Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kelenjar endokrin adalah kelenjar tanpa saluran yang produknya berupa
hormon, yang diedarkan ke organ lain melalui aliran darah. Sistem endokrin
merupakan salah satu materi pembelajaran biologi yang sangat penting dalam
kehidupan makhluk hidup. Hormon-hormon ini mengendalikan atau memacu
pertumbuhan,

reproduksi,

metabolisme

dan

tingkah

laku

makhluk

hidup.hormon di angkut oleh darah.


Hormon dalam tubuh ada yang bekerja sepanjang hidup dan ada yang
bekerja pada waktu tertentu. Hormon yang mengatur metabolisme aktif
selama manusia itu hidup. Namun,hormon pertumbuhan hilang setelah
manusia berumur 20-25 tahun. Melalui darah,homon-hormon itu kemudian
secara umum mempengaruhi jaringan-jaringan, berbagai organ maupun
sistem organ lain.beberapa hormon juga hanya memiliki pengaruh lokal
ditempat yang menghasilkannya. Dalam hubungan dengan susunan saraf,
hormon sampai batas tertentu berfungsi menjaga keseimbangan regulasi dan
bekerjanya

berbagai

bagian

dalam

tubuh.

Hormon-hormon

saling

mempengaruhi daya kerja masing-masing. Sebagian hormon mempengaruhi


secara langsung, sebagian lagi melalui mekanisme pembalikan hipotalamus
dan hipofisis.
1.2 Perumusan Masalah
1.

Apa yang dimaksud sistem endokrin?

2.

Apa fungsi dari sistem endokrin?

3.

Apa kelainan yang berkaitan dengan sistem endokrin?

1.3 Tujuan
1.

Memberikan pengetahuan mengenai sistem endokrin.

2.

Mengetahui berbagai penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan dan


kelebihan hormon.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Kelenjar Endokrin
Kelenjar endokrin adalah kelenjar yang sekresinya tidak melalui
saluran atau duktus tapi langsung ke sirkulasi darah dan mengikuti
peredaran darah ke seluruh tubuh.
Kelenjar endokrin terdiri dari :
Hipotalamus
Hipofise
Epifise
Tiroid
Paratiroid
Adrenal
Pancreas
Kelenjar kelamin
a. testis
b. ovarium
Timus

Fungsi Sistem Endokrin


Beberapa fungsi sistem endokrin, yaitu :
1.

Mengontrol aktivitas kelenjar tubuh

2.

Merangsang aktivitas kelenjar tubuh

3.

Merangsang pertumbuhan jaringan

4.

Mengatur metabolisme, oksidasi, meningkatkan absorbsi


glukosa pada usus halus

5.

Mempengaruhi metabolisme lemak, protein, dan karbohidrat

6.

Memacu pertumbuhan reproduksi dan tingkah laku.

Aktivitas Kelenjar Buntu atau Kelenjar Endokrin


Berdasarkan

aktivitasnya kelenjar endokrin di bedakan menjadi

beberapa macam, yaitu sebagai berikut:


2

a. Kelenjar yang bekerja sepanjang hayat, misalnya hormon yang


memegang peranan dalam metabolisme.
b.

Kelenjar yang bekerja mulai masa tertentu, misalnya hormon


kelamin.

c.

Kelenjar yang bekerja sampai masa tertentu saja, misalnya


hormon pertumbuhan dan hormon timus.

