Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH PERENCANAAN INSTALASI KHUSUS

PENANGKAL PETIR

DISUSUN OLEH :
AZHARI JUMATULLAH

:5115116936

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2014

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Berkat
limpahan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan tugas resume ini. Dan tentunya tak lupa
kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu atas prosesnya
penyelesaian makalah Perencanaan Instalasi Khusus yang berjudul Penangkal Petir ini,
yang diantaranya :
1.

Bapak Faried Wadjdi, selaku dosen mata kuliah Perencanaan Instalasi Khusus

2.

Kedua orang tua yang telah banyak memberikan motivasi,

3.

Seluruh mahasiswa/i Universitas Negeri Jakarta, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik


Elektro, khususnya Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro kelas Non Reguler
tahun 2011 yang telah membantu kami.
Kami berharap makalah ini dapat memberikan kontribusi peningkatan kualitas

pembelajaran. Saran dan masukan yang bersifat membangun demi kemajuan dan
keberhasilan, sangat kami harapkan dari pembaca untuk perbaikan, karena kami menyadari
bahwa makalah ini masih banyak kekurangannya.

Jakarta, Desember 2013

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Penangkal petir adalah sebuah batang logam atau konduktor yang dipasang di atas
gedung dan pada perangkat listrik yang terhubung ke tanah melalui kawat, untuk melindungi
bangunan pada saat terjadi petir. Sebuah batang logam, yang lebih tinggi dari gedung,
dipasang di dinding bangunan. Salah satu ujung batang kawat ini berada di luar atap
bangunan dan yang lainnya terkubur di dalam tanah. Jika petir menyambar bangunan itu,
maka secara langsung petir akan menyambar pada kawat batang logam, kemudian petir akan
melewati kawat menuju tanah, sehingga potensial listrik dari petir dapat dinetralkan.
Penangkal petir adalah salah satu komponen di dalam sistem perlindungan dari petir.
Selain itu, penangkal petir ditempatkan sesuai struktur pada bagian tertinggi dari bangunan.
Sistem perlindungan dari petir biasanya mencakup hubungan antar konduktor logam pada
atap, jalur konduktor logam dari atap ke tanah, koneksi ikatan objek logam dalam struktur
dan jaringan landasan. Bagian atap penangkal petir terdiri dari strip logam atau batang,
biasanya dari tembaga atau aluminium. Sistem perlindungan dari petir dipasang pada
bangunan, pohon, monumen, jembatan atau kapal layar untuk melindungi dari bahaya petir.
Penangkal petir kadang-kadang disebut finial atau terminal udara. Penangkal petir pertama
kali diciptakan oleh Benjamin Franklin di Amerika pada 1749 dan dikembangkan oleh
Prokop divis di Eropa pada 1754

SEJARAH
Sebagai sebuah bangunan yang tinggi, petir menjadi lebih dari sebuah ancaman. Petir
dapat merusak struktur yang terbuat dari bahan, seperti batu, kayu, beton dan baja yang dapat
mengalirkan arus listrik yang tinggi dari petir sehingga dapat memanaskan bahan dan akan
menyebabkan potensi kebakaran atau kerusakan berbahaya lainnya.
Beberapa konduktor petir paling kuno ditemukan di Sri Lanka di tempat-tempat
seperti Kerajaan Anuradhapura yang ada pada ribuan tahun lalu. Raja-raja Sinhala, yang
menguasai pembangunan stupa dan struktur bangunan canggih, memasang ujung logam yang
terbuat dari perak atau tembaga pada titik tertinggi dari setiap bangunan untuk menangkap

