Anda di halaman 1dari 56

ANTI INFEKSI

AHMAD SALEH, S.FARM., MPH, APT

DEFINISI
ANTIMIKROBA
Antimikroba (AM) ialah obat pembasmi mikroba,
khusus nya mikroba yang merugikan manusia, yang
dimaksudkan dengan mikroba terbatas pada jasad
renik yang tidak termasuk kelompok parasit.
ANTIBIOTIKA
Antibiotik ialah zat yang dihasilkan oleh suatu
mikroba, terutama fungi, yang dapat menghambat
atau dapat membasmi mikroba jenis lain

AKTIVITAS ANTIMIKROBA
Bakteriostatik
menghambat pertumbuhan mikroba
Bakterisid
membunuh / memusnahkan mikroba
KHM = kadar hambat minimal
KBM = kadar bunuh minimal
Aktivitas bakteriostatik dpt jadi bakterisid bila
kadar ditingkatkan lebihi KHM

ANTIINFEKTIKUM
Cara Penyebaran dan Penularan Penyakit Infeksi
Cara Penyebaran

Penyakit yg timbul / Infektan

I.KONTAK

LANGSUNG
-Via hub sex
-Penetrasi via kulit
-Kontak kulit
-Inokulasi via luka

Sifilis, gonorhoea, AIDS


Skistomiasis, inf. cacing gelang
Inf stafilokok, ektoparasit
Tetanus, rabies, sporotrikosis

I.KONTAMINASI

Salmonellosis, cacing pipih


Bruselosis, tuberkulosis
Disentri, askariasis, amubiasis

MAK MIN

-Kont makanan
-Kont ASI
-Kont mak

min o/ kotoran penderita

I.KONTAMINASI

UDARA/RESPIRASI
-Inhalasi droplet infektan
-Inhalasi spora

Influenza, streptokok, pneumonia


TBC, antraks, mikosis

ANTIINFEKTIKUM
Cara Penyebaran dan Penularan Penyakit Infeksi
Cara Penyebaran

Penyakit yg timbul / Infektan

I.VIA VEKTOR

Malaria, filariasis, yellow fever


Malaria, pes, riketsiosis

-Manusia ke

manusia
-Hewan ke manusia

I.VIA PROSEDUR

PENGOBATAN

-Transfusi darah
-Pengobatan luka
-Hubungan dgn

alat urologi
-Hub dgn respirator
-Terapi IV

I.INFEKSI

KONGENITAL
-Transplasental
-Saluran rahim

Hepatitis
Stafilokok; klebsiella
Bakteri gram
Bakteri gram
Candida, klebsiella

Sifilis, rubella, toksoplasmosis


Herpes simpleks, streptokok B

ANTIINFEKTIKUM

Antibiotikum
Antimalaria
Amubisidum
Fungisidum
Sulfonamidum
Kombinasi antinfektikum

PENGGOLONGAN ANTIBIOTIK

1.
2.
3.

BERDASARKAN MEKANISME KERJA


BERDSRKAN MANFAAT & SASARAN KERJA
BERDSRKAN DAYA KERJA

ANTIBIOTIK
Penggolongan Kimia
-laktam (Penisilin & Sefalosporin)
Aminoglikosida (strepto, kana, genta, tobra, neomisin)
Kloramfenikol
Tetrasiklin
Makrolida (eritro, linko, klindamisin)
Rifamisin
Polipeptida siklik (polimiksin B, E, basitrasin)
Polien (nistatin, amfoterisin B)
Serbaneka (vankominsin, ristosetin, griseofulvin)

MEKANISME AKSI

Menghambat metabolisme sel


Mis : sulfonamid, trimetoprim

Menghambat sintesis dinding sel


Mis : Gol.Beta laktam dan sefalosforin

Mengganggu permeabilitas membran sel


Mis : polimiksin

MEKANISME AKSI

Menghambat sintesis protein


Mis : Kloramfenikol dan tetrasiklin

Menghambat sintesis atau merusak asam


nukleat
Mis : rifampisin dan gol. kuinolon

The Action of Antimicrobial Drugs

Figure 20.2

The Action of Antimicrobial Drugs

Figure 20.4

Berdasarkan manfaat dan sasaran kerja :


