Anda di halaman 1dari 21

Glaukoma Akut Ocular Dextra

Atikah Binti Su Azmi


102008241 B3
Blok 23 Sistem Pengindraan
Mahasiswa Kedokteran Fakultas Kristen Krida Wacana
Jalan Arjuna Utara no. 6, Jakarta Barat 11470

Skenario 3 :
Ny. T 63 tahun datang ke piloklinik dengan keluhan mata kanan terasa sangat sakit sejak
1 hari yang lalu disertai sakit kepala hebat, mual dan muntah. Penglihatan kedua-dua
mata tiba-tiba menjadi buram. Mata juga terlihat sangat merah dan mengeluarkan kotoran
bening encer . Pemeriksaan mata kanan : visus 1/300 proyeksi baik. Kongjungtiva
hiperemis , kornea keruh dan udem, tekanan intraokulkar (TIO) : N 3+ per palpasi. Mata
kiri : visus dengan pin hole : 6/6, TIO normal
BAB I
1.1 Pendahuluan
Glaukoma berasal dari bahasa Yunani glaukos yang berarti hijau kebiruan, yang
memberikan kesan warna tersebut pada pupil penderita glaucoma. Kelainan mata
glaucoma ditandai dengan meningkatnya tekanan bola mata, atrofi papil saraf optik dan
berkurangnya lapangan pandang.1
Penyakit yang ditandai dengan peninggian tekanan intraocular ini disebabkan oleh
bertambahnya produksi cairan mata oleh badan siliar dan berkurangnya pengeluaran
cairan mata di daerah sudut bilik mata atau di celah pupil. Pada glaukoma akan terdapat
melemahnya fungsi mata dengan terjadinya cacat lapangan pandang dan kerusakan

anatomi berupa ekskavasi serta degenerasi papil saraf optik, yang dapat berakhir dengan
kebutaan.
Glaukoma akut terjadi ketika sistem pengaliran cairan internal (humuor aquous)
di mata tiba-tiba terhambat, yaitu hambatan sistem trabekula oleh iris. Hal ini terjadi
akibat peninggian yang tiba-tiba dari tekanan bola mata sampai pada tingkat yang
berbahaya. Mata menjadi sangat sakit dan penglihatan sangat kabur. Mata menjadi merah
dan gejala mungkin sangat berat sampai menyebabkan mual dan muntah. Keadaan ini
dapat membuat kerusakan permanen pada penglihatan apabila tidak diobati.
Glaukoma adalah penyakit kedua tertinggi selepas katarak yang menyebabkan
kebutaan global dan penyebab irrevesibel hilangnya visual. Pada tahun 2002 sebanyak 37
juta orang buta di seluruh dunia dengan akuntansi glaukoma untuk 12,3% dari individu.
Pada tahun 2020 diperkirakan, nada hampir 80 juta orang di dunia dengan glaukoma
sudut terbuka dan sudut tertutup. Dari mereka dengan ACG, diperkirakan bahwa 70%
adalah wanita dan 87% orang asia akan terkena glaukoma. 1
BAB II
Isi
2.1 Anamnesis
Anamnesis adalah suatu teknik pemeriksaan yang dilakukan lewat suatu
percakapan antara seorang dokter dengan pasiennya secara langsung atau dengan orang
lain yang mengetahui tentang kondisi pasien, untuk mendapatkan data pasien beserta
permasalahan medisnya.
Terdapat 2 jenis anamnesis yang dapat dilakukan pada orang sakit yaitu
autoanamnesis dan aloanamnesis. Autoanamnesis adalah pengumpulan data- data diambil
langsung dari pasien. Hal ini kebiasaannya dilakukan pada pasien yang mampu untuk
berbicara dan dalam keadaan sadar. Pada aloanamnesis, data- data diambil dari pihak
kedua ataupun sumber lain yang atas sebab pasien tidak mampu berbicara seperti pasien
diluar kesedaran ataupun bayi.2,3

Anamnesis

Berapa lama mata tampak merah?

Adakah rasa tidak nyaman atau iritasi?

Apakah terasa nyeri? Apakah lebih buruk bila mata digerak-gerakkan? Adalah
nyeri kepala yang menyertai?

Adakah gangguan penglihatan?

