Anda di halaman 1dari 8

Fakultas

: Kedokteran

Tahun Akademik

: 2014/2015

Nama

: Putri Prima Ramadhan

Ujian

: UTS

NPM

: 1102012218

Semester

: Ganjil

Tanda Tangan

Mata Kuliah : Pancasila


Dosen

: Drs. H. Aidil Fitri M. Hatta MM. M. SI.

Hari/Tanggal :

ANALISA STRATEGI SITUASI DAN KONDISI PENDIDIKAN PANCASILA DALAM


PANCASILA SEBAGAI INDENTITAS NASIONAL UNTUK MENGISNPIRASI
TENTANG MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA TERHADAP KESEHATAN
MASYARAKAT DENGAN STUDI KASUS DI KABUPATEN KAIMANA
1.

Istilah identitas nasional dapat disamakan dengan identitas kebangsaan. Secara


etimologis, identitas nasional berasal dari kata identitas dan nasional. Kata
identitas berasal dari bahasa Inggris identity yang memiliki pengertian harfiah: ciri,
tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang, kelompok atau . sesuatu sehingga
membedakan dengan yang lain.
Kata nasional merujuk pada konsep kebangsaan. Jadi, pegertian Identitas
Nasional adalah pandangan hidup bangsa, kepribadian bangsa, filsafat pancasila dan
juga sebagai Ideologi Negara sehingga mempunyai kedudukan paling tinggi dalam
tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk disini adalah tatanan hukum
yang berlaku di Indonesia, dalam arti lain juga sebagai Dasar Negara yang merupakan
norma peraturan yang harus dijnjung tinggi oleh semua warga Negara tanpa kecuali
rule of law, yang mengatur mengenai hak dan kewajiban warga Negara, demokrasi
serta hak asasi manusia yang berkembang semakin dinamis di Indonesia. atau juga
Istilah Identitas Nasional adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang
secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain.
Identitas Nasional Indonesia :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Bahasa Nasional atau Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia


Bendera negara yaitu Sang Merah Putih
Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya
Lambang Negara yaitu Pancasila
Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika
Dasar Falsafah negara yaitu Pancasila
Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD 1945
Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat
Konsepsi Wawasan Nusantara
Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai Kebudayaan Nasional

Unsur-unsur pembentuk identitas yaitu:


a. Suku bangsa: adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada
sejak lahir), yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Di
Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak
kurang 300 dialeg bangsa.
b. Agama: bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis. Agamaagama yang tumbuh dan berkembang di nusantara adalah agama Islam, Kristen,
Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu. Agama Kong Hu Cu pada masa orde
baru tidak diakui sebagai agama resmi negara. Namun sejak pemerintahan
presiden Abdurrahman Wahid, istilah agama resmi negara dihapuskan.
c. Kebudayaan: adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk social yang isinya
adalah perangkat- perangkat atau model-model pengetahuan yang secara
kolektif digunakan oleh pendukung- pendukungnya untuk menafsirkan dan
memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagi rujukan dan
pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda
kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi.
d. Bahasa: merupakan unsur pendukung Identitas Nasonal yang lain. Bahasa
dipahami sebagai sistem perlambang yang secara arbiter dientuk atas unsurunsur ucapan manusia dan yang digunakan sebgai sarana berinteraksi antar
manusia.

2.

Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia mempunyai implikasi


bahwa Pancasila terikat oleh suatu kekuatan secara hukum, terikat oleh struktur
kekuasaan secara formal, dan meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum yang
menguasai dasar negara . Cita-cita hukum atau suasana kebatinan tersebut terangkum
di dalam empat pokok pikiran Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 di mana
keempatnya sama hakikatnya dengan Pancasila.
Pancasila terangkum dalam empat pokok pikiran Pembukaan UUD 1945. Jika
mencermati Pembukaan UUD 1945, masing-masing alenia mengandung pula cita-cita
luhur dan filosofis yang harus menjiwai keseluruhan sistem berpikir materi UndangUndang Dasar. Alenia pertama menegaskan keyakinan bangsa Indonesia bahwa
kemerdekaan adalah hak asasi segala bangsa, dan karena itu segala bentuk penjajahan
di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri
keadilan. Alenia kedua menggambarkan proses perjuangan bangsa Indonesia yang
panjang dan penuh penderitaan yang akhirnya berhasil mengantarkan bangsa
Indonesia ke depan pintu gerbang negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat,
adil dan makmur. Alenia ketiga menegaskan pengakuan bangsa Indonesia akan keMaha Kuasaan Tuhan Yang Maha Esa, yang memberikan dorongan spiritual kepada
segenap bangsa untuk memperjuangkan perwujudan cita-cita luhurnya sehingga
rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Terakhir alenia keempat
menggambarkan visi bangsa Indonesia mengenai bangunan kenegaraan yang hendak
dibentuk dan diselenggarakan dalam rangka melembagakan keseluruhan cita-cita
bangsa untuk merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur dalam wadah Negara
Indonesia. Dalam alenia keempat inilah disebutkan tujuan negara dan dasar negara.
Keseluruhan Pembukaan UUD 1945 yang berisi latar belakang kemerdekaan,
pandangan hidup, tujuan negara, dan dasar negara dalam bentuk pokok-pokok pikiran
atau dasar negara secara umum.

Maka hubungan antara Pembukaan UUD 1945 adalah bersifat timbal balik
sebagai berikut:
a. Hubungan Secara Formal
Dengan dicantumkannya Pancasila secara formal di dalam Pembukaan
UUD 1945, maka Pancasila memperolehi kedudukan sebagai norma dasar
hukum positif. Dengan demikian tata kehidupan bernegara tidak hanya
bertopang pada asas-asas sosial, ekonomi, politik akan tetapi dalam
perpaduannya dengan keseluruhan asas yang melekat padanya, yaitu
perpaduan asas-asas kultural, religus dan asas-asas kenegaraan yang
unsurnya terdapat dalam Pancasila.
b. Hubungan Secara Material
berdasarkan urutan-urutan tertib hukum Indonesia Pembukaan UUD 1945
adalah sebagai tertib hukum yang tertinggi, adapun tertib hukum
Indonesia bersumberkan pada Pancasila, atau dengan lain perkataan
Pancasila sebagai sumber tertib hukum Indonesia. Hal ini berarti secara
meterial tertib hukum Indonesia dijabarkan dari nilai-nilai yang
terkandung dalam Pancasila. Pancasila sebagai sumber tertib hukum
Indonesia meliputi sumber nilai, sumber materi sumber bentuk dan sifat.
Selain itu dalam hubungannya dengan hakikat dan kedudukan Pembukaan
UUD 1945 sebagai Pokok Kaidah Negara yang Fundamental, maka
sebenarnya secara material yang merupakan inti sari dari Pokok Kaidah
Negara Fundamental tersebut tidak lain adalah Pancasila.

3. A. Dokter terhadap pasien: Hubungan antara dokter dengan pasien adalah hubungan antar
manusia dan manusia. Dalam hubungan ini mungkin timbul pertentangan antara dokter dan
pasien, karena masing-masing mempunyai nilai yang berbeda. Masalah semacam ini
akan dihadapi oleh Dokter yang bekerja di lingkungan dengan suatu sistem yang berbeda
dengan kebudayaan profesinya. Untuk melaksanakan tugasnya dengan baik, tidak jarang
dokter harus berjuang lebih dulu melawan tradisi yang telah tertanam dengan kuat. Dalam hal
ini, seorang Dokter tidak mungkin memaksakan kebudayaan profesi yang selama ini
dianutnya. Mengenai etika kedokteran terhadap orang sakit antara lain disebutkan bahwa
seorang Dokter wajib:

Memperlihatkan jenis penyakit, sebab musabab timbulnya penyakit.

Di samping itu dokter harus memperhatikan mengenai tujuan


pengobatan, obat yang dapat melawan penyakit itu, cara yang mudah
dalam mengobati penyakit.

Seorang dokter harus membekali dirinya dengan nilai-nilai agama


supaya dalam prakteknya bisa menanamkan nilai keagamaan tersebut
kepada pasiennya.

Seorang dokter harus ramah tamah kepada pasien dan membuat nyaman
pasiennya.

