 Menjelaskan kadar cairan tubuh dan elektrolit Tubuh
LO.2. 2 Menjelaskan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keseimbangan Cairan Tubuh
LO.2.3Memahami Gangguan Keseimbangan Elektrolit Dalam Tubuh
LI.3 Memahami dan Menjelaskan Gangguan Keseimbangan Cairan Tubuh (Dehidrasi)
LO.3.1 Menjelaskan Pengertian Dehidrasi
LO.3.2 Menjelaskan Klasifikasi Dehidrasi
LO.3.4 Menjelaskan Manisfestasi Dehidrasi
LO.3.5 Menjelaskan Penatalaksanaan Dehidrasi
LI.4 Memahami dan Menjelaskan Etika Minum dalam Islam
LO.7.1 Menjelaskan Tata Cara Etika Minum dalam Islam

LI.1 Memahami dan Menjelaskan Larutan dan Cairan


LO.1.1 Menjelaskan Pengertian Larutan dan Cairan

Larutan
campuran yang homogen dari dua atau lebih macam zat yangterdiri dari solute (zat
terlarut) dan solvent (zat pelarut).
.
Cairan
Bahan yang langsung mengalire secara alamiah bukan padat atau gas
LO.1.2 Menjelaskan Klasifikasi Larutan dan Cairan
Macam-macam LarutanBerdasarkan Kepekatan :
1. Larutan Encer : Larutan yang menganduang relatif sedikit solute (zat
yangDilarutkan ) dalam larutan
2. Larutan pekat : Larutan yang mengandung banyak solute(zat yang dilarutkan)
dalam larutan
3. Larutan Jenut : Larutan dimana ada keseimbangan antara solute padat
danSolute dalam larutan
4. Larutan Tidak Jenuh: Larutan yang mengandung jumlah solute yang kuranf
dariLarutan jenuh.
Berdasarkan Daya Hantar Listrik
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik,
dibedakan atas:
a.Elektrolit Kuat
Larutan elektrolit kuat adalah yang mempunyai daya hantar listrik yang
kuat,karena zat terlarutnya didalam pelarut (umumnya air), seluruhnya
berubahmenjadi ion-ion (alpha = 1)
Asam-asam kuat seperti : HCL,HC103, H2S04 HNO3Dan lain-lain.
Basa-basa kuat yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, sepertiNaOH,
KOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2dan lain-lain.
Garam-garam yang mudah larut seperti : NaCl, Al2(SO4)3 dam lain-lain.
b.Elektrolit Lemah
Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya
lemahdengan harga derajat ionisasinya sebesar : 0 < alpha < 1
Asam-asam lemah seperti : CH3COOH,HCN.H2CO3,H2S dam lain-lain.
Basa-basa lemah seperti : NH4OH. Ni(OH)2dan lain-lain.
Garam-garam yang sukar larut seperti AgCl,CaCrO4,PbI2dan lain-lain 2.
C Larutan non elektrolit
larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik,karena zat terlarutnya
didalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion-oin (tidak beion)
Tergolong kedalam jenis ini misalnya :1.Larutan Urea
2.Larutan Sukrosa
3.Larutan Glukosan
4.Larutan Alkohol
Berdasarkan Kemampuan Menyerapnya :

