Anda di halaman 1dari 9

UJI KOMPETENSI 1

Mata Kuliah : Demografi


Dosen Pengampu: Prof. Dr. H. Soegiyanto, S.U

Disusun Oleh :
Muhamad Dedi Riaman / S881408009

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN & LINGKUNGAN


HIDUP MINAT UTAMA PENDIDIKAN GEOGRAFI
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2014

1. Demografi mempelajari aspek kependudukan yang bersifat statis dan yang


bersifat dinamis. Jelaskan!

Aspek statis (Tetap) : struktur penduduk yang meliputi jumlah,


persebaran, dan komposisi penduduk, merupakan gambaran atau potret
penduduk dari hasil sensus pada hari sensus pada tahun yang berakhiran
dengan angka kosong. Data penduduk ini dijadikan sebagai basis
perhitungan penduduk. Sesudah hari sensus struktur penduduk akan
berubah karena komponen yang dinamis.

Aspek dinamis (dapat berubah) : komponen yang dapat mengubah


struktur penduduk yaitu kelahiran, kematian dan migrasi penduduk

Kedua aspek tersebut saling mempengaruhi, misalnya semakin tinggi


fertilitas (kelahiran) berpengaruh kepada tingginya presentase penduduk
muda.
2. Dari segi variabel bedakan antara Demografi formal, Studi Kependudukan
Tipe I dan Studi Kependudukan Tipe II!
Analisis Demografi Formal & studi kependudukan berdasarkan jenis variabel
pengaruh dan variabel terpengaruh (Kemmeyer, Kenneth CW., 1971)
Tipe Studi

Independen Variabel

Dependen Variabel

Demografi Formal

Variabel Demografi

Variabel Demografi

Komposisi umur

Tingkat Kelahiran

Tingkat kelahiran

Komposisi Umur

Studi
(Tipe I)

Kependudukan Variabel

Non Variabel Demografi

Demografi

Faktor sosiologis,
misal:

kelas

ekonomi

Faktor

Ekonomi,

misal : kesempatan
ekonomi
(Lapangan

Migrasi keluar

Pekerjaan)
Studi

Kependudukan Variabel Demografi

(Tipe II)

Variabel Non Demografi

Tingkat Kelahiran

Kebutuhan pangan

Migrasi masuk

Kemiskinan

Tingkat kematian

Pertumbuhan
Ekonomi

3. Dalam mempelajari demografi dibutuhkan kajian ilmu-ilmu lain, baik ilmuilmu sosial maupun ilmu-ilmu eksakta. Jelaskan!
Demografi mengkaji karakter penduduk dari segi jumlah, sebaran, komposisi
dan meliputi tiga variabel yaitu kelahiran, kematian dan migrasi. Untuk
menganalisis lebih mendalam hubungan variabel demogarfi dan non
demografi diperlukan kajian ilmu lain baik sosial (sosiologi, antropologi,
ekonomi, geografi dll) dan ilmu eksak/pasti.
Misalnya :

dalam hal memerlukan disiplin ilmu Geografi, masalah kepadatan


penduduk di suatu daerah menyebabkan kurangnya lahan kosong
untuk tempat tinggal. Sehingga masyarakat membangun tempat
tinggal di wilayah yang tidak semestinya untuk dijadikan sebagai
tempat tinggal. Misalnya di bantaran sungai, di sepanjang pinggiran
rel kereta api, di bawah jalan laying (fly over), dan lain-lain.

Dari jumlah dan komposisi penduduk menurut usia dapat digunakan


untuk mengetahui jumlah angkatan kerja, lapangan pekerjaan yang
dibutuhkan. Angkatan kerja/lapangan pekerjaan ini berkaitan dengan
ilmu ekonomi.

Kajian analisis demografi lebih bersifat sistematis dan statistik. Perlu


perhitungan-perhitungan

dalam

mengkaji

demografi,

seperti

menghitung jumlah penduduk di suatu wilayah atau negara.


Perhitungan statistik ini merupakan bagian dari ilmu eksak/pasti.

4. Jika sumberdata kependudukan dari registrasi penduduk dapat dilaksanakan


dengan baik dan cermat, apakah masih diperlukan sensus penduduk? Berikan
rasional pendapat saudara!
Sensus penduduk masih sangat perlu dilakukan meskipun pelaksanaan
registrasi penduduk telah dilaksanakan dengan baik, dari ketiga sumber data
demografi yang paling mendekati kondisi sebenarnya adalah sensus karena
pada waktu bersamaan dilakukan pendataan di seluruh wilayah terhadap
seluruh populasi. Jika data sensus dijadikan sebagai data estimasi atau data
proyeksi akan lebih dibandingkan dengan data penduduk yang berasal dari
sumber lain seperti hasil survai dan registrasi,.

5. Topik-topik minimal apa saja yang harus ditanyakan pada suatu sensus
penduduk disuatu negara?
a. Geografi dan Migrasi Penduduk

Tempat lahir

Lama tinggal di daerah seberang

Temspat tinggal beberapa tahun lalu

b. Rumah Tangga

Hubungan anggota dengan kepala keluarga

c. Karakter sosial dan Demografi

Jenis kelamin

Umur

Status perkawinan

Kewarganegaraan

Agama

Bahasa

Suku Etnik (Kebangasan)

d.

