Anda di halaman 1dari 18

1

BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kerja sebuah engine sangat dipengaruhi oleh sistem pendingin, khususnya
apabila digunakan secara terus - menerus, disamping itu juga dipengaruhi oleh
cuaca dan kondisi area yang dapat menyebabkan mesin bekerja maksimum,
sehingga dapat terjadi overheating.
Pembakaran yang terjadi di dalam engine akan menghasilkan panas.
Panas dari hasil pembakaran ini di dalam ruang bakar dapat mencapai 3500oF atau
1927oC. dan kurang lebih 1/3 bagian dari panas ini digunakan untuk
menggerakkan engine, 1/3 bagian hilang terbawa oleh gas buang yang keluar dari
engine dan 1/3 bagian lagi diserap oleh cooling system.
Sistem pendingin secara umum berfungsi untuk mendinginkan suhu mesin
agar kondisi mesin tetap prima dan bisa digunakan dengan baik tanpa terjadi
kerusakan, sistem pendingin ada tiga macam yaitu: sistem pendingin air, sistem
pendingin udara, dan sistem pendingin oli. Dalam sistem pendingin udara terbagi
menjadi dua macam yaitu: pendingin udara alami dan pendingin udara buatan,
contohnya seperti pada pendingin sepeda motor yang menggunakan pendingin
udara alami untuk menyirkulasi panas yang ditimbulkan oleh mesin, sedangkan
pendingin udara buatan contohnya seperti pada pendingin mobil yang
menggunakan kipas di belakang radiator.
Salah satu dari ketiga sistem tersebut adalah sistem dengan pendinginan
udara, sistem pendingin udara yang digunakan pada engine diambil langsung oleh
udara melalui sirip-sirip pendingin. Kemudian diserap oleh udara luar yang
temperaturnya jauh lebih rendah.
Dalam sistem pendinginan udara, komponen utamanya adalah sirip. Sirip
sering digunakan pada alat penukar kalor untuk meningkatkan luasan perpindahan
panas antara permukaan utama dengan fluida di sekitarnya. Siripsirip biasa
digunakan dalam pengkondisian udara dan juga peralatan elektronik, motor listrik
dan motor bakar, dan lain-lain. Dalam semua peralatan tersebut udara digunakan
sebagai media perpindahan panas. Idealnya, material sirip harus memiliki

konduktivitas termal yang tinggi untuk meminimalkan perbedaan temperatur


antara permukaan utama (prime surface) dengan permukaan yang diperluas
(extended surface).

B. RUMUSAN MASALAH
1.

Apakah itu sistem pendinginan ?

2.

Apa itu sistem pendinginan udara ?

3.

Mengapa diperlukan pendinginan pada mesin ?

4.

Bagian mana saja yang menggu

5.

nakan sirip sebagai media pendinginan udara pada motor ?

6.

Bagaimana cara kerja sirip pendingin ?

7.

Apa saja jenis pendinginan udara ?

C. TUJUAN PENULISAN
Tujuan Umum :
1.

Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan sistem pendinginan.

2.

Untuk mengetahui apa yang dimaksud apa itu sistem pendinginan udara.

3.

Untuk mengetahui Mengapa diperlukan pendinginan pada mesin.

4.

Untuk mengetahui Bagian mana saja yang menggunakan sirip sebagai


media pendinginan udara pada motor.

5.

Untuk mengetahui Bagaimana cara kerja sirip pendingin.

6.

Untuk mengetahui apa saja jenis pendinginan udara.


Tujuan Khusus :
Guna sebagai syarat melengkapi tugas mata kuliah perpindahan panas.

D. MANFAAT PENULISAN
Sebagai penambah wawasan ilmu pengetahuan bagi mahasiswa / pelajar
khususnya jurusan teknik tentang sistem pendinginan udara pada motor.

