Anda di halaman 1dari 51

Kelainan kulit akibat

virus
DEDE HIDAYAT
PEMBIMBING: DR.VITA, SP.KK
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIANJUR
2014

PENDAHULUAN

Infeksi virus pada kulit dan mukosa tubuh


memberikan gambaran klinis dengan spectrum yang
sangat luas. Berbagai bentuk lesi kulit yang hampir
mirip terdapat pada beberapa jenis penyakit. Virus
yang menyebabkan gejala demam dengan reaksi kulit
eksantem biasanya bersifat self-limited disease.

VARISELA-ZOOSTER
Definisi

Infeksi akut primer oleh virus varisela-zooster yang


menyerang kulit dan mukosa, klinis terdapat gejala konstitusi,
kelainan kulit polimorf, terutama berokasi di bagian sentral tubuh.
Etiologi
Virus varicella-zooster. Infeksi primer virus ini menyebabkan
penyakit varicella atau cacar air (chicken pox) sedangkan
reaktivasinya menyebabkan penyakit herpes zooster.

MANIFESTASI KLINIS

Varicella bermanifestasi dengan vesikel-vesikel yang


berkembang menjadi papul dan kemudian menjadi krusta
(scab/crust).
Masa inkubasi berlangsung 14-21 hari. Terdapat gejala
prodromal berupa demam yang tidak terlalu tinggi, malaise, dan
nyeri kepala, disusul timbulnya erupsi kulit berupa papul
eritematosa yang dalam waktu beberapa jam berubah menjadi
vesikel dengan bentuk khas berupa tetesan embun (tear drops).
Vesikel akan berubah menjadi pustul kemudia krusta

Gambar 1 A. Varicela. Vesikel


menyebar di badan dan ekstremitas.

Gambar 1 B. Varicela. Gambaran


khas tear-drop vesikel yang berisi
cairan.

KOMPLIKASI

Komplikasi utama yang dapat terjadi antara lain adalah:


1. Pneumonia interstitial, yang mana dapat dideteksi dengan
radiologi
2. Keterlibatan sistem saraf pusat, yang terdiri atas suatu limfositik
meningitis atau suatu encephalomyelitis.
3. Komplikasi lainnya dapat berupa glomerulonefritis, otitis,
arteritis, hepatitis, dan kelainan darah (beberapa macam
purpura).

DIAGNOSIS LABORATORIUM VZV DAN


PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. tes Immunoflouresence dari kerokan lesi menggunakan
antibodi monoklonal spesifik dari VZV, menggunakan tes
molekular untuk mendeteksi DNA VZV, atau dengan
mengisolasi VZV pada kultur sel, walaupun efek sitopatik bisa
memakan waktu beberapa minggu.
2. Partikel virus herpes dapat dilihat dengan mikroskop elektron
pada cairan vesikel
3. Infeksi terdahulu ditentukan dengan mendeteksi VZV IgG
dengan ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay)

Diagnosis Banding
- Variola
Pengobatan untuk infeksi Varicella-Zooster
1.Pengobatan secara non farmakologi
Lesi kulit varicella dapat dirawat dengan mandi teratur dan melakukan beberapa
Soothing Treatment untuk menghilangkan rasa gatal sehingga menghindari
garukan pada lesi dan juga untuk menghindari infeksi sekunder.
2.Pengobatan secara farmakologi
VZV lebih tidak sensitif terhadap Acyclovir dibandingkan HSV, tetapi obat ini, atau
obat lain seperti Famcyclovir/Valacyclovir, dapat digunakan secara oral untuk
mengobati varicella dan zoster.

Untuk penatalaksanaan yang lebih sederhana, dijelaskan


bahwa pengobatan bersifat simtomatik dengan antipiretik dan
analgesik.
Untuk menghilangkan rasa gatal dapat diberikan sedativa.
Diberikan bedak yang mengandung zat anti gatal seperti
mentol dan kamfora untuk mencegah pecahnya vesikel secara
dini dan sekaligus menghilangkan gatal.
Pada infeksi sekunder dapat diberikan antibiotika berupa salep
daan oral.

