Anda di halaman 1dari 87

Fisika Matematika: FIS2215

Kelas 9: Deret
Herry Kwee
STKIP Surya

STKIP Surya,November 21, 2014

Outline
Kuiz
Deret
Deret Geometri
Notasi
Deret Konvergen dan Divergen
Test Konvergensi
Test Awal
Test Perbandingan
Test Integral
Test Rasio
Test Perbandingan Spesial
Pekerjaan Rumah

Kuiz

1. (10 point) Ubah bilangan kompleks berikut menjadi bentuk


re i dan x + iy :
1.1 ln(e)
1.2 1lni

Deret
I

Perbedaan barisan (sequence) dan deret (series):

Deret
I

Perbedaan barisan (sequence) dan deret (series):


1. barisan: urutan angka-angka dengan aturan tertentu, contoh:
2, 4, 8, 16,
2, 4, 6, 8,

Deret
I

Perbedaan barisan (sequence) dan deret (series):


1. barisan: urutan angka-angka dengan aturan tertentu, contoh:
2, 4, 8, 16,
2, 4, 6, 8,
2. deret: penjumlahan angka-angka dengan aturan tertentu,
contoh:
2 + 4 + 8 + 16 +
2 + 4 + 6 + 10 +

Deret
I

Perbedaan barisan (sequence) dan deret (series):


1. barisan: urutan angka-angka dengan aturan tertentu, contoh:
2, 4, 8, 16,
2, 4, 6, 8,
2. deret: penjumlahan angka-angka dengan aturan tertentu,
contoh:
2 + 4 + 8 + 16 +
2 + 4 + 6 + 10 +

ada banyak jenis deret, contohnya: deret aritmatik, deret


geometri, dll.

Deret
I

Perbedaan barisan (sequence) dan deret (series):


1. barisan: urutan angka-angka dengan aturan tertentu, contoh:
2, 4, 8, 16,
2, 4, 6, 8,
2. deret: penjumlahan angka-angka dengan aturan tertentu,
contoh:
2 + 4 + 8 + 16 +
2 + 4 + 6 + 10 +

I
I

ada banyak jenis deret, contohnya: deret aritmatik, deret


geometri, dll.
Deret aritmatik: suku yang bersebelahan berbeda oleh jumlah
yang sama, contoh deret aritmatik:
2 + 4 + 6 + 10 +

Deret Geometri
I

Deret geometri: suku yang bersebelahan berbeda oleh


perkalian yang sama, contoh deret geometri:
2 + 4 + 8 + 16 +
1 1 1
1
+ + +
+
2 4 8 16

Deret Geometri
I

Deret geometri: suku yang bersebelahan berbeda oleh


perkalian yang sama, contoh deret geometri:
2 + 4 + 8 + 16 +
1 1 1
1
+ + +
+
2 4 8 16

Deret geometri bisa dituliskan sebagai:


S = a + ar + ar 2 + ar 3 +

X
=
ar i
i=0

Deret Geometri
I

Deret geometri: suku yang bersebelahan berbeda oleh


perkalian yang sama, contoh deret geometri:
2 + 4 + 8 + 16 +
1 1 1
1
+ + +
+
2 4 8 16

Deret geometri bisa dituliskan sebagai:


S = a + ar + ar 2 + ar 3 +

X
=
ar i
i=0

Deret dapat kita potong (truncate) menjadi:


Sn =

n
X

ar i

i=0

penjumlahan hanya sampai suku ke-n.