BAB 2
PEMBAHASAN
A. SISTEM PENDINGINAN
Sistem pendinginan dalam mesin kendaraan adalah suatu sistem yang
berfungsi untuk menjaga supaya temperatur mesin dalam kondisi yang ideal.
Mesin pembakaran dalam (maupun luar) melakukan proses pembakaran untuk
menghasilkan energi dan dengan mekanisme mesin diubah menjadi tenaga gerak.
Mesin bukan instrumen dengan efisiensi sempurna, panas hasil pembakaran tidak
semuanya terkonversi menjadi energi, sebagian terbuang melalui saluran
pembuangan dan sebagian terserap oleh material disekitar ruang bakar.
Mesin dengan efisiensi tinggi memiliki kemampuan untuk konversi panas
hasil pembakaran menjadi energi yang diubah menjadi gerakan mekanis, dengan
hanya sebagian kecil panas yang terbuang. Mesin selalu dikembangkan untuk
mencapai efisiensi tertinggi, tetapi juga mempertimbangkan faktor ekonomis,
daya tahan, keselamatan serta ramah lingkungan.
Proses pembakaran yang berlangsung terus menerus dalam mesin
mengakibatkan mesin dalam kondisi temperatur yang sangat tinggi. Temperatur
sangat tinggi akan mengakibatkan desain mesin menjadi tidak ekonomis, sebagian
besar mesin juga berada di lingkungan yang tidak terlalu jauh dengan manusia
sehingga menurunkan faktor keamanan. Temperatur yang sangat rendah juga
tidak terlalu menguntungkan dalam proses kerja mesin. Sistem pendinginan
digunakan agar temperatur mesin terjaga pada batas temperatur kerja yang ideal.
Prinsip pendinginan adalah melepaskan panas mesin ke udara, tipe
langsung dilepaskan ke udara disebut pendinginan udara (air cooling), tipe
menggunakan fluida sebagai perantara disebut pendinginan air.

B. SISTEM PENDINGINAN UDARA


Sistem pendinginan udara, yaitu sistem pendinginan yang menggunakan
udara sebagai fluida pendingin. Sistem pendinginan udara dapat dikelompokkan
menjadi 2 yaitu sistem pendinginan udara secara alami (natural air cooling
system), dan sistem pendinginan udara secara paksa (Forced air cooling system).

Sistem pendingin diperlukan untuk melepas panas yang diserap oleh


bagian-bagian mesin itu sendiri. Perlu diketahui bahwa panas yang dihasilkan
pembakaran dalam mesin kira-kira hanya 25% yang diubah menjadi tenaga gerak,
45% hilang bersama gas buang, dan kurang lebih 30% diserap oleh bagian-bagian
mesin itu sendiri. Panas yang diserap oleh mesin inilah yang harus dibuang untuk
menghindari overheating.
Pada sistem ini panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dan
udara di dalam silinder sebagian dirambatkan keluar melalui sirip-sirip pendingin
yang dipasang di luar silinder dan ruang bakar tersebut. Panas tersebut selanjutnya
diserap oleh udara luar yang temperaturnya jauh lebih rendah dibanding
temperatur sirip pendingin. Untuk daerah mesin yang temperaturnya tinggi yaitu
di sekitar ruang bakar diberi sirip pendingin yang lebih panjang dibanding di
daerah sekitar silinder.

Gb 1.1 Sirip pada motor

C. ALASAN DIPERLUKAN PENDINGIN PADA MESIN


Menurut neraca panas, pada motor bakar hanya akan diperoleh sekitar 25
persen hasil pembakaran, bakar yang dapat diubah menjadi energi mekanik,
sebagian besar panas akan keluar melalui gas buang (kira-kira 34 persen), melalui
sistem pendinginan (kira-kira 32 persen) dan sisanya akan melalui kerugian
pemompaan dan gesekan.

