Anda di halaman 1dari 23

Tugas pendidikan

kewarnegaraan
Membuat soal beserta
jawabannya
Nama kelompok:
1.
2.
3.
4.

nauval nabil zafi(03)


Ahmad najih daroini(06)
Muhammad faishal falah A.K.A.B(17)
Ahmad sholahuddin ayyuby(29)

Soal pilihan ganda


1.

A.
B.
C.

D.

2.

Pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh


pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.
Yang dimaksud dengan tugas pembantuan adalah ...
Penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah
otonom untuk mengurus pemerintahan dalam NKRI.
Pelimpahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada gubernur
sebagai wakil pemerintah kepada instansi vertikal di wilayah tertentu.
Penugasan dari pemerintah kepada daerah dan atau desa dari pemerintah
propinsi kepada kabupaten/kota dan atau desa untuk melakukan tugas
tertentu.
Wewenang, hak dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan
mengurus sendiri urusan pemerintah sesuai dengan peraturan perundang
undangan.
Hak, wewenang dan kewajiban daerah otonomi untuk memgatur dan
mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan setempat sesuai
dengan peraturan perundang-undangan disebut ...
A. Daerah otonomi
B. Prinsip otonomi daerah
C. Otonomi daerah
D. Asas asas otonomi daerah

3.
Daerah otonom adalah ...
A. Kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas wilayah tertentu
berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat
menurut prakarsa sendiri.
B. Kesatuan daerah yang mempunyai perangkat dan pemerintahan sendiri,
mengurus kepentingan masyarakat di daerah menurut prakarsa sendiri.
C. Kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas wilayah tertentu
berwenang mangatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat
menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem NKRI.
D. Hak wewenang, dan kewajiban untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan
pemerintah dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan
perundang undangan.
4.

Peraturan yang mengatur tentang pelaksanaan otonomi daerah, yaitu ...


A. UU No. 20 Tahun
B. UU No. 32 Tahun 2004
2003
C. UU No. 9 Tahun
D. UU No. 39 Tahun 1999
1998

5.

6.

7.
A.
B.
C.
D.
8.

A.
B.
C.
D.

Undang Undang No. 32 Tahun 2004 mengatur tentang ...


a) Pemerintahan Daerah
c) Pemerintahan Otonomi
b) B. Ototnomi Daerah
d) Daerah Otonom
Yang disebut daerah otonom adalah ...
1) Negara
3) Kecamatan
2) B. Kabupaten
4) D. Kelurahan
Yang termasuk ketentuan Otonomi Daerah, yaitu ...
Pemegang kekuasaan pemerintah daerah
Kekeuasaan tetap milik pemerintah pusat
Kekuasaan milik negara bagian
Kekuasaan milik pemerintah daerah
Adapun pertimbangan pertimbangan yang dijadikan dasar pembentukan
daerah otonom menurut UU No. 32 Tahun 2004 adalah sebagai beriku, kecuali
...
Kemampuan ekonomi
Potensi daerah
Jumlah penduduk dan luas wilayah
Keinginan pemerintah pusat

9.
Pengertian dekonsentrasi adalah ...
A. Wewenang, hakdan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan megurus
sendiri urusan pemerintah sesuiai dengan peraturan perundang-undangan.
B. Penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah
otonom ntuk mengurus pemerintahan dalam NKRI.
C. Pelimpahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada gubernur
sebagai wakil pemerintah kepada instansi vertikal di wilayah tertentu.
D. Kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas batas wilayah yang
berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem NKRI.
10. Penyerahan wewenang oleh pemerintah kepada daerah otonom dalam
kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan pengertian ...
A. Desentralisasi
C. Tugas Pembantuan
B. Dekonsentrasi
D. Otonomi daerah
11. Pelimpahan wewenang dari pemerintah kepada gubernur sebagai wakil
pemerintah dan/atau perangkat pusat di daerah dinamakan ...
A. Tugas pembantuan
C. Otonomi daerah

B. Dekonsentrasi

D. Desentralisasi

12. Kesatuan masyarakat yang mempunyai batas daerah tertentu dan


berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat
menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam ikatan
Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan pengertian dari ...
A. Daerah Administrasi
C. Desa
B. Daerah Otonom
D. Daerah Propinsi
13. Penugasan dari pemerintah kepada daerah dan desa serta dari daerah ke
desa untuk melaksanakan tugas tertentu yang disertai pembiayaan, sarana,
prasarana serta sumber daya manusiadengan kewajiban melaporkan
pelaksanaannya dan mempertanggungjawabkannya kepada yang menugaskan
disebut ....
A. Tugas pemerintah
C. Tugas Pembantuan
B. Wilayah Administrasi
D. Penugasan Daerah dan Desa
14. Undang Undang yang mengatur tentang Perimbangan Keuangan
Pemerintah Pusat dan Daerah adalah ...
A. UU No. 20 Tahun 2004
B. UU No. 21 Tahun 2004
C. UU No. 32 Tahun 2004
D. UU No. 33 Tahun 2004
15. Perangkat departemen dan atau lembaga pemerintah non departemen di
daerah dinamakan ...
A. Instansi berwenang
B. Instansi horisontal
C. Instansi departemen
D. Instansi vertikal
16. Di bawah ini bidang bidang yang masih menjadi kewenangan pemerintah
pusat di daerah, kecuali ...
A. Politik
B. Agama
C. Sosial budaya
D. Keuangan
17.

