Anda di halaman 1dari 31

Dr. Mohamad Fahmi Alatas, Sp.

P
Sabtu, 22 Februari 2014

Definisi

1
Asma

Asma adalah ....


Inflamasi (radang) kronik saluran napas yang melibatkan
banyak sel dan elemennya. Inflamasi kronik berhubungan dengan
hiperesponsif saluran napas yang menyebabkan timbulnya
gejala episodik berulang spt mengi, sesak napas, rasa berat di
dada dan batuk, terutama pada malam atau dini hari. Gejala
episodik ini berhubungan dengan obstruksi saluran napas
dengan derajat yang bervariasi dan dapat hilang spontan atau
dengan pengobatan.

1. Global Strategy for Asthma Management and Prevention, GINA Up Dated 2012, Page 16 Downloaded from www.ginasthma.org

www.medimoon.com

EPIDEMIOLOGI ASMA
Asma mengenai semua umur, lebih sering
pada usia anak dan dewasa muda

Prevalens asma bervariasi


Ada kecenderunghan peningkatan

prevalens asma
Prevalens asma di Indonesia sekitar 5 %

> 9%
6 - < 9%
3 - 6%

< 3%

ISAAC Steering Committee, Lancet 1998

Prevalens di seluruh
dunia 13-14 tahun

PATOFISIOLOGI ASMA
Inflamasi jalan
napas

Gangguan otot
polos

Infiltrasi / aktivasi sel

Bronkokonstriksi

Hipereaktivitas bronkus

inflamasi

Hipertrofi / hiperplasia

Edema mukosa

Pelepasan mediator inflamasi

Proliferasi sel

Proliferasi epitel

Gejala / Eksaserbasi

Faktor pencetus serangan asma

Debu rumah, tungau


Tepung sari bunga
Bulu binatang (kucing, anjing)
Makanan: susu, telur, ikan, tomat, dll
Infeksi: pilek, faringitis
Polusi udara, rokok
Spray: wangi-wangian, obat nyamuk
Ketegangan emosi dan kelelahan
Perubahan cuaca
dll
Gina_Pocket_April 2011. Page 7

Dampak Asma yang Umumnya


Disadari oleh pasien
Gejala yang mengganggu aktivitas
sehari-hari
Terbangun malam hari karena sesak
Mengantuk & lemas
Tidak bisa bekerja / belajar secara
optimal
Bolos kerja / sekolah

Gina Pocket Guide Updated Dec 2012. Page 7

Asma
Gejala akut asma:
sesak napas, mengi, batuk

Penyebab dasar asma:


peradangan

Obat Pelega
dipakai hanya pada saat
serangan
berfungsi melebarkan
saluran napas
pemakaian yang sering
asma tidak terkontrol

Obat Pengontrol
dipakai rutin setiap hari
berfungsi mengatasi
peradangan, mencegah/
mengurangi frekuensi
dan berat serangan

Gina Pocket Guide Updated 2012, page 5,13

Apa tujuan pengobatan asma ? 1


Mencapai dan Mempertahankan
Asma Terkontrol 1

Hidup bebas & normal


Tetap produktif

Seperti orang
bukan penderita
asma

1. Global Strategy for Asthma Management and Prevention, GINA Up Dated 2012, Page 44 Downloaded from www.ginasthma.org

Tingkatan Asma Terkontrol1


Karakteristik
Gejala siang hari

Terkontrol
(semua di bawah ini)

Tidak ada
( 2 kali / minggu)

Terkontrol sebagian
(muncul salah satu pada
minggu tertentu)

> 2 kali / minggu

Keterbatasan
aktivitas

Tidak ada

Ada

Gejala / terbangun
Malam hari

Tidak ada

Ada

Kebutuhan obat
pelega
Faal paru
(APE or VEP1)

Tidak ada
( 2 kali / minggu)

Normal

> 2 kali / minggu


< 80% prediksi atau
nilai terbaik pasien
tersebut

Tidak
terkontrol
3 atau lebih
fitur asma
terkontrol
sebagian
muncul pada
minggu
tertentu*
(kejadian
eksaserbasi pada
minggu manapun
akan dinilai sebagai
minggu asma tidak
terkontrol)

Penilaian resiko masa depan (resiko eksaserbasi, ketidak-stabilan, perburukan fungsi paru yang cepat, efek samping)
Resiko adverse event di masa depan akan meningkat pada pasien dengan fitur berikut ini :
Kontrol klinis yang jelek, eksaserbasi yang sering pada tahun yg lalu, pernah dirawat di ruang critical care karena asma, VEP1 rendah, paparan asap rokok, harus sudah memakai obat
dosis tinggi.
Tanpa pemakaian bronkodilator. Faal paru tidak berlaku bagi anak < 5 tahun
.