Gb 1.2 Neraca panas pada engine

Berdasarkan neraca panas di atas maka fungsi pendinginan pada motor


menjadi penting, karena panas yang akan terserap oleh sistem pendinginan dapat
mencapai 32 persen.
Bila mesin tidak didinginkan akan terjadi pemanasan yang lebih
(overheating) dan akan mengakibatkan gangguan- gangguan sebagai berikut:
a) Bahan akan lunak pada suhu tinggi. Contoh: torak yang terbuat dari
logam paduan aluminium akan kehilangan kekuatannya (kira-kira sepertiganya)
pada suhu tinggi (300C), bagian atas torak akan berubah bentuk atau bahkan
mencair.
b) Ruang bebas (clearance) antara komponen yang saling bergerak
menjadi terhalang bila terjadi pemuaian karena panas berlebihan, misalnya torak
akan memuai lebih besar (karena terbuat dari paduan aluminium) daripada blok
silinder (yang terbuat dari besi tuang) sehinggagerakan torak menjadi macet.
c) Terjadi tegangan termal, yaitu tegangan yang dihasilkan oleh perubahan
suhu, misalnya cincin torak yang patah, torak yang macet karena adanya tegangan
tersebut.
d) Pelumas lebih mudah rusak oleh karena panas yang berlebihan. Jika
suhu naik sampai 250 C pada alur cincin, pelumas berubah menjadi karbon dan
cincin torak akan macet sehingga tidak berfungsi dengan baik, pada suhu 500 C
pelumas berubah menjadi hitam, sifat pelumasannya turun, torak akan macet
sekalipun masih mempunyai ruang bebas.

Sebaliknya bila motor terlalu dingin akan terjadi masalah, yaitu:


a) Pada motor diesel bila udara yang dikompresi dingin akan
mengeluarkan asap putih dan menimbulkan ketukan dan motor tidak mudah
dihidupkan.
b) Kalau pelumas terlalu kental, akan mengakibatkan motor mendapat
tambahan tekanan
c) Uap yang terkandung dalam gas pembakaran akan terkondensasi pada
suhu kira-kira 50 C

D. BAGIAN MOTOR YANG MEMPUNYAI SIRIP


Pada engine motor , yang didesain bentuk luarnya bersirip ada 2 , yaitu
kepala silinder dan silinder.
Sirip silinder dan sirip kepala silinder sudah diatur oleh pabrik pembuat
motor agar suhu mesin pada kondisi optimal. Apabila sirip silinder terlalu banyak
mesin sulit untuk mencapai suhu optimal. Begitu juga sebaliknya, apabila sirip
terlalu sedikit akan mengakibatkan mesin overheat. Mesin akan ngelitik dan susah
lari.
Dan sirip silinder dan kepala silinder biasanya terbuat Almunium atau
logam yang gampang menyalurkan panas. Akhir akhir ini para remaja sering
meniru niru motor drag race dengan melobang sirip sirip silinder dan kepala
silinder, hal ini sangat berbahaya untuk motor yang di pakai untuk keperluan
sehari hari. Karena aliran panas akan terhambat oleh lubang.
Bentuk dari sirip silinder dan sirip kepala silinder sengaja dibuat tipis dan
berkisi kisi. Dengan tujuan agar di dapat permukaan yang luas. Sehingga mudah
melepas panas ke udara bebas.
Pendinginan mesin agar lebih baik jikalau motor dalam keadaan
bejalan.Karena mesin mendapatkan hembusan angin dari depan. Bandingkan jika
anda berkendara di kemacetan kota dan berkendara di jalur bebas hambatan. Pasti
temperatur mesin beda. Lebih cool untuk jalur bebas hambatan.

Mengapa sirip kepala silinder 2 tak lebih lebar dari 4 tak ? Itu karena
mesin 2 tak lebih panas daripada 4 tak dan untuk mesin 2 tak bebek masih di
tambah kipas pendingin yang di gerakkan kruk as (crankcase). Kesimpulan akhir,
sirip di buat untuk jalan aliran panas mesin.
1) Konstruksi Kepala Silinder
Kepala silinder dipasangkan pada blok silinder dengan cara diikat dengan
baut. Konstruksi kepala silinder untuk motor-motor yang besar, kepala silindernya
dipisah satu silinder-satu silinder. Sedangkan untuk motor yang dipakai pada bis,
truk dan kendaraan-kendaraan kecil kepala silindernya bersatu. Pada bagian dalam
kepala silinder terdapat rongga-rongga air pendingin yang disebut mantel air
(water jacket). Kepala silinder yang terbuat dari besi tuang, dudukan katup dan
penghantar katupnya, biasanya di cor menjadi satu dengan kepala silinder.
Sedangkan pada kepala silinder yang terbuat dari paduan aluminium,
dudukan katup dan penghantar katup dapat dilepas, sehingga apabila rusak
penghantar katupnya, dapat diganti dengan penghantar katup yang baru.
Untuk motor yang katupnya di letakkan di atas kepala silinder, bentuk ruang
bakarnya dibagi menjadi tiga macam yaitu model setengah lingkaran, model biji
dan model bathub.
Pembebanan :
Kepala silinder mendapat pembebanan tekanan dan temperatur tinggi
akibat dari hasil pembakaran bahan bakar dalam silinder motor.
Bahan kepala silinder :
Untuk menahan tekanan hasil pembakaran dan panas yang timbul, maka
kepala silinder harus : kuat, keras dan tahan panas.
Macam-macam bahan kepala silinder :
1. Besi tuang