Alasan yang tepat bagi bangsa Indonesia untuk melaksanakan otonomi


daerah karena Indonesia ...
A. Negara demikrasi berdasar hukum.

B. Negara demikrasi berpenduduk besar


C. Negara yang subur dan rakyatnya ramah
D. Negara besar yang penduduknya majemuk
18.
1.
2.
3.
4.

Perhatikan pernyataan di bawah ini!


Keadilan
Pemerataan
Pengembangan kehidupan demokrasi
Pemanfaatan/exploitasi sumber daya alam sebesar-besarnya
Dari pernyataan di atas yang merupakan tujuan pemberian otonomi kepada
daerah ditunjukkan pada nomor...
A. 1, 2 dan 3
C. 2 dan 4
B. 1 dan 3
D. 4

19.
1.
2.
3.
4.

Perhatikan pernyataan di bawah ini!


Adanya kewenangan pemerintah daerah
Adanya tugas pembantuan dari pusat
Adanya partisipasi aktif masyarakat daerah
Adanya pemilihan kepala daerah yang jurdil
Dari pernyataan di atas yang menjadi nilai dasar hakikat terwujudnya otonomi
daerah ditunjukkan pada nomor...
A. 1, 2 dan 3
C. 2 dan 4
B. 1 dan 3
D. 4

20.
1.
2.
3.
4.

Perhatikan pernyataan di bawah ini !


Moneter
Kesehatan
Politik luar negeri
Pekerjaan umum
Dari pernyataan diatas yang merupakan kewenangan daerah otonom menurut
UU No 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah ditunjukkan pada nomor ...
A. 1,2 dan 3
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 4 benar

Soal pilihan ganda 2


1. Berikut adalah prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam
menyelenggarakan otonomi daerah, kecuali ...
A. Didasarkan otonomi luas, nyata dan bertanggung jawab.
B. Harus meningkatkan kemandirian daerah.
C. Kekuasaan daerah untuk menyelenggarakan pemerintahan mencakup
kewenangan semua bidang.
D. Memperhatikan aspek demokrasi, keadilan, pemerataan potensi dan
keragaman daerah.
2. Dalam menyelenggarakan otonomi daerah harus mempertimbangkan hal
hal di bawah ini, kecuali ...
A. Harus menjamin hubungan yang serasi dengan pemerintah.
B. Harus berorientasi pada peningkatan kesejahtaraan masyarakat.
C. Harus menjamin pembagian kekuasaan dan hasil dengan daerah lain.
D. Harus menjamin terciptanya peluang kerja demi kesejahteraan masyarakat
setempat.
3. Otonomi daerah mendorong pemerintah daerah untuk memberdayakan
masyarakat, menumbuhkan prakarsa dan kreativitas, meningkatkan partisipasi
masyarakat serta ...
A. Meningkatkan peran dan fungsi DPRD.
B. Menumbuhkan kemakmuran masyarakat setempat.
C. Meningkatkan partisipasi dan peran perangkat daearah.
D. Memberdayakan kepala daerah dan perangkat daerah otonom lainnya.
4. Pemerintah daerah dalam menyelenggarakan wawasan pemerintahan
memiliki hubungan dengan pemerintah dan dengan pemerintah daerah
lainnya. Adapun hubungan pemerintah propinsi dengan pemerintah kabupaten
/ kota bersifat ...
A. Khusus
C. Koordinatif
B. Hierarkis
D. Substantif
5. Urusan pemerintah secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi kekhasan dan potensi
unggulan daerah merupakan urusan pemerintah kabupaten / kota yang
bersifat ...
A. Wajib
C. Pilihan
B. Sukarela
D. Khusus

6. Pelaku utama dalam pelaksanaan otonomi daerah yaitu ...


A. Kepala Daerah
C. Pemerintah Daerah
B. DPRD
D. masyarakat
7. Dengan dibentuknya otonomi daerah maka pihak yang berwenang membuat
peraturan daerah ialah ...
A. DPRD dan Kepala Daerah
B. Presiden dan MPR
C. MPR dan DPR
D. Bupati dan gubernur
8. Pelaksanaan otonomi daerah harus didasarkan pada otonomi yang luas, nyata
dan ...
A. Bertanggung jawab
B. Terprogram
C. Terkendali
D. Seimbang
9. Kedudukan DPRD terhadap kepala daerah dalam pemerintahan otonomi
daerah adalah ...
A. Sejajar
B. Lebih tinggi
C. Lebih rendah
D. Lembaga otonom
10. Dengan diberlakukannya otonomi daerah, pemerintah daerah mempunyai
kewenangan yang besar sehingga dapat melaksanakan pembangunan yang ...
A. Menguntungkan pejabat daerah
B. Membantu pejabat di daerah
C. Sesuai aspirasi masyarakat di daerah
D. Meringankan pemerintah pusat
11.
A.
B.
C.
D.

