Anda di halaman 1dari 6

Metode Bishop Disederhanakan

(Simplified Bishop method)

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Desiana Vidayanti MT


MEKANIKA TANAH 2

5.4

Metode Bishop Disederhanakan (Simplified Bishop method)


Metode irisan yang disederhanakan diberikan oleh Bishop ( 1955 ). Metode ini

menganggap bahwa gaya gaya yang bekerja pada sisi sisi irisan mempunyai
resultan nol pada arah vertikal.
Persamaan kuat geser dalam tinjauan tegangan efektif yang dapat dikerahkan tanah,
hingga tercapainya kondisi keseimbangan batas dengan mamperhatikan faktor aman,
adalah :

c'
tan '
( u )
F
F

Dimana :

(51)

= tegangan normal total pada bidang longsor

= tekanan air pori

Untuk irisan ke i, nilai Ti = i , yaitu nilai gaya geser yang berkembang pada bidang
longsor untuk keseimbangan batas. Karena itu

Ti

c' i
tan '
( Ni ui )
F
F

(52)

Kondisi keseimbangan momen terhadap pusat rotasi O antara berat massa tanah yang
akan longsor dengan gaya geser total pada dasar bidang longsornya dapat dinyatakan
oleh (Gambar II.9)

W x T R
i i

Dimana :

xi

(II-53)
= jarak Wi ke pusat rotasi O

Dari persamaan (II-51) dan (II-53), dapat diperoleh :

i n

C ' a ( N u ) tan '


i

i 1

i n

W x

i i

i 1

(54)

Dari kondisi keseimbangan vertikal, jika X1=Xi dan Xr = Xi+1 :


Ni cos i + Ti sin i = W i + Xi Xi+1
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Desiana Vidayanti MT


MEKANIKA TANAH 2

Ni

Wi Xi Xi 1 Ti sin i
cosi

(55)

Dengan Ni = Ni uii , substitusi Persamaan (II-52) ke Persamaan (II-55), dapat


diperoleh persamaan :

Ni '

Wi Xi Xi 1 uii cos c'i sin i / F


cosi sin i tan ' / F

(56)

Substitusi Persaman (II-56) ke Persamaan (II-54), diperoleh :


i n
Wi Xi Xi 1 uiai cos i c' ai sin i / F

R c' ai tan '

cos i sin i tan ' / F


F i 1
i n
Wixi
i 1

(57)

Untuk penyederhanaan dianggap Xi Xi+1 = 0 dan dengan mengambil


xi = R sin i

(58)

bi = ai cos i

(59)

substitusi Persamaan (II-58) dan (II-59) ke Persamaan (II-57), diperoleh persamaan


faktor aman :

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Desiana Vidayanti MT


MEKANIKA TANAH 2

i n

c' b (W u b ) tan ' cos (1 tan tan ' / F


i

i i

i 1

i n

W sin
i

(60)

i 1

Dimana :

= faktor aman

= kohesi tanah efektif

= sudut gesek dalam tanah efektif

bi

= lebar irisan ke i

Wi

= lebar irisan tanah ke i

= sudut yang didefinisikan dalam gambar II.9

ui

= tekanan air pori pada irisan ke i

nilai banding tekanan pori ( pore pressure ratio ) didefinisikan sebagai :

ub u

ru = W h

(61)

dimana :

ru

= nilai banding tekanan pori

= tekan air pori

= lebar irisan

= berat volume tanah

= tinggi irisan rata rata

dari Persamaan ( II-61), bentuk lain dari persaman faktor aman untuk analisis stabilitas
lereng cara Bishop, adalah :

i n

c' b W (1 r ) tan ' cos (1 tan tan ' / F


i

i 1

i n

W sin
i

i 1

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

(62)

Ir. Desiana Vidayanti MT


MEKANIKA TANAH 2

Persamaan faktor aman Bishop ini lebih sulit pemakainya dibandingkan dengan
metode Fillinius. Lagi pula membutuhkan cara coba coba ( trial and error ),karena nilai
faktor aman F nampak di kedua sisi persamaannya. Akan tetapi, cara ini telah terbukti
memberikan nilai faktor aman yang mendekati nilai faktor aman dari hitungan yang
dialkukan dengan cara lain yang lebih teliti. Untuk mempermudah hitungan, Gambar 10
dapat digunakan untuk menentukan nilai fungsi Mi, dengan
Mi = cos i ( 1 + tan i tan / F )

(63)

Lokasi lingkaran longsor kritis dari metode bishop ( 1955 ), biasanya mendekati
dengan hasil pengamatan di lapangan. Karena itu, walaupun metode Fillinius lebih
mudah, metode Bishop ( 1955 ) lebih disukai karena menghasilkan penyesaian yang
lebih teliti.
Dalam

praktek, diperlukan

untuk

melakukan cara coba-coba dalam menemukan

bidang longsor dengan nilai factor aman yang terkecil. Jika bidang longsor dianggap
lingkaran, maka lebih baik kalau dibuat kotak kotak di mana tiap titik potong garis
garisnya merupakan tempat kedudukan pusat lingkaran longsornya. pada titik titik
potong garis yang merupakan pusat lingkaran longsornyadituliskan nilai faktor aman
terkecil pada titik tersebut (lihat Gambar II.11). Perlu diketahui bahwa pada tiap titik
pusat lingkaran harus dilakukan pula hitungan faktor aman untuk menentukan nilai
factor aman yang terkecil dari bidang longsor dengan pusat lingkaran
tersebut, yaitu dengan mengubah jari-jari lingkarannya.

Kemudian,

pada

setelah

titik
faktor

aman terkecil pada tiap-tiap titik pada kotaknya diperoleh, Digambarkan garis kontur
yang menunjukkan tempat kedudukan dari titik-titik pusat lingkaran yang mempunyai
faktor aman yang sama. Gambar

II-11 menunjukkan contoh kontur-kontur faktor

aman yang sama.Dari kontur faktor aman tersebut dapat ditentukan letak kira-kira dari
pusat lingkaran yang menghasilkan faktor aman terkecil.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Desiana Vidayanti MT


MEKANIKA TANAH 2

Gambar 10 Diagram untuk menentukan M, (Janbu dkk., 1965)

Gambar 11 Kontur faktor aman

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Desiana Vidayanti MT


MEKANIKA TANAH 2