muatan petir. Di berbagai belahan dunia, monumen Buddha kuno telah hancur oleh sambaran
petir, tapi tidak di Sri Lanka.
Sebuah konduktor petir mungkin telah sengaja digunakan di Menara Miring
Nevyansk, Rusia. Puncak dari menara-menara dimahkotai dengan batang logam dalam
bentuk bola dengan paku di atasnya. Penangkal petir ini didasarkan melalui bangkai rebar,
yang menembus seluruh bangunan. Menara Nevyansk dibangun antara tahun 1725 dan 1732,
atas perintah industrialis Akinfiy Demidov. Menara Nevyansk dibangun 25 tahun sebelum
percobaan Benjamin Franklin dan penjelasan ilmiah. Namun, maksud sebenarnya di balik
atap logam dan baja tulangan tetap tidak diketahui.
Di Amerika Serikat, batang konduktor petir runcing, juga disebut "penarik petir" atau
"Franklin rod," diciptakan oleh Benjamin Franklin pada 1749 sebagai bagian dari eksplorasi
terobosan tentang listrik. Meski bukan yang pertama yang menunjukkan hubungan antara
listrik dan petir, Franklin adalah orang pertama yang mengusulkan sistem yang bisa
diterapkan untuk pengujian hipotesis. Franklin berspekulasi bahwa, dengan sebuah batang
besi yang semakin tajam pada ujungnya, "Saya pikir api listrik akan ditarik diam-diam keluar
dari awan, sebelum ia datang cukup dekat untuk menyerang ...."
Pada abad ke-19, penangkal petir menjadi motif dekoratif. Penangkal petir yang
dihiasi dengan bola kaca hias. Daya tarik hias dari bola-bola kaca telah digunakan pada
baling-baling cuaca. Tujuan utama dari bola adalah untuk mengetahui adanya sambaran petir
dengan hancurnya bola atau jatuhnya bola. Jika setelah badai bola ditemukan hilang atau
rusak, pemilik properti harus mengecek bangunan, batang, dan landasan kawat dari
kerusakan.
Bola kaca padat kadang-kadang digunakan dalam metode untuk mencegah sambaran
petir pada kapal dan objek lain. Idenya adalah bahwa benda-benda berkaca, yang nonkonduktor, jarang tersambar petir. Oleh karena itu, dengan dasar teori itu, harus ada sesuatu
yang bersifat kaca yang dapat mencegah sambaran petir. Oleh karena itu, metode terbaik
untuk mencegah sambaran petir pada kapal kayu adalah dengan mengubur bola kaca kecil
padat di ujung tertinggi pada tiang kapal. Perilaku petir yang berbeda-beda dikombinasikan
dengan bias konfirmasi pengamat menyimpulkan bahwa metode yang diperoleh dapat
dipercaya bahkan telah ada pengembangan penangkal petir di laut setelah eksperimen awal
Franklin.

BAB 2
PEMBAHASAN
A.PROSES TERJADINYA PETIR
Proses terjadinya petir akibat perpindahan muatan negatif (elektron) menuju ke
muatan positif (proton). Para ilmuwan menduga lompatan bunga api listriknya sendiri terjadi,
ada beberapa tahapan yang biasanya dilalui. Pertama adalah pemampatan muatan listrik pada
awan bersangkutan. Umumnya, akan menumpuk di bagian paling atas awan adalah listrik
muatan negatif, di bagian tengah adalah listrik bermuatan positif, sementara di bagian dasar
adalah muatan negatif yang berbaur dengan muatan positif, pada bagian inilah petir biasa
berlontaran. Petir dapat terjadi antara awan dengan awan, dalam awan itu sendiri, antara awan
dan udara, antara awan dengan tanah (bumi).
Terdapat 2 teori yang mendasari proses terjadinya petir :

1. Proses Ionisasi
Sambaran Petir merupakan peristiwa alam yaitu proses pelepasan muatan listrik
(Electrical Discharge) yang terjadi di atmosfer, hal ini disebabkan berkumpulnya ion bebas
bermuatan negatif dan positif di awan, ion listrik dihasilkan oleh gesekan antar awan dan juga
kejadian ionisasi ini disebabkan oleh perubahan bentuk air mulai dari cair menjadi gas atau
sebaliknya, bahkan padat (es) menjadi cair. Ion bebas menempati permukaan awan dan
bergerak mengikuti angin yang berhembus, bila awan-awan terkumpul di suatu tempat maka
awan bermuatan ion tersebut akan memiliki beda potensial yang cukup untuk menyambar
permukaan bumi maka inilah yang disebut petir.
2.Gesekan Antar Awan
Pada awalnya awan bergerak mengikuti arah angin, selama proses bergeraknya awan
ini maka saling bergesekan satu dengan yang lainya, dari proses ini terlahir electron-electron
bebas yang memenuhi permukaan awan. Proses ini bisa di simulasikan secara sederhana pada
sebuah penggaris plastik yang digosokkan pada rambut maka penggaris ini akan mampu
menarik potongan kertas. Pada suatu saat awan ini akan terkumpul di sebuah kawasan, saat
inilah petir dimungkinkan terjadi karena electron-elektron bebas ini saling menguatkan satu
dengan lainnya. Sehingga memiliki cukup beda potensial untuk menyambar permukaan bumi.

B. JENIS-JENIS PETIR YANG TERJADI DI BUMI


1.