Apakah mata terasa `lengket? Adakah eksudat?

Apakah mata terasa kering atau perih?

Adakah tanda sistemik ( misalnya demam, malaise, muntah, artralgia atau ruam)?

Adakah rasa gatal pada mata atau adakah variasi musiman?

Adakah fotobia?

Data yang perlu dikumpulkan pada anamnesis adalah:


1.

2.

Data pasien

Nama

Umur/ usia

Jenis kelamin

Alamat

Umur/ pendidikan/ pekerjaan orang tua

Agama dan suku bangsa2

Keluhan utama
a.
Mata kanan terasa sangat sakit sejak 1 hari yang lalu, disertai sakit kepala
b.

hebat, mual dan muntah.


Penglihatan kedua mata tiba- tiba menjadi buram. Mata kanan terlihat
merah dan mengeluarkan kotoran bening encer.

c.

Mata kanan visus menurun, konjungtiva hiperemis, kornea keruh dan

udem serta tekanan intraokuler (TIO) meningkat.


Mata kiri visus dengan pin hole: 6/6 dan TIO normal2
Riwayat penyakit sekarang
d.

3.

Cerita kronologis, rinci, jelas tentang keadaan pasien sebelum ada keluhan
sampai dibawa berobat

4.

5.

Riwayat penyakit dahulu


Adakah riwayat masalah mata sebelumnya?
Apakah pasien menggunakan lensa kontak?
Adakah riwatyat penyakit yang diketahui

sebelumnyas

sarkoid,

immunosupresi?
Riwayat penyakit keluarga2,3
Adakah riwayat keluarga glaukoma?

2.2 Pemeriksaan
Pengamatan atau pemeriksaan terhadap pasien dilakukan sejak pasien mulai
masuk ke dalam kamar pemeriksaan dokter. Pemeriksaan dibedakan dalam pengamatan
(dibimbing keluarga, masuk dengan memegang 1 sisi kepala atau mata berdarah),
pemeriksaan dan gejala penyakit atau kelainan.
2.2.1 Pemeriksaan Fisik
Seorang dokter mata (ophthalmologist) biasanya dapat mendeteksi orang- orang
yang berisiko untuk glaucoma sebelum terjadi kerusakan saraf. Pasien yang telah
mengalami kerusakan saraf atau kehilangan lapang pandang juga dapat dideteksi. Antara
tes- tes yang dapat dilakukan pada pasien yang di suspek galukoma antaranya adalah:2
a.
b.

c.

Tanda- tanda vital


Inspeksi2
Apakah kemerahan pada kedua mata atau salah satu mata ?
Apakah lokal atau menyeluruh?
Apakah eksudat?
Apakah ketajaman penglihatan normal?
Apakah pupil normal dan bereaksi terhadap cahaya?
Apakah gerak bola mata normal?
Palpasi1
Pada penyakit ini, dengan palpasi, bola mata pasien dirasakan sangkat
keras yang mana disebabkan tekanan okular yang sangat tinggi.

Pemeriksaan fisik mata yang didapati pada pasien


- Mata merah ( injeksi konjungtiva dan injeksi siliar)
- Kornea suram
- Pupil midriasis (kadang-kadang)
- Reaksi pupil melambat / (-)
- Bilik mata depan dangkal
- Pada perabaan : mata yg mengalami glaukoma terasa
lebih keras dibandingkan sebelahnya

Gambar 1 : Konjungtiva hiperemis pada pasien glaukoma


2.2.2 Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan fungsi mata
a. Tonometer
Menentukan tekanan

dalam

mata

dengan

mengukur

ketegasan

permukaannya. Beberapa jenis tonometer tersedia untuk tes ini dan yang
paling umum adalah applanation tonometer. Apabila mata sudah di
anestesikan, tonometerdi tempatkan pada permukaan atas mata. Ketegasan
permukaan maka yang tinggi memberikan bacaan tekanan yang tinggi.
Pemeriksaan TIO dengan alat, sebaiknya dilakukan pada setiap usia>20
tahun.1-3
Jenis pengukuran:
1. tonometer digital
2. tonometer schiotz : kelemahan melibatkan faktor kekakuan sclera
5

3. tonometer aplanasi
4. tonometer Mackay Marg
b.