Tugas dan wewenang DPRD antara lain ...


Membantu kepala daerah dalam mengelola keuangan daerah
Membantu kepala daerah dalam melakukan seleksi pejabat di daerah
Membentuk panitia pengawas pemilihan kepala daerah
Memberhentikan kepala daerah apabila terjadi perselisihan pendapat

12. Menurut UU No. 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah, yang


menjadi kewajiban daerah dalam penyelenggaraan otonomi, yaitu ...

A.
B.
C.
D.

Memilih pemimpin daerah


Mangatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahannya
Mengelola kekayaan daerah
Mengembangkan kehidupan yang demokratis

13. Di bawah ini merupakan asas penyelenggaraan pemerintahan di daerah,


kecuali ...
A. Asas efisiensi
B. Asas keterbukaan
C. Asas kepatutan
D. Asas kepastian hukum
14. Pemerintah pusat dalam menyelenggarakan pemerintahan di daerah otonom
menggunakan asas ...
A. Desentralisasi, tugas pembantuan dan otonomi
B. Dekonsentrasi, desentralisasi dan tugas pembantuan
C. Otonomi, tugas pembantuan dan dekonsentrasi
D. Tugas pembantuan, kemajemukan, dan kepatutan
15. Pemerintah daerah dalam mengatur dan menyelenggarakan urusan sendiri
pemerintahannya menggunakan asas ...
A. Otonomi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan
B. Kepastian hukum, dekonsentrasi dan desentralisasi
C. Tugas pembantuan, dekonsentrasi dan desentralisasi
D. Kepastian hukum, otonomi dan tugas pembantuan
16. Berikut ini yang bukan termasuk asas penyelenggaraan otonomi daerah
adalah ...
A. Asas efisiensi
B. Asas kepemimpinan
C. Asas akuntabilitas
D. Asas profesionalitas
17. DPRD dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah mempunyai fungsi
yang strategis, yaitu ...
A. Legislasi, anggaran dan pengawasan
B. Kebijakan, pengawasan dan organisasi
C. Manageman, legislasi dan anggaran
D. Kontrol, pengawasan dan legislasi

18.
1.
2.
3.
4.

Perhatikan pernyataan di bawah ini !


Mengelola aparatur daerah
Memungut pajak daerah dan retribusi daerah
Mendapatkan sumber sumber pendapatan lain yang sah
Mewujudkan keadilan dan pemerataan
Dari pernyataan diatas yang merupakan hak daerah dalam penyelenggaraan
otonomi ditunjukkan pada nomor ...
A. 1,2 dan 3
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 4 benar

19.
1.
2.
3.
4.

Perhatikan pernyataan di bawah ini !


Dekonsentrasi
Desentralisasi
Tugas Pembantuan
Otonomi
Pemerintah pusat dalam menyelenggarakan pemerintahan di daerah otonom
menggunakan asas yang ditunjukkan pada nomor ...
A. 1,2 dan 3
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 4 benar

20. Perhatikan pernyataan di bawah ini !


1. Memimpin penyelengaraan pemerintahan daerah berdasarkan kebijakan
yang ditetapkan bersama dengan DPRD
2. Menyusun dan mengajukan rancangan Perda tentang APBD kepada DPRD
untuk dibahas dan ditetapkan bersama
3. Mengupayakan terlaksananya kewajiban kewajiban daerah
4. Memimpin penyelengaraan pemerintahan daerah berdasarkan
kepemimpinan yang adil, tegas dan berwibawa.
Kepala daerah dalam mengatur dan menyelenggarakan urusan sendiri
pemerintahannya mempunyai tugas dan wewenang yang ditunjukkan pada
nomor ...
A. 1,2 dan 3
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 4 benar

Soal latihan 3
1.Otonomi Daerah sebagai wadah partisipasi masyarakat untuk
mengembangkan potensi daerahnya secara bertanggung jawab, artinya

A.

Pelaksanaan otonomi daerah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan


masyarakat.
B. Masyarakat dapat menyumbangkan ide dan gagasannya pada pemegang
kekuasaan kebijakan daerah.
C. Masyarakat turut menaggung risiko dan dampaknya baik keuntungan dan
kerugiannya.
D. Masyarakat secara aktif berpartisipasi dalam pembangunan untuk mendapat
penghargaan dari pemerintah.
2.
A.
B.
C.
D.
3.
A.
B.
C.
D.