1. Terhdp kokus gram + (Penisilin, makrolida, linko, vanko, basitrasin)

2. Terhdp gram (aminoglikosida, polimiksin)


3. Spektrum luas (gram + dan gram ) (ampi, karbenisilin, sefalosporin, tetra,
kloramf)

Berdasarkan daya kerja :


1. Bakteriostatik (yg kerja hambat sintesis protein bakteri)

2. Bakterisidik (yg kerja hambat sintesis dinding sel bakteri)

Resiko penyalahgunaan AB :
1. Efek samping dan reaksi toksik
2. Induksi hipersensitivitas
3. Modifikasi flora normal, terjadi superinfeksi
4. Mutan mikroba resisten ancaman bahaya individual
atau epidemiologik
5. Faktor lingkungan, diet pertimbangkan pengaruhnya
akan interaksi dengan AB

Rute pemberian AB
Rute Pemberian

Antibiotik

Hanya oral atau topikal

Fenoksimetil penisilin
Sefaleksin
Neomisin
Basitrasin
Indanil karbenisilin

Hanya parenteral

Benzatin penisilin
Karebenesilin
Metisilin
Streptomisin
Kanamisin
Gentamisin
Tobramisin
Vankomisin
Sefalotin
Sefaloridin
Polimiksin

Rute pemberian AB
Rute Pemberian

Antibiotik

Oral atau parenteral

Penisilin G
Ampisilin
Tetrasiklin
Kloramfenikol
Eritromisin
Linkomisin

EFEK SAMPING
Reaksi alergi
Reaksi toksik
Perubahan biologik dan metabolik

SEBAB KEGAGALAN TERAPI


1.
2.
3.
4.
5.

6.
7.

Dosis kurang
Masa terapi kurang
Faktor mekanik
Salah tetapkan etiologi
Faktor farmakokinetik
Pilihan AM kurang tepat
Faktor pasien

PILIHAN ANTIMIKROBA
Setelah diagnosis ditetapkan bahwa
pasien perlu diberikan AM, langkah
berikutnya ialah memilih jenis AM yg
tepat, menentukan dosis dan cara
pemberiannya.
Juga harus dipertimbangkan faktor
sensitivitas mikroba thd AM, keadaan
tubuh hospes, dan faktor biaya.

INDIKASI KOMBINASI AM

Pengobatan infeksi campuran


Pengobatan awal pada infeksi berat yang
etiologinya belum jelas
Mendapatkan efek sinergi
Memperlambat timbulnya resistensi
Kombinasi
tetap
mis.
Sulfonamidtrimetoprim,
sulfadoksin-pirimetamin,
amoksi-klav, sulbaktam-ampisilin.

ANTI INFEKSI

01.01. ANTIBIOTIKA
01.01.01 AMINOGLUKOSIDA

A. AMIKASIN

Indikasi

SO4

: Infeksi kuman Gram negatif, yaitu :


- Pseudomonas sp
- Providencia sp
- Escherichia coli
- Serratia sp
- Proteus sp
- Acinetobacter sp
- Klebsiella enterobacter
Efek samping : Nephrotoksis & ototoksis
Dosis
: - IM 15 mg/kgBB/hari dibagi 2 dosis
- Neonatus/prematur :
Dosis awal 10 mg/kgBB/hari
15 mg/kgBB/hari dibagi 2 dosis

A. AMIKASIN lanjutan .

Bentuk Sediaan
:
A. Vial 250 mg
B. Vial 500 mg
C. Vial 1 gram

NO

Nama Paten

Bentuk sediaan/
kekuatan (Vial)

AlostiL

Prafa

Amikin

A,B &C

Bristol-Myers
Squibb

Pabrik

B. 2-4 Dideoksi kanamisin B

Efek samping : gangguan terhadap pendengaran, tinitus,


vertigo relatif kecil.
Dosis
: - Dewasa : 100-200 mg/hari
- Bayi & anak : 1-2 mg/kgBB/hari
- Neonatus/prematur : 3-4 mg/kgBB
IM dalam 1-2 dosis
Bentuk Sediaan :
A = Vial 50 mg

