Anda di halaman 1dari 38

Klasifikasi Boiler

Bab I
Pendahuluan
1.

Latar Belakang

Dalam era industrialisasi dewasa ini maka Pemerintah telah mengembangkan berbagi
sektor industri yang dalam proses produksinya mempergunakan Boiler tekan untuk
mengolah, menyimpan atau mentransportasikan bahan-bahan berbahaya yang dapat
menimbulkan kecelakaan.
Di samping itu berkembang pula industri-industri yang bergerak dalam bidang fabrikasi
bejana tekan. Industri dengan criteria ini termasuk golongan industri dengan tingkat
resiko bahaya tinggi atau major hazard, begitu pula bejana tekan yang digunakan /
dioperasikan dalam proses produksi tersebut merupakan peralatan atau jenis pesawat
yang memiliki tingkat bahaya tinggi yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran atau
peledakan.
Berkaitan dengan hal tersebut, ada banyak tipe bejana tekan. Berbagai klasifikasi bejana
tekan harus diketahui oleh pelaku industri agar mudah dalam identifikasi kebutuhan
dalam penggunaan bejana tekan.

2.

Rumusan Masalah

Klasifikasi boiler dibedakan berdasarkan apa saja?


Bagaimanakah cara kerja boiler jenis silinder?

3.

Tujuan Pembahasan

Mengetahui klasifikasi dan jenis- jenis Boiler.


Mengetahui secara spesifik mengenai boiler jenis silider.
Mengetahui cara kerja boiler jenis silinder.

4.

Ruang Lingkup Pembahasan

Memberikan sebuah batasan-batasan pembahasan sehingga tidak meluas. Sehingga apa


yang di bahas, menjadi lebih khusus dan terperinci. Ruang lingkup pembahasan dalam
makalah ini adalah jenis boiler berdasarkan bahan bakarnya.

Bab II
Tinjauan Pustaka
Keputusan Menakertranskop No.79/MEN/1979 tentang Direktur sebagai dimaksud
dalam UU No. 1 tahun 1970.
Peraturan Menakertrans No. PER-01/MEN/1982 tentang Bejana.

Bab III
Pembahasan
Boiler adalah sebuah bejana tertutup yang berfungsi untuk mengubah wujud suatu fluida
dari cair menjadi gas. Perubahan wujud tersebut terjadi karena penambahan kalor.
Kalor yang ditambahkan dapat diperoleh dengan cara pembakaran bahan bakar fosil
maupun non fosil, reaksi inti atom, ataupun merupakan gas buang dari sisa ekspansi
turbin gas.
Fungsi dari ketel pada umumnya untuk mengubah air menjadi uap, dimana uap ini
diperoleh dengan memberikan sejumlah kalor terhadap air yang merupakan bahan
bakarnya dengan perkataan lain merupakan pesawat konversi energi yang
mengkonversikan energi listrik dari elemen pemanas menjadi energi panas (uap) yang
selanjutnya dapat digunakan untuk kepentingan pada proses industri (dapat digunakan
sebagai pembangkit listrik melalui turbin dan dapat dimanfaatkan untuk proses
pengolahan pada suatu pabrik industri).
Energi kalor yang dibangkitkan dalam sistem boiler memiliki nilai tekanan, temperatur,
dan laju aliran yang menentukan pemanfaatan steam yang akan digunakan.
Berdasarkan ketiga hal tersebut sistem boiler mengenal keadaan tekanan-temperatur
rendah (low pressure/LP), dan tekanan-temperatur tinggi (high pressure/HP), dengan
perbedaan itu pemanfaatan steam yang keluar dari sistem boiler dimanfaatkan dalam

suatu proses untuk memanasakan cairan dan menjalankan suatu mesin (commercial
and industrial boilers), atau membangkitkan energi listrik dengan merubah energi
kalor menjadi energi mekanik kemudian memutar generator sehingga menghasilkan
energi listrik (power boilers). Namun, ada juga yang menggabungkan kedua sistem
boiler tersebut, yang memanfaatkan tekanan-temperatur tinggi untuk membangkitkan
energi listrik, kemudian sisa steam dari turbin dengan keadaan tekanan-temperatur
rendah dapat dimanfaatkan ke dalam proses industri dengan bantuan heat recovery
boiler.
Sistem boiler terdiri dari sistem air umpan, sistem steam, dan sistem bahan bakar. Sistem
air umpan menyediakan air untuk boiler secara otomatis sesuai dengan kebutuhan
steam. Berbagai kran disediakan untuk keperluan perawatan dan perbaikan dari sistem
air umpan, penanganan air umpan diperlukan sebagai bentuk pemeliharaan untuk
mencegah terjadi kerusakan dari sistem steam. Sistem steam mengumpulkan dan
mengontrol produksi steam dalam boiler. Steam dialirkan melalui sistem pemipaan ke
titik pengguna. Pada keseluruhan sistem, tekanan steam diatur menggunakan kran dan
dipantau dengan alat pemantau tekanan. Sistem bahan bakar adalah semua perlatan
yang digunakan untuk menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan panas yang
dibutuhkan. Peralatan yang diperlukan pada sistem bahan bakar tergantung pada jenis
bahan bakar yang digunakan pada sistem.
Klasifikasi Boiler
Boiler pada dasarnya terdiri dari drum yang tertutup pada ujung pangkalnya dan dalam
perkembanganya dilengkapi dengan pipa api maupun pipa air. Banyak orang
mengklasifikasikan ketel uap tergantung kepada sudut pandang masing-masing.
Dalam hal ini ketel uap / boiler diklasifikasikan dalam kelas yaitu :
1. Berdasarkan fluida yang mengalir dalam pipa
2. Berdasarkan pemakaiannya
3. Berdasarkan letak dapur (Furnace position).
4. Menurut jumlah lorong (boiler tube)
5. Tergantung kepada poros tutup drum (shell)
6. Menurut bentuk dan letak pipa
7. Menurut sistem peredaran air ketel (water sirkulation)
8. Tergantung berdasarkan bahan bakarnya

Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai Boiler bila ditinjau berdasarkan bahan
bakar yang digunakan untuk pembuatan uap, yang dapat diklasifikasikan sebagai
berikut:
a. Boiler dengan bahan bakar padat (solid fuel).
Contoh dari bahan bakar padat adalah bahan bakar kayu (wood), sekam padi (rice husk),
serutan kayu (sawdust), batubara coklat (lignite), batubara bituminous (seperti aspal),
batubara jenis antrasit (antrasite coal), bahan bakar arang kayu (wood charcoal),
kokas (coke), briket (briquette), ampas (misal serabut kelapa sawit atau ampas tebu).
Tipe boiler bahan bakar padat memiliki karakteristik : harga bahan baku pembakaran
relatif lebih murah dibandingkan dengan boiler yang menggunakan bahan bakar
buatan dan listrik. Nilai effisiensi dari tipe ini lebih baik jika dibandingkan dengan
boiler tipe elektrik/listrik.
Cara kerja : pemanasan yang terjadi akibat pembakaran antara percampuran bahan bakar
padat (batu bara, baggase, rejected product, sampah kota, kayu) dengan oksigen dan
sumber panas.

Gambar 1.1 Boiler Bahan Bakar Batubara


b. Boiler dengan bahan bakar cair (fuel oil).

Tipe boiler bahan bakar buatan memiliki karakteristik : harga bahan baku pembakaran
paling mahal dibandingkan dengan semua tipe. Nilai efisiensi dari tipe ini lebih baik
jika dibandingkan dengan boiler bahan bakar alami dan listrik. Contoh dari bahan
bakar buatan adalah solar, residu, kerosin, dll.
Cara kerja : pemanasan yang terjadi akibat pembakaran antara percampuran bahan bakar
buatan (solar, IDO, residu, kerosin) dengan oksigen dan sumber panas.
c. Boiler dengan dapur listrik
Boiler dengan dapur listrik yaitu ketel dengan menggunakan energi listrik dimana
terdapat elemen pemanas sebagai pemanas air ketel. Tipe Boiler ini memiliki
karakteristik: harga bahan baku pemanasan relatif lebih murah dibandingkan dengan
yang menggunakan bahan bakar cair. Nilai efisiensi dari tipe ini paling rendah jika
dibandingkan dengan semua tipe boiler lainnya. Ada dua tipe boiler jenis ini, yakni
Resistance dan Elektroda.
Tipe resistance ini umumnya adalah voltase rendah dan kapasitas rendah, dimana arus
sebagai pembangkit panas mengalir melalui elemen (resistance), kawatnya bukan
sebagai pembangkit panasnya.
Tipe elektroda adalah dimana arus yang mengalir melalui air (dalam air) dan tidak
melalui suatu kawat, dimana air boiler merubah energi listrik menjadi energi panas.
Cara kerja: pemanasan yang terjadi akibat sumber listrik yang menyuplai sumber panas.

