Anda di halaman 1dari 5

Uswatun Hasanah

(1005395)
APLIKASI DISTRIBUSI BOSE-EINSTEIN PADA KAPASITAS KALOR
KRISTAL

1. Penjelasan mengenai fungsi distribusi yang digunakan


Ffungsi distribusi Bose-Einstein yaitu:

Di mana

adalah probabilitas menemukan partikel pada keadaan tertentu pada suhu

mutlak T.
Penggunaan Fungsi distribusi Bose-Einstein saat partikel-partikel individu yang
ditinjau tidak dapat terbedakan dan tidak ada batasan atas jumlah partikel pada energi
keadaan tertentu. Partikel-partikel yang menggunakan fungsi distribusi ini disebut
dengan boson dan mempunyai spin integral. Contoh dari partikel boson yaitu partikel
alfa (S=0), foton (S=1) dan deuteron (S=1).

2. Kaitan fungsi distribusi dengan aplikasi


Peter Debye mendapatkan hasil yang sama dengan hasil percobaan di mana
untuk suhu rendah dengan memodelkan kristal sebagai objek elastik kontinu
yang memiliki energi internal yang didapatkan dari energi gelombang berdiri. Gerakan
individu atom-atom begitu kecil dan gabungan antara atom-atomnya begitu kuat
sehingga kita tidak bisa menggetarkan satu atom tanpa menggetarkan atom-atom
didekatnya bahkan keseluruhan zat padat. Oleh karena itu, dianggap getaran-getaran ini
tersebut membentuk gelombang berdiri pada kristal. Frekuensinya bergantung pada
ukuran dan bentuk kristal, serta mirip dengan gelombang berdiri pada lubang hitam.
Gelombang yang terbentuk merupakan gelombang suara yaitu gabungan antara
gelombang longitudinal dan transversal pada kristal dan memiliki rentang frekuensi dari
nol sampai nilai maksimum yang ditentukan dari kebergantungan panjang gelombang
minimum pada jarak antar atom.
Lebih jauh lagi, gelombang-gelombang elastis atau kisi yang bervibrasi ini
terkuantisasi, seperti layaknya gelombang elektromagnetik atau foton.

Frekuensi

getaran elastis yang terkuantisasi ini disebut dengan fonon, yang merambat dengan

besar yang sama dengan besar kecepatan suara di zat padat dan membawa energi
quantum sebesar

Ada dua macam gelombang elastis pada kristal: longitudinal dan transversal.
Gelombang tersebut merambat dengan kecepatan

dan

mode getaran yang berbeda pada rentang frekuensi


sebagai

. Untuk mendapatkan nomor

dan

, yang diekspresikan

, kita harus menghitung mode transversal dan longitudinal secara

terpisah.
Untuk gelombang transversal, dengan menggunakan persamaan di bawah ini

Di mana:
dari hubungan
Besar nilai energi E pada sama seperti pada permasalahan dalam menemukan
mode osilasi gelombang yang terperangkap di suatu kotak berongga bervolume
V, yang berdimensi lebih besar daripada panjang gelombangnya dimana

Dengan mengganti c dengan

pada pers. (1), didapatkan

Sedangkan untuk gelombang longitudinal, yang mempunyai satu derajat kebebasan,


mode getarnya adalah setengah dari banyak getaran yang ada, yaitu:

Sehingga, jumlah keseluruhan mode getar dalam rentang frekuensi


(

, yaitu:

Pada medium yang kontinu, tidak ada batasan pada jumlah nomor mode getar.
Tetapi pada padatan, yang mempunyai struktur atom dan terdiri dari N atom, mode
getarnya harus dijabarkan dalam 3N koordinat posisi atom. Oleh karena itu, terdapat
batasan pada jumlah nomor mode bebas, yang nilainya harus sama dengan 3N.

Sehingga dengan menggunakan persamaan di bawah ini,

yang menentukan frekuensi cutoff

. Dengan menggunakan persamaan (3), persamaan

(2) bisa ditulis sebagai berikut

Jumlah fonon tidaklah tetap karena jumlahnya bisa bertambah atau berkurang
bergantung pada apakah energi dari mode getar bertambah atau berkurang. Kemudian,
dimasukkan ke dalam persamaan

Jumlah energi vibrasi kristal pada rentang frekuensi

yaitu

Sehingga

Kapasitas kalor kristal pada volume konstan yaitu

Lebih nyaman untuk mendefinisikan temperatur Debye

Diketahui bahwa

dan bahwa

sebagai

Persamaan 6, bisa kita tulis dalam bentuk yang lebih sederhana, yaitu

atau

3. Penjelasan fisis dari aplikasi dihubungkan dengan fungsi distribusi


pada suhu rendah, yaitu

sehingga
(

Pada suhu rendah ini, kapasitas panas kebanyakan zat padat menurun seiring penurunan
suhu. Untuk alasan yang sama bahwa derajat bebas molekul menjadi membeku pada
suhu rendah. Pada suhu yang lebih rendah, besar kT menjadi lebih kecil daripada energi
terkecil untuk atom bisa dapatkan. Oleh karena itu, kebanyakan atom-atom tetap pada
keadaan energi terendahnya karena tingkat energi yang lebih tinggi tidak dapat diraih.
Energi getar rata-rata per atom adalah kurang dari 3kT dan kapasitas kalor per
molekulnya adalah kurang dari 3k.

Untuk temperatur tinggi, yaitu

Didapatkan

1,

, sehingga,

Kapasitas kalor untuk semua unsur secara praktiknya menghasilkan nilai

, yang mana

hasil ini disebut dengan hukum Dulong-Petit. Selain itu, hal ini juga sesuai dengan
prinsip ekuipartisi energi, karena untuk

, energi getar tiap derajat

kebebasan akan menjadi

dan untuk 3 derajat bebas tiap atomnya,

Oleh karena itu,

Daftar Pustaka
McKelvey, John Philip. 1966. Solid State and Semiconductor.Florida: Krieger
Publishing
Finn, Alonso. Fundamental University Vol. II
Serway, Raymond A. 2005. Modern Physics 3th edition