Gonioskopi
Dilakukan dengan cara memberikan anestesi mata dan menempatkan suatu
lensa kontak yang special dengan mengandungi kaca di dalam mata. Kaca
itu membolehkan pengelihatan pada interior mata pada semua arah. Tujuan
tes ini adalah untuk menguji sudut drainase dengan menentukan sudut
terbuka atau sempit. Sudut yang sempit dapat menyebabkan penutupan
sudut yang merupakan ciri daripada glaukoma akut. Gonioskopi juga dapat
menentukan pembuluh darah yang abnormal yang menghalang pengaliran

keluar cairan mata.


c. Oftalmoskop
Suatu pemeriksaan dimana doktor menggunakan sebuah perangkat
genggam dan melihat pupil secara langsung di mata. Pemeriksaan ini
dilakukan untuk menilai saraf optik pada belakang mata. Kerusakan pada
saraf optik disebut cupping dari disk, dapat di deteksi dengan cara ini.
Warna saraf juga dapat dikenal pasti jika ada kerusakan saraf. Warna pucat
menyarankan kerusakan saraf dari aliran darah miskin atas TIO meningkat.
d. Perimeter/ Kampimeter
Peta budang visual adalah untuk mendeteksi tanda- tanda awal kerusakan
glaukoma ke saraf optic. Tes ini dilakukan secara mudah dengan cara pasian
memandang kehadapan dan sebelah mata di tutupi dan mencatatkan angka
yang ditunjuk pada pemeriksa. 1-3
PEMERIKSAAN KHUSUS UNTUK GLAUKOMA
1. Visus
2. Tonometri
3. Gonioskopi untuk melihat sudut bilik mata depan (BMD)
4. Oftalmoskopi untuk melihat warna papil dan lebar ekskavasi untuk mengetahui
CDR (Cup Disc Ratio)
Normal 0,3,
Glaukoma >0,5 = ekskavasio glaukomatosa

Glaukoma parah 0,9


5. Pemeriksaan lapang pandang dengan uji konfrontasi dan perimetri
6. Pemeriksaan slitlamp: evaluasi oftalmik
7. Tonografi
8. Tes provokasi
a.

sudut terbuka
tes minum air: penderita puasa 1 hari. Minum air 1 liter dalam 5 menit.
Ukur TIO tiap 15 menit selama 1,5 jam. Kenaikan tensi 8 mmHg lebih
dianggap glaukoma
pressure congestion test: tensimeter dipasang pada 50-60 mmHg
selama 1 menit. TIO diukur. Kenaikan 9 mmHg mencurigakan. 11
mmHg patologis
kombinasi a dan b
tes steroid. Diteteskan larutan dexamethason selama 2 minggu

b.

sudut tertutup: tes kamar gelam selam 1 jam, tes membaca, tes midriasis,
tes bersujud3,4

2.3 Epidemologi
Glaukoma kini menjadi ancaman kebutaan nomor dua setelah katarak, dengan
angka prevalensi 0,20 persen. Glaukoma biasanya terjadi pada mereka yang berusia di
atas 40 tahun. Ada beberapa faktor risiko yang mempermudah terjadinya glaukoma. Di
antaranya usia lanjut, mempunyai riwayat keluarga penderita glaukoma, rabun jauh
(myopia), rabun dekat (hipermetropia), tekanan darah tinggi, ras kulit hitam, diabetes
mellitus, sejarah TIO yang tinggi, penggunaan steroid dan adanya riwayat trauma mata.4
2.4 Etiologi
Glaukoma sering disebut sebagai the sneak thief of sight. Ini karena,
sebagaimana telah disebutkan dalam banyak kasus, TIO dapat membangun dan
menghancurkan penglihatan tanpa menyebabkan gejala yang jelas. Penyakit yang
ditandai dengan peninggian tekanan intraokuler ini disebabkan oleh bertambahnya