Gambar 1.2 Boiler Elektrik

d. Boiler dengan bahan bakar gas (Gaseous Fuel)


Tipe boiler bahan bakar gas memiliki karakteristik : harga bahan baku pembakaran
paling murah dibandingkan dengan semua tipe boiler. Nilai effisiensi dari tipe ini
lebih baik jika dibandingkan dengan semua tipe boiler berdasarkan bahan bakar.
Cara kerja : pembakaran yang terjadi akibat percampuran bahan bakar gas (LNG) dengan
oksigen dan sumber panas.
Tabel 1.2. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan bahan bakar.
No.

Tipe Boiler

Solid Fuel

Keuntungan
Bahan baku mudah
didapatkan.
Murah
konstruksinya.
Sisa pembakaran
tidak banyak dan
lebih mudah

Oil Fuel

didapatkan.
Harga bahan bakar
3

Fuel

paling murah.
Paling baik nilai
effisiensinya.
Paling mudah
perawatannya.
Mudah

Electric

konstruksinya
dan mudah
didapatkan
sumbernya.

Bab IV

Sisa pembakaran sulit dibersihkan


Sulit mendapatkan bahan baku yang
baik.

Harga bahan baku paling mahal.

dibersihkan.
Bahan bakunya
mudah

Gaseous

Kerugian

Mahal konstruksinya.

Mahal konstruksinya.
Sulit didapatkan bahan bakunya,
harus ada jalur distribusi.
Paling buruk nilai effisiensinya.

Temperatur pembakaran paling


rendah.

Penutup
Kesimpulan dari makalah ini adalah berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan dan
dianalisa, ada banyak tipe dan klasifikasi boiler. Masing- masing memiliki kelebihan
dan kekurangan. Oleh karena itu dalam memilih atau membangun sebuah boiler harus
benar-benar tahu spesifikasi yang diinginkan agar sesuai dengan aturan (standar) yang
telah ditentukan dan sesuai dengan kebutuhan.
Saran makalah ini adalah semua boiler yang ada harus sesuai dengan standar yang ada.
Agar tidak membahayakan dan juga aman bagi lingkungan. Perlunya mencari
alternatif energi lain selain bahan yang berasal dari fosil, karena energi fosil sudah
menipis ketersediaannya.
http://aanhambaallah.blogspot.com/2012/04/v-behaviorurldefaultvmlo.html

BOILER (KETEL UAP)


Rabu, Juni 04, 2014

pujopijeh's

No comments

BOILER
Menurut Djokosetyardj M.J (1990), boiler merupakan alat yang digunakan untuk
menghasilkan uap/steamuntuk berbagai keperluan. Jenis air dan uap air sangat
dipengaruhi oleh tingkat efisiensi boiler itu sendiri. Pada mesin boiler, jenis air yang
digunakan harus dilakukan demineralisasi terlebih dahulu untuk mensterilkan air yang
digunakan, sehingga pengaplikasian untuk dijadikan uap air dapat dimaksimalkan
dengan baik. Untuk mendapatkan efisiensi boiler yang lebih tinggi, digunakan
komponen economizer untuk meningkatkan efisiensi dari uap air yang dihasilkan.
Air di dalam boiler dipanaskan oleh panas dari hasil pembakaran bahan bakar (sumber
panas lainnya) sehingga terjadi perpindahan panas dari sumber panas tersebut ke air
yang mengakibatkan air tersebut menjadi panas atau berubah wujud menjadi uap. Air
yang lebih panas memiliki berat jenis yang lebih rendah dibanding dengan air yang
lebih dingin, sehingga terjadi perubahan berat jenis air di dalam boiler. Air yang
memiliki berat jenis yang lebih kecil akan naik, dan sebaliknya air yang memiliki
berat jenis yang lebih tinggi akan turun ke dasar.

Uap air panas yang dihasilkan dari boiler sangat penting karena memiliki kemampuan
seperti menyimpan dan membebaskan energi panas yang besar, pindah panas yang
cepat, bersih, mudah disalurkan kemana saja, suhunya stabil sesuai tekanan, dan
mudah diatur sehingga tidak over heating. Selanjutnya uap air yang dihasilkan boiler
ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan dalam bidang industri seperti untuk
pembangkit tenaga dengan cara mengalirkan uap panas sehingga mengerakkan turbin
atau dapat juga digunakan untuk sterilisasi karena uap panas yang dihasilkan juga
memiliki tekanan yang tinggi.
Boiler memiliki 3 sistem pengolahan yaitu terdiri dari: sistem air umpan, sistem steam
dan sistem bahan bakar. Sistem air umpan menyediakan air untuk boiler secara
otomatis sesuai dengan kebutuhan steam. Berbagai kran disediakan untuk keperluan
perawatan dan perbaikan. Sistem steam mengumpulkan dan mengontrol produksi
steam dalam boiler. Steam dialirkan melalui sistem pemipaan ke titik pengguna. Pada
keseluruhan sistem, tekanan steam diatur menggunakan kran dan dipantau dengan alat
pemantau tekanan. Sistem bahan bakar adalah semua peralatan yang digunakan untuk
menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan. Peralatan yang
diperlukan pada sistem bahan bakar tergantung pada jenis bahan bakar yang
digunakan pada sistem (Anonim, 2006).
Boiler dapat dibagai menjadi beberapa jenis berdasarkan bahan bakar yang digunakan,
berdasarkan mekanisme fluida, berdasarkan tekanan, dan berdasarkan sirkulasi.
Berdasarkan bahan bakar yang digunakan boiler dibagi menjadi 3 jenis yaitu boiler
bahan bakar padat, misalnya boiler yang digunakan pada industri penghasil gula dari
tebu. Bahan bakar yang digunakan berupa bahan tebu. Bahan tebu merupakan bahan
sampingan dari proses pengolahan tebu menjadi gula pasir. Kedua yaitu boiler bahan
bakar cair, misalnya boiler yang digunakan pada industri penghasil gula semut yang
ada di lapangan praktikum Leuwikopo_IPB Dramaga. Bahan bakar yang digunakan
berupa bahan bakar solar. Ketiga boiler berbahan bakar gas. Gas yang digunakan
dapat berupa LPG. Keempat, yaitu boiler listrik dimana boiler jenis ini menggunakan
listrik sebagai sumbernya.
Menurut Febriantara (2008), berdasarkan mekanisme fluida yang digunakan, jenis mesin
boiler ada dua, yaitu mesin boiler pipa api (Water Tube Boiler) dan mesin boiler pipa
air (Fire Tube Boiler).
1.

Fire Tube Boiler

Pada fire tube boiler, gas panas melewati pipa-pipa dan air umpan boiler ada
didalam shell untuk dirubah menjadi steam. Fire tube boilers biasanya digunakan
untuk kapasitas steam yang relative kecil dengan tekanan steam rendah sampai
sedang. Sebagai pedoman, fire tube boilers kompetitif untuk kecepatan steam sampai
12.000 kg/jam dengan tekanan sampai 18 kg/cm2. Fire tube boilers dapat
menggunakan bahan bakar minyak bakar, gas atau bahan bakar padat dalam
operasinya. Untuk alasan ekonomis, sebagian besar fire tube boilers dikonstruksi
sebagai paket boiler (dirakit oleh pabrik) untuk semua bahan bakar.
2. Water Tube Boiler
Pada water tube boiler, air umpan boiler mengalir melalui pipa-pipa masuk ke dalam
drum. Air yang tersirkulasi dipanaskan oleh gas pembakar membentuk steam pada
daerah uap dalam drum. Boiler ini dipilih jika kebutuhan steam dan tekanan steam
sangat tinggi seperti pada kasus boiler untuk pembangkit tenaga. Water tube
boiler yang sangat modern dirancang dengan kapasitas steam antara 4.500 12.000
kg/jam, dengan tekanan sangat tinggi. Banyak watertube boilers yang dikonstruksi
secara paket jika digunakan bahan bakar minyak bakar dan gas. Untuk water
tube yang menggunakan bahan bakar padat, tidak umum dirancang secara paket.
Karakteristik water tube boiler sebagai berikut:
-

Forced, induced dan balanced draft membantu untuk meningkatkan efisiensi


pembakaran.

Kurang toleran terhadap kualitas air yang dihasilkan dari plant pengolahan air.

Memungkinkan untuk tingkat efisiensi panas yang lebih tinggi.