1.Larutan ideal yaitu larutan yang memenuhi Hukum Roult. Pada larutanideal
tidak terjadi penyerapan atau pelepasan kalor pada saat pencampuranlarutan
2.Larutan tidak ideal yaitu larutan yang tidak memenuhi hukum Roult.Larutan
tak ideal ini dapat dibagi dua yaitu :
a.Larutan yang mengalamami pelepasan kalor pada saat
pencampuransehingga
merupakan
larutan
yang
mengalami
penyimpangan positif dari hukum Roult.
b.Larutan yang mengalami penyerapan kalor pada saat
pencampuranyang menghasilkan penyimpangan negatif dari hukum Roult.
Macam-macam Cairan
a.Cairan Intrasel
Cairan yang terdapat didalam sel tubuh manusia. VolumenyaLebih kurang dari 33 % berat
badan (60% air tubuh total).Kandungan air intrasel lebih banyak dibandingkan ektrasel.
Contoh : Kalium sebagai kation utama, fosfat sebagai anion.
b.Cairan Ektrasel
Cairan yang terdapat diluar tubuh. Cairan ektrasel terdiri:
Cairan Intersisium atau cairan antar sel yang berada diantara sel
Cairan Intravaskular, yang berada dalam pembuluh darah yang
merupakanbagian air dari plasma darah
Cairan Transeluler, yang berada dalam rongga-rongga khusus, misalnyacairan otak (
likuor serebropinal), bola mata, sendi.
Kompartemen intrasel
Cairan intrasel adalah cairan yang terdapat dalam sel tubuh.Volumenya 33%beratbadan
(60% air tubuh total). Kandungan air intrasel lebih banyak dibandingkanekstrasel, presentase
volume cairan intrasel pada anak lebih kecil dibandingkan orangdewasa karena jumlah sel
lebih sedikit dan ukuran sel lebih kecil.
Peranan cairan intrasel:
1.Pada proses menghasilkan,menyimpan,dan penggunaan energi
2.Proses perbaikan sel
3.Proses replikasi
fungsi khusus: sebagai cadangan air untuk mempertahankan volume dan osmolalitas cairan
ekstrasel
Kompartemen ekstrasel
Cairan ekstrasel terdiri atas:
1.cairan interstisium/cairan antar sel yang berada diantara sel sel
2.cairan intravaskular,yang berada dalam pembuluh darah
3.cairan tran-sel,yang berada dalam rongga rongga khusus misalnya cairanotak, bola
mata,sendi.Jumlah cairan trans-sel relatif sedikit
Peran cairan ekstrasel:
1.Pengantar semua keperluan sel (nutrien,oksigen,berbagai ion,trace minerals,danregulator
hormon/molekul
2.Pengangkut
CO2,sisa
metabolisme,
bahan
toksik
atau
bahan
yang
telahmengalamidetoksifikasi dari sekitar lingkungan sel.

LO 2.2 Menjelaskan kadar cairan dan elektrolit tubuh


Keseimbangan cairan tubuh: Cairan tubuh 60% dari berat badan
1. Berdasarkan gender:
-Wanita
: 50-55% dari berat badan
-Pria
:55-60% dari berat badan
2. Berdasarkan usia
-Bayi
:75% dari berat badan
-Usia lanjut :45% dari berat badan
Cairan tubuh terdapat pada dua kompartemen besar, yaitu intrasel dan ekstrasel.
a.Kompartemen Intrasel
Cairan intrasel (intracellular fluid) adalah cairan yang terdapat dalam seltubuh.
Volumenya lebih kurang 33% berat badan (60% tubuh total). Kandungan air intrasel lebih
banyak dibanding ekstrasel.
Cairan intrasel berperan pada proses menghasilkan, menyimpan, dan penggunaan
energi serta proses perbaikan sel.Selain itu, cairan intrasel juga berperan dalam proses
replikasi dan berbagai fungsikhusus antara lain sebagai cadangan air untuk mempertahankan
volume danosmolalitas cairan ekstrasel.
Kandungan Elektrolit Intrasel
Kation utama adalah kalium, sedangkan anion utama adalah fosfat dan protein.Ion K +, Mg2+
dan PO42+ merupakan solut yang dominan untuk menimbulkan efek osmotik pada cairan intrasel.
Ion K + juga penting dalam proses biolistrik.Konsentrasi kalsium intrasel sangat rendah.
Kadar normal kalium adalah 3.5-5.0 Meq/l
Kadar normal magnesium adalah 1.3-2.1 Meq/l
Kadar normal fosfat adalah 2.5-4.5 mg/dL
b.Kompartemen Ekstrasel
Cairan ekstrasel adalah cairan yang terdapat di luar sel tubuh volumenya sebesar 40% dari
cairan tubuh total. Terdiri dari:
Cairan interstitium atau cairan antar-sel, yang berada diantara sel-sel.
Volumenya sebesar 30% dari cairan tubuh total
Cairan intra-vaskular, yang berada dalam pembuluh darah yang merupakan bagian air
dari plasma darah. Volumenya sebesar 10% dari cairan tubuh total.
Cairan transselluler, yang berada dalam rongga-rongga khusus, misalnya cairanotak, bola mata,
sendi.