Deret Geometri
I

Nilai deret geometri terpotong (truncated) dapat dihitung


dengan exact, kalikan ruas kiri dan kanan dengan (1 r ) atau
(r 1), tergantung r < 1 atau r > 1:
(1 r ) Sn = 1 r + r r 2 + r 2 + r n + r n r n+1
= 1 r n+1
a(1 r n )
Sn =
1r

Deret Geometri
I

Nilai deret geometri terpotong (truncated) dapat dihitung


dengan exact, kalikan ruas kiri dan kanan dengan (1 r ) atau
(r 1), tergantung r < 1 atau r > 1:
(1 r ) Sn = 1 r + r r 2 + r 2 + r n + r n r n+1
= 1 r n+1
a(1 r n )
Sn =
1r

untuk r > 1:
Sn =

a(r n 1)
r 1

Deret Geometri
I

Nilai deret geometri terpotong (truncated) dapat dihitung


dengan exact, kalikan ruas kiri dan kanan dengan (1 r ) atau
(r 1), tergantung r < 1 atau r > 1:
(1 r ) Sn = 1 r + r r 2 + r 2 + r n + r n r n+1
= 1 r n+1
a(1 r n )
Sn =
1r

untuk r > 1:
Sn =

a(r n 1)
r 1

nilai series sebenarnya hanya bisa dihitung untuk r < 1:


a(1 r n )
a
=
n
1r
1r

S = lim Sn = lim
n

Deret Geometri
I

Nilai deret geometri terpotong (truncated) dapat dihitung


dengan exact, kalikan ruas kiri dan kanan dengan (1 r ) atau
(r 1), tergantung r < 1 atau r > 1:
(1 r ) Sn = 1 r + r r 2 + r 2 + r n + r n r n+1
= 1 r n+1
a(1 r n )
Sn =
1r

untuk r > 1:
Sn =

a(r n 1)
r 1

nilai series sebenarnya hanya bisa dihitung untuk r < 1:


a(1 r n )
a
=
n
1r
1r

S = lim Sn = lim
n

deret ini disebut deret konvergen

Aplikasi Deret Geometri


I

salah satu pemakaian menarik penjumlahan deret geometri:


tuliskan 0, 3333 dalam bentuk rasional a/b:
3
3
3
+
+
+
10 100 1000
3/10
3
1
=
= =
1 1/10
9
3

0, 3333 =

Aplikasi Deret Geometri


I

salah satu pemakaian menarik penjumlahan deret geometri:


tuliskan 0, 3333 dalam bentuk rasional a/b:
3
3
3
+
+
+
10 100 1000
3/10
3
1
=
= =
1 1/10
9
3

0, 3333 =

contoh yang lebih sulit: tuliskan 0, 785714285714 dalam


bentuk rasional a/b:
1 285714
1 0.285714
+
= +
6
2
10
2 999999
1 2
11
= + =
2 7
14

0, 785714285714 =

Aplikasi Deret Geometri


I

salah satu pemakaian menarik penjumlahan deret geometri:


tuliskan 0, 3333 dalam bentuk rasional a/b:
3
3
3
+
+
+
10 100 1000
3/10
3
1
=
= =
1 1/10
9
3

0, 3333 =

contoh yang lebih sulit: tuliskan 0, 785714285714 dalam


bentuk rasional a/b:
1 285714
1 0.285714
+
= +
6
2
10
2 999999
1 2
11
= + =
2 7
14
sebenarnya setiap angka dengan pengulangan desimal dapat
ditulis dalam bentuk a/b dengan metode di atas.
0, 785714285714 =

Aplikasi Deret Geometri


I

salah satu pemakaian menarik penjumlahan deret geometri:


tuliskan 0, 3333 dalam bentuk rasional a/b:
3
3
3
+
+
+
10 100 1000
3/10
3
1
=
= =
1 1/10
9
3

0, 3333 =

contoh yang lebih sulit: tuliskan 0, 785714285714 dalam


bentuk rasional a/b:
1 285714
1 0.285714
+
= +
6
2
10
2 999999
1 2
11
= + =
2 7
14
sebenarnya setiap angka dengan pengulangan desimal dapat
ditulis dalam bentuk a/b dengan metode di atas.
definisi bilangan irrasional: tidak ada pengulangan desimal
seberapa panjangpun kita tulis.
0, 785714285714 =

I
I

Notasi
I

ada banyak deret selain deret geometri

Notasi
I

ada banyak deret selain deret geometri

seperti halnya deret geometri, deret-deret ini dapat juga


dituliskan dalam bentuk somasi, contoh:
2

1 + 2 + 3 + 4 + =

n2

n=1

X
1
2
3
4
n
+ 2 + 3 + 4 + =
2 2
2
2
2n
n=1

x2
1!

x3
2!

x4
3!

