Anda di halaman 1dari 43

KEANEKARAGAMAN DAN KLASIFIKASI PHANEROGAMAE

ORDO RANALES

Disusun oleh:
ANNISA AUL AENI

(K4313011)

GAZANIA P

(K4313033)

LATIFATUL FAIZAH

(K4313043)

RIZA AL AMIN

(K4313063)

SHINTA MAHARANI

(K4313065)

VIVY FATMAWATI F

(K4313071)

PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2014

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat limpahan
Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini yang berjudul
KEANEKARAGAMAN DAN KLASIFIKASI PHANEROGAMAE ORDO RANALES
dengan tepat waktu.
Semoga makalah ini dapat berguna baik untuk Penyusun, teman teman, dan semua
yang membaca.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini.
Oleh karena itu Kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang
membangun. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan
makalah selanjutnya.

Surakarta, 12 Desember 2014


Penyusun

Ordo Ranales
Ordo ranales memiliki ciri-ciri umum yaitu umumnya berupa tumbuhan dengan batang
berkayu.Sedangkan ciri utamanya dalah terdapat daun buah yang bebas dalam bunganya,
sehingga dari satu bunga dapat membentuk banyak buah. Bagian-bagian bunga lepas dan
tersusun secara spiral.
Sebagian besar dari ordo ini terjadi atas tumbuhan dengan batang berkayu, kadangkadang dalam kayunya belum terdapat trakea, sebagian kecil berupa terna. Ciri utama ordo
ini ialah terdapatnya daun buah yang bebas pada bunganya, sehingga dari satu bunga dapat
kemudian terbentuk banyak buah. Kedudukan primitifnya terlihat dari dimilikinya bunga
yang bagian-bagianya selain bebas satu dengan yang lain juga karena duduknya yang
mengikuti spiral dan adanya bentuk-bentuk peralihan antara bagian-bangian utama bunga.
Selain dari itu bagian-bangian bunga tersebut (terutama daun-daun buahnya) kadang-kadang
masih jelas sifatnya sebagai sporofil dengan bakal-bakal biji (makrosporangium) yang
terletak pada tepinya (marginal).
Dalam Ordo ranales terdapat sejumlah famili, diantaranya adalah :
1.

Famili Lauraceae
Famili Lauraceae merupakan salah satu famili dari ordo Ranales. Pada famili
Lauraceae merupakan tumbuh-tumbuhan berkayu dengan daun-daun tunggal (yang
kadang-kadang bertulang melengkung) yang duduknya tersebar, kadang-kadang
berhadapan, tidak mempunyai daun penumpu. Bunga banci atau berkelamin tunggal,
dengan tenda bunga berbilangan 2 sampai 5, biasanya berbilangan 3, tertanam pada
tepi sumbu bunga yang berbentuk mangkuk atau piala dan tersusun dalam 2 lingkaran.
Benang sari tersusun dalam 3 sampai 4 lingkaran, tiap lingkaran terdiri atas sejumlah
benang sari yang sama dengan jumlah daun-daun tenda bunga dalam lingkarannya,
yang pada lingkaran dalam sering bersifat mandul sebagai staminodium. Kepala sari

membuka dengan katup. Bakal buah menumpang atau terdapat dalam lekukan dasar
bunganya, mempunyai 1 bakal biji yang anatrop dengan 2 integumen. Buah untuk
sebagian terbalutoleh sumbu bunganya yang membesar, berupa buah buni atau
menyerupai buah batu.Biji tanpa endosperm, lembaga dengan daun lembaga yang
besar. Dalam daun dan kulit batang (gelam) terdapat sel-sel yang mengandung minyak
atsiri. Tumbuhan yang termasuk dalam famili Lauraceae biasanya tumbuh di daerah
yang panas. Di alam terdapat sekitar lebih dari 1000 spesies yang terbagi dalam 50
genus.
Dari 50 genus tersebut, ada genus yang akan kita bahas yaitu:
Genus Laurus
Dari genus laurus terdapat beberapa spesies, diantaranya Laurus nobilis dan
Laurus camphora.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi

: Spermatophyta

Kelas

: Dicotyledoneae

Ordo

: Ranales

Famili

: Lauraceae

Genus

: Laurus

Spesies

: Laurus camphora

Laurus camphora memiliki habitus berupa pohon dengan tinggi 5-8 meter.
Dan sistem perakarannya tunggang berwarna coklat. Memiliki batang yang tegak,
berbentuk bulat, percabangan simpodial, permukaan kasar dan berwarna coklat.
Daunnya berupa daun unggal, berhadapan, lonjong, tepi rata, ujung dan pangkal
rneruncing, permukaan halus, panjang 5-7,5 cm, lebar 3-5 cm, tangkai panjang 1-2

cm, pertulangan melengkung, dan berwarna hijau. Memiliki bunga majemuk,


bentuk malai, di ketiak
daun,

tangkai

silindris,

panjang 3-4 cm, kuning,


kelopak

berbagi,

halus,

hijau, benang sari panjang


+ 0,5 cm, kepala sari dan
kepala putik bulat, kuning,
mahkota bentuk lonjong, berbagi lima, putih.Buahnya merupakan buah buni,
berbentuk bulat, diameter 3 mm, masih muda hijau, setelah tua coklat. Di dalam
buah terdapat biji berbentuk bulat,berdiameter 1 mm,dan berwarna hitam.

Ganus Cinnamomum
Dari genus Cinnamomum terdapat beberapa spesies di antaranya
Cinnamomum zeylanicum, Cinnamomum. burmanni, dan Cinnamomum cassia.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi

: Spermatophyta

Kelas

: Dicotyledoneae

Ordo

: Ranales

Famili

: Lauraceae

Genus

: Cinnamomum

Spesies

: Cinnamomum zeylanicum,

Cinnamomum zeylanicum merupakantumbuhan dengan habitus berupa


pohon dengan tinggi 6-12 meter.daun berbentuk bulat telur atau elips memanjang,
ujung membulat atau tumpul runcing, 6-15 kali 4-7 cm, seperti kulit kuat , sisi

bawah abu-abu dan gundul. Pada sisi atas daun,


tulang daun lateral kuat dari bagian atas tidak
menonjol.daun muda berwarna merah. Bunga
malai yang bercabang, duduk di ketiak dengan
cabang yang berambut abu-abu. Panjang taju
tenda bunga 3-5 mm, benang sari 12, dalam 4
lingkaran, masing-masing lingkaran 3, yang
terdalam steril. Tumbuhan ini berasal dari Srilagka.
Genus Persea
Dari genus Persea terdapat beberapa spesies di antaranya Persea
Americana dan Persea gratissima
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi

: Spermatophyta

Kelas

: Dicotyledoneae

Ordo

: Ranales

Famili

: Lauraceae

Genus

: Persea

Spesies

: Persea gratissima

Persea gratissima memiliki habitus berupa pohon. Pohon buah ini berasal
dari Amerika tengah, tumbuh liar di hutan-hutan, banyak juga ditanam di kebun,
dan di pekarangan yang lapisan tanahnya gembur dan subur serta tidak tergenang
air. Pohon kecil, berakar tunggang, batang berkayu, bulat, warnanya coklat kotor,
banyak bercabang, ranting berambut halus. Daun tunggal, letaknya berdesakan di
ujung ranting, bentuknya jorong sampai bundar telur memanjang, tebal seperti

kulit ujung dan pangkal yang runcing. Tepi rata kadang agak menggulung keatas,
betulang menyirip, daun muda warnanya kemerahan dan berambut rapat, daun tua
warnaya hijau dan gundul. Bunganya majemuk, buahnya buah buni, bentuk bola
dan bulat telur, warnanya hijau atau hijau kekuningan, daging buah jika sudah
masak lunak, warnaya hijau kekuningan. Biji bulat seperti bola, keping biji putih
kemerahan. Buah alpukat yang masak dagingnya lunak, berlemak biasanya
dimakan sebagai es campur atau dibuat jus. Minyaknya dignakan antara lain untuk
keperluan kosmetik.

2.

Famili Berberidaceae
Berberidaceae merupakan salah satu famili dari genus Ranales. Pada famili
berberidaceae merupakan Terna perennial atau tumbuhan berkayu dengan daun
tunggal atau majemuk tanpa daun penumpu. Bunga terpisah-pisah atau tersusun dalam
rangkaian yang bersifat rasemos: hiasan bunga berupa tenda bunga atau jelas dapat di
bedakan dalam kelopak dan mahkota, berbilang 2 atau 3, banci, aktinomorf. Hiasan
bunga tersusun dalam 2-4 lingkaran, seringkali di susul dengan 2 lingkaran daundaun madu dan 2 lingkaran benang-benang sari. Kepala sari membuka dengan celah
atau katup. Bakal buah dengan 1 sampai banyak bakal biji, masing-masing bakal biji
dengan 1 sampai banyak bakal biji, masing-masing bakal biji dengan 2 integumen.
Buahnya buah buni. Biji dengan endosperm dan lembaga yang kecil. kebanyakan
tumbuhan di daerah iklim sedang, beberapa jenis terdapat di Asia timur dan tenggara.
Famili berberidaceae meliputi + 150 spesies yang terbagi dalam 10 genus. Salah satu
genusnya adalah berberis. Contoh spesies dari genus berberis adalah Berberis vulgaris.