2.2
Hormon
Hormon berasal dari bahasa yunani yaitu hormaein yang berarti
menggiatkan atau memacu. Hormon adalah zat perantara kimiawi
dalam darah yang bekerja pada sel-sel sasaran, apabila hormon
mencapai organ target maka hormon akan merangsang terjadinya
perubahan. Hormon bertindak sebagai "pembawa pesan" dan
dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, yang
selanjutnya akan menerjemahkan "pesan" tersebut menjadi suatu
tindakan. Hormon merupakan getah yang di hasilkan oleh suatu
kelenjar dan langsung di edarkan oleh darah. Kelenjar tersebut tidak
mempunyai saluran khusus, sehingga sering di sebut sebagai
kelenjar buntu atau kelenjar endokrin
Sifat-sifat umum hormon
1. Suatu chemical messenger yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin
2. Disekresikan langsung kedalam aliran darah
3. Fungsi sebagai katalisator reaksi kimia dalam tubuh dan control
berbagai proses metabolisme
4. Kadarnya dalam sirkulasi darah dapat menggambarkan aktivitas
dari kelenjar endokrin.
5. Memiliki organ atau jaringan target tertentu, tempat hormon
bekerja dinamakan sel target.
6. Berbentuk amine, polypeptide/protein, steroid.
Klasifikasi hormon secara kimia
1. Golongan amine : norepinefrin, epinefrin, T3, T4
2. Golongan polipeptida/protein : FSH, LH, TSH, ACTH, Prolaktin,
oksitosin, glucagon, insulin, PTH, Somatostatin, sekretin, GH,
Gastrin, kalsitonin, angiostatin dan vasopressin.
3. Golongan steroid : aldosteron, kortisol, estradiol, progesterone,
2.3

testosterone
Macam-macam kelenjar endokrin
3

1. Hipotalamus
Hipotalamus terletak di otak depan dan berfungsi penting dalam
pengaturan

homeostatis.hipotalamus

menyekresikan

hormon-hormon

yang mengatur aktivitas dari kelenjar hipofisis(pituitari). hormon yang


dikeluarkan

oleh

hipotalamus

merupakan

sekresi

dari

sel-sel

neurosekretori.

Hormon dan Fungsi hormon dari hipotalamus

No Hormon yang Dihasilkan


Fungsi
1. Hormon penggiat kortikotropin atau Corticotrophic Merangsang
Releasing Factor ( CRF )

anterior

lobus

hipofisis

agar

mensekresi
Ardrenocorticotrophic
Hormone ( ACTH )
2. Hormon penggiat hormon tumbuh atau Growth Merangsang pengeluaran
Hormone Factor ( GRF )

hormon

tumbuh

Somatotrophic Hormone
3

( STH )
Hormon penggiat tirotrofik Thyrotrophic ReleasingMerangsang
Faktor ( TRT )

Hormon

penggiat

anterior

hormon

FSH

atau

stimulating hormon releasing factor (FRF)

thyroiding

stimulating

hormone

(TSH)
follice Merangsang

lobus

anterior mensekresi FSH

hormone)
Hormon penggiat hormon LH atau LRF (Luteinizing Merangsang
Hormon Releasing Factor)

hipofisis

mensekresi

(follice
5

lobus

stimulating
lobus

anterior mensekresi LH
(Luteinizing Hormone)

2. Kelenjar pituitari atau hipofisi


Terletak di dasar otak besar. Meskipun ukuran kelenjar ini sangat
kecil namun memegang peranan yang sangat penting dalam koordinasi
kimia tubuh. Kelenjar ini sering disebut master of glands atau
Kelenjar raja karena sekresinya digunakan untuk mengontrol kegiatan
kelenjar endokrin lainnya. Artinya, Kelenjar endokrin lain baru mensekresi
hormon setelah mendapatkan kiriman hormon dari kelenjar hipofisis.

Kelenjar hipofisis terdiri dari tiga lobus yaitu :


a.

Lobus anterior ( depan )


Hipofisis bagian anterior disebut adenohipofisis. Produksi hormon
secara berlebihan di sebut hiperfungsi atau hipersekresi. Pada
masa pertumbuhan (remaja)akan mengakibatkan pertumbuhan
yang luar biasa gigantisme. Bila kelainan ini terjadi setelah masa
pertumbuhan akan mengakibatkan akromegali yaitu pertumbuhan
hanya terjadi pada ujung-ujung tulang pipa misalnya ujung tulang
jari dan dagu.Produksi hormon yang kurang dari normal disebut
hipofungsi,mengakibatkan pertumbuhan terhambat atau terjadi
manusia kerdil.

b.

Intermediet ( Tengah )
Hipofisis bagian tengah hanya aktif di masa bayi dan menghasilkan
hormon melanocyte stimulating hormone (MSH) yang berfungsi
untuk mensintesis melanin. Melanin adalah pigmen kulit yang
memberi warna hitam pada kulit. Jadi, jika hormon ini tidak
diproduksi, kulit akan kekurangan pigmen.

c.

