Anda di halaman 1dari 20

4.1.

KOMPONEN-KOMPONEN DASAR TEKNOLOGI


UNESCAP : Teknologi dalam konteks
produksi, kombinasi dari 4 komponen dasar
Informasi (fact)
Organisasi
(frame works)

Fasilitas rekayasa
(Facilities)

Kemampuan insani (ability)


Dalam proses transformasi keempat
komponen diperlukan secara simultan

Technoware object-embodied technology (tools, equipments, machines


Vehicles, physycal infrastructure)

Fasilitas rekayasa (Facilities)


Kemampuan insani
(ability)

Informasi (fact)
Organisasi (frame works)

Humanware
Person-embodied
Technology
(knowledge, skills,
wisdom, creativity,
experience)

Organware
Institution-embodied
Technology
(management practises,linkage,
Organizational arrangements)

Infoware
Document-embodied
Technology
(proceses, specifications,
observation, relationship

Variasi tingkat sofistifikasi masing-masing


komponen
a. Kompleksitas operasi meningkat sofistikasi untuk
mengembangkan dan menggunakan technoware lebih tinggi
No.
1.

Klasifikasi Umum
Manual Facilities (mis. Kunci pas)

2.
3.
4.

Powered Facilities (bor listrik portabel)


General Purpose Facilities (mesin bubut)
Special Purpose Facilities (mesin tenun)

5.

Automatic Facilities (automotive transfer machine tool)

6.
7.

Computerized Facilities (CNC)


Integrated Facilities (robot)

b. Tingkat sotisfikasi technoware bervariasi sofistikasi


humanware berbeda
No.

Klasifikasi Umum

1.
2.
3.

Kemampuan melakukan operasi


Kemampuan melakukan set up
Kemampuan memperbaiki

4.

Kemampuan mereproduksi

5.

Kemampuan melakukan adaptasi

6.
7.

Kemampuan melakukan improvisasi


Kemampuan melakukan inovasi

c. Sofistifikasi technoware dan humanware meningkat


sofistikasi infoware meningkat
No.

Klasifikasi Umum

1.
2.
3.

Informasi pengenalan (famillarizing facts)


Informasi penggambaran (describing facts)
Informasi pemilihan (Specifying facts)

4.

Informasi penggunaan (utilizing facts)

5.

Informasi pemahaman (comprehending facts)

6.
7.

Informasi perbaikan (generalizing facts)


Informasi penilaian (assesing facts)

d. Peningkatan jumlah dan ruang lingkup operasi dalam kegiatan


transformasi fungsi-fungsi manajemen akan semakin
kompleks
No.

Klasifikasi Umum

1.
2.
3.
4.

Kerangka kerja perjuangan (striving framework)


Kerangka kerja penggabungan (tie-up framework)
Kerangka kerja perlindungan (protecting framework)
Kerangka kerja pemantapan (stabilizing framework)

5.

Kerangka kerja pencarian peluang (prospecting frame


work)
Kerangka kerja kepemimpinan (leading frame work)

6.

4.2. PENILAIAN KECANGGIHAN TEKNOLOGI


Penentuan kecanggihan suatu komponen teknologi membutuhkan
pengetahuan yang mendalam mengenai teknik dan spesifikasi performansi

Kriteria umum kecanggihan technoware


Kriteria Penilaian

Deskripsi

Kompleksitas
Operasi

Kompleksitas operasi yang dinilai dari berbagai aspek,


seperti tingkat keluaran, keragaman produk, keragaman
masukan material, temperatur, dan tekanan pada operasi

Presisi

Toleransi spesifikasi yg diperbolehkan berkaitan dengan


dimensi, atribut, material, parameter proses, atribut
komponen, dan lingkunagn operasi

Penanganan Bahan

Penilaian yg meliputi sifat-sifat fisik dari material yg


dipindahkan dan kebutuhan pemindahan

Pengendalian
Proses

Tingkat dan kesulitan pengendalian pemeriksaan dengan


memperhatikan peraturan lingkungan, peraturan
keselamatan, tingkat standar, pemantauan kualitas,
pemantauan proses

Konstribusi Fasilitas Konstribusi fasilitas rekayasa dalam perencanaan,


Rekayasa
pembuatan, pengoperasian, dan pemasaran

Kriteria Umum Kecanggihan Humanware


Kriteria Penilaian

Deskripsi

Kreativitas

Kemampuan berkreasi yg dinilai berdasarkan berbagai


aspek seperti kecerdasan

Orientasi
berprestasi

Keinginan untuk mencapai prestasi yg dinilai berdasarkan


aspek orientasi keberhasilan, keberanian, sifat kompetitif,
dan dinamika

Orientasi
bekerjasama

Kemampuan kerjasama, berdasarkan semangat kelompok,


penghargaan atas bantuan orang lain, kepekaan sosial,
penghargaan atas martabat pekerja