Prinsip kerja dari boiler pipa api ini adalah gas panas dari hasil pembakaran dialirkan
melalui sebuah pipa dimana disekeliling pipa terdapat air sehingga gas panas tersebut
memanaskan air yang terdapat di dalam boiler secara konduksi panas sehingga
terbentuk uap panas. Uap (steam) yang dihasilkan oleh boiler pipa air ini memiliki
tekanan dan kapasitas yang rendah. Prinsip kerja dari boiler pipa air ini adalah air
dilewatkan melalui pipa kemudian pipa tersebut dipanaskan dengan cara dibakar
dengan api sehingga air berubah menjadi uap air. Uap yang dihasilkan boiler pipa air
ini memiliki tekanan dan kapasitas yang lebih tinggi.
Boiler pipa api dan boiler pipa air masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
Keuntungan boiler pipa api adalah proses pemanasan yang mudah dan cepat dan tidak
membutuhkan setting khusus, investasi awal yang lebih murah karena harga boiler

jenis ini lebih murahj daripada boiler pipa air, bentuknya lebih compact dan portable,
dan tidak membutuhkan area yang besar untuk 1 HP boiler. Namun demikian boiler
pipa api memiliki beberapa kekurangan seperti tekanan operasi steam terbatas untuk
tekanan rendah 18 bar, kapasitas steam relative kecil (13.5 TPH) jika dibandingkan
dengan boiler pipa air, tempat pembakarannya sulit dijangkau untuk dibersihkan,
diperbaiki, dan diperiksa kondisinya, serta nilai effisiensinya rendah karena banyak
energi kalor yang terbuang langsung menuju stack.
Adapun kelebihan penggunaan boiler pipa air yakni kapasitas steam yang besar sampai
450 THP, tekanan operasi mencapai 100 bar, nilai effisiensi yang relatif besar, dan
perawatan yang lebih mudah karena tungku mudah dijangkau untuk melakukan
pemeriksaan, pembersihan, dan perbaikan.. Sedangkan kekurangannya yakni proses
konstruksi yang lebih detail, investasi awal relativemahal karena harga boiler pipa air
lebih mahal daripada boliler pipa api, lebih sulit dalam penangann air yang masuk
karena komponen pendukungnya yang sensitif, dan membutuhkan tempat yang lebuh
luas karena kemampuannya dalam menghasilkan kapasitas steam yang lebih besar
(Djokosetyardjo, 1990)
Berdasarkan tekanan yang dihasilkan boiler dibagi menjkadi 2 jenis yakni boiler tekanan
rendah (Low Preassure) dan boiler tekanan tinggi (High Preassure). Boiler tekanan
rendah memiliki tekanan steam operasi kurang dari 15 psig atau menghasilkan panas
dengan tekanan dibawah 160 psig atau temperature dibawah 2500F. Boiler tekanan
tinggi memiliki tekan steam operasi diatas 15 psig atau menghasilkan air panas
dengan tekanan di atas 160 psig atau temperature di atas 2500F. Berdasarkan sirkulasi
air boiler dibagi menjadi 2 yaitu boiler sirkulasi alami dan boiler sirkulasi paksa.
Berikut tabel perbedaan jenis-jenis boiler.
Tabel 1.1. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan tipe pipa.
No.

Tipe Boiler

Fire Tube

Keuntungan
Proses pemasangan mudah

Kerugian
Tekanan

dan cepat, Tidak

operasi steam terbatas

membutuhkansetting khu

untuk tekanan rendah 18

sus
Investasi awal boiler ini
murah

bar
Kapasitas steam relatif kecil
(13.5 TPH) jika
diabndingkan dengan water

tube
Tempat pembakarannya sulit

Bentuknya
lebih compact danportab
le

karena banyak energi kalor

yang besar untuk 1 HP

yang terbuang langsung

boiler
Water Tube

menuju stack

Kapasitas steam besar

Proses konstruksi lebih detail

sampai 450 TPH


Tekanan operasi mencapai

Investasi awal relatif lebih

100 bar

mahal
Penanganan air yang masuk
ke dalam boiler perlu

Nilai effisiensinya relatif


lebih tinggi dari fire tube
boiler

Tungku mudah dijangkau

dibersihkan, diperbaiki,
dan diperiksa kondisinya.
Nilai effisiensinya rendah,

Tidak membutuhkan area

dijangkau untuk

dijaga, karena lebih sensitif


untuk sistem ini, perlu
komponen pendukung
untuk hal ini
Karena mampu menghasilkan

untuk melakukan

kapasitas dan

pemeriksaan,

tekanan steam yang lebih

pembersihan, dan

besar, maka konstruksinya

perbaikan.

dibutuhkan area yang luas

(Febriantara, 2008)
Tabel 1.2. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan bahan bakar.
No.
1

Tipe Boiler
Solid Fuel

Oil Fuel

Keuntungan
Bahan baku mudah

Kerugian
Sisa pembakaran sulit

didapatkan.
Murah

dibersihkan
Sulit mendapatkan bahan baku

konstruksinya.
Sisa pembakaran

yang baik.
Harga bahan baku paling mahal.

tidak banyak dan


lebih mudah

dibersihkan.
Bahan bakunya
mudah

Gaseous
Fuel

Electric

didapatkan.
Harga bahan bakar
paling murah.
Paling baik nilai
effisiensinya.
Paling mudah
perawatannya.
Mudah konstruksinya
dan mudah
didapatkan

Mahal konstruksinya.

Mahal konstruksinya.
Sulit didapatkan bahan bakunya,
harus ada jalur distribusi.
Paling buruk nilai effisiensinya.

Temperatur pembakaran paling


rendah.

sumbernya.
(Febriantara, 2008)
Tabel 1.3. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan kegunaan.
No.

Tipe Boiler

Power
Boiler

Keuntungan
Dapat menghasilkan

Kerugian

listrik dan
sisa steam dapat

Konstruksi awal relatif mahal.

menjalankan
proses industri.
Steam yang
dihasilkan
memiliki tekanan

Industrial
Boiler

Commercial
Boiler

Residential

tinggi
Penanganan boiler
lebih mudah.
Konstruksi awal
relatif murah.
Penanganan boiler
lebih mudah.
Konstruksi awal
relatif murah.
Penanganan boiler

Perlu diperhatikan faktor safety.

Steam yang dihasilkan memiliki


tekanan rendah.

Steam yang dihasilkan memiliki


tekanan rendah.

Steam yang dihasilkan memiliki

Boiler

lebih mudah.

tekanan rendah.

(Febriantara, 2008)
Tabel 1.4. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan konstruksi.
No.
1

Tipe Boiler
Package
Boiler

Keuntungan
Mudah
pengirimannya.
Dibutuhkan waktu
yang singkat
untuk
mengoprasikan
setelah

Kerugian
Terbatas tekanan dan kapasitas
kerjanya.

Komponen-komponen boiler
tergantung pada produsen
boiler.

pengiriman.
Tekanan dan
2

Site Erected

kapasitas kerjanya

Boiler

dapat disesuaikan

Sulit pengirimannya, memakan


biaya yang mahal.

keinginan.
Komponenkomponen boiler

Perlu waktu yang cukup lama

dapat dipadukan

setelah boiler berdiri, setelah

dengan produsen

proses pengiriman.

lain.
(Febriantara, 2008)
Tabel 1.5. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan tekanan kerja.
No.

Tipe Boiler
Low
Pressure

Keuntungan
Tekanan rendah
sehingga
penanganannya
tidak terlalu rumit
Area yang
dibutuhkan tidak
terlalu besar, dan
biaya konstruksi

Kerugian
Tekanan yang dihasilkan
rendah, tidak dapat
membangkitkan listrik.

tidak lebih mahal


dari high pressure
boiler
Tekanan yang
dihasilkan tinggi
sehingga dapat
2

High
Pressure

membangkitkan
listrik dan sisanya
dapat didaur ulang
untuk

Tekanan tinggi sehingga


penanganannya perlu
diperhatikan aspek
keselamatannya.

mengoprasikan
proses industri
(Febriantara, 2008)
Tabel 1.6. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan pembakaran.
No.
1

Tipe Boiler
Stoker
Combust
ion

Keuntungan

Kerugian

Konstruksinya relatif

Limbah yang diproduksi

sederhana.

pembakaran lebih banyak


Panas yang dihasilkan kurang
merata jika tidak ada
komponen pendukung.
Effisiensi relatif rendah
Konstruksinya rumit dan

Pulverized

Efisiensi relatif tinggi

membutuhkan dana investasi


yang mahal.

Proses pembakaran
lebih merata pada
tungku
pembakaran.
3

Fluidized
Bed

Konstruksinya rumit dan


Efisiensi relatif tinggi

membutuhkan dana investasi


yang mahal.