Posterior ( belakang )
Hipofisis bagian posterior disebut neurohipofisis. Lobus posterior
dari kelenjar hipofisis mengahsilkan dua jenis hormon, yaitu
hormon antidiuretik (ADH) dan hormon oksitosin.

Hormon yang dihasilkan


Hipofisis bagian anterior
Somatotrophic

Hormone

atau hormon pertumbuhan

Fungsi
Meningkatkan

pertumbuhan

seluruh

(STH) tubuh dengan mempengaruhi fungsi


metabolisme

tubuh

khususnya
6

pembentukan protein.
Thyrotrophic Hormone (TH) atau Mengendalikan kegiatan kelenjar tiroid
hormon perangsang tiroid
untuk menghasilkan hormon tiroksin.
Adrenocorticotrophic
Hormone Mengendalikan
kegiatan
kelenjar
(ACTH)

adrenal dalam menghasilkan hormon

glukokortikoid.
Follicle Stimulating Hormone (FSH) Wanita : mengatur
berarti

hormon

perangsang ovarium,

pembentuk folikel

perkembangan

berpengaruh

terhadap

pemasakan folikel (calon pembentuk


gamet)
Pria : mengatur perkembangan testis

Luteinizing Hormone (LH)

dan spermatogenesis
Wanita : mempengaruhi

terjadinya

ovulasi dan membentuk korpus luteum


(badan

kuning,

pada

pembentukan

ovum) dari folikel pada ovarium


Pria : mengatur sekresi dari hormon
Hormon Prolaktin (PRL)

testosteron dan aldosteron pada testis


Mempengaruhi pertumbuhan kelenjar
air

susu

luteum,

dan

memelihara

dan

mengatur

korpus
produksi

hormon progesteron yang dikeluarkan


Hipofisis bagian tengah:

korpus luteum
Mensintesis melanin (pigmen warna)

Melanocyte Stimulating Hormone


(MSH)
Hipofisis Posterior :

Mencegah pengeluaran urine terlalu

Antidiuretic Hormone (ADH)

banyak, menimbulkan kontraksi otot


usus,

kandung

empedu,
Oksitosin

kemih,

menyempitkan

kantong
pembuluh

darah.
Mempengaruhi pengeluaran air susu,
kontraksi uterus pada saat melahirkan,
membantu

transpor

sperma,

memperngaruhi pengeluaran hipofisis


anterior.
7

3. Kelenjar Pineal (Epifise)


Terletak pada otak tengah. Kelenjar ini menghasilkan hormon
melatonin. Kelenjar pineal di duga membantu mengatur proses fisiologi
siang dan malam sehingga mempengaruhi pola tidur, selera makan dan
suhu tubuh. Kelenjar ini memiliki ukuran sebesar kacang ercis.

4. Kelenjar Tiroid
Kelenjar tiroid terletak dibawah laring sebelah kanan kiri trakea,
dengan diameter kurang lebih 5cm. Kedua bagian tiroid dihubungkan oleh
isthmus sehingga seperti huruf h (dasi kupu kupu). Dalam keadaan
normal kelenjar ini tidak terlihat dan hampir tidak teraba. Berat kelenjar
tiroid normal 15-20 gr.
Kelenjar ini menghasilkan :
1. hormon Tiroksin (T4)
2. hormon Triodotironin (T3)
3. hormon Kalsitonin

Bila kelebihan hormon ini pada orang dewasa dapat mengakibatkan


penyakit gondok eksoftalmu.tanda-tanda penyakit ini adalah mata
menonjol,mudag gugup,denyut nadi bertambah,mata lebar,nadi dan
nafas

cepat

serta

tidak

teratur,dan

insomnia.Selain

nafsu

makan

meningkat tetapi di iringi menurunnya berat badan karena meningkatnya


metabolisme dan gangguan pencernaan.
Kekurangan
menyebabkan

hormon

tiroksin

kretinisme,yaitu

pada

masa

terjadinya

kanak-kanak

pertumbuhan

kerdil

dapat
dan

kemunduran mental.kekurangan hormon tiroksin pada orang dewasa


mengakibatkan

mixudema,dengan

gejala

proses

metabolisme

menurun,berat tubuh bertambah,gerakan lamban,berpikir dan berbicara


lambat,kulit tebal,dan rambut rontok.Tiroksin mengandung banyak iyodin.
Kekurangan