produksi cairan mata oleh badan ciliary atau berkurangnya pengeluaran cairan mata di
daerah sudut bilik mata atau di celah pupil.1,4
2.5 Patofisiologi
Korpus siliaris yang terletak dibelakang iris bertugas memproduksi cairan yang
disebut humour aquous. Cairan ini akan mengalir menuju lubang pupil dan akan
meninggalkan bola mata melalui saluran kecil menuju pembuluh darah. Dinamika
fisiologi normal ialah humor aquous akan mengalir lewat pupil masuk ke bilik mata
depan kemudian keluar melewati anyaman trabekula ke kanalis schlemn dan akhir sekali
ke vena episklera (rute konvensional). Pembuangan pula lewat pembuluh darah m. siliar
ke rongga suprasiliar/ suprakoroid ke pori-pori sclera dan berakhir di vena vortex.
Normalnya antara produksi humour aquous dan aliran keluarnya adalah seimbang.3,4

Gambar 2 : Aliran humor akues


Jika aliran keluarnya terhambat atau produksinya berlebihan, maka tekanan bola
mata akan meninggi. Cairan mata yang berada di belakang iris tidak dapat mengalir
melalui pupil sehingga mendorong iris ke depan, mencegah keluarnya cairan mata
melalui sudut bilik mata (mekanisme blokede pupil). Tekanan bola mata ini gunanya
untuk membentuk bola mata. Kalau tekanannya normal, berarti bola mata itu terbentuk
dengan baik. Kalau tekanannya terlalu tinggi, berarti bola mata itu menjadi keras seperti
kelereng. Akibatnya, akan menekan saraf mata ke belakang dan menekan saraf papil N II
dan serabut-serabut saraf N II. Saraf-saraf yang tertekan itu dan yang menekan saraf papil
II ini terjadi penggaungan.

Gambar 3 : Aliran humor akueus pada glaucoma sudut tertutup


Glaukoma terjadi ketika produksi dari cairan bola mata meningkat atau cairan
bola mata tidak mengalir dengan sempurna sehingga tekanan bola mata tinggi, serabutserabut saraf di dalam saraf mata menjadi terjepit dan mengalami kematian. Besarnya
kerusakan tergantung pada besarnya dan lamanya tekanan, maupun buruknya aliran darah
di saraf optik. Tekanan yang sangat tinggi akan menyebabkan kerusakan yang cepat,
sedangkan tekanan yang tidak tinggi akan menyebabkan kerusakan yang perlahan-lahan
dan akan menyebabkan kebutaan perlahan-lahan dan akan menyebabkan kebutaan
perlahan-lahan pula apabila tidak segera ditangani.
Banyak dari serangan ini terjadi di dalam ruang yang gelap, seperti gedung
bioskop. Hal ini disebabkan ruangan yang gelap menyebabkan pupil berdilatasi. Ketika
hal ini terjadi, ada kontak yang maksimum antara lensa dan iris, yang selanjutnya
menyebabkan menyempitnya sudut antara iris dan kornea, sehingga merangsang
terjadinya serangan. Pupil juga membesar ketika kita senang atau cemas. Akibatnya
banyak serangan glaukoma akut terjadi akibat suatu stress. Beberapa macam obat juga
dapat menyebabkan pembesaran dari pupil sehingga dapat menyebabkan glaukoma.
Obat-obat tersebut antara lain anti depressan, obat anti alergi, dan beberapa obat anti
muntah.1,4,5

Gambar rajah 1 : Patofisiologi galukoma akut

Gejala Klinik Penyakit Glaukoma Akut


Tanda-tanda glaukoma sendiri, secara klinis tergantung dari jenis glaukomanya
sendiri. Bilamana terjadi serangan akut atau subakut seperti yang dikeluhkan pasien
tersebut di atas pertolongan harus segera diberikan dalam beberapa jam, karena tekanan

10

bola mata yang tinggi akan menekan struktur anatomi mata yang lemah seperti saraf
penglihatan (papil nervus optikus) dengan segala akibatnya. Ini yang hampir selalu tidak
dimengerti oleh penderita dan dianggap seperti keluhan sakit mata merah biasa.1,4,6,7
Berikut beberapa gejala yang dikeluhkan pasien :
-

Mata mendadak terasa nyeri dan merah mendadak.

mata merah hiperemi konjungtiva dan siliar

Kelopak mata bengkak.

Edema kornea

Penglihatan terganggu bahkan sampai tidak dapat melihat. Mata sangat kabur,
melihat halo dan visus menurun

Terkadang disertai mual, muntah.

