Anda di halaman 1dari 3

Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh
virus dengue yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti betina lewat air liur gigitan saat
menghisap darah manusia. Vektor yang berperan dalam penularan penyakit ini adalah
nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
Selama nyamuk aides aigypti tidak terkontaminasi virus dengue maka gigitan nyamuk
dbd tersebut tidak berbahaya. Jika nyamuk tersebut menghisap darah penderita DBD maka
nyamuk menjadi berbahaya karena bisa menularkan virus dengue yang mematikan. Untuk itu
perlu pengendalian nyamuk jenis aedes aegypti agar virus dengue tidak menular dari orang
yang satu ke orang yang lain.

Ciri-Ciri Nyamuk DBD:


1. Hidup di dalam ruangan, tempat genangan air dan kumuh.
2. Sulit untuk ditangkap karena mereka bergerak sangat cepat, melesat maju mundur.
3. Mereka menggigit pada pagi atau siang hari.
4. Bersembunyi di bawah perabot dan sering menggigit orang di sekitar kaki atau

pergelangan kaki.
5. Gigitan relatif tidak sakit, sehingga orang mungkin tidak melihat mereka sedang

tergigit.

Apa saja gejala DBD ?


Berikut ini adalah gejala Orang Yang Terserang penyakit DBD yang bisa kita kenali
sejak dini :
1. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 - 40 derajat Celsius).
2. Pada pemeriksaan uji torniquet, tampak adanya jentik (puspura) perdarahan.
3. Adanya bentuk perdarahan dikelopak mata bagian dalam (konjungtiva), Mimisan
(Epitaksis), Buang air besar dengan kotoran (Peaces) berupa lendir bercampur darah
(Melena), dan lain-lainnya.
4. Terjadi pembesaran hati (Hepatomegali).
5. Tekanan darah menurun sehingga menyebabkan syok.
6. Pada pemeriksaan laboratorium (darah) hari ke 3 - 7 terjadi penurunan trombosit
dibawah 100.000 /mm3 (Trombositopeni), terjadi peningkatan nilai Hematokrit diatas
20% dari nilai normal (Hemokonsentrasi).
7. Timbulnya beberapa gejala klinik yang menyertai seperti mual, muntah, penurunan
nafsu makan (anoreksia), sakit perut, diare, menggigil, kejang dan sakit kepala.
8. Mengalami perdarahan pada hidung (mimisan) dan gusi.
9. Demam yang dirasakan penderita menyebabkan keluhan sakit pada persendian.
10. Munculnya bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.
11. Pegal.

Bagaimana mencegah Pencegahan DBD ?


Beberapa cara dibawah ini pencegahan DBD :
1. Melakukan kebiasaan baik, seperti makan makanan bergizi, rutinolahraga, dan istirahat
yang cukup.
2. Memasuki masa pancaroba, perhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal dan
melakukan 3M, yaitu menguras bak mandi, menutup wadah yang dapat menampung air,
dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi sarang perkembangan jentikjentik nyamuk, meski pun dalam hal mengubur barang-barang bekas tidak baik, karena
dapat menyebabkan polusi tanah. Akan lebih baik bila barang-barang bekas tersebut
didaur-ulang.

3. Fogging atau pengasapan hanya akan mematikan nyamuk dewasa, sedangkan


bubuk abate akan mematikan jentik pada air. Keduanya harus dilakukan untuk
memutuskan rantai perkembangbiakan nyamuk.
4. Segera berikan obat penurun panas untuk demam apabila penderita
mengalami demam atau panas tinggi

Bagaimana Pertolongan Pertama Penderita DBD?


Dalam menangani kasus demam berdarah hanya perlu bermain dengan cairan, saat
terjadi kebocoran harus banyak minum, tapi saat kebocorannya sudah selesai maka dalam
waktu 224 jam asupan cairan harus dikurangi.
Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama
terhadap penderita demam berdarah yaitu:
1. Memberikan minum sebanyak mungkin.
2. Kompres agar panasnya turun.
3. Memberikan obat penurun panas.
4. Jika dalam waktu 3 hari demam tidak turun atau malah naik segera bawa ke rumah sakit
atau puskesmas.
5. Jika tidak bisa minum atau muntah terus menerus, kondiai bertambah parah, kesadaran
menurun atau hilang maka harus dirawat di rumah sakit.