Fertilitas dan Mortalitas

Anak lahir hidup

Anak masih hidup

Umur waktu kawin

Lama kawin

Jumlah anak lahir hidup 12 bulan sebelum sensus

Jumlah bayi mati 12 bulan sebelum sensus

Yatim karena kematian ibu

e. Karakter Pendidikan

Tingkat pendidikan

Melek huruf

School attendance

Kualifikasi pendidikan

f. Karakter Ekonomi

Aktivitas ekonomi

Kedudukan dalam aktivitas

Industri

Status pekerja

Jam kerja

Pendapatan

Aktivitas menurut sektor

6. a. Kesalahan-kesalahan apa yang biasa ditemukan dalam sensus penduduk?

Kesalahan cakupan (error of coverage)


Kesalahan dimana tidak semua penduduk tercacah dan ada yang
tercacah dua kali

Kesalahan isi pelaporan (error of content)


Kesalahan pelaporan dari responden, atau ketidakjujuran responden
dalam mengisi blangko pertanyaan sensus

Kesalahan ketepatan laporan (estimating error)


Kesalahan pencatatan data penduduk yang menyebabkan kesulitan
analisanya. Hal ini terjadi dari petugas atau pelapor data.

b. bagaimana cara mengatasinya?

Memberikan sosialisasi pada masyarakat mengenai pentingnya sensus


penduduk

Perencanaan dan pelaksanaan yang matang dalam sensus

Tentukan sisten pencacahan yang akan digunakan, de facto atau de


jure atau keduanya

Menentukan tipe dan isi kuesioner

Menguji semua form dan prosedur termasuk yang untuk uji coba

Mempersiapkan peta dan daftar semua rumah tangga yang ada

Menentukan dan melatih petugas lapangan

Merencanakan dan mengembangkan program (software) untuk


processing data

Menginformasikan kepada masyarakat tentang akan dilaksanakannya


sensus dan memberi motivasi agar mereka ikut berpartisipasi

7. a. Bedakan antara struktur penduduk ekspansif, konstruktif dan stasioner


(dengan suatu contoh)!

Ekspansif : Sebagian besar penduduk berada pada usia muda


Contoh : Indonesia, mexico

Konstruktif

: Sebagian kecil penduduk berada dalam kelompok

umur muda
Contoh : Amerika Serikat

Stasioner

: Banyaknya penduduk dalam tiap kelompok umur

hampir sama banyaknya, dan mengecil pada usia tua kecuali pada
kelompok umur tertentu
Contoh : swedia

b. Apa konsekuensi masing-masing jenis struktur penduduk di bidang


ekonomi dan pendidikan.
No

Jenis Struktur

Dampak Bidang Ekonomi

Penduduk
1.

Ekspansif

Dampak Bidang
Pendidikan

(Piramida

penduduk Muda)

ketergantungan

Angka
tinggi

anak

usia

sekolah

Banyak

pengangguran

tidak kentara

Banyak

Pendapatan

Membutuhkan sarana
pendidikan

perkapita

(PAUD,

SD, SMP)

rendah

Membutuhkan lapangan
kerja yang banyak untuk
masa yang akan datang

2.

Konstruktif (Piramida

Pendapatan

penduduk Tua)

tinggi

perkapita

pendidikan

Sebagian

besar

tinggi/Perguruan
Tinggi

usia kerja/angkatan kerja

Kekurangan

banyak

pada sekolah-sekolah

Membutuhkan lapangan

dasar

Dependency

Ratio

rendah

tingkat

penduduk berada pada

pekerjaan yang banyak

Membutuhkan sarana

Jika

tidak

kelahiran,

diimbangi
terancam

kekurangan tenaga kerja


untuk masa yang akan
datang

siswa

3.

Stasioner

(Piramida

Seimbang)

Pendapatan

perkapita

tinggi

Dependency

Ratio

rendah

Kebutuhan

akan

sarana

pendidikan

tingkat

dasar,

menengah

maupun

tinggi seimbang

8. Jelaskan proses pentahapan Transisi Vital (Transisi Demografi) yang dibuat


oleh Bouge dengan suatu gambar.

Bogue (1969) membagi tahapan transisi menjadi 3 tahap :


a. Pra transisi (Pre-transitional) dari A hingga B
ciri:

Tingkat kelahiran dan kematian sama-sama tinggi, dimana angka


pertumbuhan penduduk rendah (hampir mendekati nol)

b. Transisi (Transitional) dari B ke C


Ciri:

Penurunan tingkat kelahiran dan kematian, tingkat kematian lebih


rendah dari pada tingkat kelahiran, mengakibatkan tingkat
pertumbuhan penduduk tinggi.
1) Permulaan transisi (Early Transitional) dari B ke C

Ciri: Tingkat kematian menurun, tetapi tingkat kelahiran tetap


tinggi
2) Pertengahan transisi ( Mid-transitional) dari C ke D
Ciri : Tingkat kematian & kelahiran keduanya menurun, tetapi
tingkat kematian menurun lebih cepat dari tingkat kelahiran.
3) Akhir transisi (Late transitional) dari D ke E
Ciri: Tingkat kematian rendah/tidak berubah menurun sedikit &
Tingkat kelahiran rendah.
c. Pasca Transisi (Post Transitional) dari E ke F
Ciri: Tingkat kematian & kelahiran keduanya rendah dan mendekati
keseimbangan (Vital rate)