Anda di halaman 1dari 9

Danita Dwi Maryana (1102011070)

Dokter Keluarga

L.I. 1. Memahami dan mempelajari batasan dan latar belakang kedokteran keluarga.
L.O.1.1. Batasan kedokteran keluarga
Dokter Keluarga adalah dokter praktek umum yang menyelenggarakan pelayanan primer yang
komprehensif, continue, integratif, holistik, koordinatif, dengan mengutamakan pencegahan, menimbang peran
keluarga dan lingkungan serta pekerjaannya. Pelayanan diberikan kepada smeua pasien tanpa memandang jenis
kelamin, usia, ataupun jenis penyakitnya. Pelayanan dokter keluarga melibatkan dokter keluarga sebagai
penyaring di tingkat primer sebagai bagian suatu jaringan pelayanan kesehatan terpadu yang melibatkan dokter
spesialis di tingkat pelayanan sekunder dan rumah sakit sebagai tempat pelayanan rawat inap. (The American
Academy of Family Physican, 1969).
Batasan ilmu kedokteran keluarga :
Ilmu kedokteran keluarga ialah ilmu yang mencakup seluruh spektrum ilmu kedokteran yang
orientasinya adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang berkesinambungan
dan menyeluruh kepada satu kesatuan individu, keluarga dan masyrakat dengan memperhatikan faktorfaktor lingkungan, ekonomi dan sosial budaya. (PB IDI, 1983)
Ilmu kedokteran keluarga menunjuk pada body of knowledge dari pelayanan dokter keluarga yang
merupakan displin baru dari ilmu kedokteran yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan kesehatan
khalayak secara lebih responsif dan bertanggung jawab (Charmichel, 1973).
Ilmu kedokteran keluarga adalah salah satu cabnag dari ilmu kedokteran yang ditandai dengan
terdapatnya suatu kelompok pengetahuan kedokteran yang bersifat khusus (WONCA, 1979).
Batasan dokter keluarga :
Dokter keluarga adalah dokter yang mengutamakan penyediaan pelayanan komperhensif bagi semua
orang yang mencari pelayanan kedokteran.
Dokter keluarga adalah dokter yang dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi
komunitas dengan titik berat kepada keluarga, bila perlu aktif mengunjungi penderita atau keluarganya.
Dokter keluarga adalah dokter yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan personal, tingkat pertama,
menyeluruh, dan berkesinambungan kepada pasien yang terkait dengan keluarga, komunitas, serta
lingkungannya.
Perbedaan dokter praktik umum dan dokter keluarga
Dokter Praktik Umum
Cakupan Pelayanan
Terbatas
Sifat Pelayanan
Sesuai keluhan
Cara Pelayanan
Jenis Pelayanan
Peran Keluarga
Promotif dan Pencegahan
Hubungan dokter-pasien

Kasus
per
kasus
dengan
pengamatan sesaat
Lebih kuratif
Kurang dipertimbangkan
Tidak jadi perhatian
Dokter-pasien

Awal pelayanan

Secara individual

Dokter Keluarga
Lebih luas
Menyeluruh, paripurna bukan hanya
yang dikeluhkan
Kasus
per
kasus
dengan
berkesinambungan
Lebih preventif
Lebih dilibatkan
Perhatian utama
Dokter-pasien-teman
sejawat
dan
konsultan
Secara individual sebagai bagian dari
keluarga komunitas dan lingkungan

L.O.1.2. Latar Belakang Dokter Keluarga


Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) pada awalnya merupakan sebuah kelompok studi
yang bernama Kelompok Studi Dokter Keluarga (KSDK, 1983), sebuah organisasi dokter seminat
dibawah IDI. Anggota nya terdiri atas dokter praktik umum dan dokter spesialis.
Tahun 1972 didikiran organisasi internasional dokter keluarga, dikenal dengan nama World of National
College and Academic Association of General Practicioners/Family Physicians (WONCA). Pada tahun
1986, menjadi anggota organisasi dokter keluarga sedunia (WONCA).
Pada tahun 1990, setelah kongres nasional di Bogor, yang bersamaan dengan Kongres Dokter Keluarga
Asia-Pasifik di Bali, namanya diubah menjadi Kolese Dokter Keluarga Indonesia (KDKI), namun tetap
sebagai organisasi dokter seminat.
Pada tahun 2003, dalam Kongres Nasional di Surabaya, ditasbihkan sebagai perhimpunan profesi,
yang anggotanya terdiri atas dokter praktik umum, dengan nama Perhimpunan Dokter Keluarga
Indonesia (PDKI), namun saai itu belum mempunyai kolegium yang berfungsi.
Dalam Kongres Nasional di Makasar 2006, didirikan Kolegium Ilmu Kedokteran Keluarga (KIKK) dan
telah dilaporkan ke IDI dan MKKI.