HERPES ZOOSTER

Definisi
Herpes zooster adalah radang kulit akut dan setempat,
terutama terjadi pada orang dewasa yang khas ditandai adanya nyeri
radikuler unilateral serta timbulnya lesi vesikuler yang terbatas pada
dermatom yang dipersarafi serabut saraf spinal maupun ganglion
serabut saraf sensorik dari nervus kranialis.
Etiologi
Herpes zoster disebabkan oleh infeksi virus varisela zoster
(VVZ) dan tergolong virus berinti DNA, virus ini berukuran 140-200
nm, yang termasuk subfamili alfa herpes viridae.

Epidemiologi
Herpes zoster terjadi pada orang yang pernah menderita
varisela sebelumnya karena varisela dan herpes zooster
disebabkan oleh virus yang sama yaitu virus varisela
zooster
Setelah sembuh dari varisela, virus yang ada di ganglion
sensoris tetap hidup dalam keadaan tidak aktif dan
mengalami reaktivasi jika daya tahan tubuh menurun.
Lebih dari 2/3 usia di atas 50 tahun dan kurang dari 10%
usia di bawah 20 tahun.

Patogenesis
Varicella Zooster Virus dapat menyebabkan varicella dan herpes
zoster. (infeksi akut primer) sedangkan bila penderita varicella
sembuh atau dalam bentuk laten dan kemudian terjadi serangan
kembali maka yang akan muncul adalah herpes zoster.
Infeksi primer dari VZV ini pertama kali terjadi di daerah nasofaring.
Disini virus mengadakan replikasi dan dilepas ke darah sehingga
terjadi viremia permulaan yang sifatnya terbatas dan asimptomatik.
Keadaan ini diikuti masuknya virus ke dalam Reticulo Endothelial
System (RES) yang kemudian mengadakan replikasi kedua yang sifat
viremia nya lebih luas dan simptomatik dengan penyebaran virus ke
kulit dan mukosa.

Gambaran Klinis

Gejala prodromal herpes zooster biasanya berupa rasa sakit dan


parestesi pada dermatom yang terkena. Gejala ini terjadi beberapa
hari menjelang timbulnya erupsi
Gejala konstitusi, seperti sakit kepala, malaise, dan demam, terjadi
pada 5% penderita (terutama pada anak-anak) dan timbul 1-2 hari
sebelum terjadi erupsi.
Gambaran yang paling khas pada herpes zooster adalah erupsi
yang lokalisata dan unilateral. Jarang erupsi tersebut melewati
garis tengah tubuh. Umumnya lesi terbatas pada daerah kulit yang
dipersarafi oleh salah satu ganglion saraf sensorik

Gambar 2 A. Herpes zoster. Vesikel


tumbuh berkelompok unilateral

Gambar 2 B. Herpes zoster oftalmikus.


Vesikel menyerang sesuai dermatom
persarafan yaitu n. trigeminus cabang
oftalmikus

Gambar 2 C. Herpes zoster torakalis. Area


predileksi paling sering. Bersifat unilateral

Menurut lokasi lesinya, herpes zooster dibagi menjadi:


1. Herpes zoster oftalmikus.
2. Herpes zoster fasialis
3. Herpes zoster brakialis
4. Herpes zoster torakalis
5. Herpes zoster lumbalis
6. Herpes zoster sakralis

DIAGNOSIS

anamnesis didapatkan keluhan berupa neuralgia beberapa hari


sebelum atau bersama-sama dengan timbulnya kelainan kulit,
demam
Kelainan kulit tersebut mula-mula berupa eritema kemudian
berkembang menjadi papula dan vesikula yang dengan cepat
membesar dan menyatu sehingga terbentuk bula. Isi vesikel
mula-mula jernih
Karakteristik dari erupsi kulit pada herpes zoster terdiri atas
vesikel-vesikel berkelompok, dengan dasar eritematosa, unilateral,
dan mengenai satu dermatom