1. Global Strategy for Asthma Management and Prevention, GINA Up Dated 2012, Page. 66 Downloaded from www.ginasthma.org

Bagaimana cara mencapai


Asma Terkontrol?

Kenali dan hindari faktor pencetus


Ajak pasien untuk senantiasa berkonsultasi ke dokter

secara rutin. Jangan dilakukan hanya pada keadaan


gawat resiko dan biaya akan lebih besar
Pakailah obat secara teratur kegagalan pengobatan
umumnya karena ketidak-patuhan memakai obat
pengontrol
Cek status & perbaikan asmanya dengan

Pocket Guide for Asthma Management and Prevention, GINA Up Dated 2012, Page 12 Downloaded from www.ginasthma.org

www.asthmacontroltest.com

Mengapa pilih obat hirupan?


Dosis obat
Contoh :
salbutamol

Mula kerja obat


Kepraktisan

Efek samping
Harga

Obat minum
(tablet, sirup)

Obat inhalasi
(hirupan)

besar

kecil

2 mg

0,1 mg

> 30 menit

5 menit

kurang praktis

lebih praktis

lebih sering

minimal

Lebih mahal pada


pemakaian jangka
panjang

Lebih murah pada


pemakaian jangka
panjang

Eksaserbasi Asma
(serangan asma)
Suatu episode peningkatan sesak napas, batuk, mengi dan rasa tertekan di
dada atau kombinasi dari gejala-gejala tersebut yang terjadi secara progresif
dan cepat

Tujuan dari Penatalaksanaan


Eksaserbasi Asma (asma akut)
Membebaskan obstruksi saluran napas
dan hipoksemia secepat mungkin
Mencegah kekambuhan
Catatan: makin cepat pengobatan dimulai, makin mudah mengatasi serangan .
GINA Updated 2008

Pengobatan Utama untuk


Eksaserbasi Asma (asma akut)
Penggunaan berulang dari Beta 2agonis kerja singkat (SABA)

Menggunakan kortikosteroid lebih


awal (CS)
Oksigen
Ref : GINA Updated 2008

Asma Eksaserbasi
Beta 2-agonis

Kortikosteroid

Contoh obat :

2,5 mg Salbutamol BP

0,5 mg Fluticasone Propionate

dalam 2,5 ml larutan NaCl isotonik

dalam 2 ml NaCl isotonik

Manajemen Asma Terkontrol1


untuk anak berusia > 5 tahun, remaja dan orang dewasa

Terkontrol

KURANGI

Tingkatan Kontrol

Tidak terkontrol

Eksaserbasi

penurunan

tahap 1

Pertahankan
Pertimbangkan peningkatan dosis untuk

TAMBAHKAN

Terkontrol sebagian

Terapi

mencapai Kontrol
Tingkatkan dosis sampai terkontrol

Terapi sebagai eksaserbasi

peningkatan

Tahapan terapi
tahap 2

tahap 3

tahap 4

tahap 5

1. Global Strategy for Asthma Management and Prevention, GINA Up Dated 2012, Page 67 Downloaded from www.ginasthma.org

Manajemen berdasarkan Kontrol


untuk anak berusia > 5 tahun, remaja dan orang dewasa
Tahapan terapi

Penurunan

tahap 1

tahap 2

tahap 3

Peningkatan

tahap 4

tahap 5

Pendidikan Asma
Kontrol Lingkungan
2-agonis kerja cepat bila diperlukan

Pilihan Obat
Pengontrol
(controller)

Pilih salah satu

Pilih salah satu

Tambah satu atau


lebih

Tambah satu atau


keduanya

ICS dosis rendah

ICS dosis rendah +


LABA

ICS dosis sedang /


tinggi + LABA

steroid oral (dosis


terkecil)

