Anda di halaman 1dari 25

Penghentian Penularan IMS, HIV

& AIDS Pada WPS Ke Populasi


Umum Melalui Transmisi
Endemis

Analisa Blom

kependudukan

Perilaku

Sasaran
sehat

Lingkungan
Organisasi

Pelayan
Kesehatan

KEPENDUDUKAN :
Perilaku :
-Care seeking, -Pemakaian kondom
-Posisi tawar, -Berganti pacar
-Unsave
Data penyakit :
-insiden IMS. -Insiden HIV, -Pola penularan
Budaya, etika, adat, kebiasaan

PELAYAN KESEHATAN
-Aksesibilitas pelayanan,
-Jangkauan pelayanan
-Perilaku pelayan kesehatan dalam komunikasi
-Jam buka, ketepatan waktu, kenyamanan pasien
-hak pasien dalam informasi, kerahasiaan, penghar
gaan, kenyamanan
-ketersediaan data yna gdiperlukan untuk monev
-Adanya hasil rekapitulasi, pengolahan, analisa dan
penyajian data untuk pengambilan keputusan
Sharing informasi
;

LINGKUNGAN :
-Perilaku sos-bud
-Per ilaku organisasi terutama
non pemerintah
-Perilaku instansi pemerintah

Apa Itu Kasus Endemis?

Kasus Endemis Adalah :


Kasus (IMS, HIV & AIDS) yang tertular didalam wilayah
resosialisasi setelah bekerja lebih 1 Bulan untuk IMS,
dan 6 Bulan untuk HIV & AIDS

Mencegah Penularan IMS, HIV& AIDS?


1. Abstinen (Tiada Hubungan Seks Sama Sekali)
2. Be Faithfull (Setia Pada Pasangan)
3. Condom (Pemakaian Kondom Setiap berhubung an
Seksual)

Filosofi, Visi dan Misi


Filosofi :

Perempuan Indonesia adalah warganegara Indonesia yang bermartabat


mempunyai hak dan kewajiban yang sama bagi bangsa, negara dan tanah
air
Sebagi ibu bangsa perempuan Indonesia berhak atas kehidupan yang layak
sehingga terpenuhinya kebutuhan dibidang sandang, pangan, papan,
pendidikan dan kesehatan
Landasan perjuangan adalah Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal IKA
Perwujudan perilaku sehari-hari setiap warga negara Indonesia oleh pendiri
bangsa telah dituangkan dalam lagu Kebangsaan Indonesia Raya bait ke 4
dan 5 Disanalah Aku berdiri sebagai Pandu Ibuku, dan Padamu Negeri
Aku berjanji, Aku mengabdi, Aku berbakti, Jiwa Ragaku ini
Leader ship pleh ki Hajar Dewantoro Ing ngarso sung tulodo, Ing madya
bangun karsa, Tut wuri handayani

Visi :
Menciptakan Keluarga Indonesia yang sejahtera
melalui jaminan upaya kesehatan perempuan secara
komprehensif .
Misi :
-Menjamin setiap perempuan Indonesia
mendapatkan kesehatan reproduksi yang optimal
-Menjamin Anak yang dilahirkan perempuan
Indonesia mendapat derajat kesehatan optimal
melalui tumbuh kembang maksimal

Tujuan :
1. Menciptakan kemandirian sebagai ukuran
martabat
2. Membuat sasaran mampu mengelola
permasalahannya khususnya dibidang
kesehatan dengan menghilangkan perilaku
unsave
3. Membuat sasaran mampu menghentikan
penularan penyakit infeksi menular seksual,
HIV dan AIDs berdasar inisiatifnya.
4. Membuat sasaran mampu keluar dari
prostitusi untuk selamanya

Sasaran
1. WPS Perempuan Indonesia yang terpinggirkan,
terdiskriminasi, terstigmatisasi bahkan oleh
pemerintah sendiri lingkungan sosial yang yang
berpengaruh terutama GM dan pengurus
resosialisasi
2. Mucikari dan Pengurus Resosialisasi sangat
berperan untu mencapai tujuan intervensi