Mempunyai kekuatan tekan tinggi

Keras

Dapat meredam getaran dan suara

Pemuaian kecil

2. Campuran aluminium

Dapat memindahkan panas dengan baik

Maka :

Kecenderungan knocking berkurang

Perbandingan komponen dapat ditinggikan

Daya motor bisa lebih besar

Pemuaian besar

Pendinginan udara kepala silinder :


Kepala silinder harus didinginkan, karena kepala silinder langsung
bersinggungan dengan pembakaran motor.
o Sirip-sirip pendingin akan ,memperluas bidang permukaan
o Suara keras akibat getaran sirip
o Biasanya terdapat pada sepeda motor, ada juga pada mobil (VW).
2) Kontruksi Blok Silinder
Bentuk dan susunan silinder di bagi menjadi beberapa jenis yaitu bentuk
satu garis, bentuk V dan model horizontal berlawanan arah.
Blok silinder dan ruang engkol merupakan bagian utama dari motor bakar.
Bagian-bagian lain dari motor dipasangkan di dalam atau pada blok
silinder,sehingga terbentuk susunan motor yang lengkap. Pada blok silinder ini
terdapat lubang silinder yang berdinding halus,dimana torak bergerak bolak-balik
dan pada bagian sisi-sisi blok silinder dibuatkan sirip-sirip maupun lubang-lubang
mantel air pendingin yang digunakan untuk pendinginan motor. Silinder bersamasama dengan kepala silinder membentuk ruang bakar, yaitu tempat melaksanakan
pembakaran bahan bakar.
Blok silinder harus memenuhui persyaratan :

kaku, pembebanan tekan tidak boleh mengakibatkan perubahan


elastisitas pada bentuk.

ringan dan kuat.

konstruksi memungkinkan pendinginan yang rata.

pemuaian panas harus sesuai dengan bagian-bagian yang terpasang


pada blok tersebut (seperti ; poros engkol, kepala silinder).

Silinder harus memenuhui persyaratan :

memiliki sifat luncur yang baik, sehingga tahan aus. - Tidak mudah
berubah bentuk

kuat terhadap tekanan.

mudah di overhaul.

E. CARA KERJA SIRIP


Penerapan Heat exchanger terletak pada kerja sirip. Sirip berfungsi sebagai
jalan keluarnya panas yang dihasilkan oleh engine. Panas akan merambat ke
dinding sirip , dan panas akan terbawa oleh udara luar yang suhunya lebih dingin.
Udara yang menyerap panas dari sirip-sirip pendingin harus berbentuk
aliran atau udaranya harus mengalir agar temperatur di sekitar sirip tetap rendah
sehingga penyerapan panas tetap berlangsung secara sempurna. Aliran udara ini
kecepatannya harus sebanding dengan kecepatan putar mesin agar temperatur
ideal mesin dapat tercapai sehingga pendinginan dapat berlangsung dengan
sempurna.