Blok Kedokteran keluarga

Page 1

Danita Dwi Maryana (1102011070)

Dokter Keluarga

Manfaat pelayanan dokter keluarga :


Mengendalikan biaya
Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan
Pendayagunaan dokter pasca PTT
Pengembangan jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat
Menghadapi era globalisasi
L.I.2. Memahami dan mempelajari prinsip dan standar pelayanan dokter keluarga.
L.O.2.1. Prinsip pelayanan dokter keluarga
Prinsip pelayanan dokter keluarga adalah memberikan :
Pelayanan yang holistik dan komperhensif/paripurna
Dokter keluarga memberikan pelayanan menyeluruh yang memadukan promosi kesehatan, pencegahan
penyakit, pengobatan dan rehabilitasi dengan aspek fisik, psikologis, dan sosial budaya.
Dokter kontak pertama (first contact)
Pemberi layanan kesehatan (provider) yang pertama kali ditemui pasien dalam masalah kesehatannya.
Layanan bersifat pribadi (personal care)
Memberikan layanan bersifat pribadi dengan mepertimbangkan pasien bagian dari keluarga.
Pelayanan berkesinambungan (continous care)
Pelayanan dokter keluarga berpusat pada orangnya (patient centered) bukan pada penyakitnya (disease
centered).
Mengutamakan pencegahan (prevention first)\
Koordinasi
Dalam upaya mengatasi masalah pasien, dokter keluarga perlu berkonsultasi dengan displin ilmunya.
Kolaborasi
Bila pasien membutuhkan pelayanan yang berada diluar kompetensinya, dokter keluarga bekerjasama
dan mendelegasikan pengelolaan pasiennya pada pihak lain yang lebih berkompeten.
Family oriented
Dokter keluarga mempertimbangkan konteks keluarga, dampak kondisi pasien terhadap keluarga dan
sebaliknya.
Community oriented
Dalam mengatasi masalah pasien haruslah tetap memperhatikan dampak kondisi pasien terhadap
komunitas dan sebaliknya.
Prinsip dokter keluarga mewujudkan :
Pelayanan yang holistik dan komperhensif
Pelayanan yang kontinu
Pelayanan yang mengutamakan pencegahan
Pelayanan yang koordinatif dan kolaboratif
Pelayanan personal bagi setiap pasien sebagai bagian integral dari keluarga
Pelayanan yang mepertimbangkan keluarga, lingkungan kerja dan lingkungan tempat tinggalnya.
Pelayanan yang menjunjung tinggi etika dan hukum
Pelayanan yang dapat diaudit dan dipertanggung jawabkan
Pelayanan sadar biaya dan sadar mutu.
L.O.2.2. Standar pelayanan dokter keluarga
Standar Pemeliharaan Kesehatan di Klinik (Standards of clinical care)
a. Standar Pelayanan Paripurna (standard of comprehensive of care)
Pelayanan yang disediakan dokter keluarga adalah pelayanan medis strata pertama untuk semua orang yang
bersifat paripurna (comprehensive), yaitu termasuk pemeliharaan dan peningkatan kesehatan (promotive),
pencegahan penyakit dan proteksi khusus (preventive and spesific protection), pemulihan kesehatan (curative),
pencegahan kecacatan (disability limitation) dan rehabilitasi setelah sakit (rehabilitation) dengan
memperhatikan kemampuan sosial serta sesuai dengan mediko legal etika kedokteran.
1) Pelayanan medis strata pertama untuk semua orang
Pelayanan dokter keluarga merupakan praktik umum dengan pendekatan kedokteran keluarga yang
memenuhi standar pelayanan dokter keluarga dan diselenggarakan oleh dokter yang sesuai dengan standar
profesi dokter keluarga serta memiliki surat ijin pelayanan dokter keluarga dan surat persetujuan tempat
praktik.
2) Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan
1.

Blok Kedokteran keluarga

Page 2

Danita Dwi Maryana (1102011070)

3)

4)

5)

6)

7)
8)

Dokter Keluarga

Pelayanan dokter keluarga memiliki sistim untuk memperhatikan pemeliharaan kesehatan dan peningkatan
kesehatan pasien dan keluarganya.
Pencegahan penyakit dan proteksi khusus
Pelayanan dokter keluarga memiliki sistim untuk menggunakan segala kesempatan dalam menerapkan
pencegahan masalah kesehatan pada pasien dan keluarganya.
Deteksi dini
Pelayanan dokter keluarga memiliki sistim untuk menggunakan segala kesempatan dalam melaksanakan
deteksi dini penyakit dan melakukan penatalaksanaan yang tepat untuk itu.
Kuratif medik
Pelayanan dokter keluarga memiliki sistim untuk melaksanakan pemulihan kesehatan dan pencegahan
kecacatan pada strata pelayanan tingkat pertama, termasuk kegawatdaruratan medik, dan bila perlu akan
dikonsultasikan dan / atau dirujuk ke pusat pelayanan kesehatan dengan strata yang lebih tinggi.
Rehabilitasi medik dan sosial
Pelayanan dokter keluarga memiliki sistim untuk menerapkan segala kesempatan rehabilitasi pada pasien
dan/atau keluarganya setelah mengalami masalah kesehatan atau kematian baik dari segi fisik, jiwa maupun
sosial.
Kemampuan sosial keluarga
Pelayanan dokter keluarga memiliki sistim untuk memperhatikan kondisi sosial pasien dan keluarganya.
Etik medikolegal
Pelayanan dokter keluarga memiliki sistim yang sesuai dengan mediko legal dan etik kedokteran.