Strategi :
1. Membangun kedekatan dan kepercayaan transformasi visi, misi, nilai
2. Peran aktif sasaran utama yaitu WPS sebagai wakil dari komunitas, perlu pemilihan atas kesepa
katan bersama.
3. Menetapkan indikator kemandirian / martabat WPS sebagai ukuran tahap perubahan perilaku
sasaran :
a. Persiapan :
-Ada kelompok-kelompok yang mewakili komunitas dengan aktifitas swadaya atau sahring
untuk mendapat informasi, program pelatihan berdasar kebutuhan mereka,
-Diskusi khususnya pengelolaan keuangan, program pelatihan mandiri
-Kemampuan negosiasi dengan mucikari dan pengurus resosialisasi
b. Tengah / proses :
-Ada kemandirian sasaran dalam memperbaiki kesehatan reproduksinya secara sadar
mencegah IMS dan HIV melalui pemeriksaan berkala, penggunaan kondom 100 %,
-Tercegahnya transmisi endemis baik IMS ataupun HIV tidak ditemukan kasus baru IMS
dan HIV sekurang-kurangnya setahun pada WPS yang bekerja minimal 1 bulan untuk
IMS dan 6 bulan untuk HIV
c. Akhir :
-Sasaran / WPS telah mempuyai ketrampilan sesuai kebutuhannya untuk mandiri bidang ekonomi
dalam 3-5 tahun dan tidak kembali ke dunia lamanya

Pokok-pokok kegiatan
1.

2.
3.
4.

5.
6.
7.
8.

3 ( tiga )komponen utama intervensi membangun kedekatan dan kepercayaan :


- Pendampingan
- Klinik IMS
- Klinik VCT dan CST
Komponen tambahan PMTCT merencanakan kehamilan bila WPS ODHA
menikah untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke bayinya
Pengayaan dan pelatihan sasaran menuju kemandirian dan martabat
Provider peningkatan kapasitas provider bidang kesehatan reproduksi,
pengelolaan keuangan, perencanaan, komunikasi, hukum, perubahan perilaku,
advokasi-audiensi-lobi berdasar data dan kebutuhan yang valid
Advokasi ke pemerintah dan DPR
Partnership dengan lembaga non pemerintah dikembangkan MOU
Monitoring berkala berdasar data / evidence base
Evaluasi untuk mengetahui kinerja pada akhir tahun

Membangun kedekatan dan kepercayaan


Provider Kes :
-Klinik IMS
-Pendampingan
-Klinik VCT &
CST
-Kegiatan lain

Komunikasi
empaty

Kedekatan
dan
kepercayaan
WPS

GM

Strategi
4. Advokasi ke Pemerintah dan DPR :
-Mendapatkan dukungan / komitment kebijakan daerah
dan komitment politik
-Perlu data valid hasil kegiatan kemandirian
5. Perencanaan provider efisien dan efektif serta berdasar
kebutuhan sebenarnya dari sasaran
6. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan oleh sasaran,
didukung provider

Hubungan kedekatan dan kepercayaan dengan kemandirian


indika
tor

Komunikasi empaty
Kedekatan
Kepercayaan
sasaran dengan
provider

Kemandirian
/ martabat

Indikator :
Proses
Out put

Pelati
han

Kemampuan Provider Out Reach :