Orientasi
Keinginan melakukan kerja secara efisien (kerja keras,
melakukan efisiensi kesadaran, tanggung jawab)
Kemampuan
menghadapi resiko

Kecenderungan untuk mau menanggung resiko (kemauan


bereksperimen, kesedian berubah, inisiatif)

Kedisiplinan

Menghargai waktu dan menjadikan sumber daya yg bernilai


(pencapaian sasaran berdasarkan waktu, fokus masa
depan)

Kriteria Umum Kecanggihan Humanware


Kriteria Penilaian

Deskripsi

Kreativitas

Kemampuan berkreasi yg dinilai berdasarkan berbagai


aspek seperti kecerdasan

Orientasi
berprestasi

Keinginan untuk mencapai prestasi yg dinilai berdasarkan


aspek orientasi keberhasilan, keberanian, sifat kompetitif,
dan dinamika

Orientasi
bekerjasama

Kemampuan kerjasama, berdasarkan semangat kelompok,


penghargaan atas bantuan orang lain, kepekaan sosial,
penghargaan atas martabat pekerja

Orientasi
Keinginan melakukan kerja secara efisien (kerja keras,
melakukan efisiensi kesadaran, tanggung jawab)
Kemampuan
menghadapi resiko

Kecenderungan untuk mau menanggung resiko (kemauan


bereksperimen, kesedian berubah, inisiatif)

Kedisiplinan

Menghargai waktu dan menjadikan sumber daya yg bernilai


(pencapaian sasaran berdasarkan waktu, fokus masa
depan)

Kriteria Umum Kecanggihan Organware


Kriteria Penilaian

Deskripsi

Efektivitas
Kepemimpinan

Kemampuan organisasi memotivasi karyawan melalui


keputusan yg efektif yg terlihat dalam aspek sasaran
organisasi dan visibilitas manajemen puncak

Otonomi Kerja

Tingkat kemandirian yg diberikan pada karyawan


(pendelegasian tugas, sistem kerja informal, enterpreneurship)

Pengarahan
Organisasi

Perhatian perusahaan terhadap perencanaan, pemikiran


strategik, umpan balik, pengendalian kerja secara seksama

Keterlibatan
Organisasional

Keterlibatan karyawan (kebanggaan, komunikasi, kesempatan


berkembang, penghargaan individu dan kelompok)

Orientasi trhdp
Stakeholder

Komitmen organisasi terhadap stakeholder

Iklim Inovasi

Iklim inovasi berdasarkan kinerja, R & D, perspektif


internasional, orientasi teknologi, kepekaan terhadap
lingkungan bisnis

Integritas
Organisasi

Kesesuaian antara rencana dengan tindakan (etika bisnis,


penghargaan atas prestasi)

Tingkat kecanggihan suatu teknologi


fasilitas terintegrasi

Kemampuan inovasi

mesin berkomputer

Kemampuan meningkatkan

mesin otomatis

Kemampuan mengadaptasi

mesin khusus

Kemampuan reproduksi

mesin serbaguna

Kemampuan memperbaiki

perangkat digerakan mesin

Kemampuan mengeset
Kemampuan operasional

Humanware

perangkat manual

Technoware
Infoware

Organware
Keterkaitan individual

Terbiasa dengan fakta-fakta

Keterkaitan kolektif

menjelaskan fakta-fakta

Keterkaitan bidang

menspesifikasi fakta-fakta

Keterkaitan perusahaan

menggunakan fakta-fakta

Keterkaitan industri

memahami fakta-fakta

Keterkaitan nasional

menggeneralisasi fakta-fakta
Keterkaitan global

menilai fakta-fakta

4.3. MODEL TEKNOMETRIK


Model untuk menentukan tingkat konstribusi komponen-komponen
teknologi yang merupakan transformer suatu fasilitas transformasi

Koefisien Konstribusi Teknologi (technology contribution coefficient, TCC)

TCC = Tt x H h x I i x O o
Di mana:
T T = Kontribusi fasilitas rekayasa terhadap koefisien kontribusi teknologi.
H H = Kontribusi kemampuan insani dari manusia.
I I = Kontibusi akses dan penguasaan informasi.
O O = Kontribusi pemanfaatan atas perangkat organisasi.
b = Kepentingan relatif kriteria fasilitas rekayasa.