Petir St. Elmo's Fire


Petir ini telah ada selama berabad-abad, di mulai dari sejarah Yunani kuno, Julius

Caesar, Columbus dan Magellan. Setelah ada teori penangkal petir Franklin fenomena ini
terlihat lebih jelas di tanah/darat, menyebabkan rasa takut sebagai api biru terinspirasi cerita
roh dan hantu.
2. Petir Boom
Ball Thunder adalah fenomena alam yang aneh, dengan laporan peninjauan kembali
ke Yunani kuno. Jenis yang paling umum adalah kilatan petir coret tapipetir ini menyebabkan
ancaman terbesar terhadap kehidupan dan properti. Petirdapat di picu oleh berbagai peristiwa
mulai dari ledakan termonuklir untuk meluncurkan roket seperti Challenger atau Apollo 12.
3

Petir Deadly
Di Amerika Serikat rata-rata 58 orang meninggal dunia setiap tahunnya oleh petir dan

sekitar 250 orang bertahan hidup setiap tahunnya setelah di sambar petir namun sebagian
besar mereka hidup dengan bekas luka permanen.
4

Petir Cloud Flashes


Ketika terjadi di awan terkadang kita dapat melihat garis di udara di sekitar badai. Itu

di sebut petir awan ke udara atau di sebut Anvil Crawler. Petir juga dapat melakukan
perjalanan dari awan ke awan. Ketika petir terlihat tertanam di awan dan sepertinya pada
luminositas selama bagian petir, di sebut lembar pencahayaan atau intra awan petir. Banyak
orang telah melihat petir yang panas tapi tidak mengatakan mendengar guntur. Namun guntur
di kejauhan itu terlalu jauh untuk di dengar. Setiap kali terjadi petir maka selalu ada guntur.
5

Petir Cloud-To-Sea Lightning


Air adalah konduktor yang sangat baik, sehingga orang memilih untuk tinggal jauh

dari laut, danau dan kolam khususnya selama ada badai petir. Dalam badai para pelaut
beresiko terkena sambaran petir awan ke laut, selain angin kencang, tinggi, gelombang
berombak dan hujan deras. Pelaut di anjurkan untuk mancari pelabuhan yang aman sampai
badai berlalu dan memastikan kru mengenakan jaket.

6. Petir Re-strike
Ini terdiri dari 3-4 stroke individu tetapi mungkin memiliki lebih. Di pisahkan oleh
40-50 milidetik, menyebabkan efek "Strobe Light". Yang pertama adalah yang terkuat. Setiap
stroke berturut-turut biasanya kembali menggunakan saluran debit diambil oleh stroke
sebelumnya. Berkepanjangan oleh gemuruh guntur yang menyerang kembali.
7. Petir Mind-Blowing Beauty
Petir melalui udara memancarkan cahaya putih, tetapi dapat muncul sebagai warna
yang berbeda tergantung pada kondisi cuaca. Karena kelembaban, kabut, debu dan
semacamnya, petir jauh dapat muncul merah atau oranye dalam cara yang tidak sama saat
matahari terbenam.
8. Petir Upper Atmospheric Ligthning
Walaupun jarang terlihat dengan mata telanjang, petir sangat istimewa, jarang terlihat
seperti flash sprite merah, biru dan elf jet. Sprite lebar, berkedip lemah dalam badai.
Sprite petir muncul seperti ubur-ubur raksasa dengan cahaya merah darah-biru panjang
tergantung pada tentakel. Jet Blue sempit dan di tembak dari atas badai. Jet Blue lebih terang
dari sprite dan pertama kali di rekam dari pesawat.
9. Petir Scary Powerfull Strike To Tower, Buildings
Biasanya selama badai, 80 % petir terlihat di awan dan 20 % di darat. Bangunan,
menara dan titik tertinggi lainnya sering di sambar petir, karena listrik menemukan jalan dan
perlawanan terendah. Petir turun dari langit ke bawah, tetapi bagian yang Anda lihat berasal
dari bawah ke atas. Bisa menyerang tempat yang sama lebih dari sekali.
10. Petir Double Ligthning
Merupakan kekuatan alam yang mengesankan. Indah, sekaligus berbahaya. Lampu
kilat biru-putih cemerlang petir disebabkan oleh panas yang ekstrim. Petirlebih panas dari
permukaan matahari. Petir ganda memiliki ancaman yang berganda pula.
11. Petir Mulitple Strike & Long Exposure Photos
Ini adalah tipe dasar awan petir yang muncul untuk membubarkan menjadi string
pendek, lampu, yang berlangsung lebih lama dari biasa. Petir terlihat agak seperti pita. Hal ini

terjadi dalam angin badai dengan trafik tinggi dan stroke yang lalu. Angin bertiup kembali
dalam satu baris ke setiap stroke, juga ke salah atu sisi belakang stroke sebelumnya,
menunjukan efek dari pita. Pita staccato memiliki durasi stroke pendek, muncul
sebagai petir tunggal sangat cerah dan sering memiliki dampak yang cukup besar.
12. Petir Rocket Lightning
Rocket kilat biasanya horizontal dan di dasar awan. saluran Luminous muncul melalui
udara dengan kecepatan visual tinggi, sering terputus-putus. Gerakan ini menyerupai gerakan
roket. Ini adalah salah satu tipe yang paling langka.
13. Petir Volcanic Triggered Lightning
Dipicu vulkanik bukanlah sesuatu yang sering kita lihat. Setidaknya sebelum neraka
meledak di Islandia. Ada tiga jenis pencahayaan vulkanik. Petir dapat di picu oleh letusan
gunung berapi yang sangat besar, yang mengeluarkan gas dan material ke atmosfer. Jenis
perantara dari ventilasi gunung berapi, kadang-kadang memiliki panjang 1,8 km. Lalu ada
percikan petir jenis jauh lebih pendek dan hanya berlangsung beberapa milidetik.
14. Petir Sensational Volcanic-Lightning
Api, es dan abu bersatu disini, vulkanik memicu petir terdengar sesuatu seperti
tembakan senapan, sementara listrik yang diproduksi menghasilkan gemuruh panjang.