Perlu adanya penerapan rasa kerjasama yang kuat antara dokter dan
pasien agar hubungannya terjaga dengan baik tanpa menghilangkan
nilai-nilai atau norma tertentu.

seorang dokter harus memberikan informed consent terhadap pasien dan


berlaku adil kepada pasiennya, tidak membeda-bedakan.

B. Dokter terhadap rumah sakit


: Perilaku dokter terhadap rumah sakit juga diperlukan
demi kelancaran kerja solidnya komponen rumah sakit sehingga menciptakan pelayanan yang
benar-benar diharapkan oleh masyarakat.

C. Dokter terhadap teman sejawat

: Para Dokter di seluruh dunia mempunyai kewajiban

yang sama. Mereka adalah kawan-kawan seperjuangan yang merupakan kesatuan aksi untuk
memerangi penyakit, yang merupakan salah satu pengganggu keselamatan dan kebahagiaan
umat manusia. Penemuan dan pengalaman baru dijadikan milik bersama. Panggilan suci yang
menjiwai hidup dan perbuatan telah mempersatukan mereka menempatkan para Dokter pada
suatu kedudukan yang terhormat dalam masyarakat. Hal-hal tersebut menimbulkan rasa
persaudaraan dan kesediaan tolong-menolong yang senantiasa perlu dipertahankan dan
dikembangkan.
Mengenai

etika

yang

bagi

Dokter

Muslim

kepada

Sejawatnya

yaitu

Dokter yang baru menetap di suatu tempat, wajib mengunjungi teman sejawatnya yang
telah berada di situ. Jika di kota yang terdapat banyak praktik dokter, cukup dengan
memberitahukan tentang pembukaan praktiknya kepada teman sejawat yang berdekatan.
Setiap Dokter menjadi anggota IDI setia dan aktif. Dengan menghadiri pertemuanpertemuan yang diadakan.
Setiap Dokter mengunjungi pertemuan klinik bila ada kesempatan. Sehingga dapat dengan
mudah mengikuti perkembangan ilmu teknologi kedokteran.
Setiap dokter memperlakukan teman sejawatnya sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan.

Setiap dokter tidak boleh mengambil alih pasien dari teman sejawat, kecuali dengan
persetujuan

atau berdasarkan prosedur yang etis.

D. Dokter terhadap diri sendiri


: Setiap dokter harus memelihara kesehatannya, supaya
dapat bekerja dengan baik, Setiap dokter harus senantiasa mengikuti perkembangan ilmu
pengetahuan dan tehnologi kedokteran/kesehatan, menyadari bahwa profesi dokter adalah
profesi yang mulia dan harus dibarengi dengan sikap tanpa pamrih yang nantinya akan
membawa berkah tersendiri bagi pribadi seorang dokter.

4.

Visi
: Mewujudkan Kaimana Baru yang Sejahtera, Adil, Aman, Bermartabat, dan
Berkelanjutan
dapat dijelaskan sebagai berikut :
o Kaimana Baru
Kaimana baru adalah Kaimana yang perlu perubahan dari seluruh
aspek pembangunan, seperti : merubah pola pikir birokrasi
pemerintah menjadi lebih sebagai pelayan masyarakat,
menghilangkan monopoli dalam perekonomian, pembangunan yang
berkeadilan, merubah pola pikir masyarakat dari pertanian
subsistem menuju ekonomi yang berorientasi pasar serta berjiwa
wirausaha (enterpreneurship).
o Sejahtera
Sejahtera memiliki arti bahwa Kabupaten Kaimana memiliki
kemampuan untuk menciptakan standar kehidupan yang layak
melalui pemanfaatan sumberdaya alam unggulan pada sektor
perkebunan (pala, kakao, kelapa), kelautan dan perikanan,
pariwisata bahari. Meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia
dilaksanakan terutama untuk mengentaskan kemiskinan dan
mengurangi pengangguran.
o Adil
Adil memiliki arti bahwa berarti bahwa pembangunan daerah
diselenggarakan dengan tetap menjaga keseimbangan sosial,
pendidikan dan kesehatan antarkelompok masyarakat termasuk
antara perkotaan dan perdesaan, antara penduduk kaya dan
penduduk miskin, antara penduduk laki-laki dan perempuan,
remunerasi sesuai dengan tanggung jawab dan beban kerja,
kesetaraan dalam bekerja dan berusaha dan kesetaraan dalam
memperoleh pelayanan dari pemerintah.

