Anda di halaman 1dari 7

HASIL PENGAMATAN

1. Rhizome dan daun Pteris Vittata L.


Gambar Hasil

Rhizome (perbesaran 10x10)

Daun Pteris bagian bawah


(perbesaran 40x10)

Daun Pteris bagian atas


(perbesaran 40x10)
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi

: Pteridophyta

Kelas

: Filicopsida

Bangsa

: Polypodiales

Suku

: Pteridaceae

Marga

: Pteris

Jenis

: Pteris Vitatta L

Gambar Tangan

Literatur

2. Daun Nicotiana Tabaccum (Tembakau)


Gambar Hasil

Daun Nicotiana bagian atas


(perbesaran 10x10)

Daun Nicotiana bagian bawah


(perbesaran 10x10)
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

Bangsa

: Solanales

Suku

: Solanaceae

Marga

: Nicotiana

Jenis

: Nicotiana tabaccum

Gambar Tangan

Literatur

3. Daun Ageratum Conyzoides L. (babandotan)


Gambar Hasil

Daun Ageratum Bagian


Bawah (Perbesaran 10x10)

Daun Ageratum Bagian atas


(Perbesaran 10x10)
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

Bangsa

: Asterales

Suku

: Asteraceae

Marga

: Ageratum

Jenis

: Ageratum Conyzoides L

Gambar Tangan

Literatur

4. Daun Sida Rhombifolia (sidaguri)


Gambar Hasil

Sidaguri (perbesaran 10x10)

Sidaguri sayatan melintang


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

Bangsa

: Malvales

Suku

: Malvaceae

Marga

: Sida

Jenis

: Sida Rhombifolia

Gambar Tangan

Literatur

PEMBAHASAN
Pada praktikum ini yaitu tentang Sel Epidermis dan Derivatnya, Jaringan Meristem dan
Diverensiasinya. Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah Rhizome dan daun
Pteris vittata L, daun Nicotiana tabaccum, daun Ageratum conyzoides L.
Epidermis merupakan lapisan sel terluar pada daun, bunga, buah, dan biji, serta pada batang
dan akar sebelum tumbuhan mengalami penebalan sekunder. Meskipun dari segi ontogeni
seragam, dari segi morfologi maupun fungsi sel epidermis tidak seragam. Selain sel
epidermis biasa, terdapat sel epidermis yang telah berkembang menjadi sel rambut, sel
penutup pada stomata, serta sel lain. Epidermis biasanya terdiri dari satu lapisan sel. Pada
beberapa tumbuhan, sel protoderm pada daun membelah dengan bidang pembelahan sejajar
dengan permukaan, dan turunannya dapat membelah lagi sehingga terjadi epidermis berlapis
banyak (Hidayat, 1995). Dan Yang dimaksud dengan derivat adalah perubahan struktur
epidermis dimana fungsinya juga ikut berubah. Beberapa macam derivat jaringan tumbuhan
antara lain : Stomata, Trikomata, Vilamen, Silika dan Gabus, Sel kipas.
Fungsi sel epidermis yaitu lapisan pelindung dan melawan kerusakan fisik dan serangan
patogen.
1. Pteris Vittata L.
Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa stomata Pteris Vittata hanya terdapat pada satu
permukaan saja yaitu pada permukaan bagian bawah. Jumlah stomata yang kami amati
sekitar 24 stomata, dan terdapat trikoma pada rhizomenya yaitu yang berbentuk seperti garis
garis.
2. Nicotiana Tabbacum
Pada daun Nicotiana ini setelah diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10x10 ini
terdapat susunan struktur pada daun nicotiana ini yaitu : jaringan epidermis yang dapat
terlihat cukup jelas dan disini epidermis tersebut membentuk suatu derivat yaitu trikoma dan
stomata . trokoma yang terlihat tidak terlalu jelas mungkin berbentuk gelumbung karena
ujungnya menggelembung, sedangkan stomata terlihat jelas jarak antara stomata satu dan
yang lainnya itu berjauhan.

3. Ageratum conyzoides L
Pada daun Ageratum setelah diamati terdapat trikoma yang berbentuk seperti rambut. Tipe
epidermis ini adalah epidermis non granular dan bertipe rambut bintang. Dikatakan non
granular karena karena bukan berasal dari rambut kelenjar, dan trikoma ini bersel banyak
(woelaningsih, 1987). Dan stomata pada daun ageratum tidak terlihat, karena pada proses
penyayatan terjadi kesalahan.
4. Sida Rhombifolia
Pada daun sida rhombifolia mempunyai trikoma yang hampir sama bentuk nya yaitu rambut
rambut, tetapi pada sida rhombifolia rambut rambutnya lebih kecil dan pendek pendek. Dan
stomatanya juga tidak terlihat.

Jaringan meristem adalah jaringan muda pada tumbuhan yang sel-selnya selalu
membelah. Hal ini disebabkan karena sel penyusun jaringan meristem bersifat embrional.
Berikut adalah ciri-ciri jaringan meristem: Terdiri dari sel-sel muda dalam fase pembelahan
dan pertumbuhan, Biasanya tidak ditemukan ruang antarsel di antara sel-sel meristem,
Bentuk sel bulat, lonjong atau poligonal, dan dengan dinding sel yang tipis, Masing-masing
sel kaya akan sitoplasma dan protoplasma, Mengandung satu atau lebih dari satu inti sel dan
berukuran besar, Plastida belum matang, Vakuola sel sangat kecil atau mungkin tidak ada,
Selnya berbentuk kuboid atau prismatis.
Diferensiasi merupakan proses tumbuh dan terjadinya perbedaan dalam morfologi serta
fisiologi sel jaringan.

Meristem primer adalah meristem yang berkembang langsung dari sel embrionik dan
sebab itu merupakan kesinambungan kegiatan embrio di tempat itu.

Meristem sekunder adalah meristem yang berkembang dari jaringan yang telah
mengalami di ferensiasi.
KESIMPULAN

Pada praktikum kali dapat di simpulkan bahwa sel epidermis meruapkan sel terluar dari daun,
dan derivatnya berupa Stomata, Trikomata, Vilamen, Silika dan Gabus, Sel kipas. Dan
Jaringan meristem adalah jaringan muda pada tumbuhan yang sel-selnya selalu membelah.

DAFTAR PUSTAKA
Fans, A. 1991. Anatomi Tumbuhan edisi 3. Yogyakarta ; UGM Press.
Farhatul, Wahidan B. 2012. Anatomi Tumbuhan. Makasar ; UIN Alauddin
Hidayat, Estiti B. 1995. Anatomi tumbuhan berbiji. Bandung ; ITB
Iserep, Sumardi. 1993. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Bandung ; Rineka Cipta.
Muhammadiyah, Asia. 2012. Anatomi Tumbuhan. Makasar ; Universitas Negeri Makasar.
Sutrian. 1992. Pengantar Anatomi Tumbuh Tumbuhan. Jakarta ; Rineka Cipta.
Woelaningsih, Sri. 1987. Anatomi Tumbuhan. Jakarta ; Universitas Terbuka.