Klasifikasi
Kingdom

: Plantae

Divisi : Spermatophyta
Kelas

: Dicotyledoneae

Ordo

: Ranales

Famili : Berberiaceae
Genus : Berberis
Spesies : Berberis vulgaris
Berberis vulgaris merupakan tumbuhan dengan habitus berupa semak tegak
dan melengkung yang bisa mencapai 3 m. batangnya berukuran kecil dan
permukaannya terdapat duri. Daun berbentuk obovate dan pada permukaan daun
berwarmna hijau kusam. Bunganya berwarna kuning cerah dengan aroma yang harum
Bunga-bunga ini biasanya muncul dari akhir Mei hingga Juni. Buahnya berbentuk
elips berwarna merah dengan ukuran sekitar 1 cm.

3.

Famili Eupomatiaceae
Eupomatiaceae merupakan salah satu famili dari genus Ranales. Pada famili
Eupomatiaceae merupakan tumbuhan perdu dengan daun-daun tunggal yang
berhadapan, tanpa daun penumpu. Bunga terpisah-pisah dalam ketiak daun, brbau
sedap, mempunyai tenda bunga yang banyak dan tersusun dalam spiral, dasar bunga
yang terbentuk piala, aktinomorf. Daun tenda menyerupai mahkota. Benang sari
berjumlah antara 20-30. Bakal buah kurang lebig 20 terletak pada dasar sumbu bunga,
bebas satu sama lain, masing-masing berisi 2 bakal biji yang anatrop dan mempunyai 2
integumen. Buahnya buah kurung, berisi 1 biji.Biji dengan sedikit atau tanpa
endosperm, lembaga dengan daun lembaga yang tergulung.

Famili eupomatiaceae hanya terdiri atas satu genus, yaitu Calycanthus dengan 5
spesies yang tersebar di Amerika Utara, Asia Timur, dan Australia tropik. Sebagai
contoh: Calycanthus occidentalis.
Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas

: Dicotyledoneae

Ordo

: Ranales

Famili : Eupomatiaceae
Genus : Calycanthus
Spesies : Calycanthus occidentalis
Calycanthus occidentalis memiliki memiliki habitus berupa perdu dengan
ketinggian mencapai 4meter. Daunnya berbentuk bulat telur dengan panjang dan lebar
5-15 2-8 cm. Pada bagian ujung berbentuk tumpul dan permukaan daunnya berwarna
hijau. Bunganya muncul pada akhir musim semi sampai awal musim gugur. Bunganya
memiliki benang sari sebanyak 10-15. Calycanthus occidentalis dapat tumbuh di
sepanjang sungai dan lereng di daerah dengan ketinggian 200-1600 meter di atas
permukaan air laut.

4.

Famili Ranaceae/Ranunculaceae
Famili Ranaceae meliputi tumbuhan terna annual maupun parenial dan
tumbuhan berkayu dengan daun-daun tunggal atau majemuk yang duduknya tersebar
atau berhadapan. Bagian-bagian bunga jarang tersusun berkarang, kebanyakan
mempunyai bagian-bagian bunga yang masih duduk dalam spiral. Bunga dengan tenda
bunga atau hiasan bunga yang telah jelas dapat dibedakan dalam kelopak atau
mahkota. Bila terdapat tenda bunga, tenda bunga itu umumnya bersifat seperti
mahkota, seringkali dengan daun-daun penghasil madu diantaranya daun-daun tenda
bunga dengan benang-benang sarinya. Bunga aktinomorf atau zigomorf, hampir selalu
banci.Benang sari banyak, bebas. Bakal buah kebanyakan lebih dari satu, jarang hanya
satu, apokarp, jarang sinkarp, mempunyai banyak bakal biji masing-masing dengan 1
sampai 2 integumen. Buahnya buah kurung, buah keras, atau buah buni. Biji dengan
endosperm yang besar dan lembaga yang kecil.
Famili Ranaceae meliputi sekitar 1200 jenis yang terbagi dalam 30 marga,
kebanyakan menghuni daerah iklim sedang. Sampai daerah iklim dingin. Kebanyakan
anggotanya mengandung alkaloid dan oleh karenanya berguna dalam obat-obatan.
Terdiri dari beberapa genus, yakni:

Aconitum

Asteropyrum

Ceratocephala

Actaea

Barneoudia

Ceratocephalus

Adonis

Batrachium

Cimicifuga

Anemoclema

Beckwithia

Clematis

Anemone

Beesia

Consolida

Anemonella

Buschia

Coptidium

Anemonidium

Calathodes

Coptis

Anemonoides

Callianthemoides

Delphinium

Anemonopsis

Callianthemum

Dichocarpum

Aquilegia

Caltha

Enemion

Eranthis

Leptopyrum

Peltocalathos

Ficaria

Leucocoma

Psychrophila

Glaucidium

Metanemone

Pulsatilla

Hamadryas

Miyakea

Ranunculus

Helleborus

Myosurus

Semiaquilegia

Hepatica

Naravelia

Shibateranthis

Isopyrum

Nigella

Thalictrum

Knowltonia

Oreithales

Trautvetteria

Krapfia

Oxygraphis

Trollius

Laccopetalum

Paraquilegia

Urophysa

Viorna

Xanthorhiza

Genus Nigella
Memiliki putik dengan 5 carpel yang bersatu, membentuk kapsul saat
dewasa, ovariumnya superus. Genus Nigella terdiri dari 14 spesies yang tumbuh
annu, dengan bunga-bunga yang halus dan dekoratif. Saat musim panas bunga
berwarna merah muda, biru, kuning, atau putih dan memiliki kerah daun sekitar
kelopak. 14 spesies tersebut diantaranya adalah : Nigella arvensis, Nigella ciliaris,
Nigella damascena, Nigella hispanica, Nigella integrifolia, Nigella nigellastrum,
Nigella orientalis, dan Nigella sativa.
Contoh: Nigella sativa
Klasifikasi Nigella Sativa adalah sebagai berikut :
Kingdom

: Plantae

Divisio: Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Ranunculales
Family : Ranunculaceae
Genus : Nigella
Species

: Nigella sativa

Nigella sativa berasal dari Eropa Selatan, Afrika Utara, dan Asia
Selatan. Tanaman ini merupakan salah satu spesies dari genus Nigella yang
memiliki kurang lebih 14 spesies tanaman yang termasuk dalam famili
Ranunculaceae.
Nama lain Nigella Sativa diantaranya adalah : Kalonji (bahasa Hindi), Kezah
(Hebrew), Chamushka (Rusia), Habbatus Sauda (Arab), Siyah daneh (Persian),
Fennel Flower / Black Carraway / Nutmeg Flower / Roman Coriander / Black
Onian Seed (English), atau Jintan Hitam (Indonesia).
Nigella sativa atau Jintan Hitam Pahit ini merupakan jenis tanaman berbunga,
tumbuh setinggi 20-50 cm , berbatang tegak, berkayu dan berbentuk bulat

menusuk. Daun runcing, bercabang, bergaris (namun garis daunnya tidak seperti
benang; tidak seperti ciri daun tumbuhan genus Nigella pada umumnya), daunnya
kadang-kadang tunggal atau bisa juga majemuk dengan posisi tersebar atau
berhadapan. Bentuk daunnya bulat telur berujung lancip. Di bagian permukaan
daunnya terdapat bulu halus.
Tumbuhan jintan hitam memiliki bunga yang bentuknya beraturan. Bunga ini
kemudian menjadi buah berbentuk bumbung atau buah kurung berbentuk bulat
panjang. Bunganya menarik dengan warna biru pucat atau putih, dengan 5-10
mahkota bunga.
Buahnya keras seperti buah buni. Berbentuk besar, menggembung, berisi 3-7
unit folikel, masing-masing berisi banyak biji atau benih yang sering digunakan
manusia sebagai rempah-rempah. Memiliki rasa pahit yang tajam dan bau seperti
buah strawberry. Digunakan terutama pada permen dan minuman keras. Bijinya
berwarna hitam pekat.
Khasiat yang dimiliki jintan hitam ini berasal dari kandungan kimia yang ada
di dalamnya. Kandungan kimia jintan hitam terdiri dari minyak atsiri, minyak
lemak, d-limonena, simena, glukosida, saponin, zat pahit, jigelin, nigelon, dan
timokonon. Berbagai kandungan ini didapat dari biji jintan hitam.