C.DAMPAK YANG DITIMBULKAN OLEH PETIR


Selain petir dapat menyambar sebuah bangunan yang telah di lengkapi anti
petir/penangkal petir konvensional maupun elektrostatis, petir juga dapat menyambar melalui
jaringan listrik PLN yang kabelnya terbentang di luar dan terbuka. Pada Umumnya jaringan
listrik terbuka seperti ini masih ada dan di pergunakan di beberapa negara termasuk
Indonesia. Arus petir yang merusak perangkat panel listrik bukan di sebabkan oleh sambaran
petir yang menyambar langsung ke bangunan yang telah di pasang penangkal petir atau anti
petir melainkan sambaran petir mengenai jaringan listrik PLN sehingga arus petir ini masuk
ke bangunan mengikuti kabel listrik dan merusak panel listrik tersebut.
Jadi biasanya sambaran petir mengenai sesuatu yang jauh dari bangunan yang telah
terpasang instalasi penangkal
konvensional maupun penangkal

petir baik
petir

elektrostatis,

instalasi penangkal
hal

ini

sudah

petir
biasa

terjadi

karena kabel distribusi PLN memakai kabel distribusi terbuka dan letaknya tinggi, seperti
yang terpasang pada jaringan listrik tegangan tinggi di Indonesia.
Untuk penanganan agar peristiwa ini tidak terjadi maka perlu sekali jaringan listrik
pada sebuah bangunan di lengkapi dengan perangkat Surya Arrester (Pelepas tegangan
lebih/over voltage). Jenis dan merk Surge Arrester ini banyak sekali tersedia di pasaran
umum, yang jelas pemasangan arrester harus di hubungkan dengan grounding ke bumi.
D. BAHAYA AKIBAT SAMBARAN PETIR

1.

Sambaran Petir Langsung Melalui Bangunan

Sambaran petir yang langsung mengenai struktur bangunan rumah, kantor dan gedung,
tentu saja hal ini sangat membahayakan bangunan tersebut beserta seluruh isinya karena
dapat menimbulkan kebakaran, kerusakan perangkat elektrik/elektronik atau bahkan korban
jiwa. Maka dari itu setiap bangunan di wajibkan memasang instalasi penangkal petir. Cara
penanganannya adalah dengan cara memasang terminal penerima sambaran petir serta
instalasi pendukung lainnya yang sesuai dengan standart yang telah di tentukan. Terlebih lagi
jika sambaran petir langsung mengenai manusia, maka dapat berakibat luka atau cacat
bahkan dapat menimbulkan kematian. Banyak sekali peristiwa sambaran petir langsung yang
mengenai manusia dan biasanya terjadi di areal terbuka.
2. Sambaran Petir Melalui Jaringan Listrik

Bahaya sambaran ini sering terjadi, petir menyambar dan mengenai sesuatu di luar area
bangunan tetapi berdampak pada jaringan listrik di dalam bangunan tersebut, hal ini karena
sistem jaringan distribusi listrik/PLN memakai kabel udara terbuka dan letaknya sangat
tinggi, bilamana ada petir yang menyambar pada kabel terbuka ini maka arus petir akan
tersalurkan ke pemakai langsung. Cara penanganannya adalah dengan cara memasang
perangkat arrester sebagai

pengaman

tegangan

lebih

(over

voltage).

Instalasi surge

arresterlistrik ini dipasang harus dilengkapi dengan grounding system.


3. Sambaran Petir Melalui Jaringan Telekomunikasi
Bahaya sambaran petir jenis ini hampir serupa dengan yang ke-2 akan tetapi berdampak
pada perangkat telekomunikasi, misalnya telepon dan PABX. Penanganannya dengan
cara pemasangan arresterkhusus untuk jaringan PABX yang di hubungkan dengan grounding.
Bila bangunan yang akan di lindungi mempunyai jaringan internet yang koneksinya melalui
jaringan telepon maka alat ini juga dapat melindungi jaringan internet tersebut.
Pengamanan terhadap suatu bangunan atau objek dari sambaran petir pada prinsipnya
adalah sebagai penyedia sarana untuk menghantarkan arus petir yang mengarah ke bangunan
yang akan kita lindungi tanpa melalui struktur bangunan yang bukan merupakan bagian dari
sistem proteksi petir atau instalasi penangkal petir, tentunya harus sesuai dengan standart
pemasangan instalasinya.
Ada 2 jenis kerusakan yang di sebabkan sambaran petir, yaitu :
1. Kerusakan Thermis, kerusakan yang menyebabkan timbulnya kebakaran.
2. Kerusakan Mekanis, kerusakan yang menyebabkan struktur bangunan retak, rusaknya
peralatan elektronik bahkan menyebabkan kematian.