Suhu pembakaran
tidak mencapai
suhu 1000 0C

sehingga tidak
menimbulkan
NOX
Limbah yang
4

Firing

diproduksi
pembakaran lebih

Konstruksi relatif rumit,


perlu nozzle.

sedikit
Panas yang
dihasilkan lebih
merata
Effisiensi relatif lebih
baik
(Febriantara, 2008)
Tabel 1.7. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan material.
No.
1

Tipe Boiler
Steel

Keuntungan
Kuat dan tahan lama.
Dapat

Kerugian
Biaya relatif mahal.
Konstruksi lebih rumit.

dialiri steam untuk


2

Cast Iron

tekanan tinggi.
Biaya relatif murah.
Konstruksi lebih
sederhana.

Rentan dan mudah rusak.


Dapat dialiri steam untuk
tekanan yang terbatas.

(Febriantara, 2008)
Menurut Anonim (2011), boiler terdiri dari beberapa bagian yaitu fumace, steam drum,
superhetaer, air heater, economizer, safety valve, blowdown valve.
- Fumace, merupakan tempat pembakaran bahan bakar. Adapun bagian-bagian dari
fumace adalah refractory, ruang perapian, burner, exhaust for flue gas, charge and
discharge door.
-

Steam Drum, merupakan tempat penampungan air panas dan


pembangkitan steam. Steam masih bersifat jenuh (saturated steam). Selain itu steam
drum juga berfungsi untuk memisahkan uap dan air yang dipisahkan di ruang bakar
(fumace), mengatur kualitas air boiler dengan membuang kotoran-kotaran terlarut di
dalam boiler melaluicontinuous blowdown, mengatur permukaan air sehingga tidak

terjadi kekurangan saat boiler beroperasi yang dapat menyebabkan overheating pada
pipa boiler.
- Team drum terdiri dari feed pipe, chemical pipe, sampling pipe, baffle pipe, separator,
scrubber, dryer, dan dry box. Perlu diperhatikan agar level air di dalam drum tetap
dijaga (agar tetap konstan) agar selalu setengah dari tinggi drum sehingga banyaknya
air pengisi yang masuk ke steam drum harus sebanding dengan banyaknya uap yang
meninggalkan drum.
- Superheater, merupakan tempat pengeringan steam dan siap dikirim
melalui main steam pipe dan siap untuk mengerakkan turbin uap atau menjalankan
proses industri.
- Air Heater, merupakan ruangan pemanas yang digunakan untuk memanaskan udara
luar yang diserap untuk meminimalisai udara yang lembab yang akan masuk ke dalam
tungku pembakaran.
- Economizer, merupakan ruangan pemanas yang digunakan untuk memanaskan air dari
air yang terkondensai dari sitem sebelumnya maupun air umpan baru.
- Safety Valve, merupakan saluran buang steam jika terjadi keadaan dimana
tekanan steam melebihi kemampuan boiler menahan tekanan steam.
- Blowdown Valve, merupakan saluran yang berfungsi membuang endapan yang berada
di dalam pipa steam.
Menurut Payne dan Richard (1999), untuk meningkatkan efisiensi dari boiler dapat
dilakukan beberapa langkah berikut : membersihkan permukaan pipa yang kontak
langsung dengan udara panas, membersihkan permukaan pipa yang kontak denagn air
denagn cara menyemburkan air panas keluar (blow down), menambahakan bahan
kimia, serta menghilangkan kesadahan air yang digunakan dengan penambahan
kapur+soda atau ion exchange resin. Perlu diperhatikan agar air umpan boiler harus
memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan agar tidak menimbulkan masalah-masalah
pada pengoperasian boiler.
Air tersebut harus bebas dari mineral-mineral yang tidak diinginkan serta pengotorpengotor lainnya yang dapat menurunkan efisiensi kerja dari boiler. Jika hal ini tidak
dipenuhi maka akan menyebabkan masalah yang berkaitan dengan kinerja dan
kualitas uap yang dihasilkan. Masalah-masalah tersebut dapat berupa terjadinya
pembentukkan kerak, peristiwa korosi, pembentukkan deposit, dan terbawanya uap
(steam carryover).

Boiler banyak digunakan untuk mengerakkan mesin-mesin produksi yang ada di


industri. Misalnya pada industri pengolahan tebu menjadi gula pasir. Jenis boiler yang
digunakan pada umumnya adalah jenis boiler yang menggunakan bahan bakar padat
yakni bagas tebu dan digunakan juga dalam industri penghasil gula semut. Adapun
jenis boiler yang digunakan adalah boiler pipa air denagn bahan bakar cair beruba
solar.
DAFTAR PUSTAKA :
Anonim. 2006. Peralatan Energi Panas: Boiler &PemanasFluidaTermis. UNEP.
Anonim.2011. Bagian-Bagian Boiler. [terhubung berkala] http://scribd.com (24 Januari
2013)
Djokosetyardjo, Ir. MJ. 1990. Ketel Uap. Jakarta:Pradnya Paramita.
Djokosetyardjo,M.J. 1990. Penjelasan Lebih Lanjut Tentang Ketel Uap. P.T. Pradya
Paramitha. Jakarta
Febriantara, Aris. 2008. Klasifikasi Mesin Boiler. Jakarta.
Payne, F. William dan Richard E. Thompson. 1999. Efficient Boiler Operations
Sourcebook. United State of America: The Fairmont Press, Inc
http://agroindustrialis.blogspot.com/2014/06/boiler-ketel-uap.html

Mechanical Engineering Ismanto Alpha's


Jumat, 04 Desember 2009
Klasifikasi Boiler
Klasifikasi Boiler
Boiler atau ketel uap merupakan suatu pesawat konversi energi yang
mengkonversikan energi kimia dari bahan bakar menjadi energi panas. Energi panas
ini akan dimanfaatkan untuk proses pendidihan (boiling) air menjadi uap air. Uap air
yang terbentuk masih bersifat jenuh sehingga perlu ada pemanasan lanjut untuk
menghasilkan uap superpanas yang akan mempunyai sifat-sifat seperti gas sempurna.

Uap superpanas tersebut digunakan untuk menggerakkan sudu-sudu turbin uap


sebagai penggerak mula (prime mover) (Muin, 1988).
1. Berdasarkan pemakaiannya, ketel dapat diklasifikasikan menjadi:
a. Ketel stasioner (stasionary boiler) atau ketel tetap
Yang termasuk dalam ketel ini adalah ketel-ketel yang didudukkan di atas fondasi
yang tetap, seperti boiler untuk pembangkit tenaga, untuk industri dan lain-lain.
b.Ketel mobil (mobile boiler) ketel pindah
Ketel ini merupakan jenis ketel yang dipasang pada pondasi yang berpindah-pindah
(mobile), seperti boiler lokomotif, loko mobil dan ketel panjang serta yang lain
termasuk ketel kapal (marine boiler).
2. Berdasarkan letak dapur (furnace position), diklasifikasikan menjadi:
a. Ketel dengan sistem pembakaran di dalam (internal fire steam boiler), dalam hal ini
dapur berada pada bagian dalam ketel. Kebanyakan digunakan dalam ketel pipa api.
b. Ketel dengan system pembakaran di luar (outernally fire steam boiler), dalam hal
ini dapur berada di luar ketel dan sering digunakan pada ketel pipa air.
3. Menurut jumlah lorong (boiler tube), dapat diklasifikasikan menjadi:
a. Ketel dengan lorong tunggal (single tube steam boiler).
Pada jenis ini hanya terdapat satu lubang saja, apakah itu merupakan lubang api
maupun lubang air.
b. Ketel dengan lorong ganda (multy tube steam boiler)
Contoh dari ketel ini adalah ketel scotch dan multi water tube boiler (ketel B dan W)
4. tergantung pada poros tutup drum (shell), ketel ini diklaisfikasikan:
a. Ketel tegak (vertical steam boiler), seperti ketel cochcram, ketel Clarkson dan
sebagainya.
b. Ketel mendatar (horizontal steam boiler), seperti ketel Cornish, Lancashire, scoth
dan lain sebagainya.
5. Menurut bentuk dan letak pipa, diklasifikasikan menjadi:
a. Ketel dengan pipa lurus, bengkok, dan lekuk-lekuk (straight, bent, and sinous
tubuler heating)
b. Ketel dengan pipa miring-datar dan miring-tegak (horizontal, incliened or vertical
tubeler heating surface)
6. Menurut sistem peredaran air ketel (water circulation), dibedakan menjadi:
a. Ketel dengan peredaran alami (natural circulation steam boiler)
Pada ketel ini, peredaran air dalam ketel terjadi secara alami, yaitu air yang ringan