iyodin

dalam

waktu

lama

dapat

mengakibatkan

pembengkakankelenjar tiroid. Pembengkakan ini terjadi karena kelenjar


8

harus berkerja keras agar produksi tiroksin terjamin akibatnya kelenjar


kondok mengembang dan munculah menyakit gondok ( Goiter). Penyakit
ini ditandai dengan adanya pembengkakan di daerah leher penderita

5. Kelenjar Anak gondok ( Paratiroid )


Dalam keadaan normal terdapat 4 kelenjar paratiroid pada manusia
yaitu 2 kelenjar dalam kutub posterior kelenjar tiroid dan 2 lainnya pada
kutub inferior kelenjar tiroid. Kelenjar ini menghasilkan hormon paratiroid,
yang berfungsi untuk mengatur pertukaran zat kapur dan posfor dalam
darah, juga berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan gigi

Kekurangan hormon ini mengakibatkan tetanus dengan gejala


kejang pada tangan dan kaki, gelisah, sukar tidur, dan kesemutan.
Apabila kelenjar ini berkerja terlalu berlebihan mengakibatkan kalsium
dan fosfor dalam tulang di keluarkan dan dimasukan kembali kedalam
serum darah. Akibatnya tulang penderita mudah sekali patah dan di
dalam urine banyak mengandung kapur dan fosfor, sehingga dapat
menimbulkan batu ginjal dan kegagalan ginjal.
6. Kelenjar anak Ginjal ( Adrenal )
Terletak di kutub sebelah atas setiap ginjal. Kelenjar ini terdiri atas 2
bagian, yaitu sebelah luar berwarna kekuningan yang di sebut korteks
dan sebelah dalam di sebut medula.

Hormon hormon pada kelenjar adrenal


Nama Kelenjar Hormon
Adrenal
Adrenalin ( Epinefrin )

Fungsi Hormon
Mempercepat kerja jantung, menaikan

( medula )

tekanan

darah,

mempercepat

perubahan glikogen menjadi glukosa


pada hati, menaikan gula darah, dan
mengubah

glikogen

menjadi

asam

Noradrenalin

laktat pada otot.


Menurunkan tekanan darah dan denyut

(Norepinefrin)

jantung.

Biasanya

adrenalin

dan

noradrenalin berkerja antagonis.


Menurunkan metabolisme hidrat arang

Adrenal

Glukokortikoid

( Korteks )

(Kortisol,kortikosteron) dan lemak, meningkatkan metabolisme


protein dan lemak serta mengurangi
Mineral
(Aldosteron)

kekebalan.
Kortikoid Regulasi Na+ dan K

, meningkatkan

metabolisme hidrat arang, menahan


Na+ dan Cl- dalam tubuh dan regulasi
air.

Beberapa kelainan yang dapat terjadi pada kelenjar adrenal adalah


sindrom cushing dan penyakit addison. Sindrom cushing merupakan
penyakit yang di akibatkan karena kelebihan glukokortikoid. Gejala
gejala dari kelainan ini antara lain, otot otot mengecil, osteoforosis, luka
sulit sembuh dan gangguan mental. Sedangkan penyakit addison adalah
suatu penyakit akibat kekurangan sekresi hormon glukokortikoid .
Menyakit ini memiliki gejala, yaitu tekanan darah rendah dan nafsu
makan hilang. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada penderita
7. Pankreas
10

Pancreas terletak di dalam rongga perut bagian atas tepatnya di belakang


lambung. Organ ini dapat diklasifikasikan kedalam 2 bagian yaitu kelenjar
endokrin (pulau Langerhans) dan eksokrin (asini).

Ada 4 macam sel dalam pulau Langerhans :


1.
2.
3.
4.