E. PENANGKAL PETIR

Penangkal petir adalah sebuah batang logam atau konduktor yang dipasang di atas gedung
dan pada perangkat listrik yang terhubung ke tanah melalui kawat, untuk melindungi
bangunan pada saat terjadi petir. Ada 4 bagian utama penyusun instalasi penangkal petir,
yaitu:
1. Terminal Penangkal Petir / Unit Terminal Udara (Air Terminal Unit)
Terminal penangkal petir merupakan penghantar-penghantar di atas bangunan, berupa
elektroda logam yang dipasang tegak dan mendatar.
2. Penghantar (Conductor)
Terdapat beberapa bagian yang termasuk ke dalam penghantar, yaitu:
1. Penghantar penyalur utama: penghantar dari logam dengan luas penampang serta

bahan tertentu yang berfungsi untuk menyalurkan arus petir ke tanah.


2. Penghantar pembantu: semua penghantar lainnya yang dimanfaatkan

sebagai pembantu penyalur arus petir, misalnya pipa air hujan dari logam, konstruksi
logam dari bagian bangunan.
3. Penghantar hubung: penghantar dari logam yang menghubungkan masing-masing

penangkap petiratau dengan bagian-bagian logam di dalam atau di dalam bangunan.


4. Terminal hubung: suatu dudukan dari logam yang berfungsi sebagai titik hubung

bersama dari beberapa penghantar penyalur dan benda logam lain yang akan
dibumikan.
5. Sambungan ukur: sambungan listrik antara penghantar penyalur dengan grounding

system, yaitu dengan cara penyambungan yang dapat dilepas ketika pengukuran
besar tahanan penghantar dan tahanan grounding system.
3. Sistem Pembumian (Grounding System)
Sistem pembumian (grounding system): suatu perangkat instalasi yang berfungsi untuk
melepaskan arus petir ke dalam bumi, salah satu kegunaannya untuk melepas muatan arus
petir. Grounding system dapat berupa elektroda pita, batang, atau plat.

1. Jenis-jenis metode penangkal petir


A. Penangkal Petir Konvensional / Faraday / Frangklin
Kedua ilmuwan tersebut Faraday dan Frangklin menjelaskan sistem yang hampir sama,
yakni system penyalur arus listrik yang menghubungkan antara bagian atas bangunan

dan grounding, sedangkan sistem perlindungan yang di hasilkan ujung penerima/splitzer


adalah sama pada rentang 30 - 40 derajat. Perbedaannya adalah sistem yang di kembangkan
Faraday bahwa kabel penghantar berada pada sisi luar bangunan dengan pertimbangan
bahwa kabel penghantar juga berfungsi sebagai material penerima sambaran petir, yaitu
berupa sangkar elektris atau biasa disebut dengan sangkar faraday.
B. Penangkal Petir Radio Aktif
Penelitian terus berkembang akan sebab terjadinya petir, dan semua ilmuwan sepakat
bahwa terjadinya petir karena ada muatan listrik di awan berasal dari proses ionisasi, maka
untuk menggagalkan proses ionisasi dilakukan dengan cara menggunakan zat berradiasi
sepertiRadiun 226 dab Ameresium 241 karena kedua bahan ini mampu menghamburkan ion
radiasinya yang dapat menetralkan muatan listrik awan. Maka manfaat lain hamburan ion
radiasi tersebut akan menambah muatan pada ujung finial/splitzer, bila mana awan yang
bermuatan besar tidak mampu di netralkan zat radiasi kemudian menyambar maka akan
cenderung mengenai penangkal petir ini. Keberadaan penangkal petir jenis ini telah dilarang
pemakaiannya, berdasarkan kesepakatan internasional dengan pertimbangan mengurangi zat
beradiasi di masyarakat, selain itu penangkal petir ini dianggap dapat mempengaruhi
kesehatan manusia.
C.
Penangkal Petir Elektrostatis
Prinsip
kerja
penangkal petir elektrostatis
penangkal petir radio