Genus Ranunculus
Ranunculus adalah genus besar dari

sekitar 600 spesies tanaman di Ranunculaceae.


Anggota

genus

ini

termasuk

Buttercup,

spearworts, water crowfoots dan celandine.


Genus ini kebanyakan merupakan tanaman
herba parennial dengan bunga berwarna
kuning atau putih, beberapa annual. Biasanya
mempunyai 5 kelopak, terkadang 6, banyak,
atau tidak ada sama sekali.
Contoh: Ranunculus abortivus
Klasifikasi Ranunculus abortivus adalah sebagai berikut:

Kingdom

: Plantae

Divisio

: Spermatophyta

Kelas

: Dicotyledonae

Ordo

: Ranunculales

Family

: Ranunculaceae

Genus

: Ranunculus

Spesies

: Ranunculus abortivus

Ranunculus abortivus termasuk tumbuhan berbunga dengan bunganya yang


kecil berwarna kekuningan. Asli dari Amerika Utara. Mempunyai batang yang
tegak berbulu, tegak, tinggi 10-60 cm. Tiap batang mampu menghasilkan 50
kuncup bunga, dengan panjang petal petal diatas 3,5 mm.
Dimanfaatkan sebagai obat penenang, sakit tenggorokan, obat gigitan ular,
keracunan, cacar, sakit gigi, dan daunnya dapat dikonsumsi.
5.

Famili Monimiaceae
Tumbuhan berkayu, kebanyakan dengan daun-daun tunggal yang duduk daunnya
berhadapan tanpa penumpu.Bunga jelas mempunyai kelopak dan mahkota atau tenda
bunga, banci atau berkelamin tunggal, aktinomorf atau zigomorf. Sumbu bunga
berbentuk cakram atau piala.Benang sari banyak atau sedikit tersusun dalam 2
lingkaran. Bakal buah banyak, bebas satu sama lain, masing-masing dengan satu bakal
bijiyang letaknya basal dan mempunyai 2 integumen. Buahnya buah kurung yang
terbungkus oleh dasar bunganya.Biji dengan endosperm dan lembaga yang kecil.
Famili Monimiaceae mencakup sekitar 340 jenis yang terbagi dalam 30 marga
yang merupakan penghuni daerah-daerah dengan udara panas. Contoh-contoh
: Peumus: P. Boldus, daunnya (folia boldo) berguna dalam obat-obatan. Daryphora : D.
sassafras, sassafras Australia. Atherosperma : A. moschatum.
Berikut daftar beberapa genus dar family Monimiaceae:

Austromatthaea

Carnegieodoxa

Atherosperma

Decarydendron

Daryphora

Ephippiandra

Faika

Grazielanthus

Hedycarya

Hennecartia

Kibara

Kibaropsis

Macropeplus

Mollinedia

Peumus

Tambourissa

Wilkiea

Xymalos

Genus Atherosperma
Contoh spesies: Atherosperma moschatum
Klasifikasi Atherosperma moschatum adalah sebagai berikut:
Kingdom

: Plantae

Divisio

: Spermatophyta

Kelas

: Dicotyledonae

Ordo

: Ranales

Family

: Monimiaceae

Genus

: Atherosperma

Spesies

: Atherosperma moschatum

Atherosperma moschatum mempunyai daun berbentuk elips atau


oblanceolate, panjang 3-10 cm, lebar 8-25 mm, permukaan atas glabrous,
permukaan bawah berbulu abu-abu, harum ketika ditumbuk, tangkai daun
panjangnya 2-5 mm.
Segmen perianth panjangnya 6-9 mm, warnanya putih atau kehijauan
denagn garis keunguan. Stamen 12-20., receptakle 8-10 mm, buah
panjangnya 10mm dan berrambut.

Genus Peumus
Contoh: Peumus boldus
Klasifikasi Peumus boldus sebagai berikut:
Kingdom: Plantae
Divisio: Spermatophyta
Kelas: Dicotyledonae
Ordo: Ranaceae

Family: Monimiaceae
Genus: Peumus
Spesies: Peumus boldus
Merupakan satu-satunya spesies dalam genus Peumus. Merupakan
tumbuhan endemik dari Chili. Daunnya mempunyai aroma sepert kamper
yang kuat, dengan rasa sedikit pahit, digunakan untuk tujuan kuliner terutama
di Amerika Latin. Daunnya juga sering digunakan sebagai teh herbal.
Tergolong tumbuhan pohon parennials, tinggi mampu mencapai 20 m. Bunga
berwarna kuning atau putih.
6.

Famili Calycanthaceae
Merupakan tumbuhan perdu dengan daun-daun tunggal yang berhadapan, tanpa
daun penumpu. Bunga terpisah-pisah dalam ketiak daun, brbau sedap, mempunyai
tenda bunga yang banyak dan tersusun dalam spiral, dasar bunga yang terbentuk piala,
aktinomorf. Daun tenda menyerupai mahkota. Benang sari berjumlah antara 20-30.
Bakal buah kurang lebig 20 terletak pada dasar sumbu bunga, bebas satu sama lain,
masing-masing berisi 2 bakal biji yang anatrop dan mempunyai 2 integumen. Buahnya
buah kurung, berisi 1 biji.Biji dengan sedikit atau tanpa endosperm, lembaga dengan
daun lembaga yang tergulung.
Famili ini hanya terdiri atas satu marga, yaitu Calicanthus dengan 5 jenis yang
tersebar

di

Amerika

Utara,

Asia

Timur,

dan

Australia

tropik.

Sebagai

contoh: Calycanthus occidentalis.


Genus Calycanthus
Merupakan genus tumbuhan berbunga. Merupakan tanaman endemik
Amerika Utara. Genus ini merupakan tumbuhan dengan habitus semak dengan
tinggi 2-4 m. Daun opposite, panjang 5-15 cm dan lebar 2-6 cm. Bunga muncul
pada awal musim panas setelah daun lebih dulu muncul, dengan tepal berwarna
merah. Bunganya sangat beraroma. Buahnya elips, kecil dengan panjang 5-7 cm,
dengan benih yang banyak. Ketika batang tergores aromanya berbau seperti
kamper. Minyak dari bunga dapat digunakan sebagai parfum dengan kualitas yang
bagus.

Contoh: Calycanthus occidentalis dan Calycanthus floridus.


Klasifikasi Calycanthus occidentalis adalah sebagai berikut:
Kingdom: Plantae
Divisio: Spermatophyta
Kelas: Dicotyledonae
Ordo: Ranaceae
Family: Calycanthaceae
Genus: Calycanthus
Spesies: Calycanthus occidentalis
Mempunyai aroma yang wangi, berbau seperti anggur merah, dengan warna
bunga burgundy. Merupakan tumbuhan asli dari pegunungan California Tengah
dan Utara. Toleran terhadap tanah berpasir ataupun tanah liar, dan menyukai air.
Tulang daun menyirip, daun berwarna hijau.
Klasifikasi Calycanthus floridus adalah sebagai berikut:
Kingdom: Plantae
Divisio: Spermatophyta
Kelas: Dicotyledonae
Ordo: Ranaceae
Family: Calycanthaceae
Genus: Calycanthus
Spesies: Calycanthus floridus
Tinggi 6-12 m, berupa semak gugur, dengan daun mengkilap. Daun
aromatik, permukaannya kasar, dengan warna hijau gelap. Batang tegak dengan
garis lengkung. Bunga terminal, soliter, dengan warna merah gela dan tumpang
tindih.

Bunga sangat harum. Daun berwarna kuning pada musim gugur dan tidak
mencolok. Batangnya sangat tahan terhadap penyakit dan seranggga. Tumbuhan ini
mampu menyesuaikan dengan banyak jenis tanah dan dapat tumbuh tinggi di
tempat yang teduh.
7.

Famili Gomortegaceae.
Anggota-anggotanya terdiri atas pohon-pohon dengan daun tunggal yang duduk
berhadapan tanpa daun penumpu. Kayunya berat, awet. Bunga tersusun dalam tandan,
diketiak daun atau pada ujung cabang, banci, aktinomorf. Hiasan bunga terdiri atas 6
sampai 10 daun kelopak yang tersusun dalam spiral dan mempunyai bentuk dan warna
seperti tenda bunga. Mahkota tidak terdapat. Benang sari banyak, tetapi hanya 2 sampai
3 yang bersifat fertil, yang dibagian dalam masing-masing mempunyai 2 kelenjar yang
bertangkai pada pangkal tangkai sarinya, kepala sari membuka dengan katub-katub,
menghadap kedalam.Bakal buah tenggelam, beruang 2 sampai 3 dengan 1 bakal biji
dalam tiap ruang. Bakal bijimempunyai 2 integumen. Buahnya buah batu. Biji dengan
banyak endosperm dengan lembaga yang besar.
Suku ini hanya terdiri atas 1 marga : Gomortega dengan satu jenis yang hidup di
Chili yaitu Gomortega nitida.