+ =

X
(1)n1 x n
n=1

(n 1)!

Notasi
I

ada banyak deret selain deret geometri

seperti halnya deret geometri, deret-deret ini dapat juga


dituliskan dalam bentuk somasi, contoh:
2

1 + 2 + 3 + 4 + =

n2

n=1

X
1
2
3
4
n
+ 2 + 3 + 4 + =
2 2
2
2
2n
n=1

x
I

x2
1!

x3
2!

x4
3!

+ =

X
(1)n1 x n
n=1

(n 1)!

an adalah suku ke-n dari barisan, untuk ketiga deret di atas


n1 x n
an = n2 , 2nn dan (1)
(n1)!

Deret Konvergen dan Divergen


I

Sebuah deret disebut konvergen jika nilai penjumlahannya (S)


finite.

Deret Konvergen dan Divergen


I

Sebuah deret disebut konvergen jika nilai penjumlahannya (S)


finite.

Jika hasil penjumlahan (S) tak hingga maka deret ini disebut
divergen

Deret Konvergen dan Divergen


I

Sebuah deret disebut konvergen jika nilai penjumlahannya (S)


finite.

Jika hasil penjumlahan (S) tak hingga maka deret ini disebut
divergen

Contoh deret divergen:


S = 1 + 2 + 4 + 8 + 16 +

Deret Konvergen dan Divergen


I

Sebuah deret disebut konvergen jika nilai penjumlahannya (S)


finite.

Jika hasil penjumlahan (S) tak hingga maka deret ini disebut
divergen

Contoh deret divergen:


S = 1 + 2 + 4 + 8 + 16 +

jika kita mencoba menghitung nilai S maka hasilnya seringkali


tidak masuk akal, misalnya:
2S = 2 + 4 + 8 + 16 + 32 = S 1
S = 1

Deret Konvergen dan Divergen


I

Jelas deret di atas adalah divergen, tetapi seringkali deret


divergen tidak jelas kelihatan:
1 1 1
+ + +
2 3 4
adalah deret divergen, tetapi deret:
1+

1
adalah deret konvergen

1 1 1
+ +
2 3 4

Deret Konvergen dan Divergen


I

Jelas deret di atas adalah divergen, tetapi seringkali deret


divergen tidak jelas kelihatan:
1 1 1
+ + +
2 3 4
adalah deret divergen, tetapi deret:
1+

1 1 1
+ +
2 3 4

adalah deret konvergen


tetapi deret yang terakhir dapat dibuat bernilai berapapun jika
menjumlahkan suku-sukunya dengan urutan (pengelompokan)
yang berbeda.

Deret Konvergen dan Divergen


I

Jelas deret di atas adalah divergen, tetapi seringkali deret


divergen tidak jelas kelihatan:
1 1 1
+ + +
2 3 4
adalah deret divergen, tetapi deret:
1+

1 1 1
+ +
2 3 4

adalah deret konvergen


tetapi deret yang terakhir dapat dibuat bernilai berapapun jika
menjumlahkan suku-sukunya dengan urutan (pengelompokan)
yang berbeda.
Jika deret konvergen maka:
lim Sn = S

lim Rn = lim S Sn = S S = 0

Deret Konvergen dan Divergen


I

Untuk deret geometri:


ar n
1r
R = lim Rn = 0 jika

Rn =

|r | < 1

Deret Konvergen dan Divergen


I

Untuk deret geometri:


ar n
1r
R = lim Rn = 0 jika

Rn =

untuk an =

X
2

2
n2 1

X
2
=
n2 1
2

1
n1

|r | < 1

1
n+1 :

1
1

n1 n+1


=


X
1
1

n n+2

1 1 1 1 1 1 1
= 1 + + + +
3 2 4 3 5 4 6
1
1
1
1
1
1
+
+

+
+
n2 n n1 n+1 n n+2

Deret Konvergen dan Divergen


I

Sehingga:
3
1
1

2 n+1 n+2
3
S=
2
1
1
Rn =
+
n+1 n+2
Sn =

Deret Konvergen dan Divergen


I

Sehingga:

