Anda di halaman 1dari 28

DUPLEX KIDNEY

ANATOMI GINJAL

Proses Pembentukan Urine

Penyaringan(filtrasi)

Penyerapan Kembali
(reabsorbsi)

Augmentasi

Penyaringan(filtrasi)

Proses
pembentukan
urin
diawali
dengan
penyaringan
darah yang terjadi di kapiler
glomerulus.

Selain
penyaringan,
di
glomelurus
juga
terjadi
penyerapan
kembali
sel-sel
darah, keping darah, dan
sebagian besar protein plasma

Hasil penyaringan di glomerulus


disebut filtrat glomerolus atau
urin primer,mengandung asam
amino, glukosa, natrium, kalium,
dan garam-garam lainnya.

Penyerapan Kembali (reabsorbsi)


Bahan-bahan yang masih diperlukan di
dalam urin pimer akan diserap kembali
di tubulus kontortus proksimal
Substansi
seperti

yang

glukosa

masih
dan

diperlukan

asam

amino

reabsorbsi

maka

dikembalikan ke darah
Setelah

terjadi

tubulus

akan

sekunder,

menghasilkan
zat-zatyang

urin
masih

diperlukan tidak akan ditemukan lagi.

Augmentasi
Augmentasi
adalah
proses
penambahan
zat sisa dan urea yang
mulai terjadi ditubulus
kontortus distal. Dari
tubulus-tubulus ginjal,
urin
akan
menuju
rongga
ginjal,
selanjutnya
menuju
kantong kemih melalui
saluran ginjal

Duplex kidney

INSIDEN
Duplex collecting system adalah kelaianan kongenital
yang paling umum dengan insiden 0,8%.

20% terjadi bilateral & lebih sering terjadi pada wanita

Faktor predisposisi: genetik

Gambaran klinis
Clinically silent
Biasanya terjadi pada saat masih kecil
Dapat terjadi ISK berulang, nyeri pinggang,
inkontinensia urin & hematuri

Vesicoureteral
reflux (VUR)
Obstruksi akibat
penekanan dari
dilatasi
abnormal pole
atas

Normal

Ureter
Pole
Bawah

Ectopic ureter
Tunas ureter tidak muncul pada
tempat yang normal
Ureter bermuara di leher buli-buli
atau lebih distal dari itu

DROPING LILY SIGN pada pemeriksaan IVP

Pemeriksaan penunjang
USG
VCUG
IVP

PENATALAKSANAAN:
Nephrectomy (heminephrectomi
pole atas)
Ureter reimplantation

Vesicoureteral reflux
(VUR)
kelainan traktus urinarius yaitu terjadinya aliran balik urin dari vesika
urinaria ke ureter selanjutnya menuju ginjal. Diturunkan secara
autosomal dominan

Etiologi Primer:
Pendeknya/ tidak terdapatnya
ureter intravesikal
Otot detrusor yang inadekuat
Ketak orifisium ureter terlalu
lateral
Bentuk orifisium ureter
abnormal

Etiologi Sekunder:
Sistitis/ ISK
Obstruksi saluran keluar vesika
Instabilitas detrusor
Duplikasi collecting system
Divertikulum paraureteral
(HUTCH)

Klasifikasi

Derajat I: refluks pada ureter saja, tidak ada


dilatasi
Derajat II: refluks pada ureter, pelvis dan
kalises, tidak ada dilatasi
Derajat III: dilatasi ringan dengan atau tanpa
disertai ureter yang berkelok. Dilatasi ringan
pelvis dan kaliks minor agak cembung
Derajat IV: dilatasi sedang disertai ureter yang
berkelok. Dilatasi sedang pada pelvis, kaliks
mayor dan minor tampak cembung.
Derajat V: dilatasi hebat disertai ureter yang
berkelokkelok dan sistem pelvokalises sangat
melebar.

Diagnosis
o Anamnesa

o Pemeriksaan fisik
o Pemeriksaan laboratorium :
UL, kultur urin, tes fungsi
ginjal jika diperlukan

o Pemeriksaan radiologi : USG


o Kriteria diagnosis RVU: x-ray
voiding cystourethrogram
(VCUG)

Penatalaksanaan
1. Medikamentosa:
o Antibiotik profilaksis

2. Pembedahan:
o Ureteroneocystostomy

Ureterocele
Adanya dilatasi ataupun
swelling pada bagian bawah
ureter

Congenital abnormality

Pada duplex kidney, terjadi


dilatasi ataupun swelling dan
dapat menyebabkan
obstruksi aliran urin

Ureterocele dapat
menyebabkan urin mengalir
mundur dari VU ke ginjal
(refluks)

GEJALA
o Demam
o Menggigil
o Nyeri pinggang
o Nyeri saat kencing

DIAGNOSA:
USG

PENATALAKSANAAN:
Antibiotik profilaksis
Ureterocele puncture