Cairan ekstrasel berperan sebagai:


Pengantar semua keperluan sel (nutrien, oksigen, berbagai ion,race minerals dan
regulator hormon atau molekul).
Pengangkut CO2, sisa metabolisme, bahan toksik atau bahan yang telah mengalami
detoksifikasi dari sekitar lingkungan sel.

Kandungan Elektrolit Ekstrasel


Komposisi bahan yang terlarut dalam subkompartemen cairan ekstrasel (plasma dan
cairan interstitium) berbeda, hal ini disebabkan oleh pengaruh keseimbangan Gibbs-Donnan
kadarnya lebih tinggi pada cairan interstitium,kecuali untuk ion Ca2+ dan Mg2+ karena ion
ini banyak yang terikat pada protein plasma.
Kation utama cairan ekstrasel adalah natrium (Na+) dan dalam cairan intrasel kalium
(K +) sedangkan anionnya adalah klorida.Untuk menjaga netralitas listrik, di dalam cairan
ekstrasel terdapat anionklorida, bikarbonat dan albumin yang berada di intravaskular.
Kadar normal natrium adalah135-145 Meq/l
Kadar normal kalsium adalah 8.5-10mg/dL
Kadar normal klorida adalah 95-108 Meq/l
Natrium, kalium, klorida, dan bikarbonat merupakan elektrolit penting karena
kontribusinya sebagai daya osmotik untuk mempertahankan air dalam cairanekstrasel.
Natrium dan kalium memperngaruhi tekanan osmotik kristaloid cairan ekstrasel dan intrasel
serta secara langsung berhubungan dengan fungsi sel dalam proses biolistrik. Konsentrasi
natrium merupakan kontributor utama dalam osmolalitas serum dan penentu utama tonisitas
plasma. Jumlah natrium di dalam cairan ekstrasel merupakan hasil keseimbangan dua faktor, yaitu
uptake natrium disaluran cerna dan ekskresi natrium di ginjal dan tempat lain. Natrium adalah
komponen utama cairan ekstrasel karena selalu dipompa keluar sel oleh natrium-natrium
ATPase.Perbedaan komposisi cairan tubuh berbagai kompartemen terjadi karenaadanya
barier yang memisahkan mereka. Membran sel memisahkan cairan intraseldengan cairan
interstitial, sedangkan dinding kapiler memisahkan cairan intersisial dengan plasma.
A. Natrium (Na)
Berguna menjaga keseimbangan asam basa tubuh, membantu
mempertahankan tekanan osmosa darah, mengantar impuls saraf,mempertahan kan
aktivitas sel, meregulasi membran sel, dan sebagai penyerap serta pembawa zat gizi.
Tanda pertama kekurangan natrium adalah rasa haus. Bila terjadi kekurangan
natrium, maka cairan ekstraseluler berkurang, tekanan osmotik dalam cairan tubuh
menurun menyebabkan air dari cairan ekstraseluler masuk ke dalam sel, sehingga
tekanan osmotik dari cairan ekstraseluler meningkat. Volume cairan, termasuk
darahakan menurun, mengakibatkan penurunan tekanan darah. Pada keadaan
hilangnya banyak natrium, orang akan muntah-muntah atau diare karena cairan yang
ada dalamusus banyak mengandung natrium.
Eksresi : keringat (20-50 mEq/L), Urine (5-35 mg), feses (20-50 mg) dan kulit(25 mg).
Absorbsi : natrium mudah di serap oleh ileum, pada tubulus proksimal (dipengaruhi
oleh hormon aldosteron, norepinefrin, dan angiotensin II),lengkung henle (kotranspor
NaCl) dan lengkung henle .
Natrium merupakan kation utama di dalam cairan ekstraselular.Kadarnya didalam tubuh
diatur oleh ginjal dan di pengaruhi oleh hormon aldosteron.Apabila kadar natrium dalam tubuh
berkurang dapat terjadi suatu gangguan klinis berupa hiponatremia.Gejala dari
hiponatremia bervariasi tergantung pada jumlah natrium yang hilang. Hiponatremia
ringan biasanya asimptomatik (tidak memiliki gejala klinis) dan gejala awal biasanya
berupa mual dan muntah. Hipontaremia bila kadarnya kurang dari 135 mEq/l.
Hipernatremia terjadi jika kadar lebih dari 145 mEq/l disebabkan kehilangan air yang
melebuhi kekurangan natrium. Gejala nya adalah neurologik, kulit yang memerah, suhu tubuh panas
dan lidah kasar merah dan kering.

