Anda di halaman 1dari 5

PEMBAHASAN

Analisis kuantitatif :
C

M^2

C.M

C(M^2)

M.R

R^2

C(M^2)/R

25

15

75

10

7,5

37,5

1,33

7,5

36

42

252

12

21

126

0,57

21

11

11

121

121

1331

66

20,17

36

10

221,83

3,27

20,17

16

256

80

1280

64

20

16

14

320

3,2

20

17

289

68

1156

68

17

16

18

289

17

17

289

136

2312

102

22,67

36

24

385,33

4,5

22,67

19

361

114

2166

95

22,8

25

29

433,2

4,17

22,8

20

400

120

2400

120

20

36

35

400

20

10

20

400

160

3200

160

20

64

43

400

20

43

2177

856

No
1

JUMLAH

63

No

14172

X-

697

C.M/R

171,13

237

179

R^2/C

C(M^2)/M.R

35,04

(X-)^2

-1,3

1,69

-3,3

10,89

0,7

0,49

11

4,7

22,09

-1,3

1,69

-2,3

5,29

1,7

2,89

-0,3

0,09

-0,3

0,09

10

1,7

2,89

JUMLAH

63

48,1

Rata-rata

6,3

Rumus Petterson
N=

= 171,13....... (a)

Variance =
Standar Error =

=
=

=
=

=
=

= 3,44....(b)
= 157,27

Standar Deviasi =

= 2,31

Syarat Kontinue jika SD 10% ( SD 0,63)


N relatif = N SD = 171,31 2,31
Rumus Schnabel
N=

= 19,91.......(a)

Variance =

Standar Error =
Standar Deviasi =

=
=

=
=

= 0,0035...(b)

= 0,198

= 2,31

Syarat Kontinue jika SD 10% ( SD 0,63)


N relatif = N SD = 19,91 2,31

Analisa Kualitatif
Praktikum Ekologi hewan CMRR ini bertujuan untuk menerapkan metode CMRR
untuk memperkirakan besarnya popilasi simulasi dan membandingkan hasil estimasi dari 2
rumus yaitu Petterson dan Schnabel.
Praktikum

dilakukan dengan melakukan simulasi CMRR menggunakan kancing.

Praktikum dilakukan dengan terlebih dahulu mempersiapkan sejumlah kancing berwarna


hitam di dalam sebuah kotak, lalu mengambil segenggam kancing warna hitam. Banyak
kancing yang digunakan untuk simulasi adalah sebanyak 20 buah. Setelah itu menandai
kancing hitam yang diambil dengan cara mengganti kancing warna hitam dengan kancing
warna merah. Mengocok kotak agar kancing hitam dan merah homogen.Mengambil
segenggam kancing yang ada di dalam kotak memasukkan data kancing yang terambil
kedalam tabel pengamatan, yaitu jumlah kancing yang terambil sebagai C, kancing hitam
sebagai T dan kancing merah sebagai R kemudian kancing yang ditandai sebagai M.
Melakukan pengambilan sejumlah kancing sebanyak 10 kali.Setelah selesai melakukan
perhitungan estimasi populasi dengan menggunakan rumus Petterson dan Schnabel. Pada
praktikum simulasi dengan menggunakan kancing hitam dan merah dianggap sebagai
populasi hewan yang tersebar dialam (Resosoedarmo, 1990).

CMRR ( Capture Mark Realease Recapture) merupakan suatu metode yang digunakan
untuk memperkirakan besarnya estimasi populasi dari suatu hewan. Prinsip umum dari
CMMR adalah dengan menandai hewan yang tertangkap pada penangkapan pertama dan
memperkirakan proporsi hewan yang tertandai pada penangkapan sesi berikutnya ( William
et al.,2001 ). Populasi merupakan sejumlah individu sejenis yang menempati ruang yang
sama dan dalam waktu yang bersamaan. Di alam hewan akan melakukan penyebaran dalam
suatu tempat untuk mengetahui besarnya estimasi populasi hewan di alam dapat
menggunakan metode CMRR. Kegiatan praktikum ini dapat disimulasikan dengan
menggunakan kancing, karena pada kenyataannya di alam hewan selalu melakukan
pergerakan dan akan sulit jika melakukan praktikum langsung dan akan membutuhkan waktu
yang lama. Memperkirakan besarnya populasi hewan di alam penting digunakan untuk
pengaturan kehidupan hewan di alam ( Vukan).
Southwood (1971) menyatakan bahwa penerapan metode CMRR dengan asumsiasumsi (odum, 1993) sebagai berikut

a. Hewan yang ditandai tidak terpengaruh oleh tanda dan tanda tidak mudah hilang.
b. Hewan yang ditandai harus tercampur secara homogen dalam populasi.
c.