naik sedang air yang berat turun sehingga terjadi aliran konveksi alami. Ketel yang
beroperasi secara aliran alami adalah ketel lanchasire, babcock dan Wilcox, dan lainlain.
b. Ketel dengan peredaran paksa (force circulation steam boiler).
Pada ketel dengan aliran paksa, aliran paksa diperoleh dari sebuah pompa centrifugal
yang digerakkan dengan elektrik motor. Ketel aliran paksa dipakai pada ketel-ketel
yang bertekanan tinggi seperti La-Mont Boiler, Benson Boiler, Luffer Boiler, dan
Velcan Boiler.
7. Tergantung dari sumber panasnya (heat surface) untuk pembuatan uap, ketel jenis
ini dapat diklasifikasikan menjadi:
a. Ketel uap dengan bahan bakar alami
b. Ketel uap dengan bahan bakar buatan
c. Ketel uap dengan dapur listrik
d. Ketel uap dengan energi nuklir
8. Berdasarkan fluida yang mengalir dalam pipa, maka ketel dapat diklasifikasikan
sebagai berikut ( United Nations Environment Programme, 2006)
1. Fire Tube Boiler
Pada fire tube boiler, gas panas melewati pipa-pipa dan air umpan boiler ada didalam
shell untuk dirubah menjadi steam. Fire tube boilers biasanya digunakan untuk
kapasitas steam yang relatif kecil dengan tekanan steam rendah sampai sedang.
Sebagai pedoman fire tube boilers mampu menghasilkan uap sebesar 12.000 kg/jam
dengan tekanan sampai 18 kg/cm2. Fire tube boilers dapat menggunakan bahan bakar
minyak bakar, gas atau bahan bakar padat dalam operasinya.
2. Water Tube Boiler
Boiler ini dipilih jika kebutuhan steam dan tekanan steam sangat tinggi seperti pada
kasus boiler untuk pembangkit tenaga. Water tube boiler yang sangat modern
dirancang dengan kapasitas steam antara 4.500 12.000 kg/jam, dengan tekanan
sangat tinggi. Karakteristik water tube boilers sebagai berikut:
Forced, induced dan balanced draft membantu untuk meningkatkan efisiensi
pembakaran
Kurang toleran terhadap kualitas air yang dihasilkan dari plant pengolahan air.
Memungkinkan untuk tingkat efisiensi panas yang lebih tinggi.

3. Paket Boiler
Disebut boiler paket sebab sudah tersedia sebagai paket yang lengkap. Ciri-ciri dari
packaged boilers adalah:
Kecilnya ruang pembakaran dan tingginya panas yang dilepas menghasilkan
penguapan yang lebih cepat.
Banyaknya jumlah pipa yang berdiameter kecil membuatnya memiliki perpindahan
panas konvektif yang baik.
4. Boiler Pembakaran dengan Fluidized Bed (CFB)

Pembakaran dengan fluidized bed (CFB) muncul sebagai alternatif yang


memungkinkan dan memiliki kelebihan yang cukup berarti dibanding sistim
pembakaran yang konvensional dan memberikan banyak keuntungan rancangan
boiler yang kompak, fleksibel terhadap bahan bakar, efisiensi pembakaran yang tinggi
dan berkurangnya emisi polutan yang merugikan seperti SOx dan NOx. Bahan bakar
yang dapat dibakar dalam boiler ini adalah batubara, sekam padi, bagas & limbah
pertanian lainnya. Boiler fluidized bed memiliki kisaran kapasitas bahan bakar yang
digunakan antara 0.5 T/jam sampai lebih dari 100 T/jam.
5. Atmospheric Fluidized Bed Combustion (AFBC) Boiler

Kebanyakan boiler yang beroperasi untuk jenis ini adalah Atmospheric Fluidized Bed
Combustion (AFBC) Boiler. Alat ini hanya berupa shell boiler konvensional biasa
yang ditambah dengan sebuah fluidized bed combustor.
6. Pressurized Fluidized Bed Combustion (PFBC) Boiler
Pada tipe Pressurized Fluidized bed Combustion (PFBC), sebuah kompresor
memasok udara Forced Draft (FD), dan pembakarnya merupakan tangki bertekanan.
Sistim PFBC dapat digunakan untuk pembangkitan kogenerasi (steam dan listrik) atau
pembangkit tenaga dengan siklus gabungan/ combined cycle. Operasi combined cycle
(turbin gas & turbin uap) meningkatkan efisiensi konversi keseluruhan sebesar 5
hingga 8 persen.
7. Atmospheric Circulating Fluidized Bed Combustion Boilers (CFBC)
Boiler CFBC pada umumnya lebih ekonomis daripada boiler AFBC, untuk
penerapannya di industri memerlukan lebih dari 75 100 T/jam steam. Untuk unit
yang besar, semakin tinggi karakteristik tungku boiler CFBC akan memberikan
penggunaan ruang yang semakin baik, partikel bahan bakar lebih besar, waktu tinggal
bahan penyerap untuk pembakaran yang efisien dan penangkapan SO2 yang semakin
besar pula, dan semakin mudah penerapan teknik pembakaran untuk pengendalian
NOx daripada pembangkit steam AFBC.
8. Stoker Fired Boilers
Diklasifikasikan menurut metode pengumpanan bahan bakar ke tungku dan oleh jenis
grate nya. Klasifikasi utamanya adalah spreader stoker dan chain-gate atau travelinggate stoker.
http://ismantoalpha.blogspot.com/2009/12/klasifikasi-boiler.html

Cara Kerja Boiler


Juli 31, 2008 oleh ahmad haryanto
Boiler pada intinya adalah alat pemanas cairan (biasanya air) agar berada di atas titik
didihnya sehingga ia menguap.

Untuk memanaskan nya ada beberapa tipe boiler


- fire tube di mana api berada dalam tubing-tubing dengan cairan berada di luar.
- water tube di mana sebaliknya, air berada dalam tubing dengan api berada di luar.
bahan bakar minyak tanah atau solar di pompa dengan tekanan tinggi dan keluar dalam
bentuk kabur pada ujung spuyer, di atas spuyer ada diode tegangan tinggi untuk
memberikan api supaya minyak yg keluar terbakar, biasanya dibelakang boiler ada
photo sel nutuk memonitor api sudah terbakar apa belum kalau tidak terbakar photo
sel ini akan mematikan semua mesin bolier agar tidak terjadi semburan minyak yg
tidak terbakat, dan sangat berbahaya .
Oke kita coba boiler utk steam turbin (turbin uap)
Boiler umumnya terdiri dari :
-Ruang pembakaran : tempat bahan bakar dibakar
-boiler drum : menampung air demineralized mengalirkannya ke tube dan
menampung uap jenuh yang kembali.
-economiser : water tube, posisinya paling jauh dari sumber panas, fungsinya
memanaskan air dengan sisa panas agar efisiensi kalor baik.
-evaporator : water tube yang fungsinya menguapkan air, posisinya biasanya di
tengah
-superheater : fungsinya memanaskan uap air menjadi superheated steam (uap panas
lanjut)
-Turbin uap : fungsinya merubah energi panas menjadi energi gerak.
-condenser : fungsinya merubah fasa uap menjadi air kembali
Naaahh.urutan prosesnya spt ini :
1.Air demineralized (air tanpa kandungan mineral/air murni) dipompakan ke boiler
dari condenser (kita bicara boiler turbin uap yg siklus airnya tertutup) dengan pompa
melalui pipa economiser, di economiser , air menerima panas tapi belum
menguap/msh fas air.
2. Air tsb masuk ke boiler drum dan diteruskan ke seluruh water tube evaporator
untuk dirubah fasanya menjadi uap jenuh (uap yg lo liat wkt ngerebus air) / (saturated
steam) dan kembali lagi ke boiler drum.
3. Uap di boiler drum dialirkan (uap melalui saluran diatas, sdgkan air dibawah) ke
superheater tube yg berada paling dekat dgn sumber panas utk merubah uap jenuh
menjadi uap panas lanjut (superheated steam)
4.superheated steam kmdn dialirkan ke steam turbin untuk menggerakkan blade