o Aman
Aman memiliki arti bahwa seluruh masyarakat dapat melaksanakan
aktifitasnya secara nyaman serta memperoleh kebutuhan dasarnya dalam
suasana kemananan yang kondusif sehingga dunia usaha dapat tertarik
menanamkan modalnya. Rasa aman diperoleh melalui peningkatan
kerukunan Antarumat beragama serta Antarumat Kelompok masyarakat
perlu dilanjutkan melalui pewujudan harmoni sosial dalam kehidupan yang
toleran dan saling menghormati dalam rangka penciptaan suasana yang
aman dan damai.
o Bermartabat
Masyarakat Kaimana memiliki sifat menghargai dan menghormati nilainilai sosial yang terus menerus diwariskan hingga sekarang. Sehingga
pembangunan yang bermartabat merupakan pembangunan yang
menghargai nilai-nilai luhur sosial yang menjadi budaya masyarakat
Kaimana. Pembangunan yang bermartabat dilaksanakan dengan
mengedapankan dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur sosial di
masyarakat.
o Berkelanjutan
Berkelanjutan mempunyai arti bahwa untuk menggerakkan dan mengelola seluruh potensi
dan sumberdaya bagi sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat dalam rangka
pembangunan daerah. Pembangunan yang seimbang dan terpadu antara aspek ekonomi,
sosial, dan lingkungan hidup adalah prinsip pembangunan berkelanjutan. Pembangunan
yang berkelanjutan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat tanpa mengorbankan daya dukung dan fungsi lingkungan hidupnya, agar tetap
dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Misi:

Meningkatkan Kualitas Sumberdaya Manusia;


Mewujudkan Pembangunan Infrastruktur yang Merata dan Memadai;
Meningkatkan Kehidupan Sosial yang Berlandaskan Ideologi, Agama dan Budaya
Lokal;
Meningkatkan Perekonomian Rakyat yang Berbasis Sumberdaya Alam Lokal;
Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Bersih dan Berwibawa;
Mewujudkan Pengelolaan Sumber Daya Alam, Secara Arif, Terpadu dan
Berkelanjutan.

Arti lambang:

Perisai berbentuk segi lima bergaris tepi putih melambangkan jiwa dan semangat
Pancasila;
Warna dasar hijau melambangkan kesuburan dan kekayaan hasil hutan;
Warna dasar biru melambangkan kekayaan hasil laut;

5.

6.

Matahari dengan 7 (tujuh) Ruas Sinar melambangkan tujuh hari dalam seminggu serta
semangat dan kecerahan dalam menyongsong hari depan, sekaligus menandai
Kaimana sebagai Kota Senja;
Delapan Bintang berwarna Putih melambangkan delapan suku asli penduduk
Kabupaten Kaimana;
Burung Rajawali melambangkan keperkasaan, kesetiakawanan, gesit, tangkas, lincah,
pemberani, pantang menyerah, berpandangan jauh ke depan, mempunyai daya jelajah
yang luas serta melambangkan Legenda Burung Garuda di Kabupaten Kaimana;
Tifa Panjang bertuliskan KABUPATEN KAIMANA melambangkan nilai-nilai
budaya penduduk asli Kaimana yang perlu dijaga dan dilestarikan, serta sebagai
media penyampaian informasi dan komunikasi;
Angka Romawi MMIII melambangkan tahun 2003 sebagai tahun pembentukan dan
peresmian Kaimana menjadi Kabupaten, tanggal 12 April 2003.

Warga kaimana memiliki kepercayaan yang berbeda-beda & tetap saling menghormati,
warga kaimana tetap memiliki identitas sebagai warga negara indonesia, adanya agama
yang dominan akan memicu perpecahan dalam masyarakat, warga kaimana memiliki
beragam budaya yang tumbuh bersama, banyaknya perbedaan bahasa & adat
memungkinkan adanya dominasi salah satu suku, setiap suku memiliki kemampuan
berbahasa indonesia.