B. Kalium (K)
Peranan kalium bersama-sama dengan klorida membantu menjaga
tekananosmotik dalam cairan intraseluler, dan sebagian terikat dengan protein.
Kalium juga membantu mengaktivasi reaksi enzim, seperti piruvat kinase yang dapat
menghasilkan asam piruvat dalam proses metabolisme karbohidrat.
Defisiensi kalium dapat menyebabkan stress fisik dan mental, oedema, serta
hipoglikemi. Kekurangan kalium biasanya disebabkan sakit hati, terlalu banyak muntahmuntah, luka bakar, atau KKP (Kurang Kalori Protein) yang berat.
HIPERKALEMIA
Hiperkalemia (kadar kalium serum >5,0 mEq/L) terjadi karena peningkatanmasukan
kalium, penurunan eksresi urine terhadap kalium, atau gerakan kalium keluar dari selsel.
Tanda dan gejala:
Peka rangsangm ansietas, kram abnomen, diare,kelemahan (khususnya ekstremitas
bawah), parestesia.
Pengkajian fisik:
Nadi tak teratur; standstill jantung terjadi pada kadar >8,5mEq/L.
HIPOKALEMIA
Hipokalemia terjadi karena kehilangan kalium dari tubuh dimana kadar kalium kurang
dari 3.5 MeQ/L. Perubahan pada kadar kalium serum menunjukkan perubahan pada
kalium CES, bukan selalu perubahan pada kadar total tubuh.
Tanda dan gejala
Keletihan, kelemahan otot, kram kaki, otot lembek atau kendur, mual, muntah, ileus,
parestesia, peningkatan efek digitalis, penurunan konsentrasi urine.
LO.2 4.Faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh.
Faktor-faktor yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh adalah:
a.Umur
Usia sangat berpengaruh pada luas permukaan tubuh, metabolisme, dan beratbadan anak-anak
lebih mudah mengalami gangguan keseimbangan cairandibanding usia dewasa. Pada usia lanjut
sering terjadi gangguan keseimbangan cairandikarenakan gangguan fungsi ginjal atau
jantung.
b.Iklim
Orang yang tinggal di daerah panas (suhu tinggi) dan kelembaban udaranyarendah memiliki
peningkatan kehilangan cairan tubuh dan elektrolit melalui keringat.Sedangkan seseorang
yang beraktivitas di lingkungan yang panas dapat kehilangancairan sampai dengan 5 L per
hari.
c.Diet