turbin.
5. stelah melalui turbin temperatur uap menurun/begitu juga enthalpy nya, fasanya
berubah kembali ke uap jenuh & mengalir ke condenser.
6. di condenser fasanya dirubah kembali ke fasa cair dan kemudian dipompakan
kembali ke boiler.
dan siklusnya kembali spt semula.
Klasifikasi Boiler
Posted in Engineering by febriantara on October 24, 2008
1. Pendahuluan
Boiler merupakan bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai
terbentuk air panas atau steam berupa energi kerja. Air adalah media yang berguna
dan murah untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Air panas atau steam pada
tekanan dan suhu tertentu mempunyai nilai energi yang kemudian digunakan untuk
mengalirkan panas dalam bentuk energi kalor ke suatu proses. Jika air didihkan
sampai menjadisteam, maka volumenya akan meningkat sekitar 1600 kali,
menghasilkan tenaga yang menyerupai bubuk mesiu yang mudah meledak, sehingga
sistem boiler merupakan peralatan yang harus dikelola dan dijaga dengan sangat baik.
1.1. Proses Kerja Boiler
Energi kalor yang dibangkitkan dalam sistem boiler memiliki nilai tekanan, temperatur,
dan laju aliran yang menentukan pemanfaatan steamyang akan digunakan.
Berdasarkan ketiga hal tersebut sistem boiler mengenal keadaan tekanan-temperatur
rendah (low pressure/LP), dan tekanan-temperatur tinggi (high pressure/HP), dengan
perbedaan itu pemanfaatansteam yang keluar dari sistem boiler dimanfaatkan dalam
suatu proses untuk memanasakan cairan dan menjalankan suatu
mesin (commercial and industrial boilers), atau membangkitkan energi listrik dengan
merubah energi kalor menjadi energi mekanik kemudian memutar generator sehingga
menghasilkan energi listrik (power boilers). Namun, ada juga yang menggabungkan
kedua sistem boiler tersebut, yang memanfaatkan tekanan-temperatur tinggi untuk
membangkitkan energi listrik, kemudian sisa steam dari turbin dengan keadaan
tekanan-temperatur rendah dapat dimanfaatkan ke dalam proses industri dengan
bantuan heat recovery boiler.
Sistem boiler terdiri dari sistem air umpan, sistem steam, dan sistem bahan bakar. Sistem
air umpan menyediakan air untuk boiler secara otomatis sesuai dengan
kebutuhan steam. Berbagai kran disediakan untuk keperluan perawatan dan perbaikan

dari sistem air umpan, penanganan air umpan diperlukan sebagai bentuk pemeliharaan
untuk mencegah terjadi kerusakan dari sistem steam. Sistem steammengumpulkan dan
mengontrol produksi steam dalam boiler. Steamdialirkan melalui sistem pemipaan ke
titik pengguna. Pada keseluruhan sistem, tekanan steam diatur menggunakan kran dan
dipantau dengan alat pemantau tekanan. Sistem bahan bakar adalah semua perlatan
yang digunakan untuk menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan panas yang
dibutuhkan. Peralatan yang diperlukan pada sistem bahan bakar tergantung pada jenis
bahan bakar yang digunakan pada sistem.
Sebelum menjelaskan keanekaragaman boiler, perlu diketahui komponen dari boiler yang
mendukung teciptanya steam, berikut komponen-komponen boiler:
-

Furnace

Komponen ini merupakan tempat pembakaran bahan bakar. Beberapa bagian


dari furnace siantaranya : refractory, ruang perapian, burner, exhaust for flue
gas, charge and discharge door.
-

Steam Drum

Komponen ini merupakan tempat penampungan air panas dan pembangkitan steam.
Steam masih bersifat jenuh (saturated steam).
-

Superheater

Komponen ini merupakan tempat pengeringan steam dan siap dikirim melalui main
steam pipe dan siap untuk menggerakkan turbin uap atau menjalankan proses industri.
-

Air Heater

Komponen ini merupakan ruangan pemanas yang digunakan untuk memanaskan udara
luar yang diserap untuk meminimalisasi udara yang lembab yang akan masuk ke
dalam tungku pembakaran.
-

Economizer

Komponen ini merupakan ruangan pemanas yang digunakan untuk memanaskan air dari
air yang terkondensasi dari sistem sebelumnya maupun air umpan baru.
-

Safety valve

Komponen ini merupakan saluran buang steam jika terjadi keadaan dimana
tekanan steam melebihi kemampuan boiler menahan tekanan steam.
-

Blowdown valve

Komponen ini merupakan saluran yang berfungsi membuang endapan yang berada di
dalam pipa steam.
1.2. Klasifikasi Boiler

Setelah mengetahui proses singkat, sistem boiler, dan komponen pembentuk sistem
boiler, perlu diketahui keanekaragaman boiler. Berbagai bentuk boiler telah
berkembang mengikuti kemajuan teknologi dan evaluasi dari produk-produk boiler
sebelumnya yang dipengaruhi oleh gas buang boiler yang mempengaruhi lingkungan
dan produk steamseperti apa yang akan dihasilkan. Berikut klasifikasi boiler yang
telah dikembangkan:
1.2.1.
-

Berdasarkan tipe pipa :

Fire Tube

Tipe boiler pipa api memiliki karakteristik : menghasilkan kapasitas dan


tekanan steam yang rendah.
Cara kerja : proses pengapian terjadi didalam pipa, kemudian panas yang dihasilkan
dihantarkan langsung kedalam boiler yang berisi air. Besar dan konstruksi boiler
mempengaruhi kapasitas dan tekanan yang dihasilkan boiler tersebut.

Water Tube

Tipe boiler pipa air memiliki karakteristik : menghasilkan kapasitas dan


tekanan steam yang tinggi.
Cara Kerja : proses pengapian terjadi diluar pipa, kemudian panas yang dihasilkan
memanaskan pipa yang berisi air dan sebelumnya air tersebut dikondisikan terlebih
dahulu melalui economizer, kemudiansteam yang dihasilkan terlebih dahulu
dikumpulkan di dalam sebuahsteam-drum. Sampai tekanan dan temperatur sesuai,
melalui tahap secondary superheater dan primary superheater baru steamdilepaskan
ke pipa utama distribusi. Didalam pipa air, air yang mengalir harus dikondisikan
terhadap mineral atau kandungan lainnya yang larut di dalam air tesebut. Hal ini
merupakan faktor utama yang harus diperhatikan terhadap tipe ini.
Tabel 1.1. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan tipe pipa.
No.

Tipe Boiler

Fire Tube

Keuntungan
Proses pemasangan mudah

Kerugian
Tekanan

dan cepat, Tidak

operasi steamterbatas

membutuhkan settingkhu

untuk tekanan rendah

sus
Investasi awal boiler ini
murah

18 bar
Kapasitas steam relatif
kecil (13.5 TPH) jika
diabndingkan dengan
water tube

Tempat pembakarannya
Bentuknya

sulit dijangkau untuk

lebihcompact dan portab

dibersihkan,

le

diperbaiki, dan
diperiksa kondisinya.
Nilai effisiensinya

Tidak membutuhkan area


yang besar untuk 1 HP
boiler

Water Tube

rendah, karena
banyak energi kalor
yang terbuang
langsung menuju

Kapasitas steam besar

stack
Proses konstruksi lebih

sampai 450 TPH


Tekanan operasi mencapai

detail
Investasi awal relatif

100 bar

lebih mahal
Penanganan air yang
masuk ke dalam

Nilai effisiensinya relatif


lebih tinggi dari fire tube
boiler

boiler perlu dijaga,


karena lebih sensitif
untuk sistem ini,
perlu komponen
pendukung untuk hal
ini
Karena mampu

Tungku mudah dijangkau


untuk melakukan
pemeriksaan,
pembersihan, dan
perbaikan.

menghasilkan
kapasitas dan
tekanan steam yang
lebih besar, maka
konstruksinya
dibutuhkan area yang
luas

1.2.2.
-

Berdasarkan bahan bakar yang digunakan :

Solid Fuel

Tipe boiler bahan bakar padat memiliki karakteristik : harga bahan baku pembakaran
relatif lebih murah dibandingkan dengan boiler yang menggunakan bahan bakar cair
dan listrik. Nilai effisiensi dari tipe ini lebih baik jika dibandingkan dengan boiler tipe
listrik.
Cara kerja : pemanasan yang terjadi akibat pembakaran antara percampuran bahan bakar
padat (batu bara, baggase, rejected product, sampah kota, kayu) dengan oksigen dan
sumber panas.
-

Oil Fuel

Tipe boiler bahan bakar cair memiliki karakteristik : harga bahan baku pembakaran
paling mahal dibandingkan dengan semua tipe. Nilai effisiensi dari tipe ini lebih baik
jika dbandingkan dengan boiler bahan bakar padat dan listrik.
Cara kerja : pemanasan yang terjadi akibat pembakaran antara percampuran bahan bakar
cair (solar, IDO, residu, kerosin) dengan oksigen dan sumber panas.
-

Gaseous Fuel

Tipe boiler bahan bakar gas memiliki karakteristik : harga bahan baku pembakaran
paling murah dibandingkan dengan semua tipe boiler. Nilai effisiensi dari tipe ini
lebih baik jika dibandingkan dengan semua tipe boiler berdasarkan bahan bakar.
Cara kerja : pembakaran yang terjadi akibat percampuran bahan bakar gas (LNG) dengan
oksigen dan sumber panas.
-

Electric

Tipe boiler listrik memiliki karakteristik : harga bahan baku pemanasan relatif lebih
murah dibandingkan dengan boiler yang menggunakan bahan bakar cair. Nilai
effisiensi dari tipe ini paling rendah jika dbandingkan dengan semua tipe boiler
berdasarkan bahan bakarnya.
Cara kerja : pemanasan yang terjadi akibat sumber listrik yang menyuplai sumber panas.
Tabel 1.2. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan bahan bakar.
No.