Gb 1.3 Cara kerja sirip

10

Sistem Pendinginan mesin pada sepeda motor berguna menjadi media


perantara pelepasan energi panas yang dihasilkan ruang bakar motor. Jika energi
panas yang dihasilkan ruang bakar tidak dialirkan atau di lepaskan ke udara, maka
akan terjadi pemuaian yang berlebihan pada logam komponen mesin yang akan
berakhir dengan macetnya piston pada silinder.
Untuk menciptakan aliran udara, ada dua cara yang dapat ditempuh yaitu
menggerakkan udara atau siripnya. Apabila sirip pendinginnya yang digerakkan
berarti mesinnya harus bergerak seperti mesin yang dipakai pada sepeda motor.
Untuk mesin-mesin stasioner dan mesin-mesin yang penempatannya sedemikian
rupa sehingga sulit untuk mendapatkan aliran udara, maka diperlukan blower
yang fungsinya untuk menghembuskan udara. Penempatan blower yang
digerakkan oleh poros engkol memungkinkan aliran udara yang sebanding dengan
putaran mesin sehingga proses pendinginan dapat berlangsung sempurna.
Jenis ini sering kita jumpai pada sepeda motor jenis bebek. Pada motor
bebek ini tidak menggunakan air pendingin sebagai pendingin engine, tetapi
menggunakan udara di sekitar engine sebagai media pendinginnya atau radiasi
udara sekitar (Heat Rejection). Artinya saat motor bergerak, maka udara yang
melewati sirip-sirip engine itulah yang mendinginkan. Hal ini diambil oleh pabrik
karena dianggap engine-nya tidak menghasilkan panas yang terlalu besar sehingga
cukup didinginkan oleh udara sekitar engine. Namun kelemahan jenis ini adalah
engine-nya tidak boleh beroperasi dalam waktu yang lama tanpa berhenti. Jika
beroperasi dalam waktu yang lama maka akan engine akan menghasilkan panas
yang berlebihan akibatnya suhu engine tidak dapat didinginkan lagi oleh udara,
akibat dari kejadian ini maka viskositas oli menurun akibat panas tadi, sehingga
akan terjadi peningkatan gesekan.
Adapun keuntungan dari sistem pendingin udara ini adalah:
1)

konstruksinya ringan dan sederhana jika dibandingkan dengan yang

menggunakan air pendingin.


2)

Perawatannya sederhana, hanya membersihkan sirip engine yang

dilewati oleh udara.

11

Sistem pendingin diperlukan untuk melepas panas yang diserap oleh


bagian-bagian mesin itu sendiri. Perlu diketahui bahwa panas yang dihasilkan
pembakaran dalam mesin kira-kira hanya 25% yang diubah menjadi tenaga gerak,
45% hilang bersama gas buang, dan kurang lebih 30% diserap oleh bagian-bagian
mesin itu sendiri. Panas yang diserap oleh mesin inilah yang harus dibuang untuk
menghindari overheating.

Gb

1.4

sistem

pendinginan luar

Gb 1.5 sistem pendinginan


dalam
-

Adapun untuk memperoleh pendinginan ada dengan cara pendinginan

dalam dan pendinginan luar. Pada pendinginan dalam yaitu melalui penguapan
bahan bakar didalam silinder. Sedangkan sistem pendinginan luar pada motor
menggunakan cara radiasi, yaitu panas motor dipindahkan ke udara luar secara
langsung. Perpindahan panas ini menggunakan media sirip-sirip yang ada di

12

mesin, teorinya semakin tipis dan luas sirip-sirip maka perpindahan panas akan
semakin cepat.
-

Keuntungan sistem pendingin udara:

Konstruksi lebih sederhana.

Biaya produksi relatif murah.

Perawatan nyaris tidak ada.

Kerugian pada sistem pendingin udara:

Pendinginan tidak merata.

Suara motor keras karena getaran sirip-sirip.

F. JENIS JENIS SISTEM PENDINGIN UDARA


Sistem pendinginan udara dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu sistem
pendinginan udara secara alami (natural air cooling system),

dan

sistem

pendinginan udara secara paksa (Forced air cooling system).


1. Sistem pendinginan udara alami
Udara mengalir melewati mesin dan melakukan pendinginan sewaktu
sepeda motor berjalan.
Sirip-sirip pendingin di blok silinder dan kepala silinder berfungsi untuk
memperluas bidang pendinginan
Pendinginan langsung biasanya menggunakan sirip pendingin sebagai
media pelepasan panas ke udara, Sistem pendingin ini dapat dibilang yang paling
simpel dan bebas perawatan, tetapi jika sering melewati jalan yang berlumpur
maka untuk sering memeriksa sirip - sirip pendingin pada kendaraan. Di
khawatirkan timbunan lumpur dapat mengendap dan mengeras diantara sirip sirip pendingin mesin, sehingga dapat mengurangi fungsi pendinginan mesin. Jika
terlanjur melekat, kotoran dapat dibersihkan dengan cara menggosok dengan
ampelas halus sampai kotoran hilang semua.
Kelemahan dari sistem pendinginan ini adalah pada saat motor terjebak
macet, maka pendinginan kurang maksimal karena tidak ada hembusan angin dari
arah depan motor.
Contoh motor yang menggunakan Sistem Pendinginan ini adalah :