Populasi harus dalam sistem tertutup (tidak ada migrasi atau migrasi dapat
dihitung).

d. Tidak ada kelahiran atau kematian selama periode sampling.


e.

Hewan yang ditangkap sekali atau lebih, tidak mempengaruhi hasil sampling
selanjutnya.

f.

Populasi sampling secara random dengan asumsi semua kelompok umur dan jenis
kelamin dapat ditangkap serta semua individu mempunyai kemampuan yang sama
untuk ditangkap.

g.

Sampling dilakukan dengan interval waktu yang tetap dan tidak dalam jangka waktu
yang lama (Beagon, 1979; Barker, 2008 )
Metode CMRR dapat dibedakan menjadi beberapa macam ( Beagon .1978) yaitu :
a. Single mark-recapture
b.repeated mark recapture
c.Multiple mark recapture
d.triple catch method
Praktikum ekowan CMRR kali ini menggunakan metode Petterson ( Single mark

recapture) dan metode repeated mark recapture ( metode Schnabel).

Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan rumus Petterson diperoleh hasil


estimasi populasi hewan N relatif : N SD = 171,31 2,31.sedangkan berdasarkan
perhitungan dengan menggunakan rumus Schnabel besarnya N relatif : N SD = 19,91
2,31.Berdasarkan data hasil perhitungan tersebut diketahui bahwa kedua metode memiliki
perbedaan hasil perhitungan yang jauh dimana perkiraan populasi dengan menggunakan
metode Petterson sebanyak 171 sedangkan dengan menggunakan Schnabel sebesar 20. Dari
hasil perhitungan tersebut diketahui bahwa hasil perkiraan populasi yang memiliki tingkat
akurasi lebih tinggi adalah metode Schnabel karena pada saat simulasi dengan kancing
jumlah kancing yang digunakan adalah 20 sehingga perkiraan populasi seharusnya memiliki
nilai 20.
Metode Lincoln-Peterson
Indeks Lincoln-Peterson juga disebut metode Mark and Recapture (juga dikenal
sebagai Capture-Recapture) yaitu metode penandaan dan penangkapan kembali. Metode ini
umumnya digunakan untuk penaksiran ukuran populasi, digunakan untuk menandai dalam
satu kesempatan dan mencatat populasi individu yang tertandai dalam penangkapan atau
pangambilan sampel pada ksempatan kedua (Anonim,2009). Ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam menerapkan metode Lincoln-Peterson :
Aspek reproduksinya.
Apakah kegiatan penangkapan tidak mengganggu tingkah laku dan aktivitas reproduksinya?
Pola mortalitasnya
Apakah ada pengaruh penandaan terhadap tingkah laku dan fungsi faal hewan?
Pola pergerakan musiman
Teknik penangkapan
2. Metode Schnabel
Untuk memperbaiki keakuratan metode Peterson (karena sampel yang diambil relatif
kecil), dapat digunakan metode Scnhnabel. Metode Schanabel selain membutuhkan asumsi
yang sama dengan metode Petersen, juga ditambahkan dengan asumsi bahwa ukuran populasi
harus konstan pada periode sampling yang berikutnya. Pada metode ini, penangkapan,
penandaan dan pelepasan kembali hewan dilakukan lebih dari 2 kali. Untuk setiap periode
sampling, semua hewan yang belum bertanda diberi tanda dan dilepaskan kembali.

Dafpus :
Campbell, N. A., J. B. Reece, and L. A. Urry., 2008. BIOLOGI Edisi kedelapan

jilid 3.

Erlangga, Jakarta.
Heddy, Suwasono., 1986. Pengantar Ekologi. CV Rajawali, Jakarta.
Nasution, Rozaini., 2003. Teknik Sampling. Penerbit USU Digital Library, Medan.
Barker, R. (2008), Theory and application of mark-recapture and related techniques to aerial
surveys of wildlife, Wildlife Research 35:268-274.

Begon, M. (1979), Investigating Animal Abundance: capture-recapture for biologist,


Edward Arnold, London, Great Britain, p. 96.

Odum, Eugene.1993. Dasar-Dasar Ekologi. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada Press


Resosoedarmo, Soedjiran., 1990. Pengantar Ekologi. Jakarta: PT Remaja Rosdakarya .
LAVADINOVI Vukan,THE USAGE OF CAPTURE-MARK-RECAPTURE/RESIGHT
METHODS IN ESTIMATING POPULATION ABUNDANCE. Faculty of forestry,
University of Belgrade, Kneza Vieslava 1,11030 Belgrade, Serbia

Williams, B. K., J. D. Nichols, and M. J. Conroy. 2001. Analysis and Management of Animal
Populations. Academic Press, New York.
Umar, M. R., 2013. Penuntun Praktikum Ekologi Umum. Universitas
Makassar.

Hasanuddin,