b. Standar Pelayanan Medis (standard of medical care)


Pelayanan yang disediakan dokter keluarga merupakan pelayanan medis yang melaksanakan pelayanan
kedokteran secara lege artis.
1) Anamnesis
Pelayanan dokter keluarga melaksanakan anamnesis dengan pendekatan pasien (patient-centered approach)
dalam rangka memperoleh keluhan utama pasien, kekhawatiran dan harapan pasien mengenai keluhannya
tersebut, serta memperoleh keterangan untuk dapat menegakkan diagnosis
2) Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang
Dalam rangka memperoleh tanda-tanda kelainan yang menunjang diagnosis atau menyingkirkan diagnosis
banding, dokter keluarga melakukan pemeriksaan fisik secara holistik; dan bila perlu menganjurkan
pemeriksaan penunjang secara rasional, efektif dan efisien demi kepentingan pasien semata.
3) Penegakkan diagnosis dan diagnosis banding
Pada setiap pertemuan, dokter keluarga menegakkan diagnosis kerja dan beberapa diagnosis banding yang
mungkin dengan pendekatan diagnosis holistik.
4) Prognosis
Pada setiap penegakkan diagnosis, dokter keluarga menyimpulkan prognosis pasien berdasarkan jenis
diagnosis, derajat keparahan, serta tanda bukti terkini (evidence based).
5) Konseling
Untuk membantu pasien (dan keluarga) menentukan pilihan terbaik penatalaksanaan untuk dirinya, dokter
keluarga melaksanakan konseling dengan kepedulian terhadap perasaan dan persepsi pasien (dan keluarga)
pada keadaan di saat itu.
6) Konsultasi
Pada saat-saat dinilai perlu, dokter keluarga melakukan konsultasi ke dokter lain yang dianggap lebih piawai
dan / atau berpengalaman. Konsultasi dapat dilakukan kepada dokter keluarga lain, dokter keluarga
konsultan, dokter spesialis, atau dinas kesehatan, demi kepentingan pasien semata.
7) Rujukan
Pada saat-saat dinilai perlu, dokter keluarga melakukan rujukan ke dokter lain yang dianggap lebih piawai
dan/atau berpengalaman. Rujukan dapat dilakukan kepada dokter keluarga lain, dokter keluarga konsultan,
dokter spesialis, rumah sakit atau dinas kesehatan, demi kepentingan pasien semata.
8) Tindak lanjut
Pada saat-saat dinilai perlu, dokter keluarga menganjurkan untuk dapat dilaksanakan tindak lanjut pada
pasien, baik dilaksanakan di klinik, maupun di tempat pasien.
9) Tindakan
Pada saat-saat dinilai perlu, dokter keluarga memberikan tindakan medis yang rasional pada pasien, sesuai
dengan kewenangan dokter praktik di strata pertama, dan demi kepentingan pasien.
10) Pengobatan rasional
Pada setiap anjuran pengobatan, dokter keluarga melaksanakannya dengan rasional, berdasarkan tanda bukti
(evidence based) yang sahih dan terkini, demi kepentingan pasien.
11) Pembinaan keluarga

Blok Kedokteran keluarga

Page 3

Danita Dwi Maryana (1102011070)

Dokter Keluarga

Pada saat-saat dinilai bahwa penatalaksanaan pasien akan berhasil lebih baik, bila adanya partisipasi
keluarga, maka dokter keluarga menawarkan pembinaan keluarga, termasuk konseling keluarga.
c.

Standar Pelayanan Menyeluruh (standard of holistic of care)