3
1
1

2 n+1 n+2
3
S=
2
1
1
Rn =
+
n+1 n+2


n
= ln n ln(n + 1):
Untuk an = ln n+1
Sn =

X
1


ln

n
n+1


=

[ln n ln(n + 1)]

= ln 1 ln 2 + ln 2 ln 3 + ln 3 ln 4 +
+ ln n ln(n + 1) +
= 0 ln(n + 1)

Deret Konvergen dan Divergen

walaupun
lim an ln 1 = 0

tetapi
S = lim Sn =
n

Test Awal Konvergensi

Jika limit suku ke-n (an ) untuk n tidak menuju ke 0


maka S adalah deret divergen:
lim an 6= 0 maka

Test Awal Konvergensi

Jika limit suku ke-n (an ) untuk n tidak menuju ke 0


maka S adalah deret divergen:
lim an 6= 0 maka

n
I

Jika limit suku ke-n (an ) untuk n menuju ke 0 maka S


harus ditest lebih lanjut:
lim an = 0 maka

S bisa konvergen bisa divergen

Test Perbandingan
I

Mula-mula kita bahas dulu test untuk deret yang semua


sukunya positif/negatif (absolute series).

Test Perbandingan
I
I

Mula-mula kita bahas dulu test untuk deret yang semua


sukunya positif/negatif (absolute series).
Untuk deret yang berganti-ganti tanda (alternating series)
akan dibahas nanti.

Test Perbandingan
I
I
I

Mula-mula kita bahas dulu test untuk deret yang semua


sukunya positif/negatif (absolute series).
Untuk deret yang berganti-ganti tanda (alternating series)
akan dibahas nanti.
Tetapi jika deret absolutnya konvergen maka deret
alternatingnya juga pasti konvergen.

Test Perbandingan
I
I
I
I

Mula-mula kita bahas dulu test untuk deret yang semua


sukunya positif/negatif (absolute series).
Untuk deret yang berganti-ganti tanda (alternating series)
akan dibahas nanti.
Tetapi jika deret absolutnya konvergen maka deret
alternatingnya juga pasti konvergen.
Test konvergensi yang paling mudah adalah
membandingkan deret yang akan diuji dengan deret lain yang
sudah kita tahu konvergen/divergen:

Test Perbandingan
I
I
I
I

Mula-mula kita bahas dulu test untuk deret yang semua


sukunya positif/negatif (absolute series).
Untuk deret yang berganti-ganti tanda (alternating series)
akan dibahas nanti.
Tetapi jika deret absolutnya konvergen maka deret
alternatingnya juga pasti konvergen.
Test konvergensi yang paling mudah adalah
membandingkan deret yang akan diuji dengan deret lain yang
sudah kita tahu konvergen/divergen:
1. Jika deret yang diuji > deret pembanding dan deret
pembanding divergen maka deret yang diuji pasti divergen.

Test Perbandingan
I
I
I
I

Mula-mula kita bahas dulu test untuk deret yang semua


sukunya positif/negatif (absolute series).
Untuk deret yang berganti-ganti tanda (alternating series)
akan dibahas nanti.
Tetapi jika deret absolutnya konvergen maka deret
alternatingnya juga pasti konvergen.
Test konvergensi yang paling mudah adalah
membandingkan deret yang akan diuji dengan deret lain yang
sudah kita tahu konvergen/divergen:
1. Jika deret yang diuji > deret pembanding dan deret
pembanding divergen maka deret yang diuji pasti divergen.
2. Jika deret yang diuji < deret pembanding dan deret
pembanding konvergen maka deret yang diuji pasti konvergen.