Terlihat gambaran pelangi sewaktu melihat bola lampu.

Kerusakan pada saraf optik dapat terjadi dengan cepat dan menyebabkan
gangguan penglihatan yang permanen.

Bradikardi akibat refleks okulokardiak.

COA sangat dangkal

Pupil lebar lonjong, refleks cahaya (-)

TIO sangat tinggi (tonometri)

Sudut bilik mata depan tertutup (gonioskopi)

Trias Glaukoma Akut


-

hiperemis unilateral

pupil midriasis non reaktif

11

palpasi bola mata keras seperti batu

Stadium glaukoma

Keluhan

Prodormal

Akut

Nyeri mata(+/-)

Mata cekot-cekot, Penglihatan (-)


mata merah, mual
muntah

Penglihatan kabur

Absolut

Degeneratif
Mata sangat sakit

Melihat halo
Pemeriksaan Palpebra edema,
Visus
menurun,
fisik
konjungtiva mixed TIO meningkat
injeksi, edema
kornea, BMD
dangkal, pupil
midriasis

Visus 0, mata
keras seperti batu,
pupil
midriasis,
iris atrofi

Terapi

Enukleasi bulbi

Iridektomi

Medikamentosa,
bedah

Kornea
keratopati,
katarak,
bulbi

bula
lensa
atrofi

Tabel 1 : Sradium galukoma


2.6 Working Diagnosis
Glaukoma adalah penyakit yang disebabkan oleh peningkatan TIO yang
dihasilkan dari kelainan atau kerosakan struktur drainase mata. Jika tidak diobati, TIO
akan meninggi dan menybabkan kerusakan permanen pada saraf optic dan serat retina
yang mengakibatkan hilangnya penglihatan seseorang itu secara permanen. Namun, jika
ia dapat dideteksi sedininya, kerosakan saraf bisa tidak merosak secara progresif bahkan
bisa juga dapat menghentikan perkembangan penyakit tersebut.1,6

Gambar 4 : Keadaan mata pada pasien glaukoma

12

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan mata yang


dilakukan. Pemeriksaan mata dapat digunakan untuk mendiagnosis glaukoma.
Bagaimanapun, memeriksa tekanan intraokuler saja (tonometri) adalah tidak cukup sebab
tekanan bola mata sering berubah. Pemeriksaan ke dalam bola mata adalah dengan
melihat melalui pupil, kadang pengguanaan obat tetes untuk dilatasi pupil diperlukan.
Biasanya pemeriksaan mata yang lengkap diperlukan. Pemeriksaan tersebut meliputi:3,4
Pemeriksaan refleks pupil
Tampak pupil midilatasi, mengkerut, bahkan kadang irregular.
Pemeriksaan tekanan intraocular dengan tonometry
Terjadi peningkatan tekanan intraokuler. Dijelaskan bila tekanan bola mata sudah
di atas 20 mmHg kemungkinan orang tersebut menderita glaukoma. Adakalanya
orang tidak menyadari kalau salah satu dari matanya terkena glaukoma dan baru
diketahui ketika kedua mata sudah terkena glaukoma.
Slit lamp
Peninggian tekanan intraokuler sampai ke level yang tinggi menyebabkan edema
epitel kornea, yang memberi gejala pada penglihatan. Selain itu juga dapat terlihat
kongesti episklera dan pembuluh darah konjungtiva, juga bilik mata depan ,BMD
dangkal yang kadang memperlihatkan beberapa sel aquous juga kadang terlihat
sinekia posterior.
Pemeriksaan ketajaman penglihatan
Tajam penglihatan sangat menurun dan pasien terlihat sakit berat.
Pemeriksaan lapangan pandang
Penglihatannya seperti melihat dari lubang kunci. Penglihatan sentralnya bisa
melihat, tetapi pinggir-pinggirnya tidak dapat melihat.
Pemeriksaan retina dan saraf optik
Fungsi saraf mata normal umumnya akan meneruskan bayangan yang kita lihat ke
otak. Di otak, bayangan tersebut akan bergabung di pusat penglihatan dan
membentuk suatu benda (vision). Yang terjadi pada penderita glaukoma adalah
kerusakan serabut saraf mata dan menyebabkan daerah tidak melihat (titik buta).
Saraf optik dapat membengkak selama serangan akut.
Gonioscopy