8.

Family Myristicaceae
Ciri umum:
a) Pohon atau perdu, daun tunggal, bersilang berhadapan pada cabang-cabang
mendatar seakan-akan tersusun dalam 2 baris pada 1 bidang, tanpa daun penumpu
b) Bunga banci dan aktinomorf Kelopak dan mahkota masing-masing terdiri dari 4-5
daun kelopak dan daun mahkota
c) Benang sari banyak, kadang-kadang berkelompok berhadapan dengan daun
mahkota, tangkai sari dengan warna cerah (menjadi bagian bunga yang menarik)
d) Bakal buah tenggelam, mempunyai 1 tangkai putik, beruang 1 sampai banyak
dengan 1-8 bakal biji dalam tiap ruang
e) Buah bermacam-macam, pada ujungnya masih jelas tampak kelopak yang tidak
gugur, sisa tangkai putik dan sisa-sisa benang sari yang tertinggal di dalam kelopak
f) Biji dengan sedikit atau tanpa endosperm
Terdiri dari genus :
Genus Myristica
Pala ( Myristica fragrans Houtt) adalah tanaman daerah tropik yang
memiliki 200 spesies, dan seluruhnya tersebar di daerah tropis.
1. Akar ; memiliki akar tunggang
2. Batang ; Bentuk pohon pala berpenampilan indah, tinggi 10-20 m, menjulang
tinggi ke atas dan ke pinggir, mahkota pohonnya meruncing, berbentuk
piramidal (kerucut), lonjong (silindris) dan bulat dengan percabangan relatif
teratur. Tanaman pala betina di tandai dengan pertumbuhan cabangnya secara
horizontal (mendatar), sedangkan tanaman pala jantan di tandai dengan cabangcabangnya yang mengarah ke atas membuat sudut lancip dengan
batangnya.Pohon jantan dicirikan oleh habitus yang lebih kecil dari betina,
cabang lebih tegak, daun lebih kecil dan menghasilkan banyak bunga.
3. Daun ; Daunnya berwarna hijau mengkilat, Daun berbentuk elips langsing.
Daunnya berwarna hijau mengkilap dan gelap, panjang 5-4 cm dengan lebar 3-7
cm, panjang tangkai daun 0,4-1,5 cm.Penentuan jenis kelamin secara dini dapat
diduga dari bentuk helaian daun. Bentuk helaian daun lebih terkulai merupakan
ciri pala betina. Sedangkan bentuk helaian daun yang relatif lebih kecil dengan
letak daun lebih tegak, menunjukan pala jantan.
4. Bunga ; Mahkota pohonnya meruncing ke atas, dengan bagian paling atasnya
agak bulat serta ditumbuhi daunan yang rapat. Merupakan tanaman berumah dua
dimana bunga jantan dan bunga betina terdapat pada individu/pohon yang
berbeda. bunga jantan dalam rangkaian memiliki 3 sampai 15 bunga per kuntum
sedangkan bunga betina sekitar 1 sampai 3 per kuntum.Bunga keluar dari ujung
cabang dan ranting. Bunga betina mempunyai kelopak dan mahkota meskipun
perkembangannya tidak sempurna. Warna bunga kuning. Mahkota bunga betina
bersatu mulai dari bagian pangkal dan pada bagian atas terbuka menjadi 2
bagian yang sistematis. Kelopak kecil dan menutup sebagian kecil dari bagian
bawah mahkota. Di dalam mahkota terdapat pistil yang bersatu dengan bakal
bunga. Kepala putik terbelah pada bagian ujungnya. Di dalam bakal buah

terdapat bakal kulit biji dan bakal biji. Bentuk bunga jantan agak berbeda
dengan bunga betina walaupun warna bunganya juga kuning, dengan diameter
1,5 mm dan panjang 3 mm. Mahkota dari bunga jantan bersatu dari pangkal
pada 5/8 bagian dan kemudian terbagi menjadi 3 bagian. Kelopak berkembang
tidak sempurna, bentuknya seperti cincin yang melingkar pada bagian pangkal
mahkota. Benang sari berbentuk silindris merupakan tangkai bersatu,
panjangnya 2 mm. Sari melekat pada tangkai tersebut membentuk baris-baris
yang jumlahnya 8 buah dan berpasangan. Antara baris dibatasi oleh jalur kecil
1/10 mm lebarnya.
5. Buah ; Tanaman pala memiliki buah berbentuk bulat lonjong dan beraroma khas
mengandung minyak atsiri, berwarna hijau kekuning-kuningan buah ini apabila
masak terbelah dua. Daging buahnya tebal dan asam rasanya.Setiap buah
menghasilkan satu biji berwarna coklat.
6. Biji ; Biji berbentuk lonjong sampai bulat, panjangnya berkisar antara 1,5-4,5
cm dengan lebar 1-2,5 cm. Kulit biji berwarna coklat dan mengkilat pada bagian
luarnya.Kernel biji berwarna keputih-putihan sedangkan fulinya berwarna
merah gelap dan kadang-kadang putih kekuning-kuningan dan membungkus biji
menyerupai jala

Genus Horsfieldia
Ciri khasnya arillus menyelubungi seluruh biji, warna merah muda, helai daun
berbulu coklat. Arillus menyelubungi seluruh biji, warna merah muda, helai daun
berbulu coklat. Mengandung alkaloid, termasuk horsfilina, yang memiliki efek
analgesik.Pohon 10-41 m memiliki kulit kasar , tidak mengelupas; lentisel jarang
padat . Daun elips, permukaan atas pengeringan kusam kehijauan coklat gelap
coklat, bawah permukaan ditutupi seperti rambut Contoh: Horsfieldia iryagedhi
disepanjang sungai dan rawa.

Genus Knema
Arillus pada bagian ujung biji
pecah, bagian bawah helai daun putih
kelabu. Pohon membentuk kanopi
hingga 29 m. Batang dengan getah
merah. Stipules absen. Daun alternatif,
sederhana, penni-berurat, berbulu di
bawah, keputih-putihan di bawah .
Bunga
berwarna
kuning-merah,
ditempatkan dalam bundel. Buah
berwarna kuning-merah-coklat, padat
berbulu, pecah kapsul. Benih dengan
hampir penuh salut biji merah.
Contoh: Knema laurin.

9.

Famili Hernandiaceae
Suku ini terdiri atas tumbuhan berkayu dengan daun tunggal yang duduknya
tersebar, tanpa daun penumpu.Bunga dengan tenda bunga, banci atau berkelamin
tunggal, aktinomorf.Daun tenda bunga berjumlah 4 sampai 10.benang sari 3 sampai 5,
duduknya berhadapan dengan daun-daun tenda bunga dalam lingkaran yang paling luar.

Bakal buah tenggelam, beruang satu, berisi 1 bakal biji anatrop, yang bergantung dan
mempunyai 2 integumen.Buahnya buah keras yang bersayap, biji tanpa endosperm
dengan lembaga yang lurus.Hernandiance merupakan suatu suku yang marganya hidup
didaerah tropika, meliputi hanya sekitar 22 jenis yang terbagi dalam 4 marga.
Genus Hernandia
Contoh dari genus hernandia adalah Hernandia peltata. Spesies ini memiliki
nama daerah Melayu: Kampe Sunda: Binong Jawa: Kemiren Halmahera: Nauma
lako Ternate: Nyalako Tidore: Nyalau.
Klasifikasi
Kingdom

: Plantae

Divisi

: Spermatophyta

Sub divisi

: Angiospermae

Kelas

: Dicotyledoneae

Bangsa

: Ranales

Suku

: Hernandiaceae

Marga

: Hernandia

Jenis

: Hernandia peltata Meissn.


Hernandia peltata memiliki cirri-ciri yaitu habitus: Pohon, tinggi 15 m.

Batang: Tegak, berkayu, bulat, percabangan simpodial, putih kotor. Daun: Tunggal,
tersebar, lonjong, panjang 15-22
cm, lebar 9-11 cm, tepi rata, ujung
runcing,
pertulangan

pangkal
menyirip,

tumpul,
hijau.

Bunga: Majemuk, bentuk malai,


dalam satu malai terdapat dua
bunga jantan di pinggir dan bunga
betina di tengah, di ketiak daun,
mahkota 8 helai, benang sari
empat, kepala sari bulat, putik
bentuk gada, putih, Buah: Kotak, bulat, hijau. Biji: Bulat, pipih, coklat. Akar:
Tunggang, kuning kecoklatan. Biji dan buah kemiren mengandung saponin,
flavonoida dan tanin, batangnya mengandung saponin. Biji kemiren berkhasiat

sebagai obat masuk angin.Untuk obat masuk angin dipakai + 15 gram biji kemiren
kering, dicuci, ditumbuk sampai lumat ditambah air secukupnya diperas dan
disaring.Hasil saringan digosokkan pada badan.
10.