Test Perbandingan
I
I
I
I

Mula-mula kita bahas dulu test untuk deret yang semua


sukunya positif/negatif (absolute series).
Untuk deret yang berganti-ganti tanda (alternating series)
akan dibahas nanti.
Tetapi jika deret absolutnya konvergen maka deret
alternatingnya juga pasti konvergen.
Test konvergensi yang paling mudah adalah
membandingkan deret yang akan diuji dengan deret lain yang
sudah kita tahu konvergen/divergen:
1. Jika deret yang diuji > deret pembanding dan deret
pembanding divergen maka deret yang diuji pasti divergen.
2. Jika deret yang diuji < deret pembanding dan deret
pembanding konvergen maka deret yang diuji pasti konvergen.

Triknya: memilih deret yang tepat untuk dibandingkan dan


disinilah kesulitan terbesarnya.

Test Perbandingan
I
I
I
I

Mula-mula kita bahas dulu test untuk deret yang semua


sukunya positif/negatif (absolute series).
Untuk deret yang berganti-ganti tanda (alternating series)
akan dibahas nanti.
Tetapi jika deret absolutnya konvergen maka deret
alternatingnya juga pasti konvergen.
Test konvergensi yang paling mudah adalah
membandingkan deret yang akan diuji dengan deret lain yang
sudah kita tahu konvergen/divergen:
1. Jika deret yang diuji > deret pembanding dan deret
pembanding divergen maka deret yang diuji pasti divergen.
2. Jika deret yang diuji < deret pembanding dan deret
pembanding konvergen maka deret yang diuji pasti konvergen.

I
I

Triknya: memilih deret yang tepat untuk dibandingkan dan


disinilah kesulitan terbesarnya.
karena inilah maka sebenarnya test ini biasanya paling sulit
dan paling jarang dipakai kecuali bila anda cukup ahli dalam
memilih deret untuk dibandingkan.

Test Perbandingan

Kita mulai dengan deret:


A = a1 + a2 + a3 + a4 +
yang akan kita bandingkan dengan deret:
K = k1 + k2 + k3 + k4 +
yang kita tahu adalah deret absolut positif yang konvergen.

Test Perbandingan

Kita mulai dengan deret:


A = a1 + a2 + a3 + a4 +
yang akan kita bandingkan dengan deret:
K = k1 + k2 + k3 + k4 +
yang kita tahu adalah deret absolut positif yang konvergen.

Deret A konvergen jika |an | kn untuk semua n setelah nilai


n tertentu (beberapa/banyak suku awal lebih besar tidak
penting, asal jumlah sukunya finite).

Test Perbandingan
I

Sekarang jika kita memiliki deret:


B = b1 + b2 + b3 + b4 +
kita bandingkan dengan deret:
D = d1 + d2 + d3 + d4 +
yang kita tahu adalah deret absolut positif yang divergen.

Test Perbandingan
I

Sekarang jika kita memiliki deret:


B = b1 + b2 + b3 + b4 +
kita bandingkan dengan deret:
D = d1 + d2 + d3 + d4 +
yang kita tahu adalah deret absolut positif yang divergen.

Maka deret B divergen jika |bn | dn untuk semua n setelah


nilai n tertentu (beberapa/banyak suku awal lebih kecil tidak
penting, asal jumlah sukunya finite).

Test Perbandingan
I

Sekarang jika kita memiliki deret:


B = b1 + b2 + b3 + b4 +
kita bandingkan dengan deret:
D = d1 + d2 + d3 + d4 +
yang kita tahu adalah deret absolut positif yang divergen.

Maka deret B divergen jika |bn | dn untuk semua n setelah


nilai n tertentu (beberapa/banyak suku awal lebih kecil tidak
penting, asal jumlah sukunya finite).

hati-hati dari |an | kn dan |bn | dn tidak ada kesimpulan


yang dapat diambil dan test harus diulangi dengan deret yang
lain atau memakai metode yang lain.

Test Perbandingan
I

Contoh: buktikan deret

X
1 1
1
1
=1+ + +
+
n!
2 6 24
n=1

konvergen.

