Anda di halaman 1dari 6

CAMPAK

PENDAHULUAN
Campak adalah penyakit akut yang sangat menular,disebabkan oleh infeksi virus yang
umumnya menyerang anak.Campak memeiliki gejala klinis khas yaitu terdiri dari 3 stadium
yang masing-masing mempunyai ciri khusu : (1)stadium masa tunas berlangsung kira-kira
10-12 hari (2) stadium prodromal dengan gejala pilek dan batuk yang meningkat dan
ditemukan enatem pada mukosa pipi (bercak Koplik),faring dan peradangan mukosa
,konjungtiva da (3) stadium akhir dengan keluarnya ruam mulai dari belakang telinga
menyebar ke muka,badan,lengan dan kaki.Ruam timbul didahului dengan suhu badan yang
meningkat,selanjutnya ruam menjadi menghitam dan mengelupas.1

DEFENISI
Campak (morbili) adalah penyakit infeksi virus akut ,menular yang ditandai dengan 3
stadium yaitu : a .stadium kataral, b. stadium erupsi dan c. stadium konvalensi 2

ETIOLOGI
Campak adalah virus RNA dari Famili Paramixoviridae ,genus Morbilivirus. Virus
campak berbentuk bulat dengan tepi kasar dan bergaris tengah 140 nm,dibungkus oleh
selubung luar yang terdiri dari lemak dan protein.Didalamnya terdapat nukleokapsid yang
berbentuk lonjong ,terdiri dari bagian protein yang mengelilingi asam nukleat (RNA) yang
merupakan struktur heliks nucleoprotein dari myxovirus.2
Virus campak adalah organisme yang tidak memiliki daya tahan tinggi.Pada
temperature kamar ia akan kehilangan 60 % sifat infektivitasnya setelah 3-5 hari,pada suhu
37

C waktu paruh usianya 2 jam,sedangkan pada suhu 560C hanya satu jam.Sebaliknya

virus ini mampu bertahan dalam keadaan dingin.Pada suhu -700C dengan media protein ia
dapat hidup selama 5,5 tahun,sedangkan dalam lemarin pendingin dengan suhu 4-6 0C dapat
hidup selama 5 bulan.Tetapi bila tanpa media protein ,virus ini hanya dapat bertahan selama 2
minggu dan dapat demgan mudah dihancurkan oleh sinar ultraviolet.1
1

EPIDEMIOLOGI
Campak adalah endemik pada sebagian besar dunia.Campak sangat menular, sekitar
90% kontak keluarga yang rentan mendapat penyakit.2
Di Indonesia ,menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) campak menduduki
tempat ke 5 dalam urutan penyakit utama pada bayi (0,7%) dan tempat ke 5 dalam urutan 10
macam penyakit utama pada anak usia 1-4 tahun (0,77%).Dari penelotia retrospektif
dilaporkan bahwa campak di Indonesia ditemukan sepanjang tahun.1
Kejadian luar biasa campak lebih sering terjadi di daerah pedesaan terutama daerah
yang sulit dijangkau oleh pelayanan kesehatan,khususnya dalam program imunisasi.Di
daerah transmigrasi sering terjadi wabah dengan kematian yang tinggi.Di daerah perkotaan
khusu ,kasus campak tidak terlihat,kecuali dari laporan rumah sakit.Hal ini tidak berarti
bahwa daerah urban terlepas dari campak.1

PATOGENESIS
Penularannya sangat efektif,dengan sedikit virus yang infeksius sudah dapat
menimbulkan infeksi.Penularan campak terjadi secara droplet melalui udara,1-2 hari sebelum
timbul gejala gejala klinis sampai 4 hari setelah timbul ruam.Virus masuk ke dalam limfatik
lokal ,bebas maupun berhubungan dengan sel mononuclear,kemudian mencapai kelenjar
2

getah bening regional.Sel mononuclear yang terinfeksi menyebabkan terbentuknya sel


raksasa berinti banyak (Sel Warthin) ,sedangkan limfosit T (termasuk T-supressor dan Thelpe) yang rentan terhadap infeksi ,turut aktif membelah.1
Gambaran kejadian awal di jaringan limfoid belum diketahui secara lengkap, tetapi 56 hari setelah infeksi awal,terbentuklah focus infeksi yaitu virus masuk ke dalam pembuluh
darah dan menyebar ke permukaan epitel orofaring,konjungtiva,saluran nafas,kulit,kandung
kemih dan usus.1
Pada hari 9-10 ,focus infeksi yang berada di epitel saluran nafas dan konjungtiva
,akan menyebabkan timbulnya nekrosis pada satu sampai dua lapis sel..Pada saat itu virus
dalam jumlah banyak masuk kembali ke pembuluh darah dan menimbulkan manifestasi klinis
dari sitem saluran nafas diawali dengan keluhan batuk pilek disertai selaput konjungtiva yang
merah.Respon imun yang terjadi adalah proses peradangan epitel pada saluran pernafasan
diikuti dengan manifestasi klinis lain.1
Selanjutnya daya tubuh menurun.Sebagai akibat respon delayed hypersensitivity
terhadap antigen virus ,muncul ruam makulopapular pada hari ke 14 dan pada saat itu
antibody humoral sudah dapat dideteksi pada kulit.1