NO

Nama paten

Dibekacin

Bentuk sediaan/
kekuatan (Vial)
A

Pabrik
Meiji

C. Paramomisin

: Diare yang disebabkan amuba baik akut


maupun kronik. Terapi penunjang pada
kasus koma hepatikum.
Dosis
: @ Amubiasis :
- Dewasa/Anak : 25-35 mg/hari terbagi
dalam 3 dosis selama 5-10 hari.
@ Management pada koma hepatikum :
- 4 g sehari dalam dosis terbagi, 5-6 hari.
Bentuk Sediaan :
A = Tablet 250 mg
B = Sirup 125 mg/5ml
NO Nama paten
Bentuk sediaan/
Pabrik
kekuatan (Tablet)
1

Indikasi

Gabbrobal

A&B

Kalbe Farma

D. Spectinomisin

Indikasi

: mengobati uretritis dan proktitis gonokokus


akut pada pria & servisitis dan proktitis
gonokokus akut pada wanita oleh
Neisseria gonorrhoeae.
Kontraindikasi : Hipersensitivitas
Dosis
: Dewasa (Pria & Wanita) suntik 5 ml larutan
yang mengandung 2 gram spectinomisin
secara IM.
Bentuk Sediaan :
A. Vial 2 gram
NO Nama paten
Bentuk sediaan/
Pabrik
kekuatan (Vial)
1

Trobicin

Pharmacia

E. Tobramisin

Indikasi

: septikemia, sepsis neonatus, infeksi


pernapasan bawah, GIT, peritinitis, saluran
kemih, kulit, tulang, jaringan lunak terutama
oleh Ps. aeruginosa, E. coli, Klebsiela,
Streptococcus faecalis, St. aureus
Dosis
: Dewasa :
- Infeksi sedang = 2-3 mg/kgBB/hari
- infeksi berat = 3-5 mg/kgBB/hari
dalam 3 dosis terbagi
- Anak-anak
= 1,5-1,9 mg/kgBB
tiap 12 jam

E. Tobramisin lanjutan
Bentuk Sediaan :
A. Ampul 60 mg/1,5 ml
B. Ampul 80 mg/2 ml
C. Vial 240 mg/6 ml

NO

Nama paten

Bentuk
sediaan/
kekuatan (Vial)

Pabrik

Dartobcin

A&B

Darya Varia

Nebcin

A&B

Tempo SP,
Eli Lilly

Tobryne

Fahrenheit

F. Kanamisin

Indikasi

: infeksi saluran napas, faringitis, bronkitis,


bronkopneumonia (TBC paru), pneumonia,
infeksi saluran kemih, sistitis akut & kronik,
pielitis, nefritis, gonorea, limpangitis, otitis
media, osteomielitis, infeksi setelah operasi,
disentri basil & diare akut, yang
disebabkan
oleh E. coli, Dysentery
bacillus, Vibrio
parahaemolyticus,
Staphylococcus & bakteri
yang
sensitif.
Efek samping : Ruam kulit, sakit kepala, mual.
Perg/Perh
: Hati-hati pada penderita dengan keruskan
fungsi ginjal, pendengaran, pasien usia
lanjut
atau pasien dengan kondisi kesehatan
rendah. Kombinasi dengan obat
anestesi atau
relaksan otot dapat
memperburuk depresi
pernapasan.

F. Kanamisin

Dosis

: @ Kapsul : - 2-4 g/hari, (Dewasa)


- 50-100 mg/kgBB/hari
dibagi dalam beberapa tiap 5-6 jam
@ IM :
- sehari 10 mg/kgBB dalam 2
dosis
Bentuk Sediaan :
A. Vial 500 mg
B. Vial 1000 mg
C. Vial 2000 mg
D. Kapsul 250 mg
E. Sirup 50 mg/ml

F. Kanamisin

NO

Nama paten

Bentuk sediaan/
kekuatan (Vial)

Pabrik

Kanabitic

Bernofarm

Kanamicin H.J

Hexpharm

Kanamicin meiji A,B,C,D & E

Meiji

Kanarco

Armoxindo

Kanoxin

Alpharma

F. Gentamisin

Indikasi

: sepsis neonatal bakteri, septikemia bakteri,


infeksi saluran kemih, susunan saraf pusat,
saluran nafas, saluran cerna, kulit,
tulang,
infeksi jaringan lunak.
Efek samping : telinga berdengung, vertigo, tinitus,
kehilangan pendengaran & pusing.
Dosis
: Menurut keadaan penderita.
Bentuk sediaan :
A. Ampul 40 mg/ml
B. Ampul 80 mg/ml
C. Ampul 120 mg/ml