Serangkaian keputusan dan tindakan yang diambil oleh pemerintah daerah


yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat disebut ...
Kebijakan daerah otonom
Kebijakan publik daerah
Keputusan daerah
Peraturan daerah
Apabila seorang kepala daerah membuat kebijakan publik daerah di luar
wewenangnya maka yang terjadi adalah ...
Tindakan anarkis dan ketidakpercayaan masyarakat
Ketidakpastian hukum dan ketidakstabilan masyarakat
Ketidakstabilan sistem pemerintah daerah dan aksi unjuk rasa
Sikap apatis masyarakat dan tindakan anarkis

4.
A.
B.
C.
D.

Kebijakan otonomi daerah dilatarbelakangi oleh salah satunya adalah ...


Terjadinya proses pemindahan kekuasaan dari pemerintah pusat ke daerah.
Pemerintah pusat tidak lagi dibebani memberikan anggaran kepada daerah.
Peranan pemerintah daerah dan DPRD lebih maksimal dan sentralistik.
Pemberdayaan putera - putera daerah agar lebih berpartisipasi aktif dalam
pembangunan.

5.

Keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah sangat ditentukan oleh faktor


faktor sebagai berikut, kecuali ...
Sumber daya manusia yang memadai
Sumber daya alam yang melimpah
Managemen dan pengelolaan yang baik
Pengangguran yang meningkat signifikan

A.
B.
C.
D.
6.

Kebijakan pada hakikatnya merupakan keputusan atau kumpulan keputusan


yang diambil oleh seseorang atau badan yang memegang kekuasaan untuk ...
A. Mempertahankan kedudukan pemimpin

B. Melayani kepentingan rakyat


C. Mengatasi masalah atau tujuan tertentu
D. Menggali biaya pembangunan
7.
A.
B.
C.
D.
8.
A.
B.
C.
D.
9.
A.
B.
C.
D.

Pejabat yang paling bertanggung jawab dalam pelaksanaan kebijakan publik


di daerah ialah ...
Pejabat pemerintah daerah
Badan Pengawas Daerah (BPD)
DPRD
Kepala Daerah
Kebijakan publik pada dasarnya adalah kegiatan atau program ...
Pengentasan buta huruf
Pemberdayaaan ekonomi
Pemberantasan kebodohan
Pembangunan nasional
Seseorang yang berpartisipasi aktif dalam kebijakan publik akan membentuk
kepribadian ...
Peduli terhadap kebijakan negara
Aktif dalam kegiatan pemerintahan
Membentuk perilaku atau budaya demokrasi
Mendidik menghargai pendapat orang lain

10. Di bawah ini merupakan manfaat partisipasi masyarakat dalam kebijakan


publik, kecuali ...
A. Membentuk masyarakat madani, yaitu masyarakat yang memiliki
kesukarelaan
B. Membentuk manusia yang bermorala dan berakhlak mulia
C. Membentuk masyarakat yang memiliki kesadaran hukum
D. Membentuk masyarakat yang trampil iptek dan liberal
11.
A.
B.
C.
D.

Tujuan pokok dirumuskannya kebijakan publik, yaitu ...


Menyelesaikan masalah
Meringankan tugas pemerintah
Memperlancar program pembangunan
Membantu masyarakat kecil

12. Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan otonomi daerah dapat berupa ...
A. Buah pikiran, harta, tenaga, dan saran saran

B. Harta, tenaga, keterampilan, dan perasaan


C. Harta, uang, keterampilan dan wawasan
D. Buah pikiran, harta, tenaga dan keterampilan
13. Adanya partisipasi masyarakat secara langsung dalam berbagai bentuk
perumusan kebijakan publik akan berdampak positif pada masyarakat yang
bersangkutan, yaitu ...
A. Masyarakat berani tidak setuju terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh
pejabat daerah
B. Masyarakat merasa tidak tahu terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh
pejabat daerah
C. Masyarakat setuju terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh pejabat daerah
apabila bermanfaat bagi golongannya
D. Masyarakat akan turut bertanggung jawab terhadap kebijakan yang
dikeluarkan oleh pejabat daerah
14. Di bawah ini merupakan manfaat kebijakan otonomi daerah di Indonesia,
kecuali ...
A. Pemberian hak hak politik masyarakat di daerah
B. Pembangunan demokrasi dari bawah
C. Mempercepat pembangunan daerah
D. Memperindah daerah dengan diadakan kejuaraan adipura
15. Lembaga yang bertugas mewadahi setiap pendapat dan keluhan masyarakat
terhadap pelayanan yang dilaksanakan oleh pemerintah disebut ...
A. DPRD
B. DPD
C. LINMAS
D. Ombudsman
16. Keterlibatan langsung warga masyarakat dalam pembuatan kebijakan publik
di daerah biasanya diwujudkan dalam bentuk ...
A. Partisipasi langsung warga masyarakat
B. Perwakilan dari tokoh masyarakat
C. Partisipasi aktif tiap warga masyarakat
D. Audensi dengan pejabat daerah secara langsung
17. Bentuk keterlibatan warga masyarakat dengan cara pikiran, moral dan
tindakan dalam hubungan timbal balik dengan pemerintah untuk mencapai
tujuan dan tanggung jawab bersama disebut ...