aktif,

yaitu

menambah

mengadopsi

muatan

pada

sebagian
ujung

system

finial/splitzer

agar petir selalu melilih ujung ini untuk di sambar. Perbedaan dengan system radio aktif
adalah jumlah energi yang dipakai. Untuk penangkal petir radio aktif muatan listrik
dihasilkan dari proses hamburan zat berradiasi sedangkan pada penangkal petir elektrostatis
energi listrik yang dihasilkan dari listrik awan yang menginduksi permukaan bumi.
2. Cara Pemasangan Instalasi Penangkal Petir/Anti Petir Flash Vectron
Penangkal petir Flash Vectron adalah terminal petir unggulan jenis elektrostatik yang di
desain khusus untuk daerah tropis mampu memberikan solusi petir terbaik khususnya di
Indonesia. Selain sudah melewati uji laboratorium PLN dan laboratorium tegangan tinggi di
lembaga terkait, penangkal petir Flash Vectron juga telah di uji langsung di lapangan yang
rawan akan sambaran petir.
Secara garis besar, cara pemasangan instalasi penangkal petir/anti petir Flash Vectron
sebagai berikut.

Gb.1 pemasangan grounding


Pada tahap awal pengerjaan di mulai dengan mengerjakan bagian grounding system
terlebih dahulu, dengan pertimbangan keamanan dan kemudahan. Kemudian dilakukan
pengukuran resistansi/tahanan tanah menggunakan Earth Testermeter, apabila hasil
pengukuran tersebut menunjukan < 5 Ohm maka tahapan kerja berikutnya dapat dilakukan.
Seandainya hasil resistansi/tahanan tanah menunjukan > 5 Ohm maka di lakukan pembuatan
atau penambahan grounding lagi di sebelahnya dan di pararelkan dengan grounding pertama
agar resistansi/tahanan tanahnya menurun sesuai dengan standarnya < 5 Ohm.

Gb.2 memasang kabel penyalur

Setelah

selesai

membuat grounding,

langkah

berikutnya

adalah

memasang kabel penyalur (Down Conductor) dari titik grounding sampai keatas bangunan,
tentunya dengan mempertimbangkan jalur kabel yang terdekat dan hindari banyak
belokan/tekukkan 90 derajat sehingga kebutuhan material dan kualitas instalasi dapat efektif
dan efisien. Kabel penyalur petir yang biasa di gunakan antara lain BC (Bare Copper), NYY
atau Coaxial. Untuk tempat - tempat tertentu sebaiknya di beri pipa pelindung (Conduite)
dengan maksud kerapihan dan keamanan.

Gb.3 pemasangan head terminal


Bila kabel penyalur petir telah terpasang dengan rapih, maka tahap selanjutnya
pemasangan

head

terminal petir Flash

Vectron

tentunya

harus

terhubung

dengan kabel penyalur tersebut sampai ke grounding sistem


F. TIPS UNTUK MENGHINDARI BAHAYA PETIR :
1. Jika anda melihat sambaran petir atau mendengar gelegar guruh segeralah menuju
bangunan yang telah terlindungi dengan penangkal petir atau mendekatlah ke mobil
atau truk.
2. Pakailah sepatu dari kulit atau karet yang tidak bocor, usahakan memakai kaos kaki
yang kering, sebagai upaya memisahkan tubuh kita dari tanah sehingga petir enggan
melalui tubuh kita.
3. Jika anda berada di luar rumah maka hindarilah berada di areal terbuka, tempat
ketinggian, berada di tempat yang berair, di bawah pohon tinggi atau benda logam
yang menjulang tinggi.
4. Jika tempat berlindung tidak ada, sebaiknya anda jongkok tapi hindari tangan anda
menyentuh tanah dan jangan berbaring karena akan memudahkan penyaluran
tenaga petir ke tanah.
5. Jika anda berada di luar ruangan maha hindari berdiri bergerombol dengan orang lain.
6. Jika kita berada di areal terbuka dan merasakan rambut kita berdiri itu
pertanda petir akan menyambar kita, kita harus melakukan gerakan rukuk yaitu
menekuk badan ke arah depan (Syukur bila menghadap kiblat) dan menempatkan
kedua tangan di lutut, cara ini akan membuat kita selamat.
7. Jika kita berada di dalam ruangan hindarilah berdiri dekat pintu, jendela dan tempat
yang berair.
8. Perangkat elektronik seperti televisi, radio, komputer sebaiknya di matikan dan di
cabut stop kontaknya, bila tidak memungkinkan menjauhlah dari perangkat elektronik
tersebut.

9. Bagi kita menbawa HP, HT dan radio saku sebaiknya di matikan segera, pisahkan
antena dengan body untuk mengurangi rangsangan petir menyambar.
10. Jika ada korban terkena petir tangani dengan hati-hati dan jangan dibawa bersama
barang yang bermuatan listrik agar tidak terkena sambaran ulang.

