Anda di halaman 1dari 5

Outreach ( Pendampingan ):

Definisi :
Pendampingan adalah suatu metode komunikasi yang bertujuan mengubah perilaku klien menjadi perilaku yang
diharapkan.baik perilaku individual ataupun kelompok.
Tahapan perubahan perilaku :
Tahapan perubahan perillaku seperti pada tahapan komunikasi yaitu
- awarness ( sadar ),
- pemahaman/ pengertian,
- menentukan sikap
- mencoba dan
- mengadopsi, dimana diperlukan suasana penuh empati selama komunikasi berlangsung.
Pesan yang dibutuhkan :
Pesan yang akan dikomunisikan adalah perilaku-perilaku yang akan diubah sesuai tujuan dari provider, dalam
penanggulangan HIV adalah perilaku yang memudahkan terjadinya transmisi HIVyang meliputi :
- pesan inti HIV penyebab s/d penularan-penyegahan-pengobatan
- pesan dasar .kesehatan reproduksi factor yang berpengaruh pada kesehatan alat reproduksi dan hasil
reproduksi
- pesan tambahan yang berhubungan dengan pesan inti dan dasar missal tentang peran gizi berimbang
untuk imunitas
Komunikasi empaty dalam out-reach ::
- saling percaya
- mengandung kebenaran informasi
- menjaga kerahasiaan
- menjaga kehormatan
- menjamin perbaikan kesehatan klien
- meningkatkan kemandirian
Metode komunikasi :
- Face to face , kelompok, masal
- Pemahamam kapan, bagaimana, dimana, kepada siapa menentukan saluran / metode komunikasi
- Alat bantu komunikasi / penggunaan alat bantu KIE, ditentukan
Target perubahan perilaku
Target waktu yang direncanakan
Homogenitas sasaran
Pengaruh lingkungan sasaran
Target Out-Reach :
- Jumlah WPS yang akan dijangkau ( pertemuan pertama dengan sasaran untuk diinventaris PRInya )
yaitu jumlah total WPS yang masih beresiko tertular IMS dan HIV-AIDS. Penjangkauan ke WPS juga dapat
berdasarkan PRK
- Jumlah WPS yang akan didampingi adalah jumlah WPS sebagai sasaran prioritas yang akan diharapkan
berubah perilaku yang beresiko
- Jumlah WPS yang diakhiri pendampingannya adalah jumlah WPS yang telah mengadopsi seks sehat, yaitu
WPS yang tidak IMS atau sekali IMS , tidak HIV dan AIDS, menggunakan kodom 100 %

Atmosfer
komunikasi
penuh empati
Provider dg
visi dan misi
perubahan
perilaku

PRI
PRK

Tahapan
perubahan
perilaku

Sasaran dg
perilaku yang
akan diubah

Pesan
perilaku yang
diharapkan

Provider harus dapat memahami sampai ditingkatan manakah tahapan komunikasi telah dicapai. Pada komunikasi
individual ataupun kelompok secara tatap muka, bila sasaran telah mulai bertanya maka tahapan komunikasi telah
melewati tahap awarness, maka dapat dimulai anjuran dengan diskusi tanya jawab untuk mencoba atau trial, dan
seterusnya akan terjadi adopsi perilaku yang diharapkan.
Dalam penanggulangan penyakit pesan tersebut disusun dalam faktor resiko individual ataupun kelompok yang
disebut sebagai PRI ( penilaian resiko individual ) dan PRK ( penilian resiko kelompok ).
PRI ( penilaian resiko individual ) :
adalah sekumpulan resiko individual yang akan memudahkan transmisi penyakit, mempersulit kesembuhan,
menyebabkan drop-out pengobatan, meningkatkan kemungkinan kecacadan ataupun resiko kematian.

PRI :
( wawancara engan 5 WPS dengan IMS bulan ini dan 5 WPS tidak IMS bulan ini )
Nama WPS :
Umur ( tgl/bl/th lahir ) :. L / P
Alamat :
Status perkawinan : Gadis/menikah/janda
Jumlah anak :
Pendidikan :
Agama
:
Lama bekerja di SK : ..
Lama bekerja sebagai WPS :.