Test Perbandingan
I

Contoh: buktikan deret

X
1 1
1
1
=1+ + +
+
n!
2 6 24
n=1

konvergen.
I

Bandingkan deret ini dengan deret geometri:

X
1
1 1 1
1
= + + +

2n
2 4 8 16
n=1

yang kita tahu konvergen

Test Perbandingan
I

Contoh: buktikan deret

X
1 1
1
1
=1+ + +
+
n!
2 6 24
n=1

konvergen.
I

Bandingkan deret ini dengan deret geometri:

X
1
1 1 1
1
= + + +

2n
2 4 8 16
n=1

yang kita tahu konvergen


I

deret

1
n!

<

1
2n

setelah n > 3, jadi deret

1
n!

konvergen

Test Integral
I

Test ini hanya dapat digunakan jika suku-sukunya semua


positif dan an+1 < an .

Test Integral
I

Test ini hanya dapat digunakan jika suku-sukunya semua


positif dan an+1 < an .

kita mengasumsikan kalau an adalah fungsi dari bilangan real


n, bukan integer (bilangan bulat)

Test Integral
I

Test ini hanya dapat digunakan jika suku-sukunya semua


positif dan an+1 < an .

kita mengasumsikan kalau an adalah fungsi dari bilangan real


n, bukan integer (bilangan bulat)
Jika
P 0 < an+1 < an untuk n > N (N bebas), maka deret
an :

R
an finite
1. konvergen jikaR

2. divergen jika
an infinite

Test Integral
I

Test ini hanya dapat digunakan jika suku-sukunya semua


positif dan an+1 < an .

kita mengasumsikan kalau an adalah fungsi dari bilangan real


n, bukan integer (bilangan bulat)
Jika
P 0 < an+1 < an untuk n > N (N bebas), maka deret
an :

R
an finite
1. konvergen jikaR

2. divergen jika
an infinite

integral hanya dievaluasi di batas atas, kita tidak perduli


dengan batas bawah.

Test Integral
I

Test ini hanya dapat digunakan jika suku-sukunya semua


positif dan an+1 < an .

kita mengasumsikan kalau an adalah fungsi dari bilangan real


n, bukan integer (bilangan bulat)
Jika
P 0 < an+1 < an untuk n > N (N bebas), maka deret
an :

R
an finite
1. konvergen jikaR

2. divergen jika
an infinite

integral hanya dievaluasi di batas atas, kita tidak perduli


dengan batas bawah.

Contoh: buktikan deret 1 + 12 + 13 + 14 + infinite:


Z
1
dn = ln n| =
n

Test Rasio
I

Test rasio dikembangkan dari deret geometri.

Test Rasio
I

Test rasio dikembangkan dari deret geometri.

pada deret geometri: an+1 = ran .

Test Rasio
I

Test rasio dikembangkan dari deret geometri.

pada deret geometri: an+1 = ran .

untuk deret umum, kita dapat mendefinisikan n :




an+1


n =
an
= lim n
n

Test Rasio
I

Test rasio dikembangkan dari deret geometri.

pada deret geometri: an+1 = ran .

untuk deret umum, kita dapat mendefinisikan n :




an+1


n =
an
= lim n
n

kesimpulannya:

< 1, deret konvergen


= 1, pakai test lainnya
Jika

> 1, deret divergen

Test Rasio
I

Contoh: buktikan deret berikut konvergen dengan test rasio:

X
1
1 1
1
=1+ + +
+
n!
2 6 24
n=1

Test Rasio
I

Contoh: buktikan deret berikut konvergen dengan test rasio:

X
1
1 1
1
=1+ + +
+
n!
2 6 24
n=1

hitung dulu n :


n =


n!
1
1
=

(n + 1)! n! (n + 1)!
n (n 1) (n 2) 3 2 1
=
(n + 1) n (n 1) (n 2) 3 2 1
1
=
n+1
1
= lim
=0
n n + 1

Test Rasio
I

Contoh: buktikan deret berikut konvergen dengan test rasio:

