Anda di halaman 1dari 3

MODUL 1 : PRAKTIKUM PEMODELAN OSEANOGRAFI (OS3104)

PENYELESAIAN NUMERIK METODE BEDA HINGGA


PERSAMAAN ADVEKSI 1 DIMENSI
Metode Eksplisit Forward in Time and Central in Space (FTCS)

Tujuan
1.

Menerapkan penyelesaian numerik metode beda hingga dengan menyusun model


numerik untuk menyelesaikan persamaan adveksi 1 dimensi menggunakan metode
eksplisit Metode Forward in Time and Central in Space (FTCS)

2.

Memahami penerapan model dalam kaitannya dengan stabilitas numerik.

Persamaan Dasar
Persamaan umum adveksi 1 dimensi adalah:

dimana:

(1.1)

= konsentrasi suatu zat terlarut, misal dalam mg/L


= kecepatan (m/detik)

= waktu (detik)

= arah sumbu horizontal (meter)


Deskritisasi Numerik
Persamaan (1.1) dapat diselesaikan dengan menggunakan metode pendekatan beda hingga
yang terdiri dari metode eksplisit dan implisit. Metode pendekatan beda hingga yang akan
digunakan terdiri dari:
Metode Eksplisit FTCS
Persamaan beda hingga dengan metode FTCS ini adalah pendekatan beda maju untuk
turunan waktu dan beda pusat untuk turunan ruang. Persamaan adveksi 1D dapat
dideskritisasi menjadi:
+
=

dimana

(+ )

(1.2)

Indeks n untuk waktu


Indeks m untuk ruang
1

u adalah kecepatan aliran yang dianggap konstan terhadap ruang dan waktu
Pada dasarnya metode beda hingga ini tidak stabil secara numerik (lihat pada catatan
kuliah).

Nilai Awal dan Syarat Batas


a.

Nilai awal
Konsentrasi polutan di suatu perairan dianggap belum ada, perairan dianggap bersih.
Secara metematis dapat dituliskan:
F = 0 pada t = 0

(1.17)

atau = untuk i = 1,2,3,4,imax


b.

Syarat Batas
Sumber polutan dianggap dari hulu dan atau hilir. Jika terdapat sumber kontinu dari hulu
(i = 1) maka secara matematis dapat ditulis:
+
= ( )

(1.18)

Nilai konsentrasi di batasdianggap sama dengan nilai di grid sebelumnya:

(1.19a)

atau dapat ditulis deskritisasi syarat batasnya adalah:


+
+
+
= +

dan =

(1.19b)

Parameter Model
Parameter yang dimasukkan dalam model :
1.

Panjang kanal (L) dalam meter

2.

Lebar grid (x) dalam meter

3.

Kecepatan (u) dalam meter/detik (dalam praktikum ini dianggap konstan terhadap waktu
dan ruang)

4.

Konsentrasi sumber (Tkr) dalam mg/L

5.

Lama simulasi (T) dalam detik

6.

Langkah waktu (t) dalam detik

Tugas Praktikum
Skenario model :

Panjang kanal (L)

Lama simulasi (T) : 3600 detik

: 1500 meter

KEL

DT
(m)

DX
(m)

U1
(m/s)

U2
(m/s)

1
2
3
4
5
6
7

3
4
5
3
4
5
3

50
50
50
50
50
50
50

0.55
0.10
0.60
0.45
0.20
0.30
0.65

-0.25
-0.60
-0.15
-0.35
-0.50
-0.40
-0.15

8
9
10
11
12
13
14
15

5
4
3
5
4
3
5
4

50
50
50
50
50
50
50
50

0.25
0.60
0.15
0.35
0.50
0.40
0.15
0.25

-0.55
-0.10
-0.60
-0.45
-0.20
-0.30
-0.65
-0.55

POLUTAN
KONTINU (mg/L)
SHIFT 1
100
100
100
100
100
100
100
SHIFT 2
100
100
100
100
100
100
100
100

GRID
(N,M)

POLUTAN
DISKONTINU (mg/L)

GRID
(N,M)

(N,25)
(N,25)
(N,25)
(N,20)
(N,20)
(N,18)
(N,18)

150
150
150
150
150
150
150

(5,15)
(5,15)
(5,15)
(5,10)
(5,10)
(5,5)
(5,5)

(N,15)
(N,15)
(N,15)
(N,10)
(N,10)
(N,10)
(N,5)
(N,5)

150
150
150
150
150
150
150
150

(5,5)
(5,5)
(5,5)
(5,20)
(5,20)
(5,20)
(5,18)
(5,18)

Buatlah model adveksi 1 dimensi berdasarkan skenario model di atas menggunakan metode
FTCS
Masing-masing metode digunakan untuk kasus sebagai berikut :
1.

Polutan kontinu dengan U1 dan U2

2.

Polutan diskontinu dengan U1 dan U2

3.

Polutan kontinu-diskontinu dengan U1 dan U2

Jumlah program yang dibuat adalah 24 program. Akan tetapi, flowchart yang dibuat cukup 4
saja (FTCS, CTCS, Upstream, dan Crank Nicholson) untuk kasus polutan kontinudiskontinu. Hasil setiap program ditampilkan dalam bentuk grafik sebagai berikut :
1.

Grafik konsentrasi polutan terhadap ruang (pilih 7 grid yang mewakili, misal m=1, m=5,
m=10, m=15, m=20, m=25, dan m=30)

2.

Grafik konsentrasi polutan terhadap waktu (pilih 7 grid yang mewakili, misal n=1,
1

n= nmax, n= nmax, dst)


4