Diet berpengaruh terhadap intake cairan dan elektrolit. Ketika intake nutrisi tidak adekuat
maka tubuh akan membakar protein dan lemak sehingga serum albumin dancadangan protein
akan menurun, padahal keduanya sangat diperlukan dalam proseskeseimbangan cairan
sehingga hal ini akan menyebabkan edema.
d.Stress
Stress dapat meningkatkan metabolisme sel, glukosa darah, dan pemecahanglikogen otot.
Mekanisme ini dapat meningkatkan natrium dan retensi air sehinggabila berkepanjangan
dapat meningkatkan volume darah.
e.Kondisi sakit
Diare merupaka keadaan yang paling sering menyebabkan kehilangan cairandalam jumlah
besar. Diseluruh dunia, 4 juta anak-anak mati setiap tahun karenadehidrasi akibat diare.
Kondisi sakit sangat berpengaruh terhadap kondisi keseimbangan cairan danelektrolit tubuh.
Misalnya:
Trauma, seperti luka bakar.
Penyakit ginjal dan kardiovaskuler sangat mempengaruhi proses regulasikeseimbangan cairan
dan elektrolit tubuh.
Pasien dengan penurunan tingkat kesadaran akan mengalami gangguan pemenuhan intake
cairan karena kehilangan kemampuan untuk memenuhinya.
f.Tindakan medis
Banyak tindakan medis yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh,
seperti suction( sedot lemak)
g.Pengobatan
Pengobatan seperti pemberian diuretik atau laxative dapat berpengaruh pada kondisi cairan dan
elektrolit tubuh.
h.Pembedahan
Pasien
dengan
tindakan
pembedahan
memiliki
resiko
tinggi
mengalami
gangguankeseimbangan cairan dan elektrolit tubuh, dikarenakan kehilangan darah
selamapembedahan berlangsung
LI.3 Memahami dan Menjelaskan tentang Gangguan Keseimbangan cairan tubuh
LO.3.1 Menjelaskan Pengertian Dehidrasi
Dehidrasi merupakan keadaan berkurangnya volume air tanpa elektrolit(natrium)
berkurangnya air jauh melebihi berkurangnya natrium dari ekstrasel .Dehidrasi ini menyebabkan
berkurangnya 60 % cairan intrasel 40% cairan ekstrasel. Keadaan ini terjadi bila cairan yang
keluar dari tubuh melebihi cairan yang masuk.

LO.3.2 Menjelaskan Klasifikasi Dehidrasi

Pembagian dehidrasi berdasarkan tonisitas dan kadar natriumnya


1. Dehidrasi isotonik
Dehidrasi ini tidak menyebabkan terjadinya perubahan konsentrasi elektrolitdarah.Hal
ini terjadi bila kadar natrium dalam darah 130-150 mEq/L2.
2. Dehidrasi Hipotonik
Dehidrasi ini terjadi bila konsentrasi elektrolit darah menurun. Hal ini terjadi bila
kadar natrium dalam plasma kurang dari 130 mEq/L. Dehidrasi ini juga disebutsebagai dehidrasi
hiponatremia.
3. Dehidrasi Hipertonik
Dehidrasi ini terjadi bila konsentrasi elektrolit darah naik, biasanya disertaidengan
rasa haus dan gejala neurologi. Hal ini terjadi bila kadar natrium dalamplasma
melebihi dari 150 mEq/L. Dehidrasi ini disebut juga sebagai dehidrasihi pernatremia
Dehidrasi juga dibagi berdasarkan derajatnya:
a. Dehidrasi ringan
Dehidrasi ini terjadi bila tubuh kehilangan cairan sebesar 5% bb.
Gejala:
Kesadaran normal, rasa haus, sirkulasi darah normal, pernapasan biasa, mata
agak cekung, turgor biasa, kencing biasa dan mulut serta bibir kering.
b. Dehidrasi sedang
Dehidrasi ini terjadi bila tubuh kehilangan cairan sebesar 5%-10% bb.
Gejala:
Kesadaran kurang/ pingsan, rasa haus bertambah, sirkulasi darah nadi cepat,
pernapasan agak cepat, mata cekung, turgor agak berkurang, kencing sedikit,
mulut dan bibir bertambah kering.
c. Dehidrasi berat
Dehidrasi ini terjadi bila tubuh kehilangan cairan sebesar 10% bb.
Gejala:
Apatis/koma, rasa haus yang sangat bertambah, sirkulasi darah sangat cepat,
mata cekung sekali, turgor kurang sekali, dan kencing tidak ada.
LO.3.3 Menjelaskan penyebab dehidrasi
1.Aktifitas
Orang yang banyak aktifitasnya lebih banyak mengeluarkan cairan tubuh melalui keringat
dari orang yang tidak beraktifitas.
2. Diare
merupakan keadaan yang paling sering menyebabkan kehilangan cairan dalam jumlah besar..
3.Usia.
Semakin tua usianya, Kerja organ semakin menurun.
4.Muntah
Muntah sering menyebabkan dehidrasi karena sangat sulit untuk menggantikancairan yang
keluar dengan cara minum.