Tipe Boiler

Solid Fuel

Keuntungan
Bahan baku mudah
didapatkan.
Murah
konstruksinya.

Oil Fuel

Sisa pembakaran
tidak banyak dan

Kerugian
Sisa pembakaran sulit
dibersihkan
Sulit mendapatkan
bahan baku yang
baik.
Harga bahan baku
paling mahal.

lebih mudah
dibersihkan.
Bahan bakunya
mudah
Gaseous

Fuel

didapatkan.
Harga bahan bakar
paling murah.
Paling baik nilai
effisiensinya.

Electric

Paling mudah
perawatannya.
Mudah konstruksinya
dan mudah
didapatkan

1.2.3.
-

Mahal konstruksinya.

Mahal konstruksinya.
Sulit didapatkan bahan
bakunya, harus ada
jalur distribusi.
Paling buruk nilai
effisiensinya.
Temperatur pembakaran
paling rendah.

sumbernya.
Berdasarkan kegunaan boiler :

Power Boiler

Tipe power boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai


penghasil steam sebagai pembangkit listrik, dan sisa steamdigunakan untuk
menjalankan proses industri.
Cara kerja : steam yang dihasilkan boiler ini menggunakan tipe water tube boiler,
hasil steam yang dihasilkan memiliki tekanan dan kapasitas yang besar, sehingga
mampu memutar steam turbin dan menghasilkan listrik dari generator.
-

Industrial Boiler

Tipe industrial boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai


penghasil steam atau air panas untuk menjalankan proses industri dan sebagai
tambahan pemanas.
Cara kerja : steam yang dihasilkan boiler ini dapat menggunakan tipe water tube atau fire
tube boiler, hasil steam yang dihasilkan memiliki kapasitas yang besar dan tekanan
yang sedang.
-

Commercial Boiler

Tipe commercial boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai


penghasil steam atau air panas sebagai pemanas dan sebagai tambahan untuk
menjalankan proses operasi komersial.

Cara kerja : steam yang dihasilkan boiler ini dapat menggunakan tipe water tube atau fire
tube boiler, hasil steam yang dihasilkan memiliki kapasitas yang besar dan tekanan
yang rendah.
-

Residential Boiler

Tipe residential boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai


penghasil steam atau air panas tekanan rendah yang digunakan untuk perumahan.
Cara kerja : steam yang dihasilkan boiler ini menggunakan tipe fire tube boiler,
hasil steam yang dihasilkan memiliki tekanan dan kapasitas yang rendah
-

Heat Recovery Boiler

Tipe heat recovery boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai


penghasil steam dari uap panas yang tidak terpakai. Hasilsteam ini digunakan untuk
menjalankan proses industri.
Cara kerja : steam yang dihasilkan boiler ini menggunakan tipe water tube boiler atau
fire tube boiler, hasil steam yang dihasilkan memiliki tekanan dan kapasitas yang
besar.
Tabel 1.3. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan kegunaan.
No.

Tipe Boiler

Power
Boiler

Keuntungan
Dapat menghasilkan
listrik dan
sisa steamdapat
menjalankan

Kerugian

Konstruksi awal relatif


mahal.

proses industri.
Steam yang
dihasilkan
memiliki tekanan

Perlu diperhatikan
faktor safety.

tinggi
2

Industrial
Boiler

Penanganan boiler
lebih mudah.

Steam yang dihasilkan


memiliki tekanan
rendah.

Konstruksi awal
relatif murah.
3

Commercial

Penanganan boiler

Boiler

lebih mudah.

Steam yang dihasilkan


memiliki tekanan
rendah.

Konstruksi awal
relatif murah.
4

Residential

Penanganan boiler

Boiler

lebih mudah.

Steam yang dihasilkan


memiliki tekanan
rendah.

Konstruksi awal
relatif murah.
Heat
5

Recovery
Boiler

Penanganan boiler
lebih mudah.

Steam yang dihasilkan


memiliki tekanan
rendah.

Konstruksi awal
relatif murah.
1.2.4.
-

Berdasarkan konstruksi boiler :

Package Boiler

Tipe package boiler memiliki karakteristik : perakitan boiler dilakukan di pabrik


pembuat, pengiriman langsung dalam bentuk boiler.
-

Site Erected Boiler

Tipe site erected boiler memiliki karakteristik : perakitan boiler dilakukan di tempat akan
berdirinya boiler tersebut, pengiriman dilakukan per komponen.
Tabel 1.4. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan konstruksi.
No.
1

Tipe Boiler
Package
Boiler

Keuntungan
Mudah
pengirimannya.
Dibutuhkan waktu
yang singkat
untuk
mengoprasikan
setelah
pengiriman.
Tekanan dan

Site Erected

kapasitas kerjanya

Boiler

dapat disesuaikan
keinginan.
Komponen-

Kerugian
Terbatas tekanan dan
kapasitas kerjanya.

Komponen-komponen
boiler tergantung
pada produsen boiler.

Sulit pengirimannya,
memakan biaya yang
mahal.
Perlu waktu yang cukup

komponen boiler
dapat dipadukan
dengan produsen
lain.
1.2.5.
-

lama setelah boiler


berdiri, setelah proses
pengiriman.

Berdasarkan tekanan kerja boiler :

Low Pressure Boilers

Tipe low pressure boiler memiliki karakteristik : tipe ini memiliki tekanan steam operasi
kurang dari 15 psig atau menghasilkan air panas dengan tekanan dibawah 160 psig
atau temperatur dibawah 250 0F
-

High Pressure Boilers

Tipe high pressure boiler memiliki karakteristik : tipe ini memiliki tekanan steam operasi
diatas 15 psig atau menghasilkan air panas dengan tekanan diatas 160 psig atau
temperatur diatas 250 0F
Tabel 1.5. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan tekanan kerja.
No.

Tipe Boiler
Low
Pressure

Keuntungan
Tekanan rendah

Kerugian
Tekanan yang dihasilkan

sehingga

rendah, tidak dapat

penanganannya

membangkitkan

tidak terlalu rumit


Area yang

listrik.

dibutuhkan tidak
terlalu besar, dan
biaya konstruksi
tidak lebih mahal
dari high pressure
2

High
Pressure

boiler
Tekanan yang

Tekanan tinggi sehingga

dihasilkan tinggi

penanganannya perlu

sehingga dapat

diperhatikan aspek

membangkitkan

keselamatannya.

listrik dan sisanya


dapat didaur ulang

untuk
mengoprasikan
proses industri
Area yang dibutuhkan
besar dan biaya
konstruksi lebih
mahal darilow
pressure boiler
1.2.6.
-

Berdasarkan cara pembakaran bahan bakar :

Stoker Combustion

Tipe stoker combustion memiliki karakteristik : tipe ini memanfaatkan bahan bakar padat
untuk melakukan pembakaran, bahan bakar padat dimasukkan kedalam ruang
pembakaran melalui conveyor ataupun manual. Tipe ini memiliki sisa pembakaran
yang harus diatangani berupa bottom ash atau fly ash yang dapat mencemari
lingkungan.
-

Pulverized Coal

Cara kerja : proses ini menghancurkan batu bara dengan ball mill atau roller mill
sehingga batu bara memiliki ukuran kurang dari 1 mm. kemudian batu bara berupa
bubuk ini disemprotkan ke dalam ruang pembakaran.
-

Fluidized Coal

Cara kerja : proses ini menghancurkan batu bara dengan crusher, sehingga batu bara
memiliki ukuran kurang dari 2 mm. Pada proses ini pembakaran dilakukan dalam
lapisan pasir, batu bara akan langsung membara jika mengenai pasir.
-

Firing Combustion

Tipe firing memiliki karakteristik : tipe ini memanfaatkan bahan bakar cair, padat, dan
gas untuk melakukan pembakaran, pemanasan yang terjadi lebih merata.
Cara kerja : bahan bakar cair digunakan sebagai preliminary firing fueldimasukkan
kedalam ruang pembakaran melalui oil gun. Setelah tercapai temperatur yang sesuai,
pembakaran diambil alih oleh coal nozzle atau gas nozzle.
Tabel 1.6. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan pembakaran.
No.
1

Tipe Boiler
Stoker

Keuntungan
Konstruksinya relatif

Kerugian
Limbah yang diproduksi

Combust
ion

sederhana.

pembakaran lebih
banyak
Panas yang dihasilkan
kurang merata jika
tidak ada komponen
pendukung.
Effisiensi relatif rendah
Konstruksinya rumit dan

Pulverized

Efisiensi relatif tinggi

membutuhkan dana
investasi yang mahal.