A.
B.
C.
D.

Kebijakan publik
Kebijakan OTODA
Partisipasi publik
Partisipasi pemerintah

18. Keterlibatan langsung warga masyarakat dalam partisipasi pemilihan anggota


DPRD biasanya diwujudkan dalam bentuk, KECUALI ...
A. Mengikuti kampanye PEMILU
B. Mengikuti kegiatan PEMILU
C. Mengikuti polling calon DPRD lewat sms
D. Menjadi pengamat PEMILU
19. Perhatikan pernyataan berikut !
1. Keputusan atau kebijakan tersebut dibuat oleh kepala daerah dan DPRD
2. Keputusan atau kebijakan tersebut menyangkut persoalan bersama yang
dipandang penting.
3. Adanya keterlibatan aparat pemerintah / orang yang ditugasi pemerintah
daerah untuk melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan kebijakan
tersebut.
4. Keputusan atau kebijakan yang dibuat harus mendapat persetujuan dari
pemerintah pusat.
Yang menjadi ciri ciri kebijakan publik daerah ditunjukkan pada nomor
A. 1, 2, 3
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 4
20. Perhatikan pernyataan berikut !
1. Mendorong masyarakat untuk meningkatkan partisipasi aktifnya.
2. Keputusan atau kebijakan tersebut dibuat oleh kepala daerah dan DPRD
3. Meningkatkan kesejahteraan pada masyarakat
4. Keputusan atau kebijakan tersebut menyangkut persoalan bersama yang
dipandang penting.
Dari pernyataan di atas yang menjadi sebab arti pentingnya partisipasi
masyarakat dalam perumusan kebijakan publik daerah ditunjukkan pada
nomor
A. 1,2 dan 3
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 4 benar

soal uraian
1.
2.

Jelaskan pengertian otonomi daerah !

Sebutkan dan jelaskan prinsip-prinsip dalam penyelenggaraan otonomi


daerah!
3.
Jelaskan bagaimana prinsip sistem sentralisasi !
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan asas dekonsentrasi !
5. Apa yang menjadi faktor internal dalam rumusan kebijakan publik ?
6. Apa alasan bangsa Indonesia melaksanakan otonomi daerah ?
7.
Apa saja yang menjadi latar belakang kebijakan otonomi daerah ?
8. Apa yang bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah kota/kabupaten ?
9. Apa tujuan otonomi daerah ?
10. Di Negara Indonesia penyelenggaraan pemerintahan dituangkan dalam
pasal
11. Pemerintah daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturanperaturan lainnya. Untuk apakah pemerintah menetapkan hal tersebut ?
12. Siapakah pejabat yang paling bertanggung jawab dalam pelaksaan kebijakan
publik didaerah ?
13. Kebijakan yang pada hakekatnya merupakan suatu keputusan yang telah
siambil oleh seseorang atau badan yang memegang kekuatan yang
diperuntukkan untuk
14. Negara NKRI dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah itu dibagi atas
kabupaten/kota yang tiap-tiap provinsi/kabupaten/kota mempunyai
pemerintahan daerah. Pernyataan ini merupakan bunyi UUD 1945 pasal
15. Aspirasi rakyat dapat disalurkan melalui lembaga-lembaga perwakilan rakyat
secara
16. Apa fungsi badan perwakilan daerah ?
17. Masyarakat madani adalah masyarakat yang terdiri dari berbagai kelompok
masyarakat
18. Badan eksekutif didaerah tingkat satu ?
19. Jika pengambilan kebijakan tidak disertai partisipasi warga masyarakat maka
apakah yang terjadi didalam masyarakat itu sendiri
20. Jelaskan pengertian :
A. Otonomi daerah
B. Daerah otonom
C. Sentralisasi
D. Desentralisasi

E. Dekonsentrasi
F. Asas pembantuan
G. Bunyi pasal 18 ayat 1 sampai dengan 6
H. Sebutkan peraturan otonomi daerah (dasar hukum)
I.
Prinsip-prinsip otonomi daerah
J.
Asas otonomi daerah
K. Syarat-syarat otonomi daerah
21.Pengertian dari tugas pembantuan?
22. jelaskan pengertian dari otonomi daerah secara singkat?
23.apa isi dari UUNO25 TH 2004?
24.apa tujuan pemberian otonom pada daerah?
25.apa kewenangan kepentingan pusat?
26.apa yang dimaksud dengan urusan pemerintahan provinsi?
27.apa yang dimaksud dengan urusan pilihan pemerintahan kabupaten /kota?
28.urusan wajib yang menjai kewenangan pemrintahan provinsi adalah...
29. sedangkan urusan wajib yang menjadi kewenangan provinsi adalah...
30.sebutkan 9 asas lain yang menjadi pedoman !
31.sebutkan pengertian dari 9 asas itu!
32. apa prinsip penyelenggaraan pemrintahan
33.apa hak hak daerah dalam menyelenggarakan otonomi daerah!
34.selain memkiliki hak ,daerah juga memiliki kewajiban.sebutkan 5
35.sebutkan beberapa masalah tentang pelaksanaan otonomi daerah!