G. PRINSIP PERLINDUNGAN PETIR


Jika kita memperhatikan bahaya yang di akibatkan sambaran petir, maka sistem
perlindungan petir harus mampu melindungi struktur bangunan atau fisik maupun melindungi
peralatan dari sambaran langsung dengan di pasangnya penangkal petir eksternal (Eksternal
Protection) dan sambaran tidak langsung dengan di pasangnya penangkal petir internal
(Internal Protection) atau yang sering di sebut surge arrester serta pembuatan grounding
sistem yang memadai sesuai standar yang telah di tentukan.
Sampai saat ini belum ada alat atau sistem proteksi petir yang dapat melindungi 100 %
dari bahaya sambaran petir, namun usaha perlindungan mutlak dan wajib sangat di
perlukan. Selama lebih dari 60 tahun pengembangan dan penelitian di laboratorium dan
lapangan

terus

dilakukan,

proteksi petir secara

terpadu

berdasarkan
telah

di

usaha

tersebut

kembangan

suatu

oleh Flash

rancangan
Vectron

sistem

Lightning

Protection "SEVEN POINT PLAN".


Tujuan dari "SEVEN POINT PLAN" adalah menyiapkan sebuah perlindungan efective
dan dapat di andalkan terhadap serangan petir, "Seven Point Plan' tersebut meliputi :
A. Menangkap Petir
Dengan cara menyediakan system penerimaan (AirTerminal Unit) yang dapat dengan
cepat menyambut sambaran arus petir, dalam hal ini mampu untuk lebih cepat dari
sekelilingnya dan memproteksi secara tepat dengan memperhitungkan besaran petir. Terminal
Petir Flash Vectron mampu memberikan solusi sebagai alat penerima sambaran petir karena
desainnya dirancang untuk digunakan khusus di daerah tropis.
B. Menyalurkan Arus Petir
Sambaran petir yang telah mengenai terminal penangkal petir sebagai alat penerima
sambaran akan membawa arus yang sangat tinggi, maka dari itu harus dengan cepat
disalurkan ke bumi (grounding) melalui kabel penyalur sesuai standart sehingga tidak terjadi
loncatan listrik yang dapat membahayakan struktur bangunan atau membahayakan perangkat
yang ada di dalam sebuah bangunan.
c. Menampung Petir

Dengan cara membuat grounding sistem dengan resistansi atau tahanan tanah kurang
dari 5 Ohm. Hal ini agar arus petir dapat sepenuhnya diserap oleh tanah tanpa terjadinya step
potensial. Bahkan dilapangan saat ini umumnya resistansi atau tahanan tanah untuk
instalasi penangkal petir harus dibawah 3 Ohm.
D. Proteksi Grounding Sistem
Selain memperhatikan resistansi atau tahanan tanah, material yang digunakan untuk
pembuatan grounding juga harus diperhatikan, jangan sampai mudah korosi atau karat,
terlebih lagi jika didaerah dengan dengan laut. Untuk menghindari terjadinya loncatan
arus petir yang ditimbulakn adanya beda potensial tegangan maka setiap titik grounding harus
dilindungi dengan cara integrasi atau bonding system.
E. Proteksi Jalur Power Listrik
Proteksi terhadap jalur dari power muntak diperlukan untuk mencegah terjadinya
induksi yang dapat merusah peralatan listrik dan elektronik.
F. Proteksi Jalur PABX
Melindungi seluruh jaringan telepon dan signal termasuk pesawat faxsimile dan
jaringan data
G. Proteksi Jalur Elektronik
Melindungi seluruh perangkat elektronik seperti CCTV, mesin dll dengan memasang
surge arrester elektronik.

BAB 3
PENUTUP
KESIMPULAN

Gedung-gedung bertingkat sangat penting untuk di beri proteksi penangkal petir, karena
petir terjadi akibat adanya perpindahan muatan elektron dan muatan proton, dan biasanya
terjadi antara muatan yang ada di awan dengan muatan yang ada di bumi. Gedung-gedung
yang tinggi mengandung salah satu muatan tersebut, Oleh sebab itu bangunan yang tinggi
lebih cenderung mudah tersambar petir.
Pada dasarnya proteksi perlindungan penangkal petir dipasang untuk melindungi
struktur bangunan atau fisik maupun melindungi peralatan pada bangunan tersbut. "SEVEN
POINT PLAN" merupaka metode perencanaan pemasangan proteksi penangkal petir. Tujuan
dari "SEVEN POINT PLAN" adalah menyiapkan sebuah perlindungan efective dan dapat di
andalkan terhadap serangan petir, "Seven Point Plan' tersebut meliputi :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Menangkap Petir
Menyalurkan Arus Petir
Menampung Petir
Proteksi Grounding Sistem
Proteksi Jalur Power Listrik
Proteksi Jalur PABX
Proteksi Jalur Elektronik

