Anda di halaman 1dari 3

Laboratorium adalah sarana kesehatan yang melaksanakan pengukuran, penetapan

dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia atau bahan bukan berasal
dari untuk penentuan jenis penyakit, kondisi kesehatan atau faktor yang dapat
berpengaruh pada kesehatan perorangan dan masyarakat.
Sebagai bagian yang integral dari pelayanan kesehatan, pelayanan laboratorium
sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan berbagai program dan upaya kesehatan, dan
dimanfaatkan untuk keperluan penegakan diagnosis, pemberian pengobatan dan
evaluasi hasil pengobatan serta pengambilan keputusan lainnya.
Mutu pelayanan di laboratorium berkaitan dengan data hasil uji analisa
laboratorium. Laboratorium dikatakan bermutu tinggi apabila data hasil uji
laboratorium tersebut dapat memuaskan pelanggan dengan memperhatikan aspekaspek teknis seperti precision and accuracy atau ketepatan dan ketelitian yang
tinggi dapat dicapai dan data tersebut harus terdokumentasi dengan baik sehingga
dapat dipertahankan secara ilmiah.
Untuk mencapai mutu hasil laboratorium yang memiliki ketepatan dan ketelitian
tinggi maka seluruh metode dan prosedur operasional laboratorium harus terpadu
mulai dari perencanaan, pengambilan contoh uji, penanganan, pengujian sampai
pemberian laporan hasil uji laboratorium ke pelanggan. Mutu suatu produk atau
jasa bukan hanya penting bagi pemakai namun juga bagi pemasok. Pada pelayanan
jasa laboratorium kesehatan rendahnya mutu hasil pemeriksaan pada akhirnya
akan menimbulkan penambahan biaya untuk kegiatan pengerjaan ulang dan klaim
dari jasa pelanggan. Untuk menanggulangi biaya kompensasi yang berasal dari
rendahnya mutu hasil pemeriksaan laboratorium tersebut diperlukan suatu usaha
peningkatan mutu.
Mutu adalah mendapatkan hasil yang benar secara langsung setiap saat dan tepat
waktu, menggunakan sumber daya yang efektif dan efisien. Ini penting dalam
semua tahap proses, mulai dari penerimaan sampel hingga pelaporan hasl uji.
Pemantapan mutu merupakan suatu upaya untuk meminimalkan atau pencegahan
kesalahan semaksimal mungkin mulai dari kesalahan pra analitik, analitik dan
pasca analitik (Depkes, 1997)
Mutu suatu output laboratorium bergantung dari beberapa faktor. Yang paling
mendasar adalah pelaksanaan dan pemeliharaan sistem Manajemen Mutu didalam
suatu laboratorium. Secara singkat dapat dikatakan bahwa sistem Manajemen
Mutu yang terdapat dalam suatu laboratorium disebut sebagai Praktek
Laboratorium yang Benar (GLP = Good Laboratory Practise).
GLP adalah ungkapan yang diberikan kepada sistem mutu laboratorium yang

mencakup proses organisasi dan kondisi-kondisi laboratorium guna menjamin agar


tugas-tugas analisis direncanakan, dilakukan, dimonitor, direkam, disimpan dan
dilaporkan dengan benar.
Hal-hal yang perlu dilakukan agar mutu suatu laboratorium tetap baik dengan cara
mempertahankan mutu itu agar tidak bergeser atau berubah. Untuk itu maka perlu
dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Mengerjakan proses / prosedur sesuai standar yang telah ditentukan
2. Melaksanakan dan mengevaluasi program QC
3. Preventive maintenance dilakukan secara konsisten dan terjadwal
4. Kalibrasi alat / analyzer mengacu pada standar internasional
Pemantapan mutu laboratorium adalah segala usaha yang dituangkan dalam suatu
prosedur yang dirancang untuk memantau penampilan suatu laboratorium. Adanya
banyak faktor yang perlu diamati atau diawasi karena kemungkinan terjadi
penyimpangan, menuntut digunakannya bermacam-macam teknik pengontrolan
supaya didapat suatu sistem yang efektif.
Suatu sistem pengontrolan tidak mungkin sepenuhnya sesuai untuk seluruh
laboratorium. Oleh karena itu masing-masing laboratorium harus memilih dan
menetapkan sistem pengontrolan yang sesuai untuk masing-masing
laboratoriumnya.
Secara umum pemantapan mutu terbagi atas, yaitu :
1. Pemantapan Mutu Internal
Suatu sistem pengontrolan yang dilaksanakan oleh laboratorium sendiri untuk
memantau dan mengendalikan mutu hasil pemeriksaan setiap hari.
1. Pemantapan Mutu Internal
Pemantapan Mutu Internal adalah kegiatan pencegahan dan
pengawasan
yang
dilaksanakan
oleh
masing-masing
laboratorium secara terus menerus untuk menjamin kualitas
hasil pemeriksaan.
Pemantapan Mutu Internal telah dilaksanakan secara rutin di
seluruh ruang lingkup pemeriksaan/pengujian pada masingmasing
Instalasi
(Patologi,
Imunologi,
Mikrobiologi,
Bakteriologi Sanitasi, Virologi, Kimia Kesehatan dan Media
Reagensia).

2. Pemantapan Mutu Eksternal


Suatu sistem pengontrolan yang dilaksanakan oleh pihak lain yang umumnya
adalah pihak pengawas pemerintah atau profesi.

2. Pemantapan Mutu Eksternal ( PME )


Pemantapan
Mutu
Eksternal
adalah
kegiatan
yang
diselenggarakan secara periodik oleh pihak lain diluar
laboratorium yang bersangkutan untuk memantau dan
menilai penampilan suatu laboratorium dalam pemeriksaan
tertentu.
Penyelenggaraan kegiatan Pemantapan Mutu Eksternal
dilaksanakan
oleh
pihak
pemerintah,
swasta
atau
internasional.
BBLK Surabaya selain berperan sebagai penyelenggara juga
sebagai peserta dalam kegiatan Pemantapan Mutu Eksternal.

http://arieinfoinworld.wordpress.com/2012/10/22/pemantapan-mutu-laboratoriumkesehatan/
http://www.abclab.co.id/?page_id=209
http://bblksurabaya.com/pelayanan/pemantapan-mutu
https://id.scribd.com/doc/95125717/Pronas-Pemantapan-Mutu-Eks-HematologiPnpmeh
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/142/jtptunimus-gdl-rrdewiretn-7089-2babipe-n.pdf
http://junikomang.blogspot.com/2011/09/pemantapan-mutu-laboratoriumrsdu.html