Anda di halaman 1dari 8

PENYEARAH GELOMBANG

Kelompok VI.B
St. Uswah Nur Purnamasari
Sri Wahyuni Syab, Yuhlisa Hasliana,
FISIKA 2012

Abstrak
Telah dilakukan praktikum tentang penyearah gelombang. Praktikum ini bertujuan untuk
menerapkan komponen diode sebagai penyearah gelombang, membuat rancang bangun setengah
gelombang dan gelombang penuh dan menentukan besar riak tegangan dan tegangan keluaran tanpa
dan dengan filter. Pengumpulan data untuk penyearah setengah gelombang maupun gelombang penuh
dilakukan dengan memanipulasi tegangan input (trafo) yaitu sebesar 6V dan 12V. kemudian mencatat
hasil tegangan output yang tertera pada osiloskop untuk masing-masing tegangan. Berdasarkan hasil
analisis data disimpulkan bahwa nilai tegangan tanpa filter untuk penyearah setengah gelombang dan
gelombang penuh tidak jauh berbeda antara nilai teori dan praktek sedangkan untuk nilai tegangan
menggunakan filter memiliki perbedaan yang lebih dari 50%. Hal ini terjadi karena keadaan alat
praktikum yang kurang stabil.
Kata kunci: penyearah setengah gelombang, penyearah gelombang penuh, riak tegangan

masukan < 0,7V (tegangan potong),

A. Metode Dasar
Hampir

semua

rangkaian

tidak ada tegangan keluaran karena

suatu

arus maju sangat kecil. Disamping itu

Dalam

tegangan keluaran pada daerah ini

beberapa kasus, pencatuan ini dapat

cacad karena lengkung ciri berbentuk

dilakukan

tidak linier. Untuk mendapat tegangan

elektronik
sumber

membutuhkan
tegangan

secara

DC.

langsung

oleh

baterai atau sel kering, namun dalam

keluaran

kasus

lainnya

menguntungkan

yang

benar-benar

akan

lebih

merupakan bagian positif daripada

apabila

kita

isyarat masukan diperlukan dioda,

menggunakan sumber AC standar.


Ada dua jenis system penyearah
gelombang yang umum digunakan,

(a

yaitu penyearah setengah gelombang


dan penyearah gelombang penuh
(Tim Elektronika Dasar, 2013: 29).
Jika tegangan sumber diganti
sumber tegangan bolak-balik maka

(b
Gambar 6.3. Penyearah setengah
gelombang,

akan diperoleh bentuk grafik dengan


isyarat keluaran hanya mempunyai
nilai positif saja. Untuk tegangan

sehingga diperoleh bentuk isyarat

masukan dan keluaran seperti gambar

adanya kapasitor, tegangan tak segera

berikut.

turun walaupun tegangan masukan


Inilah

penyearah

yang

dinamakan

sudah turun. Hal ini disebabkan

setengah

gelombang

karena kapasitor memerlukan waktu

(Sutrisno, 1986: 91-93).


Ketika

untuk

diode

mengosongkan

muatannya.

digunakan

Sebelum tegangan pada kapasitor

dalam penyearah setengah gelombang

turunbanyak, tegangan pada kapasitor

dengan

resitif,

keburu naik lagi. Tegangan yang

memberikan 3 karakteristik penting

berubah yang terjadi disebut tegangan

dari diode yaitu:

riak (Sutrisno, 1986: 95-96).

sebuah

beban

1. Arus puncak diode sama dengan


arus puncak beban.

1. Variabel manipulasi : tegangan

2. Arus rata-rata yang mengalir pada


diode sama dengan arus rata-rata
yang mengalir pada beban.
3. Tegangan balik puncak sama
dengan tegangan puncak sumber
AC (Haris,dkk, 2008: 162).
Kita

dapat

B. Identifikasi variabel

memperoleh

input dan kapasitansi kapasitor


2. Variabel

kontrol

resistor,

resistansi

tegangan

sumber,

frekuensi sumber
3. Variabel respon : tegangan output

C. Definisi variabel
1. Tegangan input: tegangan yang

penyearah gelombang penuh dengan

berasal

dua cara. Cara pertama memerlukan

dengan besar tegangan 6V dan

transformator dengan sadapan pusat

12V.

