Anda di halaman 1dari 4

BAB VII

KESIMPULAN DAN SARAN

7.1.

Kesimpulan
Dalam analisa penelitian ini digunakan metode forecasting dan regresi untuk

memproyeksikan kondisi Terminal Multipurpose Nilam Timur (TMNT) serta


menggunakan teori dan persamaan untuk menghitung kebutuhan fasilitas di TMNT
pada tahun 2020, tahun 2030, dan tahun 2040. Berdasarkan hasil penelitian yang
diperoleh, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan.
1. Arus kunjungan kapal di Terminal Multipurpose Nilam Timur (TMNT) tahun
2013 sebanyak 638 kapal dan di tahun 2020 diproyeksikan sebanyak 1086 kapal.
Sedangkan Proyeksi pada tahun 2030 adalah 1678 kapal dan di tahun 2040 sekitar
2.270 kapal atau meningkat sekitar 5,78% per tahun.
2. Arus petikemas tahun 2013 di TMNT mencapai 264.754 TEUs dan diproyeksikan
meningkat menjadi 604.302 TEUs di tahun 2020, 1.057.508 TEUs di tahun 2030,
dan 1.510.984 TEUs atau naik sekitar 5,89% per tahun.
3. Jumlah tambatan yang diperlukan menurut perhitungan memakai standar BOR

UNCTAD adalah 4 tambatan di tahun 2020, 7 tambatan di tahun 2030, dan 9


tambatan di tahun 2040. Sedangkan menurut perhitungan memakai standar
Dirjen Hubla diperlukan 3 tambatan di tahun 2020, 5 tambatan di tahun 2030, dan
7 tambatan di tahun 2040. Dalam hal ini penulis menggunakan tambatan yang
lebih banyak yaitu memakai standar UNCTAD. Kebutuhan panjang dermaga
107

TMNT tahun 2020 sekitar 508 meter, tahun 2030 sekitar 881 meter, dan tahun
2040 sekitar 1.254 meter.
4. Berth Occupancy Ratio (BOR) TMNT proyeksi tahun 2020 adalah 77%, tahun
2030 sekitar 118%, dan di tahun 2040 sekitar 161% dengan service time 12,39
jam. Standar UNCTAD untuk 2 tambatan adalah maksimal 50% sedangkan
standar dari Dirjen hubla untuk dermaga Nilam adalah maksimal 70%. Dalam hal
ini penulis menggunakan standar UNCTAD yang berarti nilai BOR di TMNT
sudah tidak memenuhi standar yang disarankan. Nilai Yard Occupancy Ratio
(YOR) proyeksi tahun 2020 adalah 58%, tahun 2030 sekitar 102%, dan di tahun
2040 sekitar 145%. Dalam hal ini penulis menggunakan standar yang disarankan
Dirjen Hubla yaitu maksimal 70% untuk dermaga Nilam.
5. Kebutuhan lapangan penumpukkan/CY tahun 2020 adalah 2 hektar, tahun 2030
sekitar 3,5 hektar, dan di tahun 2040 sekitar 5 hektar dengan 3 tumpukkan
petikemas dan dwelling time 5 hari. Untuk besaran Yard Througput (YTP) sekitar
2.028 TEUs/m/tahun.
6. Proyeksi kebutuhan Container Crane (CC) tahun 2020 adalah 5 unit, tahun 2030
sekitar 9 unit, dan di tahun 2040 sekitar 13 unit dengan tingkat utilisasi rata-rata
74% dan ketersediaan alat 95%. Untuk kebutuhan Rubber Tyred Gantry (RTG)
tahun 2020 adalah 6 unit, tahun 2030 sekitar 11 unit, dan di tahun 2040 sekitar 16
unit dengan tingkat utilisasi rata-rata 71% dan ketersdiaan alat 95%. Sedangkan
kebutuhan Head Truck dan Chassis (HT) tahun 2020 adalah 11 unit, tahun 2030

108

sekitar 19 unit, dan di tahun 2040 sekitar 28 unit dengan tingkat utilisasi rata-rata
69% dan ketersediaan alat 95%.
7. Jumlah waktu rata-rata per kapal untuk Approach Time (AT): 4.58 jam, Waiting
Time (WT) : 33 jam, dan Effektif Time (ET) terhadap Berthing Time (BT) adalah
66.15 jam, yang masih di bawah standar yang ditetapkan.

7.2.

SARAN
Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh, disarankan beberapa hal kepada

pihak operator dalam hal ini PT. Pelindo III Cabang Tanjung perak untuk
meningkatkan pelayanan kapal dan petikemas di TMNT sebagai berikut :
1. Pembangunan infrastruktur dermaga yang memadai dengan merevitalisasi
dermaga Nilam yang masih ada sepanjang 860 meter untuk mengatasi arus
kunjungan kapal yang semakin meningkat.
2. Penerapan model skenario C yang diharapkan mampu meningkatkan kinerja
operasional dengan menurukan nilai indikator pelayanan operasional kapal dan
petikemas.
3. Penambahan alat-alat produksi sesuai kebutuhan dan meningkatkan kecepatan
alat-alat produksi, sehingga Berth Working Time (BWT) sesuai yang telah
ditetapkan oleh PPSA.
4. Manajemen pemeliharaan alat-alat produksi secara teratur sehingga downtime alat
menjadi rendah dan idle time menjadi turun untuk menghasilkan pelayanan yang
lebih efisien.
109

5. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) operator lapangan dan


administrasi sehingga dapat mengoperasikan alat-alat produksi dan urusan
administrasi secara maksimal.
6. Penerapan sistem Informasi Teknologi (IT), konsep pelabuhan hijau (green port),
Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (SMK3L)
serta International Ship Security and Port Facility (ISPS Code) sehingga dapat
memperlancar kegiatan operasional di lapangan.

110