Anda di halaman 1dari 2

Cascara sagrada merupakan bahasa spanyol dari sacred bark atau kulit

kayu keramat. Rhamnus adalah nama kuno buckthorn sedangkan purshianus


adalah nama penemunya yaitu Friedrich Pursch.
Cascara sagrada adalah simplisia dari kulit batang Rhamnus purchiana DC.
Diperoleh dari tanaman liar dengan ketinggian 6-18 m dengan diameter batang 810 cm, berusia 8-9 tahun, yang tumbuh di pantai pasifik Amerika Utara (Inggris,
Kolumbia, Washington, Oregon). Kelangkaan sumber pohon ini di US mendorong
penanaman di daerah barat; Kanada, USA, dan Kenya, tetapi usaha ini kurang
behasil.
Cascara akhir2 ini diperkenalkan sebagai salah satu obat modern. Awalnya
cascara sudah dikenal oleh tokoh2 Meksiko dan Kalifornia, tetapi tidak
dideskribsikan sampai tahun 1805 dan tidak diperkenalkan sebagai obat sampai
tahun 1877.
Kulit Batang dikumpulkan dari pertengahan april hingga akhir agustus, ketika itu
siap dipisahkan dari batangnya. Irisan longitudinal pertama 5-10 cm untuk
memisahkan batang dan kulitnya. pohonnya biasanya ditebang dan kulit batang nya
dipisahkan. Potongan2nya dikeringkan ditempat teduh degan pelindung dibagian
atasnya. Material seperti itu disebut natural cascara, sedangkan sediaan komersial
berupa evenized, processed, atau compact.
Teknik coppicing: kulit kayu dipisahkan dari dahan atau batang. Kemudian
dikeringkan ditempat teduh dengan meletakkan permukaan dalam menghadap
ketanah sehingga memungkinkan untuk konversi enzimatik turunan antranol
(glikosida) menjadi turunan antraquinon yang terdapat dalam obat, sehingga dapat
menekan efek purgative menjadi lebih ringan.
Selama preparasi dan penyimpanan, cascara harus dilindungi dari hujan
dan udara lembab karena sebagian konstituen ekstrak atau kulit batang nya dapat
lapuk/ berjamur. Kulit batang harus disimpan minimal 1 tahun sebelum digunakan
adalah syarat BP tetapi kulit batang akan meningkat nilai pengobatan dan harganya
jika disimpan sampai 4 tahun. Banyak perusahan yang lebih suka menggunakan
kulit kayu yang telah disimpan lebih dari 1 tahun. Untuk mengurangi biaya
pengangkutan dan penanganan, kini sejumlah besar ekstrak langsung di import.
Telah diketahui bahwa cascara sagrada yang telah disimpan minimal 1
tahun lebih aman tetapi memiliki keefektifan yang sama dengan yang baru dipanen.
Hal ini terjadi akibat hidrolisis atau perubahan lainnya selama penyimpanan. Selain
itu, ditemukan cara untuk mengurangi rasa pahit cascara dengan cara
mengekstraknya menggunakan senyawa alkali, alkali tanah atau magnesium oksida.
Rasa pahit disebabkan oleh adanya lakton.

Cascara mengandung 6-9 % turunan antrasena, yang mana berupa ikatan Oglikosida dan C-glikosida. Berikut ini penggolongan konstituent nya:
1. Empat glikosida primer : kaskarosida A, B, C, D yang mengandung ikatan O
dan C glikosida. Strukturnya dielusidasi tahun 1974 oleh Wagner sebagai C10 isomer 8-O--D-glukopiranosida aloin dan krisopanol A.
Kaskarosida A dan B merupakan optikal isomer barbaloin, Kaskarosida C
dan D merupakan optikal isomer krisaloin.
O-glikosida: 10-20 % , C-glikosida 80-90%
2. Dua aloin yang merupakan C-glikosida hasil dari pemecahan produk no 1,:
- Turunan barbaloin dari aloe-emodin antron
- Turunan krisaloin (deoksibarbaloin) dari krisopanol antron
serta 10 hidroksialoin A dan B
3. Sejumlah turunan O-glikosida dari emodin oksantron, aloe-emodin, dan
krisopanol.
4. Bermacam-macam
diantron:
emodin,
aloe-emodin,
krisopanol,
heterodiantron palmidin A, B, dan C. Dimer ini juga dibentuk selama
preparasi dan penyimpanan, dan bisa mencapai 20 % dari total glikosida
antrasena.
5. Aloe-emodin, krisopanol, dan emodin dalam bentuk bebas.
Glikosida primer lebih aktif daripada aloin, sedangkan antraquinon bebas dan
dimer memiliki aktivitas purgative yang ringan. Kaskarosida memiliki rasa yang
lebih manis dan enak daripada aloin. Syarat BP: kulit kayu mengandung tidak
kurang dari 8 % glikosida hidroksiantrasena yang mana tidak kurang dari 60% nya
berupa kaskarosida A.
Penelitian oleh Bett dan Fairbairn (1964) menunjukkan bahwa antraquinon bebas
dibentuk oleh daun dan disimpan oleh kulit kayu sebagai C-glikosida, kulit kayu
yang lebih tua mengandung C-glikosida paling banyak. Kultur suspensi sel Rhamnus
purchiana akan memproduksi turunan antrasena yang mana terakumulasi dalam
bentuk emodin yang akan naik secara significant oleh 12 jam pada siklus
gelap/terang. Penerangan terus menerus pada kultur akan menekan produksi
antraquinon.
Cascara sagrada berfungsi sebagai purgative. Biasanya digunakan dalam
bentuk ekstrak cair, elixir atau tablet yang dibuat dari ekstrak kering. Selain itu juga
digunakan oleh kedokteran hewan.