X
1
1 1
1
=1+ + +
+
n!
2 6 24
n=1

hitung dulu n :


n =


n!
1
1
=

(n + 1)! n! (n + 1)!
n (n 1) (n 2) 3 2 1
=
(n + 1) n (n 1) (n 2) 3 2 1
1
=
n+1
1
= lim
=0
n n + 1
P
1
jadi deret
n=1 n! konvergen

Test Rasio
I

Contoh: test konvergensi untuk deret harmonik dengan test


rasio:

X
1
n=1

=1+

1 1 1
+ + +
2 3 4

Test Rasio
I

Contoh: test konvergensi untuk deret harmonik dengan test


rasio:

X
1
n=1

=1+

1 1 1
+ + +
2 3 4

hitung dulu n :


1
1
n

n =

=
(n + 1) n (n + 1)
n
= lim
=1
n n + 1

Test Rasio
I

Contoh: test konvergensi untuk deret harmonik dengan test


rasio:

X
1
n=1

=1+

1 1 1
+ + +
2 3 4

hitung dulu n :


1
1
n

n =

=
(n + 1) n (n + 1)
n
= lim
=1
n n + 1

P
test rasio tidak dapat menentukan apakah deret
n=1
konvergen atau divergen, kita harus gunakan test lain.

1
n

Test Rasio
I

Contoh: test konvergensi untuk deret harmonik dengan test


rasio:

X
1
n=1

=1+

1 1 1
+ + +
2 3 4

hitung dulu n :


1
1
n

n =

=
(n + 1) n (n + 1)
n
= lim
=1
n n + 1

P
test rasio tidak dapat menentukan apakah deret
n=1
konvergen atau divergen, kita harus gunakan test lain.

1
n

kita harus hati-hati karena yang dipakai itu bukan n .

Test Rasio
I

Contoh: test konvergensi untuk deret harmonik dengan test


rasio:

X
1
n=1

=1+

1 1 1
+ + +
2 3 4

hitung dulu n :


1
1
n

n =

=
(n + 1) n (n + 1)
n
= lim
=1
n n + 1

P
test rasio tidak dapat menentukan apakah deret
n=1
konvergen atau divergen, kita harus gunakan test lain.

1
n

kita harus hati-hati karena yang dipakai itu bukan n .

walaupun n selalu < 1, tetapi = 1.

Test Perbandingan Spesial


I

Test ini terdiri dari 2 bagian:

Test Perbandingan Spesial


I

Test ini terdiri dari 2 bagian:


1. test konvergensi

Test Perbandingan Spesial


I

Test ini terdiri dari 2 bagian:


1. test konvergensi
2. test divergensi

Test Perbandingan Spesial


I

Test ini terdiri dari 2 bagian:


1. test konvergensi
2. test divergensi

Peraturannya:

Test Perbandingan Spesial


I

Test ini terdiri dari 2 bagian:


1. test konvergensi
2. test divergensi

Peraturannya:
1. Jika
dan

n=1

kn adalah deret konvergen positif (semua kn positif)


an 0

maka deret

n=1 an

dan

konvergen.

an
finite
kn

Test Perbandingan Spesial


I

Test ini terdiri dari 2 bagian:


1. test konvergensi
2. test divergensi

Peraturannya:
1. Jika
dan

n=1

kn adalah deret konvergen positif (semua kn positif)


an 0

dan

an
finite
kn

P
makaPderet n=1 an konvergen.

2. Jika n=1 dn adalah deret divergen positif (semua dn positif)


dan
an 0
maka deret

n=1 an

dan

dn
> 0 or +
kn

divergen.

Test Perbandingan Spesial


I

Contoh: lakukan test konvergensi untuk:


2
X
2n 5n + 1
4n3 7n2 + 2
n=3

Test Perbandingan Spesial


I

Contoh: lakukan test konvergensi untuk:


2
X
2n 5n + 1
4n3 7n2 + 2
n=3

untuk n besar kita tahu 2n2 5n + 1 akan didominasi oleh


2n2 dan 4n3 7n2 + 2 akan didonimasi oleh 4n3 .