dari

2. Kapasitansi

trafo

step-down

kapasitor:

daya

tampung muatan sebuah kapasitor


yaitu sebesar 22 F dan 100 F.
3. Resistansi resistor: nilai resistan
sebuah
dan

Gambar 6.4.
Penyearah
cara
keduagelombang
yaitu dengan

menggunakan empat dioda


jika isyarat positif arah arus D1 dan
D2 menghantar. Jika isyarat negative,
arah arus dengan D3 dan D4
menghantar dan akan diperoleh arus
dengan gambar seperti diatas. Dengan

resistor

yaitu

sebesar

1000.
4. Tegangan sumber: tegangan yang
berasar dari PLN sebesar 220V.
5. Frekuensi

sumber:

besarnya

frekuensi dari PLN sebesar 50Hz.


6. Tegangan

output:

besarnya

tegangan yang terbaca pada laar


osiloskop.

4. Memindahkan probe osiloskop ke

D. Alat dan bahan


1. Variable

low

output rangkaian untuk mengamati

step-down

tampilan

transformer, 1 buah

keluaran

2. Diode penyearah, 4 buah

mencatatnya

3. Kapasitor elektrolit, 2 buah

keluaran Vout.

dan

sebagai

nilai

5. Mengulangi percobaan 3 dan 4

4. Resistor, 1 buah
5. Jembatan penghubung, 1 buah

dengan mengubah nilai tegangan

6. Kabel penghubung, 3 buah

masukan.

7. Osiloskop sinar katoda + probe, 1

6. Mengulangi kegiatan 3 sampai 5


dengan

set

elektrolit dengan kapasitas yang

1. Mencatat spesifikasi bahan yang

berbeda.

digunakan.
2. Merangkai kit percobaan seperti

7. Melanjutkan kegiatan pengukuran


untuk

gambar berikut

untuk

mendapatkan tampilan gelombang

penyearah

penuh.

Dengan

rangkaian seperti berikut.

channel osiloskop dengan terminal


rangkaian

rangkaian

gelombang

3. Menghubungkan input salahsatu

dari

hambatan

beban dengan sebuah kapasitor

E. Prosedur kerja

input

memparalel

F. Data/analisis data
Hasil pengamatan
Spesifikasi bahan

22
0
VA
C
60
HZ

1. Diode : IN5399 NB

R
L

V
o

220
VAC

50
Hz

RL

in

V
o
u

Penyearah Gelombang
Penuh Sistem Jembatan
masuka.
Mencatat
hasil
pengamatan sebagai nilai tegangan
Vm.

Penyearah Setengahgelombang
2. Kapasitor : 100 F dan 22 F
3. Resistor : coklat, hitam, merah,
emas = 1000 5 %

Table 1. hubungan antara tegangan


sumber, tegangan dengan
filter dan tanpa filter pada
penyearah

setengah

gelombang.
Vs

Vpp

Vp

V tanpa

V dengan

(V)

(V)

(V)

filter (V)

filtrer (V)
22 F

100 F

= 8 0.7
= 7.3V
%diff=|

=|

7.37.2
7.25

Untuk Vs 12V
Vout = Vm 0.7

16

7.2

3.6

1.2

= 17 0.7

12

34

17

17

7.2

2.4

= 16.3V
%diff=|

=|

16.317
16.65

sumber, tegangan dengan


filter dan tanpa filter pada
penyearah

setengah

|x100%

= 1%

Table 1. hubungan antara tegangan

|x100%

|x100%

|x100%

= 4%
3. Tegangan ripple
1

Vrpp = Vm

gelombang.
Vs

Vpp

Vp

V tanpa

V dengan

(V)

(V)