Sel
Sel
Sel
Sel

Alfa (A) 25% dari seluruh sel Alfa menghasilkan Glukagon


Beta (B) 60% dari seluruh sel Beta menghasilkan Insulin
Delta (D) 10% dari seluruh sel Delta menghasilkan Somatostatin
F menghasilkan polipeptida pancreas

Hormon Glukagon berfungsi untuk mengubah glikogen menjadi


glukosa sehingga meningkatkan konsentrasi glukosa darah.
Hormon Insulin berfungsi untuk mengubah glukosa (gula darah)
menjadi glikogen (gula otot) insulin sangat penting untuk transport
glukosa dalam sel sebagian besar jaringan tubuh untuk dijadikan energy
dan menyimpan kelebihannya dalam bentuk glikogen dalam hati dan
otot.Kekurangan hormon ini akan mengakibatkan gula darah tidak dapat
di ubah menjadi glikogen. Sehingga mengakibatkan timbulnya penyakit
diabetes melitus
Hormon

Somatostatin

menghambat

sekresi

insulin,

glucagon,

polipeptida pancreas, menurunkan gerak lambung, duodenum, dan


kandung kemih. Peranan utama somatostatin adalah untuk meningkatkan
waktu asimilasi makanan dari usus kedalam darah.
Polipeptida

pancreas

memperlambat

penyerapan

makanan

dan

mungkin memperkecil fluktuasi dalam penyerapan.


Glukagon meningkatkan glukosa darah dan insulin menurunkan
glukosa darah, perubahan sekresi hormon-hormon pankreas sebagai

11

respon

terhadap

penyimpangan

glukosa

ini

bekerja

sama

secara

homeostatis untuk memulihkan kadar glukosa darah ke normal.

Diabetes Mellitus
Manifestasi penyakit diabetes mellitus dirongga mulut yang paling
sering dijumpai adalah pada penderita diabetes yang tidak terkontrol
sementara pada penderita yang terkontrol atau terdiagnosis biasanya tidak
menunjukkan

perubahan

berarti

di

dalam

mukosa

mulut

dan

memperlihatkan keadaan jaringan mukosa mulut yang normal


Pada umumnya manifestasi diabetes mellitus dirongga mulut pada
penderita diabetes mellitus yang tidak terkontrol adalah xerostomia,
burning mouth sindrom, kandidiasis, infeksi bakteri, kelainan pada gingiva
dan

jaringan

kecenderungan

periodontal,

luka

yang

terjadinya

infeksi

dan

lama

sembuh,

pembesaran

peningkatan

kelenjar

saliva.

Beberapa manifestasi ini berhubungan langsung dengan banyaknya cairan


yang hilang dari tubuh melalui urine. Perubahan pada pembuluh darah
kecil juga ditemukan dalam rongga mulut meliputi jaringan lunak dan
jaringan keras mulut.
a. Xerostomia dan disfungsi kelenjar saliva
Xerostomia merupakan gejala atau manifestasi oral yang paling sering
ditemukan dalam rongga mulut penderita diabetes mellitus. Disebabkan
oleh dehidrasi sistemik dan neuropati yang menyebabkan rasa nyeri
didalam mulut.Hiperglikemia mengakibatkan meningginya jumlah urin
sehingga cairan dalam tubuh berkurang dan sekresi saliva juga berkurang.
Dengan berkurangnya saliva, dapat mengakibatkan terjadinya xerostomia.
Dalam rongga mulut yang sehat, saliva mengandung enzim-enzim
antimikroba, misalnya : Lactoferin, perioxidase, lysozyme dan histidine
yang berinteraksi dengan mukosa oral dan dapat mencegah pertumbuhan
kandida yang berlebihan.Pada keadaan dimana terjadinya perubahan pada
rongga mulut yang disebabkan berkurangnya aliran saliva, sehingga
enzim-enzim antimikroba dalam saliva tidak berfungsi dengan baik, maka
rongga mulut menjadi rentan terhadap keadaan mukosa yang buruk dan
menimbulkan lesi-lesi yang menimbulkan rasa sakit
12

b. Burning mouth syndrome


Pasien dengan sindroma mulut terbakar biasanya muncul tanpa
tanda-tanda klinis, walaupun rasa sakit dan terbakar sangat kuat. Pada
pasien dengan diabetes mellitus tidak terkontrol, faktor yang menyebabkan
terjadinya sindroma mulut terbakar yaitu berupa disfungsi kelenjar saliva,
kandidiasis dan kelainan pada saraf.
c. Infeksi kandidiasis
Kandidiasis oral merupakan infeksi bakteri oportunistik yang terjadi
dalam