DIAGNOSIS LABORATORIUM DAN


PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. pemeriksaan sediaan apus tes Tzanck membantu menegakkan
diagnosis dengan menemukan sel datia berinti banyak.
2. pemeriksaan cairan vesikula atau material biopsi dengan
mikroskop elektron, serta tes serologik
3. pemeriksaan histopatologi ditemukan sebukan sel limfosit yang
mencolok, nekrosis sel dan serabut saraf, proliferasi endotel
pembuluh darah kecil
4. Partikel virus dapat dilihat dengan mikroskop elektron dan
antigen virus herpes zoster dapat dilihat secara imunofluoresensi.

Apabila gejala klinis sangat jelas tidaklah sulit untuk menegakkan


diagnosis. Akan tetapi pada keadaan yang meragukan diperlukan
pemeriksaan penunjang antara lain:
1. Isolasi virus dengan kultur jaringan dan identifikasi morfologi
dengan mikroskop elektron
2. Pemeriksaan antigen dengan imunofluoresen
3. Tes serologi dengan mengukur imunoglobulin spesifik
Diagnosa bandinng:
1. Herpes simpleks
2. Varisela
3. Impetigo vesiko-bulosa

Komplikasi
1. Neuralgia pasca herpetik
2. Infeksi sekunder
3. Kelainan pada mata
4. Sindrom Ramsay Hunt
5. Paralisis motorik
Penatalaksanaan

Penatalaksaan herpes zoster bertujuan untuk:


1. Mengatasi infeksi virus akut
2. Mengatasi nyeri akut yang ditimbulkan oleh virus herpes zoster
3. Mencegah timbulnya neuralgia pasca herpetik.

Pengobatan Umum
Selama fase akut, pasien dianjurkan tidak keluar rumah, karena dapat
menularkan kepada orang lain yang belum pernah terinfeksi varisela dan
orang dengan defisiensi imun.Usahakan agar vesikel tidak pecah, misalnya
jangan digaruk dan pakai baju yang longgar. Untuk mencegah infeksi
sekunder jaga kebersihan badan.
Pengobatan Khusus

a) Sistemik
1. Obat Antivirus
Asiklovir Sebaiknya pada 3 hari pertama sejak lesi muncul
Dosis asiklovir peroral yang dianjurkan adalah 5800 mg/hari selama 7 hari

2. Analgetik
Dosis asam mefenamat adalah 1500 mg/hari diberikan sebanyak 3 kali, atau
dapat juga dipakai seperlunya ketika nyeri muncul.
3. Kortikosteroid
Indikasi pemberian kortikostreroid ialah untuk Sindrom Ramsay Hunt
prednison dengan dosis 320 mg/hari, setelah seminggu dosis diturunkan
secara bertahap

b) Pengobatan topikal
Jika masih stadium vesikel diberikan bedak dengan tujuan protektif untuk
mencegah pecahnya vesikel agar tidak terjadi infeksi sekunder. Bila erosif
diberikan kompres terbuka. Kalau terjadi ulserasi dapat diberikan salep
antibiotik.

HERPES SIMPLEKS

Definisi
Herpes simpleks merupakan infeksi virus yang ditandai dengan lesi
primer terlokalisir,laten dan adanya kecendurangan untuk kambuh kembali.
Ada 2 jenis virus yaitu virus herpes simpleks (HSV) tipe 1 dan 2 pada
umumnya menimbulkan gejala klinis yang berbeda, tergantung pada jalan
masuknya.Dapat menyerang alat-alat genital atau mukosa mulut.
Epidemiologi
Tersebar di seluruh dunia. Hampir 50%-90% orang dewasa
memiliki antibodi terhadap HSV 1. Infeksi awal HSV 1 biasanya terjadi
sebelum usia 5 tahun, namun saat ini banyak infeksi primer ditemukan
terjadi pada orang dewasa.