13

Pemeriksaan rutin menggunakan gonioskopi dapat memprediksikan kemungkinan


terjadinya serangan akut. Suatu lensa yang khusus yang berisi suatu cermin
ditempatkan di depan mata dan lebar sudut dapat terlihat secara visual. Pasien
dengan sudut yang sempit dapat diperingatkan tentang gejala awal penyakit ini,
sehingga mereka dapat mencari perawatan yang segera bila tanda tersebut
muncul.1,3
2.7 Differential Diagnosis
Iritis akut
Iritis adalah peradangan sebagian besar terletak di iris mata. Sebab peradangan
tidak diketahui secara spesifiknya akan tetapi kemungkinan besar akibat trauma. Nontraumatik iritis sering dikaitkan dengan penyakit sistemik. Apabila iris mengalami
peradangan, sel darah putih akan berkumpul di bagian ruang depan mata yang di mana
apabila diamati pada pemeriksaan lampu celah akan terjadinya konveksi dari humor
aqueous.
Iritis biasanya terjadi dengan cepat dan terkena pada sebelah mata pada 1 masa.
Iritis terbagi menjadi dua yaitu akut dan kronik. Iris akut dapat menyembuh dengan baik
dan cepat apabila diberi pengobatan. Iritis kronik tidak memberi respon yang baik pada
pengobatan dan mengambil masa bulanan malahan tahunan untuk menyembuh. Iritis
kronik dapat menyebabkan kerosakan penglihatan yang kronik jika tidak ditangani oleh
spesialis iritis .Antara symptom yang dialami pasien adalah:1,8,9
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Sakit di bagian dalam mata ataupun sekeliling mata


Fotofobia
Mata merah di sekeliling iris
Saiz pupil tidak sama
Blurry/ cloudy vision
Nyeri kepala

Konjungtivitis akut
Konjungtivitis adalah pembengkakan (inflamasi) atau infeksi pada selaput yang
melapisi kelopak mata. Konjungtivitis biasanya disebabkan oleh paparan konjungtiva

14

pada bakteri dan penyebab iritasi yang lain. Air mata adalah suatu pertahanan kepada
konjungtiva dengan cara mengeluarkan bakteri yang memasuki mata. Air mata juga
mempunya suatu enzim yang dapat membunuh bakteria. Antara sebab- sebab
konjungtivitis adalah:1
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Alergi
Bacteria
Penyakit tertentu
Paparan kimia
Klamidia
Jamur
Parasit
Penggunaan lensa kontak.

Antara simptom pada konjungtivitis adalah


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Penglihatan buram
Nyeri mata
Peningkatan pengeluaran air mata
Mata gatal
Fotofobia
Mata merah

2.8 Penatalaksaaan
Tujuan penanganan adalah untuk mengurangi tekanan intraokuler. Keadaan ini
merupakan suatu kedaruratan medis. Apabila cepat didiagnosa dan cepat ditangani
dengan tepat kemungkinan penglihatan dapat kembali membaik. Menunda-nunda
pengobatan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan yang permanen.
2.8.1 Medika mentosa
Suatu serangan yang akut dapat dihentikan melalui kombinasi obat tetes mata
yang dapat mengurangi dilatasi pupil dan obat yang mampu mengurangi produksi
humuor aquous. Tekanan harus dikurangi pada awalnya dengan mengurangi jumlah
cairan yang diproduksi oleh mata. Hal ini dapat dilakukan dengan menyuntikkan