keadaan

hiperglikemia

karena

keadaan

tersebut

dapat

menyebabkan terjadinya disfungsi aliran saliva karena adanya kehilangan


cairan dari tubuh dalam jumlah yang banyak, sehingga aliran saliva juga
berkurang.
d. Gingivitis
Pada penderita diabetes dapat ditemukan pertumbuhan epitel
jaringan ikat yang lebih cepat atau sering disebut proliferasi. Proliferasi
akan menyebabkan penyempitan lumen pembuluh darah sehingga timbul
hiperplasia, eritomatosa gingiva, pembengkakan pada marginal atau
attached gingiva. Infeksi gusi pada penderita diabetes mellitus disebabkan
oleh mikroorganisme dan kadar glukosa pada saliva yang tinggi. Infeksi
yang sering adalah infeksi gusi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus
hemolitikus dan stafilokokus yang bersifat patologis dengan kadar gula
yang tinggi. Parahnya gingivitis diabetik tergantung pada derajat penyakit
dan tingkat kebersihan mulut pasien (Irfan Z, 2004).
e. Periodontitis
Pada dasarnya diabetes mellitus bukan merupakan penyebab
timbulnya penyakit periodontal tetapi pada penderita diabetes dengan
kadar gula tinggi (>7,0 mmol per L) akan cenderung meningkatkan insiden
dan keparahannya. Menurunnnya ketahanan jaringan terhadap infeksi akan
memperbesar

kemungkinan

timbunya

infeksi

terutama

penyakit

periodontal yang bersifat detrktif, resorbsi tulang alveolar, gigi goyang dan
cepat tanggal serta hilangnya sejumlah besar cairan tubuh, perubahan
mikrovaskular dan meningkatnya konsentrasi glukosa dalam saliva
13

8. Kelenjar kelamin
a. Ovarium
Ovarium berbentuk seperti buah kenari yang terletak di kanan kiri
uterus. Selain menghasilkan ovum, ovarium juga menghasilkan hormon.
Ada 2 macam hormon yang di hasilkan yaitu estrogen dan progesteron.
i.

Estrogen dihasilkan oleh folikel graaf. Pembentukan estrogen di


rangsang

oleh

FSH.

Fungsi

hormon

ini

adalah

merangsang

pertumbuhan ciri ciri kelamin sekunder pada wanita dan perilaku


seksual.
ii.

Progesteron, dihasilkan oleh korpus luteum. . Pembentukan


progesteron di rangsang oleh LH. Berfungsi mengatur pertumbuhan
ari ari ( placenta ), menghambat produksi FSH oleh hipofisis,
bersama laktogen berfungsi memperlancar produksi air susu,
mengatur pertumbuhan endometrium dan pembuluh darah dari
dinding rahim.

Ovarium pada wanita


Testis pada pria
b. Testis
Testis adalah organ reproduksi laki laki, Testis terletak pada
skrotum. berfungsi sebagai penghasil spermatozoa dan hormon
testosteron. Testosteron ini di rangsang oleh LH. Sekresi hormon
testosteron

bertambah

pada

massa

pubertas.

Hormon

ini

berpengaruh terhadap perkembangan ciri ciri kelamin sekunder


pada pria dan perilaku seksual.
14

9. Kelenjar Timus
Kelenjar timus hanya dijumpai pada anak-anak usia di bawah 18
tahun. Kelenjar timus terletak di dekat tulang dada dan berwarna
kemerah-merahan, di dalam mediastinum belakan os sternum dan
di dalam toraks kira-kira setinggi bifurkasi trakea. Kelenjar timus
terdiri atas dua lobus.