(V)

filter (V)

filtrer (V)
22 F

100 F

16

7.2

1.6

0.4

12

34

17

16

3.6

1.2

Penyearah setengah gelombang


1. Vrms =

1
2

Untuk Vs 6V
Kapasitor 22 F
Vrpp =

%diff=|

8V

Untuk Vs 12V
Vrms =

7.2733.6
5.44

|x100%

|x100%

=67%

=5.65V
1

=|

Vm

Untuk Vs 6V
2

8V

= 7.273V

Vm = Vp

Vrms =

1
50 1000 22 F

17

=12.02V
2. Tegangan keluaran
Vout = Vm VD

Kapasitor 100 F
Vrpp =

1
50 1000 100 F

=1.6V
%diff=|

=|

1.61.2
1.4

|x100%

|x100%

=28%
Untuk Vs 12V
Kapasitor 22 F

Untuk Vs 6V
Vout = Vm 0.7

8V

Vrpp = 50 1000 22 F 17V


= 15.45V

%diff=|

=|

15.457.2
11.3

|x100%

|x100%

= 8 0.7
= 7.3V
%diff=|

= 73%
=|

Kapasitor 100 F
1

Vrpp =50 1000 100 F 17V

=|

3.42.4
2.9

7.25

|x100%

|x100%

= 34%
4. Tegangan rata-rata akhir hasil

= 1%
Vout = Vm 0.7
= 17 0.7
= 16.3V
%diff=|

=|

16.316
16.15

filter
VDC =

8
3.14

= 2.55V
Untuk Vs 12V
VDC =

17

Vrpp = 2 Vm
Untuk Vs 6V
Kapasitor 22 F
Vrpp =

3.14

Penyearah gelombang penuh


1
2

1
2 50 1000 22 F

%diff=|

Untuk Vs 12V
1
2

3.631.6
2.61

|x100%

|x100%

= 77%

= 5.65V

Vrms =

=|

Vm

Untuk Vs 6V
1

= 3.63V

Vm = Vp

Vrms =

|x100%

= 2%

= 5.41V

1. Vrms =

|x100%

3. Tegangan ripple

Untuk Vs 6V
VDC =

|x100%

Untuk Vs 12V

= 3.4V
%diff=|

7.37.2

|x100%

17

= 12.02V
2. Tegangan keluaran
Vout = Vm VD
Untuk Vs 6V
Vout = Vm 0.7

Kapasitor 100 F
Vrpp =

1
2 50 1000 100 F

8V

= 0.8V
%diff=|

=|

0.80.4
0.6

|x100%

|x100%

=66%
Untuk Vs 12V
Kapasitor 22 F
1

Vrpp=2 50 1000 22 F 17V


= 7.7V

%diff=|

=|

7.73.6
5.65

|x100%

arus akan mudah mengalir. Ketika

|x100%

arus mengalir maka akan membentuk

= 72%

sebuah gelombang. Pada 0.02 detik

Kapasitor 100 F

kedua akan terjadi pembalikan pada

Vrpp=2 50 1000 100 F 17

=|

1.71.2
1.45

|x100%

akan bertemu dengan kutub positif


dari dioda sehingga daerah deplesi

|x100%

akan

=34%

filter

tidak

terbentuk gambar sinyal gelombang


2

pada osiloskop.

Pada percobaan ini digunakan


dua tegangan sumber yang berbeda

2 8
3.14

yaitu 6V dan 12V. pada tegangan

= 5.09V

sumber 6V diperoleh tegangan tanpa

Untuk Vs 12V
VDC =

dan

Karena hal ini maka tidak akan

Untuk Vs 6V
VDC =

melebar

memungkinkan arus untuk lewat.

4. Tegangan rata-rata akhir hasil

VDC =

sumber potensial listrik sehingga sisi


negatif dari sumber potensial listrik

= 1.7V
%diff=|

daerah deplesi akan menyempit dan

filter secara praktek sebesar 7.2 V dan

2 17

secara teori sebesar 7.3V. Pada

3.14

= 10.83V

sumber

G. Pembahasan

tegangan 12V diperoleh

tegangan tanpa filter secara praktek

Penyearah

setengah

sebesar 17V dan secara teori sebesar

gelombang menggunakan satu dioda

16.3V. nilai praktek dan teori yang

dengan sumber AC. Dioda berfungsi

diperoleh tidak jauh berbeda dan

untuk menyearahkan gelombang dan

memiliki nilai perbandingan yang

mengubah tegangan AC menjadi

minim.

tegangan DC sehingga akan nampak


pada

osiloskop

sinyal

menggunakan empat buah dioda.