JAWABAN:
1.

2.
A.

B.

C.

hak,wewenang,dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan


mengurus sendri urusan pemerintahandan kepentingan masyarakat setempat
sesuai dengan peraturan per undang undangan
Prinsip-prinsip otonomi daerah
Prinsip otonomi seluas-luasnya, artinya pemberian kewenangan atau
keleluasaan daerah untuk menyelenggarakan pemerintah yang mencakup
kewenangan dibeberapa bidang, untuk kepentingan masyarakat.
Otonomi nyata, yang dimaksud dengan otonomi nyata adalah keleluasaan
pemerintah daerah untuk menyelenggarakan kewenangan pemerintah
dibidang tertentu yang secara nyata ada dan diperlukan serta tumbuh dan
berkembang di daerah.
Otonomi bertanggung jawab adalah segala perwujudan dari rasa pertanggung
jawaban sebagai konsekuensi pemberian hak dan kewenangan kepada

3.
A.
B.

4.

5.
A.
B.
C.
D.
6.

7.
A.
B.

8.
A.
B.
9.
A.
B.
C.
D.
E.
F.

pemerintah daerah dalam wujud tugas dan kewajiban yang harus dipikul oleh
pemerintah daerah dalam mencapai tujuan pemberian otonomi.
Sitem sentralisasi memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut :
Terpusat, yang artinya seluruh dan segala kebijakan yang ada diambil oleh
pemerintah pusat.
Pelimpahan kewenangan, ini berarti pelimpahan kewengangan daerah
otonomi semata-mata untuk membantu terlaksananya kebijakan dari
pemerintah usat.
Yang dimaksud asas dekonsentrasi yaitu pelimpahan wewenang dari
pemerintah (pusat) kepada gubernur sebagai wakil pemerintah dan atau
perangkat pusat di daerah.
Yang menjadi faktor internal dalam rumusan kebijakan publik :
Masyarakat telah terbiasa pada pola lama yaitu pembuatan peraturan tanpa
partisipasi warga.
Masyarakat tidak tahu adanya kesempatan untuk berpatisipasi.
Masyarakat tidak tahu prosedur berpatisipasi.
Masyarakat tidak mau tahu.
Karena Negara Indonesia berbentuk negara kesatuan, dan pemerintahannya
berbentuk republik yang terdiri dari pemerintahan gubernur dan
kabupaten/kota, selain itu amanat pasal 18 UUd 1945 dan UU No. 32 tahun
2004 juga ikut memperkuat alasan mengapa bangsa Indonesia melaksanakan
otonomi daerah.
Yang menjadi latar belakang kebijakan otonomi daerah adalah :
Bentuk Negara Indonesia, yang merupakan negara kesatuan.
Bentuk pemerintahan Indonesia, yakni republik, yang terdiri dari
pemerintahan tingkat I (provinsi) dan pemeintahantingkat II (kabupaten/kota)
dan dalam pengelolaannya pemerintah provinsi dan kabupaten/kota
mempunyai kewengangan untuk mengatur dan mengurus sendiri
pemerintahannya.
Yang bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah kota/kabupaten :
Kebijakan fiscal.
Kebijan hubungan luar negeri.
Otonomi daerah bertujuan untuk :
Peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat yang semakin baik.
Pengembangan hidup demokrasi.
Keadilan.
Pemerataan.
Pemeliharaan hubungan yang serasi antara pusat dan daerah serta antar
daerah dalam rangka keutuhan NKRI.
Mendorong untuk memberdayakan masyarakat.

G. Menumbuhkan prakarsa dan kreatifitas, meningkatkan peran serta seluruh


masyarakat, mengembangkan dan memaksimalkan peran dan fungsi DPRD.
10. UUd 1945 pasal 18 ayat (1) sampai dengan ayat (7) dan UU No. 32 tahun
2004.
11. Untuk mengatur dan mengurus kepentingan dan keperluan pemerintah
daerah dalam rangka untuk mencapai dan mewujudkan tujuan otonomi
daerah.
12. Pemerintah daerah, diantaranya :
A. Gubernur.
B. Bupati/ wali kota.
C. DPRD tingkat I dan II.
13. Untuk mewujudkan dan mencapai tujuan bagi kepentingan dan keperluan
publik dan masyarakat luas.
14. UUD 1945 pasal 18 ayat (1)
15. Secara langsung dalam pilkada legislatif dan secara langsung dalam pilkada
pemerintah daerah.
16. Sebagai suatu lembaga yang memiliki fungsi untuk menyalurkan seluruh
aspirasi-aspirasi masyarakat di tingkat daerah kepada pemerintah pusat.
17. Suatu kelompok masyarakat yang terdiri dari suku, agama, ras dan suku
bangsa.
18. Gubernur.
19. Akan terjadi suatu penentangan atau ketidak setujuan dan sikap apatis dari
masyarakat, selain itu hal tersebut akan memicu tindakan-tindakan tertentu
dari masyarakat yang merasa tidak puas.
20.
A. Otonomi daerah berarti hak, kewajiban dan wewenang daerah otonom untuk
mengatur serta mengurus kepentingan masyarakat setempat atau menurut
prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan perundangundangan.
B. Daerah otonom dapat diartikan sebagai suatu kesatuan masyarakat hukum
yang mempunyai batas daerah tertentu berwenang mengatur dan mengurus
kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan
aspirasi masyarakat dalam ikatan Negara kesatuan Republik Indonesia.
C. Sentralisasi memiliki pengertian :
1) Terpusat, yang artinya seluruh dan segala kebijakan yang ada diambil oleh
pemerintah pusat.
2)
Pelimpahan kewenangan, ini berarti pelimpahan kewengangan daerah
otonomi semata-mata untuk membantu terlaksananya kebijakan dari
pemerintah pusat.