No

Faktor resiko

Perubahan yang diharapkan

Kesepakatan waktu
akan berubah

Penilaian

PRK : Penilaian Resiko Kelompok


-

Adalah perilaku kelompok dengan ciri yang sama misalnya kelompok waria, kelompok WPS dalam satu
wisma, kelompok IDU dll, biasanya ada suatu keadaan yang menyatukan kelompok tersebut, yang sangat
dipengaruhi oleh stake holder.
Untuk WPS stake holder yang paling berpengaruh adalah Pengasuh/Mucikari/GM , pengurus resosialisasi
dan aparat pemerintah RT, RW, Lurah, Camat, Dinas kesehatan .
Perilaku stake holder yang mempengaruhi transmisi IMS / HIV dan AIDS
Tanyakan pada Mucikari, pengurus resosialisasi, aparat

Nama Mucikari/pengurus/aparat:.
Alamat :
Status perkawinan : Gadis/menikah/janda
Jumlah anak :
Pendidikan :
Agama
:
Lama bekerja sebagai stake holder di SK : ..

No

Faktor resiko
( susun PRK)

Ya

Tdk

Umur ( tgl/bl/th lahir ) :. L / P

Perubahan
yang
diharapkan

Kesepakatan
waktu akan
berubah

Penilaian

Penilaian Out-reach
Penilaian Out-reach meliputi :
a. Penjangkauan yaitu berapa banyak sasaran yang akan dicapai dalam setahun
b. Pendampingan adalah berapa banyak sasaran yang akan didampingi setahun untuk diubah peilakunya
c. Pengakhiran pendampingan adalah berapa banyak sasaran ( klien / komunikan ) dicapai, yang tidak
memerlukan pendampingan lagi karena telah mengadopsi perilaku yang diharapkan
d. Dengan pendampingan maka diharapkan terjadi perubahan perilaku yang menjamin terputusnya rantai
penularan, meningkatkan kesembuhan, menurunkan kecacatan dan kematian.

Contoh PRI WPS :


5 WPS dengan IMS dan 5 WPS IMS ( - )
1. Nama
: disingkat saja ( anonim )
2. Alamat
: Gang nama pengasuh : singkat saja ( anonim )
3. Alamat asal : Kab / kota
4. Umur
:
5. Status
: Kawin / janda / gadis
6. Jumlah anak : ..
7. Lama bekerja :. Bulan / th
8. Alasan sebagai WPS :
9. Pendidikan : ..
10. Agama
: ..
11. Pernah mendapat informasi tentang IMS / HIV / skrining/ VCT : Y / T
12. Bila Y : tnyakan pemahaman tentang IMS, HIV dan IADS ? Bagaiman caranya untuk mencegah agar tidk
tertular / menularkan IMS, HIV dan AIDS ?
13. Pernah periksa / skrining ke Klinik Griya Asa / Puskesmas : Y / T , berapa kali dalam tahun ini ?
14. Bila Ya : pernah mendapat obat dari Klilik Griya ASA : Y / tidak pernah

15. Bila Ya : tanyakan untuk pengobatan apa ? Apakah hanya sekali minum ? Apakah diminum didepan
petugas ? Berapa lama pengobatan diberikan ?
16. Apakah WPSmemahami kegunaan skrining ? .
17. Apakah sekarang menderita IMS ? bila Ya , apakah sudah ke klinik Griya Asa / Puskesmas Lebdosari ?
Nasehat apakah yang diberikan saat periksa ke klinik ? ataukah berobat sendiri ?
18. Kapan terakhir skrining ?
19. Apakah kasus dianjurkan untuk VCT ?
20. Kapan terakhir VCT ?
21. Apakah pernah VCT : Y / T
22. Berapa kali VCT :tahun ini ?
23. Apakah guna VCT
24. Pada saat VCT informasi apa saja yang diberikan oleh konselor ?
25. Tanyakan tentang perilaku beresiko lainnya :

Kebiasaan membilas Vagina, kegunaan membilas Vagina , membilas dengan apa ?

Kebiasaan minum obat selain dari griya ASA untuk mencegah IMS, HIV dan AIDS

Kebiasaan minum alcohol

Kebiasaan menggunakan kondom pada late seks , selalu menggunakan kondom dalam semingu
terakhir , termasuk dengan pacar ? Kegunaan memakai kondom pada setiap intercourse ?
bagaimana cara memakai kondom yang sebenarnya ?

Dari mana mendapat kondom ? Berapa banya seminggu ? Dimana membuang kondom yang telah
dipakai ?