Pelayanan yang disediakan dokter keluarga bersifat menyeluruh, yaitu peduli bahwa pasien adalah
seorang manusia seutuhnya yang terdiri dari fisik, mental, sosial dan spiritual, serta berkehidupan di tengah
lingkungan fisik dan sosialnya.
1) Pasien adalah manusia seutuhnya
Pelayanan dokter keluarga memiliki sistim untuk memandang pasien sebagai manusia yang seutuhnya.
2) Pasien adalah bagian dari keluarga dan lingkungannya
Pelayanan dokter keluarga memiliki sistim untuk memandang pasien sebagai bagian dari keluarga pasien,
dan memperhatikan bahwa keluarga pasien dapat mempengaruhi dan/atau dipengaruhi oleh situasi dan
kondisi kesehatan pasien.
1) Pelayanan menggunakan segala sumber di sekitarnya
Pelayanan dokter keluarga mendayagunakan segala sumber di sekitar kehidupan pasien untuk meningkatkan
keadaan kesehatan pasien dan keluarganya.
d. Standar Pelayanan Terpadu (standard of integration of care)
Pelayanan yang disediakan dokter keluarga bersifat terpadu, selain merupakan kemitraan antara dokter
dengan pasien pada saat proses penatalaksanaan medis, juga merupakan kemitraan lintas program dengan
berbagai institusi yang menunjang pelayanan kedokteran, baik dari formal maupun informal.
1) Koordinator penatalaksanaan pasien
Pelayanan dokter keluarga merupakan koordinator dalam penatalaksanaan pasien yang diselenggarakan
bersama, baik bersama antar dokter-pasien-keluarga, maupun bersama antar dokter pasien - dokter
spesialis / rumah sakit.
2) Mitra dokter pasien
Pelayanan dokter keluarga merupakan keterpaduan kemitraan antara dokter dan pasien pada saat proses
penatalaksanaan medis.
3) Mitra lintas sektoral medik
Pelayanan dokter keluarga bekerja sebagai mitra penyedia pelayanan kesehatan dengan berbagai sektor
pelayanan kesehatan formal di sekitarnya.
4) Mitra lintas sektoral alternatif dan komplimenter medik
Pelayanan dokter keluarga mempedulikan dan memperhatikan kebutuhan dan perilaku pasien dan
keluarganya sebagai masyarakat yang menggunakan berbagai pelayanan kesehatan nonformal di sekitarnya.
e. Standar Pelayanan Bersinambung (standard of continuum care)
Pelayanan yang disediakan dokter keluarga merupakan pelayanan bersinambung, yang melaksanakan
pelayanan kedokteran secara efektif efisien, proaktif dan terus menerus demi kesehatan pasien.
1) Pelayanan proaktif
Pelayanan dokter keluarga menjaga kesinambungan layanan secara proaktif.
2) Rekam medik bersinambung
Informasi dalam riwayat kesehatan pasien sebelumnya dan pada saat datang, digunakan untuk memastikan
bahwa penatalaksanaan yang diterapkan telah sesuai untuk pasien yang bersangkutan.
3) Pelayanan efektif efisien
Pelayanan dokter keluarga menyelenggarakan pelayanan rawat jalan efektif dan efisien bagi pasien, menjaga
kualitas, sadar mutu dan sadar biaya.
4) Pendampingan
Pada saat-saat dilaksanakan konsultasi dan / atau rujukan, pelayanan dokter keluarga menawarkan kemudian
melaksanakan pendampingan pasien, demi kepentingan pasien.
2.

Standar Perilaku dalam Praktik (Standards of behaviour in practice)


a. Standar perilaku terhadap pasien (patient-physician relationship standard)
Pelayanan dokter keluarga menyediakan kesempatan bagi pasien untuk menyampaikan kekhawatiran dan
masalah kesehatannya, serta memberikan kesempatan kepada pasien untuk memperoleh penjelasan yang
dibutuhkan guna dapat memutuskan pemilihan penatalaksanaan yang akan dilaksanakannya.
1) Informasi memperoleh pelayanan
Pelayanan dokter keluarga memberikan keterangan yang adekuat mengenai cara untuk memperoleh
pelayanan yang diinginkan.
2) Masa konsultasi

Blok Kedokteran keluarga

Page 4

Danita Dwi Maryana (1102011070)

Dokter Keluarga

Waktu untuk konsultasi yang disediakan oleh dokter keluarga kepada pasiennya adalah cukup bagi pasien
untuk menyampaikan keluhan dan keinginannya, cukup untuk dokter menjelaskan apa yang diperolehnya
pada anamnesa dan pemeriksaan fisik, serta cukup untuk menumbuhkan partisipasi pasien dalam
melaksanakan penatalaksanaan yang dipilihnya, sebisanya 10 menit untuk setiap pasien.
3) Informasi medik menyeluruh
Dokter keluarga memberikan informasi yang jelas kepada pasien mengenai seluruh tujuan, kepentingan,
keuntungan, resiko yang berhubungan dalam hal pemeriksaan, konsultasi, rujukan, pengobatan, tindakan dan
sebagainya sehingga memungkinkan pasien untuk dapat memutuskan segala yang akan dilakukan
terhadapnya secara puas dan terinformasi.
4) Komunikasi efektif
Dokter keluarga melaksanakan komunikasi efektif berlandaskan rasa saling percaya.
5) Menghormati hak dan kewajiban pasien dan dokter Dokter keluarga memperhatikan hak dan kewajiban
pasien, hak dan kewajiban dokter termasuk menjunjung tinggi kerahasiaan pasien.
b. Standar perilaku dengan mitra kerja di klinik (Standard of partners relationship in practice)
Pelayanan dokter keluarga mempunyai seorang dokter keluarga sebagai pimpinan manajemen untuk mengelola
klinik secara profesional.
1) Hubungan profesional dalam klinik
Dokter keluarga melaksanakan praktik dengan bantuan satu atau beberapa tenaga kesehatan dan tenaga
lainnya berdasarkan atas hubungan kerja yang profesional dalam suasana kekeluargaan.
2) Bekerja dalam tim
Pada saat menyelenggarakan penatalaksanaan dalam peningkatan derajat kesehatan pasien dan keluarga,
pelayanan dokter keluarga merupakan sebuah tim.
3) Pemimpin klinik
Pelayanan dokter keluarga dipimpin oleh seorang dokter keluarga atau bila terdiri dari beberapa dokter
keluarga dapat dibagi untuk memimpin bidang manajemen yang berbeda di bawah tanggung jawab
pimpinan.
c. Standar perilaku dengan sejawat (Standard of working with colleagues)
Pelayanan dokter keluarga menghormati dan menghargai pengetahuan, ketrampilan dan kontribusi kolega
lain dalam pelayanan kesehatan dan menjaga hubungan baik secara profesional.
1) Hubungan profesional antar profesi
Pelayananan dokter keluarga melaksanakan praktik dengan mempunyai hubungan profesional dengan
profesi medik lainnya untuk kepentingan pasien.
2) Hubungan baik sesama dokter
Pelayanan dokter keluarga menghormati keputusan medik yang diambil oleh dokter lain dan memperbaiki
penatalaksanaan pasien atas kepentingan pasien tanpa merugikan nama dokter lain.
3) Perkumpulan profesi
Dokter keluarga dalam pelayanan dokter keluarga adalah anggota perkumpulan profesi yang sekaligus
menjadi anggota Ikatan Dokter Indonesia dan berpartisipasi pada kegiatan-kegiatan yang ada.
d.