MANIFESTASI KLINIK
Masa tunas 10-20 hari.4penyakit ini terdiri dari 3 stadium ,yaitu :
1) Stadium kataral (prodromal )
Berlangsung selama 4-5 hari disertai

panas,malaise,batuk,fotofobia,konjungtivitis

dan koriza .Menjelang akhir stadium kataral dan 24 jam sebelum enantema ,timbul
bercak Koplik yang patognomonik bagi morbili.Bercak Koplik berwarna putih
kelabu,sebesar ujung jarum dan dikelilingi oleh eritema.Lokalisasinya di mukosa
bucalis berhadapan dengan molar bawah.Gambaran darah tepi ialah limfositosis dan
leucopenia.Secara klinis,gambar penyakit menyerupai influenza.
2) Stadium erupsi
Koriza dan batuk-batuk bertambah.Timbul enantema atau titik merahdi palatum
durum dan palatum mole.Terjadinya eritema yang berbentuk makula-papula disertai
3

kenaikan suhu tubuh.diantara makula terdapat kulit yang normal.Mula-mula eritema


timbul di belakang telinga,di bagian atas lateral tengkuk,sepanajng rambut dan bagian
dapat belakangr bawah.Kadang-kadang terdapat perdarahan ringan pada kulit.Rasa
gatal,muka bengkak.Ruam mencapai anggota badan pada hari ketiga.
Terdapat pembesaran kelenjar getah bening disudut mandibula dan didaerah belakang
leher.Tidak jarang disertai diare dan muntah
3) Stadium konvalensi
Erupsi berkurang meninggalkan bekas yang berwarna lebih tua (hiperpigmentasi)
yang lama-kelamaan akan hilang sendiri..Juga ditemukan kulit yang bersisik.Suhu
menurun kembali kecuali ada komplikasi.3

DIAGNOSIS
1. Anamnesa
2. Pemeriksaan Fisik
3. Pemeriksaan penunjang : pemeriksaan sitologik ditemukan sel raksasa lapisan
mukosa hidung dan pipi dan pada pemeriksaan serologi ditemukan IgM
spesifik. 1

DIAGNOSA BANDING
1. Rubella
2. Eksantema subitum1,4

KOMPLIKASI
Pada penyakit morbili terdapat resistensi umum yang menurun sehingga
terjadi anergi (uji tuberculin yang semula positif berubah menjadi negative.Keadaan
ini menyebabkan mudahnya terjadi komplikasi sekunder seperti otitis media
akut,ensefalitis,bronkopneumonia 2

PENGOBATAN
Pasien campak tanpa komplikasi dapat berobat jalan.Anak harus diberikan
cukup cairan dan kalori,sedangkan pengobatan bersifat simptomatik dengan
pemberian antipiretik,antitusif/ekspektoran dan antikonvulsan bila diperlukan.Di
rumah sakit pasien campak dirawat di bangsal isolasi sistem pernafasan,diperlukan
perbaikan keadaan umum dengan memperbaiki kebutuhan cairan dan diet yang
memadai.Vitamin A 100.000 IU peroral dibeikan satu kali,apabila malnutrisi
dilanjutkan 1500 IU.1

PROGNOSIS
Baik pada anak dengan keadaan umum yang baik,tetapi prognosa buruk bila
keadaan umum buruk,anak yang menderita penyakit kronis atau ada komplikasi 2

PROFILAKSIS
-

Imunisasi aktif
Pemberia vaksin campak menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit
campak.Imunisasi campak dianjurkan diberikan satu dosis pada umur 9
bulan

atau

lebih.vaksin

Kontraindikasinya

adalah

disuntik
infeksi

disubkutan
akut

sebanyak

disertai

0,5

demam

ml.
380c

ikost,def.imun,pemakaian kortikosteroid,alergi protein telur dan wanita


hamil.Efek samping yang mungkin terjadi berupa demam,ruam kulit,diare,
konjungtivitis ,dll.5
Imunisasi kedua terhadap campak biasanya diberikan sebagai campakparotitis-rubella(measles-mumps-rubella(MMR)).Dosis ini dapat diberikan
ketika anak masuk sekolah atau nanti saat masuk sekolah menengah.2
-

Imunisasi pasif
Imunisasi pasif dengan kumpulan serum orang dewasa,kumpulan serum
konvalesenn,globulin plasenta atau gama globulin kumpulan plasma
adalah efektif untuk pencegahan dan pelemahan campak.Campak dapat
dicegah dengan menggunakan IGg serum dengan dosis 0,25 ml/kgbb
diberikan secar intramuscular dalam 5 hari sesudah pemajanan tetapi lebih
baik sesegera mungkin.2
5

DAFTAR PUSTAKA

1. Soedarmo.S, Gama.H, Hadinegoro.S.2012.Buku Ajar Infeksi dan Pediatri


Tropis.Jakarta:IDAI
2. Wahab S.2000.Ilmu Kesehatan Anak Nelson Edisi 15.Volume 2.Jakarta:EGC
3. Mansjoer , Arif.2000.Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid Kedua.Jakarta:
Media Aesculapius FKUI
4. Meadow,Sir Roy.2003.Lecture notes Pediatrika Edisi Ketujuh.Jakarta : Erlangga
5. Buku kuliah Ilmu Kesehatan Anak 2.1985.Jakarta : FKUI.
6. Hay,Willian H.2003.Current Pediatic Diagnosis and Treatment McGraw-Hill.16 th
Edition.New York : Medical Publishing Division.