G. Gentamisin
No

Nama paten

Gentamerck

Bentuk sediaan/
kekuatan

Nama pabrik

Merck

gentanal

B&C

Harsen

Ethigent

Ethica

Ottogenta

Otto

Sagestam

Sanbe

Salticin

Interbat

Timact

Fahrenheit

. Kloramfenikol & Derivatnya

a. Kloramfenikol (Palmitat, Stearat)

Indikasi

: Tifus, paratifus, batuk rejan, riketsiosis,


enterokolitis, infeksi saluran kemih, infeksi
pada alat-alat pernapasan, radang
paruparu, bacterimia meningitis
pembantu pada
operasi dan kebidanan.
Kontraindikasi : Hipersenssitivitas, gangguan faal hati
parah
Perh
: Hati-hati untuk penderia gangguan ginjal,
bayi prematur dan bayi baru lahir, untuk
terapi berjangka dilakukan pemeriksaan
hematologik.
Efek samping : Diskrasia darah, alergi, sindrom kelabu
pada
bayi prematur dan bayi baru lahir

a. Kloramfenikol (Palmitat, Stearat)

Interaksi obat : Hati-hati diberikan bila diberikan bersama


dikumarol, fenitoin, tolbutamida, fenobarbital dan
sejenisnya.
Dosis
: - Dewasa :
3-4 x sehari 250-500 mg
- Anak dan bayi > 2 minggu :
50 mg/kgBB/hari terbagi dalam 4 dosis
- Bayi preamtur :
25 mg/kgBB/hari terbagi dalam 4 dosis
Sediaan
:
A. Kapsul 250 mg
B. Kapsul 500 mg
C. Sirup 125 mg/5ml
D. Vial 1 gram

a. Kloramfenikol (Palmitat, Stearat)


No

Nama paten

Bentuk sediaan/
kekuatan

Pabrik

1.

Alchlor

A, C

Apex pharma

Bufacetine

Bufa Angka

Chloracol

Ifars

Chlorramex

A,B

Alpharma

Chlorbiotik

A, B

Bernofarm

Cito Phenicol

Ciubros

Chloramidina

Armoxindo

Colcetin

A,C

Emba Mega Farma

Colme

A,C

Interbat

10

Colsancetine

A,C

Sanbe Farma

11

Combicetin

A,C

Combiphar

12

Cymacetine

Imedco Farma

13

Decacetine

A,C

Harsen

14

Empeecetin

A,C

Nufarindo

15

Emkapeni

Mudita Karuna

16

Erlamicetine

A,C

Erela

17

Fenicol

A,C

Armoxiado

18

Grafacetin

Graha Farma

19

Heromycetin

Heroic

20

Kemocol

A, C

Phyto Kemo
Agung

21

Lanacetine

A, C

Landson

22

Licoclor

A, C

Berlico

23

Magnachlor

A, C

Darya Vafia

24

Mecocetin

A, C

Mecosin

25

Medichlor

A, C

First Medipharma

26

Mefamicetin

A, C

Inti Jaya

27

Megacetine

Mega Esa Farma

28

Megachlor

Mega Esa Farma

29

Microtina

Pyridam

30

Neophenical

Westmont, Medifarma

31

Novachlor

Novapharin

32

Palmicol

A, C

Otto

33

Pimicetin

A, C

Pim

34

Ribocione

Dexa Medica

35

Sakamycetine

Saka Farma

36

Solachlor

37

Suprachlor

Solas
Langgeng
Meprofarm

38

Uni Phenicol

A, C

Universal

39

Varicetine

Varia sekata

40

Xepahicol

A, C

Metiska Farma

41

Zenichlor

A, C

Zenith

B. Levo kloramfenikol

Indikasi
: Demam tipus dan paratipus,
riketsiosis,kolibasilosis, bruselosis, disentri, salmonelosis,
disentri, salmonelosis, septikemia infeksi saluran nafas,
saluran kemih, mata, hidung dan telinga.
Kontraindikasi : Hipersensitivitas.
Dosis
: - Dewasa :
Tiap 2-4 jam 1 kapsul
- Anak kurang dari 1 tahun :
Tiap 4-6 jam 5 ml sirup
- Anak-anak 1-3 tahun :
Tiap 6 jam 10 ml sirup
- Anak 3 tahun ke atas :
Tiap 4 jam 10 ml sirup
- Injeksi im, iv dan sk sehari 1,5-3 gram