D. Desentralisasi yaitu penyerehaan wewengang pemerintahan oleh pemerintah


pusat kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan
pemerintahan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
E. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada
gubernur sebagai wakil pemerintah dan atau perangkat pusat di daerah.
F. Asas pembantuan merupakan penugasan dari pemerintah pusat kepada
daerah atau desa, dan dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota dan
desa serta dari pemerintah kabupaten/kota kepada desa untuk melaksanakan
tugas tertentu.
G. Bunyi pasal 18 ayat (1) sampai dengan ayat (6)
1)
Ayat (1) :
Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan
daerah-daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota yang tiap-tiap
provinsi, kabupaten dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah yang diatur
dengan undang-undang.
2)
Ayat (2) :
Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota mengatur dan
mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas
pembantuan.
3)
Ayat (3) :
Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota memiliki dewan
Perwakilan Rakyat yang anggota-anggotanya dipilih melalui pemilihan umum.
4)
Ayat (4) :
Gubernur, Bupati dan Wali Kota masing-masing sebagai kepala pemerintah
daerah provinsi, kabupaten dan kota dipilih secara demokrasi.
5)
Ayat (5) :
Pemerintah daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya kecuali urusan
pemerintahan yang oleh UU ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat.
6)
Ayat (6) :
Pemerintah daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturanperaturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan.
H. Dasar hukum otonomi daerah :
1)
UU No.32 tahun 2004.
2)
UU No.33 tahun 2004
3)
UUD 1945 pasal 18:
a) Ayat (1)
Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan
daerah-daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota yang tiap-tiap
provinsi, kabupaten dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah yang diatur
dengan undang-undang.

b)

Ayat (2)
Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota mengatur dan
mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas
pembantuan.
c) Ayat (3)
Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota memiliki dewan
Perwakilan Rakyat yang anggota-anggotanya dipilih melalui pemilihan umum.

d)

e)

f)

g)

I.
1)

2)

3)

J.
1)

Ayat (4)
Gubernur, Bupati dan Wali Kota masing-masing sebagai kepala pemerintah
daerah provinsi, kabupaten dan kota dipilih secara demokrasi.
Ayat (5)
Pemerintah daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya kecuali urusan
pemerintahan yang oleh UU ditentukan sebagai urusan pemerintah
pusat.
Ayat (6)
Pemerintah daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturanperaturan lain untuk melak-sanakan otonomi dan tugas pembantuan.
Ayat (7)
Susunan dan tata cara penyelenggaraan pemerintah-daerah diaturdalam
undang-undang.
Prinsip-prinsip otonomi daerah
Prinsip otonomi seluas-luasnya, artinya pemberian kewenangan atau
keleluasaan daerah untuk menyelenggarakan pemerintah yang mencakup
kewenangan dibeberapa bidang, untuk kepentingan masyarakat.
Otonomi nyata, yang dimaksud dengan otonomi nyata adalah keleluasaan
pemerintah daerah untuk menyelenggarakan kewenangan pemerintah
dibidang tertentu yang secara nyata ada dan diperlukan serta tumbuh dan
berkembang di daerah.
Otonomi bertanggugng jawab adalah perwujudan dari pertang-gung
jawaban sebagai konsekuensi pemberian hak dan kewe-nangan pada
pemerintah daerah dalam wujud tugas dan kewa-jiban yang dipikul
pemerintah daerah dalam tujuan pemberian otonomi.
Asas-asas otonomi daerah :
Asas desentralisasi yaitu penyerehaan wewengang pemerin-tahan oleh
pemerintah pusat kepada daerah otonom untuk mengatur urusan
pemerintahan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2)

3)

K.
1)

2)

3)

4)