Komunikasi empaty membangun kedekatan dan kepercayaan sasaran


Penguasaan materi komunikasi isue utama IMS, HIV dan AIDs. Isue
kesehatan reproduksi, Isue lainnya.
Memahami dan menilai perubahan perilaku / tindakan dari unsave menjadi
save
Menguasi perencanaan out-reach termasuk mengukur indikator proses (
penggunaan kondom % , total populasi skrining, total populasi VCT ),
mengukur indikator out-put ( insiden IMS khususnya GO jml kasus GO
baru / total populasi , insiden HIV jml kasus baru HIV / total populasi.
Kesembuhan kasus GO jml kasus baru GO sembuh / jml kasus baru GO )
Menjamin semua kasus IMS khususnya GO periksa ulang setelah satu
minggu.
Mampu menggunakan data insiden, data kesembuhan, data sasaran yang
tidak IMS khususnya GO untuk lobi ke stake holder dalam memutuskan
tindakan lebih lanjut
Sebagai partner klinik IMS dan Klinik VCT menyusun rencana intervensi /
kegiatan secara berkala sebagai hasil monitoring dan rencana tahun
berikut sebagai hasil evaluasi

Klinik IMS:
Fungsi :
-Menghilangkan / mengurangi pintu masuk dan pintu keluar penyebab infeksi IMS,
HIV dan AIDs
-Semua kasus IMS ditemukan dini
-Menyembuhkan semua kasus IMS khususnya GO
-Semua anak asuh dengan IMS khususnya GO dimonitor setelah satu
minggu pengobatan untuk menentukan kesembuhan dan atau kemungkinan
resistensi obat
-Isolasi kasus, mencegah cacat dan kematian kasus
Strategi :
-Partnership dengan Out-reach, klinik VCT, stake holder lokal dan wilayah
-Skrining dilakukan dua minggu sekali
-Perencanaan efisien dan efektif dilakukan bersama out0reach dan klinik VCT
-Indikator meliputi indikator proses dan indikator out-put Total sasaran
skrining, jumlah kasus IMS baru terutama GO / total populasi, jumlah kasus I
MS baru terutama GO yang sembuh / Jumlah kasus IMS baru terutama GO, I
insiden kasus baru IMS terutama GO
-Monitoring perubahan perilaku dari data klinik registrasi ( catatan medik )
-Sarana, obat tersedia dalam jumlah cukup, one day services

Kasus
indek

Import
Endemis

JANUARI

Maret

Penemuan dini
Kasus IMS baru
khususnya GO
Pengobatan pilihan
pertama
Monitoring kesembuhan

WPS IMS +

Klien tertular
WPS IMS +

Desember

Kasus IMS baru


khususnya GO
Penularan endemis
penularan di SK pada
anak asuh bekerja lebih
satu bulan

-Jumlah kasus baru Januari Maret makin menurun bila dibandingkan dengan Januari Maret
tahun depan
-Jumlah kasus baru April Desember lebih rendah dibandingkan kasus Januari Maret per
tiga bulan tahun sama dan tahun lalu per tiga bulan yang sama.
-Penularan endemis adalah penularan anak asuh di wilayah setempat dengan sumber infeksi
lokal

Asal dan Jenis pasien Klinik IMS


SOP out-reach
LSL

Waria

rujukan
Mandiri

Asal pasien
Jenis pasien

WPS

HRM

Sembuh kasus
dan perilaku unsave

Klinik IMS
SOP
klinik
IMS

Tidak IMS \
Tidak HIV
Hanya penjangkauan

SOP Klinik IMS


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Registrasi : identitas, faktor resiko


Pengambilan sampel
Pemeriksaan laboratorium sederhana
Pengobatan, konseling dan rujukan
U.P perlindungan pribadi, pembuangan limbah, DTT / strerilitas,
Propilaksis paska pajanan
Inform concent
Rekapitulasi data, pengolahan, analisa dan penyajian data klinik
Penyajian data saat monitoring dan evaluasi
Menginformasikann analisa data, keputusan yang akan diambil
kepada fihak terkait untuk keputusan bersama