SARAN
Setelah kami menyusun makalah penangkal petir, berikut adalah saran yang dapat saya
kemukakan
a. Sebaiknya pemilihan instalasi penangkal petir yang paling baik untuk daerah
tropis adalah instalasi penangkal petir flash vectron.
b. Saat penanaman elektroda diharapkan hasil yang maksimal yaitu >5 ohm, dengan
cara pemasangan elektroda secara paralel untuk mendapatkan tahanan yang lebil
kecil.
c. Untuk pemasangan penangkal petir dengan radiasi/jangkauan yang luas
pemasangan penangkal petir radio aktif lebih di utamakan karena pada prinsipnya
penangkal petir radio aktif yaitu mencegah proses terjadinya petir.
d. Saat penentuan kualifikasi bangunan sebaiknya memperhitungkan

jenis

bangunan,kontruksi bangunan, tinggi bangunan, situasi bangunan, dan hari guruh.

DAFTAR PUSTAKA
adityatower.blogspot.com/2013/03/sistem-penangkal-petir.html
http://eenpertiwidg.blogspot.com/2013/02/makalah-penangkal-petir-pada-perumahan.html
http://www.chayoy.com/2012/03/makalah-penangkal-petir.html
http://www.penangkalpetir.co.id/petir.html
http://zonapetir.com/petir/artikel-penangkal-petir.html
ainonano.files.wordpress.com/2012/10/makalah-penangkal-petir-fik.docx

LAMPIRAN
PERTANYAAN
1. Bagaimana proses terjadinya petir?
2. Mengapa ujung penangkal petir harus lancip/runcing?
3. Apakah sebuah bangunan telah aman jika diberi penangkal petir?
4. Jelaskan cara kerja penangkal petir ?
5. Kapan sebuah bangunan harus memasang penangkal petir?

JAWABAN :
1. Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan
awan lainnya sehingga menimbulkan muatan listrik.muatan listrik pada awan
timbul karena partikel-partikel penyusun awan bergerak terus menerus secara
teratur. dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya
sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah),
sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial
antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif

(elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. Pada
proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Jika
elektron tidak mampu menembus ambang batas isolasi udara, maka elektron masih
berada dalam keadaan "aman". Namun, jika elektron yang terbuang tersebut
mampu menembus ambang batas isolasi udara, maka akan terjadi ledakan suara.
Jika hanya satu buah elektron yang dibuang dari satu molekul uap air, hal itu tidak
akan menimbulkan pengaruh yang berarti bagi manusia.

2. Karena petir memiliki muatan, dan elektron banyak berkumpul pada ujung batang
penangkal yang runcing, hal ini agar gaya tarikan antara keduanya kuat. Jadi
muatan petir ditarik dengan muatan yang ada di ujung penangkal. Kemudian
batang penangkal petir pada gedung dihubungkan ke bumi untuk mengarahkan
arus listrik dari petir, sehingga muatan-muatan mengalir ke bumi (tanah)

3. Jika sambaran petir tersebut mengenai kabel listrik rumah, hal itu bisa masuk ke
rumah melalui pipa atau kabel listrik. Jika orang di rumah tersebut menggunakan
peralatan listrik atau perlengkapan elektronik (TERMASUK telepon dan
komputer), maka orang tersebut menempatkan dirinya dalam risiko besar.
Berdasarkan fakta, sekitar 4-5% orang tersambar petir tersambar ketika berbicara
lewat telepon khususnya telp yang menggunakan kabel inilah yang disebut
sambaran tidak langsung. hal inilah yang harus diperhatikan bahwa sambaran tidak
langsung juga harus di proteksi dengan internal protection atau penangkal
petir internal

4. Muatan listrik akan berpindah dari sumbernya ke massa (bumi / tanah) melalui
media terdekat. Jika yang terdekat dengan sumber adalah gedung atau pohon maka
akan

loncat

melalui

gedung

atau

pohon

tersebut.

Penangkal petir merupakan logam konduktor yang baik yang ditempatkan lebih
tinggi daripada bangunan yang dilindunginya sehingga loncatan listrik akan
terfokus ke penangkal petir untuk dinetralkan ke bumi melalui kabel yang ditanam.

5. Jika seseorang tinggal pada daerah yang rawan akan sambaran petir sebaiknya
segera diberi penangkal petir karena probabilitas petir untuk menyambar daerah
rawan sambaran petir lebih tinggi dibandingkan daerah yang tingkat sambaran
petir nya rendah atau sedang. Rumah seseorang yang paling tinggi dibandingkan

rumah-rumah yang ada di sekitarnya dan tinggal d daerah yang rawan akan
sambaran petir tingkat persentase tersambar petir naik hingga 60%. Oleh karena itu
jika rumah yang berada pada daerah tersebut rawan sambaran petir harus segera
memasang alat penangkal petir.