Pada bayi yang baru lahir, kelenjar ini sangat kecil dan beratnya kira-kira
10 gram atau lebih sedikit. Ukurannya bertambah pada masa remaja mencapai
30-40 gram, kemudian berkerut lagi. Kelenjar timus menghasilkan hormon
timosin yang berfungsi merangsang perkembangan dari limfosit T. Limfosit T
berperan dalam kekebalan tubuh.
Kelainan Kelenjar Endokrin yang berpengaruh

terhadap

Rongga Mulut :
1)

Kelenjar tiroid (Hipo & Hiperfungsi tiroid)


Mempunyai efek umum dan khusus pada pertumbuhan dan mempengaruhi
seluruh sel dalam tubuh, juga meningkatkan pertumbuhan tulang.
Anak Hipotiroid: pertumbuhannya terhambat, termasuk pertumbuhan
giginya.
Contoh: Kritinisme, Juvenile Myxedema, Adult Myxedema.
Anak Hipertiroid: Pertumbuhan rangka berlebihan, erupsi gigi tetap lebih
cepat dari waktunya.

2) Kelenjar paratiroid ( Hipo & Hiperfungsi paratiroid)


Paratiroid merupakan organ penting dalam metabolisme kalsium dan
memegang peranan penting dalam kalsifikasi gigi. Bila kecepatan sekresi
hormon paratiroid berkurang maka akan menyebabkan kelainan pada gigi,
pertumbuhan dan perkembangan gigi terhambat
Hipoparatiroid : terjadi hipofungsi dalam metabolisme kalsium.
15

Terhambatnya reabsorpsi akar gigi susu,


terjadi defect pada enamel gigi,
terlambatnya erupsi gigi tetap
Hiperparatiroid : kerusakan sebagian atau seluruh laminadura
tulang alveolar mengalami demineralisasi.
3) Kelenjar hipofisis
Kelebihan hormon pertumbuhan setelah pubertas akan terjadi penebalan
berlebihan dari semua tulang.
Kelainan sekresi hormon pertumbuhan menyebabkan:
Acromegali : Mandibulla dan ukuran lidah menjadi besar.
Mandibulla lebih maju -> Prognatism
Gigitan edge to edge waktu oklusi
Gigantism : semua jaringan tubuh tumbuh dengan cepat
Dwarfisme : Kecepatan perkembangan sangat kurang

GIGANTISM

ACROMEGALI

DWARFISME

16

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
System endokrin terdiri terutama dari kelenjar-kelenjar tanpa saluran
keluar yang sekretnya (hormone) dicurahkan langsung kedalam sirkulasi darah
atau limfe. Setiap kelenjar endokrin mensekresikan atau lebih substansikhusus
yang disebut hormone. Hormon berasal dari kata homaein yang berarti memacu.
Hormon dibentuk pada suatu kelenjar akan tetapi menjalankan fungsinya di
tempat lain. Umumnya, hormon dihasilkan olehkelenjar endokrin dan masuk ke
dalam sistem peredaran darah. Hormon merupakan senyawa protein atau
senyawa

steroid.Di

dalam

metabolisme,pertumbuhan

tubuh,

dan

hormon

perkembangan,

berperan

dalam

reproduksi,

mengatur

keseimbangan

internal,reaksi terhadap stres serta tingkah laku. Dalam kegiatan tubuh,


hormonhanya sedikit diperlukan, akan tetapi mempunyai pengaruh yang sangat
luas.
Kelenjar endokrin terdiri dari kelenjar hipotalamus, kelenjar hipofisis,
kelenjar epifise, kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, kelenjar pankreas, kelenjar
adrenal, kelenjar ovarium, kelenjar testis, dan kelenjar timus. Masing-masing dari
kelenjar tersebut menghasilkan hormon yang berbeda yang berperan dalam
fungsi fisiologis tubuh
17

DAFTAR PUSTAKA

Francis S. Greenspan, John D. Baxter.Endokrinologi Dasar dan Klinik.Jakarta:


EGC.

http://bpfkui.com/lihat_buku-173-Penyakit%20Kelenjar%20Tiroid.html

http://www.artikelkeperawatan.info/artikel/pustaka-unpad-ac-id-contentuploads-2010-fungsi-dan-kelainan-kelenjar.html

http://repository.unpad.ac.id/bitstream/handle/123456789/878/fungsi_dan_
kelainan_kelenjar.pdf?sequence=3

repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/32431/2/Reference.pdf

18