Famili Annonaceae
Annonaceae, juga disebut suku sirkaya-sirkayaan adalah suku dari tanaman
berbunga yang terdiri dari pohon-pohon, semak atau jarang lianas.Dengan kira-kira
2300-2500 spesies dan lebih dari 130 genera, Annonaceae adalah famili terbesar di ordo
Magnoliales. Suku ini terkonsentrasi di daerah tropis, sekitar 900 spesies Neotropical,
450 adalah Afrotropical, dan spesies lain Indomalayan.
Karakteristik umum

Habitus : Kebanyakan berupa pohon atau semak, beberapa liana dengan kulit
batang, daun, dan bunga aromatic. Hidup di daerah tropis
Batang dan Daun : Kulit batang berserat dan aromatik, empulur terpisah (baik
secara tangensial maupun partisi). Percabangan simpodial dapat juga dikotom.Daun
tunggal atau majemul, tulang daun menyirip.Duduk daun tersebar atau berseling, tanpa
daun penumpu.
Bunga : Tangkai bunga aksilaris ,meninggalkan bekas pada batang yang tua atau
pada tunas-tunas daun yang baru. Bunga biasanya trimerous; ditanggung sendiri-sendiri
atau dalam senyawa inflorescences; biseksual dan jarang berkelamin tunggal.Reseptakel
mungkin menjadi membesar, peningkatan atau flat.Biasanya dua gigih untuk empat
daun yang berbeda atau bawaan (menyatu) di pangkalan.Bunga banci, jarang

berkelamin tunggal, aktinomorf, biasanya berbilangan 3, seringkali mempunyai 2


lingkaran daun-daun mahkota. Benangsari banyak, bakal buah 1 sampai banyak, bebas
satu sama lain, masing-masing berisi banyak atau 1 bakal biji saja, letaknya pada
kampuh perut atau basal, tiap bakal biji mempunyai 2 integumen.
Buah dan Biji : Buah kebanyakan berupa buah buni, kadang-kadang berupa buah
buni ganda. Biji dengan endosperm berbelah dan lembaga yang kecil.
Genus Annona
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisio

: Spermatophyta

Sub Divisio

: Angiospermae

Class

: Dicotyledonae

Ordo

: Ranales

Famili

: Annonaceae

Genus

: Annona

Species

: Annona rnuricata L.

Tanaman sirsak (Annona muricata L.) memiliki daun berbentuk bulat telur
terbalik, berwama hijau muda sampai hijau tua, dengan tipe pertulangan
brochododrome, ujung daun meruncing, pinggiran rata dan permukaan daun
mengkilap. Bunga tunggal (flos simplex) dalam satu bunga terdapat banyak putik
sehingga dinamakan bunga berpistil majemuk. Bagian bunga tersusun secara
hemicyclis, yaitu sebagian terdapat dalam lingkaran dan yang lain spiral atau
terpencar. Mahkota bunga berjumlah 6 sepalum yang terdiri atas 2 lingkaran,
bentuknya hampir segi tiga, tebal dan kaku, berwarna kuning keputih-putihan, dan
setelah tua mekar, kemudian lepas dari dasar bunganya. Putik dan benang sari
lebar dengan banyak karpel (bakal buah).Bunga keluar dari ketiak daun, cabang,
ranting, atau pohon.Bunga umumnya sempurna (hennaphrodif), tetapi terkadang
hanya bunga jantan atau bunga betina saja dalam satu pohon.Bunga melakukan
penyerbukan silang, karena umumnya tepung sari matang lebih dahulu sebelum
putiknya reseptif. Buahnya termasuk buah sejati berganda (agregat fruit) yakni
buah yang berasal dari satu bunga dengan banyak bakal buah tetapi membentuk
satu buah.Buah memiliki duri sisik halus.Apabila telah tua daging buah berwarna

putih, lembek, dan berserat dengan banyak biji berwarna coklat kehitaman.
Bijinya berwarna coklat agak kehitaman dan keras, berujung tumpul, permukaan
halus mengkilat dengan ukuran panjang rata-rata 16,8 mm dan lebar 9,6 mm.
Jumlah biji dalam satu buah bervariasi, berkisar antara 20 - 70 butir biji normal,
sedangkan yang tidak normal berwarna putih atau putih kecoklatan dan tidak
berisi.
Genus Stelechocarpus
Klasifikasi
Kingdom

: Plantae

Super Divisi : Spermatophyta


Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

Ordo

: Ranales

Famili

: Annonaceae

Genus

: Stelechocarpus

Spesies

: Stelechocarpus burahol

Morfologi Stelechorpus burahol


Stelechocarpus burahol, berbentuk
pohon, berwarna coklat tua, batang
berkayu (lignosus), silindris, permukaan kasar, percabangan monopodial.Arah
tumbuh batang tegak lurus, arah tumbuh cabang ada yang condong ke atas dan ada
yang mendatar.Daun pada Stelechocarpus burahol merupakan daun tidak lengkap
karena hanya memiliki tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina), lazimnya
disebut daun bertangkai. Daun tunggal tersebar, berbentuk jorong, Daun bertulang
menyirip, ibu tulang daun (costa) dan tulang-tulang cabang (nervus lateralis) tampak
jelas, urat-urat daun (vena) tidak terlihat jelas.Memiliki daun bertepi rata (integer),
daging daun seperti perkamen (perkamenteus).Permukaan daun licin mengkilat
(nitidus). Ujung daun meruncing dan pangkal daun tumpul.Tangkai daun pada
Stelechocarpus burahol berbentuk silindris dan tidak menebal pada pangkalnya.
Manfaat Stelechorpus burahol
Buahnya yang matang dimakan dalam keadaan segar. Dalam pengobatan,
daging buahnya berfungsi sebagai peluruh kencing, mencegah radang ginjal dan

menyebabkan kemandulan (sementara) pada wanita.Jadi, kepel ini oleh para wanita
bangsawan digunakan sebagai parfum dan alat KB; di Jawa, penggunaannya secara
tradisional terbatas di Kesultanan Yogyakarta. Kayunya cocok untuk perkakas rumah
tangga; batangnya yang lurus setelah direndam beberapa bulan dalam air, digunakan
untuk bahan bangunan rumah dan diberitakan tahan lebih dari 50 tahun.
Genus cananga
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Subkingdom

: Tracheobionta

Super Divisi

: Spermatophyta

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

SubKelas

: Magnoliidae

Ordo

: Magnoliales

Famili

: Annonaceae

Genus

: Cananga

Spesies

: Cananga odorata (Lamk.) Hook.

Morfologi Cananga oderata


Kenanga diidentifikasikan sebagai pohon, tinggi mencapai 30 35m,
batang lurus berwarna kelabu. Daun tunggal warna hijau tua, tersusun
berselang-seling, berbentuk bulat telur atau bulat telur memanjang dengan
pangkal daun menyirip jantung dan ujung daun berbentuk runcing, tepi daun
berbentuk keriting atau berombak dan bagian pangkal daun berbentuk
membulat, ukuran mencapai 8 20cm x 5 10cm dan petiola yang berukuran
1,3cm. Bunga berbentuk bintang majemuk menggarpu, pendek,
menggantung, berwarna hijau ketika masih muda, dan menjadi kuning setelah
tua, muncul pada batang pohon atau ranting bagian atas pohon, dengan
susunan yang khas, mahkota bunga berjumlah 6, 8 atau 9, berdaging, terlepas
satu sama lainnya, dan tersusun dalam 2 lingkaran yang masing-masing
biasanya berjumlah 3, benang sarinya banyak, dan ruang tempat sari
berhubungan terdapat di ujung tangkai sari, berbentuk memanjang dan
tertutup, berwarna cokelat muda, jumlah bakal buah sekitar 7-15, kepala putik
berbentuk tombol, memancarkan aroma harum yang khas karena mengandung