Anti-leukotrien

ICS dosis sedang


atau tinggi

Anti-leukotrien

Terapi anti IgE

ICS dosis rendah +


anti- leukotrien

teofilin lepas
lambat

ICS dosis rendah +


teofilin lepas
lambat
1. Global Strategy for Asthma Management and Prevention, GINA Up Dated 2012, Page 67 Downloaded from www.ginasthma.org

Dengan SFC (SeretideTM )


7 dari 10 pasien asma dapat mencapai ASMA TERKONTROL
yang didefinisikan oleh guideline

Patients with a
well-controlled week (%)

SFC = Salmeterol & Fluticasone Combination , FP = Fluticasone Propionate

80

p<0.001
60
SFC (n=1709)

40

FP (n=1707)
Run-in
Phase I

20

Phase II

0
-4 0

8 12 10 20 24 28 32 36 40 44 48 52

Week of study

1. Bateman ED et al. Am J Respir Crit Care Med 2004; 170: 836844. Permission to be obtained

Kontrol asma dapat dicapai lebih cepat


dengan menggunakan SFC (SeretideTM )
dibandingkan ICS tunggal
SFC = Salmeterol & Fluticasone Combination
ICS = Inhaler Cortico Steroid
Probability of week with guidelinedefined control

1.0

Minggu 112 (stratum 2)

0.8

SFC

p=0.001
0.6

ICS (FP)

0.4

0.2
Week 7

Week 2

0
0

10

11

12

13

Week in which guideline-defined control status first achieved

1. Bateman ED et al. Am J Respir Crit Care Med 2004; 170: 836844. Permission to be obtained

SFC (SeretideTM ) memberikan kontrol asma dengan dosis steroid


yang lebih rendah
40

% patients achieving
achieving
patients
%Total
Control
Total Control

p<0.0001

30

500

20

250
High

10

Medium

100
100
Low

FP

SFC

n=577

n=583

FP 100 mcg b.d.


1. Bateman ED et al. Am J Respir Crit Care Med 2004; 170: 836844.

FP 250 mcg b.d.

FP 500 mcg b.d.

SFC (Seretide TM ) meningkatkan jumlah


hari bebas gejala

Weeks 152 adjusted


mean change (%)
Weeks 152 adjusted
mean change (%)

SFC
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0

FP

81.5
76.6

74.2

72.5

51.0

55.9

54.5

29.9

Stratum 1
Stratum 2
Stratum 3
(steroid nave) (low dose ICS) (moderate
dose ICS)
1. Woodcock AA et al. Primary Care Respir J 2007; 16: 155161.

Pooled strata data

SFC (SeretideTM) menurunkan angka


eksaserbasi secara signifikant
Mean exacerbation rate/patient/year

0.7
0.6

SFC
FP

0.5

p0.009

0.4
0.3

p0.009

p0.009

0.2
0.1
0
Steroid-nave

Low-dose ICS

Stratum
Bateman ED et al. Am J Respir Crit Care Med 2004; 170: 836844.

Moderate-dose
ICS

ASMA :
Jangan anggap enteng asma
Asma membatasi pasien melakukan aktivitas dan
mencapai kualitas hidup yang baik
Target pengobatan asma adalah TOTAL KONTROL
Kunci keberhasilan mencapai Total Kontrol adalah
kontrol ke dokter secara teratur dan pemakaian obat
pengontrol secara rutin
Total kontrol berarti kebebasan melakukan apapun
yang Anda inginkan!

Penanganan utama serangan asma yaitu: mengatasi


hipoksemia, mengatasi bronkokonstriksi dan
mencegah kekambuhan
Selain lebih aman dari steroid sistemik, steroid
inhalasi memberikan efikasi yang paling tidak
sebanding dengan steroid sistemik.

Berdasar studi GOAL, dibandingkan ICS monoterapi,


SFC memberikan kontrol asma yang optimal :
sebagian besar pemakai SFC dapat mencapai
asma kontrol
Kontrol dapat dicapai SFC dalam waktu yang
lebih cepat

Kontrol dapat dicapai SFC dengan dosis steroid


yang lebih rendah
SFC menurunkan jumlah eksaserbasi