13

- SUZUKI SHOGUN AXELO


- SUZUKI SMASH TITAN
- SUZUKI THUNDER

Gb 1.6 Natural air cooling system


Cara Kerja :
Dengan mengarahkan aliran udara dingin ke sirip pendingin saat
kendaraan jalan. Panas pada silinder mengalir dari dinding sebelah dalam ke
dinding luar kemudian keluar ke udara luar, pengantaran panas dan dalam ke luar
tergantung juga pada jenis logam / material yang digunakan. Itulah sebabnya
aluminium dengan daya hantar panas yang baik dipergunakan pada silinder atau
kepala ( head ) silinder.
Pendinginan pada dinding luar dipengaruhi oleh beberapa faktor
diantaranya :
a) Temperatur udara yang menerpanya diantara sirip-sirip pendinginan
b) Luas penampang sirip pendingin dan,
c) Kecepatan aliran udara tersebut.
Pada umumnya untuk mesin 2 langkah penempatan saluran ruang agak ke
depan memungkinkan sirip pendingin menyerap panas mengakibatkan suatu
pendinginan mesin secara efektip. Sirip-sirip pendingin yang terbuat dan
aluminium ditempatkan berjarak 8-15 mm dengan panjarig sekitar 50-80 mm.
Untuk menghindari bunyi karena getaran, sirip-sirip dihubungkan dengan rusuk
atau diganjalkan dengan karet.

14

Pendinginan dengan udara bebas ini mengalir melalui sela-sela atau rusuk
pendingin yang telah tersedia disekeliling silinder atau head silinder. Teknik ini
banyak digunakan pada mesin motor dibawah 500cc seperti pada Honda, Yamaha,
Suzuki dan juga Kawasaki.
Tujuan utama system pendinginan system ini adalah :
a) Untuk mencegah terbakarnya lapisan pada dinding silinder
b) Untuk mereduksi tegangan-tegangan termis pada bagian-bagian
silinder, torak, cincin torak,dan katup-katup
c) Untuk menaikkan efisiensi panas

2. Sistem pendinginan udara paksa


Udara disirkulasikan oleh kipas ke sirip-sirip pendingin.

Gb 1.7 Forced air cooling system

Dengan Forced air cooling, kipas berputar saat mesin hidup, mengalirkan
udara ke arah silinder dan kepala silinder. Agar pendinginan lebih efektif
dipergunakan saluran udara.

Gb 1.8 Forced Air cooling system pada motor

15

Pada teknik pendinginan jenis ini, udara dipaksa masuk dan mengalir
melalui rusuk pendingin mesin yang dilakukan oleh kipas blower. Kipas ini
terpasang pada rotor magnet. Teknik pendinginan dengan udara yang dipaksa ini
dapat dijumpai pada Vespa, Lambretta dan scuter Bajaj. Perbedaan dengan
pendinginan udara bebas adalah pada cara menghidupkannya, pada pendinginan
udara bebas tidak boleh terlalu lama mesin hidup ditempat tanpa dijalankan,
sedangkan pada motor dengan system udara yang dipaksa, mesin dapat
dihidupkan di tempat dalam waktu yang tak terbatas, karena memiliki kipas
blower. Adapun cara perawatannya hampir sama dengan pendingnan dengan
udara bebas, hanya saja perlu perawatan tambahan untuk membersihkan kipas
blower agar tidak kotor.
Kelebihan dari sistem pendingin udara tekan adalah pendinginan tidak
bergantung kepada hembusan angin dari arah depan motor saja tetapi di bantu
oleh tekanan angin yang dihasilkan oleh kipas pendingin. Sitem pendingin udara
tekan juga diaplikasi pada motor yang posisi mesinnya berada dibelakang,
contohnya motor matic. Alasan motor matic menggunakan sistem pendingin udara
tekan adalah karena mesin motor matic posisinya berada di belakang sehingga
tidak mendapatkan hembusan angin dari depan motor
Kelemahannya adalah tenaga motor sedikit berkurang karena digunakan
untuk menggerakkan kipas pendingin.
Contoh motor yang menggunakan Sistem Pendinginan ini adalah :
- SUZUKI BRAVO
- SUZUKI TORNADO
- SUZUKI SATRIA RU
- SUZUKI SPIN
- SUZUKI SKYDRIVE
- SUZUKI HAYATE
- SUZUKI NEX
Sistem pendingin udara banyak digunakan pada sepeda motor dengan cc
mesin yang rendah, biasanya dibawah 125 cc, namun bila lebih dari 125 cc