Standar pengembangan ilmu dan ketrampilan praktik (Standard of knowledge and skill
development)
Pelayanan dokter keluarga selalu berusaha mengikuti kegiatan-kegiatan ilmiah guna memelihara dan
menambah ketrampilan praktik serta meluaskan wawasan pengetahuan kedokteran sepanjang hayatnya.
1) Mengikuti kegiatan ilmiah
Pelayanan dokter keluarga memungkinkan dokter yang berpraktik untuk secara teratur dalam lima tahun
praktiknya mengikuti kegiatan - kegiatan ilmiah seperti pelatihan, seminar, lokakarya dan pendidikan
kedokteran berkelanjutan lainnya.
2) Program jaga mutu
Pelayanan dokter keluarga melakukan program jaga mutu secara mandiri dan / atau bersama - sama dengan
dokter keluarga lainnya, secara teratur ditempat praktiknya.
3) Partisipasi dalam kegiatan pendidikan
Pelayanan dokter keluarga mempunyai itikad baik dalam pendidikan dokter keluarga, dan berusaha untuk
berpartisipasi pada pelatihan mahasiswa kedokteran atau pelatihan dokter.
4) Penelitian dalam praktik
Pelayanan dokter keluarga mempunyai itikad baik dalam penelitian dan berusaha untuk menyelenggarakan
penelitian yang sesuai dengan etika penelitian kedokteran, demi kepentingan kemajuan pengetahuan
kedokteran.
5) Penulisan ilmiah

Blok Kedokteran keluarga

Page 5

Danita Dwi Maryana (1102011070)

Dokter Keluarga

Dokter keluarga pada pelayanan dokter keluarga berpartisipasi secara aktif dan / atau pasif pada jurnal
ilmiah kedokteran.
e.

Standar partisipasi dalam kegiatan masyarakat di bidang kesehatan (standard as community


leader)
Pelayanan dokter keluarga selalu berusaha berpartisipasi aktif dalam segala kegiatan peningkatan kesehatan
di sekitarnya dan siap memberikan pendapatnya pada setiap kondisi kesehatan di daerahnya.
1) Menjadi anggota perkumpulan sosial
Dokter keluarga dan petugas kesehatan lainnya yang bekerja dalam pelayanan dokter keluarga, menjadi
anggota perkumpulan sosial untuk mempeluas wawasan pergaulan.
2) Partisipasi dalam kegiatan kesehatan masyarakat
Bila ada kegiatan-kegiatan kesehatan masyarakat di sekitar tempat praktiknya, pelayanan dokter keluarga
bersedia berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan tersebut.
3) Partisipasi dalam penanggulangan bencana di sekitarnya
Bila ada wabah dan bencana yang mempengaruhi kesehatan di sekitarnya, pelayanan dokter keluarga
berpartisipasi aktif dalam penanggulangan khususnya dalam bidang kesehatan.
3.