Klinik VCT dan CST


Fungsi :
-Semua kasus HIV ditemukan dini dengan VCT
-Memberikan obat anti retro virus bila CD4 </ 350 / mm3
-Mengisolasi kasus HIV
-Mencegah diskriminasi dan stigmatisasi
-Mencegah cacat dan kematian karena kasus HIV berat
Strategi :
-Partnership dengan Out-reach, klinik IMS, stake holder lokal dan wilayah
-VCT setiap 3 bulan
-Perencanaan efisien efektif bersama outreach dan klinik IMS
-Indikator meliputi indikator proses , out-put Total populasi sasaran VCT,
jumlah kasus HIV baru / total populasi, jumlah kasus HIV baru CST / Jumlah
kasus HIV baru , % HIV diperiksa CD4, % kasus HIV dengan ARV dengan
komplikasi / efek samping, % kasus dengan ARV yang D.O , insiden HIV baru
-Sarana dalam jumlah cukup, one day services

SOP klinik VCT


1. Registrasi : identitas, faktor resiko
2. Pengambilan sampel
3. Pemeriksaan laboratorium sederhana
4. Pengobatan, konseling dan rujukan
5. U.P perlindungan pribadi, pembuangan limbah, DTT /
strerilitas, Propilaksis paska pajanan
6. Inform concent
7. Rekapitulasi data, pengolahan, analisa dan penyajian data klinik
8. Penyajian data saat monitoring dan evaluasi
9. Menginformasikann analisa data, keputusan yang akan diambil
kepada fihak terkait untuk keputusan bersama

Kasus Indek sumber pertama infeksi


Kasus endemis kasus penularan setempat
Kasus importkasus penularan dari luar wilayah
Januari

Juni/Juli

Kasus baru
sbg kasus
indek atau
kasus endemis

Desember

Total populasi VCT / 3 bulan


Jml kasus baru HIV
% populasi VCT
% HIV baru / 6 bulan
% HIV baru dg CST, HIV baru dg CD4, HIV baru dg ARV
% HIV baru & lama dg CST, % HIV baru & lama dg CD4, % HIV baru & lama dg ARV
% DO, % komplikasi dan atau efek samping
% kasus baru per 6 bulan makin menurun bila dibandingkan bulan lalu tahun yang sama atau tahun lalu

PMTCT :
Kebijakan :
Prong I mencegah HIV pada WUS
Merencanakan kehamilan pada Perempuan ODHA CD 4 > 400/mm3
PCR < 1000 /mm3
3. Bumil status HIV tidak diketahui VCT
4. CST
Strategi :
1. Sasaran perempuan risti, non risti tdk HIV ABCD
2. Prong II perempuan Risti dapat 100 % merencanakan kehamilan
3. Prong III perempuan risti dapat dideteksi dini yaitu pada 3 bulan I kehamilannya dan VCT setiap 3 bulan sampai anak umur minimal 9 bulan / berhenti
menyusu. Perempuan non risti VCT sama per 3 bulan, VCT ibu dilakukan berkala sampai dinyatakan status HIV bila masih ada risk faktor .
4. CST dilakukan sesuai SOP
5. Perempuan ODHA hamil terdeteksi Beri ARV selama hamil sesar susu
formula bila memenuhi syarat AFASS atau ASI eklusif dengan perawatan payudara
dan meneteki yang baik
6. PMTCT berhasil bila bayi tidak tertular HIV dari proses hamil, melahirkan dan meneteki
1.
2.

Pemeriksaan , ARV dan dukungan :


VCT, CD4, test rapid, elysa, western bloth, PCR
Pemberian ARV pada ibu dan bayinya
Pengamatan HIV der III dan IV
Pengamatan komplikasi dan efek samping
Dukungan psikologi, gizi, mencegah diskriminasi& stigma

TI

T II

T III

3 bl

3 bl

3 bl

Bayi s/d umur 18 bulan


lahir
Catatan :
PCR bayi dapat dilakukan secepatnya, biaya mahal
Test imunologi sebaiknya dimulai setelah umur 3 bulan
Pemberian ARV bila CD4 </ 500 / mm3

18 bl

TERIMA KASIH
CUP-CUP SAYANG