Proses pembakaran
lebih merata pada
tungku
pembakaran.
Fluidized

Bed

Konstruksinya rumit dan


Efisiensi relatif tinggi

membutuhkan dana
investasi yang mahal.

Suhu pembakaran
tidak mencapai
suhu 10000C
sehingga tidak
menimbulkan
NOX
Limbah yang
4

Firing

diproduksi
pembakaran lebih
sedikit
Panas yang
dihasilkan lebih
merata
Effisiensi relatif lebih

1.2.7.
-

baik
Berdasarkan material penyusun boiler :

Steel

Konstruksi relatif rumit,


perlu nozzle.

Tipe boiler dari bahan steel memiliki karakteristik : bahan baku utama boiler terbuat
menggunakan steel pada daerah steam.
-

Cast Iron

Tipe boiler dari bahan cast iron memiliki karakteristik : bahan baku utama boiler terbuat
menggunakan besi cor pada daerah steam.
Tabel 1.7. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan material.
No.
1

Tipe Boiler
Steel

Keuntungan
Kuat dan tahan lama.
Dapat
dialiri steamuntuk

Kerugian
Biaya relatif mahal.
Konstruksi lebih rumit.

tekanan tinggi.
2

Cast Iron

Biaya relatif murah.

Konstruksi lebih
sederhana.

Rentan dan mudah


rusak.
Dapat
dialiri steam untuk
tekanan yang
terbatas.

Cara Kerja Boiler


Label: Home
Energi kalor yang dibangkitkan dalam sistem boiler memiliki nilai tekanan,
temperatur, dan laju aliran yang menentukan pemanfaatan steam yang akan
digunakan. Berdasarkan ketiga hal tersebut sistem boiler mengenal keadaan tekanantemperatur rendah (low pressure/LP), dan tekanan-temperatur tinggi (high
pressure/HP), dengan perbedaan itu pemanfaatan steam yang keluar dari sistem boiler
dimanfaatkan dalam suatu proses untuk memanasakan cairan dan menjalankan suatu
mesin (commercial and industrial boilers), atau membangkitkan energi listrik dengan
merubah energi kalor menjadi energi mekanik kemudian memutar generator sehingga
menghasilkan energi listrik (power boilers). Namun, ada juga yang menggabungkan
kedua sistem boiler tersebut, yang memanfaatkan tekanan-temperatur tinggi untuk
membangkitkan energi listrik, kemudian sisa steam dari turbin dengan keadaan
tekanan-temperatur rendah dapat dimanfaatkan ke dalam proses industri dengan
bantuan heat recovery boiler.

http://wwwpermesinanbantuardiansyahabco.blogspot.com/2011/05/permesinan-bantuboiler-dan-pompa.html

Klasifikasi boiler berdasarkan tutup poros drum (shell)


Klasifikasi boiler berdasrkan tutup poros drum (shell), terbagi menjadi dua yaitu :
Boiler Mendatar ( Horizontal Steam Boiler ), seperti cochran boiler.
Boiler Tegak ( Vertikal Steam Boiler ), boiler cornish, lancashire dan lain-lain.
Vertikal Steam Boiler
Vertikal boiler memproduksi steam pada tekanan rendah dan dalam jumlah yang kecil.
Boiler ini digunakan untuk power generator yang kecil atau pada tempat yang
terbatas.
Boiler ini terdiri dari suatu shell yang berbentuk silinder, didasarkan pada fire tube box
yanng dikukuhkan oleh dua atu lebih tube-tube yang miring.
Kemiringan diperlukan untuk menaikkan herating surface sebanyak-banyaknya dan
untuk sirkulasi air.
Pada boiler ini terdapat suatu lubang yang disebut man hole, man hole berfungsi untuk
tempat masuk orang atau pembersihan boiler direparasi. Boiler ini terdiri dari
exthernal cylindrical shell dan fire box. (Ir.Soelindrio.Ketel Uap dan pemakaian
Boiler/.PTT MIGAS.)

Keuntungan Vertikal Boiler :


Tempat yanng digunakan sedikit ( hemat tempat )
Pengiriman mudah
Menjadi sempurna untuk ukuran kecil .
(http://translate.google.co.id/translate_s)
Kerugian Vertikal Boiler :
Hanya untuk memproduksi steam tekanan kecil
Digunakan untuk power generation
( Modul Utilitas)
Cochran Boiler
Boiler ini terdiri dari exthernal cylindrical shell dan fire box, keduanya adalah
hemisherical. Bentuk hemisherical pada puncak boiler memberikan ruangnan
maksimum dan untuk tekanan steam dalam boiler fire box dan ruang pembakaran
dihubungkan oleh suatu pipa produk.
Disini, fleu gas hasil pembakaran keluar chimney melalui smoke box dan melalui tubetube. Yang memilki diamater tubes ( O.D ) = 6.25 cm
Jumlah sekitar 165 buah. Pada dasar fire terdapat suatu grate dibawah gratte terdapat as
phite. (Ir.Soelindrio.Ketel Uap dan pemakaian Boiler/.PTT MIGAS.)
Keuntungan Cocran Boiler
Efisien dan simple
Pada puncak boiler memiliki shell yang berfungsi memberikan ruangan maksimum.
(http://translate.google.co.id/translate_s)
Kerugian Cocran Boiler
Memproduksi steam pada tekanan rendah
Memilki efesiensi yang rendah
Horizontal Steam Boiler
Keuntungan Horizontal Steam Boiler :
Jika tidak ada takanan batas, maka tekanan super kritis dapat dicapai.
Tekanan tinggi mencegah pembentukan gelembung-gelembung pada tube yang dapat
mengurangi kecepatan perpindahan panas.

Mudah untuk dipindah-pindahkan.


Biaya permulaan dari boiler ini rendah karena tidak ada drum air dan uap.
Bersifat ringan.
Kerugian Horizontal Steam Boiler :
Memiliki efisiensi yang rendah
Kapasitas kerja rendah.
Hanya dapat digunakan pada tekanan rendah (25 psi), meskipun pada keadaan tertentu
dapat digunakan pada tekanan yang lebih tinggi.
(www.scribd.com)
2.1

Cornish Boiler

Conish Boiler hampir sama dengan Lanchasire boiler. Disni hanya mempunyai 1 lorong
api. Diameternya 1 2 m, panjang tntara 5 7.5 m. Diameter lorong api 0.6 x
diameter shell kapasitas steam dan takanan kerja rendah.
Keuntungan

Bentuk cerobong yang sangat tinggi sangat tinggi sangat baik untuk mendorong
suplai udara (oksigen) menuju api.

Efisiensinya tinggi.

lebih panjang dengan ukuran 7,5-9 m dibandingkan dengan ketel Lancashire.

Kerugian

Kapasitas kerja rendah.

Hanya dapat digunakan pada tekanan rendah (25 psi), meskipun pada keadaan
tertentu dapat digunakan pada tekanan yang lebih tinggi.

(http://translate.google.co.id/translate_s)
2.2

Lanchashire Boiler
Boiler ini adalah boiler yang statis, memiliki fire tube , intenally fire horizontal

dan natural cirrulation, boiler ini digunakan untuk tekanan kerja yang
moderator. Boiler ini mempunyai shell berbentuk sylynder dengan diameter dengan
diamater 1.75 sampai 2.75 m.
Keuntungan:

Tenaga kerja dan power yang dibutuhkan sedang.

Sangat efisien.

Dapat di set secara otomatis untuk membakar batubara.

Menggunakan air panas sebagai feed water sehingga mengakibatkan peningkatan


efisiensi termal.

Tekanan yang digunakan tinggi (>12 bar)

Teknik manufaktur sangat canggih

Kerugian:

Terjadinya pemanasan dan pendinginan yang berulang.

Terjadinya infiltrasi udara sebagai akibat terjadinya ekspansi dan kontraksi.

Sangat mahal untuk memproduksi steam karena menggunakan bahan bakar


batubara.

Apabila diatur secara manual stoked, respon terhadap penurunan tekana boiler
dan permintaan bahan bakar akan lebih lambat.

(http://translate.google.co.id/translate_s)

Daftar Pustaka
http://translate.google.co.id/translate_s
www.scribd.com
Modul Utilitas
http://tigreyholic.blogspot.com/2012/09/klasifikasi-boiler-berdasrkan-tutup.html

Anda mungkin juga menyukai