Standar Pengelolaan Praktik (Standards of practice management)


a. Standar sumber daya manusia (Standard of human resources)
Dalam pelayanan dokter keluarga, selain dokter keluarga, juga terdapat petugas kesehatan dan pegawai
lainnya yang sesuai dengan latar belakang pendidikan atau pelatihannya.
1) Dokter keluarga
Dokter keluarga yang bekerja pada pelayanan dokter keluarga adalah dokter yang bersertifikat dokter
keluarga dan patut menjadi panutan masyarakat dalam hal perilaku kesehatan.
2) Perawat
Perawat yang bekerja pada pelayanan dokter keluarga telah mengikuti pelatihan pelayanan dengan
pendekatan kedokteran keluarga.
3) Bidan
Bidan yang bekerja pada pelayanan dokter keluarga telah mengikuti pelatihan pelayanan dengan pendekatan
kedokteran keluarga.
4) Administrator klinik
Pegawai administrasi yang bekerja pada pelayanan dokter keluarga, telah mengikuti pelatihan untuk
menunjang pelayanan pendekatan kedokteran keluarga.
b. Standar manajemen keuangan (Standard of finance management)
Pelayanan dokter keluarga mengelola keuangannya dengan manajemen keuangan profesional.
1) Pencatatan keuangan
Keuangan dalam praktek dokter keluarga tercatat secara seksama dengan cara yang umum dan bersifat
transparansi.
2) Jenis sistim pembiayaan praktik
Manajemen keuangan pelayanan dokter keluarga dikelola sedemikian rupa sehingga dapat mengikuti, baik
sistem pembiayaan praupaya maupun sistim pembiayaan fee-for service
c. Standar manajemen klinik (Standard management of clinic for practice)
Pelayanan dokter keluarga dilaksanakan pada suatu tempat pelayanan yang disebut klinik dengan
manajemen yang profesional.
1) Pembagian kerja
Semua personil mengerti dengan jelas pembagian kerjanya masing-masing.
2) Program pelatihan
Untuk personil yang baru mulai bekerja di klinik diadakan pelatihan kerja (job training) terlebih dahulu.
3) Program kesehatan dan keselamatan kerja (K3)
Seluruh personil yang bekerja di klinik mengikuti prosedur K3 (kesehatan dan keselamatan kerja) untuk
pusat pelayanan kesehatan.
4) Pembahasan administrasi klinik
Pimpinan dan staf klinik secara teratur membahas pelaksanaan administrasi klinik
4.

Standar Sarana dan Prasarana (Standards of Facilities)


a. Standar fasilitas praktik (standard of practice facilities)
Pelayanan dokter keluarga memiliki fasilitas pelayanan kesehatan strata pertama yang lengkap serta
beberapa fasilitas pelayanan tambahan sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitarnya.

Blok Kedokteran keluarga

Page 6

Danita Dwi Maryana (1102011070)

Dokter Keluarga

1) Fasilitas untuk praktik


Fasilitas pelayanan dokter keluarga sesuai untuk kesehatan dan keamanan pasien, pegawai dan dokter yang
berpraktik.
2) Kerahasiaan dan privasi
Konsultasi dilaksanakan dengan memperhitungkan kerahasiaan dan privasi pasien.
3) Bangunan dan interior
Bangunan untuk pelayanan dokter keluarga merupakan bangunan permanen atau semi permanen serta
dirancang sesuai dengan kebutuhan pelayanan medis strata pertama yang aman dan terjangkau oleh berbagai
kondisi pasien.
4) Alat komunikasi
Klinik memiliki alat komunikasi yang biasa digunakan masyarakat sekitarnya.
5) Papan nama
Tempat pelayanan dokter keluarga memasang papan nama yang telah diatur oleh organisasi profesi.

b. Standar peralatan klinik (standard of practice equipments)


Pelayanan dokter keluarga memiliki peralatan klinik yang sesuai dengan fasilitas pelayanannya, yaitu
pelayanan kedokteran di strata pertama (tingkat primer).
1) Peralatan medis
Pelayanan dokter keluarga memiliki beberapa peralatan medis yang minimal harus dipenuhi di ruang praktik
untuk dapat berpraktik sebagai penyedia layanan strata pertama.
2) Peralatan penunjang medis
Pelayanan dokter keluarga memiliki beberapa peralatan penunjang medis yang minimal harus dipenuhi di
ruang praktik untuk dapat berpraktik sebagai penyedia pelayanan strata pertama.
3) Peralatan non medis
Pelayanan dokter keluarga memiliki peralatan non medis yang minimal harus dipenuhi di ruang praktik
untuk dapat berpraktik sebagai penyedia pelayanan strata pertama.
c. Standar proses-proses penunjang praktik (Standard of clinical supports process)
Pelayanan dokter keluarga memiliki panduan proses-proses yang menunjang kegiatan pelayanan dokter
keluarga.
1) Pengelolaan rekam medik
Pelayanan dokter keluarga menyiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi rekam medik dengan dasar rekam
medik berorientasikan pada masalah (problem oriented medical record).
2) Pengelolaan rantai dingin
Pelayanan dokter keluarga peduli terhadap pengelolaan rantai beku (cold chain management) yang
berpengaruh kepada kualitas vaksin atau obat lainnya.
3) Pengelolaan pencegahan infeksi
Pelayanan dokter keluarga memperhatikan universal precaution management yang mengutamakan
pencegahan infeksi pada pelayanannya.
4) Pengelolaan limbah
Pelayanan dokter keluarga memperhatikan sistim pembuangan air kotor dan limbah, baik limbah medis
maupun limbah nonmedis agar ramah lingkungan dan aman bagi masyarakat sekitar klinik.
5) Pengelolaan air bersih
Pelayanan dokter keluarga mengkonsumsi air bersih atau air yang telah diolah sehingga aman digunakan.
6) Pengelolaan obat
Pelayanan dokter keluarga melaksanakan sistim pengelolaan obat sesuai prosedur yang berlaku termasuk
mencegah penggunaan obat yang kadaluwarsa.
L.I.3. Memahami dan mempelajari kompetensi dan peran dokter keluargapada pelayanan kesehatan primer,
L.O.3.1. Kompetensi dokter keluarga
Kompetensi dokter layanan kedokteran primer termuat dalam dokumen Konsil Kedokteran Indonesia
(KKI) tahun 2006 berjudul STANDAR KOMPETENSI DOKTER yang menjabarkan dalam 7 area
kompetensi :
1. Area Komunikasi efektif : mampu menggali dan bertukar informasi secara verbal dan nonverbal
dengan pasien semua usia, anggota keluarga, teman sejawat,masyarakat dan profesi lain.
2. Area Keterampilan Klinis : melakukan prosedur klinis dalam menghadapi masalah kedokteran sesuai
dengan kebutuhan pasien dan kewenangannya.