Etiologi
Penyebab infeksi adalah virus herpes simpleks termasuk dalam famili
herpesviridae, subfamili alphaherpesvirinae.HSV tipe I dan tipe II dapat
dibedakan secara imunologis (terutama kalau digunakan antibody spesifik atau
antibody monoclonal).
Masa Inkubasi
Masa inkubasi berlangsung dari 2 sampai dengan 12 hari.
Masa Penularan
HSV dapat diisolasi dalam 2 minggu dan kadang-kadang lebih dari 7
minggu setelah muncul stomatitis primer atau muncul lesi genital primer.
Setelah itu, HSV mungkin ditemukan secara intermittent pada mukosal
selama bertahun-tahun dan bahkan mungkin seumur hidup, dengan atau
tanpa gejala klinis.

Gejala klinis
Kira-kira 10% dari infeksi primer, muncul sebagai suatu penyakit
dengan spektrum gejala klinis yang beragam, ditandai dengan
panas dan malaise sampai 1 minggu atau lebih
Pada wanita terjadi pada cervix dan vulva..
Pada laki-laki, lesi muncul pada glans penis atau
preputium,

daerah

Daerah lain yang terkena selain alat kelami: mulut, terjadi


pada kedua jenis kelamin, tergantung dari kebiasaan hubungan
seksual

GAMBAR 3. HERPES SIMPLEKS AKIBAT VIRUS TIPE 1. A). VESIKEL


MENYERANG BAGIAN MATA. B). VESIKEL BERKELOMPOK DI KULIT
WAJAH. C )DAN D). AREA PREDILEKSI PALING SERING DI MUKOSA
MULUT DAN BIBIR.

GAMBAR 3 E. HERPES SIMPLEKS AKIBAT VIRUS TIPE 2. VESIKEL


TUMBUH DI ALAT KELAMIN.

Diagnosa dan pemeriksaan penunjang


Diagnosa ditegakkan berdasarkan terjadinya perubahan
sitologis yang khas (multinucleated giant cell dengan
intranuclear inclusion pada kerokan jaringan atau biopsi),
Diagnosis pada infeksi primer dipastikan dengan adanya
kenaikan 4 kali pada titer paired sera dengan berbagai
macam tes serologis;
untuk membedakan antibodi tipe 1 dan tipe 2 saat ini
tersedia diberbagai laboratorium diagnostik; isolat virus
dapat dibedakan dari yang lain dengan analisis DNA.

Upaya Pencegahan
1). Berikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat dan tentang
kebersihan perorangan yang bertujuan untuk mengurangi perpindahan
bahan-bahan infeksius.
2). Mencegah kontaminasi kulit dengan penderita eksim melalui
bahan-bahan infeksius.
3). Petugas kesehatan harus menggunakan sarung tangan pada saat
berhubungan langsung dengan lesi yang berpotensi untuk menular.
4). Disarankan untuk melakukan operasi ceasar sebelum ketuban pecah
pada ibu dengan infeksi herpes genital primer

5). Menggunakan kondom lateks saat melakukan hubungan


seksual mengurangi risiko infeksi; belum ada anti virus yang
dapat digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi primer
meskipun acyclovir mungkin dapat digunakan untuk
pencegahan untuk menurunkan insidensi kekambuhan, dan
untuk mencegah infeksi herpes pada pasien dengan defisiensi
imunitas.

VARIOLA

Definisi
Penyakit virus yang disertai keadaan umum yang buruk,
dapat menyebabkan kematian, eflorosensinya bersifat monomorf
terutama terdapat di bagian perifer tubuh.
Sinonim
Cacar, smallpox
Etiologi
Penyebab variola ialah virus pox variolae. Dikenal dua tipe
virus yang hampir identik tetapi menyebabkan 2 tipe variola yaitu
variola mayor dan variola minor (alastrim).