15

Acetazolamide secara intravena. Obat tetes juga digunakan untuk mengurangi ukuran
dari pupil.
Agen antikolinergik misalnya pilocarpin 1-2% dapat menginduksi terjadinya
miosis. Penggunaan miotikum kuat harus dihindari karena dapat menyebabkan kongesti
vaskular yang dapat memperberat sumbatan aliran. Anastesi retrobulbar xilocain 2%
dapat mengurangi produksi humour aquous selain mengurasngi rasa sakit.
Hanya pembedahan yang dapat mengobati glaucoma akut kongestif. Tindakan
pembedahan harus dilakukan pada mata dengan glaucoma sudut sempit karena serangan
akan berulang lagi suatu saat. Bila baru terjadi gejala prodromal saja maka tindakan
pembedahan cukup dengan iridektomi saja.
Bila tekanan dalam bola mata telah turun dalam batas yang aman, maka dokter
dapat melakukan suatu laser iridotomi. Laser iridotomy adalah suatu prosedur yang
dilakukan dimana sinar laser digunakan untuk membuka iris. Hal Ini memungkinkan
cairan aquous mengalir dengan bebas. Obat tetes akan digunakan untuk menganastesi
mata, sehingga tidak terasa sakit. Prosedur ini secara keseluruhan membutuhkan waktu
kurang dari tigapuluh menit.
Penanganan tersebut biasanya berhasil menurunkan tekanan ke tingkat yang
aman.namun karena serangan yang kuat ini telah mempengaruhi aliran aquous yang
normal, maka pengunaan obat tetes jangka panjang kadang diperlukan. Pada umumnya
operasi untuk mengurangi tekanan secara permanent sangat diperlukan, yaitu dengan
membuat lubang terbuka kecil pada mata. Operasi ini disebut dengan trabekulektomi.
Iridektomi perifer digunakan untuk membuat saluran dari bilik mata belakang dan
depan karena telah terdapat hambatan dalam pengaliran humor akueus. Hal ini hanya
dapat dilakukan jika sudut yang tertutup sebanyak 50%. Trabekulotomi (Bedah
drainase). Dilakukan jika sudut yang tertutup lebih dari 50% atau gagal dengan
iridektomi.

16

Gambar 5 : Aliran humor aqous setelah dilakukan pembedahan


TIO meningkat akut/kronis

Tetes mata pilokarpin 2% tiap beberapa menit

Tidak terkontrol

terkontrol

Teteskan mata apraklonidin 0.5%

teruskan obat

+ tetaskan mata beta bloker


+teteskan inhibitor karbonik anhidrase/dorsolamid

TIO terkontrol

TIO tidak terkontrol

Teruskan

iridektomi laser

TIO tidak terkontrol operasi filter glaukoma


Gambar rajah 2 : Penatalaksanaan bagi glaukoma akut
2.8.2 Non medika mentosa
Pertimbangan khusus harus dilakukan pada pasien glaukoma untuk mengelakkan tekanan
menjadi lebih tinggi dan mengelakkan mata daripada kebutaan :
17

Pada pasien glaukoma, kepatuhan menggunakan obat harus diteliti dan dipantau
dengan baik untuk mencegah peningkatan TIO yang mengakibat perubahan disk
dan kehilangan penglihatan.

Untuk pasien dengan glaukoma sudut sempit, obat-obatan yang diberikan harus
diberikanmengikut resep dokter dan harus mempersiapkan diri secara fisik dan
psikologi untuk melakukan laser iridotomi atau pembedahan bila TIO kembali
stabil.

Perawatan pascaoperasi iridektomi perifer

setelah cycloplegic termasuk obat

tetes untuk mengendurkan otot silia dan mengurangi peradangan sehingga dapat
mencegah perlengketan.

Mendorong ambulasi segera setelah operasi

Setelah penyaring pembedahan, perawatan pascaoperasi seperti pelebaran pupil


dan penggunanaan steroid topikal dilakukan untuk mengistirihatkan pupil.

Skrinning glukoma dilakukan untuk deteksi dini dan pencegahan terutama pada
yang berusia 35 tahun ke atas yang memiliki sejarah keluarga glaukoma.

Pada pasien glaukoma sudut sempit :

Emosi ( binggung dan takut ) dapat menimbulkan serangan akut

Membaca dekat yang megakibatkan miosis atau pupil kecil akan menimbulkan
serangan pada galukoma dengan blok pupil

Pemakaian simtomatik yang melebarkan pupil berbahaya

Sudut sempit dengan hipermetropia dan bilik mata dangkal berbahaya memakai
obat antihistamin dan antispasme

2.9 Komplikasi
Komplikasi glaukoma akut kongestif:4

18

Kerusakan saraf optik hasil daripada internal tekanan tinggi

Kebutaan

Kecelakaan saraf motor menyebabkan hilangnya penglihatan perifer

Kehilangan penglihatan tepi/perifer

Kerusakan saraf optik

Progresif trabecular disfungsi

Hipertensi okular

Glaukoma optik neuropati

kerusakan tetap pada saraf optik dan kehilangan penglihatan lapangan resultan

Sinelia anterior perifer iaitu iris perifer melekat pada jalinan trabekel dan
menghambat aliran mata keluar.