Blok Kedokteran keluarga

Page 7

Danita Dwi Maryana (1102011070)

Dokter Keluarga

3.

Area landasan Ilmiah Ilmu kedokteran


: mengidentifikasi, menjelaskan, dan merancang
penyelesaian masalah kesehatan secara ilmiah menurut ilmu kedokteran-kesehatan mutakhir untuk
mendapat hasil yang optimum.
4. Area Pengolahan Masalah Kesehatan
: mengelola masalah kesehatan individu, keluarga,
maupun masyarakat secara komprehensif, holistik, bersinambung, koordinatif, dan kolaboratif dalam
konteks pelayanan kesehatan primer.
5. Area Pengelolaan Informasi
: mengakses, mengelola, menilai secara kritis kesahihan dan
kemamputerapan informasi untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah, atau mengambil keputusan
dalam kaitan dengan pelayanan kesehatan di tingkat primer.
6. Area Mawas diri dan Pengembangan Diri
: melakukan praktik kedokteran dengan penuh kesadaran
atas kemampuan dan keterbatasannya; mengatasi masalah emosional, personal, kesehatan, dan
kesejahteraan yang dapat mempengaruhi kemampuan profesinya; belajar sepanjang hayat;
merencanakan, menerapkan, dan memantau perkembangan profesi secara sinambung.
7. Area Etika, Moral, Medikolegal, dan Profesionalisme serta Keselamatan Pasien :
berprilaku
profesional dalam praktik kedokteran serta mendukung kebijakan kesehatan; bermoral dan beretika
serta memahami isu etik maupun aspek medikolegal dalam praktik kedokteran; menerapkan program
keselamatan pasien.
Dokter keluarga memiliki 7 kompetensi dasar yang harus dimiliki,yaitu :
1. Memiliki kualitas komunikasi dan ketrampilan
2. Memliki ketrampilan dan kompetensi dasara
3. Keterampilan menerapkan dasar-dasar lmu biomedik, ilmu klinik, ilmu perilaku danepidemiologi dalam
praktek kedokteran keluarga
4. Keterampilan mengelola masalah kesehatan pada individu, keluarga ataupunmasyarakat secara
komprehensif, holistik, bersinambung, terkoordinir dan bekerja samadalam konteks Pelayanan Kesehatan
Primer
5. Berpikiran kritis dan memliki kemampuan management yang baik
6. Mau belajar sepanjang hayat
7. Memiliki etika,prilaku yang baik dan berprilaku professionalMemiliki ilmu dan ketrampilan klinis layanan
primer cabang ilmu utama yaitu bedah,penyakit dalam, kebidanan dan penyakit kandungan, kesehatan anak,
THT, mata, kulit dankelamin, psikiatri, syaraf, kedokteran komunitas, Memiliki ketrampilan klinis layanan
primer lanjut :
1. Ketrampilan melakukan health screening
2. Menafsirkan hasil pemeriksaan laboratorium lanjut
3. Membaca hasil EKG
4. Membaca hasil USG
5. ACLS, ATLS, dan APLS
Standar kompetensi dokter keluarga menurut deklarasi WONCA WHO tahun 2003 :
1. Melaksanakan asuhan bagi pasien dalam kelompok usia tertentu( bayi baru lahir, bayi, anak, remaja, dewasa,
wanita hamil dan menyusui, lansia )
2. Mengintegrasikan komponen asuhan komprehensif
a. Memahami epidemiologi penyakit
b. Melakukan anamnesis dan pemeriksaan jasmani secara memadai
c. Memeahami ragam perbedaan faal dan metabolism obat
d. Menafsirkan hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi
e. Menyelenggarakan penilaian risiko khusus usia tertentu
f. Menyelenggarakan upaya pencegahan, penapisan, dan panduan serta penyuluhangizi
g. Memahami pokok masalah perkembangan normal
h. Menyelenggarakan konseling, psikologi, dan prilaku
i. Mengkonsultasikan atau merujuk pasien tepat pada waktunya bila diperlukan
j. Menyelenggarakan layanan paliatif
k. Menjunjung tinggi aspek pelayanan kedokteran
3. Mengkoordinasikan layanan kesehatan
a. Dengan keluarga pasien (penilaian keluarga, pertemuan keluarga atau pasien, pembinaan dan konseling
keluarga)
b. Dengan masyarakat (penilaian kesehatan masyarakat dan epidemiologi, pemeriksaan atau penilaian
masyarakat, mengenali dan memanfaatkan sumber daya masyarakat, program pencegahan dan
pendidikan bagi masyarakat, advokasi atau pembelaan kepentingan kesehatan masyarakat )
4. Melayani kesehatan masyarakat yang menonjol( kelainan alergik, anastesia dan penanganan nyeri, kelainan
yang mengancam jiwa, kelainan kardiovaskular, kelainan kulit, kelainan mata dan telinga, kelainan saluran