Dll
26. Apakah kondom cukup dengan kebutuhan jumlah klien ?
27. Apakah selalu menggunakan kondom dalam hub sek ( HUS ) satu minggu terakhir, dalam HUS terakhir
28. Kebutuhan apa yang sesungguhnya diperlukan WPS dalam pendampingan ?:
29. Bagaimana peran dari pengasuh, pengurus resos, aparat dalam :

Apakah mereka memahami penyakit IMS, HIV dan AIDS ?

Apakah mereka juga menyedia, mendistribusi kondom kepada WPS ?

Apakah mereka juga membagikan kondom ke pelanggan ?

Apakah mereka memberikan dukungan untuk skrining, dalam bentuk apakah dukungan tersebut ?

Apakah mereka memberikan dukungan untuk VCT, dalam bentuk apakah dukungan tersebut ?

Apakah mereka mempunyai aturan lokal yang memberikan punishment dan rewad pada pengasuh
dan atau WPS ? Apakah wujud reward yang diberikan ? criteria apakah yang dipakai untuk
memberikan punishment dan reward tersebut.

Bagaimana tindakan mereka bila anak asuh sekali atau berulang kali IMS dalam setahun ?

Kesimpulan :

Rekomendasi :

Manajemen Out reach


Latarbelakang :
Jml WPS dan karakteristiknya terutama peilaku pencegahan IMS dan HIV, Jml wisma, jml mucikari dan karakteristik
terutama dukungan untuk pencegahan IMS dan HIV, pengurus resosialisasi dengankarakteristiknya.
Angka IMS, HIV
Perilaku skrining , perilaku VCT, perilaku kelompok dalam satu wisma
Organisasi dan kelompok lain di resosialisasi ,isalnya warung, paguyuban operator karaoke, LSM lain apakah
mendukung pencegahan IMS dan HIV melalui penggunaan kondom 100 %.
Permasalahan :
Bagaimana upaya pencegahan IMS dan HIV di resosialisasi, siapa saja yang terlibat
Bagaimana distribusi kondom kondom ke WPS
Apakah WPS selalu menggunakan kondom 100 % pada intercourse seminggu terakhir dan pada kontak sek
terakhir
Penyebab masalah :
Mencari jawaban kenapa terjadi masalah misalnya kenapa WPS tidak mengunakan kondom seratus %

Tujuan :
Umum secara garis besar tujuan outreach adalah perubahan perilaku WPS dari unsave sek menjadi save sek
Khusus tergambarkan waktu , sasaran, tempat dan berapa banyak menjamin tersedianya kondom mimimal
20 / minggu / WPS

Target :
Adalah berapa banyak yang akan dicapai misalnya di SK ada 700 WPS berapa banyak WPS yang harus
kecukupan kondomnya apakah 100 % atau lebih rendah hal ini disesuaikan dengan tujuan, sdm,dana,yang ada.
Misalnya setiap WPS perlu dikunjungi setiap bulan, sekurang-kurangnya 10 kali setahun

Indikator :
Indikator adalah suatau alat yang digunakan untuk mengukur kinerja program secara berkala dan akhir program.
Pada contoh diatas setiap bila ada 100 WPS maka total pendampingan setahun 100 X 10 = 1000 kali,
indikatornya :
Jumlah kunjungan / ( 100 X 10 kali ) X 100 %
Ternyata hasilnya sebesar 500 kl setahun maka hasilnya adalah 500 / ( 100 X 10 ) X 100 % = 50 %.

Strategi :
Suatu cara untuk mencapai tujuan, target yang ditetapkan.
Misalnya
Dari hasil monitoring kunjungan yang dilakukan hanya 50 %, jadi maslahnya adalah kurangnya pendampingan yaitu
kurang 50 % , dengan sebab masalah pada petugas lapangan karena jam kerjanya hanya siang selam 3 jam,
banyak WPS yang kostdan untuk meningkatkan kunjungan 100 % , maka ditetapkan strategi :
Pendampingan dilaksanakan bekerjasama mucikari, pengurus resosialisasi.
Waktu pendampingan dilaksanakan siang hari.
Setiap WPS dicatatan dalam rekam medis

Kegiatan yang dilaksanakan :


Hasil kegiatan :
Masalah yang ditemui :
Diskusi :
Kesimpulan :
Rekomendasi :