P. 1
Rencana Aksi Nasional Pangan Dan Gizi 2006

Rencana Aksi Nasional Pangan Dan Gizi 2006

|Views: 1,456|Likes:
Dipublikasikan oleh top1hit4m
Rencana Aksi Pangan dan Gizi
Rencana Aksi Pangan dan Gizi

More info:

Categories:Types, Brochures
Published by: top1hit4m on Jan 11, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2014

pdf

text

original

KK Miskin Rencana Distribusi

Realisasi
Penyaluran

Persen thd KK miskin

Tahun

(Ribu KK)

Beras
(ton)

(Ribu
KK)

Beras
(ton)

(Ribu
KK)

Rencana Realisasi

2000 14.782,4 1.350.000 9.674,9 1.353.248 10.934,9 65,45

73,97

2001 15.135,6 1.501.274 9.835,4 1.482.030 8.316,2 64,98

54,94

2002 15.135,6 2.349.600 9.029,6 2.235.137 12.333,9 59,66

81,49

2003 15.746,8 2.057.438 8.574,9 2.023.864 11.832,9 54,45

75,14

2004 15.820,5 2.061.793 8.590,8 2.059.707 11.546,0 54,30

72,98

20

9

.99

1

,

05 15.70,0 12.0008.300,0 1.991.131 1.207,9 52,56

7098

Sumber: Perum BULOG

iii. Cadangan Pangan

Selain digunakan untuk operasi pasar dalam rangka stabilisasi harga, Cadangan

eras

n

t

B

Pemerintah (CBP) juga digunakan untuk mengatasi kekurangan pangan yang
terjadi sebagai akibat bencana alam. Di tingkat yang lebih tinggi CBP juga digunakan
untuk memenuhi komitmen Pemerintah Indonesia dalam menyediakan cadangan beras
dalam kerangka kerjasama ASEAN Emergency Rice Reserve.

Untuk memenuhi kekurangan pangan akibat bencana, Gubernur dan
Bupati/Walikota mempunyai kewenangan untuk meminta CBP secara langsung dengan
batas maksimum masing-masing sebesar 200 ton dan 100 ton dalam setahun. Dengan
adanya CBP dan kewenangan yang dimiliki oleh kepala daerah tersebut, masyarakat
yang terkena dampak bencana akan dapat terpenuhi kebutuhan konsumsi pangan
pokoknya.

Sampai saat ini cadangan pangan untuk keperluan tanggap darurat hanya
berupa beras. Dalam kondisi darurat pada saat bencana, masyarakat mengalami
kesulitan pula untuk mendapatkan bahan bakar, air bersih, serta peralatan masak.
Dengan demikian, bantuan pangan dalam bentuk beras seringkali tidak dapat mengatasi
kekurangan pangan secara cepat. Perlu dipikirkan penyediaan cadangan pangan siap
konsumsi untuk keperluandarurat, terutama pagan yang disukai masyarakat seempat.
Untuk itu cadangan pangan yang siap digunakan oleh daerah dan cocok dengan pola
konsumsi daerah sangat penting untuk dikembangkan. Mandat Peraturan Pemerintah
Nomor 68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan untuk pengembangan cadangan
pangan daerah (pemda dan masyarakat) sampai saat ini belum dikembangkan sehingga
menyebabkan langkah-langkah untuk mengatasi masalah pangan sebagian besar masih
bertumpu pada pemerintah pusat.

RANPG 2006-2010

34

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->