5.Berkeringat.
Tubuh kehilangan banyak cairan saat berkeringat, Kondisi ingkungan yang panas akan
menyebabkan tubuh berusaha mengatuh suhu tubuh dengan cara mengeluarkan keringat. Bila
keadaan ini berlangsung lama sementara pemasukan cairan kurang maka tubuh dapat jatuh
kedalam kondisi dehidrasi.
6. Penyakit seperti:
a) Diabtes
Pada diabetes mellitus, peningkatan kadar gula darah pada penderita atau kencing
manis akan menyebabkan banyak gula akan mengganggu penyerapan air dannatrium di
tubulus ginjal sehingga tubuh kekurangan air dan elektrolit.
Pada diabetes insipidus, di pengaruhi oleh hormon antidiuretik dimana penderita kekurangan
hormon ADH yang dapat menyebabkan prodksi air berlebuh.
b) Gantroenteritis
Ini adalah paling umum dehidrasi. Jika disertai muntah dan diare, dehidrasi akan
semakin mudah terjadi.
c) Stomatitis.Nyeri dapat membatasi asupan oral
d) Demam Penyakit.Demam mengakibatkan peningkatan insensible loss water dan
dapatmempengaruhi nafsu makan
7.Luka Bakar
Penderita luka bakar dapat mengalami dehidrasi akibat keluarnya cairan berlebihan pada kulit
yang rusak oleh luka bakar.
8.Kesulitan Minum.
Orang yang mengalami kesulitan minum oleh karena suatusebab rentan untuk jatuh kekondisi
dehidrasi.
A. Respon awal tubuh terhadap dehidrasi antara lain :
1.Rasa haus untuk meningkatkan pemasukan cairan yang diikuti dengan
2.Penurunan produksi kencing untuk mengurangi seminimal mungkin cairan yang
keluar. Air seni akan tamapak lebih pekat dan berwarna gelap
Jika kondisi awal ini tidak tertanggulangi maka tubuh akan masuk ke kondisi selanjutnya yaitu:
1.Mulut kering
2.Berkurangnya air mata
3.erkurangnya keringat
4.Kekakuan otot
5.Mual dan Muntah.
6.Kepala terasa ringan terutama saat berdiri.
Selanjutnya tubuh dapat jatuh kekondisi dehidrasi berat yang gejalanya berupa
gelisah dan lemah lalu koma dan kegagalan multi organ.