Gejala klinis
Inkubasnya 2-3 minggu dan terdapat empat stadium:
1. Stadium inkubasi erupsi (prodromal)
nyeri kepala, nyeri tulang , disertai demam tinggi, selama 3-4 hari
2. Stadium makulo-papular
macula-makula eritematosa yag cepat menjadi papul-papul
3. Stadium vesiko-pustulosa
5-10 hari timbul vesikel-vesikel yang kemudian menjadi pustulepustul, suhu tubuh meningkat lagi
4. Stadium resolusi
Stadium ini berlangsung dalam waktu 2 minggu. timbul krustakrusta dan suhu tubuh mulai menurun

GAMBAR 4 A. VARIOLA. VESIKEL BERSIFAT MONOMORF.


TUMBUH MULAI DARI PERIFER KE SENTRAL.

Komplikasi
Kompikasinya ialah bronkopneumonia, infeksi kulit sekunder (furunkel,
impetigo dan sebagainya), ulkus kornea, ensefalitis, effluvium dan telogen
dalam waktu 3-4 bulan.
Diagnosis dan pemeriksaan penunjang
Inokulasi pada korioalantoik, pemeriksaan virus dengan mikroskop
electron dan deteksi antigen virus pada agar-agar sel. Selain itu bisa
dilakukan pemeriksaan histopatologik dan tes serologic (tes ikatan
komplemen).
Profilaksis
Vaksinasi dengan virus b=vaksinia yang diebrikan dengan metode
multiple puncture, merupaka teknik yang dianggap terbaik

Terapi
Penderita harus dikarantina. Sistemik dapat diberika
obat antiviral (asiklovir atau valasiklovir) misalnya
isoprinosin dan interferon.
Boleh juga di berika globulin-gama. Untuk pengobatan
simptomatik dapat diberikan analgetik dan antipiretik.

V. KONDILOMA AKUMINATUM

Definisi
Kondiloma adalah kutil yang berlokasi di area genital (uretra,
genital dan rektum). juga dikenal sebagai: kutil kelamin, kutil
kemaluan, kutil genital (kutil genitalia), genital warts, veruka
akuminata, venereal wart, jengger ayam.
Etiologi
Kutil kelamin atau kondiloma disebabkan oleh infeksi pada
epidermis oleh jenis Human Papiloma Virus yang spesifik pada
sebagian besar lesi yang terjadi akibat HPV 6 dan 11 yang
dijumpai

Faktor-faktor resiko
1. Aktivitas Seksual
2. Kehamilan
3. 3. Imunitas
Gejala yang sering muncul antaranya:
Kondiloma akuminata sering muncul disaerah yang lembab, biasanya pada
penis, vulva, dinding vagina dan dinding serviks dan dapat menyebar sampai
daerah perianal
Berbau busuk
Warts/kutil memberi gambaran merah muda, flat, gambaran bunga kol
Pada pria dapat menyerang penis, uretra dan daerah rektal

Gambar 5 A. Kondiloma akuminatum.


Berbentuk vegetasi dan bertangkai di
daerah labia mayora.

Gambar 5 B. Kondiloma
akuminata. Area predileksi di
tempat lembap seperti di penis.

Gambar 5 C. Kondiloma akuminatum. Kutil


tumbuh di daerah perianal dan perineum.

Diagnosa banding
Veruka vulgaris yang tidak bertangkai, kering dan berwarna abu abu atau
sama dengan warna kulit.
Kondiloma latum atau sifilis stadium II, klinis berupa plakat yang erosi,
Karsinoma sel skuamosa vegetasi yang seperti kembang kol mudah berdarah
dan berbau.
Penatalaksanaan
a. Kemoerapi
b. Terapi pembedahan
Kuret atau Kauter (Elektrokauterisasi)
Bedah Beku ( N2, N2O cair )
Laser

VI. MOLUSKUM KONTAGIOSUM

Definisi

Moluskum kontagiosum merupakan penyakit kulit yang


disebabkan oleh Molluscum Contagiosum Virus (MCV) yang
menyerang kulit dan membrane mukosa.
Epidemiologi
Angka kejadian moluskum kontagiosum di seluruh dunia
diperkirakan sebesar 2% - 8%, dengan prevalensi 5% - 18% pada
pasien HIV AIDS. Moluskum kontagiosum bersifat endemis pada
komunitas padat penduduk, higiene buruk dan daerah miskin