PROSEDUR EVALUASI TCC


Prosedur Penentuan
Tingkat Sofistikasi

Deskripsi Proses
Komponen Teknologi

Penentuan Tingkat
Sofistikasi

Kriteria Kecanggihan
Teknologi

Penentuan
Kecanggihan Teknologi

Penentuan Kontribusi
Komponen Teknologi

Penentuan Intensitas
Kontribusi Komponen
Teknologi

Perhitungan Koefisien
Kontribusi Komponen
Teknologi Total

Langkah 1: Estimasi Tingkat Sofistikasi Menentukan skor


TINGKAT SOFISTIKASI KRITERIA PENILAIAN
No

Pengusaan atas
Fasilitas
Rekayasa
Fasilitas manual

Kemampuan Insani
dari Anggota
Perusahaan

Akses dan
Penguasaan atas
Informasi

Pemanfaatan atas
Perangkat
Organisasi

Skor

Kemampuan
melakukan operasi

Informasi
pengenalan

Kerangka kerja
perjuangan

123

Fasilitas
bersumber daya

Kemampuan
melakukan setup

Informasi
penggambaran

Kerangka kerja
penggabungan

234

Fasilitas fungsi
umum

Kemampuan
memperbaiki

Informasi pemilihan

Kerangka kerja
penjelajahan

345

Fasilitas fungsi
khusus

Kemampuan
mereproduksi

Informasi
penggunaan

Kerangka kerja
perlindungan

456

Fasilitas otomatik

Kemampuan
melakukan adaptasi

Informasi
pemahaman

Kerangka kerja
stabilitas

567

Fasilitas berbasis
komputer

Informasi
perbaikkan

Kerangka kerja
pencarian peluang

678

Fasilitas terpadu

Kemampuan
melakukan
improvisasi
Kemampuan
melakukan inovasi

Informasi penilaian

Kerangka kerja
kepemimpinan

789

Langkah 2: Penilaian Kecanggihan Mutakhir

kt
t ik
1
ST i k 1
10 k t

mt
f mi
1 m 1
SI
10 m t

SH j

Ih
h ji
1 i 1

10 I h

no
On
1 n 1
SO
10 no

Langkah 3: Penentuan Konstribusi Komponen


Component Contribution dapat dihitung dengan persamaan berikut ;

1
Ti LTi ST i UTi LTi
9
1
Hj
LH j SH j UH j LH j
9
1
I LI SI UI LI
9
1
O LO SO UO LO
9

Contoh Hasil Pembobotan Pada Industri Baja di Jepang dan India

1/4

1/3

1/5

1/2

1/4

1/3

Ket: T = penguasaan atas fasilitas rekayasa


H = kemampuan insani dari anggota perusahaan
I = Akses dan penguasaan atas informasi
O = Pemanfaatan atas perangkat organisasi

Dari hasil normalisasi diperoleh:


1 = 0,53 2 = 0,27 3 = 0,12 4 = 0,08

No

Kriteria

Bobot

Penguasaan atas fasilitas rekayasa

0,53

Pemanfaatan atas perangkat organisasi

0,27

Kemampuan insani dari anggota perusahaan

0,12

Akses dan penguasaan atas informasi

0,08

Fasilitas rekayasa memiliki tingkat kepentingan tertinggi dalam penguasaan teknologi di


pabrik baja karena pabrik baja membutuhkan fasilitas rekayasa yang rumit (kompleksitas
operasi yang rumit, presisi yang tinggi, penanganan bahan yang hati-hati, fasilitas CNC).

Kriteria kedua adalah pemanfaatan perangkat organisasi (visibilitas pimpinan, iklim


inovasi, peluang bagian R & D)
Kriteria kemampuan insani dan akses penguasaan informasi urutan ketiga dan keempat
karena pabrik baja di Jepang dan India, karena fasilitas produksi telah terkomputerisasi.

Dari hasil penelitian di Pabrik Pembuatan Boiler di Medan

No

Kriteria

Bobot

Penguasaan atas fasilitas rekayasa

0,083

Pemanfaatan atas perangkat organisasi

0,347

Kemampuan insani dari anggota perusahaan

0,344

Akses dan penguasaan atas informasi

0,226

Kesimpulan : pabrik pembuatan boiler tersebut fasiliutas rekayasa yang dimiliki masih
manual, proses produksi masih sangat tergantung pada kemampuan SDM