16

biasanya menggunakan sistem pendingin air. Sistem pendingin udara ini biasanya
berupa sirip sirip pada blok mesin dan kepala silinder mesin.
Sistem pendingin ini bekerja pada saat sepeda motor melaju atau berjalan,
di mana udara akan mengenai sirip sirip tersebut dan panas mesin dapat dibuang
ke udara melalui sirip sirip mesin tersebut. Jumlah sirip sirip tersebut sudah
dirancang khusus oleh para produsen kendaraan agar didapat pendinginan yang
sesuai untuk mencapai suhu kerja mesin yang diinginkan. Bila sirip sirip itu
patah, maka akan sangat mempengaruhi dari suhu mesin tersebut.
Komponen utama sistem pendingin udara adalah sirip pendingin, semakin
luas sirip pendingin semakin efektif pembuangan panas, namun semakin luas
sistem pendingin suara mesin semakin kasar akibat resonasi suara yang dihasilkan
sirip pendingin. Guna mengatasi hal tersebut maka pada sirip pendingin dipasang
karet peredam suara. Upaya lain yang dilakukan untuk meningkatkan efektifitas
pendinginan adalah menggunakan sistem pendingin paksa. Pada sistem
pendinginan udara paksa

digunakan kipas pendingin untuk membantu

meningkatkan sirkulasi udara pendingin.

17

BAB 3
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Sistem pendinginan udara sangat penting bagi motor , karena dapat
menjaga suhu / temperatur pada engine agar tidak overheating pada saat bekerja
secara penuh. Sistem pendinginan udara ada 2 yaitu secara alami dan paksa.
Cara kerja sistem pendinginan udara yaitu pada sistem ini panas yang
dihasilkan dari pembakaran gas di dalam ruang bakar dan silinder, sebagian
dirambatkan ke luar menggunakan sirip sirip pendingin yang dipasang pada
kepala dan blok silinder. Panas ini selanjutnya diserap oleh udara luar yang
temperaturnya jauh lebih rendah dari temperatur sirip pendingin.
Aplikasi heat exchanger pada sistem ini terletak pada sirip, yang dimana
berfungsi sebagai jalan keluarnya panas yang dihasilkan oleh engine. Panas akan
merambat ke dinding sirip , dan panas akan terbawa oleh udara luar yang suhunya
lebih dingin.

B. SARAN
Sistem pendinginan udara ini juga memerlukan perawatan. Kotornya
permukaan sirip akan mempengaruhi kerja pendinginan. Jadi perlu
pembersihan berkala terhadap sirip.

18

DAFTAR PUSTAKA

http://ajini61.blogspot.com/p/sistem-pendingin.html
http://aamaolana.blogspot.com/2009/12/kepala-silinder.html
http://ahmad-sabani.blogspot.com/2011/08/blog-post.html
http://www.slideshare.net/adjieoto/bab-ii-engine-sepeda-motor
http://www.laskar-suzuki.com/2009/06/mengapa-silinder-head-danblok-silinder.html
http://danialmandala.blogspot.com/2013/12/sistem-pendinginancooling-system_14.html
https://www.scribd.com/doc/231804448/Blok-Silinder
http://naufalahmad300blog.wordpress.com/2014/10/25/sistempendingin-sepeda-motor/
Diunduh pada 11 Desember 2014 jam 16.00

Anda mungkin juga menyukai