Anda di halaman 1dari 1

Darah merupakan komponen esensial makhluk hidup yang merupakan bagian

terpenting dalam system transport. Dalam keadaan fisiologik, darah


selalu ada dalam pembuluh darah sehingga dapat menjalankan fungsinya
sebagai: pembawa oksigen(oksigen carrier), mekanisme pertahanan tubuh
terhadap infeksi dan mekanisme hemostatis. Darah terdiri atas dua
komponen utama yaitu plasma darah yang merupakan bagian cair darah yang
sebagian besar terdiri atas air, elektrolit dan protein darah,
sedangkankan butir darah (blood corpuscles) terdiri atas eritrosit,
leukosit dan trombosit.
Pada pembentukan eritrosit yang melalui tahapan sebagai berikut
eritroblast, basophilic normoblas, policromatofilik normoblast,
asidofilik normoblas, retikulosit dan eritrosit. Namun hanya retikulosit
yang ditemukan pada darah tepi pada keadaan normal. Sedangkan pada
pembentukan leukosit (jalur mieloid) pada awalnya mieloblast menjadi
progranulosit (neutrofil), eosinofil maupun basofil selanjutnya menjadi
promielosit kemudian menjadi metamielosit. Semua aktifitas ini secara
normal dijumpai dalam sumsum tulang dan pada perkembangan di darah tepi
akna menjadi stab/band serta segmen. Sedangkan trombosit terbentuk dari
pecahan sitoplasma megakarioblast (Anonim, 2010).
http://yullyanalis.wordpress.com/2013/06/28/hitung-jenis-leukositdifferential-count-dan-evaluasi-hapusan-darah-tepi-hdt/