Blok Kedokteran keluarga

Page 8

Danita Dwi Maryana (1102011070)

Dokter Keluarga

cerna, kelainan perkemihan dan kelamin, kelainan obstetric dan ginekologi, penyakitinfeksi, kelainan
musculoskeletal, kelainan neoplastik, kelainan neurologi, danpsikiatri)
5. Melaksanakan profesi dalam tim penyedia kesehatan (menyusun dan menggerakan tim, kepemimpinan,
ketrampilan manajemen praktek, pemecahan masalah konflik, peningkatan kualitas).
L.O.3.2. Peran dokter keluarga dalam layanan primer
Peran dokter keluarga antara lain sebagai berikut :
1. Menyelenggarakan pelayanan primer secara paripurna, menyeluruh, dan bermutu guna penapisan untuk
pelayanan spesialistik yang diperlukan.
2. Mendiagnosis secara cepat dan memberikan terapi secara cepat dan tepat.
3. Memberikan pelayanan kedokteran secara aktif kepada pasien pada saat sehat dan sakit.
4. Memberikan pelayanan kedokteran kepada individu dan keluarganya.
5. Membina keluarga pasien untuk berpartisipasi dalam upaya peningkatan taraf kesehatan, pencegahan
penyakit, pengobatan dan rehabilitasi.
6. Menangani penyakit akut dan kronik.
7. Melakukan tindakan tahap awal kasus berat agar siap dikirim ke rumah sakit.
8. Tetap bertanggung jawab atas pasien yang dirujukan ke dokter spesialis atau dirawat di rumah sakit.
9. Memantau pasien yang telah dirujuk atau dikonsultasikan.
10. Bertindak sebagai mitra, penasihat, dan konsultan bagi pasiennya.
11. Mengkordinasikan pelayanan yang diperlukan untuk kepentingan pasien.
12. Menyelenggarakan rekam medis yang memenuhi standar.
13. Melakukan penelitian untuk mengembangkan ilmu kedokteran secara umum dan ilmu kedokteran
keluarga secara khusus.
Wewenang Dokter Keluarga
1. Menyelenggarakan Rekam Medis yang memenuhi standar
2. Melaksanakan pendidikan kesehatan bagi masyarakat
3. Melaksanakan tindak pencegahan penyakit
4. Memgobati penyakit akut dan kronik di tingkat primer
5. Mengatasi keadaan gawat darurat pada tingkat awal
6. Melakukan tindak prabedah, beda minor, rawat pascabedah di unit pelayanan primer
7. Melakukan perawatan sementara
8. Menerbitkan surat keterangan medis
9. Memberikan masukan untuk keperluan pasien rawat inap
10. Memberikan perawatan dirumah untuk keadaan khusus.
Dokter keluarga memiliki peranan dan cakupan yang khusus yaitu :
1. Komprehensif dan holistik
2. Kompeten dengan ilmunya
3. Continue ( berkesinambungan)
4. Preventif
5. Kolaboratif dan kordinatif
6. Mempertimbangkan keluarga, lingkungan kerja, dan lingkungan
7. Mempertimbangkan mutu dan biaya
8. Segala tindakan dapat dipertanggung jawabkan
9. Segala tindakan dapat diaudit
10. Bermoral dan beretika yang baik
Sehingga yang ditekankan disini dokter keluarga adalah gate keeper sekelmpok masyarakat,sebagai system
pencegahan atau prventif.Jadi pada dasarnya preventiflah yang diutamakan daripada tindakan kuratif.Semakin
dia melakukan tindakan preventif yang tepat,dan pasien yang mengalami sakit itu sedikit maka dapat dikatakan
bahwa dokter keluarga tersebut berhasil.

Blok Kedokteran keluarga

Page 9