Anda di halaman 1dari 8

http://duniatekniksipil.web.

id/
http://ilmusipil.com/

Contoh perhitungan momen inersia balok girder jembatan.


Diketahui penampang balok girder jembatan seperti gambar di bawah ini.
Kita akan mencoba menghitung momen inersia penampang balok tersebut.

Penampang balok girder


Ayo kita simak langkah-langkahnya.
1. Membagi bentuk penampang. Penampang bentuknya menyerupai huruf I tersebut kita
bagi menjadi bagian-bagian kecil yang berbentuk persegi atau segitiga. Kenapa harus persegi
atau segitiga? Karena bentuk persegi dan segitiga adalah bentuk dasar yang formula momen
inersianya mudah diingat dan letak titik beratnya juga sudah diketahui.

Sekedar pengingat saja, untuk persegi, momen inersia


-nya adalah =
beratnya ada pada seperdua lebar dan seperdua tinggi persegi.

Sementara untuk segitiga (siku-siku), momen inersia


pada sepertiga lebar dan sepertiga tinggi segitiga.

, dan lokasi titik

, dan lokasi titik beratnya ada

Pembagian penampang
2. Menentukan sumbu koordinat. Sumbu koordinat di sini bukanlah titik berat penampang.
Sumbu koordinat adalah titik acuan untuk memudahkan kita menentukan lokasi titik berat
nantinya. Lokasi yang umum digunakan adalah pojok kiri bawah penampang.
Ada juga yang kadang menggunakan pojok kiri atas sebagai pusat sumbu koordinat.
Dari sumbu koordinat ini, kita dapat menarik garis-garis titik berat masing-masing sub bagian
penampang.

Posisi titik berat sub penampang


3. Menghitung dengan tabel.
Cara perhitungan yang paling efektif adalah dengan menggunakan tabel. Tabel pertama untuk
menentukan letak garis netral .

1
2
3
4
5
6
7

Sehingga,

Posisi titik berat penampang


Tabel berikutnya perhitungan momen inersia.

1
2
3
4
5
6
7

Sehingga,

Jika kita menggunakan MS Excel, kita dapat menyusun tabel kedua di sebelah kiri tabel
pertama. Di sini kami tulis terpisah karena keterbatasan ruang. Kira-kira seperti ini bentuk
tabel jika dihitung menggunakan MS Excel.

Tabel perhitungan momen inersia pada MS Excel


Bagaimana dengan momen inersia terhadap sumbu y? Silahkan mencoba sendiri. Kalau
perhitungan saya tidak salah, hasilnya adalah
.
http://duniatekniksipil.web.id/840/contoh-perhitungan-momen-inersia/#more-840
Pada dasarnya, dalam operasi matematika khususnya geometri, sesuatu yang bisa
dijumlahkan, tentu bisa juga dikurangkan. Atau dengan kata lain, pengurangan sama dengan
penjumlahan negatif. Contohnya waktu mencari luas atau volume sebuah bentuk. Bentuk T
misalnya.

Luas bentuk T di atas bisa diperoleh dengan menjumlahkan persegi-persegi panjang yang
menyusun bentuk T tersebut. Bisa dengan cara ini:

atau yang ini:

Atau, bisa juga dengan mengurangkan bentuk-bentuk persegi seperti gambar di bawah ini.

Cara apapun yang digunakan, tentu hasilnya akan sama.


Begitu pula dengan momen inersia.
Untuk mencari momen inersia sebuah bangun yang kompleks, kita dapat menghitungnya
dengan menggunakan persamaan

Notasi di atas menunjukkan penjumlahan komponen-komponen penyusunnya. Karena bisa


dijumlahkan, tentu operasi pengurangan juga bisa digunakan. Mari kita lihat contohnya.
Misalkan ada bentuk penampang hollow (RHS, Rectangular Hollow Section) seperti
gambar di bawah (lengkungan untuk sementara kita abaikan).

Kita akan menuentukan momen inersia terhadap sumbu-X penampang dengan dua cara:
penjumlahan dan pengurangan.
A. Penjumlahan
Penampang tersebut bisa kita tuliskan sebagai RHS 6040x3, tinggi 60 mm, lebar 40 mm,
dan tebal 3mm.

RHS itu kita bagi menjadi 4 persegi, seperti gambar di bawah. Dan masing-masing persegi
kita hitung dimensinya, luasnya, dan momen inersia dasarnya.

Perhitungan lengkapnya bisa dilihat pada tabel di bawah:


no
1
2
3
4

Sehingga momen inersia penampang di atas adalah,


B. Pengurangan
Sekarang kita gunakan cara pengurangan. RHS di atas bisa dibentuk dari pengurangan dua
buah persegi A dan B seperti gambar di bawah:

Dengan cara yang sama dengan di atas, kita membuat perhitungan untuk bangun 1 dan 2.
Sehingga, untuk RHS momen inersianya adalah:

Karena titik berat kedua persegi tersebut berimpit, maka nilai untuk keduanya sama dengan
0 (nol).
Sehingga,
Hasilnya sama bukan?[]
http://duniatekniksipil.web.id/1131/momen-inersia-juga-bisa-dikurangkan/