Asas dekonsentrasi yaitu pelimpahan wewenang dari peme-rintah (pusat)


kepada gubernur sebagai wakil pemerintah dan atau perangkat pusat di
daerah.
Asas pembantuan yaitupenugasan dari pemerintah pusat kepada daerah
atau desa, dan dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota dan desa
serta dari pemerintah kabupaten/kota kepada desa untuk melaksanakan tugas
tertentu.
Syarat-syarat otonomi daerah :
Kemampuan ekonomi dilihat dari potensi yang ada didaerah tertentu tentu
saja tidak sama, sehingga untuk menjadi daerah otonom, suatu daerah harus
memiliki kemampuan ekonomi yang memadai agar jalannya pemerintahan
tidak tersendat-sendat dan pembangunan disegala bidang dapat terlaksana
dengan baik.
Luas daerah untuk menjadikan daerah otonom diperlukan luas wilayah
tertentu untuk menjaga keamanan dan kestabilan serta pengawasan dari
pemerintah dapat terlaksana dengan baik.
Pertahanan dan Keamanan Nasional merupakan syarat mutlak dalam
pembentukan daerah otonom Hankam suatu daerah sangat berpengaruh
terhadap jalannya pemerintahan.
Syarat-syarat lain, adalah segala sesuatu yang memungkinkan suatu daerah
melaksanakan pembangunan dan kestabilan politik dan juga menjaga
persatuan dan kesatuan bangsa dalam pelaksanaan otonomi daerah yang
nyata dan bertanggung jawab.
21. tugas pembatuan adalah penugasan dari pemerintah kepada daerah
dan/atau desa dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa
serta dari pemerintah kabupaten atau kota kepada desa untuk melaksanakan
tugas tertentu
22. yaitu daerah diberi wewenang untuk mengatur kepentingannya sendiri.
23. yaitu tentang perimbangan keuangan antara pemerintah puasat dan
pemeerintah daerah.
24. meliputi
a) peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat yang semakin
baik.
b) Pengembangan kehidupan demokrasi, keadilan dan pemerataan.

c) Pemeliharaan hubungan yang serasi antara pusat dan daerah serta antar
daerah dalam rangka keutuhan NKRI
d) Mendorong untuk memberdayakan masyarakat.
25.meliputi
1.
2.
3.
4.

Politik luar negeri


Pertahanan
Kemanan
yustisi

5 moneter dan fisikal nasional


6 agama

26.yaitu urusan pemerintahan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi, kekhasan, dan
potensi keunggulan daerah yang bersangkutan diprovinsi.
27. yaitu urusan pemerintahan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi, kekhasan, dan
potensi keunggulan daerah yang bersangkutan di kabupaten/kota.
28. yaitu:
a)
b)
c)
d)

Penanganan bidang kesehatan


Pengendalian lingkungan hidup.
Penyediaan sarana dan prasarana umum.
Perencanaan dan pengendalian pembangunan.

29. yaitu
a)
b)
c)
d)

Pelayanan pertahanan.
Pengendalian lingkungan hidup
Pelayanan admistrasi umum pemerintahan
Pelayanan pertahanan

30.meliputi:
a)
b)
c)
d)
e)

Asaskepentingan umum
Asas keterbukaan
Asas proporsionalitas
Asas profesionalitas
Asas efisiansi

f)
g)
h)
i)

Asas efektifitas
Asas akuntabilitas
Asas kepastian hukum
Asas tertib penyelenggaran negara

31. meliputi
Asaskepentingan umum yaitu haruslah untuk kepentingan umum
Asas keterbukaan yaitu dilakukan oleh pemerintah nya dan tidak boleh
di tutupi
Asas proporsionalitas yaitu harus seimbang tidak berat sebelah
Asas profesionalitas yatiu harus dilakukan oleh orang yang ahli
Asas efisiensi yaitu harus bisa di jalankan dengan baik tanpa
menghabiskan waktu dan tenaga
Asas efektifitas yaitu harus bekerja dengan baik sesuai dengan tujuan
ssemula
Asas akuntabilitas yaitu harus bisa mempertanggung jawabkan tindakan
nya kepada masyrakat
Asas kepastian hukum yaitu haruslah berdasarkan hukum yang berlaku
Asas tertib penyelenggaran negara yaitstrasi negau harus dilaksanakan
sesuai dengan tertib administrasi negara
32. yaitu
a) digunakannya asas desentralisasi,dekonsentrasi,dan tgas pembantuan
penyelenggaraan
b) penyelnggaraan asas desentralisasi secara utuh dan bulat yang
dilaksanakan di daerah kotadan kabupaten
c) asas tugas pembantuan yang dapat di laksanakan di daerah
propinsi,kabupaten/kota dan desa
33.yaitu
a)
b)
c)
d)

Mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahannya


Memilih pimpinan daerah
Mengelola aperatur daerah
Mengelola kekayaan daerah

e) Memungut pajak aerah dan retribusi daerah


34.yaitu

Mewujudkan keadilan dan pemerataan


Menyediakan fasilitas kesehatan
Meningkatkan pelayanan dasar pendidikan
Melestarikan lingkungan hidup
Menembangkan sumber daya prduktif di daerah

35.meliputi
a)
b)
c)
d)

Sumber daya manusia


Sumber daya alam
Pembiayaan daerah
Anggaran antar daerah