minyak atsiri. Buah berbentuk bulat telur terbalik berwarna hijau ketika masih
muda, dan manjadi kehitaman setelah tua, berukuran 2 cm, berdaging tebal
dengan diameter 1,5 2,5 cm, tersusun dari 6 12 buah tiap tangkai
utamanya. Biji berwarna coklat muda, berjumlah 8 12 per buah tersusun
dalam dua baris, kecil, berukuran 6-7mm x 4-5mm, berbentuk bundar, pipih,
dengan permukaan biji yang keras.
Deskripsi Cananga oderata
Kenanga (Canangium odoratum) adalah tumbuhan berbatang besar
sampai diameter 0,1-0,7 meter dengan usia puluhan tahun. Tumbuhan
kenangan mempunyai batang yang getas (mudah patah) pada waktu
mudanya.Tinggi pohon ini dapat mencapai 5-20 meter. Bunga kenanga akan
muncul pada batang pohon atau ranting bagian atas pohon dengan susunan
bunga yang spesifik. Sebuah bunga kenanga terdiri dari 6 lembar daun dengan
mahkota berwarna kuning serta dilengkapi 3 lembar daun berwarna
hijau.Susunan bunga tersebut majemuk dengan garpu-garpu.Bunga kenanga
beraroma harum dan khas.Di pedesaan, kenanga sering dipelihara untuk
dipetik bunganya.Tumbuhan liar yang kini mulai jarang ini mudah tumbuh di
daerah dataran rendah mulai ketinggian 25-1000 meter di atas permukaan laut.
Bunga kenanga mengandung minyak atsiri, yang dikenal dengan nama minyak
kenanga, yang mempunyai khasiat dan bau yang khas. Hasil penelitian mereka
menunjukkan, ekstrak bunga kenanga memiliki kemampuan menolak nyamuk
karena adanya kandungan linalool, geraniol, dan eugenol.Hasil penelitian
menunjukkan, ketika mengoleskan ekstrak bunga kenanga pada marmut, maka
minyak atsiri yang terkandung dalam ekstrak bunga kenanga meresap ke poripori lalu menguap ke udara. Bau ini akan terdeteksi oleh reseptor kimia
(chemoreceptor) yang terdapat pada tubuh nyamuk dan menuju ke impuls
saraf. Itulah yang kemudian diterjemahkan ke dalam otak sehingga nyamuk
akan mengekspresikan untuk menghindar tanpa mengisap darah marmut lagi.
Semakin banyak kandungan bahan aktif yang terdapat dalam ekstrak bunga
kenanga, maka semakin besar kemampuan ekstrak tersebut menolak nyamuk.

11.

Famili Magnoliaceae
Morfologi Magnoliaceae didukung oleh sejumlah karakter morfologib ersama di
antara berbagai genera yang masuk dalamfamili ini. Sebagian besar bunga yang
biseksual (dengan pengecualian Kmeria dan beberapa spesies bagian Magnolia
Gynopodium), radial, dan dengan wadah memanjang. Daun alternatif, sederhana, dan
kadang-kadang membulat. Perbungaan soliter, dibedakan mencolok dengan kelopak
bunga dan daun. Sepal berkisar antara enam sampa ibanyak; benang sari banyak dan
fitur singkat filamen yang kurang dibedakan dari kepala putik. Carpel bias any abanyak,
berbeda, dan pada memanjangkan wadah. Buah adalah agregat dari folikel yang bias
any amenjadi erat saat dewasa dan terbukus sepanjang permukaan abaxial. Biji
memiliki

mantel

berdaging

danwarna

yang

berkisar

darimerah

keoranye

(kecuali Liriodendron). Magnoliaceae mengalam ipenyerbukan yang dibantu oleh


serangga berupa kumbang ,kecuali untuk Liriodendron, yang penyerbukannya
dibantuoleh lebah. Karpel dari bunga Magnolia khususnya tebal untuk menghindari
kerusakan oleh kumbang. Pemencaran Magnolioideae dibantu oleh burung tersebar
sedangkan benih adalah Liriodendron dibantu oleh angin.
Dalam family Magnoliaceae terdapat beberapa genus diantaranya genus Michelia,
genus Liriodendron, dan genus Magnolia.
Genus Michelia
Dalam genus michelia ini terdapat contoh spesiesnya yaitu Michelia
champaca.
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisi

: Angiosperms

Kelas

: Magnoliids

Ordo

: Ranunculales

Famili

: Magnoliaceae

Genus

: Michelia

Spesies

: Michelia champaca

Michelia champaca merupakan tumbuhan yang berasal dari India.


Memiliki batang lurus dan bulat. Tajuknya agak jarang,
dan agak melebar, dengan percabangannya yang tidak
teratur. Daunnya tunggal, tersusun spiral, berbentuk
lanset yang agak melebar, berukuran sedang, dan berbulu
halus padapermukaan bawahnya, tangkainy aberbulu,
stipulanya panjang seringkali melebihi tangkai daunnya. Bunga berwarna kuning
muda ketika muda dan menjadi oranye tua ketika tua. Memiliki harum yang khas.
Helaian bunganya tersusun dalam untaian yang banyak. Buahnya cokla tterdiri
atas 2-6 biji.
Genus Liriodendron
Dalam genus Liriodendron terdapat contoh spesies yaitu Liriodendron
tulipifera.
Kalsifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi

:Angiosperms

Kelas

: Magnoliids

Ordo

: Ranunculales

Famili

: Magnoliaceae

Genus

: Liriodendron

Species

: Liriodendron tulipifera

Liriodendron tulipifera

dikenal sebagai pohon tulip, pohon tulip

Amerika.. Ini adalah asli Amerika Utara bagian timurdari Southern Ontario dan
Illinois arah timur di selatan New England dan selatan ke Florida tengah

danLouisiana.Merupakan pohon yang dapa


ttumbuh hingga lebih dari 50 m (165 kaki) di
hutanPegunungan Appalachian, kayu yang
sanga tberharga. Tanaman ini tumbuh dengan
cepat, dan berumur pendek sering terlihat
pada spesies yang tumbuh cepat. Daun berbentuk
unik.Perbungaan pada bulan April di Amerika Serikat
bagian selatan. Bunganya berwarna hijau pucat atau
kuning (jarang putih), dengan warna oranye pada tepal
yang menghasilkan nectar dalm umlah banyak. Pohon
tulip adalah pohon Negara bagian Indiana, Kentucky, dan Tennessee.
Genus Magnolia
Dalam genus Magnolia terdapat contoh spesies yaitu Magnolia liliflora.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi

: Angiosperms

Kelas

: Magnoliids

Ordo

: Ranunculales

Famili

: Magnoliaceae

Genus

: Magnolia

Spesies

: Magnolia liliflora

Magnolia liliflora atau yang memiliki nama lokal tulip magnolia, lili
magnolia, dan Japanese magnolia merupakan tumbuhan yang berasal dari Negara
China dengan habitus berupa perdu. Tumbuhan ini termasuk tumbuhan yang

berbunga pada musim panas. Tumbuhan ini


memiliki dayatari kpad abagian bunga dengan
sedikit

daun. Daunnya

berbentuk

lanset

berwarna hija utua dan berwarna kuning ketika


memasuk imusim gugur. Pada bagian bawah
daun memiliki bulu halus dengan Pertulangan daun berupa bachidodromus.
Bunga Magnolia liliflora merupakan bunga yang cantik danwangi dengan bagian
luarberwarn amerah muda keunguan sedangkan bagian dalam berwarna putih.
Perbungaan tersusun dalambentuk spiral yang merupakan modifikasidari
perbungaan pinaceae.Kelopak bunga Magnolia
liliflora menyerupa bunga tulip. Bunga Magnolia
liliflora banyak di temui pad aawal musim
semi. Batangnya berbentuk tegak berkayu dengan
warna abu-abu tua. Tumbuhan Magnolia liliflora
dapat di temui di daerah dengan lingkungan yang
memilik idrainase yang baik. Banyak di temukan di bagianTimur Asia dan
Amerika Utara.

12.

Famili lardizabalaceae
Famili lardizabalaceae merupakan tumbuhan berkayu seringkali berupa liana,
daun majemuk atau menyirip. Bunga berpisah-pisah atau majemuk berbentuk tandan,
aktinomorf, banci atau berkelamin tunggal, berbilan gtiga. Hiasan bunga terdiri atas 2
lingaran daun tenda bunga, 2 lingkaran daun-daun penghasil madu, 2 lingkaran benangbenang buah apoarp, masing-masing berisi banyak atau hanya 1 baka lbiji yang parietal.
Buahnya buah buni. Biji dengan endosperm dan lembaga yang kecil. Famili ini hanya
mencakup + 15 jenis, terbagi dalam 7 genus, yang tersebar di pegunungan Himalaya,
Asia timur, dan Chili.

Berikut 7 genus yang terdapat dalam famili lardizabalaceae, yaitu:


1.

Akebia

2.

Archakebia

3.

Boquila

4.

Decaisnea

5.

Holboellia

6.

Lardizabala

7.

Sargentodoxa

Genus Akebia
Dalam genus Akebia terdapat contoh spesies yaitu Akebia quinata
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisi

: Angiospermae

Kelas

: Magnoliids

Ordo

: Ranunculales

Famili

: lardizabalaceae

Genus

: Akebia

Spesies

: Akebia quinata
Akebia quinata

dapat tumbuhmencapai 10

meter atau lebih tinggi dan memiliki daun majemuk


denga

nlima

selebaran.

Bunga-bunga

ini

terkelompok dalam tandandan coklat beraroma,


dengan tiga atau empat sepal. Buah polong
berbentuk

sosis

yang

mengandung

daging

buahnya.Tanaman merambat secara tradisional digunakan untuk keranjang tenun.