LO.3.4 Menjelaskan Penatalaksanaan Dehidrasi


Prinsip utama pengobatan dehidrasi adalah penggatian cairan. Penggatian cairan ini
dapat berupa banyak minum, bila minum gagal maka dilakukan pemasukan cairan melalui
infusakan tetapi yang utama disini adalah pemggantian cairan sedapat mungkin dari

minuman.Keputusan menggunakan cairan infus sangat tergantung dari kondisi pasien berdasarkan
pemeriksaan dokter. Keberhasilan pananganan dehidrasi dapat dilihat dari produksi kencing.
Penggunaan obat obatan diperlukan untuk mengobati penyakit penyakit
yangmerupakan penyebab dari dehidrasi seperti diare,muntah dan lain-lain. Dehidarasi dapat
dicegah dengan melakukan beberapa upaya berikut:
1. Lingkungan.Dehidarasi yang disebabkan oleh faktor lingkungan sangat mungkinun
tuk dilakukan pencegahan. Jika memungkinkan .Janga jadwal kegiatan atauaktifitas
fisik yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Jangan melakukan aktifitasberlebihan
pada siang hari.
2. Olahraga. Orang yang berolahraga pada kondisi cuaca yang panas harus minum lebih
banyak cairan.
3. Umur .Umur muda atau tua sama beresikonya untuk mengalami dehidarasiDehidrasi
bukan kondisi yang tidak dapat dicegah namun bila terjadi dantetangani dengan baik
maka kondisi yang tidak diinginkan bisa dihindari.
Cairan harus diberikan untuk mengkoreksi jumlah kehilangan yang terakumulasi, dan
juga kehilangan cairan yang sedang berlangsung.
Jenis cairan yangdiberikan tergantung dari cairan dan garam jenis apa yang telah hilang:
Jika yang telah hilang adalah darah, maka berikanlah darah.
Jika yang telah hilang adalah garam yang berimbang dengan cairan,berikanlah salin
garam fisiologis.
Jika yang telah hilang terutama air, pada tahap awal berika dekstrosa 5%, jenis gula
yang dimetabolisme dengan cepat sehingga meninggalkan sisa berupa air.
Jika dehidrasi berat, berikan ekspander volume (misalnya Haemaccel).
Prinsip-prinsip terapi dehidrasi
Rehidrasioral untuk penderits yang dehidrasi ringan atau sedang.
Terapi parenteral pada penderita yang mangalami dehidrasi berat disertai muntahmuntah dan penolakan pemasukan peroral.
Terapi ini mempunyai 3 fase , yaitu:
a) Fase pertama
Terapi inisial digunakan secara cepat untuk mengembalikkan volume cairan
ekstraselluler dan sekaligus memperbaiki fungsi ginjal.
b) Fase kedua
Terapi untuk penggantian defisit air serta elektrolit terutama natrium.
c) Fase ketiga
Pengembalian penderita ke komposisis normal dengan pemberian minum
melalui oral sambil mengkoreksi defisit kalium.
Terapi diarahkan dengan kadar elektrolit serum (periksa setiap hari), terutama
kadar Natrium.Perlu hati-hati dalam memberikan salin pada pasien dengan kadar natrium
yang sangat menurun, yaitu < 115mmol/L, terutama jika di bawah pengaruh alkohol atau
menderita malnutrisi, hal tersebut dapat memicu sindrom batang otak yang berat.
Pada terapi penggantian cairan yang berlangsung lama, nutrisi juga harus diberikan.
Jangan memberikan kalium, karena darah sudah mengandungkalium, kecuali jika
kadarnya memang rendah < 3,5 mmol/L.
Jalur pemebrian cairan terdiri dari 3 jalur pemberian cairan:

1) Jalur oral
defisit ringan dan pasien dalam keadaan sadar serta bisa menelan.Kehilangan
cairan masih dalam batas normal.
2) Jalur nasogastrik
gangguan menelan pada pasien dengan keadaan stabil dan dalam terapi jangka
panjang, misalnya pada pasien stroke.
3) Jalur intravena
Terapi jangka pendek < 48 jam, terapi dalam jumlah besar atau kehilangan
yang berfluktuasi.
.

