Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

Fistula perianal merupakan saluran abnormal yang menghubungkan dua


permukaan epitel yang berada di kanalis anorektal dan kulit perianal

(3)

. Infeksi

Anorektum dapat muncul dalam fase akut sebagai abses maupun kronik sebagai
fistula

(7)

. Hampir semua fistula perianal disebabkan oleh perforasi atau penyaliran

abses anorektum, sehingga kebanyakan fistula mempunyai satu muara kripta di


perbatasan anus dan rectum, dan lubang lain di daerah perineum di kulit perianal

(4)

Sementara, sumber lain menyebutkan pada sebagian besar kasus, penyebab fistula
perianal tidak begitu jelas diketahui dan proses infeksi diklasifikasikan sebagai
nonspesifik, idiopatik, dan teori infeksi Cryptaglandular in origin. Beberapa hasil
penelitian menyebutkan pembentukan fistula 26% - 37% setelah adanya abses
perianal (3).
Prevalensi fistula anal sekitar 1- 2 per 10.000 dari populasi, pada penelitian di
Eropa. Tetapi data ini mungkin dibawah estimasi, karena banyak pasien yang enggan
mengunjungi layanan kesehatan. Dilaporkan insidensi fistula anal di Inggris sekitar
18,4 per 100.000 per tahun. Laki-laki dua kali lebih sering terinfeksi dibandingkan
perempuan, (2:1), dan rata-rata umur sekitar 40 tahun ke atas. (3).
Fistula perianal dapat menimbulkan nyeri yang dapat dirasakan memberat saat
defekasi, duduk, dan batuk, serta mengeluarkan discharge seperti pus atau feses di
sekitar kulit perianal yang dapat muncul terus-menerus maupun intermitten. Kondisi
ini membuat pasien merasa sangat tidak nyaman dan menderita (7).
Keberhasilan pengobatan fistula perianal adalah dengan mengeliminasi
saluran fistula primer (the primary track). Hal ini dapat diketahui dengan melakukan
pemeriksaan fisik colok dubur dan pencitraan menggunakan anorectal ultra sound dan
MRI (Magnetic Resonance Imaging)

(7)

. Pemeriksaan Endoanal ultrasound dengan

kontras hydrogen peroksida dan MRI (gold standar) memberikan penilaian yang
akurat untuk evaluasi perioperatif dalam menentukan saluran fistula perianal primer
dan lokasi lubang fistula internal (6).
Penalaksanaan fistula perianal dilakukan tindakan pembedahan. Prinsip
pembedahan fistula perianal adalah untuk mengeliminasi fistula, mencegah
kekambuhan (recurrence), dan mempertahankan fungsi otot sfingter anal (internal dan
eksternal). Keberhasilan pembedahan biasanya ditentukan oleh identifikasi lubang
fistula internal dan intervensi yang seminimal mungkin pada otot sfingter anal (6).