Anda di halaman 1dari 7

Peran Otoritas Jasa

Keuangan didalam
Pasar Modal
Hukum Pasar Modal - Salemba

Latar Belakang
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga yang independen dan
bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas,
dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan
penyidikan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 21
Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan.
Pasar Modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan
Penawaran Umum dan perdagangan Efek,
Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya,
serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek sebagaimana
dimaksud dalam undang-undang mengenai pasar modal.

Tugas OJK
OJK melaksanakan tugas pengaturan dan
pengawasan terhadap:
a.kegiatan jasa keuangan di sektor Perbankan;
b.kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar Modal; dan
c. kegiatan jasa keuangan di sektor Perasuransian,
Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga
Jasa Keuangan Lainnya.

Peran OJK dalam pasar modal


Hingga 13 Agustus 2014 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah 75 kali
melakukan pemeriksaan di pasar modal. Pemeriksaan tersebut terdiri
dari 37 emiten atau perusahaan publik atas dugaan laporan
keuangan, pelanggaran dan perencanaan RUPS, dan pelanggaran
umum efek bersifat ekuitas. Kemudian, 34 pemeriksaan terkait
transaksi dan lembaga efek dengan dugaan terhadap ketentuan
pengendalian internal perusahaan efek dan indikasi pergerakan harga
saham yang tidak wajar di BEI. Pada 13 Agustus 2014, OJK telah
menetapkan 316 para pelaku industri pasar modal terkena sanksi.
Diantaranya, 32 sanksi tertulis, 280 berupa denda, dua sanksi
pembekuan izin usaha dan dua sanksi berupa pencabutan izin usaha.

Kesimpulan
Otoritas Jasa Keuangan adalah sebuah lembaga pengawasan jasa keuangan
seperti industri perbankan, pasar modal, reksadana, perusahaan
pembiayaan, dana pensiun dan asuransi. Pada dasarnya UU tentang OJK ini
hanya mengatur mengenai pengorganisasian dan tata pelaksanaan
kegiatan keuangan dari lembaga yang memiliki kekuasaan didalam
pengaturan dan pengawasan terhadap sektor jasa keuangan.
Dalam fungsinya di dalam pasar modal terdapat penyampaian laporan oleh
pelaku pasar modal kepada OJK. Pelaku Pasar Modal mempunyai kewajiban
penyampaian laporan kepada OJK baik secara berkala maupun secara
insidentil dengan batas waktu akhir kewajiban penyampaian laporan
masing-masing. Dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait
keamanan berinvestasi di pasar modal.