Test Perbandingan Spesial


I

Contoh: lakukan test konvergensi untuk:


2
X
2n 5n + 1
4n3 7n2 + 2
n=3

untuk n besar kita tahu 2n2 5n + 1 akan didominasi oleh


2n2 dan 4n3 7n2 + 2 akan didonimasi oleh 4n3 .

sehingga deret diatas akan menuju ke


2


X
X
2n
2n X 2
=
=
4n3
4n3
4n2
n=3

n=3

n=3

Test Perbandingan Spesial


I

Contoh: lakukan test konvergensi untuk:


2
X
2n 5n + 1
4n3 7n2 + 2
n=3

untuk n besar kita tahu 2n2 5n + 1 akan didominasi oleh


2n2 dan 4n3 7n2 + 2 akan didonimasi oleh 4n3 .

sehingga deret diatas akan menuju ke


2


X
X
2n
2n X 2
=
=
4n3
4n3
4n2
n=3

n=3

n=3

lakukan perbandingan:
an
lim
= lim
n kn
n

2n2 5n + 1
2n2

=1
4n3 7n + 2
4n3

Test Perbandingan Spesial


I

karena kita tahu deret


diuji juga konvergen

2
n=3 4n2

konvergen maka deret yang

Test Perbandingan Spesial

2
n=3 4n2

karena kita tahu deret


diuji juga konvergen

Test konvergensi untuk:

konvergen maka deret yang

X
3n n 3
n5 5n2
n=2

Test Perbandingan Spesial

2
n=3 4n2

karena kita tahu deret


diuji juga konvergen

Test konvergensi untuk:

konvergen maka deret yang

X
3n n 3
n5 5n2
n=2

untuk n besar, 3n  n3 dan n5  n2 sehingga deret di atas


akan didominasi oleh:

X
3n
n=2

n5

Test Perbandingan Spesial

lakukan perbandingan:
an
= lim
lim
n
n dn

3n n 3
3n

n5 5n2 n5


=1

Test Perbandingan Spesial

lakukan perbandingan:
an
= lim
lim
n
n dn

3n n 3
3n

n5 5n2 n5


=1

karena deret:

X
3n
n=2

n5

divergen maka deret yang kita uji juga divergen.

Pekerjaan Rumah
1. Tuliskan bilangan rasional berikut dalam bentuk a/b:
1.1
1.2
1.3
1.4
1.5
1.6

0, 5555
0, 818181
0, 583333
0, 61111
0, 185185
0, 678571428571428571

2. Dalam proses permurnian air, jika 1/n kotoran dapat


dikeluarkan pada setiap tahap maka buktikan jika n = 2 maka
air dapat dibuat semurni mungkin. Sedangkan jika n = 3
maka air hanya dapat dimurnikan sampai 1/2 kekeruhan
mula-mula.
3. Jika suku bunga adalah 12%/tahun, tetapi dihitung setiap
bulan, maka di tiap akhir bulan akan ada 1, 01 kali jumlah
uang di awal bulan. Jika anda mulai dengan Rp. 1.000.000,sekarang, berapakah uang anda setelah 10 tahun?

Pekerjaan Rumah
4. Carilah an , Sn dan Rn dan limitnya jika n untuk deret
berikut:
P 1
4.1
1 2n
4.2 P
1 12 + 13

1
4.3
1 n(n+1)

1
4

5. Buktikan apakah deret berikut konvergen/divergen dengan


menggunakan test perbandingan:
P
5.1
Pn=1

5.2
n=1

1
2n +3n .
1
n2n .

6. Buktikan apakah deret berikut konvergen/divergen dengan


menggunakan test integral:
P
6.1 Pn=2

6.2
n=1

1
n ln n .
n
n2 +4 .

7. Buktikan dengan test integral:




X
1
konvergen jika p > 1
=
divergen jika p 1
np
n=1

Pekerjaan Rumah

8. Buktikan apakah deret berikut konvergen atau divergen


dengan memakai test perbandingan:
P
8.1
Pn=1

8.2
Pn=0

8.3
Pn=1

8.4
n=0

2n
n2
n!
(2n)!
n!
100n
2n
3
23n