Etiologi
Molluscum Contagiosum Virus (MCV); kelompok Pox Virus dari
genus Molluscipox virus.
Faktor risiko meliputi:
a) Anak-anak, adanya kontak langsung kulit ke kulit dengan anak
yang terkena
b) Dewasa imunokompeten - Terutama terjadi karena kontak
seksual dengan pasangan yang terkena.
c) Pasien imunokompresi - kontak seksual dengan pasangan yang
terkena

Gejala klinis
Masa inkubasi Moluskum kontagiosum didapatkan satu sampai beberapa
minggu hingga 6 bulan.
Lesi berupa papulae miliar, asimtomatis, berbentuk kubah dengan delle, bila
dipijat mengeluarkan massa putih seperti butiran nasi.
Tempat predileksi adalah wajah, badan serta ekstremitas.
Diagnosa banding
1. Kriptokokosis
2. Basal Cell Carcinoma
Terapi
1. Bedah Beku (Cryosurgery)
2. Eviserasi
3. Pulsed Dye Laser

Gambar 6 A. Moluskum
kontagiosum. Salah satu area
predileksi papul ialah di wajah.

Gambar 6 C. Moluskum
kontagiosum. Lekukan delle
(+) di atas papul.

VERRUCA
Definisi
Veruka ialah hiperplasi epidermis disebabkan oleh human papilloma virus tipe
tertentu.
Sinonim
Kutil, common wart
Epidemiologi
Veruka dapat terjadi pada semua usia. Insiden meningkat pada masa sekolah
dan puncaknya terjadi pada saat dewasa muda.
Etiologi
Merupakan infeksi dari virus papilloma (group papova) yaitu virus DNA dengan
karakteristik replikasi terjadi intranuklear.

Klasifikasi
Penyakit ini terbagi kepada beberapa bentuk klinis:
1. veruka vulgaris dengan varian veruka filiformis
2. veruka plana juvenilis
3. veruka plantaris
4. veruka akuminatum (kondiloma akuminatum)
Gejala klinis
1. Veruka vugaris : Kutil ini terutama terdapat pada anak, tetapi juga terdapat
pada dewasa dan orang tua. Tempat predileksinya terutama di ekstremitas
bagian ekstensor
2. Veruka plana juvenilin: Kutil ini besarnya miliar atau lentikular,
permukaan licin dan rata, berwarna sama dengan warna kulit atau agak
kecoklatan

3. Veruka plantaris
Kutil ini terdapat di kaki terutama di daerah yang mengalami
tekanan. Bentuknya berupa cincin yang keras
4. veruka akuminatum
Kutil ini juga dikenali dengan nama kondiloma akuminatum atau
genital wart dengan kelainan kulit berupa vegetasi yang bertangkai
dan berwarna kemerahan jika telah lama bewarna agak kehitaman
Diagnosis banding
Karsinoma sel skuamosa yang dimana cirinya adalah vegetasi yang
seperti kembang kol, mudah berdarah, dan berbau. Selain itu
diagnosis banding lainnya bisa moloskum kontagiosum

Terapi
Terapi pada veruka vulgaris disesuaikan dengan lokasi tubuh
yang terkena.
Penatalaksanaan untuk pasien dilakukan elektrokauterisasi.
Elektrokauterisasi ini efektivitasnya tinggi dalam menghancurkan
jaringan yang terinfeksi dan HPV, serta kontraindikasi untuk
pasien dengan cardiacpacemakers.
Penatalaksanaan lainnya :
- Krioterapi
- Asam salisilat 12-26%
- Laser karbondioksida

Gambar 7 A. Verruca vulgaris. Kutil


tumbuh dalam pelbagai ukuran,
permukaan verukosa dan bertangkai.

Gambar 7 B. Verruca plantaris.


Kutil tumbuh di telapak kaki dan
bersifat multiple seperti mosaik.

TERIMAKASIH