Katarak komplikata. Lensa kadang-kadang melekat membengkak dan bias


menjadi katarak . lensa yang membengkak mendorong iris lebih jauh kedepan
yang akan menambah hambatan pupil dan pada gilirannya akan menambah
derajat hambatan sudut.

Atrofi retina dan saraf optik. Daya tahan unsur-unsur saraf mata terhadap tekanan
intraokular yang tinggi adalah buruk. Terjadi gaung glaucoma pada pupil optik
dan atrofi retina terutama pada lapisan sel-sel ganglion.

Glaucoma absolute merupakan glaucoma akhir daripada semua macam glaucoma


merupakan glaucoma yang terbegkalai sampai buta total. Mata keras seperti batu
karena tekanan ocular yang sangat tinggi, buta dan sering sakit sekali.

19

Gambar 6 : Tekanan yang tinggi akan merusakkan saraf optikus pada mata
2.10 Prognosis
Perawatan dan diagnosa yang cepat dari suatu serangan adalah kunci untuk
mempertahankan penglihatan. Apabila proses penyakit terseteksi dini sebahagia besar
penyakit glaukoma dapat ditangani dengan baik. Mata yang tidak ditangani, memiliki
kemungkinan 40-80% untuk mengalami serangan akut pada 5-10 tahun ke depan. 4
2.11 Pencegahan
Orang-Orang yang beresiko tinggi untuk glaukoma akut bisa memilih untuk
melakukan iridotomy sebelumnya. Pasien yang mempunyai riwayat serangan akut
sebelumnya bisa melakukan prosedur ini untuk mencegah kekambuhan.3
BAB III
3.1 Kesimpulan
Glaukoma akut merupakan salah satu penyakit mata yang disebabkan oleh
tekanan intraokular yang mana penyakit ini boleh timbul secara mendadak dan menyebab
gejala yang hebat dan khas seperti sakit yang sangat hebat, pusing kadang-kadang
muntah, mata merah dan boleh menyebabkan banyak kompliksi jika tidak dideteksi dini
dan perawatan yang baik dilakukan. Dengan demikian, kesadaran dan deteksi dini
glaukoma sangat penting katena penyakit ini berhasil apabila diobati saat awal diagnosis

20

3.2 Daftar Pustaka


1. Prof. Dr. H. Sidarta Ilyas,SpM . Ilmu Penyakit Mata. Edisi 3. Penerbit Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia, 2010 ; p167-172,212-216
2. Jonatahan Gleadle.At a glance Aanamnesis Dan Pemeriksan Fisik.Penerbit
Erlangga Agustus, 2005; p 94
3. Mohlan H. Delf. , Robert T. Manning . Major Diagnosis Fisik. Edisi 9. Penerbit
Buku Kedokteran EGC,2000 ; p 221-5
4. Lippincott Williams and Wilkins. Professional Guide to Diseases. . Springhouse
8th edition., 2005; p 684-7
5. Braunwald, Fauci, Kasper, Hauser, Longo, Jameson. Harrisons Prinsip-prinsip
Ilmu Penyakit Dalam . Edisi 13. Penerbit Buku Kedokteran EGC vol. 1; h 125
6. Noecker J Robert. Glaucoma, Angle-closure , Acute diunduh dari
http://emedicine.medscape.com/article/1206956-overview, 19 Mac 2011
7. Narrow Angle Glaucoma and Acute Angle Closure Glaucoma dinunduh dari
http://www.mdeyedocs.com/edcacuteglaucoma.htm, 19 Mac 2011
8. Manefestasi Iritis, diunduh dari
http://www.emedicinehealth.com/iritis/page3_em.htm#Iritis Symptoms, 22 Mac
2011
9. Iritis diunduh dari http://www.iritis.org/symptoms.php, 22 Mac 2011

21