Dalam farmakope Cina diyakini menjadi terapi sebagai diuretik, antiphlogistic,


galactago guedananalgesik. Penggunaan utama dari ramuan di Cina sebagai obat
tradisional untuk menyusui cukup pada ibu menyusui. Bagian obat dari tanaman
adalah batang kayu yang diiris di bagian melintang dan dipersiapkan sebagai
ramuan. Batang mengandung garam kalium sekitar 30% sehingga memberikan
tindakan diuretik.
Genus Decaisnea
Dalam genus Decaisnea terdapat contoh spesies yaitu Decaisnea fargesii.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi

: Angiosperms

Kelas

: Magnoliids

Ordo

: Ranunculales

Famili

: lardizabalaceae

Genus

: Decaisnea

Spesies

: Decaisnea fargesii
Decaisnea fargesii merupakan semak daun atau
pohon kecil yang tumbuh sampai 5 sampai 8 meter
dengan batang hingga 20 cm diameter. Daun
menyirip, panjang 60 sampai 90 cm, dengan panjang
hingga 25 selebaran masing-masing hingga 15 cm dan
10 cm lebar. Bunga-bunga diproduksi dalam malai

terkulai panjang 25 sampai 50 cm. Setiap bunga lebar 3 sampai 6 cm dengan


sepal berwarna kuning kehijauan dan tidak ada kelopak. Buah ini lembut
kehijauan-kuning menjadi biru kehitaman seperti folikel hingga 10 cm panjang

dan 3 cm. Buah berisi bersifat transparan, seperti jelly bubur yang mengandung
banyak biji hitam datar sekitar satu sentimeter lebar. Dapat dimakan, rasa dari
bubur buah Decaisnea fargesii manis dan mirip dengan semangka, dan tekstur
digambarkan seperti "agar-agar".

13. Family Nymphaeaceae


Hidrofita yang tumbuh di rawa-rawa atau daerah-daerah yang tergenang air,
terapung atau mempunyai akar yang dapat mencapai dasar air. Daun-daun terapung di
air atau tenggelam, tetapi ada pula yang muncul di atas air. Bunga terpisah-pisah,
aktinomorf dengan tenda bunga berbilangan 3 sampai banyak yang berfugsi sebagai
daun kelopak, atau hanya 6 daun tenda bunga yang tersusun dalam 2 lingkaran.
Benang sari 3 sampai banyak, sebagian besar bersifat steril dan berubah menjadi
bagian-bagian yang meyerupai daun-daun mahkota.
Suku teratai-terataian atau Nymphaeaceae adalah salah satu suku anggota
tumbuhan berbunga. Menurut Sistem klasifikasi APG II suku ini tidak dapat
dimasukkan ke dalam satu pun cabang tumbuhan berbunga. Baru pada penelitian
lebih lanjut dibentuk bangsa baru, Nymphaeales, yang mencakup Nymphaeaceae dan
Cabombaceae. Pada tahun 2007 Hydatellaceae juga kemudian dimasukkan ke dalam
Nymphaeales, setelah sebelumnya dimasukkan ke dalam Poales.
Ke dalam suku ini termasuk berbagai macam teratai, dan beberapa tumbuhan air yang
biasa dijadikan hiasan akuarium. Seroja atau lotus (Nelumbo), yang diperkirakan
banyak orang masih sekerabat dengan teratai, pada kenyataannya tidak berkerabat
dekat dan merupakan anggota bangsa Proteales, suatu dikotil sejati (eudicots).
Bakal buah menumpang atau setengah tenggelam, kadang-kadang sama sekali
tenggelam berjumlah 3 sampai banyak, bebas satu sama lain atau berlekatan,
seringkali tenggelam dalam dasar bunganya, masng-masing beruang banyak, tiap
ruang dengan satu sampel banyak bakal biji yang laminal. Buahnya buah kurung atau
menyerupai buah buni. Biji mempunyai salut biji, kebanyakan dengan endosperm dan
perisperm, lembaga lurus. Suku ini mencakup sekitar 100 jenis yang terbagi dalam 8

marga dengan daerah distribusi yang sangat luas, meliputi daerah tropika dan daerah
iklim sedang di belahan bumi utara. Contoh-contoh :
Nymphaea : Nymphaea lotus (teratai), Nymphaea stellate (tunjung), seringkali sebgai
tanaman hias di kolam.
Nelumbo : Nelumbo nucifera, Nelumbo lutea (bijinya dapat dimakan).
Victoria : Victoria regia, dengan daun yang bundar dan tepi ke atas, sebagai tanaman
hias

Genus Nymphaea
Teratai (Nymphaea) adalah nama genus untuk tanaman air dari suku Nymphaeaceae.
Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai water-lily atau waterlily. Di Indonesia, teratai
juga digunakan untuk menyebut tanaman dari genus Nelumbo (lotus). Pada zaman
dulu, orang memang sering mencampuradukkan antara tanaman genus Nelumbo
seperti seroja dengan genus Nymphaea (teratai). Pada Nelumbo, bunga terdapat di
atas permukaan air (tidak mengapung), kelopak bersemu merah (teratai berwarna
putih hingga kuning), daun berbentuk lingkaran penuh dan rimpangnya biasa
dikonsumsi.
Tanaman tumbuh di permukaan air yang tenang. Bunga dan daun terdapat di
permukaan air, keluar dari tangkai yang berasal dari rizoma yang berada di dalam
lumpur pada dasar kolam, sungai atau rawa. Tangkai terdapat di tengah-tengah daun.
Daun berbentuk bundar atau bentuk oval yang lebar yang terpotong pada jari-jari
menuju ke tangkai. Permukaan daun tidak mengandung lapisan lilin sehingga air
yang jatuh ke permukaan daun tidak membentuk butiran air.
Bunga terdapat pada tangkai yang merupakan perpanjangan dari rimpang. Diameter
bunga antara 5-10 cm.
Teratai terdiri dari sekitar 50 spesies yang tersebar dari wilayah tropis hingga daerah
subtropis seluruh dunia. Teratai yang tumbuh di daerah tropis berasal dari Mesir.

Kerajaan: Plantae
Divisi:

Magnoliophyta

Kelas:

Magnoliopsida

Ordo:

Nymphaeales

Famili:

Nymphaeaceae

Genus:

Nymphaea

Struktur Morfologi Teratai

Memiliki daun yang lebar dengan bentuk melingkar, dan tepi daun bergerigi.
Sebagian besar daun-daun ini mengapung di atas air agar dapat mengambil oksigen
yang ada di udara.

Pada permukaan adaksial atau atas, daun Nymphae sp. berwarna hijau dan stomata
banyak ditemukan pada bagian ini. Sedangkan pada bagian abaksial atau bawah,
berwarna keunguan, terdapat tulang daun besar dan tulang daun kecil juga biasanya
tidak di temukan adanya stomata.

Memiliki batang yang berfungsi untuk menyokong daun mengapung di atas air.
Batang sebagian besar tenggelam di dalam air, ada beberapa yang muncul di atas
permukaan air. Selain itu batang juga berfungsi mengasorbsi nutrisi yang dibutuhkan
oleh Nymphae sp..

Sistem akar kurang berkembang dengan baik, tidak memiliki bulu akar maupun
tudung akar. Berfungsi sebagai jangkar, pelekat atau pencengkeram. Absorbsi lebih
Ban yak dilakukan oleh batang dan daun.
ng dapat hidup di gurun atau di tempat-tempat yang ketersedia-an airnya sangat

terbatas bahkan kurang dan memiliki tekanan evaporasi yang tinggi, disebut dengan
tumbuhan xerofit. Tumbuhan ini memiliki adaptasi khas terhadap penurunan isi air.
Tumbuhan ini mampu hidup dan bertahan dalam periode yang lama tanpa kerusakan oleh
kekeringan. Umumnya tumbuhan hidup di lingkungan yang memiliki ketersediaan air yang
cukup, tidak kurang tidak lebih, kondisi kelembapan dan suhu yang rata-rata. Tumbuhan
yang hidup di lingkungan yang seperti ini disebut dengan tumbuhan mesofit. Berbeda dengan
tumbuhan xerofit, tumbuhan hidrofit hidup di lingkungan yang memiliki kelembapan yang

tinggi. Tumbuhan ini seluruh atau sebagian tubuhnya terendam oleh air. Tumbuhan hidrofit
hidup di permukaan air atau terbenam dengan kedalaman yang beragam di dalam air dengan
intensitas sinar dan kondisi-kondisi lainnya yang menjadi faktor pembatas bagi kehadiran
tumbuhan tipe ini.