LI.4 Memahami dan Menjelaskan Etika Minum dalam Islam


LO.4.1 Menjelaskan Tata Cara Etika Minum dalam Islam
Aktivitas minum merupakan aktivitas yang lekat dengan kehidupan kita sehari-hari.Berikut
merupakan etika minum dalam islam:
1.Meniatkan minum untuk dapat beribadah kepada Allah agar bernilai
2.Memulai minum dengan membaca basmalah
Diantara sunah Nabi adalah mengucapkan basmalah sebelum minum. Hal ini berdasarkan
hadist yang memerintahkan membaca bismillah sebelum makan. Dari Amr bin abi shalamah,
Rasullulah SAW bersabda: wahai anakku, jika engkau hendak makan ucapkanlah bismillah,
makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di dekatmu ( HR
Thabrani dalam Mujamkabirz)
3.Minum dengan tangan kanan
Raullulah SAW bersabda wahai anakku jika salah seorang dari
hendak makan,hendaklah makan dengan tangan kanan.Sesungguhnya setan
dengantangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya(HR Muslim)

kalian
makan

4.Tidak bernafas dengan dan meniup air minum.


Termasuk adab ketika minum adalah tidak bernafas dan meniup air minum. Ada beberapa
hadist mengenai hal ini: Dari Abu qatadah, Nabi Saw bersabda: Jika kalian minum maka
janganlah kalian bernafas di wadah air minumnya(HR Bukhari Muslim)
Dalam Syarah Syahih Muslim, imam nawawi mengatakan, Larangan bernafas dalam wadah
air minum termasuk etika karena dikhawatirkan hal tersebut mengotori air minum dan
menimbulkan bau yang tidak enak atau dikhawatirkan ada sesuatu dari mulut dan hidung
yang jatuh ke dalamnya dan hal hal semacam itu.
5.Bernafas tiga kali ketika minum
Dari Anas bin Malik ra,beliau mengatakan ketika rasullulah SAW minum beliaumengambil
nafas di luar wadah sebanyak tiga kali Dan beliau bersabda hal itulebih segar, lebih enak,
dan lebih nikmatAnnas mengatakan Oleh karena itu ketika aku minum,aku bernafas tiga
kali(HR Bukhari no 45631 dan muslim no 2028). Yang dimaksud bernafas tiga kalidalam
hadist diatas adalah bernafas di luar wadah air minum dan menjauhkan wadah tersebut karena bernafas
dalam wadah air minum adalah hal yang dilarangseperti hal diatas.
6.Larangan minum langsung dari mulut teko/ceret

7.Menutup bejana air pada malam hari


Biasakanlah diri kita untuk menutup bejana air pada malam hari.Sebagaimanahadist dari Jabir
bin Abdillah,Aku mendengar Rasullulah bersabda,Tutuplahbejana bejana dan wadah
air.Karena dalam satu tahun ada suatu malam ketika ituturun suatu wabah dan tidaklah ia melewati
bejana bejana yang tidak tertutupataupun wadah air yang diikat melainkan akan turun padanya
bibit penyakit (HR Muslim)
8.Tidak minum berlebihan
Minum berlebihan pada saat makan sangat tidak dianjurkan karena dapatmengganggu
pencernaan, hendaknya minum beberapa saat sebelum dan sesudahmakan.
9.Tidak minum dengan menggunakan tempat dari emas dan perak
Diriwayatkan dari Ummu salamah RA, dia berkata Rasullulah SAW bersabda orang orang
yang makan dan minum dari bejana emas dan perak, sungguh ia telahmenuangkan pada perutnya
api dari neraka (HR Muslim)
10.Minum tiga tegukan yang diawali dengan basmalah dan diakhiri dengan hamdalah

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas R, dia berkata, Rasullulah SAW bersabdaJanganlah kalian
minum seperti minuman unta,tetapi minumlah dengan dua-dua(teguk)Atau tiga-tiga (teguk) hendaklah
kalian membaca basmalah ketika minumdan mengakhiri dengan hamdalah setelah minum
(HR tirmidzi