B. Levo kloramfenikol

Sediaan
:
A. Vial 1 gram
B. Kapsul 250 mg
C. Sirup 125 mg/5ml

No

Nama Paten

Btk Sediaan/
Kekuatan

Pabrik

Kemicetine

A,B, C

Kalbe Farma

C. Tiamfenikol

Indikasi
: Tifus, paratifus, bakterimia meningitis,
infeksi saluran nafas, urogenital, tractus intestinalis,ssp,
GO
Kontraindikasi : Hipersensitivitas, gangguan Fungsi hati
dan
ginjal
Efek samping : Gangguan cerna, sakit kepala, diskrasia
darah, sindroma gray,vertigo dll.

C. Tiamfenikol

Dosis

- Dewasa :
Rata-rata tiap hari 1,5 g
(500 mg tiap 8 jam).
- Anak-anak :
Rata-rata oral 30 mg/kgBB/hari
- Dalam minggu pertama dosis dapat
ditingkatkan sampai 3 g untuk dewasa
dan 50 mg/kgBB/hari untuk ana-anak
pada tifus abdominalis dan
salmonellosis yang lain, lama
pengobatan dapat bervariasi dari
beberapa hari sampai 2-3
minggu, tergantung infeksi dan respon
klinik

C. Tiamfenikol

Sediaan
:
A. Kapsul 250 mg
B. Kapsul 500 mg
C. Kaplet 500 mg
D. Kaplet 1000 mg
E. Sirup 125 mg/5 ml
F. Sirup 250 mg/5ml

C. Tiamfenikol
No

Nama Paten

Bentuk Sediaan/
Kekuatan

Pabrik

Alfatic

A&B

Aditama

Anicol

A&B

Heroic

Biothicol

A, B, & C

Sanbe Farma

Cetathiacol

Soho

Comthycol

B, C, & D

Combiphar

Conucol

A&B

Armoxindo

Alfatic

A, B

Aditama

Anicol

A,B

Heroic

Biothicol

A,B,E

Sanbe Farma

CEtathiacol

Soho

Comthycol

B, E, F

Combiphar

Conucol

A&B

Armoxindo

Corsafen

A, B, D & E

Corsa

Daiticin

Erlimplex

Dexycol

Dexa Medica

10

Dionicol

Ifars

11

Fenibios

Emba Mega Farma

12

Fulsatrax

A&B

Harsen

13

Genicol

A&B

Guardian

14

Inticol

Indo Farma

15

Ipibiofen

A&B

IPI

16

Kalticol

Kalbe Farma

17

Lacophen

B&E

LAPI

18

Lanacol

Landson

19

Mirakap

Sampharindo
Perdana

20

Nikolam

B&E

Mepropharm

21

Nilacol

Nicholas

22

Nufathiam

Nufarindo

23

Opiphen

B&E

OTTO

24

Phenobitic

A, B & E

Bernofarm

25

Promixin

Pyridam

26

Riamicin

Rama Farma

27

Renomoca

B&E

Fahrenheit

28

Sendicol

A, B & E

Corenet Crown

29

Solathim

Solas Langgeng

30

Thiambiotic

Prafa

31

Thiamfilex

Molex Ayus

32

Thiamika

A&B

Ikapharmindo

33

Thiamycin

A, B, D, E & F

Interbat

34

Thianicol

A&B

Dankos

35

Thislacol

A&B

Metiska

36

Tiphutic

Grela

37

Troviakol

Tropica Mas

38

Urfanicol

A&B

Zenith

39

urfekol

A&B

Medikon

40

venacol

A, B & E

Mugi

41

yekathiacol

yekatria

42

Zecathiam

A&B

First Medipharma

43

Zumatab

B, E, & F

Prima Hexal

Sekian

Anda mungkin juga menyukai