gelombang DC. Pada osiloskop akan

Pada layar osiloskop akan nampak

dihasilkan

yang

gambar gelombang yang penuh dalam

terputus-putus. Hal ini terjadi karena

artian tidak terdapat daerah kosong

pada saat 0.02 detik pertama sisi

seperti pada

positif dari sumber potensial bertemu

gelombang. Hal ini terjadi karena

dengan sisi positif dari dioda sehingga

kutub dioda yang sama dihubungkan

gambar

gambar

Penyearah gelombang penuh

sinyal

penyearah setengah

pada sumber potensial listrik jadi

sebesar 1.2V dan 2.4V. Pada data

ketika 0.02 detik pertama maupun

hasil

selanjutnya arus akan tetap mengalir

gelombang penuh diperoleh nilai

masuk ke dioda. Sehingga akan

tegangan riak untuk kapasitor 22F

dihasilkan gambar sinyal gelombang

yaitu

yang penuh.

sedangkan untuk 100F diperoleh

Pada

percobaan

praktikum

sebesar

penyearah

1.6V

dan

3.6V

ini

sebesar 0.4V dan 1.2V. dari data

didapatkan data yang cukup baik

tersebut secara keseluruhan telah

untuk nilai tegangan tanpa filter yaitu

berdasarkan

secara teori sebesar 7.3V dan secara

tegangan akan semakin berkurang

praktek diperoleh sebesar 7.2V untuk

untuk kapasitansi kapasitor yang

tegangan

semakin meningkat.

sumber

sebesar

6V.

teori

karena

nilai

sedangkan untuk tegangan sumber

Nilai yang diperoleh secara

sebesar 12V diperoleh besar tegangan

teori dan praktek sangat jauh berbeda

secara teori sebesar 16.3V dan secara

sehingga

praktek sebesar 16V.

perbandingan yang sangat tinggi yaitu

diperoleh

nilai

Pada penyearah gelombang

antara 34% - 77%. Perbedaan ini

tanpa filter akan diperoleh riak

terjadi karena alat yang seharusnya

tegangan yang sangat besar, sehingga

dipakai untuk mengukur besarnya

dibutuhkan kapasitor untuk meredam

tegangan keluaran yaitu multimeter,

riak

sedangkan

tersebut.

meredam

riak

Kapasitor
kerena

dapat

pada

praktikum

ini

kapasitor

pembacaan nilai tegangan hanya

berfungsi untuk menampung muatan.

dilakukan pada gambar gelombang

Karena adanya kapasitor tegangan

yang terdapat pada layar osiloskop.

yang turun tidak segera turun karena

Selain itu kesalahan dapat terjadi

ketika muatan kapasitor mulai turun

karena alat yang kurang baik serta

banyak

terisi

praktikan yang kurang teliti dalam

kembali. Semakin besar kapasitansi

membaca penunjukan nilai tegangan

kapasitor maka tegangan riak yang

pada layar osiloskop.

kapasitor

keburu

dihasilkan akan semakin kecil.

H. Kesimpulan

Pada data hasil praktikum

Setelah melakukan praktikum

untuk penyearah setengah gelombang

dapat disimpulkan bahwa:

diperoleh

1. Dioda

nilai

tegangan

untuk

berfungsi

untuk

kapasitor 22F sebesar 3.6V dan 7.2V

menyearahkan gelombang karena

sedangkan untuk kapasitor 100F

sinya gelombang AC dapat di

transfer menjadi sinyal gelombang


DC pada layar osiloskop.
2. Penyearah setengah gelombang
menggunakan satu buah dioda
sedangkan penyearah gelombang
penuh menggunakan 4 buah dioda
dengan menghubungkan kutub
dioda yang sama pada sumber
potensial eksternal.
3. Semakin

besar

kapasitansi

kapasitor maka akan semakin kecil


nilai

tegangan

riak

yang

dihasilkan.

DAFTA R PUSTAKA
Haris, dkk. (2008). Dasar-dasar
elektronika. Makassar: badan
penerbit UNM
Sutrisno. (1986). Elektronika, teori
dan penerapannya. Bandung:
penerbit ITB.
Tim

elektronika
Penuntun

dasar.

(2013).
praktikum

elektronika

dasar

Makassar:

laboratorium

.elektronika dasar UNM

1.