Anda di halaman 1dari 4

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Nugget ayam jamur adalah suatu bentuk produk olahan daging yang terbuat dari daging
giling ayam dan tambahan jamur sebagai yang dicetak dan dibentuk potongan empat persegi.
Potongan ini kemudian dilapisi tepung berbumbu (buttered dan breaded) (Dwiyana 2014).
Pemanfaatan jamur sebagai bahan tambahan pembuatan nugget ayam jamur untuk
memanfaatankan potensi budidaya jamur tiram yang banyak dibudidayakan di Indonesia
sebagai sumber protein pengganti telur, susu, daging, ikan dan lain sebagainya. Berdasarkan
data tahun 2014 tentang produktifitas jamur tiram di Indonesia untuk Provinsi Jawa Tengah
sebagai contoh provinsi penghasil jamur tiram tertinggi dibandingkan wilayah lain yaitu
sebesar 143 ton/log namun produksi ini masih rendah yaitu 2.285,10 (Ditjen Holtikultura
2012). Indonesia sebagai negara pengekspor jamur tiram segar dimulai pada tahun 2003
sebanyak 24.747.741 kg dan mengalami peningkatan pada tahun 2007 sebesar 34.671.106 kg
(laju 30,71 per tahun), sedangkan untuk jamur olahan 22.672.217 kg (laju 27% per tahun )
produktifitas ini diperkirakan akan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya
(Departemen Pertanian 2010).
Tata letak merupakan suatu keputusan penting yang menentukan efesiensi sebuah
operasi dalam jangka panjang. Tata letak mempunyai banyak dampak strategis karena tata
letak menentukan daya saing perusahaan dan kapasitas, proses, fleksibilitas, biaya,
sertakualitas lingkungan kerja, kontak pelanggan, dan citra perusahaan. Tujuan tata letak
adalah untuk membangun tata letak yang ekonomis yang memenuhi kebutuhan persaingan
perusahaan. Tata letak yang efektif dapat membantu organisasi mencapai sebuah strategi
yang menunjang diferensiasi, biaya rendah, dan respon yang cepat. Mengetahui pentingnya
melakukan perancangan tata letak, maka dibuatlah makalah ini.
Tujuan
Pembuatan makalah ini bertujuan untuk megetahui dan merancang pembuatan produk
yang bebasis pada skala industri dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mendukung
perancangan sebuah pabrik seperti: proses produksi/kegiatan, diagram keterkaitan aktifitas,
pemilihan lokasi industri, diagram keterkaitan aktifitas, alokasi area, dan pelatan penanganan
bahan.
Ruang Lingkup

Ruang lingkup dari pembuatan makalah ini adalah analisis tata letak penanganan
produk dari nugget ayam jamur yang meliputi proses produksi/kegiatan, pemilihan lokasi
industri, diagram keterkaitan antar aktivitas, alokasi area, serta peralatan penanganan bahan
yang diguanakan.

Faktor-faktor Penentu Lokasi Industri (Industrial Estate)


Untuk Industri Nugget Jamur

Faktor- faktor yang terkait dalam pemilihan lokasi pendirian pabrik nugget jamur
adalah sebagai berikut :
Faktor Kritis:
1. Lokasi pabrik dekat dengan supplier. Hal ini bertujuan agar pabrik dekat dengan
bahan baku yang berupa jamur dan ayam cincang. Jamur dan ayam cincang
merupakan produk yang gampang rusak, sehingga pabrik dialokasikan dekat dengan
supplier.
2. Pabrik berlokasi dekat dengan sumber energi. Karena pabrik nugget jamur
membutuhkan energi untuk pemanasan air, pengeringan, penggiling, pengaduk,
pendingin, pengemasan dan beberapa proses lainnya.
3. Dekat dengan sumber air bersih. Karena dalam proses pembuatan nugget jamur,
terdapat proses perebusan jamur, sebagai komposisi bahan dan sebagai pencuci
peralatan yang digunakan, sehingga membutuhkan sumber air bersih. Sehingga sangat
penting bagi pabrik nugget jamur berlokasi dekat sumber air bersih.
Faktor Objektif
1. Akses transportasi menuju konsumen mudah. Dengan akses transportasi yang besar
dan mudah (lancar) akan mengurangi biaya transportasi.
2. Dekat dengan supplier jamur dan ayam cincang. Karena bahan utama yang diolah
berbahan baku jamur dan ayam cincang, sehingga biaya (ongkos kirim) lebih murah
dan kesegaran jamur dan ayam cincang terjaga.
3. Lahan yang digunakan cukup luas sehingga cukup untuk membangun pemukiman
untuk pekerja, sehingga biaya transportasi pegawai dapat ditiadakan.
Faktor Subjektif
1. Memilih lokasi yang memiliki keamanan yang terjaga.
2. Memiliki lokasi yang bersih dikarenakan produksi bahan pangan.

DIAGRAM KETERKAITAN AKTIVITAS


Gambar analisis activity relationship chart (ARC) pada aktivitas atau departemen
pabrik nugget jamur
Keterangan :
A : Absolutely necessary (mutlak)
E : Especially important (sangat penting)
I : Important (penting)
O : Ordinary (biasa)
U : Unimportant (tidak penting)
X : Undesirable (berjauhan)

Ruang Persiapan
Ruang Bahan Baku (Kering)
Ruang Bahan Baku (Dingin)

Ruang Proses
Chiller Sementara
Quality Control
Ruang Pengemasan
F Freezer Produk Simpan
Sumber Air
Alasan
1. Kemudahan Transportasi
2. Menghindari Kontaminasi
3. Kemudahan Inspeksi
TCR 1
Ruang Persiapan
Ruang Bahan Baku Kering
Ruang Bahan Baku Dingin
Ruang Proses
Chiller Sementara

: 2 (34) + 3 (33) + 1 (31) + 3 (30)


: 1 (34) + 1 (33) + 4 (31) + 2 (30) + 1 (0)
: 1 (34) + 2 (33) + 3 (31) + 2 (30) + 1 (0)
: 5 (34) + 1 (33) + 3 (31)
: 1 (34) + 6 (31) + 2 (30)

= 249
= 122
= 146
= 441
= 101

Pusat

Quality Control
Pengemasan
Freezer Simpan
Sumber Air
Pembuangan Limbah

: 5(33) + 2 (31) + 2 (30) +


: 1 (34) + 1 (33) + 4 (31) + 2 (30) + 5 (0)
: 1 (34) + 2 (31) + 6 (30)
: 2 (34) + 4 (31) + 2 (30) + 1 (0)
: 1 (33) + 1 (31) + 4 (30) + 3 (0)

= 143
= 119
= 93
= 176
= 34

R. Proses

DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pertanian. 2012. Statistik Pertanian. Jakarta: Departemen Pertanian.
Direktorat Jenderal Hortikultura. 2012. Statistik Produksi Hortikultura Tahun 2012. Jakarta
(ID): Direktorat Jenderal Hortikultura.
Dwiyana vanya. 2014. Aneka Reseep Nugget. [internet]. [Diacu tanggal: 09 Desember 2014].
Tersedia dari: http://vanyadwinaya.hubpages.com.