Manfaat
Teratai menjadi tanaman di kebun-kebun karena bunganya yang indah. Pelukis
Perancis bernama Claude Monet terkenal dengan lukisan bunga teratai. Teratai merupakan
tanaman air yang unik. Teratai yang tumbuh di air yang sangat berlumpur (kotor, coklat),
warna bunganya lebih cemerlang. Warna bunga bila putih lebih putih, bila merah lebih
merah, bila merah muda makin terang warnanya
KARAKTERISTIK :
Teratai (Nymphae sp) memiliki karakteristik struktur anatomi batang yang terdiri dari
kulit kayu, kayu dan empulur. Empulur sangat sulit ditemukan pada batang kayu yang sudah
tua. Bagian terluar dari batang tumbuhan dikotil adalah kulit kayu yang terdiri atas jaringan
epidermis, kambium gabus, korteks, dan floem. Felogen dapat ditemukan di bagian bawah
epidermis. Tangkai teratai terdapat di tengah-tengah daun dan Bunga teratai tumbuh pada
tangkai yang merupakan perpanjangan dari rimpang.

Genus Nelumbo
Seroja atau lotus (Nelumbo nucifera Gaertn.) adalah spesies tumbuhan air tahunan dari
genus Nelumbo yang berasal dari India. Di Indonesia tanaman ini sering kali disebut
teratai (Nymphaea) walaupun sebenarnya keduanya tidak berkerabat. Seroja memiliki
tangkai bunga tegak dan bunganya tidak mengapung di permukaan air, sebagaimana
pada teratai. Seroja pernah dikenal dengan nama binomial Nelumbium speciosum
(Willd.) atau Nymphaea nelumbo.
Tangkai berbentuk tabung yang kosong di tengahnya untuk jalan lewat udara. Daun
terdapat di permukaan air, keluar dari tangkai yang berasal dari rimpang yang berada di
dalam lumpur pada dasar kolam, sungai, atau rawa. Tinggi tanaman sekitar satu meter
hingga satu setengah meter.

Daun tumbuh ke atas, tinggi di atas permukaan air. Daun berbentuk bundaran penuh
tanpa potongan, bergelombang di bagian tepi, dengan urat daun berkumpul ke tengah
daun. Diameter daun dapat mencapai 60 cm. Permukaan daun mengandung lapisan lilin
sehingga air yang jatuh ke permukaan daun membentuk butiran air.
Bunga dengan diameter sampai 20 cm. berwarna putih bersih, kuning atau merah jambu,
keluar dari tangkai yang kuat menjulang di atas permukaan air. Bunga mekar di bulan
Juli hingga Agustus.
Ada beberapa kultivar seroja dengan bentuk dan warna bunga yang beragam. Lotus
(genus Nelumbo) merupakan lambang negara India.
Kerajaan: Plantae
Divisi:

Magnoliophyta

Kelas:

Magnoliopsida

Ordo:

Proteales

Famili:

Nelumbonaceae

Genus:

Nelumbo

Spesies: N. nucifera
Tanaman air menahun yang indah, asli dari daratan Asia. Teratai dibudidayakan di perairan
dan kolam, kadang ditemukan tumbuh liar di rawa-rawa. Tanaman air yang tumbuh tegak.
Rimpang tebal bersisik, tumbuh menjalar. Daun dan bunga keluar langsung dari rimpangnya
yang terikat pada lumpur di dasar kolam. Helaian daun lebar dan bulat, disangga oleh tangkai
yang panjang dan bulat berdiameter 0,5-1 cm, panjangnya 75-150 cm. Daun menyembul ke
atas permukaan air, menjulang tegak seperti perisai. Permukaan daun berlilin; warnanya hijau
keputihan, tepi rata, bagian tengah agak mencekung, tulang daun tersebar dari pusat daun ke
arah tepi, diameter 30-50 cm. Bunganya harum, tumbuh menjulang di atas permukaan air
dengan tangkai bulat panjang dan kokoh, panjang tangkai bunga 75-200 cm. Diameter bunga
15-25 cm, benang sari banyak kepala sari kuning, mahkota bunga lebar, ada yang engkel dan
ada yang dobel dengan warna merah jambu, putih dan kuning. Bunga mekar sehari penuh
dari pagi sampai sore hari. Setelah layu, mahkota bunga berguguran sampai akhirnya tersisa
dasar bunga yang akan menjadi bakal buah, bentuknya seperti kerucut terbalik dengan
permukaan datar semacam spons dan berlubang-lubang berisi 15-30 biji, warnanya hijau

kekuningan, kemudian hijau dan akhirnya coklat hitam, garis tengah 6-11 cm. Biji bentuknya
bulat seperti kacang tanah, terdapat dalam lubang-lubang buah yang berbentuk seperti sarang
tawon. Biji yang sudah tua warnanya hijau kehitaman, umurnya kira-kira 1 bulan sejak
bunganya mekar. Daunnya biasa dipakai sebagai bahan pembungkus, rimpang muda dan biji
bisa dimakan. Pemeluk agama Budha menganggap bunga ini sebagai lambang kesucian,
tercermin dalam berbagai lukisan dan patung yang menggambarkan Sang Budha sedang
duduk bersemedi di atas bunga teratai.
Tumbuhan seroja (Nelumbo nucifera) secara umum terdiri atas akar, rimpang (rhizoma),
daun, dan bunga. Akar dan rimpang seroja terdapat dalam lumpur di dasar kolam. Dari
rimpang ini muncul beberapa tangkai yang panjangnya hingga mencapai 1,5 meter. Tangkai
ini berbentuk tabung dengan rongga di tengahnya.
Dari ujung tangkai inilah kemudian keluar daun yang muncul di atas permukaan air. Daun
berbentuk lingkaran, bergelombang di bagian tepi dengan urat daun terkumpul di tengahtengahnya serta permukaannya berlapiskan lilin. Diameternya dapat mencapai hingga 60 cm.
Bunga seroja atau lotus muncul di atas permukaan air dengan tangkai yang kokoh. Bunganya
berwarna putih bersih, kuning atau merah jambu dengan diameter sekitar 20 cm.

Genus Victoria
Kingdom:

Plantae

(unranked): Angiosperms
Order:

Nymphaeales

Family:

Nymphaeaceae

Genus:

Victoria

Species:

V. amazonica

Victoria amazonica adalah teratai air terbesar yang ada di dunia, dan mengambang di
perairan dangkal sungai basin amazon. Diameter daunnya dapat tumbuh lebih dari 3 meter
dan beratnya bisa mencapai 31 kg. Teratai raksasa ini di sebut Victotia amazonica atau juga

Victoria regia.
Victoria Amazonica adalah bunga bakung terbesar yg ada di dunia. Daunnya sangat lebar
mencapai 2 meter. Batang daunnya sangat kuat namun tetap terapung di atas air.
Deskripsi dari
Victoria amazonica
antara lain memiliki batang yang berduri, berwarna coklat, dan berada di bawah
permukaan air. Daunnya berukuran besar dengan diameter kurang lebih 144 cm dan
mengapung di atas permukaan air. Daging daun tebal dan kaku dengan permukaan
atas daun yang kasap. Permukaan bawah daun berduri, duri menempel pada urat daun
dengan ujung urat daun tidak bertemu. Tepi daun berlekuk ke atas membentuk cawan
raksasa. Terdapat torehan kecil di kedua sisi yang bersebarangan sehingga lingkaran
daun yang terbentuk tidak sempurna. Daun mudanya mengkerut dan mengatup
membentuk seperti bibir yang berduri. Bunganya berwarna putih dengan tangkai
bunga yang tenggelam di bawah permukaan air. Bagian bawah sepal berduri,
sehingga bunga yang masih kuncup seolah-olah terbungkus oleh duri. Jumlah petal
tak terhingga. Jumlah bunga yang ditemukan pada saat penelitian tidak terlalu banyak

14. Family Menispermaceae


Kebanyakan berupa liana, daun tunggal berlekuk atau berbagi menjari, dengan
bunga yang kecil-kecil. Pada akar dan batang sering terdapat pertumbuhan menebal
sekunder yang abnormal.Bunga dengan tenda bunga tunggal atau ganda, berbilangan
3 atau 2, berkelamin tunggal, berumah 2, aktinomorf.Hiasan bunga, bila dapat
dibedakan dalam kelopak dan mahkota, masing-masing membentuk 2 lingkaran,
mahkotanya kecil dan tidak lekas menarik perhatian. Bakal buah 3 atau banyak
(kadang-kadang hanya 1), tidak berlekatan 1 sama lain, masing-masing berisi 1 bakal
biji yang mempunyai integument. Buah berupa buah batu yang bengkok. Biji tanpa
endosperm.
Suku ini meliputi 400 jenis, terbagi dalam dari 60 marga, kebanyakan tumbuh
di daerah panas. Banyak di antaranya yang beracun.

Contoh :
Menispermum: M. canadense, dipiara sebagai tanaman hias yang memanjat.
Anamirta: A. cocculus, menghasilkan racun ikan.
Jatrorrhiza: J. palmate, menghasilkan radix columbae, berkhasiat obat.
Chondrodendron: Ch. Tomentosum, menghasilkan radix pereirae brorae, berguna
dalam obat-obatan.